Gebyar Ramadhan IPNWDI Sakra Timur

LOTIM.lombokjournal.com

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiayah Sakra timur mengadakan kegiatan Gebyar Berkah Ramadhan (GBR) dengan tema “Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membentuk generasi Islam”.

Kegiatan berlangsung tanggal 8-9 Mei 2021, di Pondok pesantren Darul Al Istiqomah NWDI Juet. Kegiatannya berupa lomba-lomba yang diikuti tiap perwakilan madrasah di kecamatan Sakra timur.

Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiayah Sakra Timur,  Muhammad Rizwansyah, mengatakan program ini untuk mewadahi minat dan bakat para pelajar untuk percaya diri tampil menjadi depan.

“Tujuan program ini yaitu ajang melatih mental setiap pelajar untuk berani tampil di depan sebagai generasi,” katanya.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari Pimpinan Daerah IPNWDI, Perwakilan Pondok Pesantren dan OKP yang ada di Sakra Timur.

Kegiatan ini di sambut baik oleh pihak Pondok Pesantren, yang diwakili ustadz Ahmad Sya’roni.

Dikatakan, kegiatan seperti ini merupakan role model untuk memperlihatkan semangat para kader.

“Penanaman keorganisasian harus ditanamkan sejak dini sehingga para kader tataa’luqfilmasayaikh dan nahdliyah,” katanya.

Sedangkan dari pihak Pimpinan Daerah IPNWDI mengharapkan, kegiatan seperti ini terus dilanjutkan terutama tentang semangat keorganisasian  dan public speaking.

Kegiatan ini bukan hanya lomba saja, tapi dirangkai dengan kegiatan ziarah makam, sharing season, buka bersama, sahur bersama sebagai bekal para pelajar yang ikut .

Gebyar Berkah Ramadhan resmi ditutup  dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba. Kegiatan ini resmi di tutup oleh Dewan Pembina Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiayah Sakra Timur, Ustadz Abdullah.

BACA JUGA:

Dalam penyampaian singkatnya dikatakan, semangat giroh perjuangan dan mengikuti kegiatan seperti GBR ini adalah ibadah. Diambil arti pada ayat hizib,  yaitu Yaayyuhallazinaamanuwaamilussoliha merupakan ayat ruh perjuangan untuk  terus semangat sebagai anjum-anjum NWDI.

“Dalam ayat hizib Yaayyuhallazinaamanuwaamilussoliha adalah ruh perjuangan. Organisasi adalah ibadah, tanamkan niat ibadah dalam setiap langkah berorganisasi,” tuturnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian hadiah kepada pemenang lomba dan pembagian sertifikat dan takjil.

Nn




KLU Siap Dukung Industrialisasi NTB

LOBAR.lombokjournal.com

Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Dany Karter Febrianto Ridawan menyatakan dukungan penuh program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terkait industrialisasi.

Hal tersebut disampaikan Dany kepada lombokjournal.com usai mengikuti kegiatan penyerahan rapid test antigen Entram oleh Gubernur NTB Dzulkieflimansyah di Science Technologi Industrial Park (STIP) Banyu Mulek, Senin (10/05/2021).

“Kalau melihat komitmen Pak Gubernur tidak ada alasan kita tidak mendukung,” katanya.

Menurut Dany, KLU sendiri memiliki banyak produk industri lokal yang perlu dikembangkan lebih jauh.

Guna mencapai hal tersebut, sinergi dengan Pemprov mutlak diperlukan.

BACA JUGA:

“Terutama kita Kabupaten Lombok Utara memiliki banyak potensi produk-produk lokal yang harus diberikan ruang,” ujarnya.

Saat ini Pemrov NTB sendiri sedang getol mengembangkan industrialisasi.

Ada enam sektor industri yang jadi prioritas daerah. Diantaranya industri pangan, industri hulu agro, industri permesinan alat transportasi, industri kosmetik, farmasi herbal dan kimia serta industri ekonomi kreatif.

Guna menunjang enam sektor industri prioritas tersebut, Gubernur NTB Dzulkieflimansyah menjadikan Science Technologi Industrial Park (STIP) Banyu Mulek sebagai etalase yang sekaligus menjadi tempat pemerintah NTB menggembleng Sumber Daya Manusia (SDM) NTB di bidang industri.

