71 Persen Lansia di NTB Tervaksinasi

Progres vaksinasi lansia sangat luar biasa. Capaian ini tentu kerja keras Kapolda, Danrem 162 WB, dan seluruh pemerintah kabupaten kota se-NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Capaian target kegiatan vaksinasi lanjut usia(lansia) di NTB sebesar 71,0 persen atau sebanyak 36,048 lansia dari target 50,751 lansia di seluruh NTB.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, capaian target ini tentu buah dari kerja sama semua pihak, terutama jajaran Polda NTB, Korem 162/WB serta pemerintah kabupaten/kota di Provinsi NTB.

“Alhamdulillah progres vaksinasi lansia sangat luar biasa, mencapai 71 persen lebih. Capaian ini tentu kerja keras Pak Kapolda, Danrem 162 WB, dan seluruh pemerintah kabupaten kota se-NTB,” ungkap wagub saat memimpin rapat Evaluasi Percepatan Vaksinasi Lansia dan Penanganan Covid-19 di NTB, yang berlangsung di tenda putih Polda NTB, Selasa (04/05).

Pada rapat tersebut, turut dihadiri Kapolda NTB, Irjen. Pol Muhammad Iqbal bersama Danrem 162/WB, Brigjen. TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan diikuti secara virtual oleh seluruh forkompinda kabupaten/kota se-NTB.

Sementara sisanya, sebanyak 14 ribu lebih lansia yang belum divaksin, kata Ummi Rohmi – sapaan akrabnya -, ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri, atau maksimal setelahnya. Artinya, program vaksinasi kepada kelompok lansia sudah harus mencapai 100 persen.

BACA JUGA:

Senada dengan itu, Kapolda NTB, Irjen Pol. Muhammad Iqbal mengapresiasi kabupaten kota yang melebihi target untuk kegiatan vaksinasi kepada lansia. Diantaranya, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Dompu.

“Target ini sangat luar biasa. Artinya, kalau semua kompak baik TNI polri, pemda dan stakeholders terkait maka sangat mudah dilakukan,” ungkapnya.

Kapolda menegaskan, 5 daerah lainnya yang belum mencapai target adalah Kota Mataram, KLU, Bima, Kota Bima dan Sumbawa. Pihaknya akan terus meningkatkan jumlah anggota untuk mengawasi selama proses kegiatan vaksinasi berjalan. Begitu juga back up anggota dari seluruh jajaran TNI.

Manikp
@kominf




Wagub: Rekomendasi DPRD NTB adalah Wujud Kepedulian dan Kesungguhan

Pemda NTB akan terus mengoptimalkan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif terhadap seluruh jajarannya melalui evaluasi kinerja secara berkelanjutan

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima rekomendasi yang disampaikan oleh anggota DPRD Provinsi NTB terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan yang terkait dengan keberhasilan maupun kekurangan selama menjalankan roda pemerintahan.

“Kami sangat menghargai dan memaknai rekomendasi yang disampaikan sebagai wujud kepeduliaan dan kesungguhan dari seluruh anggota DPRD NTB,” tutur Ummi Rohmi.

itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB dengan agenda penyampaian dan penyerahan keputusan DRPD Provinsi NTB tentang rekomendasi DPRD Prov. NTB terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Akhir Tahun Anggaran 2020, yang berlangsung di Kantor DPRD NTB, Selasa (04/05/21).

Rekomendasi yang diberikan DPRD Provinsi NTB berupa saran dan masukan terkait tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan.

Ummi Rohmi menuturkan, Pempov NTB terus melakukan pengkajian terhadap rekomendasi tersebut dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi optimalisasi kinerja Pemerintah Provinsi NTB ke depan.

“Kami akan terus mengoptimalkan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif terhadap seluruh jajaran Pemerintah Daerah Provinsi NTB melalui evaluasi kinerja secara berkelanjutan, ” pungkasnya.

BACA JUGA:

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda menjelaskan tujuan diberikannya rekomendasi terhadap LKPJ Gubernur NTB Tahun 2020, adalah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan yang lebih baik.

