HKIN 2021, KI Pastikan Pelayanan Informasi Tetap Berjalan di Era Pandemi

Memprioritaskan penyampaian informasi secara berkala dan serta-merta berbasis daring(online), khususnya terkait layanan publik di badan publik selama masa darurat kesehatan akibat Covid-19 berlangsung

MATARAM.lombokjournal.com

Merayakan Hari Keterbukaan Informasi Publik 2021, Komisi Informasi(KI) memastikan pelayanan informasi publik tetap berjalan di era pandemi bahkan hingga ke desa dengan mengikuti perkembangan teknologi digital.

“Komisi Informasi telah memastikan agar aplikasi atau sistem elektronik untuk pencegahan (surveilance) yang disusun pemerintah membuka ruang partisipasi masyarakat (interaktif) untuk mencegah terjadinya pengabaian atas hak kesehatan masyarakat”, ujar Gede Narayana, Ketua KI Pusat dalam perayaan secara virtual, Selasa (04/05) di Jakarta yang diikuti pula oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr Najamuddin Amy.

Untuk itu, Gede Narayana mengatakan, MoU dengan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi serta BAKTI Kominfo untuk memastikan Hak Akses Informasi Masyarakat Desa terpenuhi demi mewujudkan Desa Aman, Damai dan Berkeadilan. “Melalui kerjasama ini diharapkan mampu mewujudkan Desa yang aman damai dan berkeadilan bagi masyarakat Desa,” katanya menjelaskan.

Ia meminta pula agar seluruh PPID badan publik tetap melakukan pelayanan informasi dengan memperhatikan hal-hal berikut ini: Memaksimalkan pelayanan informasi berbasis daring(online).

Menurutnya, jika pelayanan informasi tidak dapat dilakukan berbasis daring(online), badan publik wajib menerapkan dan mengedepankan kebijakan pembatasan jarak aman (jaga jarak), menggunakan alat pelindung diri (APD) dan protokol kesehatan lainnya sesuai petunjuk pemerintah dan/atau instansi kompeten lainnya,

Memprioritaskan penyampaian informasi secara berkala dan serta-merta berbasis daring (online), khususnya terkait layanan publik di badan publik selama masa darurat kesehatan akibat Covid-19 berlangsung.

Dan memprioritaskan penyampaian informasi secara berkala dan berbasis daring (online) atau media lainnya, khususnya terkait rencana kebijakan dan anggaran, rencana perubahan kebijakan dan anggaran, dan mekanisme partisipasi publik di badan publik selama masa darurat kesehatan akibat Covid-19 berlangsung, dengan mempertimbangkan kebijakan pembatasan sosial dan pembatasan jarak aman (jaga jarak).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mira Tayyiba mengatakan, keterbukaan informasi publik sangat relevan memanfaatkan teknologi digital.

Kemajuan pesat teknologi digital dinilai dapat menghadirkan keuntungan tetapi juga bisa menjadi tantangan. “Di satu sisi, teknologi digital memungkinkan kita semua untuk beraktivitas dan berkarya terutama dalam masa pandemi.

Tetapi, di sisi lain teknologi digital yang tidak bijak pemanfaatannya akan menghasilkan berbagai permasalahan seperti hoaks dan disinformasi. “Oleh karena itu, literasi digital yang baik sudah menjadi suatu keharusan, dan bukan lagi suatu pilihan,” jelasnya.

Dalam implementasi UU KIP lanjut Mira, masih banyak badan publik yang belum berstatus informatif. Merujuk pada data Komisi Informasi tahun lalu, dinyatakan bahwa baru 60 badan publik atau 17,4% yang mendapatkan kategori informatif, 34 badan publik atau 9,8% dengan kategori menuju informatif, selebihnya masih dalam kategori cukup informatif, kurang informatif dan tidak informatif dari 348 badan publik yang dipantau.

BACA JUGA:

Lebih lanjut, Mira mengatakan ada empat hal yang dapat dilakukan secara bersama untuk peningkatan status badan publik menjadi informatif.

“Pertama, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada setiap badan publik perlu diperkuat karena dipundak berkala sesungguhnya keberhasilan implementasi Undang-Undang ini.