Hal tersebut dilakukan selain untuk meningkatkan daya saing industri, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB. Sebab menurut Gubernur, industri menjadi ‘rumus’ penting peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:  

Tak tanggung-tanggung, Gubernur bahkan meyakini bahwa dari semua STIP di Indonesia, hanya di NTB yang pemanfaatannya paling serius.

“STIP ini program unggulan presiden Jokowi. Dan saya yakin mungkin kita satu-satu provinsi yang serius mengikuti arahan Pak Jokowi,” terangnya.

Ast

 




Gubernur Sambangi Bengkel Sepeda Listrik

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah selepas acara penyerahan rapid test antigen Entram, mengajak perwakilan Kepala Daerah 10 Kabupaten/Kota sambangi tempat produksi sepeda listrik kebanggaan NTB, Lombok e-Bike Builder (Le-Bui). Senin (10/05/2).

Kunjungan  ke tempat produksi sepeda listrik itu, agar industri lokal lebih berkembang dengan dukungan segenap Pemerintah Daerah di NTB.

Bertempat di Science Technologi Industrial Park (STIP) Banyu Mulek, Gubernur bertindak sebagai ‘guide’ dengan memperkenalkan sekaligus meminta perwakilan Kepala daerah mencoba langsung sepeda listrik kebanggaan masyarakat NTB itu.

BACA JUGA:

“Bila perlu kalau presiden datang ke Lombok Utara kasi oleh-oleh sepeda,” ujar Gubernur kepada salah seorang Kepala Daerah yakni Wakil Bupati (Wabup) KLU Dany Karter Febrianto Ridawan.

Dari pantauan lombokjournal.com, Dany sendiri terlihat paling bersemangat mendengar penjelasan Gubernur tentang spesifikasi sepeda listrik Le-Bui.

Ia bahkan sampai mencoba langsung dua sepeda listrik dengan spesifikasi berbeda atas permintaan Gubernur.

“Ini berapa harganya,” tanya Dany kepada produsen sepeda Listrik Le-Bui, Gede Sukarma Jaya.

Selain Dany beberapa pejabat yang hadir seperti Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi NTB dr. H. L. Herman Mahaputra tak ketinggalan mencoba beberapa sepeda listrik dengan beragam spesifikasi.

BACA JUGA:

Tak tanggung-tanggung, sosok yang akrab disapa Dr Jack itu pun sesekali memisahkan diri untuk menemui langsung produsen sepeda menanyakan spesifikasi sepeda apa saja yang ada di sana.

“Ini beda dengan punya saya ya?” tanyanya.

Sepeda listrik Le-Bui sendiri jadi kebanggaan Pemerintah Provinsi NTB karena mampu menembus pasar mancanegara.

Saat ini, produsen Le-Bui mengaku sedang mengerjakan beberapa pesanan dari DPD RI di Jakarta.

“Itu milik DPD RI,” ucap Gede Sukarma Jaya menunjuk ke arah beberapa sepeda yang terparkir berjajar.

Terkait harga, Gede mengaku satu sepeda listrik dibanderol seharga 20-60 juta rupiah tergantung jenis yang dipesan.

“Untuk harga dari 20-60 juta rupiah Mas,” jawabnya singkat.

Ast

 




Gubernur Bangga Prestasi NTB di Bidang Kesehatan

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur Zulkieflimansyah menyampaikan apresiasi tinggi pada tim kesehatan Universitas Mataram (Unram) yang bekerjasama dengan Laboratorium Hepatika Mataram, karena berhasil menciptakan rapid test antigen.

“Rapid antigen saja bisa dibikin di NTB,” kata gubernur di sela-sela acara penyerahan rapid antigen Entram (NTB-Unram), kepada 10 Kabupaten/Kota di NTB bertempat di Science Technologi Industrial Park (STIP) Banyu Mulek, Senin, (10/05/21).

BACA JUGA:

Dikatakan, prestasi di bdang Kesehatan itu jadi bukti masyarakat NTB tak hanya mampu produksi barang remehtemeh, tapi juga produk kesehatan sekelas rapid antigen.

