Ady Setiawan Asal Bima, Resmi Gabung Timnas

MATARAM.lombokjournal.com –,

Penggemar sepakbola NTB boleh berbangga. Pasalnya, salah seorang putra NTB dari Kabupaten Bima Ady Setiawan resmi bergabung dengan Timnas Indonesia asuhan pelatih Shin Tae Yong untuk ajang kualifikasi Piala Dunia 2022. Kamis, (06/05/21).

Ady dipanggil mengikuti pemusatan latihan guna memperkuat Timnas Indonesia di tiga laga sisa melawan Thailand, Vietnam dan UEA untuk kualifikasi Piala Dunia zona Asia yang dipusatkan di Uni Emirat Arab (UEA).

“Bangga. Akhirnya Ady Setiawan, pesepak bola asal Bima NTB yang berhasil dipanggil PSSI untuk bergabung di tim nasonal untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022,” terang Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Lebih jauh Zulkieflimansyah mengucapkan ‘selamat’ kepada salah satu putra NTB tersebut karena berhasil menembus ketatnya persaingan menjadi salah satu punggawa Garuda.

“Selamat Ady!” tegasnya.

Adi Setiawan merupakan pesepakbola NTB yang diketahui membela klub sepakbola bola Jawa Timur Persebaya Surabaya.

Ia bersama Evan Dimas Darmono dan puluhan pemain terbaik Indonesia lain akan berangkat ke UAE tanggal 17 Mei 2021 mendatang.

Untuk diketahui Adi menjadi satu dari lima pemain anyar yang dipanggil pelatih Shin Tae Yong mengikuti pemusatan latihan jelang kualifikasi Piala Dunia 2022.

Kelima pemain tersebut, yakni M Adi Satryo (PS Sleman), Ilija Spasojevic (Bali United), Rizky Ridho (Persebaya), Didik Wahyu W (Tira Persikabo) dan Ady Setiawan (Persebaya).

Ast




Joseph Paul Zhang Bicara Soal Minoritas

MATARAM.lombokjournal.com

Jozeph Paul Zhang​, tersangka penistaan agama dan sudah jadi buron interpol yang sekarang bersembunyi di Jerman, tampak makin berani dan percaya diri.

Dalam video live terbarunya, yang diunggah Kamis (06/05/21), Paul Zhang menyatakan, minoritas di Indonesia kini sudah berkembang, sejak ditangkapnya Habib Rizieg bersama ulama lainnya yang obok-obok Indonesia dengan khilafahnya.

Karena itu, Paul Zhang berharap minoritas tidak takut lagi, dan harus berani bersuara.

Tapi yang minoritas itu makin membesar. Ia mengutip ucapan Walikota Solo, bahwa minoritas (kekristenan) di Solo itu jumlahnya sudah mencapai 35 persen.

Demikian juga di Semarang kekristenan sudah lebih dari 30 persen. Padahal disitu ada pondok pesantren radikal.

Tapi ia menyayangkan, meskipun minoritas meski sudah mencapai 35 persen itu (Sebagian besar) semua ayam (chicken), tidak berani berani tampil.

“Teman-teman ayo tampil, sudah banyak yang berani. Sudah banyak yang berani declaire. Kalau semua jadi ayam akan terus ditekan-tekan,” katanya.

Indonesia ini diobok-obok orang Yaman, kemudian ia menyebut nama Habib Rizieq dan Anis Baswedan. Padahal negara Yaman sekarang sudah babak belur.

Pada jamannya Bung Karno (Prsiden pertama RI) perang habis-habisan melawan khilafah. Sekarang khilafah dipelihara, sama orang-orang seperti Yusuf Kalla dan Amien Rais.

Namun ia percaya Indonesia tidak akan diobok-obok khilafah, dalam 3 tahun ini khilafah akan dilibas habis.

“Lebih baik diobok-obok orang Cina. Dimana ada orang Tionghoa disitu ada kemakmuran. Ada  orang Yaman ada kehancuran,” kata Paul Zhang.

BACA JUGA:

Sebelumnya ia menyinggung Habib Rizieq yang disebutnya lari ke Arab. Coba kalau pemimpin FPI itu lari ke Prancis atau Inggris.

“Goblog memang Habib satu tu. Coba lari ke Jerman, akan diback up habis-habisan,’ kata Paul Zhang.