Ke-2, pimpinan badan publik pada setiap tingkatan harus memiliki persepsi yang sama akan pentingnya penciptaan budaya keterbukaan informasi,” jelasnya.

Ke-3, peningkatan praktek tata kelola data di setiap PPID dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan tata kelola data yang handal sebagai bahan dasar pelayanan informasi.

“Dan ke-empat, peningkatan kapasitas SDM PPID dalam memanfaatkan teknologi digital,” sambung Mira.

Ketua KI NTB, Suaeb Qury menegaskan, sejalan dengan pesan dan amanat Presiden Republik Indonesia yang menekankan bahwa sudah saatnya masyarakat dan pemerintah menyesuaikan dan mengikuti arus tranformasi digital untuk mempermudah akses informasi bagi masyarakat, kemajuan teknologi yang menyertai dan menandai adanya kesungguhan bagi penyelenggara negara untuk berpihak pada orientasi kesejahteraan dan keadilan.

“Penyampaian informasi harus disertai dengan komitmen dan keberpihakan program pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat”, tegas Qury.

jm




Masyarakat NTB Diajak Gerakkan Cinta Zakat

MATARAM.lombokjournal.com

Selain dapat membersihkan harta dengan cara memberikannya kepada yang berhak, zakat juga dapat menjadi penenang hati dan memberikan rasa bahagia bagi pemberinya jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh cinta.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Zulkieflimansyah saat meluncurkan secara resmi Gerakan Cinta Zakat bersama BAZNAS NTB di Gedung Graha Bhakti Praja pada Rabu, 5 Mei 2021.

Bang Zul didampingi isteri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyerahkan zakat Mal kepada panitia Zakat BAZNAS NTB

“Ini luar biasa. Gerakan Cinta Zakat dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk memahami pentingnya zakat itu apa,” jelasnya.

Menurut Bang Zul, sapaan Gubernur, melalui Gerakan Cinta Zakat dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan zakat, infak, dan sedekah.

Selain itu, Gerakan tersebut dapat menjaga hati pemberinya dan mendidik agar peka terhadap kekurangan sekitar. Dimana, hal tersebut dapat melatih diri agar bisa mencapai pribahasa “tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu mengetahui”.

Bang Zul yang didampingi isteri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, juga menyempatkan diri memberikan zakat Mal kepada panitia Zakat BAZNAS NTB. Yang mana diharapkan akan dapat memotivasi setiap orang untuk melalukan hal serupa.

BACA JUGA:

Sementara itu, Ketua BAZNAS NTB, TGH Muhammad Said Ghazali menjelaskan, Baznas NTB akan memastikan penyaluran zakat yang telah disalurkan masyarakat agar tepat sasaran, betul-betul sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Lebih jauh TGH Muhammad Said Ghazali menjelaskan, Potensi zakat di NTB Mencapai 2,8 triliun. Sementara zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang berhasil dikumpulkan pada tahun 2020 kemarin baru sekitar 100 milyar lebih. Pengumpulam ZIS mampu direalisasikan sebesar 28,5 milyar melebihi realisasi pada tahun 2019 yakni 26, 4 miliyar.

“Untuk pengumpulan zakat infak dan sodakoh tahun 2021 ditargetkan sejumlah 30 milyar,” jelasnya.

Baznas NTB sendiri mendistribusikan ZIS dan memanfaatkannya melalui beberapa program dan insyaallah untuk 2021 target 30 miliyar.

Baznas NTB mendistribusikan penggunaan ZIS melalui beberapa program. Diantaranya, Baznas NTB Gemilang Peduli dengan jumlah penerimanya 26798. Baznas NTB Gemilang Cerdas dengan jumlah penerimanya 3198 orang.

Baznas NTB Gemilang sehat dengan jumlah penerimanya 881 orang. Baznas NTB Gemilang makmur dengan jumlah penerimanya 2581 orang.

Dan Baznas NTB Gemilang takwa dengan jumlah penerimanya 6541 orang. Program pemberdayaan sejumlah 499 orang dan lembaga, dengan total 4438 orang.

“Program Baznas NTB Gemilang selalu berusaha menyalurkan zakat secara produktif,” tandasnya.

novita@diskominfotikntb




Pembatasan Pergerakan Orang untuk Tekan Penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjoutnal.com  —

Menindak lanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor : 550/05/KUM/Tahun 2021 dan mencermati penyebaran COVID19 global dan nasional, sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTB menggelar rapat bersama Fotkopimda serta Bupati/Walikota se-NTB.

