Gerakan Tabulampot, Langkah Mudah Wujudkan NTB Hijau

Tabulampot memiliki nilai jual yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menunjang perekonomian masyarakar dan organisasi

MATARAM.lombokjournal.com

Gerakan ‘Tanam Buah Dalam Pot’ (Tabulampot) menjadi salah satu alternatif yang mudah bagi masyarakat untuk dapat menikmati suasana yang asri dan lestari sekaligus mewujudkan program NTB Hijau.

Masyarakat dapat melakukan kegiatan Tabulampot diberbagai sudut area, baik itu di rumah, kantor atau fasilitas umum.

Endah Yuli Astuti

Miq Gite

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. memastikan, gerakan Tabulampot sangat bermanfaat, terutama untuk menghadirkan suasana asri dan hijau di lingkungan perkotaan. Kantor Gubernur NTB yang sudah menerapkannya.

“Kami saat ini sedang bergerak dan ingin menjadikan Kantor Gubernur sebagai kebun yang diisi dengan Tabulampot,” tutur Miq Gite sapaan akrabnya saat menerima audiensi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI) di Ruang Kerja Sekda Kantor Gubernur NTB, Rabu (03/02/21).

Salah satu upaya untuk mewujudkan NTB hijau ini juga diupayakan dengan menetapkan kebijakan bagi pegawai negeri sipil untuk menerima SK, naik pangkat, menikah dan cerai.

Harapannya dengan ini dapat menyadarkan kita semua tentang tanggung jawab dan kecintaan kepada lingkungan.

“CPNS dapat SK wajib menyerahkan Tabulampot, pegawai naik pangkat, pegawai menikah, cerai, naik jabatan juga harus menyerahkan Tabulampot, Kita akan perbanyak Tabulampot, hal ini tidak akan sia – sia karena Gubernur dan Wagub dapat turun ke masyarakat dan menanam bersama Tabulapot tersebut, ” tuturnya.

Selain itu, Tabulampot memiliki nilai jual yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menunjang perekonomian masyarakar dan organisasi.

“Saya mengajak FKPPI kerjasama dalam rangka pemanfaatan pekarangan sayur dan buah, bisa juga memanfaatkan Tabulampot, tutorial kepada anggota bagaimana mencangkok,  stek dan lain-lain, sehingga ini jika ada pegawai yang mencari Tabulapot bisa ke stand FKPPI,” jelasnya.

FKPPI juga turut serta mengajak seluruh anggotanya untuk menerapkan program perkarangan taman lestari. Beberapa  tumbuhan yang ditanam yakni tomat, timun, cabai,  terong, kacang panjang dan pepaya california.

“Kami saat ini sedang fase menyemai, lokasi di jalan Panjitilar, ada beberapa sayuran Dan buah yang biasa dikonsumsi, ” tutur Ketua PD25 KB FKPPI NTB,

Endah Yuli Astuti

, S.E.

Dalam kesempatan yang sama, Yuli sapaannya, juga menyampaikan kegiatan sosial yang dilakukan oleh FKPPI NTB, yaitu mengajak masyarakat dapat berolahraga bersama dengan tetap menerapkan protokol Covid – 19.

“Kegiatan olahraga yaitu senam yang sudah berlangsung sangat lama di FKPPI, protokol 5 M tetap diutamakan dan pembatasan peserta sudah pasti akan dilakukan, ” tutupnya.

Sher@DiskominfotikNTB




Gubernur Turunkan Tim Bantu Korban Banjir Di Bima dan Sumbawa

Telah dilakukan evakuasi serta tetap melakukan assessment di lokasi, sambil memantau perkembangan cuaca dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi

MATARAM/lombokjournal.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama stakeholders terkait kebencanaan dan masyarakat, agar bahu membahu menangani banjir di Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa yang terjadi pada Selasa, 2 Februari 2021.

Gubernur H Zukiefimansyah

Hal itu disampaikan saat Gubernur memberikan direktif khusus kepada BPBD Provinsi NTB untuk bisa berkoordinasi dan bergerak bersama tim yang ada di kabupaten/kota, Selasa (02/02/21).

