Media Sosial Memicu Perilaku Bullying

M. Farfan, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Media sosial, khususnya Facebook, seakan tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kehidupan sehari-hari. Berbagai informasi dengan mudah didapatkan dan dibagikan lewat  Facebook.

Selain itu facebook memiliki manfaat di antaranya:

  • Sebagai Tempat Untuk Mencari Teman, manfaat yang paling terasa dari bintang adalah kita dapat menjumpai teman lama kita disini.
  • Tempat diskusi, salah satu fitur di situs jejaring sosial ini adalah group, yang berfungsi seperti forum. Anda bisa berdiskusi tentang apapun.
  • Sebagai Tempat Untuk Menjalin Hubungan, Contohnya mencari pacar, karena di facebook mudah saja kita mendapatkan seorang pacar.
  • Sebagai Tempat Belajar Dan Bermain, disamping untuk bermain, di facebook juga bisa digunakan untuk mempelajari ilmu ilmu yang belum pernah kita temukan sebelumnya.

Tapi di samping manfaat, media sosial sayangnya juga disertai dengan dampak negatif, seperti cyberbullying atau perundungan di dunia maya.

BACA JUGA:

Dampak Belajar Onine Bagi Mahasiswa

Menurut saya,  media sosial bisa memengaruhi perilaku sosial seseorang, termasuk bullying. “Media sosial berpengaruh besar dalam memicu tindakan bullying,”

Saya melihat penggunaan gadget dan media sosial pada anak muda saat ini kurang terkontrol. Mereka banyak yang menggunakan media sosial dan bebas menulis status serta komentar. Padahal belum sepenuhnya mampu menyaring informasi yang didapatkan.

Seringnya anak muda mengumbar kekesalan dan rasa benci terhadap sesuatu atau seseorang tidak lagi secara face to face, tetapi lewat media sosial tanpa adanya kroscek. Hal ini sangat mudah menyulut kemarahan dan kebencian.

Selain itu, munculnya tindakan bullying sendiri salah satunya akibat kurangnya peran orang tua atau keluarga dalam mendidik anak. Beragam faktor dalam keluarga menyebabkan seseorang menjadi pelaku bullying. Di antaranya seperti kurang perhatian, pola asuh yang terlalu tegas, serta kurang penghargaan.

BACA JUGA:

Apa Kabar dengan Kuliah Daring?

Bullying ini menunjukkan ada yang salah dengan pendidikan dalam keluarga. Orang tua kurang memberikan penanaman budaya lokal dan nilai-nilai untuk memahami orang lain

Nah, untuk mencegah perilaku bullying, pemberian hukuman yang tegas perlu dilakukan terhadap pelaku. Cara ini bisa memberikan efek jera bagi para pelaku, yang disertai dengan pembinaan oleh pihak terkait.

Lalu bagaimana jika menjadi korban bullying?  pentingnya support system seperti teman dan keluarga, untuk menunjukkan empati. Caranya bisa dengan mendengarkan keluhan, dan membesarkan hati untuk membangkitkan kepercayaan diri.***




Kehadiran PNS di Pemprov Usai Lebaran

Tingkat kehadiran PNS lingkup Pemprov NTB, capai 98 Persen

MATARAM.lombokjournal.com

Hari pertama masuk kerja, Senin (17/05/21) usai libur Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, tingkat kehadiran Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada seluruh Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB pada mencapai 98 persen.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, Drs. Muhammad Nasir dalam keterangan tertulisnya menyatakan, ini menunjukkan semangat ASN untuk kembali fokus bekerja serta patuh pada protokol kesehatan dan anjuran pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik lebaran.

Kepada 46 jumlah Perangkat Daerah Pemprov NTB, Nasir  memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk para abdi negara Pemprov NTB yang kembali aktif beraktivitas dalam mengemban amanah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

BACA JUGA:

Gubernur Minta ASN Fokus Bekerja

Bahkan mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini memberikan apresiasi tinggi pada sejumlah perangkat daerah yang tingkat kehadirannya mencapai 100 persen.

Perangkat Daerah dimaksud Nasir yakni BKD, Bakesbangpoldagri, Biro Perekonomian Setda NTB, BPKAD, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Biro Administrasi Pembangunan, Biro Organisasi, Biro Administrasi Pimpinan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PUPR,  Dinas Perindustrian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

“Sedangkan Perangkat Daerah lainnya rata-rata tingkat kehadirannya mencapai 98 persen. Adapun pennyebab sejumlah OPD yang capaian tingkat kehadirannya tidak sampai 100 persen disebabkan alasan terlambat sebanyak 36 orang PNS, namun keterlambatannya dihitung PNS yang hadir. Selain itu ada PNS dengan surat keterangan sakit sebanyak 20 orang,” jelas Nasir.

