PT. Telkom Indonesia melalui Telkom Witel NTB konsisten mendukung berbagai program unggulan dan strategis Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota di NTB.
Sebelumnya, berbagai kegiatan digelar, mulai dari pembuatan biopori bersama masyarakat, “Clean Up” atau bersih-bersih di sungai Jangkuk Mataram bersama pemuda, hingga menyalurkan berbagai kebutuhan dan bantuan untuk korban banjir di Bima.
Kali ini, Witel NTB sukses “menyelamatkan” Gunung Rinjani dari puluhan kilo sampah dengan menggelar Clean Up di jalur-jalur pendakian dan area-area strategis Rinjani.
Sampah-sampah yang mulai mengotori area dan jalur pendakian diangkut hingga Rinjani kembali bersih dan asri.
Tim “Clean Up” Telkom NTB saat memberihkan dan mengumpulkan sampah di Gunung Rinjani
General Manager (GM) Telkom Witel NTB, Syaiful Rohman berharap dengan ikut andilnya BUMN bisa berkontribusi membangun kepedulian bersama dan sinergitas antara pemerintah, komunitas dan masyarakat untuk mendukung Pemerintah Provinsi NTB yang terus menggalakkan program unggulan “Zero Waste” dengan menjaga kebersihan lingkungan guna mewujudkan NTB Asri dan Lestari.
“Puluhan kilogram sampah mulai dari sampah kertas hingga sampah plastik dari para pendaki yang tertinggal di sana, berhasil dikumpulkan dan dibawa turun kembali agar tidak mencemari lingkungan Gunung Rinjani” jelas Mas Ipung, sapaan akrabnya saat ditemui usai pendakian, Minggu (16/5).
Mas Ipung dan seluruh anggotanya tidak hanya sekedar menuju puncak Gunung Rinjani, melainkan juga membawa misi untuk melakukan clean up di sekitar area camp, yaitu Plawangan.
“Sampah-sampah tersebut selanjutnya dibawa menuju kantor Taman Nasional Gunung Rinjani” ucapnya penuh semangat.
Dijelaskan Ipung, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dari Employee Volunteer Program dan sinergi nyata serta ikhtiar yang dilakukan Telkom untuk masyarakat NTB.
“Pesona yang dimiliki oleh Gunung Rinjani nyaris sempurna sehingga tidak diragukan lagi jika Rinjani menjadi daya tarik yang mampu memikat minat para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk mendakinya. Ayo kita terus jaga alam NTB” tutup Ipung.
Peserta yang mengikuti kegiatan pendakian diwajibkan untuk mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan oleh Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), mulai dari melakukan pendaftaran online, pengecekan kesehatan, check in sekaligus pengecekan barang bawaan hingga diakhiri dengan melakukan check out.
Seluruh peserta juga tetap menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan selama kegiatan ini.
Diskominfotikntb
PT. Tiara Sumbang Mesin Sumur Bor
Untuk mengatasi kesulitan air warga Dusun Baru Murmas
Warga Dusun Baru Murmas, Kecamatan Gangga, Lombok Utara mendapat sumbangan satu unit mesin sumur bor lengkap dengan panel dan perangkat lainnya dari PT. Tiara Bali Denpasar, Selasa (18/05/21).
Bantuan itu diterima yang mewakili masyarakat, Topik Saputra, selaku pengurus Vihara atau Karaka Sabha Vihara Dhammagiri Baru Murmas, dan Candra Wadi atas nama Romo Pandita merangkap Pemangku adat.
Selain bantuan mesin cadangan untuk persiapan jangka panjang itu, PT. Tiara Bali juga mengirim dua orang mekanik.
Salah seorang mekanik, Agus Artha mengaku akan menangani kerusakan sumur bor yang dibangun tahun 2016 dengan anggaran APBN namun sudah rusak.
Ketua Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (Opal) KLU, Jaharudin dan Kepala UPT Sahbandar Pamenang, Heru Supriyadi bersama jajarannya, yang mendampingi mekanik PT.Tiara mendapat respon positif dari masyarakat setempat.
