Klarifikasi atas Klaim Dukungan HBK Center dalam Pilkada Lotim
Klarifikasi dari Yayasan HBK Peduli, sekelompok relawan yang mengklaim dari relawan HBK Center bukan bagian dari Yayasan HBK Peduli
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Yayasan “HBK Peduli,” Rannya Agustyra Kristiono, menyampaikan klarifikasi terkait klaim sejumlah orang yang mengaku sebagai relawan “HBK Center” yang mendukung salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Bupati Lombok Timur.
Klarifikasi dari Rannya, putri dari almarhum mantan Anggota DPR RI dari Partai Gerindra yang dikenal dengan akronim“HBK” bahwa relawan yang menyebut dirinya “HBK Center” tidak memiliki keterkaitan dengan Yayasan HBK Peduli.
Menurut Rannya, HBK Center sebelumnya memang pernah ada dan digunakan untuk kepentingan tim pemenangan Pileg 2019 Almarhum HBK. Namun, setelah Pileg selesai, HBK Center sudah dibubarkan dan tidak ada lagi.
Yayasan HBK Peduli saat ini berdiri sendiri sebagai yayasan sosial yang aktif melakukan kegiatan di Pulau Lombok, khususnya di Lombok Timur, tanpa memiliki jaringan dengan nama lain di kabupaten/kota.
“Perlu kami sampaikan khususnya kepada masyarakat Kabupaten Lombok Timur bahwa sekelompok orang yang mengklaim diri berasal dari relawan HBK Center bukan bagian dari kami (HBK Peduli) dan tidak terafiliasi dengan kami,” ungkap Rannya dalam keterangannya kepada media, Jumat (31/05/24).
Rannya mengakui bahwa sejumlah orang yang tergabung dalam HBK Center tersebut pernah menjadi bagian dari Yayasan HBK Peduli, namun mereka telah dipecat karena adanya persoalan yang mereka perbuat.
“Orang-orang tersebut sudah dipecat dan tidak lagi memiliki hak untuk mengklaim menjadi bagian dari keluarga besar kami. Kami sudah tidak memiliki keterkaitan dengan mereka,” tegas Rannya melakukan klarifikasi.
Rannya juga menyayangkan sikap orang-orang di HBK Center yang mendeklarasikan dukungan kepada salah satu paslon dalam Pilbup Lombok Timur.
“Kami menyayangkan ada pihak-pihak yang mengatasnamakan atau mencatut nama kami. Ini sama sekali tidak benar, apalagi sampai ada deklarasi dukungan yang sifatnya sangat politis. Kami perlu meluruskan persoalan ini agar tidak muncul spekulasi liar di masyarakat,” jelasnya.
Sebagai Ketua Yayasan HBK Peduli, Rannya menekankan bahwa pihaknya tegak lurus terhadap keputusan dari Partai Gerindra dalam urusan dukung-mendukung di Pilkada.
“Kami menghormati sikap politik Partai Gerindra, khususnya di Pilbup Lombok Timur,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra NTB itu.
Rannya juga mengajak semua pihak untuk berpolitik dengan etika dan tidak mengadu domba atau memecah belah.
“Semua pihak harus bersikap dewasa dalam berpolitik. Jangan menggunakan segala cara hanya dengan tujuan politis,” tambahnya.
Klarifikasi itu perlu disampaikan, sebab sebelumnya ada Relawan HBK Center mendukung pasangan Syamsul Luthfi-Abdul Wahid dalam Pilkada Lotim 2024
Tim dari HBK Center telah bersilaturahmi ke kediaman Syamsul Luthfi dan secara resmi menyampaikan dukungannya. Ketua Relawan Luthfi Wahid, Muh Ihsan, menyatakan komitmennya untuk mendukung dan memenangkan pasangan tersebut.