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr Najamuddin Amy, S.Sos., MM, mengungkapkan, rapat bersama Kapolda NTB, Danrem 162/Wb, pada Selasa (04/05/21) di Mataram, melahirkan tiga point.

Pertama, Pemerintah Provinsi minta masyarakat mengurangi mobilitas dengan tidak melakukan perjalanan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kedua, bagi masyarakat dengan alasan tertentu dapat melakukan perjalanan dengan moda transportasi laut dari Pelabuhan Kayangan – Poto Tano maupun sebaliknya, dapat diberikan waktu sampai dengan tanggal 8 Mei 2021 pukul 00.00 Wita.

“Nah, (point) yang ketiga itu larangan bepergian dengan moda transportasi laut akan berakhir pada tanggal 17 Mei 2021 pukul 00.00 Wita,” kata Doktor Najam yang juga mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB.

Surat Pembatasan Pergerakan Orag

Untuk mempertegas kebijakan ini, Pemerintah Provinsi juga telah membuat surat untuk disikapi bersama dan ditujukan kepada Bupati/Walikota se-NTB.

BACA JUGA:

“Insya Allah, suratnya sudah (ada), dan akan ditujukan kepada seluruh kepala daerah dalam hal ini Bupati/Walikota se-NTB. Surat terkait pembatasan pergerakan orang ini sudah ditandatangi langsung oleh Sekda NTB,” ujar Bang Najam.

Sebelumnya, ia juga menyikapi soal simpang siurnya informasi yang beredar terkait mudik lokal.

Dikatakan, demi kebaikan bersama masyarakat diminta bersabar dan menahan rindu untuk mudik untuk bersama-sama menekan laju COVID19.

“Pemimpin itu memberi harapan sekaligus memberi peringatan. Tapi yang jelas pemimpin itu mengambil keputusan. Beberapa waktu yang lalu memang Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan edaran terkait mudik lebaran. Dasar rujukannya adalah edaran dari Menteri Perhubungan dan adanya Instruksi Presiden. Tentu setiap provinsi memiliki kondisi yang berbeda,” kata Doktor Najam.

Pemprov NTB mencoba memberikan harapan sambil diusulkan kepada Pusat bahwa NTB ini terdiri dari dua pulau dengan jarak yang sangat berdekatan.

“Bahkan pada saat kunker Mendagri, kondisi ini ditanyakan oleh media dan sangat dipahami bahwa memang kondisi dan tipikal mudik antara kabupaten/kota di NTB berbeda jauh dengan Jawa dan tempat lainnya,” imbuhnya.

Dikatakan, munculnya edaran mudik lokal dengan ketentuan prokes dan pembatasan sampai 70 persen kapasitas moda angkutan adalah kegelisahan Gubernur NTB menjemput perasaan rakyatnya yang rindu berlebaran bersama keluarga.

“Karena Kota Mataram dan Lombok Barat saja hampir tiada berjarak begitu juga kabupaten/kota lainnya seperti Lotim dan KSB yang berjarak hanya 1,5 jam penyebrangan,” jelas Doktor Najam.

“Tapi kondisi dari hari ke pandemi ini terus meningkat. Instruksi Presiden agar corona tidak mewabah seperti di India dan beberapa negara lainnya. Pun menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan terkini. Negara kita adalah negara kepulauan. Konektifitas pelabuhan dan bandara pun harus kembali diperketat. Prokes yang dikawal aparat TNI Polri dan Gugus Tugas pun seolah tak diindahkan warga yang mudik. Lihatlah kerumunan di pusat perbelanjaan dan lainnya yang susah sekali dihindarkan,” paparnya.

Gubernur bersama Kapolda, Danrem dan Gugus Tugas COVID19 Provinsi NTB pun menambahkan addendum dan memperbaharui edaran sebelumnya.

Warga NTB yang berkeinginan mudik dalam provinsi diberikan kesempatan sampai dengan tanggal 8 Mei 2021.

