Refocusing Anggaran Bebani APBD, Ini Penjelasan Sekda NTB

Kegiatan pembangunan tidak sesuai dengan yang diprediksi

MATARAM.lombokjournal.com

Refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 berpengaruh pada alokasi anggaran pembangunan daerah yang sudah ditetapkan. Karena anggaran terkoreksi, Pemprov NTB harus melakukan penyesuaian.

Karena itu, perangkat daerah  didorong bekerja lebih optimal dan berinovasi, Serta melakukan kolaborasi untuk mencari sumber-sumber penerimaan pendapatan daerah.

Penegasan itu disampaian Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs H Lalu Gita Ariadi MSi pada Forum Perangkat Daerah dalam rangka Penyusunan RKPD Tahun 2022 di Lombok Plaza Hotel, Selasa (16/03/21).

“Karena itu mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengatasinya dengan bekerja lebih optimal, berinovasi, melakukan kolaborasi dengan tetap mengedepankan akuntabilitas, untuk mencari sumber-sumber penerimaan pendapatan daerah untuk melanjutkan pembangunan,” kata Lalu Gita Ariadi.

Pada forum yang dihadiri para Asisten Setda Prov NTB dan sebagian besar Kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTB tersebut, Sekda mengungkapkan aspek penerimaan baik yang bersumber dari dana transfer pusat ke daerah menjadi berkurang.

Pengurangan ini juga berdampak pada terjadinya pelambatan penerimaan PAD dari OPD-OPD penghasil.

Lebih parah lagi, kebijakan anggaran pusat itu ditambah dengan pandemi yang berkepanjangan. Selain itu, secara nyata NTB juga berhadapan dengan terjadinya bencana alam hidrometeorologi.

“Seperti hujan berkepanjangan yang menimbulkan banjir, tanah longsor, angin puting beliung yang berakibat pada rusaknya infrastruktur kita di berbagai wilayah,” kata Miq Gita panggilan akrab Sekda NTB.

Persoalan pekerja mmigran

Sekda juga mengungkapkan persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) NTB yang dipulangkan karena diputuskan kontrak kerjanya, yang mengharuskan para pekerja migran harus diisolasi.

Dan jika ada yang positif dibutuhkan perawatan lebih lanjut, dan tentu membutuhkan anggaran dari pemerintah.

“Karena itu sekali lagi diharapkan semua OPD penghasil  di tengah kesulitan saat ini dan dalam forum perangkat daerah ini kita berharap ada solusi-solusi dan harapan-harapan baru agar sumber penerimaan daerah bisa bertambah,” kata Sekda.

Sejumlah perangkat daerah penghasil didorong bekerja lebih optimal d itengah segala keterbatasan saat ini. Potensi-potensi yang ada harus kita optimalkan seperti aset-aset milik Pemprov yang selama ini dikerjasamakan, diharapkan bisa memberi pemasukan bagi daerah,

Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB juga diminta bisa bekerja optimal terutama untuk lebih mendorong para investor-investor yang sudah mengajukan surat ijin usahanya untuk segera merealisasikan rencana-rencana investasinya.

Meski dalam realisasinya DPMPTSP mencatat realisasi penananaman  modal di NTB angkanya cukup baik, namun tetap harus berkoordinasi intens dengan para investor lainnya, seperti  pertambangan  juga untuk segera  merealisaiskan rencana-rencana investasinya.

Ini juga dimaksudkan agar CSR dari para investor ini bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi ekonomi saat ini akibat Covid-19 dan ekonomi masyarakat pun bisa bergerak kembali.

“Mudah-mudahan dari Forum Perangkat Daerah ini juga bisa menghasilkan draf RKPD yang hasilnya bisa mendekati target-target  RPJMD yang sudah ditentukan. Demikian juga pada pembahasan di tingkat klinis dan lainnya  secara teknis diminta Bappeda untuk mendiskusikan dan mempertajam proses ini dengan OPD lainnya.  Harapannya juga agar semua OPD bisa bekerja dengan optimal sesuai dengan direktif pimpinan,” jelas Miq Gita.

Di sisi lain, Sekda juga mengingatkan, agar ASN di lingkungan Pemprov NTB selalu menjadi teladan dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Kita harus melakukan langkah-langkah yang lebih produktif untuk mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar kita tetap aman, sehat dan tetap produktif dalam beraktivitas,” himbaunya.

Ketua Panitia Penyelenggara Forum Perangkat Daerah  NTB, Dr Mahjulan SP MT menyatakan Forum Perangkat Daerah ini dilaksanakan dalam penyusunan RKPD provinsi NTB tahun 2022.

Forum Perangkat Daerah ini sebagai draf penyusunan Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah.

Untuk menjamin kesesuaian Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah dengan Rancangan Awal RKPD tahun 2022, Bappeda melakukan verifikasi Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah.

