Keberadaan Jozeph Paul Zhang sudah dilacak dan diketahui Bareskrim Polri. Jozeph Paul Zhang penghina Nabi Muhammad cabul dicari-cari polisi.
Ini kabar terbaru tentang kasus Jozeph Paul Zhang. Polisi mendalami berkas penyelidikan terlapor Jozeph Paul Zhang. Berdasarkan data perlintasan Imigrasi, ternyata yang bersangkutan telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018.
Saat ini, Jozeph dikabarkan berdomisili di Bremen, Jerman.
Hal itu sejak awal sudah diperkirakan Bareskrim Polri. Namun penyelidikan Jozeph Paul Zhang terkait dugaan penistaan agama tidak akan terhalang.
“Kami berkoordinasi dengan Imigrasi dengan baik. Data yang bersangkutan (Jozeph Paul Zhang) meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 dan tercatat belum kembali,” kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Agus Andrianto ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu (18/4/2021).
Jozeph Paul Zhang mengetahui banyak warga Indonesia yang gampang marah sehingga membuat konten video yang memancing emosi masyarakat.
“Dia tahu akhir-akhir ini banyak warga Indonesia gampang sekali marah. Ngomong-lah seperti di video yang viral. Semoga hari kemarin enggak banyak yang batal puasanya,” kata Agus.
Dua peristiwa dugaan penistaan agama kembali terjadi dan menjadi perbincangan publik pekan ini.
Pertama, video Jozeph Paul Zhang yang diduga menghina Islam, sedangkan Desak Made Darmawati yang diduga melakukan penistaan agama Hindu.
Desak Made sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Hindu, meski proses hukum yang berjalan tetap harus dihormati. Aparat juga sudah menindaklanjuti laporan terkait Joseph Paul Zhang.
“Saya mengapresiasi langkah proaktif aparat dalam menindaklanjuti dan mengambil tindakan atas laporan ujaran yang mengandung penistaan dan menimbulkan keresahan,” kata Menag, Yaqut Cholil Qoumas melalui keterangan pers Kemenag RI di Jakarta, Minggu (18/04/2021).
Ia usai bertemu beberapa tokoh agama Kalimantan Utara. Menag minta masyarakat tetap tenang.
“Saya minta masyarakat untuk tetap tenang, mengedepankan kebersamaan dan toleransi di tengah upaya berbagai pihak mengadu dan memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Ditegaskannya, indakan menistakan agama memang tidak dibenarkan atas alasan apapun. Karenanya, menjadi tugas aparat untuk melakukan tindakan tegas pada setiap bentuk penistaan agama, siapapun pelakunya.
Menag mendesak aparat menindak tiap pelaku ujaran atau pun perbuatan yang mengarah pada penistaan agama.
“Tidak hanya terkait kasus Joseph Paul Zhang dan Desak Made, tapi siapapun pelakunya,” tegas Menag.
Tiap umat beragama harus meyakini kebenaran keyakinan agamanya. Namun, tidak boleh diikuti dengan sikap merendahkan atau menyalah-nyalahkan ajaran atau keyakinan agama lainnya.
Masyarakat diminta kedepankan toleransi.
“Mari yakini kebenaran agama masing-masing dengan tetap menghormati dan menghargai saudara sebangsa yang berbeda keyakinan,” tandasnya.
Dugaan penistaan agama Hindu yang dilakukan Desak Made Darmawati, berakhir dengan permintaan maaf.
Desak Made Darmawati, dosen sebuah perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta itu diduga melakukan pelecehan agama melalui ceramahnya akhirnya menyampaikan permintaan maaf yang disampaikannya dalam pertemuan khusus, di kompleks Pura Mustika Dharma, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (17/4/2021) malam.
Hadir saat itu, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Tri Handoko Seto, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya, Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro, serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Desak mengakui dengan kesadaran, pernyataannya melukai masyarakat atau umat Hindu dan pemuka Hindu. Diakuinya pernyataanya merusak kehidupan umat beragama yang harmoni di masyarakat kita.
“Dengan kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat atau umat Hindu dan pemuka agama Hindu serta segenap masyarakat Indonesia,” ujar Made Darmawati.
