Bupati Lombok Utara Canangkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

DI KLU ingga saat ini ada 20 kasus konfirmasi positif. Kematian ada 7 orang yang sudah meninggal. Sedangkan 132 pasien sembuh

TANJUNG.lomokjournal.com

Vaksinasi tahap awal DI Kabupaten Lombok Utara (KLU) pencanangan pelaksanaannya dibuka Bupati KLU,  Dr H Najmul Akhyar SH MH, di Aula Kantor Bupati setempat (2/2/2021).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU, mulai melakukan pencanangan itu setelah mendapat distribusi vaksin Covid-19 sebanyak 2.560 unit.

Bupati Najmul berharap, pencanangan hari itu menjadi momentum kewaspadaan, kehati-hatian sekaligus keseriusan bersama menghadapi Covid-19.

Prioritas vaksin ditujukankepada tenaga medis, tokoh, ulama pemegang amanah yang pertama karena kerap bertemu langsung dengan orang banyak. Para medis berhadapan dengan penderita Covid. Selain, supaya menjadi contoh bagi masyarakat.

Dikatakan, pemerintah ingin mempercepat proses vaksin segara sampai ke masyarakat. Seluruh masyarakat Indonesia diikhtiarkan mendapatkan vaksin. Pandemi Covid-19 tak bisa hilang, jika tidak ditangani secara komprehensif.

“Marilah kita bersama-sama terus bersinergi membangun kesepahaman agar kita tidak menjadi bagian dari penyebar berita-berita tidak benar  tentang vaksin Covid,” pesannya.

Dikatakannya, kondisi di Lombok Utara jika dibandingkan dengan kabupaten lain di NTB, sejak November sempat zero Covid. Kemudian muncul satu dua, dan terkaKhir sungguh mengejutkan, karena beberapa tenaga medis ada yang kena.

“Saya berpikir vaksin ini perlu segera dipercepat untuk diberikan kepada masyarakat kita. Bila ada masyarakat kita yang mampu, bisa melakukan vaksin secara mandiri. Tentu dalam pengawasan para medis,” imbuhnya.

Tantangan utama kini adalah menghadapi kejenuhan masyarakat yang mesti dihadapi sebagai pengalaman bersama. Menurutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada satu sisi cara menyelesaikan masalah, tetapi pertumbuhan ekonomi semakin kecil.

Bupati mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi, tidak mungkin kebijakan pemerintah itu mencelakakan masyarakatnya.

“Tadi saya minta menjadi orang pertama kali di screening, karena saya ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa vaksinasi ini penting, tapi setelah di screening, saya alergi obat. Ditunda dulu sampai bisa divaksinasi seperti yang lain. Mudah-mudahan tahapan berikutnya saya bisa divaksinasi. Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa vaksin itu tidak apa-apa,” tuturnya.

Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI sebagai orang pertama yang divaksinasi mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah menerima berita hoaks tentang efek samping vaksin. Dan ia minta masyarakat, agar mengikuti program vaksinasi pemerintah sebagai langkah mengantisipasi penularan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan dr Lalu Bahrudin dalam laporannya mengatakan, dari sepuluh Kabupaten/ Kota di NTB, Lombok Utara termasuk  mengikuti pencanangan tahap II vaksinasi Covid-19.

Tahap pertama dilaksanakan di Provinsi NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Sedangkan tahap kedua, dilaksanakan pada delapan kabupaten/kota termasuk di Lombok Utara.

“Sebagai laporan terkait kasus Covid-19 di KLU, hingga saat ini ada 20 kasus konfirmasi positif. Kematian ada 7 orang yang sudah meninggal. Sedangkan 132 pasien sembuh,” tandasnya.

Menurutnya, telah berbagai upaya dilakukan termasuk pada jajaran kesehatan yang terus melakukan koordinasi berbagai pihak termasuk pihak kepolisian.

Mulai dari sosialisasi edukasi promotif sampai kuratif. Dengan adanya vaksinasi tersebut, diharapkan dapat menekan angka peningkatan Covid-19.