BACA JUGA:

Reboisasi Mata Air untuk Masa Depan KLU

Ia memberi pengecualian kepada PNS pada satuan pendidikan setingkat SMA/SMK dan SLB tingkat kehadirannya tidak diperhitungkan karea masih dalam masa libur sekolah.

ikp@diskominfotik




Kadis LH Hadiri Pemakaman Rasidi

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (LH dan Perkim) Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Zaldi ST MT mewakili Bupati Lombok Utara, menghadiri pemakaman birokrat yang berhidmat di Dinas LH dan Perkim KLU, Senin (17/05/21).

(alm) Rasidi

ASN Rasidi ST meninggal hari Ahad  (16/05) di RSUD Provinsi NTB, setelah dirawat karena sakit ginjal. Pria kelahiran Lombok Tengah tahun 1969 itu, bermukim di Peneguk Pringgarata.  Terakhir mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Perumahan Pada Dinas LH dan Perkim, Pemda Kabupaten Lombok Utara.

Mewakili bupati, Kadis LH Muhammad Zaldi ST MT menyatakan pimpinan daerah beserta segenap jajaran Pemda KLU, berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah itu.

Kadis LH, Muhammad Zaldi ST MT

“Saya mendengar kabar bahwa salah satu ASN Pemda KLU meninggal dunia di RSUD Provinsi NTB yaitu saudara Rasidi ST, karena sebelumnya mengalami sakit ginjal. Pimpinan dan jajaran Pemda KLU turut berbelasungkawa sedalam dalamnya atas telah berpulangnya saudara Rasidi ST pada usia 51 tahun, semua kita akan kembali pada Tuhan Robbul Jalil Allah SWT,” tuturnya.

Dikatakannya, pada saat kemarin ada yang meninggal, hari ini ada yang meninggal dan besok juga ada yang meninggal, begitu juga ada yang lahir. Semuanya adalah kehendak Allah SWT.

BACA JUGA:

Gubernur Minta ASN Fokus Bekerja

Karenanya, ia mengajak senantiasa berbuat kebaikan, menebar manfaat dan maslahat serta terus mengabdikan diri pada umat atau rakyat dengan profesi dan amanah yang diemban.

“Almarhum Rasidi dikenal pendiam, rendah hati dan pekerja tekun, semoga pengabdiannya kurang lebih 29 tahun menjadi amal kebaikan yang menghantarkan almarhum tenang, lapang dan mendapatkan balasan surga, insya Allah, aamiin,” kata Kadis LH dan Perkim itu.

Selanjutnya dikatakan, almarhum sebagai manusia biasa apabila terdapat salah, keliru, dalam berucap dan bersikap dimohonkan maaf dengan ikhlas, sembari agar dido’akan  tenang dan lapang menghadap keharibaan Allah SWT.

“Pemda Lombok Utara mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pengabdian almarhum di Kabupaten Lombok Utara dengan segala kenangan yang ada. Saya bersaksi bahwa beliau orang baik,” tuturnya.

Dr TGH M Habibi MA dalam paparan tausiyahnya mengatakan, ketika ikhlas menjalani musibah, semoga Allah SWT mengampuni salah dan khilafnya, diterima segala amal sholehnya. Keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan dan keikhlasan.

“Semua akan meninggal, sehingga cukuplah peristiwa tersebut sebagai pelajaran, sehingga jika ada peluang hati berbuat maksiat, segeralah ingat kematian. Manusia dilahirkan dalam keadaan menangis, sementara orang bergembira karena kelahiran tersebut. Maka berusahalah jelang kematian dengan tersenyum gembira, pada saat orang-orang menangis,” urainya.

Menurutnya, banyak yang mengantarkan jenazah almarhum membuktikan bahwa almarhum orang baik. Semoga husnul khotimah, amin.

Acara berjalan lancar, hidmat dan diakhiri dengan pembacaan do’a. Selamat berpulvidang saudara Rasidi, semua mengenang kebaikan dan kiprah yang telah diabdikan.

