Gubernur NTB: Event HTCI Se-Indonesia Pulihkan Pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mendukung Pulau Lombok sebagai tuan rumah diselenggarakannya acara Touring Jelajah Lombok Wingday IV HTCI, untuk kumpul Akbar Club Tiger Se-Indonesia Tahun 2021.

“Kegiatan yang bagus untuk mendongkrak dan kembali memulihkan pariwisata di NTB,” sambut Doktor Zul saat disampaikan tujuan pertemuan dan silaturahmi oleh Pengurus Persatuan Honda Motor Tiger Indonesia (PPHTI), Senin (31/05/21) di ruang kerjanya.

Pelaksaanaan event HTCI yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 8-10 Oktober 2021 ini, selain menyuguhkan keindahan alam, ragam budaya, kuliner, seni dan tenun hasil produk UMKM NTB, Doktor Zul berharap acara tersebut diselenggarakan mendekati pelaksanaan even Superbike pada tanggal 12-14 November 2021.

“Sehingga peserta dapat langsung menyaksikan Word Superbike di Mandalika pada bulan November itu,” sarannya.

Dikatakan juga pria penyuka Moge ini, bahwa bila kegiatannya mendekati waktu Word Super Bike, jauh lebih cocok.

“Kalau memang dapat dirubah sangat bagus, namun bila sudah ditetapkan gak masalah juga,”kata Gubernur.

Yang jelas lanjutnya, “Anggota Tiger Club dari Sabang sampai Merauke dapat meringankan langkah untuk datang dan menikmati keindahan Lombok NTB,” tutup Gubernur.

BACA JUGAPariwisata NTB Akan Berbenah Jelang Event Internasional

Sementara itu, ketua HTCI Pusat, Ferdinan Rc. Heumasic, dan Wakil Ketua, Anas Taufan menyampaikan apresiasi atas sambutan yang hangat dari Gubernur NTB.

“Apalagi kami pengurus dari Jakarta sengaja datang dan mohon dukungan suksesnya acara ini,”kata pria asli Cianjur ini.

Dijelaskanya, Lombok Tiger Club (Lotic) dibawah Pengurus Daerah (Pengda) Nusra, sudah bersedia untuk digelar acara sakral wingday yang ke-4 di wilayahnya.

Diakuinya pengurus daerah Nusra, setahun sebelum tahun 2020 mengajukan diri sebagai tuan rumah pelaksanaan event ini. Sehingga disepakati dan diputuskan dalam Mukernas.

“Acara sakral yang rutin dilaksanakan 4 tahun sekali ini, harusnya pelaksanaannya pada tahun 2020, namun adanya pandemi covid akhirnya ditunda,” jelasnya.

Ditambahkan Ketua Lotic, Morak Nabil dan Taufan Ardiansyah Dewan penasehat PPHTI, bahwa alasan yang paling utama mengajukan diri sebagai tuan rumah even ini, karena di masa pandemi banyak sektor pariwisata yang terdampak di Lombok.

Dengan mendatangkan 626 club motor tiger se-Indonesia, maka akan banyak anggota club berkunjung melihat eksotik dan indahnya pulau Lombok.

BACA JUGA:

Pengurus IKA Unram Luar NTB Keluar Barisan 

“Dapat kita bayangkan, ribuan orang berkunjung ke Lombok, maka setidaknya menggerakan sektor ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya berkumpul dan touring ke destinasi wisata saja, tetapi kegiatan seperti bakti sosial dan sumbangan ke anak yatim piatu akan diselenggarakan dalam rangkian event ini.

Edy@diskominfotik_ntb




Pariwisata NTB Akan Berbenah Jelang Event Internasional

MATARAM.lombokjournal.com

Menjelang gelaran Superbike, L’Etape dan Hutama Karya Endurance Challenge yang akan digelar mulai Agustus sampai November depan, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah meminta momentum kebangkitan pariwisata NTB ini benar benar disiapkan dengan baik. Ketiga event tersebut akan menjadi lompatan pemulihan sektor andalan yang paling terdampak pandemi Covid 19.

