Oknum Karyawan Diduga Selewengkan Dana, Bank NTB Syariah Bersiap Lapor Polisi

Temuan penyelewenangan dana tersebut berkat progres Kukuh Rahardjo dalam memberantas budaya kecurangan atau fraud di internal Bank NTB Syariah

MATARAM.lombokjournal.com

Koalisi LSM dan Masyarakat Sipil menggelar aksi di Kantor Bank NTB Syariah, Kota Mataram, Jumat, 26 Maret 2021.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pengusutan terhadap penyelewengan dana Bank NTB Syariah oleh salah seorang oknum supervisor atau penyelia pelayanan non tunai Bank NTB Syariah berinisial PS. Nilainya mencapai Rp10 miliar.

Menanggapi itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo, memberikan apresiasi terhadap masukan dari masyarakat terhadap Bank NTB Syariah.

“Bank NTB Syariah memberikan apresiasi kepada masyarakat atau lembaga- lembaga yang telah memberikan masukan dan dorongan untuk segera menyelesaikan permasalahan ini secara tegas dan transparan agar menjadi perhatian seluruh insan Bank NTB Syariah di dalam mengemban amanah secara lebih bertanggung jawab,” kata Kukuh saat ditemui di kantornya di Mataram, Jum’at (26/03/21).

Dia mengatakan, temuan dugaan penyelewengan dana oleh seorang oknum karyawan berinisial PS tersebut berkat perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank NTB Syariah.

Temuan penyelewenangan dana tersebut berkat progres Kukuh Rahardjo dalam memberantas budaya kecurangan atau fraud di internal Bank NTB Syariah sejak pertama kali bertugas pada 2018.

“Temuan ini merupakan salah satu hasil dari perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank NTB Syariah sejak dikonversi pada 2018. Apa yang kami lakukan dengan melakukan rotasi bagi pejabat yang masa jabatannya lebih dari dua tahun,” ujarnya.

Strategi yang dilakukan Bank NTN Syariah dalam mencegah fraud tersebut dengan melakukan rotasi terhadap pejabat Bank NTB Syariah yang masa tugas di atas dua tahun.

“Ini adalah salah satu kebijakan manajemen, selain untuk melakukan pemuktahiran pada tugas dan tanggung jawab, sekaligus upaya untuk mencegah fraud. Alhamdulillah temuan ini diketahui oleh manajemen setelah adanya rotasi,” katanya.

Saat penyelia pelayanan non tunai berinisil PS diganti, pejabat pengganti menemukan kejanggalan dalam transaksi yang selama ini dilakukan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke manajemen, dan selanjutnya didalami.

“Pejabat pengganti pada saat itu menjalankan tugas ditemukan adanya kejanggalan dan dilaporkan oleh manajemen. Kemudian manajemen secara cepat melakukan perintah kepada divisi terkait untuk mendalami. Alhasil, memang terdapat adanya kejanggalan dari transaksi,” paparnya.

Kukuh menjelaskan, dari kasus tersebut tidak ada nasabah yang dirugikan. Karena memang dana yang diambil PS dan ditransfer ke tiga rekening fiktif miliknya adalah dana Bank NTB Syariah sendiri, di luar dana nasabah.

“Namun kami pastikan tidak ada kerugian di pihak nasabah, karena sebenarnya pencatatan ini di bank yang memang transaksinya disalahgunakan oleh oknum pelaku,” imbuhnya.

Bank NTB Syariah menemukan kejanggalan tersebut pada Januari 2021. Kemudian setelah didalami dan ditemukan transfer dana mencurigakan, kemudian dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Februari 2021. Bahkan, oknum berinisial PS diduga menyelewengkan dana sejak 2012 silam.

“Langkah pertama kita melapor kejadian pada OJK yang mengawasi perbankan karena kita memiliki komitmen yang tegas dan tidak mentolerir penyalahgunaan kewenangan, sehingga tidak ada konspirasi maupun niat buruk,” jelasnya.

