Pasien Covid-19 di NTB, Hari Jum’at, Bertambah 20 Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Dari pemeriksaan 233 sampel di laboratorium, telah dikonfirmasi terdapat penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 20 orang.

Update Covid-19 itu disampaikan melalui press release oleh Sekda Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, yang diterima media hari Jum’at (04/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: Konferensi Internasional FK Unram Bisa Hidupkan Pariwisata

Dari sebanyak 233 sampel dengan 211  sampel negatif, 2 positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19.

“Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi, dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi melalui press release, hari Jum’at

Dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (04/06/21) sebanyak 13.678 orang.

Rinciannya, 12.574 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 500 orang masih positif.

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita.

Menurutnya, mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.230 orang dengan perincian 220 orang (1,1%) masih dalam isolasi, 31 orang (0,2%) masih berstatus probable, 19.979 orang (98,7%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.554 orang, terdiri dari 2.810 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.744 orang (96,8%) selesai karantina.

BACA JUGA: Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kemendes RI

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.440 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.077 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.363 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) diharapkan ikut membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19, dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
.




Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kemendes RI

TANJUNG.lombokjournal.com

Dua Desa di Kabupaten Lombok Utara kecipratan dana bantuan dari Kementerian Desa (Kemendes) RI, yaitu Desa Senaru di Kecamatan Bayan, dan Desa Malaka di Kecamatan Pemenang.

Bantuan Kemendes RI itu diperuntukkan membiayai pembangunan lima unit Home Stay untuk Desa Senaru Kecamatan Bayan, demikian juga peruntukan bantuan ke Desa Malaka.

Total bantuan yang didapatkan Desa Senaru sebesar Rp 600 Juta Rupiah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana, saat dikonfirmasi wartawan via telpon, hari Jum’at (04/06/21).

BACA JUGA: Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

Ia menuturkan, salah satu Desa di Kecamatan Bayan, yaitu Desa Senaru mendapat peringkat Desa wisata Nasional. Karena prestasi itu, pihak Kemendes RI mengucurkan bantuan untuk membangun home stay yag diharapkan menjadi aset desa yang produktif.

Akria Buana mengaku, terkait bantuan pebangunan home stay itu ia telah menandatangani MOU di Bogor, pada hari Rabu (02/06) lalu.

Arung Rinjani yang merupakan tanah kas Desa Senaru dengan luas sekitar 1,5 hektare, merupakan tanah kas Desa yang bakal menjadi tempat obyek wisata Baru, dan akan menjadi lokasi pembangunan home stay.

Dari tempat yang menawan ini, wasatawan dapat menikmati pemandangan atau view Rinjani, Sunerise dan view laut yang membentang dari ujung timur sampai ke barat.

BACA JUGA: Dinas Lingkugan Hidup Bersih-bersih di Pantai Sira Indah 

“Selain view Rinjani, Sunerise dan view laut Wisatawan bisa melihat bukit Pegasingan Sembalun,” tutur R. Akriabuana.

Selain Desa Senaru, Desa Malaka kecamatan Pamenang juga mendapatkan dana serupa dengan jumlah yang sama yaitu Rp 600 Juta.

Desa Malaka di Kecamatan Pemenang, yang terletak di wilayah pesisir dengan hamparan pantai yang menawan, juga kecipratan bantuan untuk pembangunan Home Stay dan Gazebo.

Wilayah Desa Malaka memang juga merupakan desa yang potensial dikembangkan sebagai resort wisata. Sebab Malaka letaknya tidak jauh dari daerah wisata Senggigi yang sudah lebih populer di kalangan wisatawan mancanegara.

Kucuran dana dari Kemendes sangat tepat untuk membangun home stay dan gazebo menunjang kesiapan menerima wisatawan. Home stay yang akan dibangun bakal menjadi salah satu pendapatan desa dari sektor pariwisata.

@ng




Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

LOBAR.lombokjournal.com

Sebagai daerah segitiga Amazon of The Sea, manajemen pengelolaan kawasan konservasi perairan (KKP) di NTB, terutama pelestarian terumbu karang membutuhkan peningkatan efektifitas pengelolaan.

Climate Change Trust Fund (ICCTF) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan melaksanakan Coral Reef Rehabilitation Management Program–Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) atau dikenal dengan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang yang fokus pada manajemen pengelolaan.

“NTB termasuk KKP Lesser Sunda. Pilot projectnya ada di Nusa Penida, Bali dan Gili Matra dan Gili Balu di NTB,” jelas Sri Yanti, Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/ Bappenas di Hotel Katamaran, Senggigi, Jumat (04/06/2021).