BACA JUGA:

Tamasya Lebaran Topat di Masa Covid-19

Hadir pada pemakaman itu, di antaranya Kepala Dinas Sosial PPPA Drs M Faesol, Kabag Ortal Haerul Anwar SKom, Para Kabid dan Kasi beserta staf lingkup Dinas LH dan Perkim, Tuan Guru, Toga, Toma dan masyarakat mukim setempat.

wld




Tamasya Lebaran Topat di Masa Covid-19

KLU.lombokjournal.com

Lebaran Ketupat atau yang dalam istilah Bahasa Sasak disebut lebaran topat adalah perayaan lebaran seminggu paska Idul Fitri dan hanya dirayakan di Pulau Lombok.

Dalam praktiknya lebaran topat dirayakan dengan bertamasya ke tempat wisata. Biasanya, masyarakat akan membawa serta masakan, lengkap dengan ketupat ke tempat tujuan.

Untuk lebaran topat kali ini, tamasya masyarakat terbentur aturan pemerintah terkait protokol covid-19. Turunan dari penegakan aturan tersebut salah satunya menutup tempat-tempat wisata.

BACA JUGA:

Gubernur Minta ASN Fokus Bekerja

Tingginya animo masyarakat merayakan tradisi tahunan yang telah berlangsung turun-temurun jadi tantangan besar satgas Covid-19 dalam mencegah masyarakat berkerumun.

Dari pantauan langsung lombokjournal.com jelang lebaran topat, beberapa tempat wisata khususnya di wilayah pegunungan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terlihat ramai pengunjung.

Banyaknya opsi sebagai pilihan tempat wisata di luar air terjun dan pantai semisal tempat pemandian umum dan sungai jadi tantangan lain dalam mencegah kerumunan masa.

Buruknya, himbauan untuk taat protokol kesehatan sering diabaikan masyarakat di tempat-tempat tersebut.

Jika Satgas Covid-19 gagal menjawab tantangan bukan mustahil tempat wisata jadi klaster baru penyebaran wabah Covid-19.

Rejeki Pedagang Kecil

Selain pengunjung, banyak pedagang kecil yang turut andil meramaikan tempat wisata. Hal tersebut disebabkan penghasilan pedagang kecil bertambah di hari-hari besar seperti lebaran topat.

Ditutupnya tempat wisata saat lebaran topat akan berimbas langsung pada perekonomian pedagang kecil yang berjualan di tempat wisata.

BACA JUGA:

Apa Kabar dengan Kuliah Daring?

Dilemanya, ketika tempat wisata dibuka peluang munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 sangat terbuka.

Untuk itu pemerintah diharapkan segera menemukan solusi  sehingga pedagang kecil tetap bisa meraup penghasilan dan masyarakat tetap terhindar dari Covid-19.

Untuk diperhatikan, tempat-tempat wisata yang ramai pengunjung jelang lebaran topat kali ini tak hanya tempat wisata terkenal, tempat yang jarang terekspose media pun ramai dikunjungi wisatawan.

Han




Dampak Belajar Online Bagi Mahasiswa

SITI HASMAWATI, mahasiswa Program Studi Adminsitrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah bagi para tenaga pendidik, merupakan perubahan yang harus dilakukan oleh dosen untuk tetap mengajar mahasiswa. Pendidikan jarak jauh memiliki tujuan agar meningkatkan mutu Pendidikan, dan relevansi pendidikan serta meningkatkan pemerataan akses dan perluasan pendidikan.

Pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan dengan penjaminan kualitas yang baik, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan salah satu mekanisme peluasan akses pendidikan tinggi.

Wabah Covid-19

Wabah covid 19 adalah masalah yang cukup menhebohkan Indonesia, bahkan dunia. Banyak tindakan atau peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid19.

BACA JUGA:

Apa Kabar dengan Kuliah Daring?

Di antaranya, biasakan pola hidup sehat menjaga jarak, sering mencuci tangan, memakai masker saat beraktifitas luar rumah. Dan juga kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah dengan merubah sIstem pendidikan di setiap instItusi pendidikan secara online.

Bentuk pendidikan juga tidak menyenangkan bagi sebagai mahasiswa atau pun pelajar. Kegiatan Belajar mengajar yang terpaksa dilaksanankan secara online bagi pelajar maupun mahasiswa sangat tidak efektif.

Masih banyak sekali keluhan para mahasiswa atau pun pelajar terkait pelaksana kuliah atau sekolah secara online. Selain tidak efektif,  masalah biaya pun menjadi masalah utama. Uang yang dikeluarkan sangat banyak untuk membeli pulsa paketan.

Bukan hanya itu, karena serba online sehingga memaksa sebagian anak-anak di indonesia harus memakai media elektronik  seperti handphone. Karena handphone juga merupakan pendukung kegiatan belajar online. Sebagian orang terpaksa harus memaksa orang tua mereka untuk membeli handphone  android walaupun kondisi ekonomi orang tua tidak stabil.