“Setelahnya sampai tanggal 17 Mei 2021 Pelabuhan dan Bandara ditutup kecuali untuk urusan2 tertentu sesuai dengan edaran Menteri Perhubungan,” tegasnya lagi.

Sekedar informasi, surat terbaru yang ditandatangani oleh Sekda NTB itu, juga ditembuskan kepada Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal, S.I.K., MH, dan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han.

Rr




Cegah Ledakan Covid-19, Gubernur NTB Anjurkan Tidak Mudik

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., menganjurkan masyarakat NTB sambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah Tahun 2021 M, tanpa mudik lebaran.

Menurutnya, hal ini semata-mata mencegah terjadinya ledakan Covid-19, sebagaimana terjadi di  India.

Keputusan itu atas pertimbangan instruksi Pemerintah Pusat dan kondisi terkini penyebaran Covid-19.

Berdasarkan hasil rapat dengan Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal, Danrem 162/Wb, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan para Bupati dan Wali Kota se-NTB, Selasa (04/05/21).

“Kalaupun harus mudik karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari, maka pelabuhan Kayangan-Tano akan dibuka sampai dengan tanggal 8 Mei Jam 00.00 Wita. Diberikan kesempatan sampai dengan tanggal 8 Mei bukan tanggal 6 Mei, karena sebelumnya Mudik diperbolehkan selama di dalam provinsi,”ungkap Gubernur.

Ia mengakui ini sesuatu yang berat bagi masyarakat. Sebelumnya Gubernur yang akrab disapa Bang Zul memahami budaya silaturrahmi dan kerinduan yang terungkap lewat budaya mudik ini begitu lekat di masyarakat NTB, khususnya jelang Idul Fitri.

“Tapi melihat perkembangan penyebaran Covid terkini yang makin membahayakan, tidak ada pilihan lain kecuali menutup penyeberangan sebagaimana dianjurkan oleh Pemerintah Pusat yang dimulai dari tanggal 8 Mei sampai dengan tanggal 17 Mei,” jelas Bang Zul minta pengertian masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB minta masyarakat mengurangi mobilitas dengan tidak melakukan perjalanan mudik lebaran idul fitri 1442 Hijriyah.

Surat Edaran Gubernur Nomor 550/05/KUM/Tahun 2021 mengatur tentang penyelenggaraan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di antaranya masih membolehkan mobilitas penyebrangan untuk kendaraan pelayanan distribusi logistik/barang dengan tidak membawa penumpang. Kendaraan dinas operasional dengan TNKB dinas TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, ambulans, mobil jenazah serta kendaraan lainnya sepanjang dalam rangka urusan penanganan Covid-19 dan atau dalam rangka penanganan kedaruratan lainnya.

BACA JUGA:

Kemudian kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI terlantar, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketetntuan peraturan perundang-undangan.

Terakhir, pergerakan penyebrangan bagi pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan tidak mudik, yaitu perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga,dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

IKP

DiskominfotikNTB




Benarkah ada Negara yang membenci Indonesia?

lombokjournal.com

MEMANG, sejauh ini tidak ada negara yang menjadi musuh dan secara resmi “membenci” atau bermusuhan dengan Indonesia. Konfrontasi antara Indonesia dengan negara lain (Malaysia) terakhir kali terjadi pada 1963. Dengan politik bebas aktif yang dianutnya, Indonesia mampu terhidar dari persaingan blok-blok ideologi.

Saya lantas mencari-cari jawaban atas pertanyaan, negara mana yang membenci Indonesia? Belum ada kajian khusus mengenai bagaimana negara lain memandang Indonesia. Padahal kajian serupa terhadap Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan sudah ada di Pew Research.

Saya kemudian mencoba untuk mencari dengan kata kunci yang lebih spesifik seperti negative view toward Indonesia dan how countries view Indonesia. Hasilnya saya menemukan dua buahbuku yang membahas mengenai bagaimana warga negara lain memandang Indonesia.

Buku pertama berjudul Stranger Nextdoor? Indonesia and Australia in the Asian Century, penyunting (editor)nya Tim Lindsey dan Dave McRae. Buku kedua berjudul Indonesia-Malaysia Relations, Cultural Heritage, Politics, and Labour Migrants karangan Marshall Clark dan Juliet Pietsch.