Menurut Gubernur, setiap kejadian bencana adalah tanggung jawab kita semua sebagai sesama manusia. Ia yakin dengan rasa kemanusiaan yang telah dikodratkan tersebut, kita sebagai mahluk sosial dapat hidup bersama, berdampingan dan dapat saling menjaga keselamatan.

Terlebih dengan kondisi geografis yang menyebabkan NTB menjadi salah satu daerah dengan potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi.

“Tugas kita semua adalah bersama menjaga keselamatan hidup manusia. Oleh karenanya BPBD dan kita semua harus saling bahu membahu menjaga keselamatan masyarakat dan daerah kita bersama,”ungkap Gubernur Zul.

Seperti laporan Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima, sekitar pukul 13.45 wita – 18.15 Wita telah terjadi hujan merata di wilayah Kota Bima dengan intensitas Sedang – Deras, yang menyebabkan terjadinya luapan dan banjir di beberapa kelurahan.

Beberapa kelurahan tersebut yakni Kelurahan Dara, Kelurahan Ule, Kelurahan Jatiwangi, Kelurahan Melayu, Kelurahan Sarae, Kelurahan Nae, Kelurahan Lewirato, Kelurahan Penaraga, Kelurahan Penatoi, Kelurahan Matakando, Kelurahan Rite, Kelurahan Santi, Kelurahan Sadia dan Kelurahan Mande.

Korban jiwa akibat banjir di Kota Bima sebanyak 1 orang (MZ) berusia 3 tahun yang terpeleset dan jatuh di saluran drainase.

Upaya yang telah dilakukan dalam penanganan banjir, antara lain melakukan evakuasi serta tetap melakukan assessment di lokasi sambal terus memantau perkembangan cuaca dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Sedangkan bencana banjir di Kabupaten Sumbawa sebagaimana yang dilaporkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa terjadi di sekitar wilayah Kecamatan Tarano dan Kecamatan Empang.

Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain menerjunkan personil ke lokasi kejadian, melakukan droping logistik sebanyak 150 mie instan, 150 air mineral dan 1 tanki air bersih serta tetap berkoordinasi dengan seluruh stakeholders dan relawan, untuk mengantisipasi kejadian darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

DiskominfotikNTB




Bid Propam Motori Komitmen Polda NTB Menuju Polri yang Presisi

Membangun 6 inovasi layanan berbasis terpadu dan online

MATARAM.lombokjournal.com

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB), memotori komitmen Polda NTB untuk menjadi pionir implementasi program Transformasi menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Komitmen Pori yang Presisi sesuai penyampaian  Kapolri Jendral (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dalam uji kelayakan dan kepatutan Kapolri di depan komisi III DPR RI.

Bid Propam Polda NTB membangun 6 inovasi layanan berbasis terpadu dan online.

Di antaranya, layanan pengaduan berbasis online dengan respon cepat, dan terukur.

“Jadi masyarakat bisa langsung mengakses layanan pengaduan di website. Ini untuk memangkas birokrasi, apalagi masyarakat yang tinggal sangat jauh dari markas. Pengaduan online ini akan ditindak lanjuti dengan cepat sama halnya dengan masyarakat yg datang langsung melapor,” jelas Kabid Propam Polda NTB, Kombes Pol. Awan Hariono, S.IK, MH di sela-sela launching website layanan pengaduan polisi nakal www.bidpropampoldantb.com, Rabu (03/02/21).

Selain masyarakat bisa melaporkan anggota polisi yang nakal, melalui layanan berbasis online ini, masyakarat juga bisa memantau perkembangan penanganan kasusnya dengan transparan dan akuntabel.

Selain itu, akses masuk kendaraan satu pintu, dengan basis elektronik atau electrik gate dan identifikasi data magnetic atau disebut Radio Frekwency Identification (RFID) akan diberlakukan.

“Setiap kendaraan anggota polri nantinya akan ditanam chip, untuk memudahkan identifikasi palang pintu yang mirip palang pintu tol, yang dibangun di gerbang masuk,” imbuhnya.