“Tugas Dinas Pariwisata sebenarnya melakukan banyak promosi dan membuat grand design pariwisata kita dengan melibatkan semua pihak yang mendukung bergeraknya pariwisata,” ujar Wagub di Pendopo Wakil Gubernur, Senin (31/05/21).

Ditekankan Wagub, branding NTB sebagai tujuan pariwisata dunia harus menyebar ke seluruh dunia. Dimasa pandemi, promosi branding CHSE (Clean Health Safety Environment) menjadi jaminan kunjungan wisata selain branding Wisata Halal yang dulu diraih dengan kerja keras.

Wagub juga sepakat dengan program kerja Dispar yang mengedepankan wisata berkualitas dari jumlah kunjungan semata. Karena dengan begitu, keberlanjutan pariwisata dapat lebih terukur.

Selain itu, Wagub juga meminta pasar domestik wisatawan nusantara mulai digarap lebih serius.

“Intinya pemulihan pariwisata kita sudah berjalan sesuai rencana. Yang perlu adalah detail pelaksanaannya dengan berkoordinasi dengan semua pihak,” tegas Wagub.

Dalam pertemuan dengan seluruh jajaran Dinas Pariwisata, Wagub juga menegaskan, penyiapan destinasi wisata sebenarnya adalah tanggungjawab kabupaten/kota di luar program Kementerian agar semua aspek dalam membangun pariwisata dikerjakan oleh semua orang tidak hanya pemerintah provinsi.

BACA JUGA:

Gubernur NTB: Sebarkan Informasi Bemanfaat Untuk Kemajuan Daerah

Dijelaskannya, sebagai daerah yang dilimpahi kekayaan alam, seni dan budaya, tugas seluruh stakeholder adalah memastikan pelayanan terbaik dengan manajemen yang baik, yang disadari sebagai aset sendiri untuk dijual sebagai andalan ekonomi.

“Jadi tidak lagi bergantung dari seberapa besar anggaran yang dialokasikan untuk maintenance fasilitas, kebersihan, kesehatan dan lain-lain,” tegas Wagub.

Di sisi lain, sebagai destinasi super prioritas, pemerintah pusat juga berkepentingan memastikan persiapan berjalan dengan baik.

BACA JUGAWagub NTB Minta Dinsos Perkuat Peran Revitalisasi Posyandu

Sementara itu Kepala Dispar NTB, Yusron Hadi, menambahkan bahwa sektor ekonomi kreatif juga menjadi pendukung pariwisata. Dari 17 jenis ekonomi kreatif, kata Yusron semuanya ada di NTB. Diantaranya, mode, kuliner, desain, kerajinan dan lain lain.

“Kita akan kembangkan semaksimal mungkin untuk mendukung event pariwisata nasional dan internasional”, ujar Yusron.

Ia menambahkan pula, pariwisata religi dengan menjadikan Islamic Center sebagai destinasi wisata unggulan mulai dibenahi selain wisata edukasi seperti museum dan lain lain.

jm




Wagub NTB Minta Dinsos Perkuat Peran Revitalisasi Posyandu

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta Dinas Sosial Provinsi NTB untuk memperkuat peran dalam membantu mensukseskan program Revitalisasi Posyandu. Hal tersebut disampaikan Sitti Rohmi saat memimpin rapat internal bersama Dinas Sosial di Aula Pendopo Wakil Gubernur pada Senin (31/05/21).

“Dalam program unggulan NTB Gemilang, peran Dinsos sangat besar, terutama pada program Revitalisasi posyandu,” tegasnya.

Karena menurut Sitti Rohmi, jika Revitalisasi Posyandu sukses dilaksanakan akan berdampak besar terhadap penuntasan kemiskinan yang ada di NTB. Dengan menjadikan Posyandu sebagai Center of Education atau Pusat Pendidikan, maka akan mampu membuat banyak masyarakat paham terhadap berbagai isu.

BACA JUGAPariwisata NTB Akan Berbenah Jelang Event Internasional

Tak hanya isu kesehatan, melainkan juga isu sosial, ketenagakerjaan, pendidikan, dan isu-isu lainnya. Sehingga kesejahteraan hidup masyarakat otomatis bisa meningkat.