Dijelaskan pula, didroping sekitar 2560 unit untuk 2 kali vaksin. Jika hari ini (2 Februari) divaksinasi, maka pada tanggal 16 Februari akan divaksinasi lagi. Karena, jika vaksin hanya sekali itu percuma.

“Proses perjalanan vaksin sampai terbentuknya antibody membutuhkan waktu sekitar 29 sampai 30 hari. Vaksin ini tidak sembarangan kita berikan kepada semua orang, karena ada indikasi-indikasi yang harus disesuaikan. Setelah vaksinasi, kita observasi selama 30 menit, kalau tidak ada persoalan diperbolehkan pulang.  Seandainya ada masalah, ada tim ambulance yang sudah standby di lokasi,” tuturnya.

Rangkaian acara berjalan lancar dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin kepada Ketua serta Wakil Ketua I dan II DPRD, Kepala Dinsos PPA, Kadis Kesehatan serta Ketua FKUB KLU dan hadirin lainnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI, Wakil Ketua I H Burhan M Nur SH, Wakil Ketua II Mariadi SAg, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Ketua FKUB KLU Dr H L Muchsin Muhtar, Para Asisten Setda KLU, unsur pimpinan OPD, Kepala Puskesmas se-KLU, serta tamu undangan.

sas




Kunker Bupati Karangasem ke KLU, Studi Pengelolaan Media dan Komunikasi Pimpinan Daerah

Media telah memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat, apa yang dilakukan pemerintah selama memimpin

TANJUNG.lombokjournal.com  —

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH menerima Kunjungan Kerja Bupati Karangasem Provinsi Bali I Gusti Ayu Mas Sumantri SSos MAP dalam rangka Studi Komparasi Penguatan  Pengelolaan Media dan Komunikasi Pimpinan Daerah di Lombok Utara, di Bale Jukung Tanjung (02/02/21).

Mendampingi Bupati Lombok Utara, yakni Kadis Kominfo H Muhammad SPd, Kepala BKDPSDM HM Najib MPd serta jajaran birokrat Pemda KLU. Dari Pemda Karangasem, hadir Kadis Dukcapil Ni Ketut Puspa Kumari SH MSi, Kabag Prokopim Drs Edi Setiadi Dwijantoro  beserta insan pers yang ada di Kabupaten Karangasem.

Bupati Najmul menyampaikan terima kasih, karena Bupati dan jajaran Pemda Karangasem serta insan pers memilih Lombok Utara sebagai lokasi studi komparasi bagaimana pemerintah menjalin kerja sama yang baik dengan media. Tentu ada faktor media relationship yang baik.

Menurutnya, media selama ini telah memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat terhadap apa yang dilakukan pemerintah selama memimpin.

“Tanpa kerja sama yang baik antara pemerintah dan media sekaligus tanpa keinginan yang baik dari media untuk bersinergi dan membangun daerah maka media-media mainstream itu bisa kalah dengan media sosial. Perlu berimbang supaya masyarakat dapat pemahaman komprehensif terhadap pembangunan yang dilakukan pemerintah dan daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri SSos MAP menyampaikan, kunjungan kali ini bersama media dan jajaran Prokopim  berkaitan dengan penguatan media yang ada di Karangasem seperti media cetak, elektronik serta online.

Studi komparasi dilakukan agar ke depan media-media beerjasama membangun daerah.

“Media memiliki peran penting yang luar biasa, karena itu kita berikan apresiasi karena tanpa media, kita tidak ada apa-apanya,” imbuhnya.

Sebelumnya Karangasem memiliki IPM terendah, tapi ketika media sudah terkemas dengan baik dan memberikan informasi aktual pemerintah kepada masyarakat, muncul kesadaran terwujud kesejahteraan. Saat ini, percepatan IPM Kabupaten Karangasem tertinggi di antara kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata serta souvenir oleh kedua bupati, diakhiri dengan ngobrol rileks dan ramah tamah.

rar




Penyaluran 27 Ribu Al-Qur’an dari Iman Care Malaysia, Diapresiasi Gubernur

Langkah yang dilakukan Iman Care bersama Yayasan Amirul Ummah Indonesia mendatangkan keberkahan bagi daerah dan bangsa Indonesia

MATARAM.Lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Majelis Ulama Indonesia NTB dan Polda NTB, meresmikan penyaluran 27 ribu Al-Qur’an untuk NTB yang merupakan sumbangan dari NGO Iman Care Malaysia bekerjasama dengan Yayasan Amirul Ummah Indonesia, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Selasa (02/02/21).