Saat ini Bank NTB Syariah tengah mengumpulkan bukti-bukti lengkap untuk membawa kasus tersebut ke ranah Kepolisian. Manajemen berharap jika kasus tersebut masuk ke ranah hukum, maka akan dapat diselesaikan dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Kami saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti sebelum kami menyampaikan laporan kepada kepolisian. Mudah-mudahan pihak kepolisian bisa membantu untuk mengungkapkan dengan jelas,”

Sementara oknum berinisial PS yang sejak menerima SK Rotasi tidak masuk kerja, saat ini tengah mengalami amnesia atau lupa ingatan. Untuk menyelidiki kebenarannya, maka Bank NTB Syariah tengah bersiap melaporkan ke Kepolisian.

“Kenapa kami melaporkan ke OJK dan kepolisian, kami sudah mengirim empat kali undangan pertemuan kepada yang bersangkutan dan yang bersangkutan menurut keluarga mengalami amnesia,” jelasnya.

“Boleh-boleh saja alasan yang bersangkutan sakit, tapi biarkan Kepolisian yang menyelidiki,” tukasnya.

Me (*)




APBD Lombok Utara Tahun 2021 Turun, Bupati Djohan: Tantangan Pasca Gempa dan Pandemi

Pembangunan Kantor Bupati dan DPRD direncanakan terlaksana tahun 2021, sebagai kenang-kenangan pemerintahan periode ini

TANJUNG.lombokjournal.com –

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH menjelaskan, penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2021.

Penjelasan itu disampaikannya saat melakukan kunjungan Safari Jum’at dalam Program Memaraq di hadapan jama’ah Masjid  lAl Faruq  Dusun Bayan Timur (26/03/21),

Dikatakannya, tahun 2021 Lombok Utara cukup berat pascagempa dan kini berhadapan pandemi Covid 19.

Kendati demikian, Pemda KLU berusaha bukan hanya mengandalkan anggaran daerah, namun juga mengusahakan mendapatkan donatur pembiayaan dari luar, guna kelancaran pembangunan di Lombok Utara.

Kegiatan Safari Jum’at bersama sekaligus bersilaturahmi, sejak sebulan menjabat sebagai Bupati Lombok Utara menjalankan rangkaian Program Memaraq ke tempat ibadah.

Masjid Al Faruq merupakan masjid keempat yang dikunjungi untuk bertemu dengan lapisan masyarakat Lombok Utara, khususnya masyarakat Bayan.

“Kondisi ini saya jelaskan agar epe pada renten selapuq (kita semua) maklum. Kalau ada keterlambatan tetapi pemda terus melakukan tindaklanjut mencari solusi terbaik. Harap epe pada (kita) maklum,” tandasnya.

Namun pembangunan harus berjalan lancar. Contohnya, pembangunan Kantor Bupati dan DPRD direncanakan dapat terlaksana tahun ini, sebagai kenang-kenangan pemerintahan periode ini, jelas Bupati.

Selanjutnya, pembangunan jalan pada kawasan lingkar utara yang dicanangkan menjadi pusat perekonomian masyarakat Lombok Utara, diusahakan untuk dibangun dengan estimasi biaya 750 miliar.

“Jika kita berkomitmen membangun daerah ini, insya Allah akan mampu melaksanakannya. Kita mesti kompak bersatu renten-renten membangun daerah kita,” tuturnya.

Setelah gempa kondisi hingga saat ini, banyak masjid yang belum terbangun, beberapa bantuan dari pihak swasta dan donatur termasuk dari yayasan  Amirul Ummah.

Ucapan terima kasih disampaikan Bupati Djohan kepada Yayasan Amirul Ummah mewakili masyarakat Bayan dan Lombok Utara atas partisipasinya membangun Masjid Al Faruq tersebut.

BACA JUGA: 

Bupati Jelaskan RTG Belum Tuntas, Masyarakat Diminta Pupuk Kebersamaan

Hadir mendampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto ST MEng, Ketua DDII NTB TGH Muharrar Mahfudz, Plt Asisten III Drs Abdul Hamid, Inspektur Inspektorat H Zulfadli SE, Kadis Kesehatan dr H Lalu Bahrudin, Kadis Sosial Drs Faisol MSi.

Hadir mendampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto ST MEng, Ketua DDII NTB TGH Muharrar Mahfudz, Plt Asisten III Drs Abdul Hamid, Inspektur Inspektorat H Zulfadli SE, Kadis Kesehatan dr H Lalu Bahrudin, Kadis Sosial Drs Faisol MSi.