Baik Jaharudin maupun Heru Supriyadi berperan menghubungkan masyarakat dusun Baru Murmas dan sekitarnya dengan pihak PT.Tiara Bali Denpasar yang membantu perbaikan. Selain itu PT.Tiara Bali akan memberikan satu unit mesin lengkap dengan panel sebagai cadangan.
Mewakili masyarakat, Topik Saputra selaku pengurus Vihara atau Karaka Sabha Vihara Dhammagiri Baru Murmas, mengucapkan terIma kasih atas sumbangsih semua pihak untuk wargai Duaun Baru Murmas.
Candra Wadi atas nama Romo Pandita merangkap Pemangku adat (sebutan pemangku Tunang Taekang) bersyukur, ada donatur dari seberang laut peduli dan membantu perbaikan mesin sumur bor dan bantuan mesin Cadangan.
Ketua Organisasi Opal KLU, Jaharudin, diingatkan agar tetap mendampingi warga dalam progeram penghijauan, dan sosial lainnya. Ia kemudian mengarahkan ibu jari menunjuk bangunan sekolah.
“Itu juga bagian dari perjuangan Pak Ang (Jaharudin.” kata Candrawadi.
Masyarakat Dusun Baru Murmas selama ini mengeluhkan kurangnya air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari hari. Perkampungan penduduk yang berada di tebing perbukitan sekitar 500 meter dari permukaan laut, sangat kesulitan dengan cadangan air.
Cadangan air satu-satunya yang ada di kisaran hutan adat Baru Murmas sangat jauh jaraknya dengan perkampungan penduduk kampung Koloh Tereng dan perkampungan yang lain.
Sedangkan untuk mengambil air bersih yang berada di seputaran tebing hutan adat Baru Murmas itu bisa menyita waktu ber jam-jam. Apalagi jalan yang rusak dan melalui perkampungan yang berbukit serta tebing hutan adat.
Kedatangan Agus Artha dan rekannya dari Bali selaku mekanik PT. Tiara dari Bali ke Lombok dan langsug turun ke lokasi sumur bor hari Selasa itu juga untuk melihat kondisi kerusakan.
Beberapa jam kemudian setelah semua kerusakan diperiksa, Ia Agus Artha dan rekannya kembali terbang ke Bali. Mekanik itu akan kembali lagi untuk memawa perelengkapan dan bantuan mesin cadangan.
Mesin sumur bor rusak
Sebelumnya, Dusun Baru Murmas pernah mendapat bantuan dana sebesar Rp 150 Juta dari dana APBN untuk biaya pengeboran pada kedalaman sekutar 115 meter dari permukaan tanah.
Sedangkan untuk pembiayaan bak dan gudang panel, pipa saluran dan kelengkapan lainnya bersumber dari donatur yang tidak mengikat serta dari masyarakat setempat.
Namun sumur bor yang dibangun tahun 2016 dengan anggaran APBN ini mengalami kerusakan.
Karena itu tidak berfungsi maksimal untuk menyuplai air bersih untuk masyarakat Dusun Baru Murmas dan sekitarnya yang berjumlah ratusan jiwa.
ang
Ketua DPRD NTB Apresiasi Gubernur dan Jajarannya Atas Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah
Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi NTB Tahun 2020.
Sebagaimana diketahui bahwa prestasi ini merupakan yang ke-10 kalinya secara berturut-turut diraih oleh Pemprov NTB sejak tahun 2012 hingga 2021.
Kepada Anggota IV BPK RI, Dr. Isma Yatun, CSFA., CFrA dan seluruh jajaran BPK RI dan BPK Provinsi NTB, Baiq Isvie berterima kasih atas upaya dan kerja keras BPK yang telah menyelesaikan pemeriksaan atas LKPD Provinsi NTB.
Demikian juga kepada Gubernur bersama seluruh jajarannya serta seluruh stakeholders mitra pemerintah lainnya.
“Terima kasih juga kepada Gubernur NTB, Forum Koordinasi pimpinan daerah Provinsi NTB, Pejabat sipil, TNI dan Polri atas kehadiran dan kerjasamanya. Semoga apa yang telah dilaksanakan selama ini mendapat ganjaran dari Allah SWT,”pungkas Isvie pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi NTB dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan BPK RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB, yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi NTB, Selasa (18/05).