“Rekomendasi ini untuk memberikan saran, masukan atau koreksi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah yang lebih baik dan akuntabel di tahun yang akan datang,” tuturnya.

Isvie – sapaan akrabnya – juga menyampaikan bahwa pada rapat paripurna yang telah dilakukan pada tanggal 03 Mei 2021, komisi-komisi DPRD NTB telah menyampaikan laporan dan rekomendasinya atas LKPJ Gubernur NTB dan telah dibacakan keputusan DPRD NTB tentang rekomendasi DPRD NTB terhadap LKPJ Gubernur Tahun 2020.

Sesuai pasal 19 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah menyebutkan bahwa kepala daerah menyampaikan LKPJ kepada DPRD dalam Rapat Paripurna yang didilakukan satu kali dalam satu tahun paling lambat 3 bulan setelah tahun berakhir.

ser
diskominfotikntb




10 ribu Paket Sembako untuk Pesantren dari Presiden Jokowi

Para Penerima bantuan paket sembako adalah berasal dari pondok pesantren NU, Muhammadiyah, NW dan lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Presiden Joko Widodo memberikan 10 ribu paket sembako untuk masyarakat miskin yang terdampak Covid 19 dan bantuan Ramadhan.

Penyerahan simbolis oleh Perwakilan Sekretaris Negara, Yuliani, kepada Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah

“Bantuannya diserahkan ke 13 pesantren di NTB. Nanti pihak pesantren yang akan menyalurkannya bagi mereka yang membutuhkan”, ujar Yuliani, perwakilan Sekretaris Negara di kantor Gubernur, Selasa (04/05).

Paket berisikan beras sebanyak lima kg, 1 liter minyak goreng, biskuit, teh dan lainnya langsung diterima simbolis oleh Gubernur DR Zulkieflimansyah dan langsung diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren.

Dikatakan Yuliani, bantuan 10 ribu paket sembako untuk NTB, ini, adalah bagian dari agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur(NTT), yang juga menyerahkan bantuan sembako sebanyak 23 ribu paket. Para Penerima bantuan paket sembako adalah berasal dari pondok pesantren NU, Muhammadiyah, NW dan lainnya.

BACA JUGALombok Food Festival, 14 Hari 421 Juta Transaksi

Gubernur DR Zulkieflimansyah mengatakan bantuan sembako diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok selama Ramadhan.

jm




Lombok Food Festival, 14 Hari 421 Juta Transaksi

Lombok Food Festival diharapkan menjalin networking yang semakin luas, semakin dikenal dan diminati pasar

MATARAM.lombokjournal.com

14 hari penyelenggaraan Lombok Food Festival di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, menghasilkan transaksi senilai 421 juta rupiah.

Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menutup festival tersebut, Senin (3/5), mengatakan, semoga kegiatan Lombok Food Festival yang diselenggarakan oleh Lombok Womenpreneur Club (LWC) serta bekerjasama dengan berbagai pihak, ini, dapat menginspirasi perempuan-perempuan NTB untuk terus berkreasi dan berkarya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

Ia juga berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin networking yang semakin luas agar produk-produk olahan makanan hasil NTB dapat semakin dikenal dan diminati pasar.

“Melalui kegiatan Lombok Food Festival ini saya berharap akan ada banyak inspirasi yang lahir, akan terbangun juga networking yang semakin luas dan baik,” ucap Bunda Niken – sapaan akrab Ketua TP. PKK, ini.

Ke depan Bunda Niken juga berharap kegiatan ini dapat semakin terkonsep dengan baik dan semakin sukses.

BACA JUGA:

Sementara itu, Indah Purwanti selaku ketua panitia sekaligus Founder LWC, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival ini. Ia berjanji Lombok Food Festival ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan konsep acara yang semakin menarik.

“Insya Allah Lombok Food Festival akan dilaksanakan setiap tahun di Lombok Epicentrum Mall,” ungkap Indah.