Cc




Dibantah, Isu Alfamart Masuk Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com

Beredarnya isu Alfamart akan beroperasi di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dibantah.

Anggota DPRD NTB asal Kabupaten Lombok Utara  (KLU), Sudirsah Sujanto menegaskan, isu masuknya ritel modern ke Lombok Utara itu ‘tidak benar’, Kamis, (06/05/21).

Sudirsah Sujanto

“Isu akan masuknya Alfamart ke Utara itu tidak benar,” tegas Sudirsah.

Anggota komisi IV DPRD NTB itu menjelaskan, Alfamart pernah ajukan izin operasi di KLU pada era pemerintahan Bupati Najmul Ahyar.

BACA JUGA:

Tapi ditolak dengan alasan mematikan pengusaha kecil yang menggantungkan usahannya di sektor perdagangan.

“Memang dulu di era pemerintahan Najmul Ahyar, pernah Alfamart mengajukan izin beroperasi di KLU, tapi ditolak oleh Bupati dengan alasan bisa membunuh pedagang dan warung-warung kecil di KLU,” katanya.

Bagaimana saat ini? Pihaknya yakin Bupati Djohan Sjamsu juga bersikap sama, yakni tidak mengizinkan ritel-ritel modern skala nasional beroperasi di KLU.

Keyakinan tersebut didasarkan pada visi dan misi pemerintahan Djohan-Dany yang menjadikan usaha mikro kecil dan menengah sebagai basis utama perekonomian Lombok Utara.

“Saya yakin di era pemerintahan JODA-AKBAR (pasangan Bupati dan Wakil Bupati Djohan Sjamsu-Dany Karter Febrianto Ridawan) juga tidak akan pernah memberikan izin Alfamart beroperasi di Lombok Utara,” ujarnya.

Pertumbuhan usahawan kecil dan menengah akan terhenti ketika ritel modern diizinkan beroperasi.

Dikatakan, pemerintahan JODA-AKBAR sangat mendukung tumbuh dan berkembangnya ekonomi kecil dan menengah, dengan memberikan pedagang keci, kios dan warung-warung untuk bisa mengembangkan diri.

Sudirsah yang juga Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB itu menyebut telah mengkonfirmasi dinas terkait, memang belum ada permintaan izin apa pun dari pihak Alfamart ke Pemda KLU.

“Saya sudah melakukan konfirmasi ke Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Lombok Utara, belum ada berkas apa pun terkait pengajuan Alfamart masuk ke KLU,” ungkapnya.

Ast




Kisah Luar Biasa Alumni Awardee Beasiswa NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Pengalaman luar biasa dan inspiratif terdengar menakjubkan dari lontaran cerita para alumni awardee beasiswa luar negeri NTB, pada acara perdana Bincang Gemilang yang digagas Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Rabu (05/05/2021).

Acara Bincang Gemilang dengan tema refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebebasan Pers itu berlangsung di halaman Kantor Dinas Kominfotik Provinsi NTB.

Salah satu alumni penerima beasiswa di Polandia, Mia Riskana mengaku, ia adalah salah satu dari 5 penerima beasiswa angkatan pertama yang dalam waktu 2 tahun mampu menyelesaikan pendidikan S2.

“Bahkan saya dianugerahi lulusan terbaik dari universitas,” ungkapnya dengan semangat.

Mia berharap program beasiswa ini terus dilaksanakan untuk anak-anak NTB yang lain. ia mengatakan,  investasi pendidikan tidak sekejap mendatangkan hasil.

Namun diyakininya, makin banyak alumni beasiswa luar negeri akan mampu memberikan warna untuk masa depan NTB bahkan Indonesia.

“Karena investasi dipendidikan itu bukan seperti investasi d ibisnis. Hasilnya tidak seperti membalikkan telapak tangan. Tapi bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas,” ungkapnya.

Di Polandia bukan hanya ilmu di kelas yang didapat, tapi pengalaman beradaptasi, berinteraksi dengan semua orang sedunia. Itu yang tidak mudah didapatkan.

“Ini program luar biasa, semoga beasiswa ini terus diberikan kepada anak NTB,” tutupnya.

Cerita lainnya datang dari, alumni beasiswa dari Universitas di Malaysia, Najmul Wathan asal Dompu. Ia tidak pernah bermimpi untuk kuliah dan mendapatkan beasiswa.