Menanggapi capaian opini WTP ke-10 kalinya terhadap Laporan Keuangan Pemerintah (LKPD) Tahun 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Daerah Indonesia (BPK RI), Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., menegaskan bahwa pengelolaan keuangan dan aset pemerintah Provinsi NTB harus bisa memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTB saat memberikan sambutan pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi NTB dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan (LHPK) BPK RI terhadap LKPD Provinsi NTB, yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi NTB, Selasa (18/05/21).
Ia meyakini, bahwa predikat WTP ke–10 akan semakin meningkatkan kepercayaan diri dan menjadi penyemangat kuat Pemprov NTB untuk dapat terus meningkatkan tata kelola aset daerah, sekaligus melanjutkan ikhtiar pengelolaan keuangan yang semakin baik di masa yang akan datang.
“Saya berharap kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTB, bahwa pengelolaan keuangan dan aset merupakan amanah besar yang dititipkan rakyat untuk kita semua. Setiap rupiah dan setiap jengkal aset daerah harus bisa kita manfaatkan dan harus bisa memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang Zul.
Terhadap hasil LHPK BPK RI ini, Bang Zul juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh perangkat daerah Provinsi NTB dalam mempertahankan predikat wajar tanpa pengecualian.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh rekan-rekan OPD yang tetap bekerja luar biasa sehingga capaian ke-10 kali ini bisa kita capai dengan tidak mudah. Kerja yang sangat keras tanpa kenal lelah, juga bersinergi dengan teman teman DPRD menyebabkan WTP 10 kali terasa istimewa,” ungkap Bang Zul yang pada hari ini tepat berusia 49 tahun.
Sementara itu, Anggota IV BPK RI, Dr. Isma Yatun, CSFA., CFrA., yang menyerahkan langsung LHPK BPK RI terhadap LKPD Pemprov NTB Tahun 2020, mengungkapkan bawah keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Pemprov NTB bersama seluruh stakeholders dalam menjaga kualitas pengelolaan kuangan daerah secara konsisten.
“Pencapaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Ke-10 kali berturut-turut atas Laporan Hasil Pengelolaan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB ini menunjukkan komitmen pemerintah NTB beserta jajaran OPD terhadap kualitas keuangan yang dihasilkan. Dan tentu tidak terlepas dari sinergi yang efektif bersama seluruh pemangku kepentingan di Provinsi NTB,” sebut Isma.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali membuktikan komitmennya dalam pengelolaan keuangan daerah, dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Raihan opini WTP dari BPK RI ini merupakan yang ke-10 kalinya secara berturut-turut sejak 2011 hingga 2020.
Menurut Anggota IV BPK RI, Dr. Isma Yatun, CSFA., CFrA., yang menyerahkan langsung Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI, bahwa keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Pemprov NTB bersama seluruh stakeholders dalam menjaga kualitas pengelolaan kuangan daerah secara konsisten.
Anggota IV BPK RI, Dr. Isma Yatun, CSFA., CFrA., menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI terhadap LKPD Pemprov NTB Tahun 2020
“Pencapaian Wajar Tanpa Pengecualian Ke-10 kali berturut-turut atas Laporan Hasil Pengelolaan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB ini menunjukkan komitmen pemerintah NTB beserta jajaran OPD terhadap kualitas keuangan yang dihasilkan. Dan tentu tidak terlepas dari sinergi yang efektif bersama seluruh pemangku kepentingan di Provinsi NTB,” tutur Isma saat memberikan sambutan pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi NTB dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan BPK RI terhadap Laporan Keuangan Pemprov NTB, yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi NTB, Selasa (18/05).
Selain melaksanakan pemeriksaan atas Laporan Keuangan, BPK juga melaksanakan pemeriksaan kinerja atas efektifitas dan pemanfaatan aset pada Pemprov NTB dan Instansi terkait lainnya.
Pemeriksaan kinerja ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemeriksaan LKPD Prov. NTB Tahun 2020 yang dilaksanakan dalam upaya memberikan nilai tambah dan manfaat kepada masyarakat atas Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD yang diterbitkan BPK.