Penutupan kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba fashion show anak, lomba mewarnai, lomba hafidz, cipta produk kreatif makanan, lomba rias kanvas, best millenial food, best tradisional food, dan lainnnya.

jm




LKPJ Gubernur 2020, Memenuhi Syarat Diterima DPRD

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaida, SH, M.Hum mengatakan, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2020 cukup memenuhi syarat untuk diterima dan diberikan rekomendasi dalam bentuk Keputusan DPRD Provinsi NTB.

Pimpinan sidang mengambil kesimpulan itu, setelah mendengarkan laporan masing-masing Komisi dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB masa persidangan I tahun sidang 2021 digelar, Senin (03/05/21) di Ruang Sidang DPRD NTB.

Rapat paripurna ini dipimpin Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaida.

Agenda Rapat Paripurna DPRD NTB adalah Penyampaian Laporan Komisi-Komisi atas hasil pembahasannya terhadap Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2020, dan  Keputusan DPRD Provinsi NTB tentang Rekomendasi DPRD Provinsi NTB terhadap LKPJ Gubernur NTB Tahun 2020.

Secara Umum Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi NTB dengan agenda utama Laporan Komisi-komisi atas hasil pembahasannya terhadap Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2020, dapat disetujui untuk dilakukan pembahasan pada sidang berikutnya.

Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, SH, MH dalam pembacaan Rancangan Keputusan DPRD NTB menjelaskan, Rekomendasi DPRD NTB terhadap LPKPJ Gubernur NTB Tahun 2020 prinsipnya memutuskan dan menetapkan Rekomendasi DPRD NTB terhadap LKPJ Gubernur NTB Tahun 2020.

BACA JUGA: 

Selanjutnya, Rekomendasi  DPRD NTB harus diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh Gubernur NTB dalam penyelenggaraan pemerintahan yang akan datang. Sehingga lebih menjamin pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dan pencapaian kinerja yang lebih baik.

Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Sekda NTB, Drs HL. Gita Ariadi, M.Si mewakili Gubernur NTB, unsur Forkompinda NTB dan segenap anggota DPRD NTB.

 Herikp

@diskominfotik




Di Mareje, Penanganan Pandemi Covid-19 Berjalan Baik

LOBAR.lombokjournal.com

Pjs Kepala Desa Mareje, Subki merasa bangga karena desa yang begitu jauh dari perkotaaan dikunjungi oleh orang nomor satu di NTB.

Tentu ini merupakan kebanggaan yang sangat langka yang dirasakan oleh masyarakatnya. Ia mengakui, Desa Mareje hampir tidak pernah dikunjungan Kepala Daerah setingkat gubenur.

Penyerahan bantuan

“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih banyak kepada pak gubernur mau berkunjung ke desa kami yang jauh ini,” ungkapnya bangga..

ia juga menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 di desa berjalan sangat baik.

Bahkan selama pandemi mulai merebak di NTB, Desa Mareje merupakan salah satu desa yang tetap berada dalam zona hijau. Artinya, masyarakat tidak ada yang terpapar Covid-19.

Karena pihak Pemerintah Desa bersama Banbinsa, Banbinkamtibnas dan seluruh lapisan masyarakat bahu membahu mencegah penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah masyarakat desa kami tetap  bekerja dan berproduktif meski di tengah pandemi Covid-19. Sampai saat ini, kami masih zona hijau.” jelasnya.

Di sela-sela silaturahmi itu, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfotik, Karo Kesra lingkup Pemerintah Provinsi NTB juga menyerahkan bantuan sebanyak 50 paket sembako, 50 buah selimut dan sejumlah bantuan uang tunai untuk pembangunan masjid di desa tersebut.

Selain Kepala OPD lingkup pemprov NTB, kunjungan itu dihadiri oleh perwakilan anggota dewan Kabupaten Lombok Barat.

Manikp

@kominfo

Baca hal:  /

Baca hal sebelumnya: Di Desa Mareje, Gubernur Dr. Zul Semangati Warga di Tengah Pandemi




Gubernur Semangati Warga Mareje di Tengah Pandemi

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah masih menjadikan pelosok desa sebagai tempat favorit untuk dikunjungi dan betemu masyarakat.