“Karena saya hanya anak kampung, jauh dipelosok dan orang tua hanya petani,” ceritanya.

Namun, begitu ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri dengan beasiswa, semangatnya menggelora.

Pengalaman kuliah disana, ia dapat menjadi relawan mengajar, bahkan dibayar oleh universitas dan diberikan fasilitas seperti mobil, rumah dan perabotanya lengkap.

“Sehingga saya mengajak 7 orang temannya untuk berpartisipasi dalam sebuah projek disana,” ungkapnya.

Sehingga Najmul berharap pengalaman dan kepercayaan dirinya dapat tertular untuk anak-anak dipelosok kampung se-NTB.

Lain halnya dengan Tatang, salah satu ASN di Pemrov.NTB yang menempuh pendidikan di Polandia.

Menurutnya, tantangan saat awal disana adalah bagaimana menyusaikan diri dan beradaptasi dengan budaya dan makanan disana.

“Saya ingat betul, bagaimana pesan Pak Gubernur saat melepas kami, kalau anak NTB bisa mengaji, azan atau jadi imam, maka carilah masjid,” ulasnya.

Ini pengalaman dan cara beradaptasi yang dilakukannya. Bahkan karena kepercayaan dirinya sebagai anak NTB, saat tugas study ke Portugal ia bahkan diterima menjadi agensi disalah satu agen wisata.

Alasannya, karena ia berasal dari NTB.

“Jadi mereka tahu NTB terkenal dengan pariwisatanya, dan kebetulan pimpinannya pernah berlibur ke NTB. Jadi saya mengajak pimpinan agensi itu untuk berwisata ke NTB,” ujarnya.

Dari cerita pengalaman tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., sangat optimis, jika anak-anak NTB diberikan kesempatan untuk berkompetisi. Kemampuannya tidak akan kalah dengan yang lainnya, bahkan ketika harus bergaul dan berkompetisi di luar negeri.

Bahkan Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini yakin, pengalaman kuliah di luar negeri ini memberikan kepercayaan diri bagi anak-anak NTB untuk mengisi pembangunan di NTB maupun di Indonesia, bahkan dunia.

Bahkan anak NTB ini jauh lebih hebat di tempat kuliah mereka.

“Artinya semangat mereka ini yang mahal dan harus terus didorong,” harap Gubernur.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos, M.M., mengatakan acara Bincang Gemilang ini menjadi ajang untuk menyampaikan kabar tentang keberhasilan program NTB Gemilang.

BACA JUGA:

“Salah satunya kita angkat tema tentang  1.000 Cendekia untuk NTB Gemilang, menghadirkan alumni dari Eropa, Malaysia,” jelasnya.

Rencananya kegiatan Bincang Gemilang ini akan dilaksanakan setiap pekan, untuk menyampaikan kabar-kabar gemilang lainnya dari seluruh program unggulan Provinsi NTB.

 Edy

@diskominfotik_ntb




Covid-19 di NTB, Bertambah 36 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Hari Selasa (04/05/21), setelah pemeriksaan 150 (seratus lima puluh) sampel hasilnya 108 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hasil itu diperoleh dari pemeriksaan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium Antigen Klinik Dena Medika.

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,“ jelas Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs H. Lalu GitaAryadi, M.Si dalam press release, Selasa (04/05).

Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 45 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa sebanyak 12.443 pasien.

Rinciannya,10.735 orang sudah sembuh, 546 meninggal dunia, serta 1.162 orang masih positif

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19. Dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita.

Rr

BACA JUGA: Bulan Peduli Sosial LKKS 2021




THR Dibayar, PNS Diminta Bersyukur

lombokjournal.com

PNS diminta bersyukur, meski Tunjangan Hari Raya (THR) tak dibayar penuh.

Tahun ini, Pemerintah membayarkan tunjangan hari raya sebesar gaji pokok ditambah tunjangan yang melekat seperti tahun lalu.

Namun ribuan aparatur sipil negara meneken petisi agar Menteri Keuangan Sri Mulyani memenuhi janji membayarkan THR PNS secara penuh atau mencakup tunjangan kinerja.

“PNS di pusat dan rekan di daerah harus bersyukur. Di tengah kontraksi keuangan yang berat, pemerintah masih memberi THR di luar tunjangan kinerja,” ujar  Tito dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021, Selasa (04/05/21) lalu.