“Pesan sederhana, bikin rapid antigen saja NTB bisa. Jangankan bikin mesin sederhana, bikin rapid ini pun bisa,” ujarnya.

Lebih jauh Gubernur minta segenap pemerintah Kabupaten/Kota di NTB ikut memberi apresiasi pada prestasi tersebut, dengan menggunakan produk lokal di daerah masing-masing.

Dijelaskan, jika bukan masyarakat NTB, siapa yang diharapkan membangun dan mengembangkan produk-produk lokal NTB.

“Mohon pak Bupati/Walikota jangan bisnis lagi alat kesehatan. Kalau kita bangga pakai buatan lokal kita bisa lebih maju,” kata gubernur.

Hal lain yang disampaikan Gubernur, terkait alasannya menghadiri undangan mendadak penyerahan rapid test antigen Entram tersebut.

Kehadirannya menjadi bentuk penyampaian tidak langsung pada masyarakat NTB, salah satu rumus peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah industrialisasi.

Masyarakat NTB tak boleh lagi memandang industrialisasi secara sederhana, hanya bingkai tambang seperti di pulau Sumbawa.

Melainkan dari banyak segi, salah satunya produk kesehatan. Karena sejatinya, inti dari industrialisasi adalah terwujudnya nilai tambah suatu barang.

Ia menyinggung bagaimana NTB tak usah bangga oleh melimpahnya hasil alam, jika hasil alam tak bisa diolah jadi komoditi dengan nilai tambah lebih tinggi.

“industrialisasi tidak selalu identik dengan pabrik besar. Industrialisasi sejatinya adalah adanya pendalaman struktur. Kita tidak usah jual jagung mentah berkapal-kapal, kita olah dia,” terangnya.

Salah seorang perwakilan Kepala Daerah yang hadir yakni Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) yakni Dany Karter Febrianto Ridawan.

Saat ditanya lombokjournal.com terkait permintaan Gubernur agar pemerintah Kabupaten/Kota mendayagunakan produk lokal di daerah masing-masing, ia menyambut positif permintaan itu.

Menurutnya, hal itu harus didukung guna kemajuan Provinsi NTB di masa mendatang.

“Kalau melihat komitmen Pak Gubernur tidak ada alasan kita tidak mendukung,” katanya.

BACA JUGA:

Untuk diketahui, rapid antigen Entram merupakan hasil riset dan inovasi Laboratorium Hepatika NTB bekerjasama dengan Universitas Mataram, guna memberikan solusi mengatasi penyebaran Covid-19.

Selain itu, kehadiran rapid test antigen Entram diperlukan agar NTB tidak bergantung pada produk impor.

Ast

 




4.865 Formasi CPNS Untuk Pemprov NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Kabar gembira bagi seluruh masyarakat Provinsi NTB yang bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pemerintah telah membuka lowongan CPNS dan PPPK di lingkungan Provinsi NTB sebanyak 4.865 formasi.

Keseluruhan formasi terdiri dari tenaga guru (PPPK) sejumlah 4.443 formasi, tenaga kesehatan sejumlah 271 formasi dan tenaga teknis sejumlah 151 formasi.

Informasi ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 555, tahun 2021, tanggal 21 April 2021 tentang kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Menurut press release yang dikeluarkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB, M. Nasir, pembukaan formasi CPNS ini, diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas organisasi serta mempercepat pencapaian tujuan strategis nasional.

BACA JUGA: Peniadaan Mudik Berlaku Menyeluruh

Karenanya Pemerintah memandang  perlu menambah Pegawai Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pendaftaran seleksi akan dimulai pada tanggal 30 Mei sampai dengan 13 Juni 2021. Pendaftaran seleksi pada tanggal 31 Mei 2021 sampai dengan 21 Juni 2021.

Seleksi administrasi dan pengumuman hasil pada tanggal 1 Juni sampai dengan 30 Juni. Masa sanggah dari tanggal 1 Juli sampai dengan 11 Juli 2021.

Sementara itu, pelaksanaan tes CPNS akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2021.