Menyapa dan berdialog dengan warga desa merupakan salah satu cara untuk mendengar langsung berbagai masalah yang dikeluhkan masyarakat di tiap kunjungannya.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak, Doktor Zul sapaan akrabnya, memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat untuk tetap berproduktif di tengah wabah virus Corona.

Gubernur meyakini, pandemi ini akan segera berlalu dan masyarakat bisa menata hidup kembali yang lebih baik lagi.

“Kita tidak pernah menyangka bahwa pandemi ini akan berlangsung begitu lama. Untuk itu, mudah-mudahan kepala desa, tokok masyarakat, tokoh agama dan sebagainya tetap patuh menerapkan prokes di tingkat desa,” harap gubernur.

Itu dikatakannya saat bersilaturahmi bersama warga desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lmbok Barat, Senin (03/05/21).

Doktor Zul mengingatkan, terutama penerapan prokes menjelang hari raya Idul Fitri yang sebentar lagi disambut oleh umat muslim di seluruh pelosok.

Berkolaborasi bersama pihak terkait, baik TNI, Polri, tomat, toga dan seluruh elemen masyarakat agar tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Doktor Zul memuji suasana desa yang asri. Area persawahan yang menyejukkan dengan alam yang terbentang luas sebagai tanda, keharmonisan masyarakat dan kerukunan umat beragama begitu indah.

Tentu ini akan memberikan semangat untuk terus menjalin hubungan bersilaturahmi antara pemimpin dengan masyarakatnya.

Agar masalah yang dihadapi masyarakat dapat dibantu dan menemukan solusinya.

“Terus terang, pada masa-masa kampanye  kami telah berjanji kalau sudah jadi gubernur pasti kami akan mengunjungi kembali desa-desa. Semoga kebiasaan menyapa masyarakat desa terus kami dibiasakan. Jangan sampai kalau sudah jadi orang, kebiasaan bertemu dengan masyarakat hilang begitu saja,” ungkap Dr. Zul.

Berikutnya baca hal:  1  /  / Di Mareje, Penangan Pandemi Covid-19 Berjalan Baik

 

 

 

 




51 Warga Penyandang Disabilitas di Pemenang Terima Paket Sembako

PEMENANG.lombokjournal.com

51 warga di Kecamatan Pemenang penyandang disabilitas menerima bantuan Paket Sembako yang langsung diserahkan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Pemenang (03/05/21).

“Inilah hal yang dapat kami lakukan untuk polong rentenku (saudara-saudaraku) yang mengalami disabilitas. Mungkin tidak banyak, tetapi mudah mudahan dalam suasana puasa Ramadhan, ini bisa meringankan beban epe pada (kita semua) melaksanakan ibadah puasa,” tuturnya.

Bupati Djohan mengatakan kedatangannya bermaksud silaturahmi sekaligus memberikan bantuan Pemda Lombok Utara, sesuai anggaran yang diperuntukan, khusus bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Pemenang.

Para penyandang disabilitas diminta tetap bersyukur pada Allah SWT, karena masih diberikan kesehatan dan nikmat.

Dikatakan bupati, Pemda KLU berusaha memperhatikan kondisi masyarakat yang mengalami kekurangan secara fisik. Pihaknya berharap bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal.

“Alhamdulillah kahadiran tiang (saya) bersama jajaran menyerahkan bantuan sebagai sedikit upaya membantu masyarakat. Setidaknya lebih tenang menjelang Idul Fitri dan turut merasakan senang bersama. Semoga bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.

Pemda KLU sedang menghadapi bencana Covid-19 yang berdampak luar biasa. Cobaan dari Yang Maha Kuasa.

Sebelumnya juga telah dicoba dengan bencana alam gempa bumi yang dampaknya belum tuntas diselesaikan hingga saat ini.

Polong renten tiang (saudara-saudaraku) supaya tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan selalu menjaga jarak. Menularnya bisa melalui bersin dan bernafas. Lamun tokol rapet rapet (duduk berdekatan) bersentuhan bisa kena juga. Rajinlah cuci tangan,” tandasnya.