Tito membandingkannya dengan pembayaran THR pegawai swasta,  yang saat ini banyak perusahaan masih kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

Ia juga membandingkan dengan kondisi masyarakat yang menganggur lantaran terdampak pandemi Covid-19.

“Mereka tidak dapat apa-apa, siapa yang mau kasih THR? Jadi tolonglah beri pengertiannya, syukuri apa yang sudah ada,” katanya.

Pemerintah tetap membayarkan THR PNS meski keuangan negara sangat tertekan saat ini. Alokasi anggaran untuk membayar tunjangan tersebut mencapai Rp 30,8 triliun. PNS juga tetap mendapatkan gaji ke-13 yang akan dibayarkan pada Juni.

Diketahui, 19 ribu orang lebih meneken petisi yang meminta agar pembayaran THR dan Gaji ke-13 PNS 2021 dibayarkan secara penuh seperti tahun 2019 di laman change.org.

Petisi berjudul “THR dan Gaji ke-13 ASN 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019” ini  dimulai oleh Romansyah H. Petisi ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Ketua dan Para Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

Kebijakan THR tahun ini berbeda dengan penyataan dan janji Sri Mulyani pada Agustus 2020.

Sri Mulyani pernah menjelaskan, THR dan Gaji 13 ASN Tahun 2021 akan dibayar penuh dengan tunjangan kinerja  sebagaimana tahun 2019.

Pemberian THR PNS tanpa tunjangan kinerja tahun ini karena pemerintah masih dalam penanganan Covid-19.

BACA JUGA:

Anggaran tahun 2021 banyak dialokasikan kepada beberapa pos yang kebutuhan anggarannya meningkat seperti Program Kartu Pra Kerja dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun, hingga subsidi kuota internet.

Cc

Katadata.co.id

 




Wisata Ramah Pandemi, Gagasan Dispar NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) menyampaikan, pandemi Covid-19 belum menunjukkan grafik menurun.

Pariwisata dan ekonomi warga dirasakan paling terdampak dari virus mematikan ini. Namun pariwisata Lombok-Sumbawa ingin tetap eksis di masa pandemi.

Ide menciptakan wisata ramah pandemi covid-19 menjadi gagasan baru Dinas Pariwisata NTB. Menuju wisata Lombok-Sumbawa ramah pandemi covid-19.

“Kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), 6 – 7 Mei nanti kita harapkan memberi berkah tersendiri. Kami harapkan Menparekraf membangkitkan pariwisata nasional berdampak pertumbuhan ekonomi berawal dari NTB,” ungkap Kadis Pariwisata NTB, Yusron Hadi melalui siaran persnya, Rabu (05/05/21)

Kami ingin kedatangan Menparekraf ke Lombok nanti sekaligus me-launching sejumlah destinasi ramah pandemi covid-19, yang kami beri nama; Bubble Destination dan Bubble Island.

Kami memberi jaminan di destinasi yang kami tetapkan sebagai destinasi ramah pandemi ini akan memberi rasa aman dan nyaman selama berwisata.

“Semua yang menyangkut masalah kesehatan di masa pandemi ini, kami sudah siapkan protokol dan standar berwisata aman dan ramah covid-19,” imbuh Yusron masih merahasiakan destinasi yang dimaksud.

BACA JUGAWagub Minta PT. STM Jaga Lingkungan dan Berdayakan SDM Lokal

Untuk membenahi dan pemulihan pariwisata Lombok-Sumbawa pasca pandemi nanti, Yusron berharap percepatan dana hibah yang diperluas Kemenparekraf.

Dinas Pariwisata, pelaku dan industri pariwisata di NTB, berharap dukungan menparekraf menetapkan Tiga Gili, Sembalun dan kawasan Gunung Rinjani sebagai bubble destination.

Dari sisi pembenahan, Yusron merinci beberapa sektor untuk mendukung pemulihan pariwisata pasca pandemi. Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah sektor transportasi.

Lombok-Sumbawa membutuhkan tambahan slot penerbangan langsung dari dalam maupun luar negeri (penerbangan internasional dan domestik).

Sektor pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung menjadi perhatian selanjutnya. Menciptakan destinasi buatan untuk memperkaya obyek wisata di NTB menjadi sangat penting.

