Dedi; Program JKN-KIS Banyak Manfaatnya Untuk Rakyat Kecil
Dedi berharap agar pemerintah tetap melanjutkan Program JKN-KIS karena sangat bermanfaat dan membantu rakyat kecil seperti dirinya, sehingga kalau sakit tidak dipusingkan dengan biaya pengobatan
lombokjournal.com —
JAMKESNEWS ; Pria dengan penghasilan harian yang pas-pasan, Dedi Azhar (27), merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Daerah melalui APBD.
Meski demikian, merupakan tulang punggung keluarga dengan pekerjaan yang tidak tetap.
Dedi merupakan anak ke 3 dari 7 bersaudara. Kedua orang tuanya sudah meninggal, ibunya meninggal saat usianya baru 1 tahun, dan ayahnya meninggal 6 bulan yang lalu.
“Sekarang saya tinggal bersama ibu tiri saya bersama 4 adik saya,” ujar Dedi saat dijumpai tim Jamkesnews, Senin (02/12/2019).
Dedi menceritakan, ayahnya mengidap penyakit komplikasi jantung, diabetes melitus dan darah tinggi, dan sering keluar masuk rumah sakit.
Dalam sebulan bisa 2 minggu dirawat inap, belum lagi rawat jalannya dan ini terus berlanjut sampai 6 bulan. Sebagai keluarga yang berpenghasilan pas-pas, tentu saja untuk membiaya pengobatan ayahnya sangat berat, mengingat biaya berobat itu mahal.
“ Apalagi sampai dirawat inap tentunya akan sangat berat bagi kami untuk membayar. Kami tidak memiliki harta yang bisa kami jual,” tutur Dedi.
Lebih lanjut Dedi menceritakan, dalam kondisi seperti inilah ia mengakui hadirnya peran pemerintah dengan Program JKN-KIS yang menurutnya sangat membantu rakyat kecil untuk menanggung jaminan kesehatannya.
“Alhamdullilah saya dan keluarga sudah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya 100 persen ditanggung pemerintah sehingga saya tidak perlu repot lagi memikirkan biaya pengobatan ayah saya,” lanjut Dedi.
Dedi berharap agar pemerintah tetap melanjutkan Program JKN-KIS karena sangat bermanfaat dan membantu rakyat kecil seperti dirinya, sehingga kalau sakit tidak dipusingkan dengan biaya pengobatan.
hf/bb/JAMKESNES
nara sumber ; Dedi Azhar
Produk Unggulan UMKM NTB Dipamerkan Di Jakarta
Kegiatan pameran dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di NTB, sebab menampilkan semua potensi, baik itu alam, kebudayaan maupun hasil UMKM yang dikembangkan masyarakat NTB
lombokjourna.com —
JAKARTA — Sejumlah produk unggulan UMKM NTB, seperti mutiara Lombok, Tenun Lombok, perhiasan dari kulit kerang, Batik Sasambo, Tenun Bima, Tenun Sumbawa, dipamerkan di Jakarta, Senin (02/12/2019).
Kegiatan tersebut digagas Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Bank Indonesia dan Bank NTB Syariah.
Pameran bertajuk Gemilang NTB “Nuansa Tanpa Batas” berlangsung di Kantor Kementerian Perindustrian dan dilaksanakan hingga 6 Desembar 2019 mendatang. UMKM Unggulan NTB dipamerkan di 12 stand yang disediakan Pemerintah Daerah NTB.
Pameran tersebut dibuka Wakil Ketua MPR RI, Syarif Hasan ditemani sejumlah pejabat kementerian dan lembaga Republik Indonesia. Termasuk Direktur Jendral industri kecil menengah dan aneka (IKMA), Kementerian Perindustrian, Ati Wibawaningsih.
Selain itu juga terdapat produk olahan yang tidak kalah menarik seperti black garlic, tortila rumput laut, madu, dan aneka olahan ikan, kopi yang menjadi produk makanan olahan khas NTB.
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaska,n pameran tersebut strategis untuk membuka jaringan pamasaran dengan palaku usaha, baik domestik maupun internasional.
Sebab, para pelaku usaha akan melirik produk unggulan yang berkualitas.