Rr




Pemprov NTB Disarankan Gagas Lomba Karya Kreatif

Di masa pandemi harus diisi dengan semangat dan kreativitas

lombokjournal.com —

MATARAM — Pandemi Covid-19 setahun terakhir memang berdampak pada sektor ekonomi masyarakat secara nasional, dan khususnya di Provinsi NTB. Apalagi NTB merupakan daerah yang mengandalkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulannya.

Angka penularan Covid-19 yang masih terjadi, di saat perputaran ekonomi harus terus dipacu juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat NTB melalui masa sulit pandemi ini.

Namun, Lembaga Kajian Sosial dan Politik NTB, M16 menilai ada beberapa hal positif juga yang diraih daerah ini sepanjang masa pandemi ini. Banyak tumbuhnya wirausaha baru di bidang kuliner yang menerapkan pola promosi dan penjualan online menjadi salah satu indikatornya.

“Harus diakui, di masa pandemi ini justru kita lihat banyak usaha tumbuh, khususnya bidang kuliner ya. Ini artinya tantangan-tantangan di masa pandemi bisa terurai dan terjawab dengan inovasi-inovasi baru memanfaatkan teknologi digital,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH di Mataram, Selasa (16/03/21)

Menurutnya, hal itu bisa tumbuh karena ide yang muncul dari tantangan kondisi pandemi. Ini juga menunjukan sebenarnya banyak talenta-talenta tersembunyi yang ada di NTB ini.

Didu mengatakan, kuliner hanya salah satu indikator bagaimana ide dan inovasi bisa menjadi solusi di masa pandemi. Di bidang lain tentu banyak masyarakat dan generasi muda yang sudah mampu berkreasi di bidang lainnya. Muaranya ke industri ekonomi kreatif.

Ia mengatakan, untuk memunculkan talenta-talenta tersembunyi ini, M16 menyarankan agar Pemda NTB bisa menggagas kegiatan semacam lomba karya kreatif.

“Nah dengan lomba semacam itu, maka generasi muda kreatif yang selama ini berkarya bisa muncul ke permukaan. Semacam lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) zaman dulu lah,” katanya.

Divisi Litbang M16,  M Zainul Pahmi, M.Pd mengatakan, usulan M16 ini sangat masuk akal. Apalagi, di masa pandemi harus diisi dengan semangat dan kreativitas.

Menurutnya, Pemprov NTB bisa berkolaborasi dengan berbagai stakeholders terkait dalam lomba karya kreatif ini.

“Setelah itu para pemenang lomba yang produk dan gagasannnya menarik dan terbaik harus mulai dibina agar keunggulan NTB ini semakin nampak ke kancah nasional,” ujarnya.

Direktur M16, Didu mengatakan, bahwa lomba semacam itu juga penting dan menjadi bagian dari apresiasi pemda kepada masyarakat yang sudah mau inovatif dan berkarya di masa pandemi.

Me




Kompetisi Inovasi Penanganan Sampah Plastik se-Asean, Akan Dipusatkan di Mandalika

Kompetisi Penanganan Sampah Plastikdi Mandalikan diharapkan lahirkan inovasi pengolahan sampah plastik yang hebat

MATARAM.lombokjournal.com

Kawasan Mandalikan, Lombok Tengah, Provinsi NTB akan menjadi ajang penyelenggaraan kompetisi inovasi penanganan sampah plastik atau Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC)  tingkat Asia Tenggara.

Gubernur Zulkieflimansyah

Kabar tersebut mencuat dari soft Launching Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC) Fase II – Indonesia dan Talkshow “Ide 72 Ribu Dollar untuk Memerangi Sampah Plastik” yang diikuti Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Si., melalui virtual di ruang kerjanya, Selasa (16/03/21).

Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) dari 16 kementerian lembaga bersama UNDP, dengan dukungan dari Kementerian Luar Negeri Norwegia dan Norwegian Agency for Development Cooperation (Norad), akan menyelenggarakan kompetisi Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC) Fase II di Indonesia dan Filipina.

Diketahui,  EPPIC fase II di Indonesia akan dipusatkan di Mandalika, sejalan dengan program Zero Waste yang sedang gencar dilaksanakan Pemprov NTB.

EPPIC merupakan kompetisi di tingkat Asia Tenggara, tujuannya menjaring inovasi penanganan sampah plastik di laut. Kompetisi itu mengajak para inovator untuk membagikan ide-ide cemerlangnya menangani polusi plastik.

Melalui kompetisi itu, para inovaor diberi kesempatan untuk menerima pendanaan awal dan pelatihan inkubasi, untuk membantu mereka memaksimalkan keberhasilan inovasinya.

Program Zero Waste

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB saat ini giat-giatnya mewujudkan program unggulan Zero Waste. Program ini menekankan penerapan pola hidup sehat dan bersih, yang secara garis besar selaras dengan kompetisi EPPIC tersebut.

Diakui Gubernur, program itu gampang diucapkan tapi implementasinya tidak sederhana.

Berbagai kelompok kecil masyarakat telah memilah sampah hingga inisiatif menghadirkan bank sampah di berbagai lokasi di NTB. Namun, hingga saat ini, diakui Gubernur, dampaknya tidak cukup memberikan hasil efektif.