Tujuannya untuk mendisiplinkan, dan menertibkan kendaraaan anggota polri Polda NTB, baik roda empat maupun roda dua.

Layanan penjagaan dan pusat layanan laporan Bid Propam serta lobi utama Mapolda NTB juga akan direnovasi dengan mengakomodir sosio cultural masyakarat suku Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo), agar lebih mendekatkan masyakarat dengan Polri.

Termasuk juga layanan perbankan dengan pembangunan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Kapolda NTB, Irjen Pol M. Iqbal dalam sambutan launching website Bid Propam ini menyampaikan terima kasih atas inovasi Bid Propam dalam memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

Polri telah berbenah, dan menjadi polisi yang dekat dan dipercaya masyarakat sebagai pelindung dan pengayom.

“Propam sebagai garda terdepan penegakan keadilan kita juga memberikan akses kepada masyarakat lewat website yang baru saja dilauncing, sehingga masyarakat dapat menyampaikan kritikan, saran termasuk info-info yang bermuara kepada pemeliharaan keamanan,” jelasnya.

Kapolda berharap inovasi Bid Propam ini dapat ditiru oleh yang lain, sebagai wujud tanggungjawab dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tidak hanya Propam, yang lain juga dapat berinovasi memberikan layanan maksimal kepada masyarakat, dengan tetap menjaga citra polisi,” tutupnya.

Ini 6 inovasi yang menjadi program Bidpropam Polda NTB yang dilaunching ;

  1. Website bidpropam.
  2. Renovasi ruang pelayanan pengaduan.
  3. Pembangunan electric gate.
  4. Renovasi penjagaan markas.
  5. Renovasi ruang lobby polda.
  6. Pembangunan ATM Center

 

Me




Bupati Lombok Utara Canangkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

DI KLU ingga saat ini ada 20 kasus konfirmasi positif. Kematian ada 7 orang yang sudah meninggal. Sedangkan 132 pasien sembuh

TANJUNG.lomokjournal.com

Vaksinasi tahap awal DI Kabupaten Lombok Utara (KLU) pencanangan pelaksanaannya dibuka Bupati KLU,  Dr H Najmul Akhyar SH MH, di Aula Kantor Bupati setempat (2/2/2021).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU, mulai melakukan pencanangan itu setelah mendapat distribusi vaksin Covid-19 sebanyak 2.560 unit.

Bupati Najmul berharap, pencanangan hari itu menjadi momentum kewaspadaan, kehati-hatian sekaligus keseriusan bersama menghadapi Covid-19.

Prioritas vaksin ditujukankepada tenaga medis, tokoh, ulama pemegang amanah yang pertama karena kerap bertemu langsung dengan orang banyak. Para medis berhadapan dengan penderita Covid. Selain, supaya menjadi contoh bagi masyarakat.

Dikatakan, pemerintah ingin mempercepat proses vaksin segara sampai ke masyarakat. Seluruh masyarakat Indonesia diikhtiarkan mendapatkan vaksin. Pandemi Covid-19 tak bisa hilang, jika tidak ditangani secara komprehensif.

“Marilah kita bersama-sama terus bersinergi membangun kesepahaman agar kita tidak menjadi bagian dari penyebar berita-berita tidak benar  tentang vaksin Covid,” pesannya.

Dikatakannya, kondisi di Lombok Utara jika dibandingkan dengan kabupaten lain di NTB, sejak November sempat zero Covid. Kemudian muncul satu dua, dan terkaKhir sungguh mengejutkan, karena beberapa tenaga medis ada yang kena.

“Saya berpikir vaksin ini perlu segera dipercepat untuk diberikan kepada masyarakat kita. Bila ada masyarakat kita yang mampu, bisa melakukan vaksin secara mandiri. Tentu dalam pengawasan para medis,” imbuhnya.

Tantangan utama kini adalah menghadapi kejenuhan masyarakat yang mesti dihadapi sebagai pengalaman bersama. Menurutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada satu sisi cara menyelesaikan masalah, tetapi pertumbuhan ekonomi semakin kecil.