Ihsan menilai bahwa pasangan Luthfi-Wahid adalah pilihan yang ideal dan rasional dalam Pilkada 2024, dengan harapan membawa Lombok Timur menuju kemajuan. me
Ibu Negara dan Bunda Lale Lepas 300 Tukik di Sekotong, Lobar
Ibu Negara Iriana juga menyempatkan mengunjungi stand kerajinan yang terbuat dari daur ulang sampah plastik, termasuk pernak-pernik dan aksesoris lainnya
LOBAR.LombokJournal.com ~ PJ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat, Bunda Lale, mendampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara pelepasan 300 anak penyu (tukik) di Pantai Elak Elak, Sekotong, Lombok Barat, Kamis (30/05/24) .
Acara ini juga melibatkan edukasi tentang daur ulang sampah plastik kepada siswa Sekolah Dasar di sekitar pantai.
Selain melepas tukik, Ibu Iriana juga mengunjungi stand kerajinan yang terbuat dari daur ulang sampah plastik, termasuk pernak-pernik dan aksesoris lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan nilai ekonomitambahan bagi warga sekitar.
Kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Ibu Negara adalah penanaman transplantasi terumbu karang yang dilaksanakan oleh siswa SMKN 2 Sekotong.
Sebanyak 100 buah karang ditanam di laut pada kedalaman 5 meter, dengan harapan dapat menggantikan terumbu karang yang rusak.
Ibu Iriana dan rombongan juga terlibat dalam kegiatan bersih-bersih pantai, yang merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar Pantai Elak Elak Man/her
Road Show Mi6 untuk Mapping Isu Strategis di Pilgub NTB 2024
Road show SKUAD Mi6 Kegiatan Mapping Isu Strategis akan dilakukan melalui Fokus Grup Diskusi (FGD) untuk mengaktualisasikan isu-isu strategis
MATARAM. LombokJournal.com ~ Akhir pekan ini, Skuad Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 akan mengadakan Road Show Mapping Isu Strategis Kerakyatan dan Kampanye Media bersama tokoh dan jurnalis di Sumbawa dan Bima.
Road show ini diselenggarakan untuk menyemarakkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB yang akan berlangsung pada 27 November 2024.
Kegiatan Mapping Isu Strategis akan dilakukan melalui Fokus Grup Diskusi (FGD) untuk mengaktualisasikan isu-isu strategis khas masing-masing wilayah tersebut dalam kontestasi Pilgub NTB.
Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH, yang akrab disapa Didu, menekankan pentingnya aktualisasi beragam isu strategis di Sumbawa dan Bima agar mendapat perhatian adil dari calon gubernur.
“Pilgub NTB 2024 adalah momentum yang baik untuk kampanye isu-isu strategis secara simultan, sehingga kandidat yang berkompetisi dapat meresponnya dengan cepat,” ujar Didu pada media, Rabu (29/05/2024).
Didu menyoroti isu kesetaraan genderdan peran perempuan, menekankan bahwa partisipasi perempuan harus lebih dari sekadar urusan domestik.
“Perempuan perlu diberikan peluang yang sama untuk mengaktualisasikan bakat dan kemampuan mereka dalam semua bidang kehidupan tanpa diskriminasi,” tambahnya.
Selain isu perempuan, Didu juga menggarisbawahi pentingnya isu pemerataan pembangunan, khususnya bagi rakyat miskin dan marginal. “Bantuan sosial dan kemanusiaan perlu diperluas di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok,” kata Didu.
Isu pelestarian lingkungan hidup juga menjadi perhatian serius Mi6 di Pulau Sumbawa. Didu menekankan pentingnya reboisasi dan penghijauan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. “Sumbawa perlu menata ulang kawasan penyangga alam dengan menanam pohon agar dapat menahan banjir dan bencana lainnya,” jelasnya.
Di tengah kemajuan teknologi dan budaya global, Didu menekankan perlunya penguatan nilai-nilai budaya lokal agar tetap eksis.
“Sumbawa dan Bima memiliki seni budaya yang khas dan perlu dilestarikan agar tidak punah oleh kemajuan zaman,” ungkapnya.
Untuk memastikan isu strategis wilayah mendapat perhatian, Didu menekankan perlunya pemimpin yang peduli dan berempatiterhadap hal tersebut.