Buku pertama membahas mengenai hubungan dua negara bertetangga, Indonesia dan Austalia. Keduanya sama-sama membutuhkan satu sama lain dan sejak masa yang lama memiliki ikatan atau hubungan yang berkelindan.

Indonesia dengan populasinya yang besar adalah pangsa pasar produk-produk peternakan seperti daging dan susu serta gandum, yang banyak dihasilkan Australia. Bagi Indonesia, Australia adalah salah satu investor utama sekaligus negara penyumbang turis terbesar.

Namun, hubungan antara keduanya tidaklah benar-benar manis. Khususnya Australia, tidak banyak yang menganggap Indonesia sebagai negara yang disukai.

Hanya 43 persen saja yang mengaku menganggap Indonesia sebagai hal yang positif. Sisanya ada yang menganggap negatif, biasa saja, dan sebagian lain tidak tahu. Angka 43 persen ini cukup rendah bila dibandingkan negara-negara lain yang juga masuk dalam survei tingkat “kefavoritan” masyarakat Australia.

Jepang dan Singapura misalnya, 80persen dan 76 persen masyarakat Australia menganggap kedua negara sebagai hal yang positif. Malaysia dan Filipina pun mendapat angka yang lebih tinggi meskipun secara umum masyarakat Australia tidak lebih mengetahui kedua negeri  itu daripada mengetahui Indonesia. Skor yang didapat Malaysia dan Filipina masing-masing 58 persen dan 53 persen.

Kemudian timbul pertayaan, apa penyebab cukup rendahnya orang Australia yang memandang Indonesia secara positif? Dugaan kita mungkin akan mengarah pada ketidaktahuan orang Australia tentang Indonesia.

Namun, hal yang terjadi justru sebaliknya. Indonesia ternyata bisa dikatakan sangat dikenal di Australia. Hal yang berkontribusi pada rendahnya pandangan positif Australia terhadap Indonesia adalah Indonesia belum dianggap benar-benar penting dari segi ekonomi, dibandingkan Tiongkok atau Jepang misalnya. Menurut saya, eksekusi mati atas pelaku pengedaran narkoba asal Australia serta meningkatnya radikalisme Islam turut berkontribusi pada hal ini.

Buku kedua membahas hubungan Indonesia-Malaysia. Keduanya sering dijuluki sebagai negeri serumpun atau jiran (tetangga). Namun, selama hubungan kedua negara terjalin, banyak up dan down-nya.

Buku ini menyajikan data tahun 2007 dari Asia Barometer Survey. Menurut data tersebut 65 persen orang Indonesia menganggap Malaysia dan pengaruhnya sebagai hal yang positif. Sementara itu, sebaliknya hanya 39 persen saja orang Malaysia yang menganggap Indonesia dan pengaruhnya sebagai hal yang positif.

Malaysia

Usaha-usaha untuk mendekatkan kedua negara kelihatannya berhasil di tataran politik dan kenegaraan. Selain memiliki batas darat dan laut satu sama lain, keduanya sama-sama beragama mayoritas Muslim, sama-sama menggunakan bahasa Melayu (eventually menjadi bahasa Indonesia dan Malaysia), aktif di OKI dan ASEAN.

Namun, dalam tataran akar rumput, masyarakat kedua negara masih memiliki trust issues di antara mereka.

Penyebab pandangan Malaysia yang cenderung negatif terhadap Indonesia umumnya dialamatkan pada isu atau masalah seputar budaya. Dalam kasus ini pihak Indonesia serta warganetnya menyerang pihak Malaysia sebagai pengklaim dan pencuri budaya.

Keberatan dari pihak Malaysia adalah suatu budaya seharusnya dianggap sebagai milik bersama karena Malaysia dan Indonesia dahulu memiliki ikatan dan konektivitas yang sangat erat terutama antara Semenanjung Malaya dengan Sumatera (dan sedikit banyak Jawa dan Sulawesi Selatan). Wajar saja apabila ada kesamaan antara kedua negara.

Hal lain yang berkontribusi pada perasaan negatif serta perasaan benci orang Malaysia terhadap Indonesia adalah persoalan teritori yang belum terselesaikan, terutama Blok Ambalat.