Bupati mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi, tidak mungkin kebijakan pemerintah itu mencelakakan masyarakatnya.

“Tadi saya minta menjadi orang pertama kali di screening, karena saya ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa vaksinasi ini penting, tapi setelah di screening, saya alergi obat. Ditunda dulu sampai bisa divaksinasi seperti yang lain. Mudah-mudahan tahapan berikutnya saya bisa divaksinasi. Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa vaksin itu tidak apa-apa,” tuturnya.

Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI sebagai orang pertama yang divaksinasi mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah menerima berita hoaks tentang efek samping vaksin. Dan ia minta masyarakat, agar mengikuti program vaksinasi pemerintah sebagai langkah mengantisipasi penularan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan dr Lalu Bahrudin dalam laporannya mengatakan, dari sepuluh Kabupaten/ Kota di NTB, Lombok Utara termasuk  mengikuti pencanangan tahap II vaksinasi Covid-19.

Tahap pertama dilaksanakan di Provinsi NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Sedangkan tahap kedua, dilaksanakan pada delapan kabupaten/kota termasuk di Lombok Utara.

“Sebagai laporan terkait kasus Covid-19 di KLU, hingga saat ini ada 20 kasus konfirmasi positif. Kematian ada 7 orang yang sudah meninggal. Sedangkan 132 pasien sembuh,” tandasnya.

Menurutnya, telah berbagai upaya dilakukan termasuk pada jajaran kesehatan yang terus melakukan koordinasi berbagai pihak termasuk pihak kepolisian.

Mulai dari sosialisasi edukasi promotif sampai kuratif. Dengan adanya vaksinasi tersebut, diharapkan dapat menekan angka peningkatan Covid-19.

Dijelaskan pula, didroping sekitar 2560 unit untuk 2 kali vaksin. Jika hari ini (2 Februari) divaksinasi, maka pada tanggal 16 Februari akan divaksinasi lagi. Karena, jika vaksin hanya sekali itu percuma.

“Proses perjalanan vaksin sampai terbentuknya antibody membutuhkan waktu sekitar 29 sampai 30 hari. Vaksin ini tidak sembarangan kita berikan kepada semua orang, karena ada indikasi-indikasi yang harus disesuaikan. Setelah vaksinasi, kita observasi selama 30 menit, kalau tidak ada persoalan diperbolehkan pulang.  Seandainya ada masalah, ada tim ambulance yang sudah standby di lokasi,” tuturnya.

Rangkaian acara berjalan lancar dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin kepada Ketua serta Wakil Ketua I dan II DPRD, Kepala Dinsos PPA, Kadis Kesehatan serta Ketua FKUB KLU dan hadirin lainnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI, Wakil Ketua I H Burhan M Nur SH, Wakil Ketua II Mariadi SAg, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Ketua FKUB KLU Dr H L Muchsin Muhtar, Para Asisten Setda KLU, unsur pimpinan OPD, Kepala Puskesmas se-KLU, serta tamu undangan.

sas




Kunker Bupati Karangasem ke KLU, Studi Pengelolaan Media dan Komunikasi Pimpinan Daerah

Media telah memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat, apa yang dilakukan pemerintah selama memimpin

TANJUNG.lombokjournal.com  —

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH menerima Kunjungan Kerja Bupati Karangasem Provinsi Bali I Gusti Ayu Mas Sumantri SSos MAP dalam rangka Studi Komparasi Penguatan  Pengelolaan Media dan Komunikasi Pimpinan Daerah di Lombok Utara, di Bale Jukung Tanjung (02/02/21).

Mendampingi Bupati Lombok Utara, yakni Kadis Kominfo H Muhammad SPd, Kepala BKDPSDM HM Najib MPd serta jajaran birokrat Pemda KLU. Dari Pemda Karangasem, hadir Kadis Dukcapil Ni Ketut Puspa Kumari SH MSi, Kabag Prokopim Drs Edi Setiadi Dwijantoro  beserta insan pers yang ada di Kabupaten Karangasem.