“Kemiskinan bukan hanya karena kurang biaya tapi juga karena kurang edukasi. Perlu edukasi yang terus menerus dan konsisten melalui Revitalisasi Posyandu,” ujarnya.

Untuk itu, Sitti Rohmi meminta Dinsos untuk meningkatkan sinergitas, baik antar sesama bidang di dalamnya maupun dengan OPD dan mitra lainnya. Dinsos memiliki peran yang sangat strategis terutama menangani kemiskinan di NTB.

BACA JUGA:

Beri Perhatian Saat Anak Pegang Handphone

“Dengan adanya Dinsos kita tidak mau masyarakat NTB terlantar, dan tidak terlayani karena tidak mampu,” tandasnya.

novita@diskominfotikntb




Beri Perhatian Saat Anak Pegang Handphone

Jaka Prawira Dirja, mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, penggunaan handphone  di kalangan perlajar dan mahasiswa tidak dapat dihindari. Mulai dari anak di bawah 10 tahun pun sudah memiliki handphone atau HP atau tepon genggam, setidaknya ia mulai diberi keleluasaan pegang pernangkat komunikasi itu.

Sebab bagi pelajar maupun mahasiswa di awal tahun 2021, semua proses pembelajaran dilakukan secara daring.

Penggunaan telpon genggam dalam waktu yang lama dapat membuat mata menjadi sakit. Apalagi bila digunakan selama berjam-jam. Bukankah anak-anak di masa sekarang sering sekali menggunakan telpon dalam jangka waktu yang cukup lama.

BACA JUGA:

Media Sosial Pengaruhi Perilaku Remaja

Karena beragam alasan, biasanya orang tua pun tidak menegur. Justru (biasanya) membiarkan anaknya menggunakan alat komunikasi itu hampir tanpa batas waktu. Padahal, kalau anak-anak semakin diberi kebebasan seperti itu, maka anak-anak semakin tergantung dan dikendalikan oleh telpon genggam.

Orang tuanya juga membiarkan anaknya fokus dengan HP-nya, alasannya karena anaknya lebih diam di rumah dan tidak keluyuran. Padahal sebenarnya itu akan membahayakan dan juga dapat menyebabkan anaknya jadi kurang bergaul. Dan cenderung apatis alias kurang menjalin komunikasi dengan masyarakat di sekitarnya. Ini merupakan tanda-tanda seorang anak yang kecanduan.

Kecanduan terhadap telpon dapat mempengaruhi pola makan dan juga pola pikir anak. Tanda-tanda yang jelas, anak-anak jadi kurang nafsu makan (bahkan bisa jadi kurang tidur) karena terlalu fokus dengan HP-nya. Kita pun bisa langsung merasakan bahwa memandang layar HP yang berlebihan bisa menyebabkan terganggunya saraf mata dan otak. Karena jam tidur terganggu dan juga mata kurang istirahat.

Ada beberapa kasus, berlama-lama fokus dengan HP menyebabkan gangguan jiwa hingga kebutaan anak-anak di bawah umur. Sebagian besar orang sebenarnya sudah mengetahui, HP yang diberikan pada anaknya hanya sedikit waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah. Justru waktu yang lama digunakan untuk bermain game online dan yang lainnya.

Disini peran orang tua sangat penting dan dibutuhkan dalam mengawasi dan juga mengamati kegiatan anaknya saat bermain telpon. Apakah mereka hanya membuka situs belajar atau yang lainnya.

BACA JUGA:

Pengurus IKA Unram Luar NTB Keluar Barisan

Tetapi seringkali (karena berbagai alas an, orang tua suka lalai. Sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk penanganannya menurut saya pribadi, harus ada perhatian dan memberi batas waktu bermain HP anaknya. Kesadaran dini dari orang tua diperlukan, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan menimpah anak-anak yang kita cintai.***

 

 




Media Sosial Pengaruhi Perilaku Remaja

Yudis Dwi Prayuda, mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Teknologi komunikasi makin maju, dan berbarengan dengan itu (tidak dipungkiri) manusia makin membutuhkan hadirnya internet dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini kebutuhan akan jaringan internet makin dibutuhkan manusia, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, kegiatan bisnis dan sebagainya.

