Pasien Covid-19 di NTB Hari Sabtu; Bertambah 46 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Pasien baru positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), hari Sabtu (29/05/21), bertambah  46 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hasil pemeriksaan telah dilakukan di laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium Antigen.

Pemeriksaan dilakukan pada 447 sampel dengan 395 sampel negatif, 6  positif ulangan, dan 46 sampel kasus baru positif Covid-19. A.

BACA JUGA:

Industrialisasi di NTB, Pemda Dorong Masyarakat Manfaatkan Fasilitas SPark

Hari ini terdapat 44 penambahan pasien yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siara pers, hari Sabtu (29/05/21).

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi.

Adanya tambahan 46 (empat puluh enam) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 44 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (29/05) sebanyak 13.391 orang.

Rinciannya, 12.305 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 482  orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita dalam siaran pers yang diterima media.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.025 orang dengan perincian 262 orang (1,3%) masih dalam isolasi, 31 orang (0,15%) masih berstatus probable, 19.732 orang (98,5%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.594 orang, terdiri dari 2.835 orang (3,2%) masih dalam karantina dan 84.759 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.316 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.084 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.232 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Kompetensi Naker Harus “Link and Match” dengan Industri 

Lalu Gita Berharap, penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19.”

“Caranya dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harapnya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




Munas IKA Unram Dorong Musyawarah Mufakat

MATARAM.lombokjournal.com

Musyawarah Nasional (Munas) Ke-IV Ikatan Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) resmi dibuka di Same Hotel, Kota Mataram, Sabtu (29/5/21).

Kegiatan Munas IKA Unram dihadiri  Sekda NTB HL Gita Ariadi mewakili Gubernur NTB, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Prof Dr Zudan Arif Fakrullah, dan Rektor Unram,  Prof Dr Lalu Husni serta seluruh peserta Munas.

Ketua Panitia (Organising Committee) Lalu Athari Fathullah mengatakan, Munas IV IKA Unram diharapkan bisa melahirkan pemimpin yang bisa membawa almamater dan alumni Unram semakin jaya.

“Kita ingin IKA Unram kedepan menjadi sebuah wadah berkumpulnya para alumni untuk memberikan kontribusi baik kepada alumni maupun Unram kedepannya,” ujar Athar.

BACA JUGA:

NTB Kini Bisa Mengolah Sampah Plastik Jadi Solar

Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee) Dr Iwan Harsono menjelaskan, kegiatan Munas ini bagian dari pelaksanaan program kerja IKA Unram. Karena itu, melalui Munas diharapkan bisa berjalan musyawarah mufakat.

“Kedepankan etika, kedepankan kepentingan umum, kepentingan alumni, dan civitas akademika. Karenanya segala macam perbedaan yang muncul kita selesaikan secara musyawarah dan bermufakat,” tuturnya.

Ketua Umum IKA Unram, Sirra Prayuna SH menegaskan, pelaksanaan Munas IKA Unram ke IV sudah memenuhi syarat dari sisi peserta.

Sedangkan, dari 11 nama yang muncul sebagai calon ada 6 orang yang jadi mendaftar sebagai calon Ketua IKA Unram.

Namun demikian terlepas dari itu, pelaksanaan Munas diharapkan bisa menjadi rumah bersama dan rumah besar untuk menyatukan dan berkumpulnya alumni.

“Saya mengibaratkan Munas ini seperti rumah tempat kita berkumpul bersama. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mendorong dan membangun kejayaan alumni,” kata Sirra.

Selain itu, Sirra mengatakan, kalaupun dalam Munas ada terjadi dinamika, itu artinya sebuah proses demokrasi.

“Ada yang bilang Munas IKA Unram ini seperti rasa Pilkada. Saya bilang inilah kemajuan. Kenapa demikian, karena mereka merasa semua memiliki, sehingga apa yang terjadi tidak lebih bagaimana membesarkan alumni,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sirra menyinggung alasan mengapa pelaksanaan Munas IKA baru dilaksanakan sekarang. Menurutnya, semua itu lantaran pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi, sehingga waktunya diundur.

“Munas kenapa sekarang itu semata bukan kami melalaikan tugas konstitusional, tapi kita dihadapkan pada COVID-19. Jangankan IKA Unram seluruh tugas negara aja dibatasi agar terhindar dari COVID-19, sehingga kami sampaikan apa adanya bukan mengada-ngada atau mencari alasan,” katanya.

Sementara itu Rektor Unram, Prof Dr Lalu Husni, menegaskan, pelaksanaan Munas tidak menggunakan anggaran yang berasal dari Unram.