Warganet Indonesia serta merta masih mempermasalah soal Pulau Ligitan dan Sipadan yang pada tahun 2000 telah ditetapkan oleh Mahkamah Internasional di Den Haag sebagai wilayah Malaysia dengan argumentasi seputar “efective control”.

Masalah asap yang kian mengganggu pun menimbulkan perasaan geram di antara masyarakat Malaysia.

Asumsi salah seorang teman saya di kampus, Malaysia memandang Indonesia sebelah mata bukan cuma karena permasalahn atau isu-isu yang telah disebutkan dalam jawaban ini.

Faktor utama mengenai buruknya hubungan dua negara ini adalah dugaan adanya sikap dan rasa merendahkan di kalangan masyarakat Malaysia yang menganggap bahwa Indonesia adalah negara budak, pengekspor pembantu, dan bergantung pada Malaysia untuk menafkahi warganya.

BACA JUGA: Puisi Bisa Meningkatkan Kesehatan

Jadi, tidak ada negara yang (benar-benar) membenci Indonesia. Tidak pula saya temukan data konkret mengenai tingkat kefavoritan Indoensia di mata negara lain selain Australia dan Malaysia. Semoga hubungan antarbangsa dapat menjadi lebih positif dan saling menguntungkan satu sama lain. Terima kasih, tabek!

Muhammad F. Agha Ansori

Quora




Puisi Bisa Meningkatkan Kesehatan

Bulan April lalu, tepatnya pada 7 April merupakan Hari Kesehatan Dunia. Kita terpacu  berpikir bagaimana meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional kita. Rekomendasi yang umum dari para ahli — seperti makan sehat, berolahraga, dan bermeditasi — tapi tahukah bahwa membaca puisi juga salah satu yang bisa meningkatkan Kesehatan. Faktanya, sains memberitahu kita bahwa puisi dapat berpengaruh pada segala hal mulai dari ingatan hingga pola tidur kita

lombokjournal.com —

Meningkatkan Pemikiran kreatif dan stimulasi kognitif

Sederhananya, berpikir dengan cara yang berbeda – seperti kita temukan dalam puisi – memberi  manfaat bagi otak. Dengan banyaknya bentuk dan penggunaan bahasanya yang unik, puisi menuntut banyak pikiran kita — dan hasilnya signifikan. Menurut sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan di Frontiers in Psychology, peserta yang membaca puisi menunjukkan peningkatan kefasihan linguistik dan fleksibilitas mental.

Membantu mengatasi rasa sakit mental dan fisik kronis

Para ilmuwan pernah melakukan pengamatan pada 75 orang yang mengalami nyeri fisik dan emosional kronis selama tiga hari, untuk membuktikan apakah berbagai bentuk terapi seni, termasuk puisi dan musik, bisa meredakan gejala nyeri mereka. Peserta menilai tingkat rasa sakit dan depresi mereka pada Skala Analog Visual dan Inventaris Depresi Beck. Studi tersebut membuktikan bahwa puisi secara signifikan mengurangi tingkat rasa sakit dan depresi. Lebih jauh, orang lebih cenderung untuk menggambarkan diri mereka sebagai “berharap” setelah waktu yang dihabiskan untuk membaca atau mendengarkan puisi.

Meningkatkan kualitas tidur

Membaca sebelum tidur terbukti dapat mengurangi stres pada tingkat tinggi, merilekskan stres bahkan lebih dari bentuk perawatan diri lain seperti mendengarkan musik, minum teh, atau berolahraga. Sebuah studi dari University of Sussex menunjukkan, membaca dapat mengurangi stres hingga 68 persen, mempersiapkan tubuh untuk tidur nyenyak tanpa gangguan. Sebagai perbandingan, mendengarkan musik memiliki tingkat keberhasilan 61 persen  dan berjalan-jalan meningkatkan tingkat relaksasi sebesar 42 persen.

Membantu ingatan tetap utuh

Dari terapi musik hingga terapi hewan peliharaan, banyak teknik yang bertujuan untuk meningkatkan proses memori dan mengurangi gejala demensia. Di Pusat Memori New York dan di fasilitas perawatan memori lainnya di seluruh negeri, kata yang diungkapkan dalam puisi telah diterapkan sebagai bentuk pengobatan demensia.