Hal itu dapat dilakukan dengan menampilkannya dalam bentuk pameran.
“Tujuannya untuk melakukan kerja sama dengan UKM binaan berkelanjutan setelah pameran, serta mengetahui sejauh mana produk kita dilirik khususnya di luar daerah,” ungkap Wagub saat diwawancarai usai kegiatan tersebut.
Wagub berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di NTB. Pameran ini Menampilkan semua potensi, baik itu alam, kebudayaan maupun hasil UMKM yang dikembangkan masyarakat NTB.
Direktur Jendral industri kecil menengah dan aneka (IKMA),Kementerian Perindustrian, Ati Wibawaningsih akan mendukung pengembangan Produk UMKM yang ada di NTB, khususnya produk kain tenun.
“Kita sebagai pemerintah harus mendukung dan harus dikembangkan. Kalau kita lihat di NTB itu, tidak ada daerah yang nggak punya tenun,” jalasnya saat diwawancara.
Ia menambahkan bahwa tahun depan akan digelar Industrial Muslim Fashion Exhibition yang diharapkan akan diisi oleh tenunan asal NTB. Ke depan katanya akan dilakukan pembinaan SDM bagi masyarakat NTB yang akan mengembangkan tenun tersebut.
Bahkan katanya akan diberikan peralatan untuk mendukung program tersebut.
“Saya harap, dari NTB mendominasilah kegiatan exhibition tersebut,” katanya.
Potensi mutiara juga akan dikembangkan secara profesional. Tentu katanya harus bekerjasama dengan para desainer dan pengusaha yang bergerak di bidang mutiara.
Selain itu, program besar dari Kementerian Perindustrian untuk NTB adalah pengolahan ikan. Sebab katanya, potensi ikan di NTB cukup besar, terutama ikan tuna.
“Potensi ikan tuna di NTB itu banyak sekali. Kita akan kembangkan,” katanya.
HmsNTB
Para Srikandi NTB Unjuk Kebolehan, Main Gamelan Di Jakarta
Ternyata, di sela-sela Kesibukannya, para Srikandi NTB ini berlatih dengan antusias dan penuh semangat sebagai wujud cinta dan keinginan kuat mempertahankan Musik Tradisional NTB
lombokjournal.com —
JAKARTA — Para Srikandi NTB yang dipimpin Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah unjuk kebolehan saat Pembukaan Pameran Produk Unggulan UMKM NTB di Gedung Kantor Kementerian Perindustrian RI, di Jakarta, Senin (02/11/2019).
Wagub Ummi Rohmi didampingi Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama sejumlah Kepala OPD Perempuan, ternyata lihai dan piawai memainkan gamelan, salah satu alat musik tradisional NTB.
Pada pertunjukkan itu seluruh anggota Srikandi memainkan musik dengan penuh harmoni. Senyum sumrigah dan sedikit goyangan badan mengikuiti iringan musik tersebut.
Selain itu, seluruh anggotanya mengenakan kostum khas NTB. Kain tenun NTB pun menghiasi latar panggung pertunjukan tersebut.
Pada pembukaan pameran bertajuk Gemilang NTB “Nuansa Tanpa Batas” para Srikandi memainkan tiga musik berturut turut, yaitu Tabuh Pembuka, Kadal Nongaq dan Galang Bulan/Terang Bulan.
Kadal Nongaq berisi nasihat dari yang tua untuk yang muda untuk berhati-hati di dalam memilih jalan kehidupan.
Sementara Galang Bulan/Terang Bulan berisi Cerita tentang masyarakat Lombok yang menerima tamu di berugaq atau gazebo. Di saat tamu hendak pamit, tuan rumah mohon maaf dan berharap dapat berjumpa.
Ternyata, di sela-sela Kesibukannya, para Srikandi NTB ini berlatih dengan antusias dan penuh semangat sebagai wujud cinta dan keinginan kuat mempertahankan Musik Tradisional NTB.
Selain Srikandi NTB, ditampilkan juga modern dance dari anak-anak NTB.
Penampian pada pameran produk ungguan itu merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan seluruh potensi budaya dan tradisi yang tumbuh dan berkembang di NTB.