BACA JUGA:

Industrialisasi NTB, Pemda Mendorong Masyarakat Manfaatkan Fasilitas STIPark

Karena hal itu tidak diperbolehkan secara aturan, kecuali untuk kegiatan kemahasiswaan, sehingga seluruh biaya kegiatan Munas murni berasal dari swadaya.

“Jadi ini murni dari swadaya,” tegasnya.

Prof Husni juga menyampaikan seperti laporan panitia terdapat 6 orang yang mendaftar sebagai calon ketua umum, dan dari semua calon secara pribadi dirinya mengenal baik.

“Saya kenal betul semuanya, mereka-mereka ini memiliki integritas dan komitmen kuat untuk membesarkan alumni,” ucapnya.

Karena itu, demi kebaikan seluruh pihak orang nomor satu di jajaran Unram ini, menyarankan pelaksanaan Munas diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

“Saya sarankan musyawarah mufakat sehingga tidak ada melukai perasaan seluruh pihak,” pesannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) HL Gita Ariadi mengapresiasi pelaksanaan Munas IKA Unram, terlebih pelaksanaan kali ini dilakukan di tengah pandemi COVID-19.

Meski demikian, sebagai Wakil Ketua Satgas COVID-19 di daerah, dirinya melihat pelaksanaan Munas IKA Unram sudah menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Terkait dengan Munas, Sekda NTB mengaku tak memungkiri bahwa pelaksanaan Munas kali ini seperti pertarungan Pilkada.

Ini bisa dilihat dari diskusi-diskusi yang terjadi baik di media sosial maupun group-group WhatsApp.

Menurut Sekda, hal ini menunjukkan begitu tinggi dan antusiasnya para alumni kepada almamaternya, sehingga tumbuh rasa bangga.

Walaupun begitu lanjut Sekda, meski ada dinamika dan kompetisi di Munas tidak menjadikan para alumni menjadi lupa tentang sebuah gagasan yang perlu harus dibangun untuk kejayaan alumni dan Unram sendiri.

“Bagaimana kedepannya kampus Unram berdiri dan di bangun di bawah Gunung Sasak, Lombok Barat. Pengembangan Unram bukan soal Unram semata tapi berkaitan erat dengan Pemprov NTB. Oleh karena itu, integrasi antara Unram dan Pemprov ini yang perlu juga disamakan kedepannya,” jelas Miq Gite sapaan Sekda NTB.

Gita berpesan bahwa harapan Pemprov NTB pengembangan Unram kedepannya bisa terlaksana demi kemajuan daerah.

“Pemda dengan IKA Unram dan civitas akademika Unram harus seiring sejalan bersama. Karena kalau kampus tersebar di mana-mana maka disvaritas wilayah menjadi lebih baik,” katanya.

Setelah acara seremonial Pembukaan Munas IV IKA Unram dilakukan Penandatangan Perjanjian Kerja sama PP Ika Unram dgn Direktorat Dukcapil Kementrian Dalam Negeri RI. Ini terkait Sistem Kependudukan dan Catatan Sipil.

Acara penandatangan Kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Rektor Universitas Mataram , Prof Dr HL Husni dan Sekda NTB , HL Gita Aryadi.

Me




Gubernur NTB Ingatkan Kolaborasi dan Inovasi Dunia Usaha

LOBAR.lombokjournal.com

Di masa pandemi, penting bagi pengusaha berkolaborasi dan menemukan inovasi.

Hal itu dikatakan Gubernur DR Zulkieflimansyah terkait ekonomi dan dunia usaha yang sedang lesu akibat bencana virus Covid 19.

Namun, kata Gubernur, banyak juga pengusaha yang menemukan bisnis bisnis baru yang mengantarnya tidak hanya bertahan tapi juga sebagai pemenang.

“Penting untuk tetap bersama sama di masa sulit dan saling membantu. Karena tidak sedikit juga pengusaha yang sukses dengan usaha baru yang sesuai tuntutan era pandemic,” ujar Gubernur.

Ia menyampaikannya saat menghadiri silaturahmi Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) di Hotel Holiday Resort, Senggigi, Lombok Barat (29/05/21).

Dikatakan, pengusaha saat ini sulit menyelamatkan usaha dan karyawan yang bekerja.

BACA JUGA:

Beasiswa NTB 2020: Uang Negara Kembali, Tidak Ditemukan Kerugian

Dalam pasang surut dunia usaha, keduanya menjadi tantangan ketika sedang berada di puncak atau dalam kondisi buruk. Oleh karena itu pengelolaan keuangan yang baik sangat dibutuhkan.