Video ceramah Made Darmawati yang dinilai menistakan agama Hindui tu, menyebar di berbagai platform media sosial beberapa hari terakhir. Made Darmawati antara lain menceritakan pengalamannya saat menganut agama Hindu, beberapa tahun lalu.
Kendati memicu polemik, dosen kewirausahaan tersebut mengaku tak bermaksud menistakan atau merendahkan ajaran Hindu.
“Saya tidak bermaksud dan memiliki niat untuk menistakan dan mengolok-olok agama Hindu dan masyarakat atau umat Hindu. Hal ini disebabkan semata-mata karena kelemahan dan kelalaian saya,” akunya, sebelum menyampaikan maaf.
Dia mengharapkan masyarakat Hindu dan Indonesia dapat menerima permohonan maafnya ini. Selain itu, dia berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
“Permintaan maaf ini tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan kejadian ini telah menyadarkan saya untuk tidak mengulangi lagi dan jadi pembelajaran,” terang Made Darmawati.
Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, pihaknya menerima dengan sepenuh hati atas permohonan maaf dari Made Darmawati. Diharapkan, kasus yang dialami Made Darmawati bisa menjadi pelajaran berharga, utamanya dalam menjaga pikiran, ucapan dan tindakan.
“Mari kita juga saling menghormati. Kita juga berkomitmen jika masalah keumatan, maka akan kita segera selesaikan dengan cara yang baik,” ujarnya.
Dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan, maka moderasi beragama yang kini menjadi gerakan bersama untuk mengokohkan kerukunan bangsa bisa terwujud.
Dirjen Bimas Hindu Kemenag Tri Handoko Seto menyambut baik langkah Made Darmawati yang bersedia meminta maaf kepada pemuka dan seluruh umat Hindu atas isi ceramahnya yang dinilai mengandung penistaan.
Dia juga berharap kepada umat Hindu untuk menyelesaikan masalah ini secara hati-hati sekaligus dengan cara yang bermartabat.
Langkah permohonan maaf ini bisa menjadi momentum bagi umat beragama di Indonesia untuk menguatkan toleransi dan menghargai atas perbedaan.
Dengan modal ini maka moderasi beragama sebagaimana yang menjadi komitmen dan program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan bisa terwujud dengan baik.
Dia juga berharap permintaan maaf Made Darmawati ini menjadi pertimbangan dalam penyelesaian jalur hukum kasus ini.
“Kerukunan memang harus kita jaga. Kalau kemudian ada komponen-komponen umat kita yang ingin menjalankan proses hukum itu tolong tetap dilaksanakan sesuai kaidah-kaidah hukum yang berlaku, tanpa perlu ada rasa prasangka kebencian,” kata Menag.
Cc
Ucapan Desak Made Darmawati Disebut Hina Hindu Bali
Dalam video berdurasi 1 menit, Desak Made Darmawati, seorang dosen perguruan swasta, diduga hina keperayaan Hindu Bali dengan menyinggung tuhan dan cara kremasi umat Hindu.
Aksi Desak Made Darmawati disebut sebagai penistaan agama.
“Terus ada Trimurti Brahma, Wisnu, Siwa. Pencipta, Pelebur, Pemelihara. Jadi saya lebih bingung juga, kok ada banyak Tuhan gitu loh bapak ibu,” ujar Desak Made Darmawati seperti dikutip SuaraBali.id dalam video tersebut.
“Baik bapak ibu kenapa saya masuk Islam, saya mungkin dari 5 tahun umur saya dulu digendong bapak, diajak nonton bola ke alun-alunan di situ ada orang meninggal. Orang meninggal itu dibakar dan sebagainya, dan saya udah ketakutan duluan,” jelasnya.
Wanita berjilbab Desak Made Darmawati pun diduga melakukan penistaan agama Hindu. Desak Made Darmawati adalah ustazah pindah agama.
Desak Made Darmawati ceramah dan menyebut aneh agama Hindu punya banyak tuhan. Dia juga memberikan kesaksian alasan pindah agama.
Atas ucapannya dalam video itu, Desak Made Darmawati dilaporkan oleh aliansi masyarakat Bali ke polisi. Mereka tergabung dalam Kesatria Keris. Laporan itu dilayangkan ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali, Jumat (16/04/21) pagi.