BACA JUGA; Adakah Negara yang Membenci Indonesia

Memperpanjang umur Anda

Bagi orang yang sering membaca puisi, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Social Science & Medicine, membaca secara teratur merupakan prediktor umur panjang pada orang dewasa yang lebih tua.

Penulis: Kara Lewis

read poetry

 




71 Persen Lansia di NTB Tervaksinasi

Progres vaksinasi lansia sangat luar biasa. Capaian ini tentu kerja keras Kapolda, Danrem 162 WB, dan seluruh pemerintah kabupaten kota se-NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Capaian target kegiatan vaksinasi lanjut usia(lansia) di NTB sebesar 71,0 persen atau sebanyak 36,048 lansia dari target 50,751 lansia di seluruh NTB.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, capaian target ini tentu buah dari kerja sama semua pihak, terutama jajaran Polda NTB, Korem 162/WB serta pemerintah kabupaten/kota di Provinsi NTB.

“Alhamdulillah progres vaksinasi lansia sangat luar biasa, mencapai 71 persen lebih. Capaian ini tentu kerja keras Pak Kapolda, Danrem 162 WB, dan seluruh pemerintah kabupaten kota se-NTB,” ungkap wagub saat memimpin rapat Evaluasi Percepatan Vaksinasi Lansia dan Penanganan Covid-19 di NTB, yang berlangsung di tenda putih Polda NTB, Selasa (04/05).

Pada rapat tersebut, turut dihadiri Kapolda NTB, Irjen. Pol Muhammad Iqbal bersama Danrem 162/WB, Brigjen. TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan diikuti secara virtual oleh seluruh forkompinda kabupaten/kota se-NTB.

Sementara sisanya, sebanyak 14 ribu lebih lansia yang belum divaksin, kata Ummi Rohmi – sapaan akrabnya -, ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri, atau maksimal setelahnya. Artinya, program vaksinasi kepada kelompok lansia sudah harus mencapai 100 persen.

BACA JUGA:

Senada dengan itu, Kapolda NTB, Irjen Pol. Muhammad Iqbal mengapresiasi kabupaten kota yang melebihi target untuk kegiatan vaksinasi kepada lansia. Diantaranya, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Dompu.

“Target ini sangat luar biasa. Artinya, kalau semua kompak baik TNI polri, pemda dan stakeholders terkait maka sangat mudah dilakukan,” ungkapnya.

Kapolda menegaskan, 5 daerah lainnya yang belum mencapai target adalah Kota Mataram, KLU, Bima, Kota Bima dan Sumbawa. Pihaknya akan terus meningkatkan jumlah anggota untuk mengawasi selama proses kegiatan vaksinasi berjalan. Begitu juga back up anggota dari seluruh jajaran TNI.

Manikp
@kominf




Wagub: Rekomendasi DPRD NTB adalah Wujud Kepedulian dan Kesungguhan

Pemda NTB akan terus mengoptimalkan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif terhadap seluruh jajarannya melalui evaluasi kinerja secara berkelanjutan

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima rekomendasi yang disampaikan oleh anggota DPRD Provinsi NTB terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan yang terkait dengan keberhasilan maupun kekurangan selama menjalankan roda pemerintahan.

“Kami sangat menghargai dan memaknai rekomendasi yang disampaikan sebagai wujud kepeduliaan dan kesungguhan dari seluruh anggota DPRD NTB,” tutur Ummi Rohmi.

itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB dengan agenda penyampaian dan penyerahan keputusan DRPD Provinsi NTB tentang rekomendasi DPRD Prov. NTB terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Akhir Tahun Anggaran 2020, yang berlangsung di Kantor DPRD NTB, Selasa (04/05/21).

Rekomendasi yang diberikan DPRD Provinsi NTB berupa saran dan masukan terkait tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan.

Ummi Rohmi menuturkan, Pempov NTB terus melakukan pengkajian terhadap rekomendasi tersebut dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi optimalisasi kinerja Pemerintah Provinsi NTB ke depan.

“Kami akan terus mengoptimalkan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif terhadap seluruh jajaran Pemerintah Daerah Provinsi NTB melalui evaluasi kinerja secara berkelanjutan, ” pungkasnya.