Hal lain menurut Gubernur, memanfaatkan situasi pandemi agar menjadi berkah. Caranya, dengan berinovasi menciptakan bisnis baru.

Dan selalu mempertahankan silaturahmi, kerjasama dan kolaborasi di antara komunitas pengusaha.

“Saya tetap percaya pandemi akan segera berlalu dan kita semua kembali berusaha seperti biasa,” kata Gubernur.

Ketua Umum Japnas, I Made Aryanas mengakui, sebagai organisasi pengusaha yang baru, Japnas belum banyak berkembang di NTB.

Sejak dibentuknya Japnas NTB pada April 2018 silam, kondisi akibat gempa dan pandemi menjadi tantangan dunia usaha NTB.

Karena itu, kepengurusan Japnas NTB diberikan kelonggaran oleh induknya untuk menyelamatkan usaha masing masing.

“Japnas pusat sendiri baru berdiri 2015 lalu. Bencana gempa dan pandemi membuat tekanan jadi lebih tinggi sehingga organisasi berjalan lambat bahkan untuk menggelar silaturahmi”, ujar Aryanas.

Saat ini Japnas NTB beranggotakan 60 orang termasuk pengurus dan partisipan, yang diketuai pengusaha jamu Nasrin H Mukhtar dari 20 pengurus wilayah Japnas se Indonesia.

Japnas seperti dikatakan  Aryanas adalah organisasi pengusaha yang fokus pada business matching dan sinergitas termasuk membuat bisnis bisnis baru di era new normal.

BACA JUGA:

Menggali Poensi Destinasi Wisata Sambik Bangkol

Salah satunya bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pengembangan UKM. Berkolaborasi dengan MBlock, sebuah marketplace offline di Jakarta, Japnas mengajak UKM untuk peningkatan produktifitas dan branding untuk pasar nasional.

“Ya jadi salesman untuk UKM lah agar makin dikenal dan diperluas pemasarannya,” ujar Aryanas.

jm




Kompetensi Naker Harus “Link and Match” dengan Industri

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, minta  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTB membangun kolaborasi dengan banyak pihak.

Dan meningkatkan penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja atau dunia usaha agar link and match ke depannya.

BACA JUGA:

Wagub NTB: Siapkan Tenaga Kerja Yang Bisa Terserap Dunia Usaha

“Disnaker harus membangun sinergi dengan seluruh stake holder terkait. Libatkan dan optimalkan semua BLK Provinsi, BLK milik Kabupaten/Kota dan lembaga Pelatihan kerja swasta (LPKS), termasuk pelibatan instruktur dari dunia industri sehingga Naker yang telah lulus pelatihan kerja bisa langsung terserap  kedalam dunia kerja,” pinta Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi.

BACA JUGA:

NTB Kini Mampu Mengelola Sampah Plastik Menjadi Solar

Ia menyampaikannya saat memberikan arahan kepada seluruh pejabat struktural Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, di aula Pendopo Wagub di Mataram, Jum’at (28/05/21).

Umi Rohmi kembali mengingatkan, Disnakertrans NTB memiliki tugas dan fungsi yang strategis dengan tantangan dan permasalahan yang sangat  kompleks.

Tugas itu, mulai dari penyediaan kesempatan kerja dan lapangan usaha, penyiapan naker kompeten/terampil. Juga mengatur penempatan kerja hingga perlindungan dan jaminan kesejahteraan social, serta hak-hak pekerja kita harus diperhatikan semuanya.

Termasuk perlindungan terhadap para pekerja Migran (PMI) kita, agar dipastikan bahwa kedepan tidak ada lagi yang berangkat secara unprosedural, tegas wagub.

“Pak kadis, saya tugaskan agar zero unprocedural migran, link and match kebutuhan dan ketersediaan naker,  revitalisasi LTSA dan BLK harus bisa terealisasi di NTB,” pinta Wagub.

Menurutnya, di era Pasar kerja terbuka saat ini, NTB wajib menyiapkan dan menggunakan tenaga kerja lokal, seperti berbagai potensi yang ada di sekolah menengah kejuruan.

Misalnya persiapan untuk pembangunan Smelter di Sumbawa dan Moto GP Mandalika. Kebutuhan tenaga kerja terutama tenaga kerja lokal harus mulai direncanakan dengan riil dilapangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB. I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH melaporkan kepada Wakil Gubernur, pihaknya kini sedang menata dan mengidentifikasi semua persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi.