Keluhan yang banyak muncul di kalangan mahasiswa yaitu  mereka sudah membayar SPP dan biaya pembangunan, namun fasilitasnya tidak pernah mereka rasakan. Banyak di antara kalangan mahasiswa meminta pihak kampus untuk mengurangi sedikit biaya SPP atau uang pembangunan tersebut.

Guna untuk membeli paket internet di pedesaan juga memiliki banyak kendala mengenai penerapan sIstem belajar jarak jauh atau online. Karena faktor pendukung yang kurang memadai seperti tidak tidak adanya listrik dan jaringan yang bagus.

Sehingga memaksa mereka untuk keluar lagi dari kampung  mereka untuk mencari jaringan dan tempat untuk ng-carge handphone. Efeknya pun penyerahan tugas atau kehadiran dari mahasiswa atau pun pelajar tidak efektif karena tidak adanya alat pendukung yang memadai. Semua orang selalu berharap agar pandemi ini segera berlalu agar kita semua bisa melakukan aktifitas seperti dulu lagi.

BACA JUGA:

Menjadi Gelas Kosong Tapi Kritis

Kesimpulan

Pembelajaran daring memiliki beberapa dampak terhadap mahasiswa, yaitu pembelajaran daring masih membingungkan mahasiswa. Mahasiswa menjadi pasif, kurang kreatif dan produktif, penumpukan informasi/konsep pada mahasiswa atau pelajar kurang bermanfaat, mahasiswa mengalami stress, serta peningkatan kemampuan literasi bahasa.***




Bahaya Pergaulan Bebas Generasi Baru

Widya Adi Prasetyo, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Kehidupan remaja pada zaman sekarang memprihatinkan. dimulai dari gaya hidup yang menggambarkan moral orang dalam masyarakat, dan bagaimana cara orang tersebut hidup.

Banyak remaja sekarang yang menyalahgunakan gaya hidup mereka. Terlebih remaja-remaja yang tinggal di kota-kota besar atau kota metropolitan. Mereka banyak menggunakan trend mode yang bergaya kebarat-baratan.

Remaja zaman sekarang selalu dikaitkan dengan teknologi. Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Dengan demikian remaja tersebut dapat dengan mudah untuk meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain.

Menurut saya, remaja adalah yang berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Seseorang di golongkan sebagai remaja jika orang tersebut sedang mengalami masa pubertas nya.

Masa  pada umur 18-22 tahun ini kerap membuat masyarakat resah terhadap tingkah lakunya. Contohnya, melakukan tauran sesama remaja  dan meminum minuman keras. terlebih melakukan hubungan yang terlarang yang di larang oleh agama (Islam).

Akhir-akhir ini, Indonesia berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Apa yang dikhawatirkan? Tidak dapat dipungkiri bila dikatakan, gaya hidup baru pribadi masyarakat Indonesia cenderung hedonisme (mencari kesenangan) seperti hura-hura, hal ini memicu perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja.

Pergaulan bebas di Indonesia sering terjadi di kota-kota besar seperti JABODETABEK, dan sekitarnya tapi juga di berbagai kota kecil, banya remaja terkontaminasi pergaulan bebas.

Dampak Pergaulan Bebas

Siapa sih yang tidak tahu apa itu penyakit Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunune Deficiency Syndrome atau yang lebih dikenal dengan sebutan HIV/AIDS? Nah, salah satu penyebab penyakit itu adalah pergaulan bebas yang memicu perilaku seks bebas.

Ada banyak penyebab remaja melakukan pergaulan bebas, khususnya kalangan pelajar. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda, tetapi semuanya berakar pada penyebab kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama, dan ketidakstabilan tingkat emosional.

Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tak terkendali pada remaja, dan pola pikir rendah.

Sikap mental yang tidak sehat dan pola pikir yang salah, remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang tidak sepantasnya. Mereka melakukannya hanya semata-mata untuk menyenangkan diri, dan tidak ingin dianggap rendah karena rasa gengsi yang berlebih.

Pelampiasan rasa kecewa, ketika remaja mengalami tekanan, karena kekecewaan terhadap orangtuanya, yang terlalu otoriter ataupun membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus-menerus (banyaknya tugas dan menurunnya prestasi). Dan lingkungan masyarakat yang memberikan masalah sosialisasi memicu pola pikir negatif dan cenderung mengambil langkah salah untuk menghibur diri.