Rr

 




Wabup Dani Karter Berdialog dengan Seniman di Sokong, Tanjung

Wabup Danny minta Dinas Pariwisata menjalin sinergi dengan seniman

KLU.lombokjournal.com

Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Danny Karter Febrianto,ST MEng,  mengatakan kemampuan di bidang seni harus jadi hal dasar yang dimiliki setiap orang.

Pasalnya, seni dan kebudayaan adalah elemen penting yang akan menunjang pembangunan KLU. Karenanya, peran pegiat seni sangat dibutuhkan.

Hadir di kegiatan Kamis Sastra, Kamis (25/03/1) di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Wabup pun mengaku seorang seniman di bidang perencanaan tata kota sebagai media seninya.

“Saya juga seniman. Merancang tata kota itu juga bagian dari kesenian,” ujar Wabup, sembari menjelaskan sebelum jadi Wabup pihaknya pernah bekerja di bidang penataan kota.

Saat ini, banyak pegiat seni KLU terkesan ‘berjalan sendiri’. Sehingga pemerintah tidak memiliki data pasti mengenai jumlah mereka.

Hal tersebut membuatnya mendorong Dinas Kebudayaan untuk melakukan pendataan dan nantinya menyusun kalender kebudayaan agar KLU tak sepi kegiatan kesenian.

Lebih jauh, Wabup Danny pun meminta Dinas Pariwisata menjalin sinergi dengan seniman, guna memberi ruang ekspresi yang lebih bagi seniman.

“Harus ada sinergi antara pariwisata, kebudayaan dan pemuda,” katanya.

Ast




Gerakan ‘Bike to Waste’, Bersepeda Sambil Bersih-bersih Lingkungan

‘Zero Waste’ sebagai gaya hidup dan program unggulan, adalah bagian dari menjaga lingkungansekitar

MATARAM.lombokjournal.com

Menjaga lingkungan dari sampah menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat. Gerakan ‘Bike to Waste’, bersepeda sambil bersih-bersih lingkungan yang dilakukan rutin di area publik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan KehUtanan (LHK) Provinsi NTB, berkolaborasi dengan komunitas lingkungan IBRA, yayasan WE SAVE dan PT TELKOM menyusur Kali Jangkuk Ampenan.

“Kolaborasi dengan makin banyak pihak adalah solusi sampah. Setiap minggu kita mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan ini dan merapatkan misi NTB Asri dan Lestari bersama stakeholder,” ujar Mulyadi Gunawan, penanggungjawab kegiatan kegiatan di bantaran Kali Jangkuk, Ampenan, Jumat (26/03/21).

Gunawan mengatakan, kegiatan rutin ini sebagai upaya mengingatkan semua orang bahwa ‘Zero Waste’ sebagai gaya hidup dan program unggulan, adalah bagian dari menjaga lingkungan sekitar.

Kali Jangkuk dan Kali Unus adalah etalase yang harus dipastikan bebas dari timbunan sampah, dengan mengangkut sampah yang ditemui di sepanjang bantaran ke TPA.

Di setiap lokasi kegiatan, Dinas LHK NTB mengajak Kabupaten kota dan stakeholder untuk bersama sama menangani masalah selain selalu melibatkan masyarakat sekitar agar tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan dalam keseharian.

Baiq Indraningsih, komunitas lingkungan Ini Baru Banjar (IBRA) mendukung upaya Dinas LHK untuk turun langsung bersama masyarakat membersihkan sampah melalui kegiatan Bike to Waste.

Komunitas IBRA juga menggelar kegiatan rutin dalam isu lingkungan bahkan hingga keluar Kampung Banjar, Ampenan karena kreatifitas dan solusi penanganan sampah lingkungannya.

“Sebagai komunitas yang peduli lingkungan kami juga berjaringan dan bermitra dengan siapa saja yang sama sama support terhadap kelestarian lingkungan”, jelas Baiq Inde.

Selama ini, komunitas beranggotakan aktif 30 orang mendanai gerakan peduli lingkungan dengan mengandalkan iuran anggota dan sumbangan dari masyarakat.