Gubernur H. Zulkieflimansyah

Dikatakan Gubernur, penyaluran Al Qur’an ini berkat Kolaborasi Yayasan Amirul Ummah Indonesia dengan Iman Care Malaysia, suatu hal yang harus dibanggakan. Putra-putri NTB mampu membangun kolaborasi dengan Malaysia.

“Ini harus terus kita jaga,” ujar gubernur dalam sambutannya.

Bang Zul mengatakan, NTB sebagai daerah destinasi wisata berkolaborasi dengan Malaysia sebagai pengujung tertinggi untuk wisatawan di NTB. Kesinambungan ini diminta tetap dijaga.

Diharapkan ke depan, melalui Yayasan Amirul Ummah Indonesia, NTB juga bisa berkontribusi untuk Iman Care di Malaysia. Kita harus bisa memberikan sesuatu untuk Malaysia sebagai bentuk take and give.

“Jadi kita tidak hanya menerima, tapi kita juga harus bisa memberi,” ujarnya.

Gubernur berharap langkah yang dilakukan Iman Care bersama Yayasan Amirul Ummah Indonesia mendatangkan keberkahan bagi daerah dan bangsa Indonesia.

“Semoga NTB hal ini dapat mendatangkan keberkahan bagi daerah kita khususnya dan Indonesia secara luas, sehingga daerah kita menjadi baldatun toyyibatun warabbun gafur,” tutupnya.

Direktur Amirul Ummah sekaligus mewakili Iman Care, Irfan Ahmad Fauzi dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Amirul Ummah merupakan Yayasan yang bergerak untuk pemenuhan kebutuhan Al-Qur’an untuk Nusantara. Saat ini sudah memberikan Al-qur’an di Palu sebanyak 10 ribu, Gorontalo 30 ribu, Jabar 3 ribu, dan sekarang di NTB 27 ribu.

“Kehadiran kami di sini memberikan amanat dari Iman Care sebuah NGO di Malaysia,” kata Fauzi.

Mereka kerjasama dengan mitra-mitra akan menyebarkan kepada 900 titik, baik kepada Ponpes, Masjid, Musalla dan Surau-surau yang membutuhkan.

Selain itu Amirul Ummah juga sedang membangun Masjid di Lombok Utara pasca gempa 2018.

Rr/BiroAdpim




Ribut Gubernur di Kolam Renang, Ruslan Turmuzi Minta Disikapi Proporsional

Berbeda jika misalnya Gubernur kedapatan sengaja berkerumun atau mengumpulkan kerumunan di luar tugasnya

MATARAM.lombokjournal.com  —

Polemik tentang foto Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan sejumlah Kepala OPD berenang beramai-ramai di sebuah kolam alami di Lombok Utara, dinilai sudah selesai dengan permintaan maaf Gubernur NTB.

H. Ruslan Turmuzi

Politisi PDIP, H Ruslan Turmuzi mengatakan, yang pentiing ke depan kasus serupa ini tak perlu lagi terjadi. Sebab saat ini semua pihak tengah berjibaku dan bersinergi bersama dalam menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat di wilayah NTB.

“Kan Gubernur sudah minta maaf, ya wajiblah dimaafkan. Artinya Gubernur gentleman dan mengakui kekeliruannya. Dan saya rasa ini tidak akan terjadi lagi,” kata Ruslan, menjawab wartawan, Selasa (02/02/21) di Mataram.

Ruslan mengatakan, dari foto-foto yang beredar dan juga dari penjelasan Gubernur Zulkieflimansyah, bisa dipahami bahwa kejadian tersebut memang sangat spontan dan tidak direncanakan. Ada kunjungan kerja, dan masyarakat ingin destinasi wisata lokal mereka terekspose ke luar.