Bupati Najmul menyampaikan terima kasih, karena Bupati dan jajaran Pemda Karangasem serta insan pers memilih Lombok Utara sebagai lokasi studi komparasi bagaimana pemerintah menjalin kerja sama yang baik dengan media. Tentu ada faktor media relationship yang baik.

Menurutnya, media selama ini telah memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat terhadap apa yang dilakukan pemerintah selama memimpin.

“Tanpa kerja sama yang baik antara pemerintah dan media sekaligus tanpa keinginan yang baik dari media untuk bersinergi dan membangun daerah maka media-media mainstream itu bisa kalah dengan media sosial. Perlu berimbang supaya masyarakat dapat pemahaman komprehensif terhadap pembangunan yang dilakukan pemerintah dan daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri SSos MAP menyampaikan, kunjungan kali ini bersama media dan jajaran Prokopim  berkaitan dengan penguatan media yang ada di Karangasem seperti media cetak, elektronik serta online.

Studi komparasi dilakukan agar ke depan media-media beerjasama membangun daerah.

“Media memiliki peran penting yang luar biasa, karena itu kita berikan apresiasi karena tanpa media, kita tidak ada apa-apanya,” imbuhnya.

Sebelumnya Karangasem memiliki IPM terendah, tapi ketika media sudah terkemas dengan baik dan memberikan informasi aktual pemerintah kepada masyarakat, muncul kesadaran terwujud kesejahteraan. Saat ini, percepatan IPM Kabupaten Karangasem tertinggi di antara kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata serta souvenir oleh kedua bupati, diakhiri dengan ngobrol rileks dan ramah tamah.

rar




Penyaluran 27 Ribu Al-Qur’an dari Iman Care Malaysia, Diapresiasi Gubernur

Langkah yang dilakukan Iman Care bersama Yayasan Amirul Ummah Indonesia mendatangkan keberkahan bagi daerah dan bangsa Indonesia

MATARAM.Lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Majelis Ulama Indonesia NTB dan Polda NTB, meresmikan penyaluran 27 ribu Al-Qur’an untuk NTB yang merupakan sumbangan dari NGO Iman Care Malaysia bekerjasama dengan Yayasan Amirul Ummah Indonesia, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Selasa (02/02/21).

Gubernur H. Zulkieflimansyah

Dikatakan Gubernur, penyaluran Al Qur’an ini berkat Kolaborasi Yayasan Amirul Ummah Indonesia dengan Iman Care Malaysia, suatu hal yang harus dibanggakan. Putra-putri NTB mampu membangun kolaborasi dengan Malaysia.

“Ini harus terus kita jaga,” ujar gubernur dalam sambutannya.

Bang Zul mengatakan, NTB sebagai daerah destinasi wisata berkolaborasi dengan Malaysia sebagai pengujung tertinggi untuk wisatawan di NTB. Kesinambungan ini diminta tetap dijaga.

Diharapkan ke depan, melalui Yayasan Amirul Ummah Indonesia, NTB juga bisa berkontribusi untuk Iman Care di Malaysia. Kita harus bisa memberikan sesuatu untuk Malaysia sebagai bentuk take and give.

“Jadi kita tidak hanya menerima, tapi kita juga harus bisa memberi,” ujarnya.

Gubernur berharap langkah yang dilakukan Iman Care bersama Yayasan Amirul Ummah Indonesia mendatangkan keberkahan bagi daerah dan bangsa Indonesia.

“Semoga NTB hal ini dapat mendatangkan keberkahan bagi daerah kita khususnya dan Indonesia secara luas, sehingga daerah kita menjadi baldatun toyyibatun warabbun gafur,” tutupnya.

Direktur Amirul Ummah sekaligus mewakili Iman Care, Irfan Ahmad Fauzi dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Amirul Ummah merupakan Yayasan yang bergerak untuk pemenuhan kebutuhan Al-Qur’an untuk Nusantara. Saat ini sudah memberikan Al-qur’an di Palu sebanyak 10 ribu, Gorontalo 30 ribu, Jabar 3 ribu, dan sekarang di NTB 27 ribu.