Seleksi kompetensi PPPK Non Guru (CAT BKN) dilaksanakan pada bulan September. Seleksi kompetensi PPPK Guru (CBT Kemendikbud) dimulai dari tes pertama pada tanggal 1 Agustus 2021, tes kedua pada tanggal 2 Oktober 2021 dan tes ketiga pada tanggal 3 Desember 2021.

BACA JUGA: Jaga Jarak dan Pakai Masker, Shalatnya Sah!

Selanjutnya, pelaksanaan tes SKB akan dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober. Pengumuman akhir dan masa sanggah pada bulan November 2021 dan penetapan NIP CPNS atau nomor induk PPPK pada bulan Desember 2021.

Ser

diskominfotikntb




Enam Sektor Industri Prioritas NTB

LOBAR.lombokjournal.com

Kepala Dinas Perindustrian, Hj Nuryanti menjelaskan 6 (enam) sektor industri prioritas yang diusung dalam kepemimpinan Bang Zul dan Umi Rohmi hingga 2023 mendatang.

Itu disampaikannya di tengah acara penyaluran 4.800 unit antigen Covid-19 buatan lokal NTB  yg dilakukan Gubernur Zulikieflimansyah kepada 10 kabupaten/kota se-NTB, di STIPark Banyumulek, Lombok Barat hari Senin (10/05/21).

Menurut Nuryanti, enam industri sektor prioritas yang dimaksud yaitu:

Pertama, Industri Pangan, yang menurutnya pada tahun 2020 lalu telah menorehkan sejumlah capaian, meski baru dalam proses peletakan pondasi.

Nuryanti menyebut sejumlah capaian industri pangan tersebut dimulai dari kegiatan standardisasi dan sertifikasi olahan pangan lokal (halal, merek, BPOM PIRT, dan Uji Laboratorium produk lainnya).

BACA JUGA: Gubernur Salurkan Alat Rapid Test Lokal

Kemudian pelibatan IKM NTB dalam penyediaan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang guna mengurangi dampak Covid-19.

Juga ada Bimtek dan pendampingan bersama BPPOM untuk pangan lokal dalam kemasan/kaleng Ayam Rarang, Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Sate Pusut serta olahan hasil pertanian/perkebunan. Perikanan/kelautan dan peternakan juga hasil hutan bukan kayu lainnya.

Kedua, Industri Hulu Agro, juga mulai menampakkan capaiannya. Misalnya Industrialisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti minyak atsiri, minyak cengkeh, minyak kayu putih dan lain-lain.

Capaian yang kalah pentingnya dalam industri Agro ini, adalah Pembangunan pabrik pakan terbesar di NTB (Feedmill) berlokasi di STIPark Banyumulek.

Ketiga, adalah Industri Permesinan Alat Transportasi. Pada sektor inipun telah mencatatkan sejumlah hadil karya putra putri NTB.

Di antaranya pengembangan kendaraan listrik Le-Bui, Matric-B, dan ngebUTS. Berkembangnya aneka mesin-mesin teknologi sederhana dari IKM untuk IKM.

Prototype dan bimtek pembuatan mesin-mesin untuk mendukung program zero waste, kampung unggas (mesin pakan, penetas telur dll), mesin-mesin untuk pakan ternak (pencacah rumout dll untuk pakan), dan mesin olahan makanan maupun penyulingan essens oil.

Keempat adalah industri hasil pertambangan. Fokus dalam sektor ini, menurut kadis kelahiran Mbojo ini, yakni menyiapkan segala sumber daya untuk program industri turunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kelima, Industri kosmetik, farmasi herbal dan kimia. Hasil yang dicapai pada industri ini antara lain; pengembangan industri kosmetik dan farmasi herbal (organik Lombok dan teh kelor).

Pendampingan pembuatan APD (Alat Pelindung Diri) buatan IKM, standarisasi produk dan bantuan peralatan bagi IKM kosmetik, farmasi herbal dan alat kesehatan (APD).

Dan terakhir, keenam, adalah ekonomi kreatif. Kegiatan industri inipun sudah mulai menggeliat dan melibatkan kaum melinial sebagai motor penggeraknya.