Terlepas dari berenang beramai-ramai, ia justru menyatakan salut dengan sikap Gubernur NTB yang sangat low profile dan bersedia menempatkan diri di tengah masyarakat, sekaligus mempromosikan kolam renang alami di Lombok Utara.

“Semua harus kita lihat secara proporsional. Gubernur berenang di kolam itu untuk menghargai masyarakat yang memang senang dikunjungi pemimpin daerah. Gubernur kan maksudnya baik, ingi mempromosikan destinasi yang belum terekspose,” ucap politisi senior PDI Perjuangan NTB yang akrab disapa RT .

Menurutnya, hal ini tentu berbeda jika misalnya Gubernur kedapatan sengaja berkerumun atau mengumpulkan kerumunan di luar tugasnya sebagai Kepala Daerah.

“Kalau Gubernur kongkow-kongkow sama Kepala OPD di sebuah coffee shop tanpa protokol kesehatan ya, pasti kami lebih duluan akan menyemprit beliau. Tapi ini kan konteksnya beda, Gubernur sedang mengunjungi rakyatnya, terus rakyat persilahkan mencoba kolam renang. Kalau karena ini Gubernur terus disalahkan, kan bisa merembet masyarakat juga ikut disalahkan. Saya pikir, kritik dan saran boleh saja, tapi jangan berlebihan,” paparnya.

Ruslan menekankan, daripada sibuk mengungkit dan mengkritisi soal mandi di kolam, lebih baik semua pihak bercermin dan melakukan tindakan yang bisa menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal penerapan protokol kesehatan.

“Banyak yang kritisi karena Gubernur nggak pakai masker. Ya di kolam renang mana ada yang pakai masker? Masak mandi pun harus bermasker?. Yang mengkritisi juga bercermin lah sudah taat belum dengan protokol Covid-19?,” tanya Ruslan.

Ruslan menegaskan, pihaknya tidak dalam posisi membela Gubernur NTB dalam hal ini. Hanya saja, ia perlu bersuara, agar masalah seperti ini tidak menjadi polemik yang justru kontra produktif bagi pembangunan daerah di NTB.

Apalagi, soal kolam renang ini menjadi trending di ranah media nasional.

Masih banyak yang harus dilakukan di NTB ini. NTB sedang semangat-semangatnya dengan Mandalika dan rencana MotoGP 2021, dan NTB juga tengah berjibaku melawan pandemi corona.

Ia menekankan, ada cukup banyak program yang sudah mulai nampak hasilnya di era pemerintahan Zul-Rohmi saat ini. Harusnya hal ini yang terus didorong untuk menyemangati masyarakat NTB.

“Ada program industrialisasi, zero waste, dan peningkatan ekonomi kerakyatan yang tengah dilakukan Gubernur, Wagub dan jajaran Pemprov yang sudah menampakan hasil. Lebih baik ini yang difokuskan bersama,” pungkasnya.

Me




Wagub: Masyarakat Harus Jaga Kebersihan Desa Wisata

Pembangunan desa wisata harus konprehensif, harus menyeluruh, tidak hanya membangun, setelah itu tidak dipelihara

LOTIM.lombokjournal.com

Destinasi Desa Wisata Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB.

Beberapa spot wisata yang ada di desa tersebut mulai dari pantai hingga wilayah Gili diberikan sentuhan dan perbaikan sehingga memberikan keindahan dan kenyamanan di desa tersebut.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan Desa Wisata tersebut, Senin (01/02/21) dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Wakil Gubernur meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga keindahan dan kebersihan desa ini supaya masyarakat mendapatkan manfaat dari kedatangan wisatawan ke Desa Sugian.

“Seindah apapun desa kita, kalau tidak dijaga kebersihannya, kalau tidak dijaga masyarakatnya sehat semuanya, sulit orang mau berkunjung ke tempat kita,” ungkap Umi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur.

Pembangunan desa wisata harus konprehensif, harus menyeluruh, tidak hanya membangun,setelah itu tidak dipelihara.

“Maka dari itu tiang pesan betul kepada kepala desa, Pokdarwis, dan juga kabupaten untuk penataan destinasi yang sudah dihibahkan ini betul-betul dijaga,” katanya.