Pemda mengimbau dan meminta penegakan protokol kesehatan Covid-19 ditingkatkan.

“Lombok Utara sejak setahun silam hingga saat ini jumlah terpapar 253 orang, meninggal 15 orang, sembuh 218 orang dan yang masih rawat 20 orang. Jagalah diri kita, jagalah keluarga, jagalah tetangga dan lingkungan kita,” urainya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Drs Faisol menyampaikan tahun 2021, anggaran untuk penyandang disabilitas selama 6 bulan, bantuan sembako disesuaikan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA:

Pihaknya merinci Paket Sembako tersebut berisi satu tas beras 10 Kg, minyak 2 liter dan gula 2 Kg yang diterima sejumlah 51 warga di Kecamatan Pemenang.

Rangkaian acara berjalan lancar khidmat dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19. Diakhiri dengan pemberian bantuan Paket Sembako secara simbolis dari bupati kepada perwakilan beberapa warga penerima bantuan.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial PPPA Drs Faisol, Camat Pemenang Suhadman SSos, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Lalu Trimawan SH, serta para penyandang disabilitas dan wali dari penyintas.

wld




Dukung Industrialisasi NTB, Dahlan Iskan : Bang Zul Seorang Pejuang

Industrialisasi adalah hal positif dan memiliki multiplier effect, khususnya dalam menumbuhkembangkan semangat wirausaha dan entrepreneur anak muda NTB

SURABAYA.lombokjournal.com

Mantan Menteri BUMN, Prof. Dahlan Iskan mendukung penuh program unggulan Industrialisasi di Provinsi NTB. Menurutnya program industrialisasi adalah hal positif dan memiliki multiplier effect, khususnya dalam menumbuhkembangkan semangat wirausaha dan entrepreneur anak muda NTB.

Hal tersebut ia sampaikan di rumahnya saat menerima silaturahmi Gubernur Nusa Tenggara Barat(NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., Sabtu (1/5/2021).

Mantan Dirut PLN itu meyakini, teknologi dan inovasi adalah ruh dalam membangkitkan ekonomi masyarakat. Bahkan Dahlan Iskan membandingkan dengan zaman dahulu di mana orang meragukan pembangunan jalan tol di Indonesia.

Prof. Dahlan Iskan

“Dulu orang tertawa mendengar pembangunan jalan tol. Namun kini lihat, dengan teknologi, semua menjadi sangat mungkin. Tinggal pemda merencanakan dengan matang,” dukung Dahlan Iskan yang juga merupakan mantan CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group.

Selain itu, Dahlan Iskan juga memuji sosok pribadi Gubernur NTB yang dikenalnya sejak dulu selalu penuh inovasi.

“Satu kata untuk Bang Zul, pejuang” puji Dahlan Iskan dengan senyum khasnya.

BACA JUGA:

Gubernur NTB sendiri menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan yang positif untuk membangun NTB. Selain itu, Bang Zul – sapaan akrabnya – juga menceritakan tentang Science Technology and Industrial Park (STI Park) di NTB yang didirikan dengan ikhtiar mendidik anak muda NTB agar mau jadi pengusaha.

“Orang pintar di Indonesia banyak, asal diberikan kesempatan Insya Allah mereka mampu. Asal Pemerintah mau menyediakan ruang untuk berekspresi, mereka bisa,” ujar doktor ekonomi industri tersebut.

Di akhir diskusi, Bang Zul bersyukur bahwa meski di tengah pandemi Covid-19, masyarakat NTB kini bisa lebih percaya pada kemampuan sendiri.

Karena terbukti, hikmah pandemi membuat masyarakat NTB tidak hanya bisa membuat hand sanitizer sendiri, namun pendingin tenaga surya hingga motor listrik juga bisa lahir dari tangan-tangan terampil pemuda NTB.

Pertemuan dua sahabat lama tersebut diakhiri dengan shalat dzuhur berjamaah.