Tentu saja, kesempatan ini menjadi peluang bisnis yang langsung disambut dengan gesit oleh vendor smartphone (telpon pintar) serta tablet murah yang sangat mudah dijumpai dan menjadi trend. Mari kita perhatikan, sekarang ini (hampir) semua orang memiliki smartphone, dan dengan demikian manusia makin membutuhkan jaringan internet.

BACA JUGA:

Beri Perhatian Anak Saat Pegang Handphone

Dan hadirnya smartphone maka media sosial pun ikut berkembang pesat.

Media sosial merupakan situs di mana seseorang dapat membuat web page pribadi, dan terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama, untuk berbagi informasi dan melakukan komunikasi.

Jika media konvensional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet.

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk bergabung dan berpartisipasi dengan memberikan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta memberi informasi dalam waktu yang cepat dan tak berbatas. Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Di dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapan pun dan di mana pun mereka berada.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan atau pergaulan sosial. Seseorang yang asalnya ‘kecil’ dan ‘bukan siapa-siapa’ tiba-tiba berubah menjadi figur yang sangat dikenal, dan menjadi ‘besar’  serta menjadi ‘perbincangan ramai’. Hal seperti itu memungkinkan terjadi dengan adanya media sosial, Dan begitu pun sebaliknya, orang yang semula ‘besar’ tiba-tiba menjadi ‘ubukan siapa-siapa’.

Bagi masyarakat indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi kebutuhan pokok, seperti makan dan minum.  Ada yang menyebutnya sudah seperti candu, karena tiada hari yang dilalui tanpa membuka media sosial. Bayangkan, hampir sepenuh waktunya dalam sehari-hari tidak lepas dari smartphone.

Media sosial yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja antara lain: Facebook, LINE, Whatshapp, Twitter , Path, Youtube, Messenger.

Masing-masing media sosial tersebut memiliki keunggulan tersendiri dalam menarik pengguna media sosial yang mereka miliki. Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang dapat membuat para kalangan remaja betah berlama-lama berselancar di dunia maya.

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka untuk berkomentar, serta membagikan informasi yang diperoleh dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

BACA JUGA:

Resmikan HIMBUDLU Jabodetabek, Wabup Danny Ajak Elemen Muda Jadi Agen Kemajuan

Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-teman dan keluarga. Dalam media sosial siapapun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tapa rasa khawatir.

Karena  dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan identitas atau jati diri untuk melakukan suatu tindakan kejahatan. Padahal dalam perkembangan sekolah, remja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman-teman sebayanya.

Namun saat ini seringkali remaja yang beranggapan bahwa semakin aktif dirinya di media sosial maka mereka akan dianggap semakin keren dan gaul. Sedangkan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan kurang gaul.***

 




Gubernur NTB : Sebarkan Informasi Bermanfaat Untuk Kemajuan Daerah

Ada tradisi media yang sangat baik yaitu berbagi informasi, kerjasama dan kolaborasi antar organisasi pers akan mendukung kemajuan pembangunan

MATARAM.lombokjournal.com

Peran media massa dalam membangun daerah sangat penting. Karena itu, kekompakan dan kerjasama yang baik di antara organisasi pers sangat dibutuhkan, selain sebagai cara bertahan di industri media.

Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah

“Ada tradisi media yang sangat baik yaitu berbagi informasi. Kerjasama dan kolaborasi antar organisasi pers akan mendukung kemajuan pembangunan daerah,” kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan dalam kegiatan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB di Hotel Lombok Plaza, Senin (31/05/21).

Dikatakan Gubernur, pengurus JMSI NTB yang sebagian besar adalah para senior pers NTB dapat menularkan tradisi tersebut kepada generasi muda pers NTB. Kekompakan dalam menyebarluaskan keberhasilan NTB sangat diperlukan karena media juga memiliki peran besar untuk kemajuan.