“Masyarakat Pulau Sumbawa, yang terdiri dari entitas Samawa dan Mbojo, bisa menguji calon pemimpin mereka lewat kajian isu strategis ini,” tuturnya.
Didu menambahkan bahwa Road Show Mi6 di Pulau Sumbawa dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa Pilgub NTB dapat menjadi panggung depan bagi rakyat Sumbawa untuk memajukan daerah demi kesejahteraan bersama.
“Melalui Road Show Mapping Isu Strategis di Pulau Sumbawa ini, Mi6 ingin berbagi peran dengan stakeholder lainnya agar Pilgub NTB 2024 berlangsung semarak dan mencerahkan,” pungkas Didu. ***
Kontingen PON NTB Didukung Optimal ke PON XXI Aceh-Sumut
Pj Gubernur NTB memastikan, Pemprov NTB berkomitmen mempersiapkan dukungan optimal untuk kontingen PON NTB yang akan berlaga di PON XXI
Mataram, LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk memberikan dukungan optimal kepada kontingen PON NTB yang akan berlaga pada PON XXI di Aceh-Sumut mulai 8 September 2024.
“Hari ini, KONI telah menyampaikan persiapan kontingen PON NTB. Kami, bersama dengan para pemangku kepentingan, mempersiapkan dukungan optimal yang harus kami siapkan,” ujar Miq Gite dalam rapat pembahasan dukungan PON NTB yang berlangsung di Pendopo Tengah Gubernur NTB pada Minggu, 26 Mei 2024.
NTB berhasil meloloskan 43 cabang olahraga dengan jumlah atlet sebanyak 252 orang, mengalami peningkatan signifikan. Pemprov NTB terus berupaya mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mendukung persiapan ini.
“Peningkatan jumlah kontingen merupakan berkah dan tantangan bagi kami. Anggaran yang telah dialokasikan sejak awal kini menjadi tidak cukup. Kami mengapresiasi kerja keras para atlet dan pelatih dan akan mengimbangi perjuangan mereka,” kata Miq Gite.
Kebutuhan anggaran untuk persiapan PON tersebut mencapai sekitar 43 miliar rupiah, mencakup biaya akomodasi, bonus, dan kebutuhan lainnya. Pemprov NTB bersama tim anggaran dari Bappeda NTB sedang menyusun anggaran untuk mendukung pelaksanaan PON secara optimal.
“Saya memberikan arahan yang jelas agar kita fokus mendukung kontingen PON NTB yang berlaga membawa nama harum daerah. Sekda juga saya perintahkan untuk menggalang dukungan dari pelaku usaha dan masyarakat karena ini kebanggaan kita bersama,” pungkas Miq Gite.
Miq Gite berharap seluruh atlet dan pelatih dapat berlatih secara maksimal, sehingga persiapan PON XXI Aceh-Sumut dapat berjalan sesuai targetdan mampu mengharumkan nama NTB di kancah nasional.
“Saya berpesan kepada KONI, Dispora, serta seluruh atlet dan pelatih untuk berlatih sebaik mungkin demi mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Kekurangan adalah tugas dan tanggung jawab kami,” tambahnya.
Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Asisten III Setda Provinsi NTB, Kepala Dispora NTB, Kepala KONI NTB, Bappeda NTB, Bappenda NTB, Direktur Bank NTB Syariah, dan sejumlah pejabat lainnya. ***
Pembalap Lokal Ramaikan Pertamina Mandalika Racing Series
Banyaknya pembalap lokal yang tampil di Pertamina Mandalika Racing Series Round 2 disebut Pj Gubernur kelak akan mengharumkan nama daerah dan negara di ajang internasional
LOTENG.LombokJournal.com ~ Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, menghadiri dan memberikan hadiah kepada para pemenang balapan Pertamina Mandalika Racing Series Round 2 di Sirkuit Mandalika, Sabtu (25/05/24).