Sejak dilantik sebulan lalu, kata Gede, pihaknya intens berkoordinasi dengan seluruh asosiasi dunia industri, guna mewujudkan link and match dengan dunia usaha.

Aryadi juga melaporkan terkait data pemulangan PMI asal NTB.

Menurutnya, dari sejumlah PMI purna ini, sudah banyak yang berhasil mengembangkan usaha mandiri di sektor formal maupun informal.

Mereka sukses karena setelah purna dari bekerja di luar negeri, mereka pulang membawa modal dan juga pengalaman kerja.

Succes story ini tentunya bisa menginspirasi yang lain, dan kita semua untuk mengatasi kondisi krisis akibat pandemi  Covid 19 sekarang ini,” terangnya.

Termasuk di Dinas Tenaga kerja ini, juga menyiapkan pelatihan wira usaha mandiri bagi para PMI kita yang sudah purna.

Dalam pelaksanaan pelatihan kerja berbasis kompetensi, mantan Kadis Kominfotik ini menegaskan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Pelibatan seluruh unsur menjadi kata kunci.

Ia menjelaskan, selain BLK milik Pemerintah Daerah dan BLK internasional di Lombok Timur, di NTB  juga terdapat 315 LPKS, 104 diantaranya sudah terakreditasi.

Selama tahun 2020, sebanyak 10.202 pencari kerja yang sudah dilatih dengan dukungan 1.053 orang instruktur yang tersebar di NTB.

Sebagian dari para lulusan pelatihan kerja ini, atau sekitar 4 ribu lulusan pelatihan itu belum terserap kedalam dunia kerja.

Karena itu, Komitmen dari dunia industri untuk memberdayakan para naker lokal ini sangatlah diharapkan.***




NTB Kini Bisa Mengelola Sampah Plastik Jadi Solar

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggaungkan Industrialisasi. Salah satunya adalah berkaitan dengan upaya mengurangi masalah sampah, dan mendukung program unggulan NTB Gemilang, yaitu; Zero Waste.

Hal yang dimaksud itu adalah hadirnya mesin penghasil bahan bakar yang ramah lingkungan dengan sistem Pirolisis di Science Dan Technology Industrial (STI) Park Banyumulek, yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, Sabtu (29/5/2021) di Gedung STIPark.

Mesin berbobot 2 ton, mampu mengolah sampah plastik sebanyak 1 ton, menjadi 400-600 liter solar sehari. Dengan beroperasi selama 8 jam, memanfaatkan tenaga PLN.

Akan tetapi dalam waktu dekat PT. Geo Trash Management sebagai investor akan menghadirkan mesin berkapasitas 2 Ton di Kebun Kongo. Dengan kapasitas 12.000 liter solar dalam sehari. Memanfaatkan tenaga listrik dari gas metan di TPA sebagai bahan bakarnya.

Wagub NTB berbincang-bincang dengan Direktur dan Project Manager PT. Geo Trash Management

“Hasil dari pengolahan sampah plastik akan menghasilkan Geo Disel atau solar yang setara Dexlie dengan standar Euro3,” Mr Andrew Sinclair Direktur dan Project Manager PT. Geo Trash Management.

Kehadiran mesin pengolah sampah yang ramah dengan lingkungan ini, membutuhkan bahan baku dasar dari semua plastik. Seperti kantong kresek, plastik bungkusan permen dan jajan, steoroform, sandal bekas, ban bekas dan jenis karet.

Sedangkan jenis plastik PET (Polyethylene terephthalate) dan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak dimasukan dalam mesin. Seperti botol air mineral, pipa atau selang. Dalam Proses Pirolisis ini akan  menghasilkan cairan dan gas.

Kemudian cairan ini akan diproses lagi untuk memisahkan air dan minyak berupa solar. Bahkan sisanya dari proses plastik dapat digunakan untuk bahan baku aspal dan ban. Sedangkan sisa gas ditangki filtrasi disaring dengan keramik. Sehingga udara yang keluar dari proses ini bersih tanpa polusi.

Ketersediaan bahan baku ini sudah bekerjasama dengan bank sampah di NTB. Termasuk sumberdaya seperti perumahan-perumahan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sudah dikoordinasikan.

“Mesin pengolah sampah plastik dengan sistem Pirolisis jenis ini baru satu-satunya di dunia, dan dioperasikan di NTB Indonesia”, tuturnya.