Karena itu, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta BUMN ( PT Telkom), diharapkan berkelanjutan dengan kebutuhan sarana penunjang kegiatan seperti jaring sampah, bak pengangkut sampai gareng yang wajib tersedia di setiap aksi peduli lingkungan.

“Karena kami bersama masyarakat punya visi jelas bagaimana mewujudkan kepedulian pada lingkungan meski dengan sarana yang masih terbatas”, tambahnya.

GM Telkom Witel NTB, Syaiful Rohman yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut juga ingin ambil bagian dalam mendukung kepedulian lingkungan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Dikatakannya, PT Telkom   membuka diri untuk bekerjasama dengan siapa saja karena komitmen perusahaan yang besar terhadap isu lingkungan.

“Ini baru permulaan. Ke depan dengan support dari program CSR, kegiatan bersih sampah ini makin rutin dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman,” ujar Bang Ipung, sapaan akrabnya.

jm/aff

diskominfotikntb




APBD Terbatas, Wagub Dorong Peningkatan Kreativitas Pejabat  

Jika produktivitas tidak meningkat, mungkin tidak bisa mencapai goal target yang ditawarkan

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah mengingatkan, dalam kondisi keterbatasan APBD seperti saat ini, agar para Kepala OPD lingkup Pemprov NTB lebih mengedepankan inovasi, kreativitas dan kesungguhan dalam pengabdian.

Hal itu disampaikannya, usai melantik 9 Pejabat Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang baru dilantik, Jum’at (26/03/21)

Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi ini mengingatkan, agar bisa amanah dalam menjalankan pengabdiannya. Dan ia mendorong pejabat agar kreativitas saat ini harus  menaingkat dari sebelumnya.

Jika produktivitas tidak meningkat, mungkn tidak bisa mencapai goal target yang ditawarkan, dan pejabat baru yang dilantik bisa mengetahui visi dan misi NTB Gemilang.

“Karena bagaimana pun juga kalau kita bekerja tak tahu tujuannya, maka tidak bisa menjalankan visi dan misi NTB Gemilang. Karena itu tolong dipelajari, dipahami betul dan diyakinkan dalam melaksanakan tugasnya,” pinta Wagub.

Wagub mengingatkan Kembali bagaimana menjalin sinergitas. Program tidak bisa dijalankan sendirian. Perlu dibangun dan makin diperkuat manajemen kerja di OPD masing-masing untuk saling menguatkan satu sama lain.

“Ingat saya berharap manajemen kerja organisasi yang saudara-saudara pimpin mulai dari pejabat struktural yang ada hingga seluruh pegawai di tingkat bawah, untuk seluruhnya dijadikan sebagai satu kekuatan  dan saling menguatkan satu sama lain,” ujar Ummi Rohmi.

Diibaratkan, dalam satu bangunan harus ditopang oleh banyak pondasi. Pondasi  satu dengan pondasi lainnya saling menguatkan dan saling bersinergi menghasilkaan satu kekuatan.

Pimpinan hendaknya bisa mensiasati untuk bagaimana  memanfaatkan peluang dan potensi yang ada dan tidak sekali-kali bekerja hanya mengharapkan APBD. Maksud Wagub, OPD harus benar-benar bisa berkreasi, berinovasi bagaimana   merangsang APBN sebanyak mungkin bisa masuk ke NTB.

Selanjutnya, bagaimana merangkul dunia usaha, swasta  untuk bisa berkontribusi pada program-program yang sudah digagas. Dan bagaimana juga bisa merangkul seluruh elemen masyarakat guna mensukseskan program pembangunan di NTB.

Ditambahkan, dalam keadaan sulit saat ini hendaknya pejabat baru bisa lebih banyak belajar dari para seniornya untuk mengatasi hal-hal yang sulit dalam bekerja. Berkoordinasi sangat diperlukan untuk memecah kesulitan yang dihadapi.

“Dan saya ingin agar progress atas kemajuan yang cepat bisa terlihat di masa yang sulit ini.  Kita menyadari  tentu ini tantangan yang tidak mudah. Namun saya yakin semakin besar tantangannya semakin semangat kita dalam bekerja. Kuncinya mari berkolaborasi dan bekerjasama,” Wagub menandaskan.