BACA JUGA: Kabupaten/Kota Didorong Bangun TechnoPark

Di dalamnya terdapat Moslem Fashion Industry, pelatihan pewarna alam untuk kain tenun. Bimtek tenun menggunakan ATBM (alat tenun bukan mesin), festival desiner tenun Lombok Sumbawa, fashion show tenun di tingkat nasional.

Nuryanti menambahkan, untuk kerajinan, dikembangkan pula industri penyamakan kulit sapi, pengolahan sampah plastik dan pengolahan limbah serabut kelapa, IG mutiara dan IG ketak.

Ditegaskan, program industrialisasi yang dicanangkan oleh duet duo doktor ini sudah mulai  menunjukan bukti dan terlihat wujud jati dirinya.

Tahun 2021 ini, pondasi industrialisasi ditargetkan tuntas. Tahun 2019/2020 adalah membangun kerangka pendukung, misalnya peraturan-peraturan di daerah tentang industrialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konsep industrialisasi.

Menurutnya, target Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tahun 2021 ini,  capaian program industri dapat naik 1 persen dari capaian terakhir tahun 2020.

‘’Satu persen ini adalah berkembangnya industrialisasi. Dan penyerapan tenaga kerjanya, serta jasa-jasa usaha ikutan dari masing-masing sektor,’’ ujarnya.

Target utama tahun 2021 ini adalah terbangunnya ekosistem industrialisasi. Misalnya, di sektor Moslem Fashion Industry. Yang sudah dilakukan adalah pelatihan pelatihan pewarna alam untuk kain tenun, bimtek tenun menggunakan ATBM, festival desiner tenun Lombok Sumbawa, fashion show tenun di tingkat nasional.

Ekosistem yang terbangun adalah berkembangnya IKM-IKM yang menyediakan bahan-bahan untuk pewarna alam, berkembangnya IKM-IKM pembuat motif tenun.

Berkembangnya IKM tenun, kemudian berkembangnya pemasar-pemasar tenun. Belum lagi berkembangnya konveksi, desainer untuk pakaian-pakaian yang akan ditampilkan pada fashion show. Hingga jasa-jasa lain yang saling bertalian dalam ekosistem.

Kemudian di sektor Industri Permesinan Alat Transportasi, capaiannya adalah dengan dikembangkan sepeda listrik dan kendaraan listrik. Sepeda listriknya adalah Le-Bui, Matric-B, dan ngebUTS.

Ekosistem yang akan dibangun dari produsen sepeda listrik ini dijelaskan kepala dinas, saat permintaannya tinggi. Dengan sendirinya, produsen membutuhkan pasokan komponen- komponen dari IKM lainnya.

Misalnya, IKM pembuat baut, IKM pembuat rangka, IKM pengelasan, IKM pengecatan. Semua IKM ini juga bertalian.

‘’Satu sepeda listrik ini, dapat mengembangkan banyak IKM lainnya. Kita targetkan tidak lagi mendatangkan komponen sepeda listrik dari luar. Mungkin hanya ban dan baterai yang tidak bisa dibuat langsung oleh IKM kita. Banyak yang hidup, tidak hanya produsen sepeda listrik saja. Inilah ekosistem itu, demikian juga yang lainnya,’’ katanya.

Tahun 2021 ini, IKM-IKM yang menjadi pioner ini sudah terbentuk. Misalnya, IKM sepeda listrik, IKM kosmetik, IKM fashion.

Dari masing-masing IKM ini akan berkembang IKM-IKM lain yang menjadi penyedia/pemasok atau produsen bahan baku lainnya untuk menghasilkan satu jenis produk.

‘’Kita bangun beberapa IKM, kita kawal kebutuhan dan standarisasinya kita dampingi sampai dia menjadi penghasil produk industri yang memenuhi standar. IKM yang jadi inilah yang kemudian harus bermitra dengan IKM-IKM lainnya dalam satu ekosistem. Itulah pondasi yang kita maksudkan, dan harus tuntas tahun ini pondasi ini,’’ urainya.

jm




Kabupaten/Kota Didorong Bangun TechnoPark

LOBAR.lombokjournal.com

Keberhasilan NTB memproduksi alat rapid test antigen Entram menjadi penanda industrialisasi di bidang Kesehatan.