Dalam kesempatan tersebut, Miq Gite, sapaan akrab Pj Gubernur, menyampaikan apresiasi banyaknya pembalap lokal baru yang muncul sejak berdirinya Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah. Pj Gubernur berharap para pembalap lokal ini kelak akan menjadi “local hero” yang dapat mengharumkan nama daerah dan negara di ajang internasional.
“Senang melihat munculnya pembalap-pembalap baru. Local hero yang nantinya akan mengharumkan nama daerah dan negara di ajang internasional,” ujarnya.
Miq Gite juga mengadakan dialog dengan pihak ITDC, MGPA, dan IMI Pusat. Dialog tersebut membahas berbagai event nasional dan internasional yang akan digelar di Sirkuit Mandalika.
“Senang juga mendengar laporan dari Mas Andi, Mas Samsul dari MGPA, Mas Edi dari IMI Pusat, dan Mas Wahyu dari GM ITDC Mandalika. Kini, 200 hari dalam setahun sudah terjadwal berbagai event lokal, nasional, dan internasional di Sirkuit Mandalika,” jelas Miq Gite.
Menurut Miq Gite, bulan ini komunitasSubaru dari Jepang membanjiri Sirkuit Mandalika. Bulan depan, komunitas Ferrari dan komunitas lainnya juga akan berkumpul untuk menjajal Sirkuit Mandalika.
“Alhamdulillah, banyak mekanik lokal direkrut dan kini menjadi kekuatan inti di Sirkuit Mandalika, bahkan diundang ke Malaysia dan sirkuit-sirkuit lainnya. Ada warga lokal yang awalnya tukang kebun, kini naik kelas menjadi race control yang baik,” tambahnya. ***
Caleg Gagal Ramai Maju Bertarung di Pilkada
Caleg gagal alias gagal dalam meraih kursi legislatif justru berani maju ke Pilkada, Mi6 nilai sangat sehat untuk femokrasi Bumi Gora
MATARAM.LombokJournal.com ~Inilah dinamika politik Bumi Gora memunculkan fenomena unik dan menarik. Meski sejumlah figur dan tokoh gagal dalam Pemilu Legislatif 2024 atau umum disebut Caleg Gagal, namun justru kembali bertarung dalam Pilkada Serentak bulan November mendatang.
Lembaga Kajian Sosial Politik dan Politik Mi6 menilai, dari sisi psikologi politik, fenomena langkah yang dilakukan caleg gagal ini menunjukkan betapa politisi Bumi Gora memiliki resiliensiyang tinggi.
Lebih dari itu punya motivasi berprestasi, dan ketangguhan mental yang luar biasa.
Sebuah hal yang sangat dibutuhkan agar demokrasi terus berkembang.
“Resiliensi itu kemampuan untuk bangkit kembali dari kegagalan atau kesulitan. Dalam politik, tidak ada yang lebih mengagumkan daripada menemukan seseorang yang bangkit dari kegagalan untuk mencoba lagi,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, dalam siaran pers yang diterima media di Mataram, Rabu (22/05/24).
Analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini mengemukakan caleg gagal, langkah sejumlah figur yang sebelumnya tidak terpilih dalam Pileg 2024 dan kembali bertarung dalam Pilkada serentak akhir tahun ini, layak mendapat apresiasi.
Didu tak menampik jika ada sejumlah kalangan yang menilai hal tersebut sebagai ambisi politik. Namun, sesungguhnya, hal tersebut adalah ambisi politik yang sangat sehat.
”Keberanian mereka yang tidak terpilih di pemilu legislatif dan kembali bertarung di Pilkada adalah contoh nyata dari kepemimpinan sejati,” ucap Didu.
Di Kabupaten Sumbawa, muncul figur Burhanuddin Jafar Salam, yang kini menjadi kandidat Bupati Sumbawa. Pada Pileg lalu, politisi Partai Gelora ini gagal melenggang ke kursi DPRD NTB.
Di Lombok Timur, ada politisi kawakan Syamsul Lutfi, yang kini juga digadang-gadang menjadi kandidat bupati. Anggota DPR RI dari Partai Nasdem ini sebelumnya tak berhasil melenggang kembali ke Senayan.