Rr
Diduga Hina Nabi Muhammad, Jozeph Paul Zhang Ngaku Nabi ke-26
Jozeph Paul Zhang, seorang Youtuber, mengaku nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad.
Sensasi Youtuber yang dinilai ingin terkenal itu dianggap menista agama Islam. Penistaan itu diungkapkan dalam video yang berurasi lebih dari tiga jam yang viral. Video itu telah di upload pada 13 April dan 15 April 2021 melalui channel Youtube-nya.
Jozeph Paul Zhang sempat membahas tentang Nabi ke-25 yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW. Judul video tersebut berjudul Puasa Lalim Islam dan Nabi ke-25 Pasti Masuk Neraka yang disiarkan secara langsung melalui Zoom.
Tidak hanya mengaku sebagai Nabi, Jozeph juga melecehkan Allah SWT dengan menyebut Allah sedang dikunci di Ka’bah hingga melecehkan orang yang sedang menunaikan ibadah puasa.
Joseph juga menghina Wapres Ma’ruf Amin dengan mengatakan jika Ma’ruf Amin itu menipu.
“Makanya jangan jadi Islam, jadi goblok itu yang mutusin. Rektor pun bisa percaya jin loh, gue kaga ngerti ya. Ya itu karena agama jin ya soalnya ya, penuh dengan tahayul-tahayul,” ujarnya.
Beredar juga cuplikan Jozeph yang menantang agar minimal ada 5 laporan terkait ujarannya di polres yang berbeda, jika ingin melaporkannya terkait penistaan agama.
“Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang lo. Yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Josep Fauzan Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabululllah,” ucapnya.
Josep mengatakan, siapa yang bikin laporan polisi atas nama penistaan agamaakan dikasih hadiah 1 laporan satu juta. Ia menantang agar dibuat maksimal lima laporan.
“Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan lima juta. Di wilayah Polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan satu juta. Jadi 5 laporan lima juta. Sabar ya,” tuturnya.
Melansir Kompas.tv, Kepala Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan polisi mengusut sosok Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26,
“Sudah diselidiki,” kata Listyo kepada wartawan, Sabtu (17/4) malam.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., mengajak Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) Provinsi NTB untuk bersinergi, berperan serta dan memberikan kontribusinya untuk mewujudkan NTB Gemilang.
Hal tersebut dikatakannya dalam acara Loka Sabha VI yang dilangsungkan di Gedung Rektorat Lantai III IAHN Pudja Mataram, Minggu (18/4/2021).
Gde yang mewakili Gubernur NTB berharap agar berbagai tahapan proses Loka Sabha ini dapat melahirkan pemimpin dan pengurus agar menghasilkan program kerja yang dapat bersinergi dengan Pemrov. NTB. Sehingga fokus memberikan kontribusi untuk mensukseskan program NTB Gemilang, demi kesejahteraan masyarakat.
I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan selamat atas terselenggaranya LOKA SABHA (Konferensi Daerah) yang ke-6, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Peradah Provinsi NTB,” ucap Gede.
Apalagi visi mvisi Perada fokus pada leadership dan entrepreneurship, sejalan dengan program strategis Pemrov. NTB, yakni pengembangan SDM wirausaha dan penguatan UMKM.
Menurutnya, di NTB banyak event nasional maupun internasional. Jadi menghadapi itu pemuda Peradah harus dapat memberikan kontribusi untuk membangun UMKM, yang bergerak disemua bidang usaha.
“Jadi, jiwa usaha ini harus dibangun dan dilatih, agar menjadi entrepreneurship,” ajak Gede.
Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa dalam setiap organisasi, pengurusnya dilatih untuk memiliki jiwa leadership. Menjadi seorang pemimpin harus komplit, tidak hanya cerdas saja, tapi memiliki kepedulian dan membangun komunikasi dengan semua pihak.
“Disamping itu rasa percaya diri dan tetap teguh pada keyakinan dan kebenaran,” tegasnya.
Di era globalisasi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi IT, semua orang dituntut mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi. Era revolusi 4.0 saat ini, persaingan yang kompetitif terjadi pada semua lini dan sendi kehidupan. Sehingga menghadapi itu semua butuh keyakinan, keimanan dan ketakwaan. Ini yang menyempurnakan semuanya.