“Kehadiran kami di sini memberikan amanat dari Iman Care sebuah NGO di Malaysia,” kata Fauzi.

Mereka kerjasama dengan mitra-mitra akan menyebarkan kepada 900 titik, baik kepada Ponpes, Masjid, Musalla dan Surau-surau yang membutuhkan.

Selain itu Amirul Ummah juga sedang membangun Masjid di Lombok Utara pasca gempa 2018.

Rr/BiroAdpim




Ribut Gubernur di Kolam Renang, Ruslan Turmuzi Minta Disikapi Proporsional

Berbeda jika misalnya Gubernur kedapatan sengaja berkerumun atau mengumpulkan kerumunan di luar tugasnya

MATARAM.lombokjournal.com  —

Polemik tentang foto Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan sejumlah Kepala OPD berenang beramai-ramai di sebuah kolam alami di Lombok Utara, dinilai sudah selesai dengan permintaan maaf Gubernur NTB.

H. Ruslan Turmuzi

Politisi PDIP, H Ruslan Turmuzi mengatakan, yang pentiing ke depan kasus serupa ini tak perlu lagi terjadi. Sebab saat ini semua pihak tengah berjibaku dan bersinergi bersama dalam menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat di wilayah NTB.

“Kan Gubernur sudah minta maaf, ya wajiblah dimaafkan. Artinya Gubernur gentleman dan mengakui kekeliruannya. Dan saya rasa ini tidak akan terjadi lagi,” kata Ruslan, menjawab wartawan, Selasa (02/02/21) di Mataram.

Ruslan mengatakan, dari foto-foto yang beredar dan juga dari penjelasan Gubernur Zulkieflimansyah, bisa dipahami bahwa kejadian tersebut memang sangat spontan dan tidak direncanakan. Ada kunjungan kerja, dan masyarakat ingin destinasi wisata lokal mereka terekspose ke luar.

Terlepas dari berenang beramai-ramai, ia justru menyatakan salut dengan sikap Gubernur NTB yang sangat low profile dan bersedia menempatkan diri di tengah masyarakat, sekaligus mempromosikan kolam renang alami di Lombok Utara.

“Semua harus kita lihat secara proporsional. Gubernur berenang di kolam itu untuk menghargai masyarakat yang memang senang dikunjungi pemimpin daerah. Gubernur kan maksudnya baik, ingi mempromosikan destinasi yang belum terekspose,” ucap politisi senior PDI Perjuangan NTB yang akrab disapa RT .

Menurutnya, hal ini tentu berbeda jika misalnya Gubernur kedapatan sengaja berkerumun atau mengumpulkan kerumunan di luar tugasnya sebagai Kepala Daerah.

“Kalau Gubernur kongkow-kongkow sama Kepala OPD di sebuah coffee shop tanpa protokol kesehatan ya, pasti kami lebih duluan akan menyemprit beliau. Tapi ini kan konteksnya beda, Gubernur sedang mengunjungi rakyatnya, terus rakyat persilahkan mencoba kolam renang. Kalau karena ini Gubernur terus disalahkan, kan bisa merembet masyarakat juga ikut disalahkan. Saya pikir, kritik dan saran boleh saja, tapi jangan berlebihan,” paparnya.

Ruslan menekankan, daripada sibuk mengungkit dan mengkritisi soal mandi di kolam, lebih baik semua pihak bercermin dan melakukan tindakan yang bisa menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal penerapan protokol kesehatan.

“Banyak yang kritisi karena Gubernur nggak pakai masker. Ya di kolam renang mana ada yang pakai masker? Masak mandi pun harus bermasker?. Yang mengkritisi juga bercermin lah sudah taat belum dengan protokol Covid-19?,” tanya Ruslan.

Ruslan menegaskan, pihaknya tidak dalam posisi membela Gubernur NTB dalam hal ini. Hanya saja, ia perlu bersuara, agar masalah seperti ini tidak menjadi polemik yang justru kontra produktif bagi pembangunan daerah di NTB.

Apalagi, soal kolam renang ini menjadi trending di ranah media nasional.