Tidak lupa diingatkan, para pejabat yang baru dilantik saat pandemi Covid-19 masih berlangsung, agar tetap memberikan contoh kedisiplinan dalam menerapkan Protokol Kesehatan berupa 5 M. Dalam pandemi Covid-19, agar masyarakat bisa tetap hidup nyaman, sehat dan tetap produktif dalam bekerja.

“Tetap terapkan 5 M dan memberi keteladanan kepada masyarakat dan penggunaan teknologi yang makin ditingkatkan. Insya Allolh jika itu semua kita disiplin tanggungjawab bersama dalam mewujudkan NTB Gemilang benar-benar bisa tercapau dengan baik,” tutup Wakil Gubernur NTB..

Herikp

@diskominfotik




PKK Siap Gerakkan Program Srategis, Dukung Misi NTB Gemilang

Berbagai program yang akan di laksanakan di antaranya program strategis AKU HATINYA PKK

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, beberapa program strategis siap digerakkan untuk mendukung visi misi NTB Gemilang.

“Pengurus TP PKK NTB harus mau, harus tahu, dan harus mampu untuk menggerakkan keluarga-keluarga di NTB,” tegas Bunda Niken, sapaan akrab Ketua TP PKK NTB saat menutup Rakerda, Jumat (26/03/21).

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat sukses digelar di Gedung Graha Bhakti Praja pada 25-26 Maret 2021.

Isteri Gubernur NTB tersebut menjelaskan, berbagai program yang akan di laksanakan di antaranya program strategis AKU HATINYA PKK. Melalui program ini ketersedian kebutuhan rumah tangga dapat diwujudkan melaui pemanfaatan pekarangan rumah.

Hal ini dilakukan dengan menjalankan budidaya sayuran yang terintegrasi dengan ikan. Program ini dinilai mampu menurunkan angka stunting, sebab kebutuhan masyarakat akan sayur mayur serta protein dapat terpenuhi bilamana program ini dapat diseriusi.

Masa 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) terdiri atas 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan buah hati juga menjadi fokus TP PKK. Kini tak hanya parenting yang turut diberdayakan, TP PKK disebutkan Bunda Niken mendapatkan tugas tambahan untuk memperhatikan 1000 HPK.

“Parenting bukan hanya mengasuh anak dan remaja, tapi 1000 HPK juga menjadi  tugas PKK yang lebih luas,” jelas Bunda PAUD Nasional tersebut.

Literasi keluarga tak luput dari sorotan, Bunda Niken berpesan kepada seluruh TP PKK Se-NTB dari Kabupaten/Kota hingga Desa untuk menggencarkan kampanye membaca minimal 30 menit dalam sehari.

TP PKK di Kabupaten dan Kota diminta harus menyelenggarakan seminar atau webinar terkait peningkatan minat baca masyarakat melalui keluarga.

“TP PKK di kabupaten dan kota harus menyelenggarakn seminar atau webinar agar minat baca masyarakat kembali timbul. Minimal baca 30 menit sehari membaca,” jelasnya.

Selain itu, program Keluarga GAGAH BENCANA (Keluarga NTB yang Tanggap dan Tangguh terhadap bencana), juga akan diseriusi oleh PKK. Sebab NTB juga merupakan salah satu daerah rawan bencana.

Karena itu kampanye terkait mitigasi bencana dan penanggulangan bencana juga diemban oleh TP PKK NTB ke depan.

Bunda Niken berharap, berbagai program strategis yang telah dirumuskan dalam Rakerda tersebut diharapkan Bunda Niken mampu digerakkan dan dijalankan oleh TP PKK NTB.

Komitmen, kekompakan, dan menjaga sinergitas dengan berbagai mitra dan stake holder terkait program strategis juga diharapkan terus dijunjung tinggi oleh setiap anggotanya.

novita

diskominfotikntb




Wagub Tinjau Vaksinasi di Mataram, Keinginan Masyarakat Divaksin Covid-19 Tinggi

Kegiatan posyandu keluarga diminta terus aktif, jangan karena Covid-19 penyakit yang lain terabaikan

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid -19 di Posko Posyandu Keluarga Pagesangan, Kantor Camat Mataram dan Kantor Camat Ampenan di Kota Mataram, Kamis (25/03/21).