Umi Rohmi menjelaskan, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat akan terus memberikan support terhadap kabupaten dalam mengembangkan destinasi yang ada di wilayah masing-masing.

“Perlu kita ingat, destinasi wisata itu tugas kabupaten/kota, tidak berarti provinsi lepas tangan, pasti kita bantu, begitu juga pusat, tapi bagaimana destinasi itu terawat adalah tugas kabupaten beserta desa lokasi destinasi wisata tersebut,” jelas Umi Rohmi.

Ia juga meminta agar Pemerintah Kabupaten serta Pemerintah Desa kompak dalam mengembangkan destinasi wisata yang ada, sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat dari adanya destinasi wisata.

Umi Rohmi tetap menginginkan masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan agar tidak terpapar oleh virus Covid-19.

“Kita harus menjaga kehidupan yang aman dan produktif, dengan pakai masker, untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan kita agar tidak menyesal di kemudian hari,” tutup Umi Rohmi.

Biro ADPIM




Gubernur NTB Beri Kursi Roda Khusus untuk Komunitas Basket Kursi Roda

Diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet basket difabel tangguh dari NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nus Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengupayakan pengembangan minat dan potensi  masyarakat difabel melalui Basket Lombok Difabel, yakni sebuah komunitas Basket Kursi Roda.

Terkait perhatian pada masyarakat difabel, sebelumnya  Pemprov NTB juga sudah mengoperasikan bus ramah difabel.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB akan berusaha maksimal menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang aktifitas masyarakat difabel NTB. Sehingga mereka dapat terayomi sama baiknya dengan masyarakat pada umumnya.

“Ramah difabel gampang diucapkan susah dilakukan. Saya berharap masyarakat tidak lagi melihat difabel sebagai hal yang berbeda, karena pemerintah menyediakan fasilitas yang dapat membantu mengatasi kekurangan mereka,” jelas Doktor Zul.

Ia memberikan empat buah kursi roda basket bagi komunitas Basket Lombok Difabel, di Ruang Kerjanya, Senin (01/02/21).

Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik, yang mendampingi Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB tak hanya memperhatikan fasilitas sehari-hari masyarakat difabel, tapi juga pada bidang hobi dan olahraga.

Ahsanul Khalik melanjutkan, dengan adanya bantuan perdana bagi tuna daksa disepanjang sejarah Pemprov NTB ini diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet basket difabel tangguh dari NTB.

Dinas Sosial akan terus mendukung dan mendorong agar suatu saat komunitas ini bisa melahirkan atlet-atlet basket kursi roda yang dapat mengharumkan nama NTB.

“Bantuan ini akan kita tambah jumlahnya nanti dan akan terus kita  support sesuai program Dinsos,” jelasnya.

Nia Kartika, salah seorang anggota Basket Lombok Difabel yang menerima bantuan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya karena Pemprov NTB telah memberikan perhatian besar bagi penyandang difabel.

Nia mengaku bangga karena Basket difabel hanya ada dua di Indonesia, di Makassar dan salah satunya ada di Lombok.

“Kami sangat bersyukur, kita punya pemimpin yang memperhatikan difabel. Semoga kedepannya kami bisa membela nama daerah dan mengharumkannya dicabang olahraga ini,” harap Nia.

novita @diskominfotikntb




Tes Urin Dilakukan pada 75 anggota Bidang Profesi dan Pengaman Polda NTB

Seluruhnya negatif dan dinyatakan bebas narkoba

MATARAM.lombokjournal.com

Test urine mendadak dilaksanakan bersama Bidokes Polda NTB kepada 75 orang anggota Bidang Profesi dan Pengaman (Bid Propam), Senin (01/02/21), di lobi utama Polda NTB.

Kegiatan tes urine untuk memastikan anggota Propam NTB bebas dari penyalahgunaan narkoba, sesuai perintah Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal.

Kombes Pol Awan Hariyono

Kepala Bidang Propam Polda NTB, Kombes Pol Awan Hariyono SIK MH mengatakan, test urine mendadak dilakukan untuk anggota Propam, dilakukan sebagai komitmen Bid Propam Polda NTB dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah NTB.