Majunya perkembangan zaman,globalisasi juga. Lagi-lagi globalisasi mempengaruhi pola pikir remaja, hanya karena ingin terlihat modernisasi atau bergaya, banyak diantaranya yang mengikuti beberapa budaya Barat yang tidak sesuai dengan nila Pancasila, misalnya bergaya pakaian sesuai artis-artis yang mengenakan pakaian kurang pantas. Coba kamu pikirkan lagi, menjadi diri sendiri tentu lebih menyenangkan, bergaya boleh saja asalkan tidak memaksakan diri dan tentunya sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

Perilaku Bebas, Pancasila dan Hukum

Tidak hanya penyakit HIV/AIDS dampak dari pergaulan bebas, terlebih seks bebas. Aborsi pun marak dilakukan di kalangan pelajar, tahukah kamu jika hal tersebut merupakan pelanggaran hukum dan HAM, serta penyelewenangan dari ideologi bangsa Indonesia?

Menurut UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, pada Pasal 9 ayat (1) mengenai Hak Hidup, “setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya”, pada 53 ayat (1) mengenai Hak Anak, “ setiap anak yang sejak dalam kandungan, berhak untuk hidup, mempertahankan hidup, dan meningkatkan taraf kehidupannya.” A

dapun tertera pada Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 28A, “setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya.” Sudah jelas tertera secara hukum tertulis bahwa aborsi merupakan tindakan pencabutan atau penghilangan nyawa seseorang atau hak hidup seseorang secara paksa yang termasuk dalam bentuk pelanggaran HAM.

Ada pepatah mengatakan “masuk ke kandang kambing tapi tidak seperti kambing” itu berarti kita menempatkan diri dalam suatu lingkungan tetapi kita bisa memilah mana hal positif yang menguntungkan untuk dilakukan dan tidak terjerumus kedalam hal negatif yang justru merugikan.

Bergaul bukan hanya untuk ketenaran dan kesenangan semata, tetapi jadikan itu sebagai wadah membentuk pribadi yang berjiwa kemasyarakatan dan menghargAi sesama. Jadilah diri sendiri agar tahu bagaimana orang disekitar nyaman berkomunikasi denganmu

Hmm… Cobalah memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam isi hatimu yaa.. jangan menyimpan perasaan dan permasalahamu seorang diri.***




Apa Kabar dengan Kuliah Daring?

Risqa Qiratun Aryati, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Siapa sangka semua ini akan terjadi? Siapa mengira bahwa awal tahun ini akan menjadi awal tahun yang penuh kisah pilu? Siapa yang mau jika negaranya dilanda wabah menyedihkan seperti ini?.

Tidak ada yang menyangka, tidak ada yang mengira, dan tidak ada yang mau. Kabar huru-hara terdengar di seluruh penjuru negeri ini, karena datangnya tamu tak diundang, tamu yang membahayakan, tamu yang menjadi ancaman.

Virus yang mengganggu sistem pernapasan manusia ini sangat mudah untuk berpindah tempat dari satu insan ke insan lainnya. Tak mengenal usia, tak mengenal pekerjaan, tak mengenal penyakit lain, virus korona dapat menjangkiti siapa pun, bahkan orang yang terlihat sehat pun, tak dihiraukan oleh virus ini.

Tak terkecuali Indonesia sudah menjadi salah satu negara yang warganya positif terkena virus korona.

BACA JUGA:

Media Sosial yang Membuat ‘Candu’

Kian hari kian merebak. Hal tersebutlah yang membuat pemerintah negeri ini mengeluarkan kebijakan pembatasan social (social distancing) untuk mengurangi persebaran virus korona di Indonesia. Dan banyak sekolah, kampus, tempat ibadah, bahkan para pekerja yang mengeluarkan kebijakan untuk bekerja atau belajar dari rumah.

Kuliah daring

Belajar dari rumah untuk mahasiswa dan Sudah banyak kampus yang mengeluarkan kebijakan kuliah daring. Berbagai aplikasi dan platform digunakan untuk menunjang keberlangsungan belajar mahasiswa dengan dosennya.

Enak sih jadi punya waktu yang lebih fleksibel.”

Kegiatan kuliah daring memang dapat diakses dimana saja dan di waktu yang telah ditentukan bersama. Materi perkuliahan yang diberikan oleh dosen melalui kuliah daring juga dapat dipelajari kembali dengan mudah oleh mahasiswa di waktu yang lebih fleksibel.