Ada juga nama Suryadi Jaya Purnama dari Partai Keadilan Sejahtera yang akan diusung oleh partainya sebagai calon Bupati Lombok Timur setelah tidak lolos ke DPR RI. Sementara di Lombok Tengah.
Ada Anggota DPRD NTB lima periode, H Ruslan Turmuzi, yang kini menjadi kandidat bupati setelah sebelumnya tak terpilih kembali sebagai legislator di DPRD NTB. Di kota Mataram ada Caleg DPR RI dapil Lombok dari PKS yang gagal yakni H. Karman BM juga maju dalam Pentas Pilwakot Mataram.
Didu mengungkapkan, selain resiliensi, kehadiran figur dan tokoh tersebut meramaian bursa Pilkada Serentak di NTB, juga menunjukkan ketangguhan mental dan komitmen terhadap tujuan politik mereka.
Dan pada saat yang sama, juga menunjukkan betapa mereka memiliki motivasi berprestasi yang kuat, yang mendorong untuk terus berusaha mencapai posisi tertinggi untuk berkhidmat melayani rakyat.
Bagi figur dan tokoh-tokoh tersebut, boleh jadi kata Didu, kegagalan dalam pemilihan legislatif dianggap sebagai tantangan yang harus diatasi, alih-alih sebagai akhir dari karir politik. Kegagalan dianggap sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri, sehingga lebih siap untuk peran yang lebih besar.
”Hanya mereka yang memiliki identitas diri yang kuat sebagai pemimpin yang bisa melakukan hal begini,” ucap Didu.
Ada banyak contoh, bagaimana mereka yang gagal di pemilu legislatif, namun ketika memilih bertarung sebagai kepala daerah, mereka terpilih dan malah menjadi pemimpin daerah yang berprestasi dan mengundang decak kagum.
Salah satunya adalah Dedy Mulyadi, yang sebelumnya gagal terpilih sebagai anggota DPRD di Purwakarta, namun terpilih sebagai bupati dua periode di salah satu daerah di Jawa Barat tersebut. Dedy kini adalah Anggota DPR RI peraih suara terbanyak dari daerah pemilihannya.
Dalam konteks pemimpin negara, nama Barack Obama mungkin layak dikedepankan. Sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama sempat mengalami kegagalan dalam pemilihan sebagai Anggota DPR AS sebelum kemudian terpilih sebagai Senator dan menjadi pemimpin Negeri Adi Daya tersebut.
Menurut Didu, politisi yang memiliki karakter, tekad, dan mental yang kuat, lalu sempat sempat mengalami kegagalan dalam kontestasi, umumnya akan belajar dari hal tersebut. Mereka selanjutnya akan memperbaiki strategi politiknya dan akhirnya berhasil.
”Ini menunjukkan bagaimana sebuah kegagalan dapat menjadi batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar,” kata Didu.
Didu menjelaskan, caleg gagal merupakan fenomena menarik dari sisi psikologi politik, mereka yang pernah gagal dalam kontestasi di Pileg namun bisa menang ketika mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Fenomena tersebut adalah bagaimana pemilih memandang hal tersebut sebagai tanda dan wujud ketekunan dan komitmen.
Dan jumlah pemilih yang seperti ini umumnya terbukti lebih banyak dibanding yang menganggapnya sebagai sebuah tanda ketidakmampuan.
Selain itu, mereka juga mampu mengartikulasikan kegagalan sebagai pelajaran dan menunjukkan bagaimana mereka telah berkembang, sehingga menarik simpati dan dukungan dari pemilih. Sebuah hal yang sangat efektif dalam membangun kembali kepercayaan publik.
Didu melihat, majunya sejumlah politisi yang sempat gagal di Pileg dalam Pesta Demokrasi Pilkada Serentak, adalah sebuah langkah yang sangat positif bagi demokrasi. Kehadiran mereka yang sempat gagal tersebut, dapat mendorong partisipasi politik yang lebih luas.
”Ini adalah modal yang sangat dibutuhkan untuk proses demokrasi yang sehat,” kata Didu.
Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini mengemukakan, fenomena tersebut menunjukkan adanya ketahanan dalam sistem demokrasi di NTB. Di mana individu diberi kesempatan untuk belajar dari kegagalan dan berkontribusi kembali.
Sebuah hal yang dapat memperkuat institusi demokrasi dengan menekankan pentingnya kontinuitas dan pembelajaran dalam proses politik.
Lagi pula kata Didu, lanskap Pileg dan Pilkada juga berbeda. Meski sama-sama pesta demokrasi, dinamika dan tantangan Pileg dan Pilkada sangat berbeda. Pemilihan legislatif biasanya lebih kompetitif karena melibatkan banyak calon dari berbagai partai politik, sementara pemilihan kepala daerah seringkali lebih terfokus pada individu calon.
Seseorang yang gagal di Pileg kata Didu, akan memiliki peluang lebih besar untuk menang dalam pemilihan kepala daerah, karena figur dalam Pilkada bisa lebih mudah menonjol sebagai individu dibandingkan dalam persaingan legislatif yang lebih ramai.
Selain itu, mereka juga umumnya maju bukan dengan tangan kosong. Turut serta dalam kontestasi Pileg menjadikan mereka telah memiliki basis dukungan yang signifikan dari kampanye Pileg sebelumnya. Basis dukungan ini bisa berupa jaringan partai, relawan, dan pemilih yang loyal.
Pada saat yang sama, model kampanye untuk pemilihan kepala daerah seringkali lebih personal dan terfokus pada isu-isu yang spesifik. Sehingga mereka yang telah memiliki pengalaman kampanye di pemilu legislatif, akan dapat lebih efektif berkomunikasi dengan pemilih ketika ikut Pilkada.
”Kuncinya sekarang tinggal bagaimana memulihkan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat. Jika masyarakat melihat mereka sebagai individu yang gigih dan berkomitmen, hal ini dapat mendekatkan pada kemenangan,” tutup Didu. me
Muktamar XIII KAMMI, Pesertanya Diminta Jadi Duta Pariwisata
Pj Gubernur juga berharap muktamar XIII ini dapat berjalan dengan dinamis dan menghasilkan ide-ide produktif untuk merawat Indonesia
MATARAM.LombokJournal.com –Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si, menyambut kehadiran 15 ribu kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang sedang menyelenggarakan Muktamar XIII di NTB.
Pj Gubernur NTB hadir dalam Pembukaan Muktamar XIII KAMMI
Dalam acara pembukaan yang berlangsung di Ballroom Islamic Center, Mataram, pada Selasa (21/05/24), Miq Gita sapaan Pj Gubernur NTB mengharapkan para peserta dapat menjadi duta pariwisata dan mempromosikan keindahan NTB kepada dunia.
“Sebagai salah satu dari lima destinasi pariwisata superprioritas, NTB memiliki kekayaan dari puncak gunung hingga dasar laut. Kami berharap para peserta dapat menceritakan keindahan NTB setelah muktamar,” ujarnya.
Pj Gubernur juga berharap muktamar XIII ini dapat berjalan dengan dinamis dan menghasilkan ide-ide produktif untuk merawat Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto, yang turut hadir, menyatakan bahwa organisasi pemuda seperti KAMMI memiliki peran penting dalam membentuk generasi emas pada tahun 2045.
“Kita harus menjadi negara berpenghasilan tinggi. Di tangan KAMMI dan generasi muda dengan reorganisasi dan kaderisasiyang lahir sejak reformasi, kita akan terus mengawal demokrasi,” ucapnya.
Ketua KAMMI, Zaki A. Rifai, menambahkan bahwa muktamar ini bukan hanya sekadar memilih ketua baru, tetapi juga merayakan 26 tahun KAMMI yang sejalan dengan gerakan reformasi.