Melihat antusiasme masyarakat terhadap kegiatan vaksinasi Covid-19 ini, Wagub menjelaskan tentang manfaat dan pentingnya vaksinasi demi memberikan perlindungan pada tubuh untuk melawan virus Covid – 19.

“Keinginan masyarakat untuk divaksin tinggi, vaksin yang diberikan masyarakat harus segera direalisasiakan karena vaksin tersebut tidak boleh lama – lama diendapkan. Sehingga apabila dilokasi satu lambat, maka harus dioper ke lokasi lain yang lebih cepat, agar vaksin lebih cepat habis dan didrop kembali supaya proses vaksinasi di NTB berlangsung dengan cepat,” terang Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini.

Disisi lain, Ia juga mengharapkan agar kegiatan posyandu keluarga dapat terus aktif dilaksanakan meski di tengah pandemi Covid-19. Agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

Karena, tidak hanya Covid-19 yang dihadapi, namun juga berhadapan dengan masalah kesehatan yang lain.

“Posyandu keluarga ini dilakukan juga agar pendataan terhadap keluarga bisa berjalan, supaya jangan karena Covid-19 penyakit yang lain terabaikan. Tetapi ada penyakit DBD, penyakit menular dan tidak menular, gizi buruk dan sebagainya. Semua harus terpantau dengan baik,” pinta Ummi Rohmi.

Hingga hari ini, total vaksinasi Covid-19 di Provinsi NTB yang terdiri dari tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia untuk dosis pertama sejumlah 91.503 orang dan dosis kedua sejumlah 38.633 orang.

Sher

@Diskominfotikntb




APBD Lombok Utara Tahun 2021 Turun, Bupati Djohan: Tantangan Pasca Gempa dan Pandemi

Bupati dan Wabup Safari Jum’at Program Memaraq di Masjid Al Faruq Bayan Timur

TANJUNG.lombokjournal.com –

Saat melakukan kunjungan Safari Jum’at dalam Program Memaraq di hadapan jama’ah Masjid  lAl Faruq  Dusun Bayan Timur (26/03/21), Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menjelaskan penurunan Anggaran Pendanpatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Dikatakannya, tahun 2021 Lombok Utara cukup berat pascagempa dan kini berhadapan  pandemi Covid 19.

Kendati demikian, Pemda KLU berusaha bukan hanya mengandalkan anggaran daerah, namun juga mengusahakan mendapatkan donatur pembiayaan dari luar, guna kelancaran pembangunan di Lombok Utara.

Kegiatan Safari Jum’at bersama sekaligus bersilaturahmi, sejak sebulan menjabat sebagai Bupati Lombok Utara menjalankan rangkaian Program Memaraq ke tempat ibadah.

Masjid Al Faruq merupakan masjid keempat yang dikunjungi untuk bertemu dengan lapisan masyarakat Lombok Utara, khususnya masyarakat Bayan.

“Kondisi ini saya jelaskan agar epe pada renten selapuq (kita semua) maklum. Kalau ada keterlambatan tetapi pemda terus melakukan tindaklanjut mencari solusi terbaik. Harap epe pada (kita) maklum,” tandasnya.

Namun pembangunan harus berjalan lancar. Contohnya, pembangunan Kantor Bupati dan DPRD direncanakan dapat terlaksana tahun ini, sebagai kenang-kenangan pemerintahan periode ini, jelas Bupati.

Selanjutnya, pembangunan jalan pada kawasan lingkar utara yang dicanangkan menjadi pusat perekonomian masyarakat Lombok Utara, diusahakan untuk dibangun dengan estimasi biaya 750 miliar.

“Jika kita berkomitmen membangun daerah ini, insya Allah akan mampu melaksanakannya. Kita mesti kompak bersatu renten-renten membangun daerah kita,” tuturnya.

Setelah gempa kondisi hingga saat ini, banyak masjid yang belum terbangun, beberapa bantuan dari pihak swasta dan donatur termasuk dari yayasan  Amirul Ummah.

Ucapan terima kasih disampaikan Bupati Djohan kepada Yayasan Amirul Ummah mewakili masyarakat Bayan dan Lombok Utara atas partisipasinya membangun Masjid Al Faruq tersebut.