“Kasus penyalahgunaan narkoba secara  nasional dan lokal NTB masih sangat tinggi. Ini terbukti dengan peningkatan kasus baik kualitas dan kuantitas. Kasus narkoba di lingkungan Polri juga masih terjadi di tahun 2020 masih ada tercatat. Ini yang kita atensi,” kata Kombes Awan.

Awan menegaskan, test urine di lingkungan Propam Polda NTB dilakukan untuk memastikan bahwa anggota Propam bebas narkoba. Sebab, tugas utama Propam adalah menegakan disiplin, etik, dan moral anggota Polri.

“Ibarat membersihkan rumah, kita harus pakai sapu yang bersih. Jadi kita pastikan dulu anggota kita bebas narkoba,” tegasnya.

Kasus narkoba menjadi atensi Polri. Terutama dalam upaya transformasi Polri menuju Presisi (Prediktif, Responbilitas, Transrapansi, Berkadilan).

“Kapolri Jenderal Pol Listyo Prabowo juga sudah beberapa kali berstatemen tidak ada toleransi untuk kasus narkoba. Anggota Polri yang terlibat kasus narkoba hanya ada dua pilihan, pidana atau pecat. Kapolri sangat berkomitmen untuk berantas kasus-kasus narkoba,” jelasnya.

Hasil tes urine 75 anggota Bidang Propam Polda NTB seluruhnya negatif dan dinyatakan bebas narkoba.

Awan menegaskan, tes urine ini sangat penting bagi Propam. Untuk memastikan bahwa anggota bebas narkoba. Sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik sesuai Tupoksi.

“Tugas Polri menegakan hukum, maka anggota harus bersih dulu. Kalau kita sendiri belum bersih dan masih bobrok maka akan jadi bahan cemooh dan tertawaan. Tes urine ini hasilnya semua negatif, dan ini membuktikan keseriusan kita dalam memberantas narkoba,” tegasnya.

Me




Gubernur Apresiasi Rencana Pembangunan Technopark Sumber Daya Pesisir dan Laut di NTB

Pembangunan Technopark Sumber Daya Pesisir dan Laut di Lombok diupayakan tahun ini dapat dilaunching

MATARAM.lombokjournal.com

Rencana pembangunan Technopark Sumber Daya Pesisir dan Laut di Kabupaten Lombok Tengah, mendapat dukungan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc.

Bang Zul bersama Taslim Arifin

Gubernur mengapresiasi perencanaan Tecnopark oleh Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (BRSDM KP – KKP) tersebut, karena NTB tidak asing lagi Technopark.

“Saya kira Technopark salah satu program unggulan dari Presiden dan kalau direalisasikan ini akan bagus sekali, karena NTB dengan Technopark bukan suatu hal yang baru,” tutur Bang Zul sapaan akrabnya saat menerima audiensi Kepala Badan Riset Kementerian Kelautan dan Perikanan di Ruang Kerja Gubernur NTB, Senin (01/02/21).

Bang Zul pada kesempatan itu berhaap, agar Technopark yang akan dibangun tersebut selain fokus pada pengembangan kelautan dan perikanan, juga dapat berkontribusi dalam pengembangan sumber daya dan potensi lokal yang ada.

“Sektornya bisa diganti dari tambak udang, limbahnya bisa jadi pakan lobster, Rumput laut kemudian nanti bisa menjadi kosmetik” tuturnya.

Taslim Arifin, Kepala Badan Peneliti Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemKP) menceritakan, ide awal dari Technopark ini pada saat tahun 2014 – 2015 ketika ada program Blue Ekonomi di Lombok yang di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Technopark Sumber Daya Pesisir dan Laut ini akan menjadi center of excellence di bidang riset. Hal ini untuk mendukung kebijakan – kebijakan kelautan dan perikanan, konsepnya yaitu wilayah Lasser Sunda Island yang berpusat di Lombok” tutur Taslim menjelaskan arah dan konsep technopark yang akan dibangun.

Selanjutnya, akan dilakukan proses pembicaraan yang lebih dalam mengenai pembangunan Technopark Sumber Daya Pesisir dan Laut di Lombok dengan pimpinan terkait agar tahun ini dapat segera dilaunching.