Aff/diskominfotikntb




NTB Gemilang Dikritik Mahasiswa, Ini Respon Kadis Dikbud NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (Dikbud NTB), DR.H. Aidy Furqan, S.PD,M.PD seolah-olah sedang menghadapi aksi mahasiswa.

Dalam acara ‘Ngaji Refleksi’ BEM NTB Raya dan OKP se Kota Mataram, di Kedai Bawah Pohon, di Kekalik Mataram, Sabtu (01/05/21) malam, Aidy Furqan dihujani kritik tajam dan lugas yang disampaikan mahasiswa dari berbagai elemen OKP se Kota Mataram.

Sebelumnya, Korda BEM Raya NTB yang memandu dialog malam itu mengatakan, acara Ngaji Refleksi dihajatkan untuk mendialogkan isu-isu kedaerahan. Dan secara khusus mengevaluasi capaian-capaian enam program unggulan untuk mewujudkan tagline ’NTB Gemilang’.

Bukan sebatas sektor Pendidikan, kritik mahasiswa juga melebar ke ekonomi, Pariwisata, Kesehatan, lingkungan hidup, kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk perlakuan terhadap disabilitas.

Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), DR Safril yang malam itu juga menjadi nara sumber, menyebut beberapa program sebenarnya belum terlalu penting, misalnya program Zero Waste.

BACA JUGA: Pemprov NTB Minta SSJ Perbanyak Konten Lokal

Selain itu ia juga mempertanyakan apakah program sepeda dan motor listrik itu benar-benar dibutuhkan untuk saat ini di NTB. Sebab NTB bukanlah Jakarta yang tingkat polusinya sangat tinggi sehingga dibutuhkan kendaraan listrik.

“Apakah program itu memang dibutuhkan masyarakat, atau sekedar pencitraan,” kata Safril

Gubernur Zulkieflimansyah yang diharapkan hadir sedang melakukan perjalanan dinas ke Jawa Timur, salah satunya menemui keluarga dari salah satu prajurit yang menjadi korban musibah KRI Nanggala 402.

Sedang anggota DPRD NTB, Mori Hanafi, yang diundang juga tak kunjung datang tanpa penjelasan.

Ketidak hadiran keduanya memicu kritik, sebab mahasiswa menghendaki dialog langsung dengan Gubernur Zukieflimansyah. Rupanya ketidak hadiran gubernur itu memicu kekesalan mahasiswa.

“Saya harapkan gubernur yang malam ini menemui mahasiswa. Kita ingin menyampaikan langsung, bahwa NTB gagal gemilang. Yang berhasil hanya pencitraan,” kata mahasiswa yang mengaku dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Akhirnya H AIDY Furqan yang malam itu menjadi nara sumber mewakili gubernur, merespon mahasiswa yang mengevaluasi capaian progam-program strategis kepemimpinan Zul-Rohmi.

“Saya merasakan apa yang kini dirasakan adik-adik mahasiswa. Semua masukan itu akan menjadi rekomendasi,” kata Aidy Furqan yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Uniersitas Matara semasa menjadi mahasiswa FKIP.

Ia menjawab kritik tentang angka drop out SMA maupun program 100 cendekia dan bea siswa, dengan menyodorkan data-data capaian target Pendidikan. Furqan juga sempat menyinggung revitalisasi Posyandu Keluarga, termasuk memperhatikan masukan perlunya tempat ibadah yang ramah disabilitas.

Terkait tagline NTB Gemilang Aidy Furqan menjelaskan, bahwa itu menjadi pendorong semangat bahwa apa yang bisa dilakukan daerah, NTB juga bisa melakukan hal yang sama. NTB juga bisa.

“Kita mendorong, termasuk melalui program-program unggulan. Apa pun hasilnya, yang jelas saat ini kita sedang berproses. Karena itu, masukan-masukan yang baik itu, sampaikan secara tertulis,” kata Aidy Furqan.

Acara Ngaji Refeksi itu dihadiri perwakila OKP dari IMM, KAMMI, GMNI, HIMMA NW, HMI MPO, LMND dan BEM NTB Raya.

Rr