Baik dosen maupun mahasiswa juga dapat lebih menguasai teknologi informasi dan komunikasi di tengah era globalisasi yang menuntut manusia untuk hidup bersama teknologi. Mahasiswa juga dapat melakukan pembelajaran dengan lebih santai dengan caranya masing-masing saat mengikuti perkuliahan secara daring.

Memang, kuliah daring memberi waktu yang lebih luang bagi beberapa mahasiswa, sehingga dapat melakukan kegiatan lain yang disukai dengan waktu yang banyak. Namun, tak bisa dipungkiri, mahasiswa pun juga manusia yang memiliki perbedaan.

Bosan”

“ Tidak enak”

“Kuliah terus di bayar”

“Paket terus di isi”

“ Lelah menatap layar terus hampir setiap hari”

Ya, kenyataannya tidak semua mahasiswa merasakan kenikmatan dari kuliah daring. Justru ada yang mengeluh akan sistem kuliah daring yang dijalani dan menyatakan lebih senang melakukan kuliah secara tatap muka. Tak hanya itu, tenggat waktu yang diberikan pun semakin membuat mahasiswa berasa ingin memiliki otak seperti Albert Einstein yang cerdas dalam hal pengetahuan.

Asli, tugas banyak banget, bukan kuliah daring melainkan tugas daring, dan setiap minggu selalu ada tugas, kadang dosennya enggak ngasih sesuai jadwal, terkadang juga kasihnya sekarang besok terakhir dikirim,”

Saya merasa, kuliah online seakan menjadi mimpi buruk bagi kami karena dihantui dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh dosennya, tanpa menjelaskan materi perkuliahan yang seharusnya kami terima.

BACA JUGA:

Generasi Milenial Bicara Demokrasi

Jadi lebih capek aja karena enggak ada batasan waktu. Kapan kita belajar sama kapan kita mengerjakan tugas, seperti menyatu gitu,”

Tak pelak, bahwa tugas online yang diberikan oleh dosen, dan tentunya harus dikerjakan oleh mahasiswa mengundang banyak rasa yang mewarnai hari-hari mereka.

Aneh bukan? Kuliah online yang padahal dilakukan di rumah dengan berbagai cara yang nyaman yang dapat diciptakan oleh mahasiswa itu sendiri, tetapi malah membuat mahasiswa lelah.

Lelah yang dirasakan pun beragam. Lelah terlalu banyak menulis, lelah terlalu sering menatap layar laptop, lelah karena otak dipaksakan untuk mengerti materi yang diberikan karena tidak ada penjelasan dari dosen, dan lelah karena dikejar-kejar oleh tugas yang berdatangan sambung-menyambung seperti kereta.

bagaimana tidak? Kuliah daring yang tiba-tiba harus dilaksanakan ini turut membuat dosen kelimpungan. Tidak semua dosen menguasai teknologi saat ini. Boro-boro menyajikan materi lewat daring, melalui power point di kelas saja tidak menjamin mahasiswanya menerima pelajaran dengan baik dan jelas.

Ya mau bagaimana lagi, dosen juga pasti bingung mau mengajar seperti apa, mengoreksi hasil tugas mahasiswa bagaimana. Hanya meratapi ini semua sambil berharap korona cepat berlalu

Harapan mahasiswa

Ketar-ketir mahasiswa maupun dosen atau pihak kampus yang lainnya memang tak bisa dihindari. Kaget pasti ada, sebab ini semua terjadi tanpa ada rencana di jauh-jauh hari sebelumnya. Kebijakan yang dibuat hari lalu juga pasti dibuat atas dasar desakan keadaan.

Banyak yang berharap kepada kampus-kampus yang berdiri di negeri ini agar dapat menciptakan konsep yang lebih efektif lagi untuk kegiatan kuliah daring ini.

“Saya berharap banget kampus bisa kasih kebijakan yang menunjang kegiatan belajar mengajar secara daring ini. Berikan yang terbaik buat mahasiswa yang kuliah online. Bukan cuma kampus yang repot sama kebijakan itu, tapi mahasiswa juga repot karena kendala keterbatasan komunikasi, apalagi banyak dosen yang tak acuh sama komunikasi via online, soalnya mahasiswa juga mau komunikasi sama dosen dengan baik-baik,”

Buat pemerintah yang membuat kebijakan di negara ini. Tolong saya berharap banget kasih kebijakan yang sangat bisa dinikmati oleh kampus, mahasiswa, dan juga pemerintah sendiri. Saya tahu pandemik Covid-19 ini memang tidak diharapkan kedatangannya di Indonesia, tetapi sifat cepat tanggap harus benar-benar dilaksanakan, karena banyak hubungannya dengan proses akademik di sekolah dan perguruan tinggi.