HmsNTB
Wagub Ummi Rohmi Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspirasi Indonesia
Perempuan inspirasi Indonesia diberikan kepada perempuan dengan kiprah berbeda-beda, ada yang konsen pada pemerintahan, sosial, UMKM, melestarikan tenun, peduli pada kerajinan, bidang politik, ekonomi dan budaya
lombokjournal.com —
JAKARTA — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dinobatkan sebagai perempuan inspiratif Indonesia tahun 2019 bidang pemerintahan, oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).
Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu diberikan penghargaan oleh IPEMI yang diserahkan Wakil Ketua MPR RI, Syarif Hasan pada pembukaan Pameran bertajuk Gemilang NTB “Nuansa Tanpa Batas” berlangsung di Kantor Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, Senin (02/12/2019).
Umi Rohmi dinilai memiliki jasa, kiprah dan kontribusi bagi daerah, bangsa dan negara khusus di bidang pemerintahan. Wagub juga dinilai memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan bermasyarakat.
Umi Rohmi mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTB yang turut serta mendukung program pemerintahan.
Ketua IPEMI, Inggrid Kansil menjelaskan penghargaan tersebut diberikan tidak hanya karena jasa dan kontribusinya bagi daerah dan bangsa.
Namun yang terpenting adalah, bagaimana kita sebagai generasi penerus mampu mengambil semangat dan nilai-nilai dari perjuangan dan mengisi serta mengimplementasikan ke dalam karya dan kreasi nyata.
“Kami melihat, ibu-ibu yang menerima penghargaan perempuan inspirasi Indonesia ini sangat beragam kiprahnya,” katanya.
Penghargaan perempuan inspirasi Indonesia itu katanya diberikan kepada perempuan dengan kiprah yang berbeda-beda. Ada yang konsen pada pemerintahan, sosial, UMKM, melestarikan tenun, peduli pada kerajinan, bidang politik, ekonomi dan budaya.
“Saya merasa ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua, kaum ibu di tanah air atas semua kebijakan nasional dan internasional, dalam melaksanakan program atau aksi untuk memajukan masyarakat,” jelasnya.
Selain Wagub, sejumlah perempuan Indonesia juga dinobatkan sebagai perempuan inspirasi Indonesia pada acara tersebut.
HmsNTB
Ganja 15 Kg Diamankan, 3 Orang Ditangkap BNN NTB
“Mereka diamankan saat tiba menggunakan bus dari Jakarta di terminal Mandalika Kota Mataram yang akan menuju Bim”
MATARAM.lombokjournal.com — Badan Narkotika Nasional (BNNP) NTB yang dipimpin oleh Kasi Berantas,AKBP, Denny Priadi berhasil mengamankan narkotika jenis ganja kurang lebih 15 Kg.
Ini merupakan prestasi BNN NTB yang berhasil mengungkapkan kembali peredaran gelap narkotika diwilayah NTB.
Kepala BNNP NTB Brigjen Pol, Gde Sugianyar mengakui, bidang pemberantasan BNNP NTB telah berhasil mengamankan sebanyak 15 bal narkotika jenis ganja di terminal Mandalika (Bertais).
“Hasil pengungkapan tadi malam oleh bidang pemeberantasan barang bukti yang berhasil diamankan ada 15 bal yang beratnya masing masing 1 Kg, jenis ganja kering yang sudah siap di pakai,”ucapnya Senin (2/12/2019).
Barang bukti Ganja kering
Menurutnya, dari pengungkapan yang dilakukan pada Minggu malam tersebut berhasil diamankan sebanyak tiga orang di Bus yang akan menuju Bima.
“Mereka diamankan saat tiba menggunakan bus dari Jakarta di terminal Mandalika Kota Mataram yang akan menuju Bima,” terangnya.
Tiga pelaku diamankan saat masuk ke dalam sebuah mobil membawa ganja. Mereka berinisial MI (29 tahun) asal Jakarta, Z (33) tahun asal Kota Mataram dan I (46 tahun) asal Lombok Barat.