“Pentingnya dukungan investor datang dan berinvestasi di NTB menciptakan destinasi buatan. Ini akan menjadi perhatian wisatawan karena ada tawaran paket wisata yang baru. Kami harap menparekraf bisa memfasilitasi kami mendatangkan investor atau memotivasi UMKM lokal mau berinvestasi,” jelas Yusron.

Masih banyak trobosan-trobosan baru yang akan dilakukan Yusron sebagai leader pariwisata NTB, terutama dalam bidang promosi dan pemasaran.

“Untuk tahap awal ini, kami menyiapkan sejumlah destinasi yang ramah pandemi covid-19. Jadi ayo ke Lombok-Sumbawa. Jangan takut. Kami menjamin selama Anda disiplin dengan protokol kesehatan semua akan aman dan nyaman selama berwisata,” ajak Yusron

01




Wagub Minta PT. STM Berdayakan SDM Lokal

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta kepada pihak Perusahaan Sumbawa Timur Mining (PT. STM) yang melakukan kegiatan eksplorasi terpusat di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, agar memperhatikan standar lingkungan yang baik di sekitar lingkungan pertambangan.

Terutama menjaga kelestarian hutan lindung, karena menjaga kelestarian hutan adalah salah satu program unggulan pemerintah Provinsi NTB yang terus didorong hingga saat ini.

Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyimak presentasi Principal Government Releasen PT. STM, Yuyud Indrayudi

“Saya berharap selama kegiatan eksplorasi atau penelitian, standar kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan harus dijunjung tinggi. Karena itu juga akan mempengaruhi citra perusahan di tengah masyarakat,” harap Wagub saat menerima Audiensi rombongan management PT. STM di pendopo Wakil Gubernur NTB, Rabu (05/05).

Ummi Rohmi juga menegaskan kepada pihak PT. STM untuk memberdayakan segala potensi yang dimiliki oleh SDM dan tenaga lokal. Jangan sampai mereka hanya jadi penonton di tanah sendiri, beri mereka kesempatan untuk mengasah kemampuan.

Hal itu tentu harus didukung dengan berbagai program latihan yang difasilitasi oleh pihak perusahaan pertambangan emas dan aneka jenis mineral lainnya tersebut.

“Kita harus pastikan bahwa kehidupan masyarakat di sekitar harus sejahtera. Artinya kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Begitu juga dampak bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutur Ummi Rohmi.

BACA JUGA:

Menanggapi hal itu, Principal Government Releasen PT. STM, Yuyud Indrayudi, menyambut baik harapan itu. Karena menurutnya, keterlibatan SDM lokal menjadi salah satu konsen perusahaan selama menjalankan kegiatan eksplorasi atau penelitian.

“Bahka saat ini, kami melakukan pembinaan kepada kelompok tani. Kami berkomitmen untuk mengutamakan SDM lokal,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kelestarian alam dan hutan lindung di sekitar merupakan komitmen pihak perusahaan yang paling penting.

Memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup termasuk wilayah kawasan hutan termasuk melakukan penanaman pohon kembali di lokasi yang telah digunakan untuk eksplorasi.

“Kami selalu komitmen untuk menjaga lingkungan dan sosial masyarakat di sekitar kawasan pertambangan,” katanya.

Manikp@kominfo




Wagub: Tangani Kekerasan Anak Dari Akarnya

Saya ingin kita menyelesaikan masalah dengan secara ilmiah, jangan hanya covernya saja yang heboh, tetapi akar masalahnya juga harus diperhatikan

MATARAM.lombokjournal.com

Anak merupakan aset dan generasi penerus bagi keluarga, masyarakat maupun suatu bangsa.

Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai kasus yang terjadi pada anak menjadi permasalahan yang serius bagi pemerintah.

Salah satunya adalah kasus kekerasan pada anak. Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menegaskan, penanganannya harus langsung menuju ke akar masalah.

Ia juga menginginkan agar sosialisasi terkait dengan upaya penyelesaian permasalahan kekerasan pada anak dapat dilakukan secara massif, disamping upaya menemukan akar permasalahan secara ilmiah.

“Saya ingin kita menyelesaikan masalah dengan secara ilmiah, jangan hanya covernya saja yang heboh, tetapi akar masalahnya juga harus diperhatikan sebaik mungkin, bisa langsung ditinjau kepada desa tempat kasus tersebut berasal,” tutur Umi Rohmi saat menerima audiensi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi NTB yang berlangsung di Aula Pendopo Wagub NTB, Rabu (05/05).