Sebagai penutup, Gede menyampaikan, “Ingat, menjadi pemimpin adalah teladan. Apa yang dilakukan pemimpin akan menjadi contoh bagi masyarakat,”.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PHDI NTB, Ida Made Santi Adnya SH.,MH., menuturkan bahwa dewasa ini program pemerintah provinsi maupun pusat sedang getolnya membangun ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
“Maka Peradah harus melihat ini sebagai peluang, untuk mendukung, dan bersinergi untuk mensukseskan program pemerintah,” katanya.
Ini sejalan dengan prioritas Peradah, harus dimanfaatkan benar oleh pemuda, sebagai upaya mendorong jiwa kewirausahaannya. Untuk membangun generasi Hindu di masa IT dituntut memiliki jiwa kreatif dan inovatif.
“Sehingga harus fokus menciptakan lapangan kerja, harus cerdas, pandai mencari peluang, terampil dan mengusai teknologi,” tegasnya.
Begitupun, terpilihnya pemimpin yang dapat membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Menjadi agent of change, dengan membawa perubahan bagi kebaikan bangsa dan negara.
“Namun, pemimpin yang dilandasi dengan dharma bakti dan ahlak yang baik,”pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Peradah Indonesia, I Gede Ariawan S.IP.,M.IP mengakui bahwa walaupun di tengah pandemi, Loka Sabha masih dapat dilaksanakan, walaupun terbatas tapi tidak mengurangi esensi kegiatan.
Peradah merupakan satu-satunya ormas pemuda Hindu yang diakui pemerintah. Pengurusnya ada di 32 provinsi. Sesuai Munas 2018, ada 117 cabang kab/kota serta 250 komisariat di kecamatan/desa se-Indonesia.
Sehingga Peradah dituntut untuk tetap membangun sinergi dengan semua pihak. Termasuk dengan pemerintah dan organisasi hindu lainnnya.
Ia berharap Ketua Peradah Provinsi NTB, I Gede Purnama Mahendra Arta, bisa meneruskan program terbaik dan membangun sinergi dan kompak memajukan organisasi.
“Terus fokus cetak pemimpin masa depan dan wirausaha muda,”mengakhiri sambutannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Perwakilan anggota DPRD Kota Mataram, perwakilan Pemkota Mataram, Plt. Rektor IAHN, Kabid Bimas Hindu Kanwil Depag NTB, Tokoh PHDI NTB, tokoh agama Hindu, pemuda Hindu dan peserta Loka Sabha se-NTB.
Kondisi di atas membuat pedagang alami dilemma. Sebab bagaimanapun, konsumen bawang merah terus menuntut produsen menjamin ketersediaan bawang merah di pasaran.
Sementara kondisi yang terjadi saat ini, pusat produksi bawang merah terbesar di NTB alami musibah banjir bandang.
Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama bukan tidak mungkin lonjakan harga akan terus meroket yang akhirnya merugikan tak hanya pedagang tetapi juga konsumen sebagai tujuan akhir distribusi bawang merah.
Kelangkaan Bawang Merah Akibatkan Inflasi
Penting untuk memperhatikan naik turunnya harga barang yang beredar di pasaran. Hal tersebut lah yang dinamakan sebagai inflasi.
Namun, mengapa orang perlu memahami hal tersebut? Karena inflasi akan sangat menentukan harga pasar serta semua hal yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Inflasi memang seringkali timbul secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan. Tidak heran mengapa inflasi ini membuat banyak masyarakat kebingungan dan kadang butuh penjelasan terkait timbul serta penyebab dari inflasi.
Dari amatan penulis di lapangan, harga bawang merah saat ini terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.
Peningkatan harga yang semenjak awal April lalu dimulai dari harga 15.000 rupiah per kilogram naik menjadi 20.000 rupiah. Tak berselang lama, harga kembali naik menjadi 25.000 per kilogram. Begitu seterusnya sampai mencapai 30.000 rupiah untuk saat ini.
InforMasi yang diserap dari pedagang di lapangan, kondisi tersebut akan stabil manakala cuaca buruk di pusat produsen bawang merah membaik.
Dilemanya, ketika harga bawang merah naik harga kebutuhan pokok lain seperti cabai, bawang putih, tomat, terasi dan lain-lain juga ikut naik.