BACA JUGA:

Pengurus IKA Unram Luar NTB Keluar Barisan

Tak hanya itu, dinamika media siber juga memerlukan strategi agar mampu bertahan. Seperti dikatakan Gubernur, analisa ahli soal kemampuan bisnis untuk bertahan makin pendek.

Gubernur berharap organisasi media pers dapat menjalin kerjasama intens sehingga eksistensi media diupayakan dengan peningkatan kompetensi dan kerjasama dengan semua pihak.

“Semoga para senior yang ada di JMSI ini bisa berbagi pengalaman bagaimana mengelola informasi dan perusahaan media di era siber seperti sekarang”, harap Gubernur.

Ketua JMSI NTB, Boy Mashudi mengatakan, anggota mereka tetap didorong untuk memiliki kualifikasi Dewan Pers dan bekerjasama dengan organisasi pers lainnya.

“Kami juga menulis kritik tidak hanya informasi. Tapi kritik yang mencari jalan keluar”, jelas Boy.

Sementara itu, Kepala BIN Daerah NTB, Wahyudi Adisiswanto mengatakan, pers memiliki peran yang kurang lebih sama dengan personel intelijen. Seluruh informasi terkait dinamika daerah harus dikelola dan diberitahukan kepada masyarakat.

Dalam era informasi, lanjut Kabinda, terlebih era siber dan digital, informasi dapat menyebarluas dalam hitungan detik terlepas dari konten informasi baik ataupun buruk. Oleh sebab itu, organisasi pers juga harus memiliki pemahaman terkait kepentingan yang lebih besar.

BACA JUGA:

Kompetensi NAKER Harus ‘Link and Match’ dengan Industri

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik, DR Najamuddin Amy mengatakan, silaturahmi pemerintah daerah dengan rekan pers sebenarnya sering dilakukan tidak hanya di acara formal. Hal ini dimaksudkan agar terjalin kesepahaman dan kerjasama dalam berkontribusi membangun daerah.

“Silaturahmi dengan pers setiap waktu dilakukan. Di pendopo, kantor atau bahkan gubernur datang mengunjungi rumah para jurnalis”, sebut Najam.

jm




Pengurus IKA Unram Luar NTB Keluar Barisan

MATARAM.lombokjournal.com

Hasil musyawarah nasional IKA Universitas Mataram 2021 yang menyatakan Baiq Isvie Rupaedah sebagai Ketua IKA Universitas Mataram menggantikan Sirra Prayuna menemui babak baru. Terpilihnya Ketua PP IKA Unram periode 2021 – 2025 tersebut ditolak oleh pengurus IKA Unram dari luar NTB. Para pengurus menilai ada hal-hal yang menciderai demokrasi akademik.

“Pemilihan berjalan jauh dari kekeluargaan dan musyawarah mufakat, padahal ini yg didengungkan sejak awal. Mengapa? karena ikatan alumni ini harus menjalin sebanyak banyaknya potensi bukan membentuk friksi-friksi,” kata Isdiyanto, Ketua Wilayah IKA Unram Jabodetabek, Senin 31 Mei 2021 di Jakarta.

Isdiyanto menilai, Munas IKA Unram kali ini begitu kental aroma politisasi dan tidak ingin benar benar menjalin dan membangun IKA ini maju ke depan.

“IKA Unram ini sengaja mau dikerdilkan dan dipaksa jadi alat politik,” tambahnya.

BACA JUGA:

Resmikan Himbudlu NTB, Wabup Danny Ajak Elemen Muda Jadi Agen Semangat Kemajuan 

Hal itu, lanjut Isdiyanto, terlihat adanya pihak-pihak yang memaksakan kehendak dan cenderung mengabaikan keberadaan pengurus IKA Unram dari luar NTB.

“Saya sedang di luar ruang sidang sedang mencari tahu dan mendiskusikan soal kebuntuan pemilihan, tahu- tahu pemilihan sudah selesai,” lanjut mantan Ketua Senat Fakultas Pertanian ini.

“Ini organisasi alumni, persatuan para alumni ini yang utama,” sambungnya.