Kecintaannya terhadap lingkungan dan pariwisata, yang membuat ia memilih NTB untuk berinvestasi. Termasuk fokus dan keseriusan Pemerintah NTB dalam mensukseskan program Zero Waste serta keindahan destinasi wisatanya.

“Awalnya tanpa tahu tentang Lombok NTB, saya datang memanfaatkan dan menyelamatkan lingkungan NTB”, jelasnya.

BACA JUGAWagub NTB: Siapkan Tenaga Kerja yang Bisa Terserap Dunia Usaha

Menanggapi hal tersebut, Ummi Rohmi sapaan Wagub, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mesin pengolahan sampah plastik ini.

“Kami sangat senang dengan adanya mesin ini,”kata Wagub.

Sehingga hampir semua masalah sampah ada hilirisasinya, ada tempat pengolahannya. Yang paling penting, tujuan untuk menjadikan sampah sebagai bahan yang membawa berkah dapat perlahan terwujud.

Masyarakat dapat mengolah sampah, untuk dipilah karena memiliki nilai ekonomis.

“Ayo masyarakat NTB jangan melihat sampah sebagai masalah, tapi kelola dengan memilah dan memilih sampah plastik”, tegasnya.

BACA JUGA:

Industialisasi di NTB, Masyarakat Didorong Manfaatkan Fasilitas STIPark

Harapannya, di setiap Kabupaten/Kota juga akan dibangun mesin serupa sebagai solusi mengatasi persoalan lingkungan terutama sampah. Sinergi dan kerjasama semua stakeholder sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sampah di NTB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bappeda, Kepala Dinas LKH, Kadis Perindustrian, Kepala STIP, Dinas LKH Kabupaten Lobar dan Kalimantan Barat.

edy@diskominfotik_ntb




Wagub NTB: Siapkan Tenaga Kerja yang Bisa Terserap Dunia Usaha

MATARAM.lombokjournal.com

Untuk menyerap tenaga kerja yang telah dipersiapkan dalam berbagai program pelatihan, Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, dapat meningkatkan penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja atau dunia usaha (link and match) ke depan.

Sehingga, program pelatihan tenaga kerja di NTB yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK) dapat terserap oleh dunia usaha atau pasar kerja regional maupun nasional.

Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd

“Jangan sampai tenaga kerja yang dilatih, tidak dibutuhkan oleh dunia industri atau pasar kerja,” pesan Ummi Rohmi sapaan Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, saat rapat koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jum’at (28/05/21) di Aula Pendopo Wagub.

Selain itu, menurut Wagub di era pasar kerja terbuka saat ini, NTB wajib menyiapkan dan menggunakan tenaga kerja lokal, misalnya; persiapan untuk pembangunan Smelter di Sumbawa dan MotoGP Mandalika.

BACA JUGAIndustrialisasi NTB, Pemda Dorong Masyarakat Manfaatkan STIPark

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH mengatakan, pihaknya sedang menata dan mengidentifikasi semua persoalan di dinas.

Termasuk saat ini sedang meningkatkan link and match dengan dunia usaha, agar pasar kerja yang tersedia dengan tenaga kerja yang disiapkan dan dilatih di BLK dapat sinkron.

Data tahun 2020-2021 menjelaskan ada sekitar 10 ribu calon tenaga yang dilatih di BLK, dan baru terserap sekitar 4.000 tenaga kerja. Itulah pentingnya ada match dan link dengan dunia usaha untuk hal ini.

“Di NTB ada 113 mitra kerja terakreditasi yang akan tingkatkan koordinasi serta link and match, agar serapan tenaga kerja tercapai,” pungkas Gede.

Edy@diskominfotik_ntb




Industrialisasi NTB, Pemda Dorong Masyarakat Manfaatkan STIPark

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pengembangan kawasan agroindustri dan industri kecil menengah (IKM), melalui program industrialisasi yang telah disahkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Rencana Pembangunan Industri NTB tahun 2020.

Kehadiran Science, Tehnology, dan Industrial Park (STIPark) NTB diharapkan mampu menjadi sarana bagi masyarakat untuk berkreasi dan inovasi, melalui program inkubasi di STIPark.

Kepala UPTD STIPark Provinsi NTB, Roni Yuhaeri, A. Pi., M.Pi., mengungkapkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah.

Terdapat empat komponen yang ada di STiPark yang saling berkaitan, yakni; akademisi, dunia usaha atau industri, pemerintah yang membuat regulasi serta masyarakat atau komunitas.