Untuk itu Isma berharap terhadap Opini WTP yang diperoleh Pemerintah Provinsi NTB ini, agar dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dimana ia menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan yang dimaksud ditandai dengan naiknya laju pertumbuhan ekonomi, menurunnya angka pengangguran, menurunnya gini rasio, meningkatnya indeks pembangunan manusia, menurunnya tingkat kemiskinan dan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali.
Sehingga diharapkan pemerintah tidak hanya akan mengejar opini WTP terkait penyajian laporan keuangan, tetapi juga akan terdorong untuk mengelola sumber daya yang ada semaksimal mungkin.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas efektivitas dan pemanfaatan aset pada Pemerintah Provinsi NTB dan Instansi terkait lainnya, pemeriksaan kinerja BPK menyimpulkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB cukup efektif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan aset daerah tahun 2020,” tutup Ismi.
Sementara itu, terhadap hasil LHP BPK RI ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., memberikan apresiasi kepada seluruh Perangkat Daerah Provinsi NTB dalam mempertahankan predikat WTP.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh rekan-rekan OPD yang tetap bekerja luar biasa sehingga capaian ke-10 kali ini bisa kita capai dengan tidak mudah. Kerja yang sangat keras tanpa kenal lelah, juga bersinergi dengan teman teman DPRD menyebabkan WTP 10 kali terasa istimewa,” tutur Bang Zul panggilan akrab Gubernur yang pada hari ini berusia 49 tahun.
Bang Zul juga meyakini, bahwa predikat WTP ke–10 semakin memberikan nilai kepercayaan diri dan menjadi penyemangat kuat untuk senantiasa melanjutkan ikhtiar pengelolaan keuangan yang semakin baik di masa yang akan datang.
“Semoga sinergi yang telah berjalan baik selama ini dapat terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang. Saya berharap kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTB, bahwa pengelolaan keuangan dan aset merupakan amanah besar yang dititipkan rakyat untuk kita semua. Setiap rupiah dan setiap jengkal aset daerah harus bisa kita manfaatkan dan harus bisa memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat,” tutup Bang Zul.
Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, juga mengapresiasi capaian WTP Pemerintah Provinsi NTB yang ke-10 kalinya. Kepada Anggota IV BPK RI, Dr. Isma Yatun, CSFA., CFrA dan seluruh jajaran BPK RI dan BPK Provinsi NTB, ia berterima kasih atas upaya dan kerja keras BPK yang telah menyelesaikan pemeriksaan atas LKPD Provinsi NTB.
Serly diskominfotikntb
Sampah Masih Menjadi Problem Lingkungan
Fuad Mishabul Abidin, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Sampah merupakan suatu benda yang tidak ternilai atau tidak berharga yang ada di sekitar lingkungan masyarakat. Di daerah kita, demikian juga nyaris di seluruh daerah di Indonesia, kita dapat melihat sampah di mana-mana.
Nusa Tenggara Barat punya rogram unggulan Zero Waste. Ini sangat bagus, kita ketahui sampah di Indonesia merupakan masalah yang sangat serius dan juga menjadi masalah sosial, ekonomi dan budaya.
Dan hampir di semua kota di indonesia mengalami kendala dalam mengolah sampah hal ini terjadi karna pengolahan TPA (Tempat pembuangan akhir) sehingga masyarakat banyak membuang sampah di sungai.
Dan pernah diberitakan bahwa seekor paus di temukan di pinggir pantai dengan seisi perutnya terdapat berbagai macam sampah plastik yang telah masuk ke dalam perutnya dan sulit untuk melakukan pencernaan makanan.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bahwa indonesia memproduksi sampah hingga 65 juta ton pada 2016. Dan jumlah sekarang naik 1 juta ton dari sebelumnya .
Indonesia termasuk ke dalam 10 besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Hal ini tidak menutup kemungkinan menimbulkan sejumlah persoalan lanjutan, di antaranya ada produksi sampah dan pembuangannya.
Sesuai data tersebut menunjukan dalam 10 tahun terakhir banyak sampah plastik terus meningkat. Tak dapat di pungkiri sampah yang tidak di kelola dengan baik akan menyebabkan pencemarsn di lingkungan kita.
Sampah merupakan musuh bagi lingkungan karena mampu menimbulkan dan mencemari lingkungan.