“Kami ingin science dan technopark itu ada disetiap k abupaten/ kota. Sebagai program pemerintah pusat, NTB satu satunya yang serius membangkitkan industri sebagai gerakan ekonomi baru,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., di STIPark Banyumulek, Lombok Barat.

Gubernur Zulikieflimansyah

Itu disampaiknanya saat bertemu para bupati dan walikota se NTB melalui daring dalam kegiatan penyerahan bantuan rapid test antigen Entram, Senin (10/05/21).

BACA JUGA: Gubernur Salurkan Alat Rapid Test Lokal

Dikatakan Gubernur, industrialisasi sejatinya memberi nilai tambah terhadap bahan mentah yang terdapat di daerah untuk diolah dan dikemas menjadi produk jadi yang siap pakai.

Selama ini industri pengolahan terlanjur dibayangkan sebagai pabrik besar sehingga bahan mentah langsung dijual ke pabrik.

Gubernur menjelaskan, fungsi science dan technopark adalah mencari potensi industri bahan mentah, melakukan alih teknologi dan mendorong masyarakat melakukan industrialisasi mulai dari skala kecil.

“Era masyarakat saat ini harus mengalami proses industrialisasi tadi agar sejahtera dan dunia usaha akan menciptakan lapangan kerja dan lainnya,” kata Gubernur.

Alat rapid test yang merupakan produk teknologi dan ilmu pengetahuan membuktikan kesanggupan masyarakat NTB menciptakan produk bernilai tinggi, tak sebatas UKM makanan, pertanian, perikanan dan lainnya.

BACA JUGA: Enam Sektor Industri Prioritas NTB

Bahkan, sebelumnya sepeda listrik telah menjadi ikon kebangkitan industrialisasi NTB.

“Potensi inilah yang dilahirkan melalui science dan technopark nantinya di kabupaten/ kota dengan produk yang makin beragam,” jelas Gubernur.

Jm




Gubernur Salurkan Alat Rapid Test Lokal

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc menyalurkan 4.800 unit antigen Covid-19 buatan lokal NTB  kepada 10 kabupaten/kota se-NTB.

Alat rapid test antigen yang dinamai Entram itu diserahkan simbolis oleh Gubernur secara daring di STIPark Banyumulek, Senin (10/05/21). Masing-masing kabupaten/kota mendapatkan 480 unit Entram.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul mengatakan, Entram adalah produk teknologi tinggi.

Keyakinannya tentang potensi masyarakat NTB akhirnya dibuktikan dengan berhasil diciptakannya Rapid Test Antigen, Entram.

Ini membuktikan, program industrialisasi yang sedang berjalan ternyata tidak hanya memberikan dorongan terhadap lahirnya inovasi dalam bidang industri olahan dan permesinan.

Namun juga melebar ke sektor Kesehatan, dan NTB mampu membuktikan bahwa industrialisasi telah berkembang di segala bidang.

Bahkan Gubernur yakin, bila diberi kesempatan dan sumber daya, NTB mampu membuat vaksin dan alat kesehatan lainnya.

“Jangankan mesin-mesin sederhana, alat rapid test antigen pun bisa diproduksi oleh anak-anak NTB,” ucapnya optimis.

Bang Zul menginginkan agar alat Rapid Test Antigen Entram ini dapat diproduksi lebih banyak lagi.

Serta mendorong  agar kabupaten/kota mulai menggunakan serta bangga dan cinta terhadap berbagai buatan produk lokal.

Ia juga berharap kedepan kapasitas produksi Entram bisa lebih diperbesar untuk memenuhi kebutuhan rapid test antigen di Indonesia.

“Rapid test Entram ini selain murah tapi berkualitas tidak kalah dengan produk luar negeri,” ujar Bang Zul.

BACA JUGA: Revitalisas Posyandu Jadi Solusi Utama

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, L Hamzi Fikri mengatakan, Laboratorium Hepatika NTB yang memproduksi Entram ini sudah mengantongi izin edar dan saat ini  didorong untuk didaftarkan dalam e-katalog.