Seperti diketahui, ketika malam pemilihan, ada tiga calon yang dinyatakan berhak mengikuti pemilihan, Sirra Prayuna, Baiq Isvie Rupaedah, dan Lalu Winengan. Disaat jalannya pemilihan, terjadi kegaduhan karena pengkondisian kepada calon tertentu begitu nyata. Debat antar pendukung dan kandidat pun terjadi di ruangan. Hal itu yang mendorong pengurus IKA Unram dari luar NTB memutuskan untuk walk out.

Senada, Ketua IKA Unram Gerbang Kertasusila Manthut Suratman menyebut, pilihan walk out dilakukan karena ruang musyawarah mufakat diabaikan. Disaat bersamaan justru para pemilih digiring untuk tetap melanjutkan pemilihan menuju aklamasi.

“Sebagai organisasi alumni, semestinya ruang komunikasi dibangun secara baik dan bertanggung jawab. Antar pengurus dapat bersinergi untuk mencari titik temu,” katanya.

Ia justru menilai, dengan walk outnya pengurus IKA Unram dari Gerbangkertasusila dijadikan kesempatan memilih calon ketua secara aklamasi.
Melihat proses yang terjadi, IKA Unram dari Bali, Jawa Timur, dan Jabodetabek memandang munas ini diduga tidak lebih dari politisasi kepentingan.

“Jauh dari budaya akademik. Dunia kampus tidak harus begini, apalagi niat dari IKA Unram ini membangun jejaring seluas mungkin,” paparnya.

Manthut mengaku, pengurus IKA Unram dari Bali, Jawa Timur, dan Jabodetabek selama ini telah berupaya menjadikan organisasi ini terbuka dengan semua kalangan dan mengedepankan prinsip-prinsip akademik serta jauh dari campur tangan politik.

Soal kemelut pemilihan yang terjadi berpotensi memicu perpecahan, ika unram Jabodetabek sejak awal berpendapat agar semua dapat duduk bersama memikirkan ika ke depan, jangan untuk kepentingan jangka pendek untuk diri sendiri.

“Kami tidak mau itu terjadi, dan kami akan melepaskan diri dari semua hasil ini. Jadi penguruspun ogah. Organisasi Ika unram hanya akan jadi permainan, gak serius. Pemilihan ketua ini cacat proses,” ucapnya.

Ketua IKA Unram Wilayah Bali Agung Bawantara menilai, wajar adanya keberatan pengurus IKA Unram dari luar NTB. Selama ini dengan segala keterbatasan sumberdaya dan dukungan, organisasi alumni ini tetap eksis di berbagai kegiatan. Hal itu muncul karena kecintaan kepada Unram.

BACA JUGA:

Gubernur NTB Ingatkan Kolabrasi dan Inovasi Dunia Usaha

“Teman-teman sudah susah-payah mengembangkan kepengurusan organisasi yang guyub, tapi di saat suasana itu terbentuk, ada yang mencoba memainkan organisasi ini dan kuat aromanya untuk kepentingan pragmatis,” katanya.

Sembari memaparkan tantangan yang dirasakan oleh alumni di luar NTB berhadapan dengan alumni dari kampus-kampus besar di Indonesia berbeda yang dirasakan alumni yang beradan di NTB Agung memaklumi sikap, Agung memaklumi sikap alumni di Pulau Jawa dan Bali yang menolak hasil munas di Kota Mataram itu.

Dalam waktu dekat mereka akan melayangkan surat ke Rektor Unram.

“Kami akan sampaikan hal-hal yang tujuannya demi kebaikan organisasi ini,” tutupnya.




Wagub NTB: Raperda Tembakau & Mutu Pangan Bisa Lindungi Petani, Pengusaha & Masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang usaha budidaya dan kemitraan perkebunan tembakau virginia, serta Raperda tentang penjaminan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan, pada rapat paripurna ke-4 DPRD NTB, masa persidangan II tahun 2021, di ruang rapat paripurna, Senin (31/5/2021)

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi, M. Pd, dalam sambutannya menyatakan bahwa dua Raperda yang telah disetujui DPRD NTB diharapkan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi para petani tembakau dan dapat melindungi masyarakat dari konsumsi pangan yang aman, halal, bermutu, bergizi seimbang, serta jaminan pemasaran pangan produksi lokal di daerah.

Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi, M. Pd

“Semoga dua Raperda tersebut dapat menjamin kedudukan para pelaku usaha tembakau  dan mampu memberi manfaat yang besar bagi pencapaian kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera “, harap Sitti Rohmi.

Diakhir sambutannya, Sitti Rohmi menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota dewan yang tergabung dalam pansus atas kontribusi pemikiran, ide dan gagasannya, termasuk para pimpinan perangkat daerah yang telah mengawal raperda.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH menyampaikan dalam rapat tersebut disampaikan laporan pansus dan keputusan DPRD Prov NTB tentang persetujuan terhadap dua raperda, di antaranya satu raperda prakarsa DPRD Provinsi NTB dan satu raperda prakarsa Gubernur NTB, akhirnya disetujui untuk diundangkan.

“Kita semua berharap setiap produk yang telah diundangkan, ke depan dapat melindungi dan memberikan kepastian hukum bagi kesejahteraan masyarakat NTB”, kata ketua DPRD.

BACA JUGAPasien Positif Covid-19 di NTB, Minggu: Bertambah 20 Positif

Sementara itu, mewakili Pansus I DPRD Provinsi NTB Sudirsah sujanto, S. Pd. B.s.ip dalam laporannya menyampaikan bahwa Raperda tentang Penjaminan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan ini menegaskan bahwa Pemda Provinsi NTB berkewajiban melakukan pengaturan dalam bentuk perda untuk menjamin keamanan pangan untuk masyarakat.

“Tentunya memberikan perlindungan kepada masyarakat dari resiko gangguan kesehatan dan meningkatkan daya saing dan perluasan akses pasar produk daerah di NTB,” jelasnya

Sedangkan Mewakili Pansus II DPRD Provinsi NTB Lalu Satriawandi, ST. dalam laporannya menyampaikan bahwa Raperda tentang perubahan atas Perda nomor 4 tahun 2006 tentang usaha budidaya dan kemitraan perkebunan tembakau virginia menegaskan bahwa dalam rangka penyempurnaan penyusunan, supaya dicantumkan aturan tentang adanya penyiapan dan edukasi sejak awal supaya petani dapat melakukan rencana penanaman tembakau secara rasional dan menentukan resiko bisnis sejak awal.

BACA JUGA:

Resmikan HIMBUDLU Jabodetabek, Wabup Danny Ajak Elemen Muda KLU Jadi Agen Semangat Kemajuan 

“Selain itu, perlu pula diatur tentang tanggungjawab fasilitasi dan pembinaan bagi petani agar sejak awal, memiliki komoditi andalan lainnya untuk diusahakan,” tandasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi, Sekda NTB, Kepala Pengadilan Tinggi, Kepala Kejari, Perwakilan Danrem, Danlanad, Danlanad, Polda NTB Kepala OPD lingkup Pemprov, Ketua KI, KPID NTB dan Insan Pers.

edy@diskominfotikntb




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Minggu: Bertambah 20 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Pasien baru positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), hari Minggu (30/05/21), bertambah  20 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hasil pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, dan Laboratorium Antigen Klinik Dena Medika.

Pemeriksaan dilakukan pada 86 sampel dengan 57 sampel negatif, 9 positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siara pers, hari Minggu (30/05/21).

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Aryadi melalui press release yang diterima media, hari Minggu (30/05).

Dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (30/05/21) sebanyak 13.411 orang.

BACA JUGA:

Gubernur NTB Ingatkan Kolaborasi dan Inovasi Dunia Usaha

Rinciannya, dengan perincian 12.328 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 479 orang masih positif.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.082 orang dengan perincian 272 orang (1,4%) masih dalam isolasi, 32 orang (0,1%) masih berstatus probable, 19.778 orang (98,5%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.807 orang, terdiri dari 2.881 orang (3,3%) masih dalam karantina dan 84.926 orang (96,7%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.339 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.084 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.255 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Kompetensi Naker Harus “Link and Match” Dengan Industri

Lalu Gita berharap, penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu yang masih berjuang melawan Covid-19.