Saat ini barang bukti yang rencananya akan diedarkan ke tempat pariwisata di wilayah NTB tersebut, telah diamankan dikantor BNNP NTB bersama dengan tiga orang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Satu kilo ganja diperkirakan harganya mencapai 8 juta rupiah,jika ditotalkan dari 15 kilo harga semuanya mencapai 120 juta,” tegasnya.
Petugas menyita sejumlah barang bukti dan mengamankan ketiga pelaku. Para pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) atau pasal 111 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Mereka diancam maksimal pidana mati.
AYA
Bupati Najmul Melakukan Groundbreaking Pembangunan Masjid Ponpes IC eLKISI
eLKISI adalah lembaga kajian Islam yang intensif melakukan pengkajian terhadap ajaran-ajaran Islam
KAYANGAN.lombokjournal.comm — Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Pimpinan Ponpes eLKISI Jember Jatim KH. Fathurahman, M.Ag dan Direktur SBC Ustadz Ridwan Abadi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan masjid Ponpes Islamic Center eLKISI di Dusun Panggung Timur Desa Selengen Kecamatan Kayangan, Sabtu (30/11/2019).
Bupati H. Najmul Akhyar mengaku merasakan suasana luar biasa karena semua pihak dapat mengambil hikmah atas takdir Allah SWT.
“Kita ini terus mengambil hikmah atas apa yang Allah takdirkan. Hari ini berkah kita meletakkan batu pertama Pondok pesantren kita. Inilah yang kita maksud Allah SWT senantiasa menyimpan rahasia untuk kita,” katanya.
Bupati Najmul selalu menyampaikan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa gempa yang diturunkan Allah sama sekali tidak menurunkan mimpi-mimpi kita selaku hamba di muka bumi.
Tetapi dengan gempa yang terjadi Allah, justru meminta kita bermimpi lebih besar lagi untuk membangun Kabupaten Lombok Utara. Ia lantas memberikan spirit bahwa Allah SWT akan memberikan yang lebih baik dari ujian yang diberikan kepada manusia.
“Apabila Allah menghendaki satu kebaikan kepada seseorang atau satu kaum maka Allah pasti akan mengujinya. Hingga dengan kesabaran kita insyaallah Allah akan memberikan banyak sekali kelebihan kepada kita semua”, tuturnya.
Menurut bupati, peletakan batu pertama pembangunan masjid yang disaksikan segenap lapisan masyarakat pada kesempatan itu merupakan bukti nyata terkabulnya doa manusia.
“Ketika kita berdoa, Ya Allah jika ada yang kau ambil dariku maka berikanlah ganti yang lebih baik maka gantinya seperti ini. Dulu tidak pernah kita bayangkan di tempat ini akan ada pondok pesantren yang besar. Diturunkannya musibah justru kita dapat gantinya yang luar biasa,” imbuh Sekjen Apkasi ini.
Allah menampakan kepada kita semua ternyata kita tidak sendiri menghadapi musibah ini. Banyak saudara-saudara kita yang peduli seraya mencontohkan dimana hari ini (kemaren-red) adalah cara Allah menunjukan kepada hambanya betapa Allah dapat menggerakkan hati siapapun,” papar Doktor Ilmu Hukum ini.
Ladang kebaikan
Di tempat yang sama Pimpinan Ponpes eLKISI KH. Fathurahman, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam, lantaran di majelis itu berkumpul hamba-hamba Allah yang luar biasa, seraya berharap momentum itu menjadi ladang kebaikan bagi Lombok Utara dan Indonesia pada umumnya.
“Alhamdulillah, hari ini saya dan rombongan dari Pondok eLKISI Jawa Timur ditakdirkan Allah untuk datang ke tempat ini,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan eLKISI tiba-tiba muncul di Lombok Utara, ia mengatakan semua itu bukan kebetulan tetapi telah ditulis oleh Allah SWT. Pihaknya datang ke Lombok Utara sejak awal kejadian gempa setahun silam.
“Seandainya tidak ada gempa mungkin kami tidak sampai di sini. Yang awalnya kita tidak saling kenal tetapi Allah sudah mengatur semuanya,” ungkapnya.
Menurut Fathurrahman, eLKISI adalah lembaga kajian Islam yang intensif melakukan pengkajian terhadap ajaran-ajaran Islam.
Dalam prakteknya, pada saat belum mempunyai pondok pesantren, pihaknya membina seluruh jamaah se-Lombok Utara mulai sekitar tahun 1986 sampai tahun 2010. Baru kemudian setelah itu pihaknya membangun pesantren di Mojokerto.
“Sebelum punya pesantren kami biasanya ngurus bencana. Hampir pada seluruh seluruh bencana, eLKISI turun membantu saudara-saudara kita. Kebiasan kami selain urusan pendidikan menjadikan urusan sosial keumatan nomor satu. Ini karena kami punya prinsip sebaik-baiknya manusia itu adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” terang Pimpinan Ponpes eLKISI tersebut.
Diceritakan KH Fathurahman, pada awalnya pihaknya berniat membangun masjid, tetapi karena Lombok dijuluki Pulau 1000 masjid, akhirnya pihaknya memutuskan untuk membangun pondok pesantren dan masjid.
Dalam pada itu, H.L. Burhanuddin, SH mewakili pihak keluarga pewakaf tanah, mengungkapkan bahwa mulai tanggal 30 November 2019 di tempat itu semua lapisan masyarakat dapat menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan masjid dan pondok pesantren.
Tentunya juga membangun Lombok Utara secara umum khususnya umat Islam.
“Atas nama keluarga, orang tua kami H.L. Fahrudin tentu kami punya cita-cita dan rencana keluarga karena Allah punya rencana maka kami mewakafkan tanah ini untuk pembangunan pondok,” katanya.
Burhanudin lantas menceritakan, almarhum orang tuanya secara legalitas hukum lahir pada tanggal 30 Nopember 1950 dan wafat tanggal 13 Nopember 2013.
Hal ini bukanlah kebetulan tetapi semua rencana Allah lantaran peletakan batu pertama pondok eLKISI bertepatan dengan bulan kelahiran dan kematian almarhum ayahnya.
“Semoga kegiatan ini merupakan jalan yang diridhoi Allah untuk pembangunan dan kelangsungan pondok pesantren kita ke depannya,” tutupnya.
Diakhir rangkaian acara Bupati Lombok Utara bersama Pimpinan Ponpes eLKISI, Direktur SBC serta pihak keuarga pewakaf melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Ponpes Islamic Center eLKISI.
Acara ini dihadiri oleh Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH, Ketua MUI TGH. Abdul Karim, Lc, Plt. Kadis Kesehatan dr. H.L. Bahrudin.
sta/humaspro
NTB Pamerkan Sejumlah Produk Unggulan UKM-UMKM di Jakarta
Pameran ini juga diselenggarakan dengan maksud memberikan apresiasi kepada produk unggulan khas NTB
lombokjournalcom –
JAKARTA ; Pameran dagang di Kementerian Perindustrian RI di Jakarta bertajuk pertunjukan Gemilang NTB “Nuansa Tanpa Batas” akan dilaksanakan pada 2-6 Desembar 2019 di Jakarta.
Ummi Rohmi
Acara pameran itu digelar Pemerintah Provinsi NTB bersama Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Bank Indonesia dan Bank NTB Syariah serta UMKM Mitra Binaan lainnya akan menggelar
Sejumlah produk unggulan UMKM NTB, ditampilkan pada pameran di 12 stand yang disediakan Pemerintah daerah tersebut.
Di antaranya Mutiara Lombok, Perhiasan dari Kulit Kerang, Batik Sasambo, Tenun Bima, Tenun Sumbawa, Tenun Lombok, dan berbagai macam olahan makanan. Seperti Ayam Taliwang, Pelalah Ayam Pagutan, Jamu,madu Sumbawa Kopi Rumput Laut, serta produk Tortila yang berasal dari desa wisata Bilebante, Lombok Tengah.
Pameran tersebut dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin dan dihadiri sejumlah duta besar negara-negara sahabat serta para mentri, pengusaha dan tamu undangan lainnya.