“Kemampuan produksinya baru 50 ribu per bulan. Sekarang ini tersisa stok sebanyak sepuluh ribu dari yang diproduksi 60 ribu tahun ini,” jelas Fikri.

Sementara itu, Prof. Dr. Mulyanto, Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora mengatakan, produk karya NTB ini telah melalui proses seperti validasi dan uji lainnya.

Untuk menguji akurasinya, alat ini sudah dibandingkan dengan alat rapid test komersil lainnya, dengan hasil akurasi yang sangat baik.

Menurut keterangannya, sensivitasnya alat ini lebih baik dari salah satu alat tes cepat yang beredar di pasaran.

Akurasi alat ini sensivitasnya sekitar 91 persen, dengan spesifitasnya sekitar 96 persen. Artinya, dapat mendeteksi paling tidak dari 100 pasien positif, sejumlah 91 orang yang dapat dideteksi dengan produk ini.

Kalau tidak dapat dideteksi dengan alat ini, artinya jumlah virusnya sangat rendah dan tidak menular. Dibanding dengan produk lain ada yang sensivitasnya 80 persen. Produk ini juga merupakan hasil dari uji coba dengan dua produk alat komersial sebagai pembanding.

BACA JUGA: Gubernur Beri Semangat Pasien Covd-19

“Namun lebih bagus kita,” tegasnya.

Selain itu juga, alat ini tergolong murah dan dapat langsung mendapatkan hasil sekitar 15 menit.

jm




Revitalisasi Posyandu Jadi Solusi Utama

Jadi pusat edukasi permasalahan kesehatan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, Revitalisasi Posyandu dapat menjadi pusat edukasi dan solusi utama permasalaham kesehatan di Provinsi NTB.

Untuk mewujudkannya, Ummi Rohmi – sapaan akrab Wagub – memaparkan beberapa strategi saat menjadi narasumber dalam Webinar Penguatan Posyandu Keluarga yang digelar Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan Dinas Kesehatan NTB, Senin (10/05/21).

Wagub Perempuan pertama di NTB itu menjelaskan, dibutuhkan komitmen yang kuat antara pemerintah kabupaten dan desa.

Membentuk Pokja Posyandu Desa dan menambah 3 meja pelayanan, yang semula 5 menjadi 8, yaitu; meja untuk remaja, Posbindu, serta lansia.

Kemudian untuk 3 meja pelayanan tersebut, dibutuhkan tiga orang kader yang akan bertugas.

Jika belum ada kader tambahan bisa dengan sementara memanfaatkan ibu-ibu atau remaja yang ada di desa tersebut). Kalau tempat itu waktunya fleksibel maka penambahan alat relatif murah.

Berbagai masalah kesehatan yang kompleks juga dihadapi oleh Provinsi NTB. Masalah stunting, kematian ibu, kematian bayi, dan berbagai masalah kesehatan yang kompleks seperti; pernikahan anak, pekerja migran (PMI) Ilegal, narkoba, lingkungan hidup, bencana, dan lain sebagainya.

Semuanya ini harus bisa kita kendalikan dengan pola edukasi yang konsisten dan tersistem dengan baik.

“Salah satu yang paling strategis yang kita perkuat selain sekolah adalah Posyandu, karena Posyandu dilaksanakan di setiap dusun di seluruh NTB setiap bulan,” jelas Ummi Rohmi.

BACA JUGA:

Hingga saat ini, peta sebaran posyandu keluarga per April 2021 di Provinsi NTB adalah sebagai berikut; 208 di kabupaten Lombok Utara, 844 di Lombok Timur, 126 di Lombok Barat, 244 di Lombok Tengah, 104 di Sumbawa Besar, 414 di Sumbawa, 428 di Dompu, 481 di Kabupaten Bima, dan Kota Bima 99.