“Diharapkan infrastruktur yang ada di STIP, walau belum sempurna, diharapkan kita sudah memulainya sebagai ajang untuk bertukar pikiran,” kata Roni pada acara Bincang Gemilang edisi ke-2, Jumat (28/05/21) di Kantor Diskominfotik NTB.

BACA JUGABeasiswa NTB 2020: Uang Negara Kembali dan Tidak Ditemukan Kerugian

Dengan adanya sentuhan teknologi terutama dimulai dari permesinan, Roni yakin produktifitas pengolahan dari berbagai potensi dapat meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi produk yang dihasilkan masyarakat.

“Banyaknya IKM yang masih menggunakan alat manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun apabila sudah menggunakan teknologi maka berbagai produk dapat dengan mudah diselesaikan,” pungkas Kepala STIPark NTB ini.

BACA JUGA:

Pasien Covid-19 di NTB Hari Sabtu: Bertambah 46 Positif

Turut hadir pada acara ini adalah Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, dan beberapa narasumber dari IKM.

Diskminfo




Beasiswa NTB 2020: Uang Negara Kembali dan Tidak Ditemukan Kerugian

MATARAM.lombokjournal.com ~ Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, Ibnu Salim, Jumat (28/05/21) menegaskan, tidak ada kerugian negara terhadap penyelengaraan program beasiswa NTB pada tahun anggaran 2020.

Dari sejumlah catatan dan rekomendasi terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, temuan kerugian negara akibat biaya yang sudah terlanjur dibayarkan sebesar Rp. 87.030.000 seluruhnya sudah dikembalikan ke kas negara.

“Artinya uang negara atau daerah, sudah masuk kas lagi dan tidak ada kerugian negara,” kata Ibnu Salim saat dikonfirmasi via telepon.

Kemudian, Ibnu Salim menjelaskan bahwa beberapa catatan lainnya mengenai LHP terhadap program beasiswa NTB seluruhnya bersifat administratif dan sudah dituntaskan sesuai rekomendasi BPK.

“Ini hanya faktor kelemahan pemahaman tata kelola. Sedangkan programnya sudah terlaksana sesuai yang direncanakan,” ungkap Ibnu.

Beasiswa NTB
Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti

Sementara itu, sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sri Hastuti, menyatakan bahwa temuan kerugian yang dikembalikan murni administratif dan teknis pelaksanaan kegiatan. Seperti; pengembalian sisa pembelian tiket dari anggaran yang sudah diberikan kepada penerima beasiswa.

“Sudah kami kembalikan. Karena memang yang 87 juta itu adalah sisa dana. Misal kita menganggarkan pembayaran tiket 30 juta, tapi real costnya 27 juta. Sisanya 3 juta. Itulah yang kita kembalikan. Itulah rinciannya sampai ada catatan sebanyak 87 juta,” terang Tuti panggilan akrabnya.

Sehingga ia memastikan bahwa LPP NTB telah melaksanakan seluruh rekomendasi BPK RI terhadap pengelolaan keuangan tahun anggaran 2020. Termasuk beberapa di antaranya mengenai penundaan keberangkatan mahasiswa NTB yang akan melaksanakan studi di Rusia.

“Meski Rusia saat itu tutup border untuk orang asing hingga hari ini, namun mereka sudah melaksanakan perkuliahan sejak Oktober 2020. Sehingga BPK RI memberi catatan, jika hingga 30 Desember 2021 belum juga berangkat ke Rusia, maka beberapa komponen beasiswa seperti; biaya hidup, harus sudah dikembalikan,” jelas Tuti.

BACA JUGAMenggali Potensi Destinasi Wisata Sambik Bangkol

Hal tersebut juga digaris bawahi oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, H. Ahmad Masyhuri, yang menangani langsung anggaran program beasiswa NTB.

Ia memastikan seluruh rekomendasi LHP BPK untuk program beasiswa NTB akan ditindaklanjuti dan menjadi bahan penyempurnaan pengelolaan beasiswa NTB tahun 2021.

Termasuk beberapa komponen beasiswa yang harus dikembalikan oleh mahasiswa jika tidak jadi berangkat ke Rusia.

“Walaupun belum berada di Rusia, tetapi mereka sebenarnya kuliah secara online dan membayar biaya pendidikan. Nanti ketika batas waktu yang diberikan oleh BPK, tiba, mereka diwajibkan mengembalikan beberapa komponen beasiswa, seperti; biaya hidup di luar negeri,” tutup Masyhuri.

Diskminfo




Bupati Djohan Hadiri Pemakaman (alm) Sahibudin

BAYAN.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menghadiri prosesi pemakaman (alm) Drs Sahibudin, birokrat yang bertugas di Diskoperindag KLU, Jum’at (28/05/21).