Pada opening ceremony, Grup Srikandi NTB Gemilang yang dipimpin langsung Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama sejumlah kepala OPD Perempuan, akan unjuk kebolehan dengan akan menyajikan sebuah kejutan berupa pementasan gambelan khas sasak.
Di sela-sela gladi di Gedung Garuda Kementrian Perindustrian RI, di Jakarta, Minggu (1/12-2019), Umi Rohmi sapaan Wagub NTB itu menjelaskan tujuan pameran dagang adalah memperkenalkan dan memasarkan lebih luas produk dari UKM–UKM binaan dari NTB.
Dari pameran ini, Umi Rohmi berharap akan terbuka jaringan pemasaran dan peluang kerja sama dari pihak lain.
“Untuk melakukan kerja sama dengan UKM binaan berkelanjutan setelah pameran, serta mengetahui sejauh mana produk kita dilirik khususnya diluar daerah,” ujar wagub.
Sekjend DPP IPEMI NTB, Ajeng Rosalinda Motimori, menyampaikan, kegiatan pameran produk bertajuk “Nuansa Tanpa Batas” itu, baginya tidak hanya sekadar kegiatan pameran yang mengutamakan segi transaksi jual beli saja.
Namun pameran ini juga diselenggarakan dengan maksud memberikan apresiasi kepada produk unggulan khas NTB.
Dengan adanya pameran ini, dapat memacu dan mengasah kreativitas, khususnya para pelaku UMKM di NTB untuk selalu melakukan inovasi terhadap produknya.
“Saat ini IPEMI sendiri telah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas produk dan penjualannya. Kedepan pembekalan lain melalui pemanfaatan teknologi informasi (digital marketing), sehingga para UKM dapat bersaing meningkatkan mutunya secara global,” kata Ajeng.
AYA/HmsNTB
Kata Gubernur Zul, Anak Muda NTB untuk Menjadi Generasi Tangguh
“60 persen pengguna media sosial itu adalah generasi milenial, maka dari itu, program unggulan seperti revitalisasi Posyandu, NTB Zero Waste, seribu cendikia, harus kita perkenalkan kepada seluruh generasi muda NTB”
MATARAM,lomnokjournal.com — Putra-putri NTB yang ikut pada PR Ambassadors Challenge disemangati agar bisa menjadi generasi tangguh untuk NTB Gemilang.
Bang Najam dan para pemenang
Doronga semangat itu disampaikan Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah pada malam puncak Anugerah Public Realations Ambasadors Challage 2019, bertempat di Hotel Grand Madani, Sabtu (30/11/209) malam.
“Tangguh itu adalah keadaan dimana kita jatuh tujuh kali namun mampu bangkit delapan kali,” kata gubernur.
Anak-anak muda NTB diminta tidak seperti tikus yang mati di dalam lumbung padi, karena sesungguhnya potensi untuk meraih kesuksesan itu sangat terbuka lebar.
Generasi muda NTB harus optimis dengan masa depan.
“Kita semua yakin, ke depan, anak-anak muda NTB akan menjadi pemimpin-pemimpin hebat, tidak hanya untuk daerah, tapi menjadi pemimpin bangsa kita tercinta,” kata gubernur.
Bang Zul melanjutkan, siapa pun pemenang pada PR Ambassadors Challenge 2019 ini, semua adalah anak-anak muda NTB yang hebat, yang akan menjadi wajah muda Nusa Tenggara Barat.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB Najamuddin Amy,S.Sos.,MM melaporkan, kegiatan PR Ambassadors Challenge sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengajak gererasi milenial menjadi bagian untuk membangun Provinsi NTB.
“60 persen pengguna media sosial itu adalah generasi milenial, maka dari itu, program unggulan seperti revitalisasi Posyandu, NTB Zero Waste, seribu cendikia, harus kita perkenalkan kepada seluruh generasi muda NTB,” kata Gubernur Zul. .
Pencipta Lagu “NTB Gemilang” Dapat Penghargaan Dari Gubernur
“Saya berterimakasih kepada pak Gubernur dan pak Karo Humas yang telah mengapresiasi lagu ciptaan saya ini, ini hal yang luar biasa yang saya terima”
MATARAM.lombokjournal.com — Kejutan datang dalam acara Malam Anugerah NTB Gemilang PR Ambassadors Challenge 2019 yang digelar di Grand Madani Hotel, Sabtu (30/11/2019).