Selain itu, Umi Rohmi menuturkan bahwa penyebaran edukasi yang paling efektif di masyarakat dapat dilakukan melalui posyandu, khutbah masjid dan sekolah yang dapat dikemas semenarik mungkin.

“Buat edukasi yang menarik, sehingga itu akan membuat efektif. Kalau misalnya tentang perlindungan anak yang ditayangkan sebuah video bagaimana cara memperlakukan anak dengan baik,” jelasnya.

BACA JUGASetia kawan dan Dermawan, Bulan Peduli Sosial 2021

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi NTB, Sahan, S.H. mengungkapkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah dalam menanggulangi kekerasan pada anak.

Di antaranya adalah dengan membentuk berbagai program–program seperti Peraturan Desa tentang Pencegahan Pernikahan Anak di Kabupaten Lombok Utara(KLU).

Selain itu, juga dibentuk Forum Anak bersama dengan Lembaga Perlindungan Desa yang bertujuan untuk memberikan ruang pada anak untuk saling membaur dalam interaksi yang positif.

Seperti pada tahun 2019 dibangun pondok ceria sebagai pemulihan psikis jiwa anak–anak, yang didirikan di 20 titik.

“Penguatan kapasitas anak dan keluarga di mana pada masing–masing dusun terus berjalan, di sana ada posyandu keluarga, kemudian kami berdayakan dengan adanya khutbah jumat, dimana LPA menyiapkan 24 judul khutbah jumat tentang kekerasan anak,” jelas Sahan.

Ser@diskominfotik




Bulan Peduli Sosial LKKS NTB 2021

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc menyerahkan secara simbolis bantuan Kaum Dhu’afa dan santunan Anak Yatim warga LKS/ LKSA dalam dan luar Panti.

Bantuan itu terkaait Bulan Peduli Sosial LKKS Prov. NTB 2021 berlangsung di Halaman Kantor PKK pada Selasa (04/05/21).

Bulan peduli sosial tahun 2021 ini meneruskan apa yang sudah dilakukan LKKS pada tahun-tahun sebelumnya. Walaupun di tahun sebelumnya sudah memasuki masa pandemi di bulan Ramadhan ternyata tidak memutus semangat untuk berbagi dengan sesama.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

“Sempat ada sedikit keraguan, apakah kita bisa mengumpulkan bantuan ketika situasi pandemi sedang berlangsung, namun ternyata Allah sudah membukakan rezekinya untuk para dhu’afa, anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan dengan memberikan hasil pengumpulan yang justru tahun kermarin lebih besar dibandingkan masa sebelum pandemi” ungkap Bunda Niken, sapaan akrab Ketua TP PKK tersebut.

Kita memahami bahwa di masa pandemi tentu saja secara umum telah memberikan masa-masa yg sulit bagi kita semua. Namun walau begitu tahun ini LKKS kembali mengumpulkan yang biasa didapatkan secara rutin dari para donatur.

Diharapkan dengan apa yang sudah disampaikan di bulan peduli sosial ini, bisa sedikit memberikan kebahagiaan serta mengobati rasa sedih dan rasa prihatin kepada yang membutuhkan. Dimasa pandemi ini, tentu saja diberikan kesempatan yg lebih luas lagi kepada Para donatur utk bisa menyampaikan kepada jaringan LKKS LKSA di seluruh NTB.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada berbagai pihak yang telah mendukung Kegiatan Bulan Peduli sosial tersebut, tidak terkecuali juga kepada BAZNAS NTB.

BACA JUGA: Gubernur Ajak Masyarakat NTB Gerakan Cinta Zakat

Diharapkan pula kerjasama yang akan semakin baik dari tahun ke tahun, baik dari sisi pengumpulan maupun penyaluran, agar kedepannya segala sumber daya yang ada terus diperbaiki dan dioptimalkan.

“Masyarakat Indonesia sebenarnya adalah masyarakat yang memiliki rasa kesetiakawanan yang cukup besar, dan rasa kedermawanan yang baik. Dan ini adalah potensi bagi kita semua untuk terus memupuk perhatian kepada sesama, terus memberikan kepedulian dan kesetiakawanan sosial ini dengan metode yang lebih baik lagi di masa yang akan datang agar makin bisa kita tingkatkan” tutup Bunda Niken.

jm