“Karena itu, dengan bantuan dari pihak penyelenggara kami sangat membutuhkan sebuah perusahaan atau teknologi yang serius mengolah sampah plastik ditempat kami sendiri. Sehingga pengelolaan sampah plastik segera diwujudkan guna menunjang keasrian dan kebersihan Mandalika sebagai kawasan superpriority,” ungkap Gubernur.

Mandaika sebagai destinasi super prioritas yang dikembangkan pemerintah, akan diselenggarakan event MotoGP pada akhir tahun 2021 yang akan menghadirkan ratusan ribu penonton dari seluruh penjuru dunia.

Menurut Gubernur, dengan jumlah tamu itu otomatis rentan juga terhadap jumlah sampah plastik yang akan mencemari kawasan, baik di darat maupun lautnya.

Karena itu, penyelenggaraan kompetisi EPPIC di Mandalikan diharapkan lahirnya inovasi pengolahan sampah plastik yang hebat.

“Sehingga perusahaan yang punya teknologi pengolahan sampah mau hadir di tempat kami. Kalau butuh tanah dan infrastrukturnya kami akan siapkan. Kalau pengolahan sampah plastik bisa dilakukan di NTB otomatis memberikan motivasi bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia,” sebut Gubernur.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenkomarves, Nani Hendiarti, mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi hasil laut yang melimpah.

Namun di balik potensi tersebut, ekosistem laut Indonesia memiliki tingkat kerentangan terhadap pencemaran sampah plastik yang berbahaya. Ancaman itu benar-benar berbahaya jika tidak ditangani dengan aksi nyata maupun inovasi-inovasi cemerlang dari semua pihak.

“Kompetisi ini merupakan bukti nyata keterlibatan negara-negara di Asean dalam menangani sampah plastik di laut. Sehingga diharapkan mampu menangani dan meminimalisir pencemaran sampah di laut,” ungkap Nani Hendiarti saat melauncing Launching acara EPPIC Fase II – Indonesia.

Kompetisi ini diharapkan melahirkan inovator-inovator masyarakat dan pemuda untuk menangani sampah plastik dengan teknologi yang berkembang. Sebab, kompetisi ini merupakan salah satu kunci utama untuk mengatasi masalah sampah plastik.

Manikp




Dua Raperda Dibahas DPRD NTB, Raperda Terkait Perangkat Daerah Ditunda

Di tengah wabah Covid -19 tidak mungkin membentuk susunan perangkat daerah

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mewakili Gubernur NTB untuk membacakan penjelasan Gubernur terhadap tiga Raperda yang diajukan Gubernur untuk dibahas DPRD NT, pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Senin (15/03/2021).

Tiga Raperda yang diajukan adalah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), masing-masing Raperda Tentang Penjaminan Mutu dan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan, Raperda Tentang Penyelenggaraan Perpustakaan dan Raperda Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi.

Sekda mengatakan, pentingnya produk pangan yang telah bersertifikasi, yang akan terjamin keamanannya. Apabila tidak berhati-hati dalam memilih produk pangan segar yang diinginkan, konsumen menjadi objek eksploitasi dari pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab.

“Berbicara produk pangan, saat ini banyak penjualan produk pangan yang merupakan hasil impor dari negara lain yang belum jelas keamanannya, sehingga ini akan berdampak pada perlindungan bagi konsumen di Nusa Tenggara Barat,” jelasnya.

Mengenai raperda tentang penyelenggaraan perpustakaan, Sekda menjelaskan lima fungsi penting dari perpustakaan yang harus bisa dijalankan.

Adanya akumulasi pengetahuan di perpustakaan dalam bentuk koleksi karya cetak dan karya rekam, muncul peluang untuk melakukan pendidikan maupun untuk penelitian.

Dalam kaitannya dengan pendidikan dan penelitian ini, peran perpustakaan menjadi sangat sentral, karena dua proses kegiatan itu berawal dan bermuara pada perpustakaan.

Mengutip pasal 28 UUD 1945 tentang hak asasi manusia, dan atas dasar ini pembangunan perpustakaan untuk melayani kebutuhan informasi masyarakat harus diselenggarakan.

“Pasal ini menjadi dasar utama bagi pembangunan perpustakaan umum. Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang dibangun untuk melayani kebutuhan masyarakat umum dalam hal kerusakan serta informasi diberbagai bidang pengetahuan dan kebudayaan,” jelas Sekda.

Mendengar penjelasan tiga raperda itu, Ketua Bapemperda Provinsi NTB, H. Makmun., S.Pd. berpendapat, dua raperda ini dapat dilanjutkan untuk dibahas di tingkat selanjutnya.

Sedangkan raperda Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bamperda berpendapat agar pembahasan raperda ini ditunda.

Karena masih berada di tengah wabah Covid -19, dan tidak memungkin membentuk susunan perangkat daerah.