“Muktamar ini menjadi proses meremajakan organisasi dan menjaga semangat berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Pembukaan Muktamar XIII di NTB juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Ketua DPRD NTB Suryadi Jaya Purnama, deklarator KAMMI Fahri Hamzah, dan sejumlah pejabat Pemprov NTB serta ketua-ketua organisasi KAMMI. jm
Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2024 Diterima Pj Gubernur
Dalam acara puncak pemberian penghargaan Adinata Syariah 2024 yang diterima Pj Gubernur NTB ini dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, H. Ma’ruf Amin
BANTEN.LombokJournal.com ~ Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, menerima penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2024. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang berhasil mengembangkan dan memajukan ekonomi syariah di wilayahnya.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Plt. Direktur KNEKS, Taufik Hidayat, kepada Pj Gubernur NTB di Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk 2, Jalan Pangeran Antasari Unit CBD-21, PIK 2 Tangerang, Banten.
Acara puncak Anugerah Adinata Syariah 2024 ini dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, H. Ma’ruf Amin.
Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menyatakan bahwa penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi pemerintah daerah yang berhasil mengembangkan dan memajukan ekonomi syariah di daerah masing-masing.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini pemerintah telah membentuk Komite DaerahEkonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di 30 provinsi, sementara 8 provinsi lainnya, termasuk 6 provinsi di Papua, Provinsi NTT, dan Provinsi Bali, masih belum memiliki komite tersebut.
Wapres Ma’ruf Amin memberikan penghargaan kepada semua pihak yang berperan aktif dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah. Ia menilai bahwa kontribusiekonomi dan keuangan syariah dalam memperkuat ketahanan ekonomi telah terlihat selama lima tahun terakhir.
“Ke depan, ekonomi dan keuangan syariah akan menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan daya saing demi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. ***
FORNAS 2025, NTB Siap Jadi Tujuan Wisata Keluarga kelas Dunia
Dalam penyelenggaraan FORNAS 2025, NTB melakukan berbagai persiapan dengan matang, termasuk mempersiapkan berbagai venue
MATARAM.LombokJournal.com – Sebagai tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025, Pemerintah Provinsi NTB tengah melakukan berbagai persiapan intensif.
Tujuan utama bukan hanya untuk menggelar FORNAS 2025 yang lebih baik, tetapi juga mempromosikan NTB sebagai tujuan wisata keluarga berkelas dunia melalui penyelenggaraan ajang olahraga masyarakat tersebut.
Kepala Dispora NTB, Drs. Tri Budi Prayitno, M.Si, mengungkapkan dalam rapat virtualdengan Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pusat, Hayono Isman, dan pihak terkait pada Senin (20/05/24) bahwa berbagai persiapan telah dilakukan.
Pemprov NTB tidak hanya fokus pada fasilitas sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan jumlah dan kualitas Induk Organisasi Olahraga (INORGA) di NTB, yang saat ini berjumlah 58.
“Kami melakukan berbagai persiapan dengan matang, termasuk mempersiapkan berbagai venue. Alhamdulillah, kami sudah berkonsolidasi dengan KORMI dan bertemu dengan INORGA di NTB,” jelas Kadispora NTB.
Kadispora NTB juga menyatakan bahwa Pemprov NTB siap meluncurkan FORNAS NTB pada bulan Juli mendatang dan akan mengadakan PORDA 2024 sebagai pemanasan sebelum menggelar FORNAS di tahun 2025.
Ketua KORMI Pusat, Hayono Isman, dalam sambutannya menyebutkan bahwa FORNAS di NTB, yang akan diselenggarakan untuk pertama kalinya, akan sangat erat bergandengan dengan pariwisata. Jaringan internasional turut serta, dimana pegiat olahraga dari luar negeri juga akan memeriahkan FORNAS di NTB.
“FORNAS NTB 2025 harus kita jadikan Family Holiday Destination atau Tujuan Wisata Keluarga baik dalam maupun luar negeri,” tegasnya. novita
Dukungan PDI Perjuangan NTB Final untuk Pilgub 2024
Siap hadirkan dan memberi dukungan pemimpin terbaik di Pilkada Serentak 2024, PDI Perjuangan NTB Gelar Rapat DPD Diperluas Jelang Rakernas V
MATARAM, LombokJournal.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi NTB menggelar rapat diperluas dengan jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 10 kabupaten/kota di NTB.