Lingkungan yang tercemar oleh pembuangan sampah akhirnya akan kotor, kumuh, jorok dan bau, dan menjadi sumber penyakit.
Kemudian pada gilirannya lingkungan yang kotor dan sangat berpotensi enimbulkan penyakit bisa menimbulkan wabah.
Seharusnya pembuangan sampah merupakan masalah yang harus ditangani lebih serius, dan harus menjadi prioritas perhatin, agar tidak mengakibatkan masalah yang lebih serius dalam masalah lingkungan di Indonesia.***
Tantangan Pendidikan Saat Pandemi Covid-19
Nur’atika, mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah
Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat mendefinisikan makna hidup. Penyebaran virus yang semakin hari semakin meningkat menjadi krisis besar bagi manusia moderen, memaksa kita untuk sejenak melihat kembali kehidupan keluarga dan lingkungan sosial daLam arti yang sebenarnya.
Manusia dipaksa berhenti dari rutinitasnya, untuk memaknai hidup yang sebenarnya. Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19.
Dari semua aspek yang menjadi tantangan, saya lebih fokus kepada aspek pendidikan di saat pandemi Covid-19 yang memaksa kebijakan physical distancing atau jaga jarak untuk meminimalisir persebaran virus tersebut.
Penerapan physical distancing sangat berdampak pada aspek Pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbut) mengeluarkan lebijakan belajar dari rumah, atau pembelajaran secara daring/online dan disusun dengan peniadaan Ujian Nasional untuk angkatan 2020 dan 2021, namun mekanisme ini membuat siswa bahkan orang tua kaget.
Tapi tidak bisa dipungkiri kebijakan ini harus diterima karena kebijakan ini diupayakan agar memutuskan mata rantai Covid-19 di tengah masyarakat. Metode pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang diterapkan pemerintah menjadi tantangan tersendiri.
Pembelajaran secara online harus mendorong siswa menjadi kreatif, mengakses sebanyak mungkian ilmu pengetahun serta menghasilkan karya. Bukan membebani siswa maupun mahasiswa/i dengan tugas yang bertumpuk, banyak faktor yang menghambat terlaksananya efektifitas pembalajaran daring seperti:
Penguasan teknologi yang rendah atau masih minim
Jaringan internet yang kadang lemot
Biaya, jaringan internet yang sangat di butuhkan dalam pembelajaran daring masalah tersebdiri.kuota ang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak
Kondisi ini tidak hanya berdapak pada siswi SD,SMP,SMA/SMK saja, tapi berdampak pada perguruan tinggi, mahasiswa khususnya merantau akan berada dalam kondisi kerentanan baik secara sosial maupun ekonomi.
Pembelajaran daring ini hingga batas waktu yang belum ditentukan bisa menjadi kesempatan untuk mahasiswa untuk pulang kampung halaman mereka masing-masing dalam waktu yang cukup Panjang.
Dan kesulitan tersendiri untuk mahasiswa yang berasal sari darah pelosok atau daerah yang jarang mendapatkan jaringan yang bagus, boleh jadi keterbatasan kualitas jaringan internet membuat mereka berpikir ulang untuk kembali kekampung halamannya.
Hari Kearsipan Nasional diperingati hari ini, Selasa 18 Mei 2021, dan di waktu yang sama ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, juga memperingati usianya yang 49 tahun.
Secara beruntun pula, sehari sebelumnya tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional dan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional.
Pada era kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah, telah melahirkan payung regulasi yang telah dinantikan selama 12 tahun, yaitu berupa Perda NTB Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kearsipan.
Pemprov NTB bersama DPRD NTB juga telah menyelesaikan Perda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Perda yang telah dinantikan selama 24 Tahun.
Julmansyah, selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi NTB menjelaskan, bahwa dengan adanya Perda tentang Kearsipan di Provinsi NTB, dapat meningkatkan kesadaran setiap lembaga publik akan pentingnya kearsipan.
Adanya Record Center dan tenaga arsiparis di lembaga publik yang sebelumnya kurang lebih hanya sejumlah 25 persen saja, diyakini Julmansyah akan mampu meningkat dengan adanya payung hukum berupa perda dan pergub.