Masih banyak yang harus dilakukan di NTB ini. NTB sedang semangat-semangatnya dengan Mandalika dan rencana MotoGP 2021, dan NTB juga tengah berjibaku melawan pandemi corona.

Ia menekankan, ada cukup banyak program yang sudah mulai nampak hasilnya di era pemerintahan Zul-Rohmi saat ini. Harusnya hal ini yang terus didorong untuk menyemangati masyarakat NTB.

“Ada program industrialisasi, zero waste, dan peningkatan ekonomi kerakyatan yang tengah dilakukan Gubernur, Wagub dan jajaran Pemprov yang sudah menampakan hasil. Lebih baik ini yang difokuskan bersama,” pungkasnya.

Me




Wagub: Masyarakat Harus Jaga Kebersihan Desa Wisata

Pembangunan desa wisata harus konprehensif, harus menyeluruh, tidak hanya membangun, setelah itu tidak dipelihara

LOTIM.lombokjournal.com

Destinasi Desa Wisata Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB.

Beberapa spot wisata yang ada di desa tersebut mulai dari pantai hingga wilayah Gili diberikan sentuhan dan perbaikan sehingga memberikan keindahan dan kenyamanan di desa tersebut.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan Desa Wisata tersebut, Senin (01/02/21) dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Wakil Gubernur meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga keindahan dan kebersihan desa ini supaya masyarakat mendapatkan manfaat dari kedatangan wisatawan ke Desa Sugian.

“Seindah apapun desa kita, kalau tidak dijaga kebersihannya, kalau tidak dijaga masyarakatnya sehat semuanya, sulit orang mau berkunjung ke tempat kita,” ungkap Umi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur.

Pembangunan desa wisata harus konprehensif, harus menyeluruh, tidak hanya membangun,setelah itu tidak dipelihara.

“Maka dari itu tiang pesan betul kepada kepala desa, Pokdarwis, dan juga kabupaten untuk penataan destinasi yang sudah dihibahkan ini betul-betul dijaga,” katanya.

Umi Rohmi menjelaskan, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat akan terus memberikan support terhadap kabupaten dalam mengembangkan destinasi yang ada di wilayah masing-masing.

“Perlu kita ingat, destinasi wisata itu tugas kabupaten/kota, tidak berarti provinsi lepas tangan, pasti kita bantu, begitu juga pusat, tapi bagaimana destinasi itu terawat adalah tugas kabupaten beserta desa lokasi destinasi wisata tersebut,” jelas Umi Rohmi.

Ia juga meminta agar Pemerintah Kabupaten serta Pemerintah Desa kompak dalam mengembangkan destinasi wisata yang ada, sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat dari adanya destinasi wisata.

Umi Rohmi tetap menginginkan masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan agar tidak terpapar oleh virus Covid-19.

“Kita harus menjaga kehidupan yang aman dan produktif, dengan pakai masker, untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan kita agar tidak menyesal di kemudian hari,” tutup Umi Rohmi.

Biro ADPIM




Gubernur NTB Beri Kursi Roda Khusus untuk Komunitas Basket Kursi Roda

Diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet basket difabel tangguh dari NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nus Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengupayakan pengembangan minat dan potensi  masyarakat difabel melalui Basket Lombok Difabel, yakni sebuah komunitas Basket Kursi Roda.

Terkait perhatian pada masyarakat difabel, sebelumnya  Pemprov NTB juga sudah mengoperasikan bus ramah difabel.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB akan berusaha maksimal menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang aktifitas masyarakat difabel NTB. Sehingga mereka dapat terayomi sama baiknya dengan masyarakat pada umumnya.

“Ramah difabel gampang diucapkan susah dilakukan. Saya berharap masyarakat tidak lagi melihat difabel sebagai hal yang berbeda, karena pemerintah menyediakan fasilitas yang dapat membantu mengatasi kekurangan mereka,” jelas Doktor Zul.

Ia memberikan empat buah kursi roda basket bagi komunitas Basket Lombok Difabel, di Ruang Kerjanya, Senin (01/02/21).

Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik, yang mendampingi Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB tak hanya memperhatikan fasilitas sehari-hari masyarakat difabel, tapi juga pada bidang hobi dan olahraga.

Ahsanul Khalik melanjutkan, dengan adanya bantuan perdana bagi tuna daksa disepanjang sejarah Pemprov NTB ini diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet basket difabel tangguh dari NTB.

Dinas Sosial akan terus mendukung dan mendorong agar suatu saat komunitas ini bisa melahirkan atlet-atlet basket kursi roda yang dapat mengharumkan nama NTB.

“Bantuan ini akan kita tambah jumlahnya nanti dan akan terus kita  support sesuai program Dinsos,” jelasnya.

Nia Kartika, salah seorang anggota Basket Lombok Difabel yang menerima bantuan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya karena Pemprov NTB telah memberikan perhatian besar bagi penyandang difabel.

Nia mengaku bangga karena Basket difabel hanya ada dua di Indonesia, di Makassar dan salah satunya ada di Lombok.

“Kami sangat bersyukur, kita punya pemimpin yang memperhatikan difabel. Semoga kedepannya kami bisa membela nama daerah dan mengharumkannya dicabang olahraga ini,” harap Nia.

novita @diskominfotikntb




Tes Urin Dilakukan pada 75 anggota Bidang Profesi dan Pengaman Polda NTB

Seluruhnya negatif dan dinyatakan bebas narkoba

MATARAM.lombokjournal.com

Test urine mendadak dilaksanakan bersama Bidokes Polda NTB kepada 75 orang anggota Bidang Profesi dan Pengaman (Bid Propam), Senin (01/02/21), di lobi utama Polda NTB.

Kegiatan tes urine untuk memastikan anggota Propam NTB bebas dari penyalahgunaan narkoba, sesuai perintah Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal.

Kombes Pol Awan Hariyono

Kepala Bidang Propam Polda NTB, Kombes Pol Awan Hariyono SIK MH mengatakan, test urine mendadak dilakukan untuk anggota Propam, dilakukan sebagai komitmen Bid Propam Polda NTB dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah NTB.

“Kasus penyalahgunaan narkoba secara  nasional dan lokal NTB masih sangat tinggi. Ini terbukti dengan peningkatan kasus baik kualitas dan kuantitas. Kasus narkoba di lingkungan Polri juga masih terjadi di tahun 2020 masih ada tercatat. Ini yang kita atensi,” kata Kombes Awan.

Awan menegaskan, test urine di lingkungan Propam Polda NTB dilakukan untuk memastikan bahwa anggota Propam bebas narkoba. Sebab, tugas utama Propam adalah menegakan disiplin, etik, dan moral anggota Polri.

“Ibarat membersihkan rumah, kita harus pakai sapu yang bersih. Jadi kita pastikan dulu anggota kita bebas narkoba,” tegasnya.

Kasus narkoba menjadi atensi Polri. Terutama dalam upaya transformasi Polri menuju Presisi (Prediktif, Responbilitas, Transrapansi, Berkadilan).

“Kapolri Jenderal Pol Listyo Prabowo juga sudah beberapa kali berstatemen tidak ada toleransi untuk kasus narkoba. Anggota Polri yang terlibat kasus narkoba hanya ada dua pilihan, pidana atau pecat. Kapolri sangat berkomitmen untuk berantas kasus-kasus narkoba,” jelasnya.

Hasil tes urine 75 anggota Bidang Propam Polda NTB seluruhnya negatif dan dinyatakan bebas narkoba.

Awan menegaskan, tes urine ini sangat penting bagi Propam. Untuk memastikan bahwa anggota bebas narkoba. Sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik sesuai Tupoksi.

“Tugas Polri menegakan hukum, maka anggota harus bersih dulu. Kalau kita sendiri belum bersih dan masih bobrok maka akan jadi bahan cemooh dan tertawaan. Tes urine ini hasilnya semua negatif, dan ini membuktikan keseriusan kita dalam memberantas narkoba,” tegasnya.

Me