Jika menengok pada teori ekonomi populer, hal tersebut wajar terjadi disebabkan tidak seimbangnya arus barang dan arus uang.
Pada skala makro, ketidakseimbangan arus barang (bawang merah) dengan arus uang (di tangan konsumen) dapat menimbulkan penurunan nilai mata uang yang dalam ekonomi dikenal dengan istilah inflasi, yakni penurunan nilai mata uang.
Inflasi sendiri dapat diartikan sebagai pengurangan nilai daya beli mata uang. Jadi akibat inflasi, jumlah uang yang sama akan membeli lebih sedikit barang daripada sebelumnya.
Inflasi yang tinggi (hiperinflasi) bisa membuat perekonomian terpuruk, sebab harga-harga barang atau jasa di luar jangkauan masyarakat umum.
Guna menghindari hal tersebut, penting bagi pemerintah segera mengupayakan suplai kebutuhan bawang merah dari daerah lain selain Kabupaten Bima.
Dapat disimpulkan bahwa pemerintah harus bisa menyuplai kebutuhan bawang merah di daerah lain selain Bima dikarenakan masyarakat yang sangat kesulitan dalam perekonomian harus terus menerus menghadapi harga bawang merah yang sedang melonjak harga.
Bawang merah sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat alami lonjakan harga cukup tinggi.
‘Harga” sendiri kurang lebih bermakna jumlah uang yang dibutuhkan guna mendapatkan sejumlah barang. Harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan dapat ditentukan dengan melihat keadaan ekuilibrium di suatu pasar.
Beberapa ahli seperti Djasmin Saladin berpendapat bahwa yang dimaksud harga yakni sejumlah uang sebagai alat tukar untuk memperoleh produk atau jasa. Ahli lain Henry Simamora menyebut harga sebagai sejumlah uang yang dibebankan atau dikeluarkan atas sebuah produk atau jasa.
Maret lalu harga bawang merah stabil pada kisaran 15.000 rupiah per kilogram. Pada awal April–saat banjir bandang menerjang Kabupaten Bima, bawang merah langsung hargaya melonjak menjadi 25.000-30.000 rupiah per kilogram.
“Harga bawang akan mulai stabil jika cuaca buruk di pusat produsen bawang merah sudah membaik. Biasanya ketika harga bawang merah mengalami kenaikan harga di pasar maka bahan-bahan dapur lainnya juga akan mengalami kenaikan harga seperti cabai, bawang putih, tomat, terasi dan lain-lain,” ujar Faizal, salah seorang pedagang bawang merah di Dusun Montong Ara Kabupaten Lombok Tengah.
Kepada penulis, Faizal menyebut lonjakan harga bawang merah disebabkan kelangkaan karena bencana banjir bandang yang menerjang pemukiman berserta lahan pertanian warga di Kabupaten Bima.
Dikatakan, kondisi tersebut cukup meresahkan pedagang sebab dengan harga yang tinggi daya beli masyarakat berkurang, yang berakibat pada minimnya pendapatan para pedagang.
Dijelaskan, dalam kondisi normal Faizal bisa mendapat laba bersih 5.000.000-10.000.000 rupiah perbulan dari aktivitasnya berjualan bawang merah. Hal tersebut tentu berbeda saat kondisi seperti saat ini, selain harga bawang merah tinggi, ketersediaan bawang merah untuk konsumen juga sulit dipenuhi.
“Semua Kelahiran Selamat, Semua Bayi dan Anak sehat”
Tahun 2017, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, rata-rata 810 wanita meninggal dunia setiap harinya akibat komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan maupun persalinan
MATARAM.lombokjournal.com –
Di Indonesia, angka kematian ibu secara umum mengalami penurunan, selama periode 1991-2015.
Semula 390 AKI (angka kematian ibu) menjadi 305 per 1.000.000 kelahiran hidup. Namun, angka tersebut masih belum mencapai target MDGs Indonesia, yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup.
Masih tingginya angka kematian ibu akibat melahirkan menjadi keprihatinan Pita Putih Indonesia yang didirikan pada tahun 1999 dan bergerak dalam Layanan kesehatan ibu dan anak.