“Kita optimis dengan adanya payung hukum berupa Perda NTB Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kerarsipan disusul Peraturan Gubernur yang lebih mendetail, lembaga publik di NTB akan lebih patuh dalam pengarsipan,” ungkap Julmansyah.
Sehingga, predikat Provinsi NTB oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bisa lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Dan kesadaran lembaga publik akan pentingnya memiliki Record Center dan tenaga arsiparis bisa terus meningkat.
“Arsip itu cermin peradaban bangsa. Kalo kita tidak aware dengan arsip kita tidak aware dengan peradaban bangsa,” tandasnya.
novita
diskominfotikntb
Menanti Bulan Ramadhan Penuh Berkah
Nur Fitratul Aqidah, mahasiswa Program Studi Administrasi publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, karena bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau manfaat.
Ramadhan merupakan syahrul Qur’an (bulan Al-Quran). Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan.
Dan di dalam bulan penuh kemuliaan dan keberkahan ini maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, namun banyak keberkahan lainnya. Puasa ditinjau dari aspek ekonomi, maka Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya.
Bagi fakir miskin, Ramadhan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan ini seorang muslim sangat digalakkan dan disunnah untuk berinfaq dan bersedekah di bulan Ramadhan kepada mereka. Bahkan diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mereka.
Ramadhan adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat. Dengan demikian, Allah Ta’ala telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang mereka perbuat pada bulan Ramadhan.
Mengingat berbagai keutamaan Ramadhan tersebut di atas, maka sangat disayangkan bila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shalih.
Semoga ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya.
Ada banyak keutamaan yang hanya ada pada bulan Suci Ramadhan. Oleh karena itu ibadah di bulan Ramadhan harus lebih ditingkatkan lagi.
Keutamaan-keutaman bulan Ramadhan begitu banyak. Jika kita bertemu dengan Ramadhan betapa beruntungnya kita, karena di bulan itu segala amalan akan dilipatkan ganjarannya.***
Ayo ke Danau Sano Nggoang
Fatmawati, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah
Danau Sano Nggoang atau Danau Nggoang adalah danau vulkanik terluas dan terdalam di Nusa Tenggara Timur. Danau Sanonggoang terletak di Wae Sano, Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Danau Sano Nggoang merupakan danau vulkanik paling luas yang ada di Nusa Tenggara Timur. Danau ini memiliki luas sekitar 5.500 ha dan dianggap sebagai danau paling dalam di dunia dengan kedalaman 600 m. Di sepanjang Danau Sano Nggoang ini terdapat beberapa desa yang merupakan tempat tinggal para penduduk setempat.
Desa pertanian yang tersebar di sekitar kawasan danau ini menampung sekitar 250 penduduk dengan rumah tradisional yang terbuat dari anyaman bambu. Selain itu juga ada rumah kayu dan juga bata modern. Desa-desa tersebut dibatasi oleh danau, bukit dan perkebunan.
Lokasi yang cukup terpencil serta ukuran desa yang hanya menampung sedikit penduduk menjadikan para pengunjung merasa tenang saat berada di kawasan wisata Danau Sano Nggoang.
Danau Sano Nggoang berada pada ketinggian 750 m di atas permukaan laut. Daya tarik yang dimiliki oleh danau ini adalah kandungan sulfurnya yang cukup tinggi. DI daerah danau wisata ini tercium bau belerang yang cukup menyengat. Oleh karena itu banyak pengunjung yang datang untuk menikmati sensasi pemandian dengan tujuan untuk memaksimalkan kesehatan kulit.
Selain mandi, masih banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di kawasan wisata ini. Para pengunjung dapat melakukan tracking, menunggang kuda, fotografi dan juga mengamati burung.
Dari sekian banyak aktivitas yang menarik tersebut, menikmati pemandangan menjadi hal utama yang banyak diminati pengunjung. Hal ini karena pemandangan alam yang disuguhkan di Danau Sano Nggoang ini masih sangat alami dan indah.
Danau wisata ini menyimpan pemandangan yang memukau termasuk di antaranya bukit, hutan, flora fauna di sekitar danau. Semua pemandangan tersebut dapat dijadikan sebagai objek fotografi yang tepat. Matahari terbenam juga bisa dilihat di kawasan wisata ini. Bagi anda yang menyukai seni fotografi maka moment cantik tersebut bisa anda abadikan di kamera anda.