“Caranya,  dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Resmikan HIMBUDLU Jabodetabek, Wabup Danny Ajak Elemen Muda Jadi Agen Kemajuan

JAKARTA.lombokjournal.com

Kalangan muda dan mengajak elemen kekuatan muda Kabupaten Lombok Utara (KLU) diajak menjadi agen perubahan semangat kemajuan KLU.

Ini penting dan mendesak dalam menjawab isu-isu strategis seperi recovery pasca-gempa, status daerah tertinggal, IPM dan kemiskinan. Isu-isu tersebut melekat dalam prjalanan pembangunan Lombok Utara

Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter F. Ridawan  menyampaikan itu saat menyampaikan sambutan deklarasi sekaligus meresmikan Himpunan Mahasiswa Buddhis (Himbudlu) asal Lombok Utara, Minggu (30/05/21)

Wabup berpesan, kepemimpinan di KLU jangan dilihat hanya satu atau dua periode masa kepemimpinan tapi 10 atau 20 tahun mendatang.

“Berpendidikan akan menjadi investasi terbesar agar memiliki bekal untuk nantinya melanjutkan estafet ruang pembangunan di Gumi Tioq Tata Tunaq,” kata Wabup.

Wabup dalam kesempatan itu juga menegaskan, ia selalu membuka ruang dialog tidak hanya untuk mendukung tapi juga wadah criticism yang konstruktif.

“Tentu diaog (hendaknya) disampaikan dengan elegan dan santun sebagai karakter KLU yang mempolong merenten,” pinta Wabup.

Dalam kesempatan deklarasi ini, hadir pula tokoh Buddhis KLU yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA:

NTB Kini Bisa Mengolah Sampah Plastik Jadi Solar

Ia berpesan, wadah diaspora anak-anak muda yang tersebar di wilayah anglomerasi Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi sekitar, harus menjadi wahana pembentukan sikap positif.

Sudir mengingatkan, agar selalu menaati Protokol Kesehatan selama pandemi dan juga mengapresiasi format acara yang digelar secara virtual melalui zoom meeting.

Dalam sambutan dan wejangan kepada lebih dari 57 mahasiswa asal KLU,  Sudirsah mengingatkan pentingnya kolaborasi dalam membangun Lombok Utara.

“Tidak terkecuali nagi anak-anak KLU yang sedang menimba ilmu di perantauan,” katanya.

Sudirsah mengatakan bahwa rasa kekeluargaan dan kalyanamitta harus sesama anak KLU harus selalu dijaga dimanapun berada.

Ia mengaku bersyukur dan bangga atas terbentuknya wadah ini.

Dr Edi Ramayadi

Inisiator deklarasi yang sekaligus Ketua Dewan Pembina Himbudlu-Jabodetabek adalah Dr. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd.

Dalam momen deklarasi itu ia berharap, partisipasi aktif kaum intelektual makin diakomodir oleh stakeholder khususnya Pemda KLU.

“Karena ini merupakan bentuk kolaborasi untuk menuju Lombok Utara bangkit dengan inovasi,” kata Edi Ramyadi.

Edi Ramayadi berasal dari Tegal Maja, Lombok Utara yang saat ini menjabat Wakik Ketua Bidang Akademik STABN Sriwijaya.

BACA JUGA:

Gubernur NTB Ingatkan Kolaborasi dan Inovasi Dunia Usaha

Menurut Dr. Edi Rama, Himbudlu-Jabodetabek merupakan wadah diaspora anak-anak KLU yang responsif dan adaptif terhadap isu-isu aktual di KLU.

“Sivitas akademik harus berbicara dengan data dan fakta sebagai cerminan masyarakat terdidik jangan asal lempar isu, posting dan komentar hanya pada tataran emosional sesaat,” kata Dr. Edi.

Deklarasi ini diakhiri oleh doa bersama untuk kemajuan KLU dan pembacaan sesanti, visi dan misi organisasi.

Rr/Ed