 

“Pemerintah Daerah harus berkonsultasi kepada Menteri dalam Negeri untuk mendapatkan rekomendasi terhadap hasil pemetaan yang dilakukan,” jelasnya

Sher, Gher




Rusia Jajaki Peluang Investasi di NTB

Gubernur menyambut hangat, dan menyatakan kesiapannya menerima Rusia untuk menjalin kerjasama dan peluang investasi

MATARAM.lombokjournal.com

Sergei Rossomakhov. Trade Representative of The Russian Federation in The Repubic of Indonesia (Perwakilan Dagang Federasi Rusia di Republik Indonesia), bertemu dengan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, di ruang kerja Gubernurdi Mataram, hari Senin (15/03/21).

Kedatangan Perwakilan Dagang Federasi Rusia itu mewakili pemerintahnya untuk penjajakan peluang investasi dan potensi yang dimiliki NTB.

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah menyambut hangat kedatangan Sergei Rossomakhov, dan menyatakan kesiapannya menerima Rusia untuk menjalin kerjasama dan peluang investasi.

“Pemerintah daerah NTB dan saya siap melakukan yang terbaik untuk membantu pemerintah Rusia,” tegas Gubernur,” kata Gubernur.

Dikatakan Gubernur, potensi yang dimiliki oleh NTB sangat beragam. Beberapa peluang tersebut seperti dikatakan terbuka lebar untuk menerima investasi dari Rusia.

Rossomakhov mengatakan, NTB sebagai daerah yang sedang berkembang melihat banyak peluang kerjasama yang dapat ditindaklanjuti.

Selain itu, Sergei Rossomakhov yang didampingi Andrey Mogilevtsev, Counselor of the Russian Embassy dan Maria Mitsura, Senior Expert Trade Representative of The Russian Federation in The Republic of Indonesia banyak bertanya tentang prospek pengembangan infrastruktur, pemabangkit energi dan industry yang dapat dikembangkan di NTB.

Begitupula dengan pariwisata yang kini sedang menggeber pembangunan sirkuit Mandalika untuk perhelatan MotoGP. Beberapa potensi itu seperti pembangunan jalan pendukung dan infrastruktur lain di destinasi wisata seperti skylift Rinjani dan pengembangan Tambora.

Bahkan dengan pengembangan sumber energi terbarukan, Gubernur Zul mengatakan daerah Sumbawa masih terbuka lebar untuk investasi tersebut.

Maria Mitsura juga menyebut pihaknya juga menawarkan kerjasama promosi pariwisata di 85 daerah pecahan Rusia melalui Festival of Indonesia yang digelar tahunan di Rusia.

“Intinya kami masih mencari peluang untuk ikut mengembangkan NTB termasuk rencana engembangan kawasan utara dengan Bandar Kayangan maupun sektor lain yang berpeluang untuk digarap,” jelas Maria.

Bahkan Andrey Mogilevtsev yang pernah berkunjung ke Rinjani dan Tambora mengatakan, sebagai destinasi wisata berkelas dunia dengan kaldera bersejarahnya, Tambora belum banyak dikenal oleh dunia. Oleh karena itu, selain mecari peluang investasi, pemerintah Rusia juga siap membantu promosi pariwisata NTB.

Beasiswa Mahasiswa NTB ke Rusia

Saat itu Gubernur menyinggung pengiriman mahasiswa ke Rusia. Saat ini, telah ada empat mahasiswa NTB yang sedang menempuh pendidikan mulai dari teknologi sampai ekonomi.

Pemerintah Rusia diharapkan memiliki program serupa dengan kuota khusus untuk anak muda NTB.

Sergei Rossomakhov menjelaskan, saat ini pemerintah Rusia melalui kedutaan besar Jakarta membuka 60 beasiswa dengan beragam jurusan pada tahun ini melalui Student exchange melalui Culture Center kedutaan Rusia. Ia mengapresiasi program 1000 Cendekia dan memuji mahasiswa asal NTB yang sedang berada di Rusia.

“Saya pernah bertemu dengan penerima beasiswa asal NTB dan mereka adalah pembelajar yang baik dan cepat beradaptasi,” ujar Sergei.

Rr




Bupati Djohan Ajak Para Pejabat Beri Contoh Tunaikan Bayar Pajak

Diharapkan seluruh ASN menjadi motor penggerak kepatuhan wajib pajak

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH mengajak para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) memberi contoh pada masyarakat kewajiban membayar pajak.

“Berdasarkan ketentuan yang berlaku, wajib pajak menyampaikan laporan melalui e-filing SPT Tahunan. Oleh karena itu, para pejabat dan seluruh ASN memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban membayar pajak,” tuturnya.

Hal itu dikatakan Bupati saat membuka Pekan Panutan Pajak Penyampaian SPT Tahunan e-filing, Penghasilan Orang Pribadi Tahun Pajak 2020, di Aula Kantor Bupati, Senin (15/03/21).