“Kalau posyandunya aktif semua, maka semua data akan kita dapatkan secara ‘up-to-date’ setiap bulan. Sehingga semua permasalahan dari skala dusun bisa kita kontrol di NTB,” tegas Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga menjelaskan, Edukasi di Posyandu Keluarga ini akan lebih efektif lagi jika kita mengaktifkan Dasa Wisma. Dasa Wisma merupakan program kerja Tim Penggerak PKK Provinsi NTB.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah selaku Ketua TP-PKK menjelaskan Dasawisma di mulai dari pusat sampai ke desa, yang terdiri dari kelompok ibu dari 10 kepala keluarga (KK), yang melakukan aktivitas bermanfaat bagi keluarga.

Terutama kegiatan mewujudkan program-program dalam bidang meningkatkan ketahanan keluarga, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

novita

@diskominfotikntb




Ini Taushiyah MUI, Cara Rayakan Idul Fitri

lombokjournal.com

Menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan taushiyah hal-hal berikut:

  1. Mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M kepada seluruh umat Islam di Indonesia dengan diiringi doa taqabbalallahu minna wa minkum kullu ‘aam wa antum bi khair, semoga amal ibadah selama Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  2. Mengajak kepada seluruh umat Islam agar setelah menjalani serangkaian ibadah selama bulan Ramadhan dapat lebih meningkatkan kepatuhannya terhadap ajaran Islam dan kepeduliannya terhadap sesama, terutama kepada kaum dhuafa, fakir-miskin dan anak yatim-piatu terdampak Covid-19, dengan mengeluarkan zakat fitrah, zakat harta, Infaq, sedekah dan wakaf. MUI menghimbau agar dalam pembagian zakat, infak, sedekah dilakukan dengan menyalurkannya melalui lembaga yang resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat lainnya. Namun apabila hal itu tidak dapat dilakukan dapat disampaikan langsung kepada para mustahiq, dengan perencanaan yang baik dan benar, dikoordinasikan dengan aparat keamanan terkait, supaya tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan.
  3. Merujuk pada serangkaian kejadian melonjak dan tidak terkendalinya kasus penularan dan positif Covid-19 di berbagai wilayah dan belahan dunia secara luas, maka bersama ini MUI menyerukan seluruh umat Islam pada khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya untuk:                                                                                                    —  Tetap dan terus meningkatkan kewaspadaan diri terhadap ancaman pandemi Covid-19 dengan cara patuh memakai masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan semaksimal mungkin menjauhi kerumunan, meskipun sudah menjalani vaksinasi.        – – Menjalani seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dan hari raya Idul Fitri serta syi’ar Islam seperti takbir malam Idul Fitri dengan protokol kesehatan ketat.                        – – Tidak melakukan kegiatan mudik lebaran demi menjaga keselamatan jiwa diri sendiri, keluarga dan warga sekeliling.                                                                      d) –  —- – Melakukan pembatasan dan pengaturan yang ketat terhadap pelaksanaan shalat Idul Fitri di masjid atau di lapangan, khususnya di daerah yang memiliki potensi resiko tinggi penyebaran virus Covid-19 dan daerah rawan yang belum terkendali lainnya, sebagaimana telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 setempat, dianjurkan untuk shalat Idul Fitri di rumah.                                                                                                  — Hanya melakukan silaturrahim lebaran melalui sarana virtual, mulai dari phone call hingga video call bagi warga area yang tingkat potensi resiko penyebaran virus Covid-19 telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 setempat sebagai zona merah.
  4. Menghimbau kepada Pemerintah agar tidak ragu mengambil langkah tegas dan bijaksana untuk melindungi keselamatan seluruh warga melalui pembatasan mobilitas warga masyarakat.
  5. Menghimbau kepada umat Islam di Indonesia agar merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan senantiasa berdoa untuk keselamatan umat dan bangsa, mengedepankan perilaku terpuji, keamanan dan kenyamanan, menahan diri untuk tidak berperilaku tabdzir, tidak berkumpul dengan banyak orang dan bersilaturrahim yang tidak wajib, serta menjauhi sikap kurang terpuji.

Taushiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Menyambut Idul Fitri 1442 H, dengan Nomor: Kep-880/DP-MUI/V/2021, yang ditandatangani oleh Ketua Umum MU KH Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal H. Amirsyah Tambunan tertanggal 3 Mei 2021 atau 21 Ramadhan 1442 H

Rr

BACA JUGA: