NTB Kini Bisa Mengelola Sampah Plastik Jadi Solar

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggaungkan Industrialisasi. Salah satunya adalah berkaitan dengan upaya mengurangi masalah sampah, dan mendukung program unggulan NTB Gemilang, yaitu; Zero Waste.

Hal yang dimaksud itu adalah hadirnya mesin penghasil bahan bakar yang ramah lingkungan dengan sistem Pirolisis di Science Dan Technology Industrial (STI) Park Banyumulek, yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, Sabtu (29/5/2021) di Gedung STIPark.

Mesin berbobot 2 ton, mampu mengolah sampah plastik sebanyak 1 ton, menjadi 400-600 liter solar sehari. Dengan beroperasi selama 8 jam, memanfaatkan tenaga PLN.

Akan tetapi dalam waktu dekat PT. Geo Trash Management sebagai investor akan menghadirkan mesin berkapasitas 2 Ton di Kebun Kongo. Dengan kapasitas 12.000 liter solar dalam sehari. Memanfaatkan tenaga listrik dari gas metan di TPA sebagai bahan bakarnya.

Wagub NTB berbincang-bincang dengan Direktur dan Project Manager PT. Geo Trash Management

“Hasil dari pengolahan sampah plastik akan menghasilkan Geo Disel atau solar yang setara Dexlie dengan standar Euro3,” Mr Andrew Sinclair Direktur dan Project Manager PT. Geo Trash Management.

Kehadiran mesin pengolah sampah yang ramah dengan lingkungan ini, membutuhkan bahan baku dasar dari semua plastik. Seperti kantong kresek, plastik bungkusan permen dan jajan, steoroform, sandal bekas, ban bekas dan jenis karet.

Sedangkan jenis plastik PET (Polyethylene terephthalate) dan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak dimasukan dalam mesin. Seperti botol air mineral, pipa atau selang. Dalam Proses Pirolisis ini akan  menghasilkan cairan dan gas.

Kemudian cairan ini akan diproses lagi untuk memisahkan air dan minyak berupa solar. Bahkan sisanya dari proses plastik dapat digunakan untuk bahan baku aspal dan ban. Sedangkan sisa gas ditangki filtrasi disaring dengan keramik. Sehingga udara yang keluar dari proses ini bersih tanpa polusi.

Ketersediaan bahan baku ini sudah bekerjasama dengan bank sampah di NTB. Termasuk sumberdaya seperti perumahan-perumahan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sudah dikoordinasikan.

“Mesin pengolah sampah plastik dengan sistem Pirolisis jenis ini baru satu-satunya di dunia, dan dioperasikan di NTB Indonesia”, tuturnya.

Kecintaannya terhadap lingkungan dan pariwisata, yang membuat ia memilih NTB untuk berinvestasi. Termasuk fokus dan keseriusan Pemerintah NTB dalam mensukseskan program Zero Waste serta keindahan destinasi wisatanya.

“Awalnya tanpa tahu tentang Lombok NTB, saya datang memanfaatkan dan menyelamatkan lingkungan NTB”, jelasnya.

BACA JUGAWagub NTB: Siapkan Tenaga Kerja yang Bisa Terserap Dunia Usaha

Menanggapi hal tersebut, Ummi Rohmi sapaan Wagub, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mesin pengolahan sampah plastik ini.

“Kami sangat senang dengan adanya mesin ini,”kata Wagub.

Sehingga hampir semua masalah sampah ada hilirisasinya, ada tempat pengolahannya. Yang paling penting, tujuan untuk menjadikan sampah sebagai bahan yang membawa berkah dapat perlahan terwujud.

Masyarakat dapat mengolah sampah, untuk dipilah karena memiliki nilai ekonomis.

“Ayo masyarakat NTB jangan melihat sampah sebagai masalah, tapi kelola dengan memilah dan memilih sampah plastik”, tegasnya.

BACA JUGA:

Industialisasi di NTB, Masyarakat Didorong Manfaatkan Fasilitas STIPark

Harapannya, di setiap Kabupaten/Kota juga akan dibangun mesin serupa sebagai solusi mengatasi persoalan lingkungan terutama sampah. Sinergi dan kerjasama semua stakeholder sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sampah di NTB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bappeda, Kepala Dinas LKH, Kadis Perindustrian, Kepala STIP, Dinas LKH Kabupaten Lobar dan Kalimantan Barat.

edy@diskominfotik_ntb




Wagub NTB: Siapkan Tenaga Kerja yang Bisa Terserap Dunia Usaha

MATARAM.lombokjournal.com

Untuk menyerap tenaga kerja yang telah dipersiapkan dalam berbagai program pelatihan, Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, dapat meningkatkan penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja atau dunia usaha (link and match) ke depan.

Sehingga, program pelatihan tenaga kerja di NTB yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK) dapat terserap oleh dunia usaha atau pasar kerja regional maupun nasional.

Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd

“Jangan sampai tenaga kerja yang dilatih, tidak dibutuhkan oleh dunia industri atau pasar kerja,” pesan Ummi Rohmi sapaan Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, saat rapat koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jum’at (28/05/21) di Aula Pendopo Wagub.

Selain itu, menurut Wagub di era pasar kerja terbuka saat ini, NTB wajib menyiapkan dan menggunakan tenaga kerja lokal, misalnya; persiapan untuk pembangunan Smelter di Sumbawa dan MotoGP Mandalika.

BACA JUGAIndustrialisasi NTB, Pemda Dorong Masyarakat Manfaatkan STIPark

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH mengatakan, pihaknya sedang menata dan mengidentifikasi semua persoalan di dinas.

Termasuk saat ini sedang meningkatkan link and match dengan dunia usaha, agar pasar kerja yang tersedia dengan tenaga kerja yang disiapkan dan dilatih di BLK dapat sinkron.

Data tahun 2020-2021 menjelaskan ada sekitar 10 ribu calon tenaga yang dilatih di BLK, dan baru terserap sekitar 4.000 tenaga kerja. Itulah pentingnya ada match dan link dengan dunia usaha untuk hal ini.

“Di NTB ada 113 mitra kerja terakreditasi yang akan tingkatkan koordinasi serta link and match, agar serapan tenaga kerja tercapai,” pungkas Gede.

Edy@diskominfotik_ntb




Industrialisasi NTB, Pemda Dorong Masyarakat Manfaatkan STIPark

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pengembangan kawasan agroindustri dan industri kecil menengah (IKM), melalui program industrialisasi yang telah disahkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Rencana Pembangunan Industri NTB tahun 2020.

Kehadiran Science, Tehnology, dan Industrial Park (STIPark) NTB diharapkan mampu menjadi sarana bagi masyarakat untuk berkreasi dan inovasi, melalui program inkubasi di STIPark.

Kepala UPTD STIPark Provinsi NTB, Roni Yuhaeri, A. Pi., M.Pi., mengungkapkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah.

Terdapat empat komponen yang ada di STiPark yang saling berkaitan, yakni; akademisi, dunia usaha atau industri, pemerintah yang membuat regulasi serta masyarakat atau komunitas.

“Diharapkan infrastruktur yang ada di STIP, walau belum sempurna, diharapkan kita sudah memulainya sebagai ajang untuk bertukar pikiran,” kata Roni pada acara Bincang Gemilang edisi ke-2, Jumat (28/05/21) di Kantor Diskominfotik NTB.

BACA JUGABeasiswa NTB 2020: Uang Negara Kembali dan Tidak Ditemukan Kerugian

Dengan adanya sentuhan teknologi terutama dimulai dari permesinan, Roni yakin produktifitas pengolahan dari berbagai potensi dapat meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi produk yang dihasilkan masyarakat.

“Banyaknya IKM yang masih menggunakan alat manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun apabila sudah menggunakan teknologi maka berbagai produk dapat dengan mudah diselesaikan,” pungkas Kepala STIPark NTB ini.

BACA JUGA:

Pasien Covid-19 di NTB Hari Sabtu: Bertambah 46 Positif

Turut hadir pada acara ini adalah Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, dan beberapa narasumber dari IKM.

Diskminfo




Beasiswa NTB 2020: Uang Negara Kembali dan Tidak Ditemukan Kerugian

MATARAM.lombokjournal.com ~ Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, Ibnu Salim, Jumat (28/05/21) menegaskan, tidak ada kerugian negara terhadap penyelengaraan program beasiswa NTB pada tahun anggaran 2020.

Dari sejumlah catatan dan rekomendasi terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, temuan kerugian negara akibat biaya yang sudah terlanjur dibayarkan sebesar Rp. 87.030.000 seluruhnya sudah dikembalikan ke kas negara.

“Artinya uang negara atau daerah, sudah masuk kas lagi dan tidak ada kerugian negara,” kata Ibnu Salim saat dikonfirmasi via telepon.

Kemudian, Ibnu Salim menjelaskan bahwa beberapa catatan lainnya mengenai LHP terhadap program beasiswa NTB seluruhnya bersifat administratif dan sudah dituntaskan sesuai rekomendasi BPK.

“Ini hanya faktor kelemahan pemahaman tata kelola. Sedangkan programnya sudah terlaksana sesuai yang direncanakan,” ungkap Ibnu.

Beasiswa NTB
Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti

Sementara itu, sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sri Hastuti, menyatakan bahwa temuan kerugian yang dikembalikan murni administratif dan teknis pelaksanaan kegiatan. Seperti; pengembalian sisa pembelian tiket dari anggaran yang sudah diberikan kepada penerima beasiswa.

“Sudah kami kembalikan. Karena memang yang 87 juta itu adalah sisa dana. Misal kita menganggarkan pembayaran tiket 30 juta, tapi real costnya 27 juta. Sisanya 3 juta. Itulah yang kita kembalikan. Itulah rinciannya sampai ada catatan sebanyak 87 juta,” terang Tuti panggilan akrabnya.

Sehingga ia memastikan bahwa LPP NTB telah melaksanakan seluruh rekomendasi BPK RI terhadap pengelolaan keuangan tahun anggaran 2020. Termasuk beberapa di antaranya mengenai penundaan keberangkatan mahasiswa NTB yang akan melaksanakan studi di Rusia.

“Meski Rusia saat itu tutup border untuk orang asing hingga hari ini, namun mereka sudah melaksanakan perkuliahan sejak Oktober 2020. Sehingga BPK RI memberi catatan, jika hingga 30 Desember 2021 belum juga berangkat ke Rusia, maka beberapa komponen beasiswa seperti; biaya hidup, harus sudah dikembalikan,” jelas Tuti.

BACA JUGAMenggali Potensi Destinasi Wisata Sambik Bangkol

Hal tersebut juga digaris bawahi oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, H. Ahmad Masyhuri, yang menangani langsung anggaran program beasiswa NTB.

Ia memastikan seluruh rekomendasi LHP BPK untuk program beasiswa NTB akan ditindaklanjuti dan menjadi bahan penyempurnaan pengelolaan beasiswa NTB tahun 2021.

Termasuk beberapa komponen beasiswa yang harus dikembalikan oleh mahasiswa jika tidak jadi berangkat ke Rusia.

“Walaupun belum berada di Rusia, tetapi mereka sebenarnya kuliah secara online dan membayar biaya pendidikan. Nanti ketika batas waktu yang diberikan oleh BPK, tiba, mereka diwajibkan mengembalikan beberapa komponen beasiswa, seperti; biaya hidup di luar negeri,” tutup Masyhuri.

Diskminfo




Bupati Djohan Hadiri Pemakaman (alm) Sahibudin

BAYAN.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menghadiri prosesi pemakaman (alm) Drs Sahibudin, birokrat yang bertugas di Diskoperindag KLU, Jum’at (28/05/21).

Bupati Djohan melakukan sholat jenazah

Alm Drs Sahibudin

ASN Pemda KLU Drs Sahibudin meninggal didiagnosa mengalami sakit jantung, pada hari Kamis, (27/05/21) di BLUD Puskesmas Bayan.

Pria kelahiran Lombok Tengah tahun 1964 yang bermukim di Desa Anyar tersebut, terakhir mengemban amanah sebagai Kepala Seksi UMKM Pada Diskoperindag KLU.

Memulai sambutannya, Bupati Djohan menyatakan, semua makhluk diciptakan Allah SWT, maka kepadanyalah semua akan kembali, dan setiap yang bernapas mesti akan mengalami kematian.

BACA JUGA:

Menggali Potensi Destinasi Wisata di Sambik Bangkol

“Kehadiran kita karena dua hal, pertama melaksanakan kewajiban sebagai sesama muslim yang masih hidup terhadap keluarga kita yang meninggal dunia. Memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan memakamkannya. Kedua bahwa sebagai pengingat suatu saat kita akan mengalami hal serupa. Pimpinan daerah beserta segenap OPD menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya, atas musibah yang terjadi. Sembari berdo’a semoga almarhum ditempatkan sebaik-baiknya di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Dalam tausiahnya, Pimpinan Pesantren Nurul Bayan TGH Abdul Karim menyampaikan, hakikat hidup adalah mesti merasakan kematian dan kehidupan dunia dengan segenap fasilitasnya merupakan kesenangan yang semu. Kubur merupakan tempat persinggahan dalam perjalanan berikutnya.

Tempat transit manusia, kemudian pada saatnya dibangkitkan dan semua akan menuju hadapan Allah SWT.

“Mari kita menyikapi kesenangan hidup dunia ini dengan melupakan tujuan dan proses perjalanan panjang yang sebenarnya. Dengan demikian kita siap menghadapi kematian kapan pun, dimana pun, dan dalam suasana apapun,” urainya.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Diskoperindag KLU Sadzli Rais SPd mengenang almarhum yang juga bawahannya sebagai birokrat yang ulet, tekun dan bertanggung jawab.

“Mestinya pada Hari Jum’at ini (28/5/2021) agenda almarhum mem-branding produk UMKM yang diagendakan dan dibinanya. Kenyataan berkata lain, kita yang mengantarkannya ke pemakaman. Allah telah memanggilnya dan kita ikhlaskan,” pungkasnya.

Acara berjalan lancar dan khidmat. Diakhiri dengan pembacaan do’a. Selamat berpulang saudara Sahibudin, semua mengenang keluhuran yang telah diabdikan.

BACA JUGA: Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Lenek Terdampak Covid-19

Hadir pula pada kesempatan tersebut, di antaranya Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Pimpinan Pesantren Nurul Bayan TGH Abdul Karim, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Simparudin SH, Plt.

Juga hadir Camat Bayan Adnan SPd MPd, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Para Kabid, Kasi dan segenap karyawan Diskoperindag, Toga, Toma dan masyarakat setempat.

wld




Menggali Potensi Destinasi Wisata Sambik Bangkol

GANGGA.lombokjournal.com

Menggali potensi sumberdaya lokal seperti destinasi wisata di tiap dusun di Desa Sambik Bangkol (Samba), Kecamatan Gangga, Lombok Utara jadi kegiatan mingguan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Samba menggulirkan kegiatan mingguan Sambang Dusun ke semua dusun di Desa Samba. Tujuannya menggali potensi sumberdaya tiap dusun, yang bisa dikembangkan untuk kemajuan desa ke depan. Misalnya potensi wisata dusun.

“Hari ini memang jadwal Pemdes berkunjung ke dusun-dusun di Sambik Bangkol. Rona-rona alam dusun kita ini luar biasa,” ungkap Penjabat (Pj) Kepala Desa Samba, Sarjono, di hadapan masyarakat setempat, Jumat (28/05/21).

Menurutnya, ini menandakan desa Samba kaya potensi alam. Dan berpotensi dikembangkan menjadi lumbung ekonomi.

Sarjono menceritakan, sempat dibisiki mantan Kepala Dusun (kadus), ada potensi wisata Tiu Bombong.

BACA JUGA:

Kawasan Budidaya Lobster Nasional di NTB Dibangun Tahun Ini

“Ke depan bagaimana diupayakan mengembangkan obyek wisata desa kita,” katanya.

Turut hadir membersamai Pj Kades di antaranya Sekdes Samba Hadianto, Kasi Kesra Budiasim, Kaur Keuangan Syekh Abdullah, Operator SID Roni, Staf Kesra Muhammad dan sejumlah perangkat kewilayahan.

Rombongan Pemdes disambut hangat oleh kadus, BPD perwakilan dusun setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga lainnya.

Pada kesempatan road show tersebut, Pj Kades Samba ini mengajak Kepala Dusun, BPD, para tokoh, warga masyarakat dusun setempat serta semua pihak untuk secara bersama mewujudkan Desa Wisata (Dewi) di Samba.

Program tersebut, merupakan salah satu cara untuk mengembangkan perekonomian warga sekaligus menciptakan branding Desa Samba.

Tujuannya, terang Pj Kades yang baru menjabat dua bulan ini, bagaimana  Desa Samba populer di memori masyarakat luas.

“Desa kita memiliki potensi wisata yang tak kalah indahnya dengan desa-desa lainnya di Kecamatan Gangga dan KLU pada umumnya,” jelas Kasubbag Humas pada Bagian Humas dan Protokol Pemda KLU ini.

Desa Samba secara topografis memiliki wilayah yang relatif lengkap. Misalnya, wilayah atas yang sangat elok dengan pemandangan alam perkebunan.

Sedangkan di wilayah tengah terdapat hamparan tanah lapang yang juga indah. Serta di wilayah bawah terdapat pantai yang menawan yang mengarah dari timur ke barat.

Keindahan alam desa yang nyaris komplit, kata Pj Kades Samba, menjadi sumber daya yang unggul untuk kemajuan masyarakat desa di masa mendatang.

Dicontohkan, satu dari sejumlah dusun di Desa Samba yang berpotensi dan wajib dikembangkan.

“Harapan saya agar dikembangkan Tiu Bombong menjadi objek wisata desa kita. Bila ini mampu kita kelola dengan baik, dapat menjadi destinasi wisata unggulan desa di bumi Tetu Gati,” urai Sarjono.

Sambang Dusun dalam kegiatan sambung rasa antara Pemdes Samba dengan masyarakat memang kegiatan rutin setiap Jumat. Tidak hanya di Dusun Sambik Bangkol, tapi merambah ke seluruh dusun.

BACA JUGA:

Bunda PAUD KLU Road Show di Gangga

Hasil dari kegiatan Sambang Dusun nantinya, masih kata mantan Ketua IPMLU Yogyakarta Periode 2008-2009 ini, perlunya fokus rencana program desa menjadi skala prioritas pembangunan desa.

Selain itu penguatan kelembagaan yang ada di Desa, penguatan sinergi semua pihak untuk kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu, perlu penyesuaian anggaran desa baik ADD/DD dialokasikan sesuai skala prioritas pembangunan untuk penguatan pembangunan berskala desa. Dan pembinaan kapasitas dan pendampingan sumber daya manusia dan pelayanan desa yang efektif dan maksimal.

“Masalah di desa kita selama ini ada pada kebijakan perencanaan dan alokasi anggaran pembangunan yang kurang tepat. Kita bisa lihat hingga kini pembangunan kurang memperhatikan skala prioritas. Begitu pula alokasi anggaran seperti kita bagi-bagi biji kacang, sehingga hasilnya tidak nampak. Yang ada hanya penampakan saja,” urainya.

Ke depan, Pemdes Samba akan betul-betul mengutamakan program pembangunan yang dapat memberikan manfaat besar dan nyata bagi masyarakat.

Kemudian mengalokasikan anggaran dalam jumlah yang memadai, sehingga meningkatkan penghasilan masyarakat, menjamin perputaran uang serta menghasilkan PADes Samba.

“Saya berharap kedepan kita bisa menetapkan program pembangunan setiap tahun itu cukup dua atau tiga program saja dengan anggaran yang memadai. Tidak lagi kita cecer anggaran desa kita seperti menabur biji kacang ke tanah lapang. Tapi satu kuncinya bapak-bapak dan saudara-saudara, yaitu kompak, bersatu dan bersinergi satu dengan lainnya. Mari kita bekerja bersama-sama membangun desa kita,” tegas Sarjono.

Pj Kades Samba ini juga menyosialisasikan pentingnya bagi semua warga untuk mematuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Cara memportal diri dan semua orang dari bahaya virus corona.

“Agenda kami selanjutnya adalah sosialisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di desa. Upaya kita semua mencegah penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah desa kita,” tutup Sarjono.

ang




Update Covid-19 di NTB: Bertambah 19 Positif, 23 Sembuh

MATARAM.lombokjournal.com

Hari Jumat (28/05/21), Pasien baru positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), bertambah 19 orang.

Hasil pemeriksaan di laboratorium sebanyak 410 sampel dengan 388 sampel negatif, 3 positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siara pers, hari Jum’at (28/05/21).

BACA JUGA:

Update Covid-19 di NTB: Bertambah 61 Pasien Positif

Hasil pemeriksaan tersebut dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium Antigen.

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi dalam siaran persnya.

Dengan tambahan 19 (sembilan belas) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (28/05/21) sebanyak 13.345  orang.

Rinciannya, 12.261 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 480 orang masih positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.010 orang dengan perincian 268 orang (1,3%) masih dalam isolasi, 32 orang (0,2%) masih berstatus probable, 19.710 orang (98,5%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.395 orang, terdiri dari 2.774 orang (3,2%) masih dalam karantina dan 84.621 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.305 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.073 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.232 orang (99,1%).

Lalu Gita berharap, bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu pasien yang masih berjuang melawan Covid-19.

BACA JUGA:

Kawasan Budidaya Lobster Terintergrasi di NTB, Dibangun Tahun Ini

“Caranya, dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” katanya melalui siaran persnya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




Wagub NTB Jabarkan Stimulus Ekonomi Pada Komisi XI DPR RI

LOTENG.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjabarkan kebijakan stimulus ekonomi melalui peran UMKM di NTB selama pandemi Covid-19.

Stimulus ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB adalah dengan memanfaatkan produk-produk lokal buatan UMKM masyarakat yang dikemas dalam bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Pemerintah tidak menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai tapi bantuan diberikan dalam bentuk produk sembako hasil UMKM masyarakat itu sendiri.

“Peningkatan ekonomi yang kita lakukan di NTB adalah bagaimana memberdayakan apa yang bisa kita hasilkan melalui penguatan UMKM kita sendiri,” ungkap wagub NTB.

Hal itu disampikannya pada pertemuan Bank Indonesia bersama 9 rombongan Komisi XI DPR RI terkait pengembangan UMKM di Provinsi NTB di Hotel Sima Kuta Mandalika Lombok Tengah, Jumat (28/05/21).

BACA JUGA:

Paska Idul Fitri dan Liburan, Covid-19 di NTB Terkendali 

Menurut Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi, di masa pandemi Covid-19 saat ini memaksa semua orang untuk tetap hidup aman dan produktif.

Dari sisi kesehatan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebarannya dengan tetap menerapkan prokes Covid-19.

“Alhamdulillah, untuk NTB masih dalam kategori aman. Karena ketersediaan tempat tidur sangat memadai dibawah 50 persen. Begitupun presentase kesembuhan di NTB berada di atas angka 92 persen nasional,” jelas Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi menjelaskan, upaya mengendalikan kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi memang tidak mudah. Pemberdayaan UMKM di tengah pandemi menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

Sehingga banyak hal dilakukan untuk mendorong penguatan UMKM dan Bank Indonesia wilayah NTB juga selalu mendukung untuk pemberdayaan UMKM di NTB.

“Diantaranya kami berjuang untuk membentuk 1000 wirausaha baru. Selain itu, Program  NTB Mall dan Galeri Kampung UMKM yang dikembangkan oleh pemprov untuk membuka wadah dan akses secara luas memasarkan produk-produk lokal UMKM kita,” tuturnya.

Ketua Rombongan Komisi XI DPR RI, Dr. H. M. Amir Uskara mengatakan, salah sektor yang terdampak pandemi Covid-19 adalah sektor UMKM masyarakat.

Sehingga tugas dan tanggung jawab pihaknya bagaimana mendorong dan meningkatkan ketahanan UMKM di NTB. Tentu ini harus didukung dan support oleh Bank Indonesia.

Menurutnya, pemerintah memberikan prioritas kepada pemulihan UMKM masyarakat selama pandemi Covid-19. Sebab, UMKM memiliki peran yang strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasioanl.

Bahkan UMKM mampu berkontribusi sekitar 61,1 persen bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap sebesar 97 persen dari total angkatan kerja yang sebanyak 116,9 juta angkatan kerja di Indonesia.

BACA JUGA:

Lomba Kampanye Sehat Sukses Tekan Lonjakan Covid-19 di Pilkada 2020

Untuk itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (Pen) tahun 2021 sebesar Rp 699,43 triliun.

“Khusus dukungan terhadap pemulihan UMKM telah dialokasikan sebanyak Rp 184,83 triliun. Tentu ini memberikan semangat kepada UMKM untuk terus berpacu membangun ekonomi yang lebih baik ke depannya,” jelas anggota DPR RI dari fraksi PPP tersebut.

Manikp

@kominfo




Guru Besar Unram Sebut Hanya HL Winengan Caketum IKA yang Bisa Tembus Istana

MATARAM.lombokjournal.com

Musyawarah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unram mulai digelar Jumat (28/5/2021) hari ini. Para delegasi mulai berdatangan di arena Munas di Same Hotel, Mataram.

Dari sejumlah figur yang menyatakan kesiapan diri maju, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram Prof Sudiarto menilai, HL Winengan adalah satu-satunya kandidat yang bisa menembus Istana yang menjadi pusat pengelolaan negara.

“Sudah banyak bukti nyata, bagaimana beliau adalah figur dari NTB yang benar-benar bisa mengetuk pintu Istana,” kata Prof Sudiarto di Mataram.

Dia mengatakan, Winengan adalah sosok yang memiliki jejaring yang sangat luas. Winengan kini menjabat sebagai Ketua Barisan Nasional KH Ma’ruf Amin dan juga Ketua Galang Kemajuan Jokowi.

BACA JUGA:

Guru Besar FKIP Apresiasi Kiprah IKA Unram

Dua organisasi tersebut menjadi termpat berhimpun relawan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, yang kini menjabat Presiden dan Wakil Presiden.

Menurut Prof Sudiarto, memang IKA Unram membutuhkan figur yang bisa melakukan banyak hal. Diakuinya IKA Unram membutuhkan figur ketua yang bisa mewujudkan sekretariat.

Membutuhkan figur ketua yang bisa menjadikan IKA Unram mampu menghasilkan pembiayaan kegiatan secara mandiri. Butuh juga agar IKA Unram sejajar dengan alumni perguruan tinggi ternama di tanah air.

Sehingga alumni Unram bisa menjadi menteri, menjadi penentu di antara deretan para pengambil kebijakan nasional, atau menjadi pejabat struktural eselon I di kementerian dan lembaga.

Dan semua hal tersebut akan bisa dilakukan oleh IKA Unram manakala dipimpin oleh figur yang bisa menembus akses kepada para penentu yang mengambil kebijakan di level nasional tersebut.

“Dan menurut saya, dari seluruh figur yang sudah menyatakan kesiapan diri mencalonkan diri sebagai Ketua IKA Unram, HL Winengan menjadi satu-satunya figur yang bisa menembus Istana tersebut,” kata Prof Sudiarto.

Ditegaskannya, memang Unram memiliki alumni yang hebat-hebat. Punya alumni yang mau turun gunung mengabdi untuk almamaternya melalui IKA Unram.

Prof Sudiarto pun memberi apresiasi tinggi atas hal tersebut. Tapi, yang dibutuhkan IKA Unram saat ini bukan hanya figur yang mau turun mengabdi. Melainkan figur yang mampu.

Dan menurut Prof Sudiarto, sosok tersebut ada pada figur HL Winengan.

“Tentu saya juga menghargai pendapat seluruh pihak yang telah memberikan dukungan pada figur-figur yang mereka dukung. Tapi buat saya, figur seperti HL WInengan yang paling dibutuhkan IKA Unram saat ini,” tandas Guru Besar Bidang Hukum Bisnis ini.

Winengan sendiri secara terpisah mengatakan, dirinya maju untuk mengangkat marwah para alumni Unram sehingga bisa sejajar dengan alumni perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Ditegaskannya, banyak alumni Unram yang hebat-hebat. Namun, saat ini tidak mampu menembus level pengambil kebijakan di tingkat nasional lantaran tidak ada yang memperjuangkannya.

Peran itulah yang hendak diambil IKA Unram, manakala dirinya mendapat amanah untuk memimpin IKA Unram periode empat tahun mendatang.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat ini siap membangun komunikasi intens dengan jejaringnya untuk mewujudkan hal tersebut.

Soal dirinya yang dinilai sebagai figur dari NTB yang sudah memberi banyak bukti mampu menembus level kepemimpinan nasional, Winengan menanggapinya dengan merendah. Semua hal tersebut disebutnya tak akan bisa dilakukan tanpa dukungan dan kepercayaan dari khalayak di NTB.

BACA JUGA:

Presiden Jokowi: Prosedur Penting, Tapi Jauh Lebih Penting Target Tercapai

Khusus mengenai pengembangan kampus Unram, dia mengatakan, saat ini sudah ada lahan seluas 400 hektare di Kuripan, Lombok Barat.

Jika benar Unram hendak memindah lokasi kampus untuk kepentingan pengembangan, kalau menjadi Ketua IKA, pihaknya siap membantu mewujudkan hal tersebut.

“Hanya perlu proses mengubah RTRW untuk mendapat persetujuan dari Pemerintah Pusat,” tegasnya

 

Me




Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Lenek Terdampak Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com

Perwakilan empat Organisasi Masyarakat (Ormas) menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Dusun Lenek, Baru Murmas dan Dusun Lonang di Dusun Lenek, Desa Bentek Kecamatan Gangga KLU, Jum’at (27/05/21).

Bantuan tersebut berupa beras 500 kg, baju 150 pcs, selimut biasa 30 pcs, selimut tebal 40 pcs, handuk 15, sepatu srkolah 70 pcs, sendal 150 pcs serta  mie intan sebanyak 50 dos.

Bantuan ini berasal dari kolaborasi tiga organisasi yang konsen terhadap sosial dan lingkungan.

BACA JUGA:

Lomba Kampanye Sukses Tekan Lonjakan Covid-19 di Pilkada 2020

Organisasi yang dimaksud yaitu, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), S.Wijanarko, H Rudi Hidayat Dan Kawan kawan, Organisasi PO HUA KONG, Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL-KLU), dan UPT Syahbandar Pamenang KLU.

Penyerahan bantuan secara simbolis melalui YM.Bhante (Saccadhammo), selaku Ketua Vihara Buddhavangsa, yang akan didistribusikan oleh panitia setempat yang pada hari itu juga disalurkan kepada warga Dusun Lenek, Baru Murmas dan Dusun Lonang di Kalipuncak.

Ketua Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL), Jaharudin, menyampaikan bantuan kemanusiaan itu semata bentuk kepedulian kepada sesame.

“Dan tidak ada maksud yang lain,” kata Ang panggilan akrab Jaharudin.

Ia mengaku berkewajiban membantu sesama ummat, terlebih lagi di saat negara dalam pandemi Covid 19. Situasi pandemi mempengaruhi kondisi ekonomi bangsa, dan berimbas kepada kesulitan pendapatan masyarakat, kata Ang.

Nilai bantuan tidak seberapa, namun yang terpenting tercermin rasa kebersamaan dan sepenanggungan.

Diharapkan bantuan ini diutamakan penyalurannya kepada anak yang kurang mampu karena ditinggal orang tua, atau para lansia yang pasti terdampak dalam kesulitan ekonomi.

Ang juga mengajak semua pihak mengulurkan tangan, membantu para lansia semata-mata dengan niat beribadah.

“Sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kalau kita senang menolong orang lain, kita juga akan ditolong oleh Yang Kuasa,” kata Ang di tengah Pengurus YM.Bhante (Saccadhammo) Ketua Vihara Buddhavangsa beserta Ketua Karakasabha, Romo Arya dan Attadilani Dusun Lenek.

Ketua Vihara Budhawangsa, dalam penerimaan bantuan krmanusiaan menyampaikan ucapan terima kasih. Dalam kondisi masyarakat terhimpit ekonomi aKibat bencana Covid 19, masih ada kesempatan waktu serta memberikan bantuan untuk warga Lenek dan sekitarnya.

BACA JUGA:

Paska Idul Fitri dan Liburan, Penanganan Covid-19 di NTB Terkendali

“Bante menghargai pemberian dari kolaborasi organisasi yang dinilai sangat bermanfaat untuk mengurangi beban hidup warga kami,” ungkapnya.

Di ahir kegiatan, Jaharudin bersana tim menyampaikan Selamat Merayakan hari raya Waisak

ang