Kejutan tersebut diraih oleh pencipta lagu NTB Gemilang yang selama ini dinyanyikan tiap acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi atau Jangzulmi, yaitu Edy Setiawan.
Eed, sapaannya mengatakan, dirinya tidak menyangka akan mendapat penghargaan tersebut.
“Jujur saya terkejut, saya tidak pernah berharap, saya hanya berusaha berkontribusi, dan berpartisipasi untuk NTB ini, sampai pengumuman penghargaan ini saya tidak tahu,” kata Eed.
Pegawai yang sudah mengabdi selama 14 tahun di Pemprov NTB ini mengungkapkan, kejutan ini membuatnya terharu.
Ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy yang telah memberikan kejutan dalam acara ini.
“Saya berterimakasih kepada pak Gubernur dan pak Karo Humas yang telah mengapresiasi lagu ciptaan saya ini, ini hal yang luar biasa yang saya terima,” ungkapnya.
Terkait dengan nilai lagu yang ia ciptakan, Eed mengungkapkan, lagu ini dipersembahkan untuk NTB Gemilang agar dapat menginspirasi masyarakat NTB ke depannya.
“Duitnya nggakdirekeng tapi tropi penghargaanya luar biasa, diserahkan langsung gubernur, puluhan lagu yang saya ciptakan baik dari lagu band, lagu MTQ, lagu pahlawan nasional, dan semua bentuk kecintaan terhadap daerah, baru kali ini bisa diganjar sebuah penghargaan dari Gubernur NTB. Ini luar biasa,” tegasnya.
Berikut adalah lirik lagu NTB Gemilang :
MARI BERGANDENG TANGAN//WUJUDKAN SEBUAH IMPIAN//DENGAN MELANGKAH// MAPAN//TUK RAIH SEMUA TUJUAN
TAK ADA KATA MENYERAH//DEMI MEMBANGUN DAERAH//YAKINLAH NTB BERUBAH// KE MASA DEPAN YG CERAH
MARI JANGAN BERDIAM//DAN JANGAN HANYA MENDENGAR//KITA JANGAN CUMA BICARA//IHTIAR TRUS BERUPAYA//TAPI KITA INI BEKERJA
JANGAN PERNAH MELEMAH//TERUSLAH DUKUNG PEMERINTAH//IHTIAR PEMIMPIN KITA//UNTUK NTB YG INDAH//TERUS MEMBANGUN DAERAH//KUYAKIN NTB BERUBAH//DIMASA DEPAN YG CERAH
WUJUDKAN INI SEMUA//BUTUH KERJAKERAS BERSAMA//DEMI TERCAPAI CITA CITA//UNTUK GEMILANG
NTB…. //TANGGUH DAN MANTAP//BERSIH DAN MELAYANI//SEHAT DAN CERDAS// ASRI DAN LESTARI//SEJAHTERA DAN MANDIRI.. //NTB AMAN BERKAH
AYA/HmsNTB
Peringatan Hari Guru 2019, Bupati Ingatkan Pentingnya Literasi Digital Bagi Guru
“Mari kita bangun kesadaran bersama, ruang kelas bukan lagi satu-satunya ruang untuk belajar. Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan”
TANJUNG.lombokjournal.com — Memperingati hari ulang tahun (HUT) KORPRI, PGRI, dan Hari Guru Nasional (HGN) masing-masing ke-48 dan ke-74 di Kabupaten Lombok Utara (KLU), digelar di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung., Jum’at (29/11/2019).
Penyerahan Piagam Purna Bhakti PNS KLU
Peringatan HUT KORPRI, PGRI dan HGN itu dirangkaikan dengan upacara paripurna bulanan Pemerintah Daerah Lombok Utara, dengan inspektur upacara Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH.
Membacakan amanat Ketua Umum PB PGRI, Bupati Najmul meyampaikan, seluruh elemen bangsa perlu mendefragmentasi ingatan kolektif guna mengenang kembali spirit dan niat mulia para guru di seluruh tanah air.