Rapat ini berlangsung di kantor DPD PDI Perjuangan setempat, Senin (20/05/24).
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, memimpin rapat yang membahas persiapan untuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V di Ancol, Jakarta, yang akan diadakan pada 24-26 Mei 2024, serta persiapan untuk Pilkada Serentak NTB 2024.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Ruslan Turmudzi, menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti keputusan Rakernas V dengan tegak lurus.
“DPD PDI Perjuangan NTB dan 10 DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota siap melaksanakan apapun keputusan DPP dalam Rakernas tersebut,” ujar Ruslan, yang didampingi oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTB Dr. Hakam Ali Niazi dan para Ketua DPC se-NTB.
Dalam rapat tersebut, Ruslan menyatakan bahwa semua Ketua DPC di 10 kabupaten/kota di NTB telah melaporkan kondisi perpolitikan dan proses pendaftaran calon kepala daerah di wilayah masing-masing.
Untuk Pilkada Gubernur 2024, DPD PDI Perjuangan NTB telah final m,emberi dukungan dan mengusung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Dr. HW Musyaifirin, kepada DPP. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan antara kedua tokoh tersebut dan hasil survei yang dilakukan untuk melihat tren dan kecenderunganpemilih di NTB.
“Sesuai informasi dari Pak Musyaifirin, dukungan parpol sebanyak 13 kursi akan dilengkapi untuk memenuhi syarat pengusungan bakal calon gubernur dan wakil gubernur,” jelas Ruslan.
Saat ini, PDI Perjuangan dan Perindo baru memiliki tujuh kursi, sehingga masih membutuhkan enam kursi lagi. Upaya komunikasi dengan parpol lain seperti PPP, Hanura, dan PKB tengah dilakukan untuk memenuhi kekurangan ini.
Terkait deklarasi pasangan Sitti Rohmi Djalilah dan HW Musyaifirin, Ruslan mengatakan bahwa keputusan ini akan menunggu keputusan dari DPP masing-masing partai.
“Untuk PDI Perjuangan, kami akan sampaikan di Forum Rakernas, sementara untuk Perindo kita masih menunggu,” katanya.
Di beberapa daerah, proses pendaftaran bakal calon kepala daerah sudah hampir final. Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah memutuskan untuk mengusung pasangan Amar Nurmansyah dan Hanipah W. Musyafirin sebagai calon bupati dan wakil bupati KSB. Di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), pasangan Ruslan Turmudzi dan Masrun akan maju.
Pilkada Sumbawa
Untuk Pilkada Sumbawa, Ruslan menjelaskan bahwa rencana Bupati Petahana H. Muhammad Abdullah (Haji Mo) yang ingin menggandeng Ketua DPRD Abdul Rofiq kandas karena aturan partai yang melarang pimpinan DPRD mencalonkan diri sebagai kepala daerah. DPD PDI Perjuangan NTB memutuskan untuk mengusung Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Arpusda) Kabupaten Sumbawa, Sahril, M.Pd sebagai bakal calon bupati Sumbawa. Sahril akan diberi kebebasan untuk memilih calon wakil bupati dan parpol pengusungnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTB, Dr. Hakam Ali Niazi, menambahkan bahwa keputusan ini didasarkan pada pencermatan lapangan dan skenariokedua yang disiapkan oleh DPD. “Kami berpengalaman dan memahami keinginan masyarakat Sumbawa, sehingga kami mengusulkan Pak Sahril sebagai calon bupati,” ungkap Hakam. DPD PDI Perjuangan NTB akan terus melakukan komunikasi politik dengan parpol lainnya untuk memastikan koalisi rampung sebelum Agustus 2024.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa, Abdul Rofiq, menyatakan kesiapan untuk melaksanakan keputusan rapat DPD yang diperluas. “Sebagai kader partai, saya siap tegak lurus mengamankan keputusan DPD dan memenangkan calon bupati dan wakil bupati Sumbawa yang telah diputuskan,” tandasnya. me