Kalau misal kuliah tidak maksimal sekarang kan juga berpengaruh buat kita ke depannya yang akan menggantikan posisi pemerintah saat ini,”

Mungkin saat ini bisa menjadi sejarah bagi Indonesia, bahwa rindu besar-besaran pernah terjadi di negeri ini. Tak ada yang bisa bohong akan kerinduan yang mahasiswa alami. Bagaimana tidak? Keseharian mahasiswa adalah di kampus, bukan di rumah saja seperti ini.

Terlambat bangun pagi saat ada kelas pagi, terburu-buru melangkahkan kaki ke kampus, suasana riuh di kelas. Selain itu mahasiswa pasti mencari  makanan di kantin. Gurauan mereka yang memiliki kemampuan humoris saat sedang menunggu pergantian kelas, tak dapat dirasakan untuk sementara waktu.

Sumpah kangen banget sama kuliah. Kangen teman-teman sama kangen suasana kampus,”***




Generasi Milenial Bicara Demokrasi

NILMA YANTI UTARI, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mattaram

lombokjournal.com

Demokrasi berasal dari bahasa Yunan; demos dan kratos, demos berarti (rakyat) kratos (pemerintahan). Demokrasi menurut ahli, Abraham Lincolin, demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Berbicara demokrasi tentu tidak lepas berbicara mengenai proses bagaimana memenangkan suatu pertarungan sehingga mencapai singgasana yang paling tinggi (kekuasaan).

Dalam setiap pertarungan tentu ada beberapa faktor yang menarik kita kaji secara mendalam, apa dan bagaimana demokrasi yang seharusnya. Ketika kita melihat proses demokrasi yang terjadi di tiap tingkatan kekuasaan, baik dari tingkat paling bawah (pemilihan Kepala Desa) sampai tingkat pusat (pemilihan Presiden), tidak jarang menghadirkan kondisi kondisi yang keluar dari konteks kehidupan sosial masyarakat.

BACA JUGA:

Arus Balik Idul Fitri di Masa Covid-19

Perebutan kekuasaan mampu menyeret individu bahkan kelompok untuk berbuat tindakan Tindakan anarkisme karena hasrat untuk berkuasa yang menggebu gebu.

Seperti yang diketahui di Lombok Timur pada Tahun 2021 akan mengadakan Pemilihan secara serentak di beberapa Desa, yakni sebanyak 29 Desa.

Rencana pelaksanaan pilkades serentak itu pada tanggal 28 Juli, tutur Muhammad Hairi, Kepala Dinas Pemerintahan dan Kelembagaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lombok Timur.

Konflik horizontal merupakan hal yang menjadi perhatian khusus setiap elemen disetiap proses demokrasi di Indonesia. Karena bukan tidak mungkin lagi hal hal sensitif yang seharusnya tidak dikeluarkan di muka umum Jjustru menjadi senjata ampuh para petarung dalam melancarkan siasat.  Bahkan isu isu ras, money politik dan kecurangan kecurangan sangat rentan terjadi dalam setiap konstalasi politik.

Tentu hal hal demikian akan mengundang konflik dalam kehidupan sosial masyarakat. Lalu pertanyaan mendasarnya, adalah bagaimana keterlibatan Generasi Milenial (Pemuda) dalam menetralisir konflik yang akan terjadi dalam proses demokrasi, khususnya di beberapa Desa yang akan melaksanakan Pilkades di Lombok Timur?

Berbicara mengenai Generasi Milenial (Pemuda/i) tentu tidak lepas dari bagaimana berpengaruhnya pemuda dalam menciptakan kondisi dilingkungan masyarakat, spirit pantang menyerah dan emosional yang kadang kadang tidak mampu dikontrol akan berdampak pada perbuatan perbuatan yang keluar dari konteks bagimana kehidupan sosial yang aman dan damai.

BACA JUGA:

Pendidikan Daring di Masa Covid -19

Tentu diperlukan keterlibatan pemuda mengambil bagian dalam menciptakan dan mengembalikan cita-cita demokrasi yang seharusnya. Perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan seharunya dijadikan menjadi warna positif dalm kehidupan sosial, bukan sebaliknya.

Pemuda perlu bersatu untuk mengawal proses demokrasi dengan menyerukan perdamaian di lingkungan sosial masing masing untuk terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. ***




Gubernur Minta ASN Fokus Bekerja

MATARAM.lombokjournal.com

Hari kerja pertama selepas libur Idul Fitri 1442 Hijriah, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, bersilaturrahmi  bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Senin (17/05/21).