Dalam acara itu Bupati didampingi Wabup Danny Karter, Kabid Penyuluhan dan Humas Kanwil DJP Nusa Tenggara, Dwi Joko Kristanto.

Bupati Djohan mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang berat, namun berkat kesungguhan, kerja keras dan sumbangsih seluruh elemen masyarakat dapat melewatinya dengan baik.

Semua pihak diajak bangkit bersama dengan memberikan berkontribusi nyata dari hasil yang paling kecil serta di mulai dari diri kita. Dalam bentuk mengikuti Pekan Panutan SPT Tahunan melalui e-filing di KLU.

Acara Pekan Panutan Pajak disambut baik Bupati, dan ditegaskannya warga negara agar memenuhi kewajiban membayar dan melaporkan pajak melaui e-filing kepada negara.

Kegiatan Pekan Panutan Pajak Kantor Pajak Mataram Timur bertujuan memberikan informasi dan bimbingan penggunaan e-filing, yang dapat menambah pengetahuan dalam menyampaikan SPT.

“Diharapkan seluruh ASN menjadi motor penggerak kepatuhan wajib pajak menyampaikan laporan SPT tahunan pajak. Pesan saya kepada ASN dapat mengikuti kegiatan,” tandasnya.

Pendapatan menurun

Kabid Penyuluhan dan Humas Kanwil DJP Nusra Dwi Joko Kristanto dalam sambutannya mengatakan, pandemi Covid menyebabkan banyak sekali usaha yang mengalami pemunduran. Pendapatan negara menurun, lantaran sebagian masyarakat menghentikan kegiatan usahanya.

“Menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Instansi Penghimpun Penerimaan Pajak di Provinsi NTB dan NTT, Kanwil DJP Nusra turut merasakan dampak yang disebabkan oleh Pandemi Covid. Namun dengan adanya dukungan dan kontribusi khususnya dari Pemda Lombok Utara, kami dapat menyelesaikan target penerimaan pajak tahun 2020,” imbuhnya.

Pihaknya mengapresiasi adanya pelaporan SPT tepat waktu. Sebagai bentuk terima kasih kepada Pemda KLU, DJP Nusra dan KPP Mataram Timur memberikan piagam kepada beberapa instansi Pemerintah Daerah KLU.

“Kami berharap sinergi yang telah dibangun dengan baik selama ini, dapat meningkatkan penerimaan negara dan daerah pada sektor perpajakan, khususnya di KLU,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan dilakukan pemutaran video testimonial pelaporan SPT Tahunan Bupati Lombok Utara serta pemberian piagam kepada Bupati, Wabup, Ketua DPRD, Kapolres, Pj Sekda dan Kepala Bank NTB Syariah Cabang Tanjung.

Penghargaan Instansi Bersinergi tahun 2020 kepada beberapa OPD, Pemdes, dan ASN/Instansi Pemda yang telah laporan e-filing 100 persen.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHi, Wabup Danny Karter Febrianto ST MEng,  Kepala KPP Mataram Timur Iteng Warih Patriati, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Para Asisten, Para Pimpinan OPD dan Para Camat lingkup Pemda KLU serta undangan lainnya.

sap




Disediakan ‘NTB Mall’, Agar UMKM Lokal Bersaing Pasarkan Produknya

Dengan marketplace ‘NTB Mall’ diharapkan seluruh produk lokal NTB bisa dilihat dunia

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) membangun NTB Mall, sebuah marketplace yang jadi solusi bagi UMKM lokal mempromosikan dan bersaing memasarkan produknya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati, Ketua Dekranasda NTB menegaskan, peluncuran NTB Mall, menjadi harapan dan solusi bagi UMKM di NTB.

Produk UMKM NTB

Ia mengatakan itu dalam acara Pelatihan Peningkatan SDM menuju UMKM Go Digital, Senin (15/03/21), di Hotel Aston Mataram, .

Bunda Niken menjelaskan, UMKM local harus belajar menguasai pemasaran digital. Dimulai dari belajar pemotretan, analisis market, hingga meningkatkan kualitas produk.

“Kita tidak bisa hanya menguasai pemasaran yang biasa saja. Kita ada di era 4.0. Semua orang bermain gadget. UMKM harus juga mampu beradaptasi dengan ini!” jelas Niken.

Pemprov NTB bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota se-NTB akan terus mendukung UMKM agar terus tumbuh dan berkembang.

Di antaranya melalui berbagai pelatihan dan pemberdayaan UMKM lokal melalui JPS Gemilang. Pemprov NTB juga menyediakan marketplace NTB Mall dengan harapan seluruh produk lokal NTB bisa dilihat dunia.

Boby Ciputra, Ketua Pelaksana kegiatan pelatihan besutan Kementrian Kominfo RI itu juga menjelaskan, UMKM memiliki peran yang penting dalam dunia perekonomian Indonesia.

Selain itu sebagai jalan alternatif dalam membuka lapangan pekerjaan yang baru di tengah pandemi.