Bupati Djohan melakukan sholat jenazah

Alm Drs Sahibudin

ASN Pemda KLU Drs Sahibudin meninggal didiagnosa mengalami sakit jantung, pada hari Kamis, (27/05/21) di BLUD Puskesmas Bayan.

Pria kelahiran Lombok Tengah tahun 1964 yang bermukim di Desa Anyar tersebut, terakhir mengemban amanah sebagai Kepala Seksi UMKM Pada Diskoperindag KLU.

Memulai sambutannya, Bupati Djohan menyatakan, semua makhluk diciptakan Allah SWT, maka kepadanyalah semua akan kembali, dan setiap yang bernapas mesti akan mengalami kematian.

BACA JUGA:

Menggali Potensi Destinasi Wisata di Sambik Bangkol

“Kehadiran kita karena dua hal, pertama melaksanakan kewajiban sebagai sesama muslim yang masih hidup terhadap keluarga kita yang meninggal dunia. Memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan memakamkannya. Kedua bahwa sebagai pengingat suatu saat kita akan mengalami hal serupa. Pimpinan daerah beserta segenap OPD menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya, atas musibah yang terjadi. Sembari berdo’a semoga almarhum ditempatkan sebaik-baiknya di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Dalam tausiahnya, Pimpinan Pesantren Nurul Bayan TGH Abdul Karim menyampaikan, hakikat hidup adalah mesti merasakan kematian dan kehidupan dunia dengan segenap fasilitasnya merupakan kesenangan yang semu. Kubur merupakan tempat persinggahan dalam perjalanan berikutnya.

Tempat transit manusia, kemudian pada saatnya dibangkitkan dan semua akan menuju hadapan Allah SWT.

“Mari kita menyikapi kesenangan hidup dunia ini dengan melupakan tujuan dan proses perjalanan panjang yang sebenarnya. Dengan demikian kita siap menghadapi kematian kapan pun, dimana pun, dan dalam suasana apapun,” urainya.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Diskoperindag KLU Sadzli Rais SPd mengenang almarhum yang juga bawahannya sebagai birokrat yang ulet, tekun dan bertanggung jawab.

“Mestinya pada Hari Jum’at ini (28/5/2021) agenda almarhum mem-branding produk UMKM yang diagendakan dan dibinanya. Kenyataan berkata lain, kita yang mengantarkannya ke pemakaman. Allah telah memanggilnya dan kita ikhlaskan,” pungkasnya.

Acara berjalan lancar dan khidmat. Diakhiri dengan pembacaan do’a. Selamat berpulang saudara Sahibudin, semua mengenang keluhuran yang telah diabdikan.

BACA JUGA: Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Lenek Terdampak Covid-19

Hadir pula pada kesempatan tersebut, di antaranya Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Pimpinan Pesantren Nurul Bayan TGH Abdul Karim, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Simparudin SH, Plt.

Juga hadir Camat Bayan Adnan SPd MPd, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Para Kabid, Kasi dan segenap karyawan Diskoperindag, Toga, Toma dan masyarakat setempat.

wld




Menggali Potensi Destinasi Wisata Sambik Bangkol

GANGGA.lombokjournal.com

Menggali potensi sumberdaya lokal seperti destinasi wisata di tiap dusun di Desa Sambik Bangkol (Samba), Kecamatan Gangga, Lombok Utara jadi kegiatan mingguan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Samba menggulirkan kegiatan mingguan Sambang Dusun ke semua dusun di Desa Samba. Tujuannya menggali potensi sumberdaya tiap dusun, yang bisa dikembangkan untuk kemajuan desa ke depan. Misalnya potensi wisata dusun.

“Hari ini memang jadwal Pemdes berkunjung ke dusun-dusun di Sambik Bangkol. Rona-rona alam dusun kita ini luar biasa,” ungkap Penjabat (Pj) Kepala Desa Samba, Sarjono, di hadapan masyarakat setempat, Jumat (28/05/21).

Menurutnya, ini menandakan desa Samba kaya potensi alam. Dan berpotensi dikembangkan menjadi lumbung ekonomi.

Sarjono menceritakan, sempat dibisiki mantan Kepala Dusun (kadus), ada potensi wisata Tiu Bombong.

BACA JUGA:

Kawasan Budidaya Lobster Nasional di NTB Dibangun Tahun Ini

“Ke depan bagaimana diupayakan mengembangkan obyek wisata desa kita,” katanya.