BACA JUGA:

Bupati Jelaskan RTG Belum Tuntas, Masyarakat Diminta Pupuk Kebersamaan

Hadir mendampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto ST MEng, Ketua DDII NTB TGH Muharrar Mahfudz, Plt Asisten III Drs Abdul Hamid, Inspektur Inspektorat H Zulfadli SE, Kadis Kesehatan dr H Lalu Bahrudin, Kadis Sosial Drs Faisol MSi.

Selain itu tampak Manager Operasional Pembangunan Masjid Yayasan Amirul Ummah Abdurrahman, Kapolsek Bayan Kompol Sugi Jaya, Plt Camat Bayan Muslihin SSos, Para Tokoh Agama, beserta jama’ah masjid. Kegiatan diawali dengan sholat jum’at bersama.

Rr




Bupati Jelaskan RTG Belum Tuntas, Masyarakat Diminta Pupuk Kebersamaan

TANJUNG.lombokjournal.com

Hingga tahu 2021 kondisi penanganan RTG belum kunjung tuntas. SK 1 sampai 27 berkisar pada angka 10 ribu unit tersisa, dengan penambahan SK baru berkisar 7.164 unit.

Penjelasan itu disampaikan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Samsju, SH  saat melakukan kunjungan Safari Jum’at dalam Program Memaraq di hadapan jama’ah Masjid  lAl Faruq  Dusun Bayan Timur (26/03/21)

Penundaan pemberian buku tabungan menjadi penting untuk disampaikan, terkait memastikan masyarakat yang berhak menerima, karena terdeteksi 20 persen lebih salah sasaran.

“Saya ingin memulai sesuatu dari yang lurus-lurus saja, saya siap menjadi bupati tidak populer. Itu sebabnya polong renten selapuk tabareng bareng (kita semua bersama) bangun daerah kita. Dengan demikian, semangat kebersamaan ke depan daerah kita, akan semakin bagus,” urainya.

Perwakilan Yayasan Amirul Ummah Abdurrahman, berusaha berkontribusi aktif membangun umat. Disamping dua bidang utama fokus yayasan adalah pembangunan masjid dan pendistribusian Al-Quran.

“Januari kemarin, yayasan telah mendistribusikan Al-Qur’an di Lombok sebanyak 27 ribu buah. Dari Oktober sampai saat ini, distribusi telah mencapai 50 ribu buah. Menyasar daerah rawan bencana dan pedalaman,” ungkapnya.

Masjid Al Faruq merupakan masjid kedua yang akan dibangun Yayasan Amirul Ummah. Sebelumnya telah dibangun masjid di wilayah Sesait Kecamatan Kayangan.

Tujuan kegiatan pembangunan dimaksud, sebagai bentuk partisipasi aktif yayasan membangun umat dan membangun kembali semangat masyarakat yang mendapat cobaan dan musibah.

“Salah satu elemen membangun umat adalah terbangunnya masjid. Begitu juga yayasan mengambil dua fokus utama yaitu masjid dan Al-Qur’an. Dukungan do’a dan harapan atas kelancaran pembangunan masjid dari jama’ah,” harapnya.

Pada acara tersebut, Bupati Djohan meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Al Faruq serta menyerahkan bantuan Baznas KLU yang diperuntukkan bagi masjid dan madrasah setempat.

Hadir mendampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto ST MEng, Ketua DDII NTB TGH Muharrar Mahfudz, Plt Asisten III Drs Abdul Hamid, Inspektur Inspektorat H Zulfadli SE, Kadis Kesehatan dr H Lalu Bahrudin, Kadis Sosial Drs Faisol MSi.

BACA JUGA:

APBD Lombok Utara Tahun 2021 Turun, Bupati Djohan: Tantangan Pasca Gempa dan Pandemi

Selain itu tampak Manager Operasional Pembangunan Masjid Yayasan Amirul Ummah Abdurrahman, Kapolsek Bayan Kompol Sugi Jaya, Plt Camat Bayan Muslihin SSos, Para Tokoh Agama, beserta jama’ah masjid. Kegiatan diawali dengan sholat jum’at bersama.