Gubernur Zul menyampaikan arahan, agar jajaran Pemprov NTB fokus mengawal implementasi visi misi NTB Gemilang. Termasuk bagaimana mempertahankan kinerja dan prestasi baik selama ini, seperti Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Disampaikan, dalam waktu dekat BPK RI akan menyampaikan hasil terhadap LKPD Pemerintah Provinsi NTB. Selama ini NTB telah berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 9 kali berurutan turut. Diharapkan tahun ini NTB kembali mendapat opini WTP

“Saya berharap ini bisa dipertahankan,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur, yang juga disaksikan secara virtual oleh seluruh ASN lingkup Pemprov NTB.

BACA JUGA:

Reboisasi Mata Air untuk Masa Depan KLU

Menurut Bang Zul, banyak prestasi yang sudah dicapai oleh era pemerintahan Kepala daerah yang lama. Karena itu ia meyakini kerja sama dan koordinasi yang baik dalam birokrasi akan dapat mewujudkan NTB Gemilang.

Gubernur menegaskan, dalam menerjemahkan program unggulan tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki fokus yang jelas sehingga target dapat tercapai.

“Tak perlu banyak. Cukup dua atau tiga program unggulan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat menjadi prioritas kerja OPD,” pinta Gubernur.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mengatakan, bulan-bulan yang berat selama masa pandemi diharapkan tidak menyurutkan semangat dan kinerja ASN.

Refocusing anggaran dan penataan birokrasi juga menjadi kebutuhan, sehingga dampaknya diharapkan tak mempengaruhi kerja ASN.

Sekda juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama para Kepala OPD dalam mendukung program unggulan.

BACA JUGA:

Lebaran Tak Sempurna Tanpa Mudik

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur dan Wakil Gubernur jika dalam bekerja banyak kekurangan dan kesalahan. Mudah mudahan kita semua lebih baik di masa masa yang akan datang,” ungkap Sekda.

jm




Bahaya Bagi Pengguna Narkoba

Adhe Ningsih, mahasiswa Progran Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal

Menurut organisasi Kesehatan Dunia (WHO, World Health Organization) Narkotika dan obat obatan terlarang atau biasa disingkat Narkoba, didefinisikan semua zat padat, cair, ataupun gas yang dimasukan ke dalam tubuh dan bisa mengubah fungsi dan struktur tubuh baik secara fisik ataupun psikis.

Di indonesia sendiri narkoba juga di kenal dengan sebutan NAPZA (Narkotika, Psikoptropika, dan Zat Adiktif)

Menurut WHO (1982) semua zat padat, cair maupun gas yang di masukan ke dalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis, tidak termasuk makanan, air dan oksigen di mana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.

BACA JUGA: Pembelajaran Daring Saat Wabah Covid-19

Jenis-jenis Narkoba, yaitu di antaranya adalah :

  1. Narkotika adalah zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintesis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan
  2. Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan prilaku

Zat adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikoptropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Misalnya alkohol, rokok, cofein.

Salah satu dampak terbesar dari penyalahgunaan narkoba adalah bisa memengaruhi kesehatan seseorang. Di lihat dari fisik luarnya aja, pengguna narkoba sama sekali tidak menarik dengan badanya yang kurus karena pengguna narkoba kehilangan nafsu makan.

Selain itu, pengguna narkoba juga rentan terkena berbagai gangguan kulit contohnya infeksi Narkoba juga mengakibatkan gangguan syaraf contohnya kejang, berhalusinasi tinggi, hingga kehilangan kesadaran. Jangan terkeju jika pengguna narkoba akan kesulitan untuk mendapatkan keturunan di karenakan narkoba dapat mempengaruhi hormon reproduksi manusia.

BACA JUGA: Lebaran Tak Sempurna Tanpa Mudik

Tak hanya itu, pengguna narkoba juga rentan terkena penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS yang sampai sekarang belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya.

  • Dalam pemakaian pada dosis yang sudah terlalu banyak bisa menyebabkan overdosis hingga kematian.
  • Psikologi, sering gelisah, kurang percaya diri, kesulitan bergaul dan sering di timbuli perasaan tertekan, stres serta depresi.
  • Lingkungan sosial, pengguna narkoba sering kali diabaikan oleh masyarakat, tidak ada yang bergaul dengan mereka. Sebaliknya pengguna narkoba justru mendapat celaan serta akan di jauhi. Akibatnya hubungan sosial dengan masyarakat pun terputus. ***