“Ketika teknologi digital bertambah maju dan pesat maka rasanya perlu kita berbenah. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan SDM sehingga UMKM menjadi lebih handal dan kompeten dalam membangun perekonomian,” jelasnya.

Boby menambahkan, pelatihan tersebut diikuti langsung oleh 30 UMKM lokal NTB dan 100 peserta lainnya yang telah diseleksi secara ketat.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Asisten 2 Setda Provinsi NTB, Wali Kota Mataram, dan Ketua HIPMI NTB.

Novita




Pelantikan TP PKK KLU, Pengurus Baru Diminta Bantu Wujudkan Visi-Misi Pemda

  TP PKK sebagai mitra pemerintah bisa berkontribusi dalam pencapaian hasil pembangunan di KLU, khususnya pembinaan kesejahteraan keluarga

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melantik Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) KLU, Dra Hj Galuh Nurdiyah beserta pengurus dan Pokja I hingga IV TP PKK KLU, masa bhakti 2021-2026, di Aula Kantor Bupati (15/03/21).

Dalam sambutannya, Bupati Djohan dalam berharap, dengan dilantiknya pengurus baru dapat membantu terwujudnya visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.

Menurutnya, keberadaan PKK memiliki peran strategis sebagai lokus pemberdayaan keluarga yang dimotori oleh kaum perempuan.

“Berbagai proses pembangunan, melalui 10 program pokok PKK membantu tugas-tugas pokok pemerintah daerah   khususnya ibu-ibu dan anak-anak dengan indikator terpenuhinya kebutuhan keluarga sosial, dan budaya serta bermanfaat bagi sesama,” kata Bupati.

Program PKK dinilai strategis dan selaras dengan program pemerintah daerah 5 tahun ke depan, karena itu, TP PKK diharapkan dapat menyelenggarakan peran dan fungsi dengan baik.

TP PKK sebagai mitra pemerintah bisa berkontribusi dalam pencapaian hasil pembangunan di KLU, khususnya pembinaan kesejahteraan keluarga.

“Seiring situasi dinamika daerah, saat ini mengalami ‘keterpurukan’ dalam banyak aspek. Akibat bencana gempa bumi pada tahun 2018 dan Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, TP PKK harus lebih optimal menjalankan tugas yang diamanahkan,” urainya.

Disampaikan pula oleh orang nomor satu di Gumi Tioq Tata Tunaq ini, untuk dimaklumi pada tahun 2021 ini APBD KLU menurun drastis, sekitar 300 miliar.

“Saya ingin kita semua menyelesaikan program, dengan kondisi keuangan yang ada saat ini. Saya yakin dan percaya, daerah kita bisa kearah yang lebih maju. Bangkit kesejahteraannya yang merata. Menunjang pemerintah daerah dengan meningkatkan etos kerja,” imbuhnya.

Mitra kerja pemerintah

Ketua TP PKK KLU Dra Hj Galuh Nurdiyah dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Semoga ke depannya lebih mengabdikan diri sesuai tugas pada masing-masing Pokja. Sebgai pengurus PKK merupakan pengabdian dengan sukarela dan ikhlas.

“Oleh karna itu, pandai-pandailah membagi waktu nanti, jika ibu-ibu sudah berkegiatan. Dalam sejarah PKK merupakan mitra kerja pemerintah dari berbagai tingkatannya. Mulai dari tingkat bawah, hingga pusat. Disamping sebagai organisasi kemasyarakatan,” tandasnya.

Secara struktural, semua pengurus mengemban amanah sebagai mitra Pemda dalam kedudukan sebagai TP PKK di KLU.

Hj Galuh Nurdiyah yang mrupakan anggota DPRD KLU ini menjelaskan, PKK bertujuan memberdayakan keluarga dan anak-anak. Etos kerjanya perlu ditingkatkan dari masa ke masa. Sasarannya utama adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga baik lahir maupun batin.

“Seluruh kader PKK mempunyai tanggung jawab besar dalam melaksanakan 10 program PKK. Peran yang mengharuskan kita mengembangkan potensi keluarga dan masyarakat. Sebagai inisiator/fasilitator dalam membangun daerah. Mari kita bekerja sama, bersatu padu dalam membantu Pemda membangkitkan pembangunan daerah,” jelasnya.

Pada rangkaian acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan berita acara dan serah terima memori jabatan dari Pengurus TP PKK masa bhakti 2016-2021 kepada Pengurus TP PKK KLU masa bhakti 2021-2026. Rangkaian acara berjalan lancar dan khidmat, dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19, diakhiri dengan foto bersama.