“Semoga dengan dukungan Gubernur kita dapat memulai dan kami akan melaporkan kepada pimpinan untuk segera memulainya,” ungkapnya.

Sementara itu, kehadiran (BRSDM) KP – KKP selain membicarakan Tecnopark juga akan menginisiasi berbagai potensi Kerjasama yang dapat dikembangkan.

“Kami ingin menginsiasi kerjasama untuk mengoptimalisasi pengelolaan wilayah-wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil di NTB,” tutupnya.

Sher@DiskominfotikNTB




Gubernur Zulkieflimansyah Minta Maaf, Mandi di Kolam Tanpa Masker

Gubernur Zul mohon maaf juga kalau dirasa mencontohkan hal hal yang tidak benar

MATARAM.lomokjournal.com

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah mengklarifikasi   terkait unggahannya di  Face book yang tengah melakukan aktifitas mandi di kolam di Lombok Utara,  bersama beberapa pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) NTB.  Saat itu Gubernur tidak mengenkan masker.

Dan pada malam sebelumnya, terjadi bencana banjir di Sekotong Lombok Barat dan di Lombok Tengah.

Dr. Zulkieflimansyah meminta maaf dan menegaskan dirinya tidak mnyangka respon dari masyarakat terkait postingannya tersebut seperti itu.

“Saya gak nyangka juga responnya jadi begini. Kami menginap di Lombok utara hari Sabtu tanggal 30 Januari,  dan paginya warga disana mengajak kita untuk mencoba kolam renangnya yang memang belum terekspos,” ungkap Gubernur Zul, Senin (01/02/21).

Menurutnya, disana Gubernur disambut hangat,  kolam itu ternyata mereka punya sesuatu yang belum terpublikasikan, yakni kolam renang yang sumber airnya berasal dari mata air tanpa kaporit (kimia).

“Meskipun pada saat itu kondisi saya  dalam keadaan kurang sehat, saya ikut mandi dan tidak mungkin juga menggunakan masker dalam keadaan begitu, itu kejadian spontan kok,” tutur Gubernur.

Atas kejadian tersebut, akhirnya Gubernur Zul mohon maaf juga kalau dirasa mencontohkan hal hal yang tidak benar .

“Saya tidak bermaksud begitu kok, itu hanya spontan saja,” kata Gubernur Zul.

Aya




Tinjau Banjir di Kuta dan Sekotong, Gubernur Beri Bantuan

 Saat berita ini diturunkan, Gubernur bergerak ke Desa Sekotong Lombok Barat untuk melihat korban banjir

LOTENG.lombokjournal.com

Usai dari kunjungan kerja di Lombok Utara, Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah melanjutkan perjalanan ke Lombok tengah untuk meninjau lokasi banjir.

Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Lombok Tengah Minggu (31/01/21) dini hari. Gubernur bersama rombongan dan sejumlah Kepala Dinas mengunjungi  Pujut, Kuta, Lombok Temgah

Gubernur yang didampingi Kalak BPBD NTB, Zainal Abidin dan sejumlah Kepala OPD disambut Bupati Loteng terpilih Pathul Bahri, Dandim Loteng, dan Camat Kuta. Bang  Zul langsung diajak berkeliling memantau area banjir tersebut.

Camat Kuta menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya banjir karena drainase yang dibuat masih tertutup karena ada warga yang masih mengklaim lahan setempat.

Akibat tertutupnya saluran air itu, maka air yang seharusnya mengalir ke sungai tertahan, meluap ke jalan.

Sementara di Desa Kuta, banjir bandang disebabkan meluapnya sungai yang berada di bagian Utara desa. Warga setempat mengungkapkan, kejadiannya begitu cepat terjadi.

“Hanya sekitar lima menit, air itu tiba-tiba sudah tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr.Zul menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Kuta untuk dibagikan kepada korban terdampak.

Saat berita ini diturunkan, Gubernur bergerak ke Desa Sekotong Lombok Barat untuk melihat korban banjir juga. Meskipun dari pagi mengelilingi Lombok dari Utara hingga Selatan, Gubernur tetap ingin mengunjungi dan membantu semua di wilayah terkena banjir.

NN/Aya