Selain menyuguhkan pemandangan yang indah dan terbilang cukup sepi, kawasan Danau Sano Nggoang ini juga memiliki habitat berbagai jenis burung. Diantaranya adalah gagak flores , itik gunung, itik benjut dan kipasan flores.
Beberapa aktivitas menarik yang bisa dilakukan di kawasan wisata Danau Sano Ngoang antara lain :
Fotografi
Tujuan berwisata salah satunya adalah untuk mengamadikan moment di tempat wisata yang didatangi. Anda dapat menyalurkan bakat fotografi anda di tempat wisata ini karena banyak spot yang bisa anda ambil dengan hasil yang memukau.
Keliling danau
Danau Sano Nggoang memiliki pemandangan sekeliling yang indah sehingga sangat disayangkan jika kita tidak mengeklirnya. Selain berjalan kaki, pengunjung juga dapat menunggang kuda untuk menikmati pemandangan sekeliing danau.
Tracking
Keindahan serta keasrian Danau Sano Nggoang juga bisa dinikmati dengan aktivitas tracking. Pengunjung dapat menyusuri puncak bukit yang terdapat di sekitar danau. Biasanya pengunjung memilih jalur tracking pendek Golo Dewa Peak yang juga disebut sebagai Puncak Savana.
Selain itu, di kawasan ini juga terdapat track lain yang cukup menantang yakni Puncak Poco Dedeng. Untuk dapat mencapai puncak tersebut pengunjung harus melewati hutan lebat dan bukit terjal. Dari puncak pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan kabupaten Manggarai dan juga kota Labuan Bajo jika cuaca sedang cerah.
Mengamati burung
Di Danau Sano Nggoang terdapat spesies burung yang berkicau merdu menambah nuansa syahdu saat kita berkunjung.
Budaya dan Religi
Kampung nenek moyang penduduk Nunang memiliki komplek tua yang terletak di atas perbukian Golo Mblecek. Menurut informasi, nenek moyang penduduk sekitar adalah dari kerajaan Bima serta Minangkabau. Di tepian danau juga nampak gereja yang menjadi pusat penyebaran agama katolik di desa Wae Sano.
Pemandian air hangat
Salah satu hal menarik yang ada dikawasan wisata ini adalah sumber air hangat alami. Sumber air ini dapat digunakan untuk merasakan sensasi mandi air hangat yang menenangkan. Banyak pengunjung yang rela datang dari jauh hanya untuk merasakan sensasi air hangat di danau ini.
Fasilitas Danau Sano Nggoang :
Homestay, Papan informasi, Peralatan untuk mengamati burung Indonesia
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Danau Sano Nggoang :
Kawasan wisata Danau Sano Nggoang ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00.
Harga tiket masuk wisata danau ini adalah Rp 20.000. Namun biasanya akan ada calo dan juga penyedia jasa transportasi yang menjadikan tarif sedikit membengkak.
Lokasi dan Rute Danau Sano Nggoang :
Kawasan wisata Danau Sano Nggoang terletak di Wae Sano, Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Rute untuk menuju lokasi wisata tersebut bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat dan turun di bandara Denpasar. Setelah di Bali anda bisa naik kapal Feri menuju NTT dengan waktu sekitar 4-5 jam. Selanjutnya anda bisa menuju ke Labuan Bajo dengan menggunakan bus umum.
Danau Sano Nggoang merupakan salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur yang menyimpan kekayaan alam luar biasa. Berada di tempat yang terpencil menjadikan kawasan wisata ini terasa tenang dan damai jauh dari keramaian daerah perkotaan.
Tempat wisata ini sangat direkomendasikan bagi anda yang sedang kebingungan mencari tempat untuk mengisi waktu liburan. Selain dapat menikmati pemandangan yang indah dan memukau, pengunjung juga dapat melakukan beberapa aktivitas menarik.
Di antaranya seperti tracking yang menantang, menikmati keindahan habitat burung langka, fotografi dengan spot yang menarik dan juga mandi air hangat untuk memaksimalkan kesehatan kulit cantik anda.***