Selain Wabup Danny Karter Febrianto ST MEng beserta istri, acara pelantikan PKK itu juga dihadiri Penjabat Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Forkopimda KLU diantaranya Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Para Asisten Setda KLU, unsur Persit Kartika Candra Kirana Kodim 1606/Lobar, Bhayangkari Polres Lotara, serta pengurus TP PKK masa bhakti 2021-2026.

sap




NYEPI Tanpa Pawai OGOH-OGOH, Wisatawan Memilih ke Gili

Wisatawan mancanegara berbondon-bondong ke Gili yang terlihat pada hari Minggu, 14 Maret 2021, yang memilih menghindari kondisi sepi di Bali saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943

MATARAM.lombokjournal.com

Hari Minggu (14/03/21), Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi. Tidak hanya di Bali umat Hindu akan berdiam diri di rumah menjalankan  ritual khyusuk, Catur Berata Penyepian. Yaitu amati geni atau tidak menyalakan api. Amati karye atau tidak bekerja. Amati lelungan atau tidak bersenang-senang. Dan amati lelanguan atau tidak bepergian.

Tapi ritual Catur Berata Penyepian bukan satu-satunya ritual yang dijalani umat Hindu selama Nyepi, karena banyak ritual sebelum dan sesudahnya. Seperti Melasti, Bhuta Yajna, Yoga/Brata, Ngembak Agni/Labuh Bratah, sampai Dharma Shanti.

Beberapa tempat yang biasa memeriahkan Perayaan Hari Raya Nyepi dengan acara-acara khas masing-masing, seperti Malang, Boyolali, Probolinggo, (Jawa Timur), Candi Prambanan (Jawa Tengah), Kupang (NTT), Pantai Losari (Makassar) dan Mataram (NTB).

Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pawai meriah yang biasa dilakukan sehari sebelum Nyepi seperti halnya di Bali, yaitu Pawai Ogoh-ogoh. Pawai budaya ini biasanya selalu menarik minat masyarakat untuk meyaksikannya, menikmati tontonan beragam bentuk Ogoh-ogoh yang digelar oleh pemuda-pemuda banjar di Mataram.

Secara simbolik, pawai ini dimaksudkan untuk mengusir nafsu atau hawa buruk dari muka bumi.

Seperti halnya yang terjadi di Bali, Pawai Ogoh-ogoh menjadi salah satu perayaan Nyepi yang paling ditunggu-tunggu warga dan wisatawan. Demikian halnya di Mataram. Tentu saja di Bali lebih semarak karena mayoritas warganya adalah pemeluk Hindu.

Namun di masa pandemi virus Corona ada aturan-aturan untuk mencegah, salah satunya aturan jarak fisik dan menghindari adanya kerumunan, hingga pembatasan perjalanan, maka terkait Pawai Ogoh-ogoh akhirnya juga terdampak pandemic.

Pawai Ogoh-ogoh pada Hari Raya Nyepi 2021 atau Tahun Baru Saka 1943, ditiadakan. Pemerintah Kota Mataram meniadakan kegiatan ini sebagai Langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa, pekan lalu.

“Pawai ogoh-ogoh ini kita tiadakan lagi karena pandemi COVID-19 masih terjadi. Apalagi kasus COVID-19 di Mataramm terus bertambah,” katanya.

Menurut Swandiasa, kebijakan Pemkot Mataram sudah dipedomani dengan baik oelh umat Hindu di Mataram khususnya. Itu bisa dilihat tidak adanya umat Hindu yang membuat ogoh-ogoh secara masif seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kalau ada yang sudah telanjur membuat Ogoh-ogoh, diharapkan mengarak ogoh-ogohnya hanya di sekitar banjar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, melalui gerakan 5M.

Wisatawan berbondong-bondong ke Gili

Hari Raya Nyepi di masa pandemi suasana di Bali memang berbeda dengan di Mataram, Lombok. Bayangkan, termasuk wisatawan pun di Bali dilarang keluar rumah selama Nyepi. Tapi di Lombok, yang mayoritas penduduknnya beragama Islam, meski tetap bertoleransi menjaga ketenangan dan kesopanan, tidak ada aturan yang melarang warga keluar rumah. Apalagi bagi wisatawan.

Wisatawan di Gili

Selama Hari Nyepi, pelaku pariwisata di Lombok, khususnya di tiga gili yakni Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan ketiban rezeki. Dilaporkan, tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok meningkat selama libur Hari Raya Nyepi 2021.

Wisatawan mancanegara mulai berbondon-bondong ke Gili yang terlihat pada hari Minggu, 14 Maret 2021. Sebagian besar mereka datang dari Bali, yang memilih menghindari kondisi sepi saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943

Lumayan wisatawan yang datang ke tiga gili. Jumlahnya mencapai 40 persen dari posisi zero selama pandemi Covid-19. Itu diungkapkan  Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, sehari menjelang Hari Nyepi.

Menurut Kusnawan, peningkatan itu terjadi karena limpahan wisatawan yang ingin menikmati liburan di luar Pulau Bali selama Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Minggu, 14 Maret 2021. Jadi para wisatawan itu hanya melakukan pemesanan kamar selama periode libur akhir pekan saja.

“Ini untuk libur Nyepi saja bookingnya,” jelas Kusnawan.

Bagaimana dengan wisatawan yang berlibur di Senggigi, Lombok Barat? Memang ada peningkatan sekitar 20 persen, tapi jumllah itu didominasi wisatawan lokal untuk weekend.