Pita Putih Indonesia (PPI) merupakan organisasi kemasyarakatan anggota The White Ribbon Alliance for Safe Motherhood (global alliance dengan 152 negara sebagai anggota), yang berdiri tahun 1999, direvitalisasi tahun 2002, saat ini sudah ada di 28 provinsi namun hanya 14 provinsi yang aktif.
Tagline nya “Healthy Mothers Healthy World” (Ibu-ibu Sehat, Dunia Sehat)
PPI mendorong dan menggerakkan masyarakat untuk peduli dan memahami tentang kondIsi masa ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayi baru lahir. Kehamilan dan persalinan harus aman dan sehat seutuhnya.
Misinya, semua kehamilan diinginkan, semua kelahiran selamat , semua bayi dan Anak sehat.
Di masa pandemi Covid-19, ada persoalan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Ada kekhawatiran, dari petugas kesehatan seperti bidan dan juga para Ibu, apakah dapat menjalankan layanan ini secara aman di tengah pandemi.
Mestinya, layanan ibu dan anak tidak bisa berhenti, atau setidak mengendor, menunggu Covid ini selesai. Semua harus dilakukan secara pararel,” ujarnya.
Dilantiknya Hj Niken Saptarini Widyawati menjadi Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB, bisa memaksimalkan layaan Kesehatan ibu dan bayinya. Agar terwujud harapan, “Semua Kelahiran Selamat, Semua Bayi dan Anak sehat”
Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Sabtu (17/4/2021), resmi dilantik menjadi Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB masa bakti 2021 -2026. Pelantikan ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Gubernur NTB.
Kegiatan berlangsung khidmat, dengan Dr. Ir. Ruth Stella Thei yang juga dilantik sebagai Wakil Ketua dan Dra. Iriani Burhan sebagai Sekretaris PPI Provinsi NTB.
Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah
“Sebetulnya PPI sudah ada sejak lima tahun lalu dan sekarang akan mulai berkiprah lagi membantu pemerintah,” ujar Bunda Niken sapaan akrabnya ketika memberikan sambutan pertamanya sebagai Ketua PPI NTB.
Dikatakannya dalam isu kesehatan keluarga, PPI yang fokus pada kesehatan ibu, anak dan bayi akan mulai menyasar remaja untuk program kerja 2021.
Pita Putih Indonesia (PPI) merupakan anak organisasi Pita Putih Internasional yang mendukung kesehatan ibu, dengan berkampanye untuk lebih banyak sumber daya dan kebijakan yang tepat dalam mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir, advokasi pemerintah dan politisi dalam kebijakan.
Meski profil kesehatan NTB secara umum, angka kematian ibu, bayi maupun stunting terus menurun, namun riset kesehatan dasar oleh Dinas Kesehatan menunjukkan angka yang naik selama dua tahun terakhir dalam masa pandemi Covid 19.
Seperti disebutkan, penyebab mendasar masalah tersebut adalah pernikahan dini (usia 15-19) yang masih sering terjadi.
“Oleh karena itu PPI berkolaborasi dengan banyak pihak dalam mencapai tujuan organisasi,” tambah Bunda Niken.
PPI NTB ini sendiri dibentuk dengan tujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan anak di NTB.
Memperhatikan angka stunting yang cukup tinggi di beberapa wilayah di NTB, PPI NTB akan melaksanakan pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan seperti posyandu dan bekerjasama dengan organisasi terkait di masing-masing wilayah.
Ketua Umum PPI, Giwo Rubiyanto Wiyogo, mengatakan sangat mengapresiasi kepengurusan PPI NTB, karena melibatkan banyak organisasi perempuan yang dapat mendukung kinerja PPI. Ia menegaskan pula, target program kerja PPI tahun 2022 khusus bagi remaja.
“Goals kita pada 2022 adalah terinformasikannya pemahaman kesehatan dan hak-hak perempuan,” tegasnya.
PPI masih mengandalkan mekanisme kerja sama lintas sektoral agar advokasi yang dimulai dari penganggaran, kebijakan sampai fasilitas bagi perempuan dapat terwujud.
Dalam pelantikan tersebut, Ketua PPI NTB juga menandatangani nota kesepahaman dengan BKKBN dalam penguatan program kerja.