Pada tanggal 25 november 1945, puluhan organisasi guru yang berbeda faham dan golongan sepakat melebur menjadi satu kemudian melahirkan wadah persatuan guru republik indonesia (PGRI).
Dengan dijiwai semangat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan NKRI, berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat dalam memajukan pendidikan nasional.
Bupati Njml Akhyar menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pemerintah Indonesia yang memberikan penghargaan terhadap perjuangan para guru, pendidik formal/non formal, dan tenaga kependidikan dengan menetapkan tanggal 25 November sebagai hari guru nasional.
Ditambahkan, setelah 74 tahun Indonesia merdeka, jati diri PGRI sebagai organisasi profesi yang independen, unitaristik dan non partisan mesti selalu dijaga dan melekat di dada pengurus, pejuang aktivis dan para guru sebagai rumah besar perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan.
“PGRI harus terus bergerak, mengabdi dan memperbarui diri agar bisa adaptif dan responsif terhadap setiap dinamika perubahan,” kata bupati.
Kemajuan teknologi informaso membawa dampak positif dan negatif, berirama secara beriringan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, tidak terkecuali dalam proses pembelajaran di sekolah.
PGRI harus tetap berkomitmen terhadap pentingnya literasi, utamanya literasi digital bagi guru, siswa dan orang tua.
“Mari kita bangun kesadaran bersama, ruang kelas bukan lagi satu-satunya ruang untuk belajar. Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan,” ajak bupati.
Guru profesional dan berintegritas
Dikatakan, pergeseran peran guru di era digital sebagai fasilitator pembelajaran, menantang rasa ingin tahu siswa, sehingga terdorong menjadikan proses pembelajaran mandiri sepanjang hayat.
“Formula ini yang harus terus-menerus kita tanamkan. Mesti jadi kesadaran bagi guru dalam menjalankan tugas utama sebagai pendidik dan pengajar,” pesan bupati..
Betapa pun majunya teknologi dengan segala turunannya, tapi sejatinya guru tidak pernah dapat digantikan oleh teknologi.
Hal itu mengandung makna, guru profesional dan berintegritas akan terus menjadi isu global dan perhatian dunia tak terkecuali Indonesia.
“Guru yang mencintai pekerjaannya, mengabdikan dirinya bagi kemajuan peserta didik, memperbaiki kualitas diri dan terus berinovasi guna memperoleh praktek terbaik dalam melaksanakan tugasnya. Menjadikan ilmunya sebagai penerang hati dan kemanusiaan. Sadar sepenuhnya bahwa perilakunya dijadikan contoh bagi siswanya,” terangnya.
Najmul mengharapkan para pemangku pembangunan daerah agar responsif atas permasalahan guru yang diperjuangkan PGRI di KLU.
“Suatu hal yang wajar apabila berbagai pihak memberikan atensi serius terhadap kesehjateraan dan peningkatan kualitas guru,” katanya.
Saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang diperjuangkan PGRI terutama di KLU. Bupati Najmul lantas berharap pengurus PGRI KLU agar bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, menjadi contoh dalam pendidikan karakter dan tidak mudah meninggalkan kelas.
“Saya minta agar para pengurus PGRI di berbagai tingkatan mulai dari pengurus kabupaten hingga ranting bekerja keras, bertungkus lumus dan berlintang pukang mengawal perjuangan dan aspirasi anggotanya,” pintanya.
Usai upacara dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Purna Bhakti PNS KLU yang memasuki batas usia pensiun 1 Januari 2020 oleh Bupati Najmul kepada Zainul Idrus, SH Inspektur Inspektorat KLU dan H.M. Thohir, S.Sos Camat Kayangan.
Hadir dalam upacara bendera ini, antara lain Wakil Ketua DPRD Lombok Utara H. Burhan M. Nur, SH, Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono, SIK, MH, Pabung Kodim 1606/Lobar Mayor Inf R. Sugondo, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH, pejabat teras lingkup Pemda KLU, para ASN dan para Guru.
Upacara berlangsung khidmat dengan komandan Abdur Rais, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Pol PP dan Damkar KLU.