Turut hadir membersamai Pj Kades di antaranya Sekdes Samba Hadianto, Kasi Kesra Budiasim, Kaur Keuangan Syekh Abdullah, Operator SID Roni, Staf Kesra Muhammad dan sejumlah perangkat kewilayahan.

Rombongan Pemdes disambut hangat oleh kadus, BPD perwakilan dusun setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga lainnya.

Pada kesempatan road show tersebut, Pj Kades Samba ini mengajak Kepala Dusun, BPD, para tokoh, warga masyarakat dusun setempat serta semua pihak untuk secara bersama mewujudkan Desa Wisata (Dewi) di Samba.

Program tersebut, merupakan salah satu cara untuk mengembangkan perekonomian warga sekaligus menciptakan branding Desa Samba.

Tujuannya, terang Pj Kades yang baru menjabat dua bulan ini, bagaimana  Desa Samba populer di memori masyarakat luas.

“Desa kita memiliki potensi wisata yang tak kalah indahnya dengan desa-desa lainnya di Kecamatan Gangga dan KLU pada umumnya,” jelas Kasubbag Humas pada Bagian Humas dan Protokol Pemda KLU ini.

Desa Samba secara topografis memiliki wilayah yang relatif lengkap. Misalnya, wilayah atas yang sangat elok dengan pemandangan alam perkebunan.

Sedangkan di wilayah tengah terdapat hamparan tanah lapang yang juga indah. Serta di wilayah bawah terdapat pantai yang menawan yang mengarah dari timur ke barat.

Keindahan alam desa yang nyaris komplit, kata Pj Kades Samba, menjadi sumber daya yang unggul untuk kemajuan masyarakat desa di masa mendatang.

Dicontohkan, satu dari sejumlah dusun di Desa Samba yang berpotensi dan wajib dikembangkan.

“Harapan saya agar dikembangkan Tiu Bombong menjadi objek wisata desa kita. Bila ini mampu kita kelola dengan baik, dapat menjadi destinasi wisata unggulan desa di bumi Tetu Gati,” urai Sarjono.

Sambang Dusun dalam kegiatan sambung rasa antara Pemdes Samba dengan masyarakat memang kegiatan rutin setiap Jumat. Tidak hanya di Dusun Sambik Bangkol, tapi merambah ke seluruh dusun.

BACA JUGA:

Bunda PAUD KLU Road Show di Gangga

Hasil dari kegiatan Sambang Dusun nantinya, masih kata mantan Ketua IPMLU Yogyakarta Periode 2008-2009 ini, perlunya fokus rencana program desa menjadi skala prioritas pembangunan desa.

Selain itu penguatan kelembagaan yang ada di Desa, penguatan sinergi semua pihak untuk kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu, perlu penyesuaian anggaran desa baik ADD/DD dialokasikan sesuai skala prioritas pembangunan untuk penguatan pembangunan berskala desa. Dan pembinaan kapasitas dan pendampingan sumber daya manusia dan pelayanan desa yang efektif dan maksimal.

“Masalah di desa kita selama ini ada pada kebijakan perencanaan dan alokasi anggaran pembangunan yang kurang tepat. Kita bisa lihat hingga kini pembangunan kurang memperhatikan skala prioritas. Begitu pula alokasi anggaran seperti kita bagi-bagi biji kacang, sehingga hasilnya tidak nampak. Yang ada hanya penampakan saja,” urainya.

Ke depan, Pemdes Samba akan betul-betul mengutamakan program pembangunan yang dapat memberikan manfaat besar dan nyata bagi masyarakat.

Kemudian mengalokasikan anggaran dalam jumlah yang memadai, sehingga meningkatkan penghasilan masyarakat, menjamin perputaran uang serta menghasilkan PADes Samba.

“Saya berharap kedepan kita bisa menetapkan program pembangunan setiap tahun itu cukup dua atau tiga program saja dengan anggaran yang memadai. Tidak lagi kita cecer anggaran desa kita seperti menabur biji kacang ke tanah lapang. Tapi satu kuncinya bapak-bapak dan saudara-saudara, yaitu kompak, bersatu dan bersinergi satu dengan lainnya. Mari kita bekerja bersama-sama membangun desa kita,” tegas Sarjono.

Pj Kades Samba ini juga menyosialisasikan pentingnya bagi semua warga untuk mematuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Cara memportal diri dan semua orang dari bahaya virus corona.

“Agenda kami selanjutnya adalah sosialisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di desa. Upaya kita semua mencegah penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah desa kita,” tutup Sarjono.

ang