Rr




Jangan Sampai SDM Lokal Terpinggirkan, Karena Minim Kompetensi dan Keahlian

Kebijakan Pemerintah Pusat adalah menciptakan Manusia yang berkualitas dan berdaya saing

MATARAM.lombokjournal.com

Dunia kerja di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, memiliki kecakapan dan siap terjun ke lapangan untuk bekerja.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si , mengingatkan peserta Pelaksanaan Pemagangan Dalam Negeri, Kabupaten/Kota se-NTB Tahun 2021, untuk memanfaatkan pelatihan sebagai media meningkatkan dan mengasah kemampuan pribadi (Skill) dan keahlian serta kompetensi dalam menghadapi dunia kerja diera pasar global.

“Jadikan pelatihan ini, untuk mengasah kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan dunia usaha, dunia industri atau berwirauaaha,” kata Miq Gite sapaan Sekda NTB.

Sekda menatakan itu mewakili Gubernur NTB, saat membuka Kegiatan Pemagangan Dalam Negeri Program pendidikan dan pelatihan vokasi (PPPV) Angkatan I, Kamis (25/3/2021) di Lombok Plaza Mataram.

Dikatakan, menghadapi persaingan pasar bebas, semua orang dapat bersaing secara terbuka. Jangan sampai SDM lokal terpinggirkan, karena minim kompetensi dan keahlian dalam dunia kerja.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini, manfaatkan dengan baik,” kata mantan Karo Humaspro Prov. NTB ini.

Termasuk, agar meng-upgrade kemampuan memahami dan menyesuikan pelatihan, supaya mengikuti trend dan perkembangan IPTEK. Sehingga tidak tertinggal dalam moderisasi teknologi.

Sekda mengajak Disnakertrans untuk menjalin hubungan kemitraan  dengan perusaahaan dan investor yang ada di NTB. Untuk memprotitaskan SDM lokal.  Termasuk, persiapan hadapi event MotorGP dan event nasional dan Internasional lainnya.

“Ini peran pemerintah, “mengedor pintu perusahaan” untuk memperhatikan tenaga kerja lokal dilingkar perusaahaanya,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Bina Marga Pemagangan Ditjen Binalattas Kemnaker RI, yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya di Kemenaker RI Yanwar, SE., M. Si menyampaikan kegiatan ini merupakan salahsatu solusi meningkatkan SDM, agar  bisa bersaing.

Pelatihan ini juga dapat mengurangi angka pengangguran di NTB.

“Saya berharap, dunia usaha dapat memprioritaskan yang bekerja di NTB adalah anak-anak NTB, bukan tenaga kerja dari luar NTB,” kata Yanwar.

Diakuinya, saat ini semua negara di dunia sedang menghadapi pandemi covid 19, sektor yang sangat terdampak dari pandemi covid 19 di Indonesia adalah sektor ketenagakerjaan.

Karenanya, kebijakan Pemerintah Pusat adalah menciptakan Manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Manusia yang berkualitas dan berdaya saing adalah manusia yang sehat, cerdas, Adaptif, Kreatif, Inovatif, terampil dan bermartabat. Salah satu cara untuk menciptakan manusia berkualitas adalah melalui Program Pemagangan.

“Begitu pentingnya Program pemagangan ini,” kata Sekda.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat Dra. T. Wismaningsih Drajadiah mengatakan, pemagangan ini mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dengan kebutuhan dunia industri.

Kegiatan yang digagas Disnakertrans Prov. NTB menggunakan dana Dekonsentrasi Kemenakertran RI.Tahun 2021, NTB diamanahkan untuk melaksanakan 40 paket pemagangan sebanyak 400 orang.

Tahap pertama ini, diikuti sebanyak 300 orang. Sebanyak 160 orang peserta dari Pulau Lombok dan 140 dari Pulau Sumbawa.

“Pesertanya telah melalui proses dan tahapan seleksi,” kata Kadistrans.

Kegiatan tersebut, dirangkai juga dengan penandatanganan MOU Penyaluran uang saku peserta kerjasama Disnakertrans Provinsi dengan Bank NTB Syariah. Dilanjutkan dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta pelatihan.

Tampak hadir Kepala Disnakertrans se-pulau Lombok, Kepala Bank NTB Syariah, Kepala BPJS Mataram, pimpinan perusahaan penyelenggaraan pemagangan dalam negeri.

Edy

@diskominfotik_ntb