 Ketua Senggigi Hotel Association (SHA), I Ketut M. Jaya Kusuma, mengakui memang ada perkembangan pada libur panjang Hari Raya Nyepi. Namun didominasi staycation, dan diakuinya merupakan wisatawan lokal yang berasal dari Kota Mataram.

Tentu saja jangan dibandingkan tahun lalu, yang jumlah pemesanan kamar jauh lebih banyak. Tapi tahun 2021, akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung selama satu tahun, sangat sedikit tamu yang menginap di Senggigi.

Rr

 

 




Bupati Djohan Inginkan NU dan Muhammadiyah Jadi Satu Tanpa Perbedaan

Diharapkan program PCNU KLU mendukung program-program pemerintah daerah

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH saat membuka Konferensi Cabang ke-3 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Utara, di Ponpes Assa’diyah, Desa Sigar Penjalin Tanjung (14/03/21), mengungkapkan peran organisasi besar NU dan Muhammadiyah dalam perjuangan bangsa.

Bupati H Djohan Sjamsu

Bupati Djohan dalam sambutannya menyampaikan, melihat sejarah jauh sebelum kemerdekaan, NU dan Muhammadiyah sudah memberikan peran besar bagi bangsa. Hingga saat ini peran dua organisasi tersebut luar biasa, terlebih NU.

Bupati Djohan yang saat itu didampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto, mengungkapkan alasannya menjadi pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KLU.

“Walaupun saya sebagai Ketua Muhammadiyah KLU, tetapi partai saya PKB. Karena saya ingin Muhammadiyah dan NU menjadi satu tanpa perbedaan berarti. Setiap langkah perjuangan yang kita lakukan melibatkan organisasi besar di Lombok Utara. Oleh karena itu mudah-mudahan dengan Konferensi Cabang NU Lombok Utara ini, nantinya menghasilkan tokoh yang akan menjadi pimpinan NU di Lombok Utara,” tuturnya.

Diharapkan, program kerja NU KLU ke depan mendukung program-program Pemerintah Daerah.

Diceritakan, Bupati Djohan pun pernah ditanya oleh seorang Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah terkait dirinya Ketua PKB. Dianggap luar biasa, lantaran satu-satunya di Indonesia, Ketua Muhamadiyah sekaligus Ketua PKB.

“Tujuan saya hanya ingin bagaimana NU dan Muhammadiyah bisa berkiprah dengan baik di Lombok Utara. Untuk itulah kami berdua, mohon dukungan sepenuhnya kepada pengurus NU di Lombok Utara, agar memberikan dukungan penuh kepada pemda yang saya pimpin sekarang. Persoalan daerah ini masih berat, terutama pascagempa bumi, rumah rusak berat sampai hari ini masih banyak belum terselesaikan pembangunannya dan  pemerintah pusat menargetkan harus selesai pada Bulan April,” tandasnya.

Karena itu, Bupati Djohan memberikan tugas khusus kepada Wabup Danny untuk menangani persoalan RTG yang belum terselesaikan hingga kini. Suksesnya Wabup dalam menyelesaikan persoalannya membutuhkan dukungan dan peran semua pihak untuk membantu.

“Untuk pengurus yang terpilih nantinya diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah. Kita tahu kejadian gempa tahun 2018 itu, memang bencana dan Allah memberikan cobaan bagi kita semua, tetapi kita ambil hikmah. Tentu dengan banyak bantuan diberikan oleh pemerintah pusat baik itu Pembangunan RTG dan lain-lain. Tinggal bagaimana bersama menata KLU ke depan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Belum punya sekretariat

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah NU NTB Ir H Lalu Winengan MM menyampaikan, saat ini kepengurusan NU sudah ada di masing-masing kabupaten. Hanya saja, yang belum punya sekretariat yaitu KLU.

Semoga Pemda KLU bisa membantu dengan keikhlasannya nanti dalam memberikan lokasi, agar bisa terbangun dan memiliki sekretariat di KLU.

Plt Ketua PCNU KLU, Ustadz Hamdan MPd menyampaikan, dengan dimulainya Konfercab NU dan usainya kepengurusan yang lama periode 2015-2020 dinyatakan demisioner. Kepengurusan harusnya  sudah terbentuk, namun karena situasi Covid-19 dilaksanakan tahun ini.

Kegiatan dengan menerapkan Prokes Covid-19 itu dilanjutkan dengan pengajian yang diisi Prof Dr KH Asep Saepudin MA. Diakhiri dengan penyerahan bingkisan berupa buku oleh Wakil Ketua PW NU NTB kepada Bupati dan Wabup serta Kapolres Lotara.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PP Persatuan Guru NU Prof KH Asep Saefudin MA, Kadis Dikbud Provinsi NTB Dr H Aidy Furkon MPd, Ketua DPRD KLU Nasrudin SHi, Kapolres Lotara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, unsur Pimpinan OPD KLU, tamu undangan serta masyarakat setempat.

rar