BACA JUGA:

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda menjelaskan tujuan diberikannya rekomendasi terhadap LKPJ Gubernur NTB Tahun 2020, adalah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan yang lebih baik.

“Rekomendasi ini untuk memberikan saran, masukan atau koreksi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah yang lebih baik dan akuntabel di tahun yang akan datang,” tuturnya.

Isvie – sapaan akrabnya – juga menyampaikan bahwa pada rapat paripurna yang telah dilakukan pada tanggal 03 Mei 2021, komisi-komisi DPRD NTB telah menyampaikan laporan dan rekomendasinya atas LKPJ Gubernur NTB dan telah dibacakan keputusan DPRD NTB tentang rekomendasi DPRD NTB terhadap LKPJ Gubernur Tahun 2020.

Sesuai pasal 19 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah menyebutkan bahwa kepala daerah menyampaikan LKPJ kepada DPRD dalam Rapat Paripurna yang didilakukan satu kali dalam satu tahun paling lambat 3 bulan setelah tahun berakhir.

ser
diskominfotikntb




10 ribu Paket Sembako untuk Pesantren dari Presiden Jokowi

Para Penerima bantuan paket sembako adalah berasal dari pondok pesantren NU, Muhammadiyah, NW dan lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Presiden Joko Widodo memberikan 10 ribu paket sembako untuk masyarakat miskin yang terdampak Covid 19 dan bantuan Ramadhan.

Penyerahan simbolis oleh Perwakilan Sekretaris Negara, Yuliani, kepada Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah

“Bantuannya diserahkan ke 13 pesantren di NTB. Nanti pihak pesantren yang akan menyalurkannya bagi mereka yang membutuhkan”, ujar Yuliani, perwakilan Sekretaris Negara di kantor Gubernur, Selasa (04/05).

Paket berisikan beras sebanyak lima kg, 1 liter minyak goreng, biskuit, teh dan lainnya langsung diterima simbolis oleh Gubernur DR Zulkieflimansyah dan langsung diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren.

Dikatakan Yuliani, bantuan 10 ribu paket sembako untuk NTB, ini, adalah bagian dari agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur(NTT), yang juga menyerahkan bantuan sembako sebanyak 23 ribu paket. Para Penerima bantuan paket sembako adalah berasal dari pondok pesantren NU, Muhammadiyah, NW dan lainnya.

BACA JUGALombok Food Festival, 14 Hari 421 Juta Transaksi

Gubernur DR Zulkieflimansyah mengatakan bantuan sembako diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok selama Ramadhan.

jm




Lombok Food Festival, 14 Hari 421 Juta Transaksi

Lombok Food Festival diharapkan menjalin networking yang semakin luas, semakin dikenal dan diminati pasar

MATARAM.lombokjournal.com

14 hari penyelenggaraan Lombok Food Festival di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, menghasilkan transaksi senilai 421 juta rupiah.

Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menutup festival tersebut, Senin (3/5), mengatakan, semoga kegiatan Lombok Food Festival yang diselenggarakan oleh Lombok Womenpreneur Club (LWC) serta bekerjasama dengan berbagai pihak, ini, dapat menginspirasi perempuan-perempuan NTB untuk terus berkreasi dan berkarya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

Ia juga berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin networking yang semakin luas agar produk-produk olahan makanan hasil NTB dapat semakin dikenal dan diminati pasar.

“Melalui kegiatan Lombok Food Festival ini saya berharap akan ada banyak inspirasi yang lahir, akan terbangun juga networking yang semakin luas dan baik,” ucap Bunda Niken – sapaan akrab Ketua TP. PKK, ini.

Ke depan Bunda Niken juga berharap kegiatan ini dapat semakin terkonsep dengan baik dan semakin sukses.

BACA JUGA:

Sementara itu, Indah Purwanti selaku ketua panitia sekaligus Founder LWC, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival ini. Ia berjanji Lombok Food Festival ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan konsep acara yang semakin menarik.

“Insya Allah Lombok Food Festival akan dilaksanakan setiap tahun di Lombok Epicentrum Mall,” ungkap Indah.

Penutupan kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba fashion show anak, lomba mewarnai, lomba hafidz, cipta produk kreatif makanan, lomba rias kanvas, best millenial food, best tradisional food, dan lainnnya.

jm