Sri Yanti mengakui telah banyak program serupa dari berbagai pihak untuk dukungan konservasi. Akan tetapi dukungan COREMAP-CTI Asian Development Bank untuk Gili Matra sebesar 1,282 juta dollar dan Gili Balu sebesar 985.352 dollar sampai Desember 2022, fokus dalam hal manajemen pengelolaan konservasi.

Project ini sendiri telah dimulai pada 4 Maret 2020 dan akan berakhir pada 31 Desember 2022. Targetnya untuk mencapai 80% Kategori Biru di Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra, dan mencapai 100% Kategori Hijau di Taman Pulau Kecil (TPK) Gili Balu.

“Salah satu manajemen pengelolaan itu adalah dengan mencari strategi efektif agar keberlanjutannya terus dilakukan usai berakhirnya project ini”, tambah Yanti.

BACA JUGAFK Unram Barometer Kualitas SDM Kesehatan di NTB

Sementara itu, Sekretaris Utama Kementerian PPN/Bappenas, Himawan Haryoga mengatakan, upaya ini untuk menghasilkan kebijakan yang lebih komprehensif dalam pengelolaan konservasi yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah dan pusat untuk ditiru dan dilakukan di daerah lain.

BACA JUGA: Konferensi Internasional FK Unram Bisa Hidupkan Pariwisata

Hal lain adalah upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 juga memerlukan strategi yang baik. Diistilahkan Kementerian, dalam upaya pelestarian dan konservasi, economic trade off karena laut sebagai sumber penghasilan, maka pengawasan untuk kejahatan lingkungan dan substitusi mata pencaharian penting dilakukan.

jm




Konferensi Internasional FK Unram Bisa Hidupkan Pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. DR. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.  mendukung penuh konferensi internasional yang akan segera digelar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram). Meski digelar secara daring, namun kegiatan tersebut dapat memberikan “multiplayer effect” atau efek ganda khususnya bagi pariwisata NTB.

“Insya Allah untuk acara konferensi ini saya akan hadir, event ini tentu memberikan multiplayer effect yang sangat menjanjikan, bahkan NTB sebagai salah satu tempat yang sangat nyaman bagi para wisatawan maupun bagi pendatang yang hadir ke NTB,” pungkas Sitti Rohmi saat menerima audiensi FK Unram di Ruang Rapat Anggrek, Jum’at (04/06/2021).

Konferensi tersebut yakni “6th ORL-HN Oncology Conference” yang akan diadakan pada Tanggal 23-25 Juli 2021 dan “2th Global Health And Inovation Conference” yang akan diadakan pada tanggal 30-31 Juli 2021.

BACA JUGAFK Unram Barometer Kualitas SDM Kesehatan di NTB

Sementara itu, Dekan FK Unram, dr. Hamsu Kadriyan, Sp. THT-KL(K)., M.Kes menjelaskan, tujuan konferensi yang akan diadakan sebagai sarana berbagi kepada para tenaga kesehatan dan masyarakat.

“Event ini sebagai sarana berbagi pengetahuan, pengalaman mengenai penanganan di bidang penyakit THT dan berbagi mengenai global health, yakni penyakit yang bisa saja masuk ke NTB, salah satunya Covid – 19,” jelasnya.

Jika tidak pandemi, kegiatan ini akan berlangsung secara offline dan diikuti oleh seribu peserta dari berbagai negara. Hal ini akan memunculkan multiplayer effect bagi NTB, banyak hotel terisi, pariwisata ramai dikunjungi, tetapi pandemi Covid – 19 yang terjadi mengharuskan kegiatan secara online.

BACA JUGA; SMK Gemilang Karya, Tingkatkan Kualitas Sekolah Kejuruan

“Inilah kesempatan kita untuk mempromosikan NTB, sehingga nanti begitu pandemi Covid – 19 selesai harapannya akan banyak datang berbondong-bondong wisatawan ke NTB dari Indonesia maupun mancanegara,” tutup Dekan FK Unram.

Ser

diskominfotikNTB




FK Unram Barometer Kualitas SDM Kesehatan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram) sebagai barometer kualitas SDM kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dapat mencetak lulusan tenaga kesehatan yang memiliki kualitas dan berdedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur NTB, DR. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. saat menerima audiensi Dekan FK Unram di Ruang Rapat Anggrek kantor Gubernur NTB, Jum’at (04/06/2021).

Audiensi tersebut dilakukan terkait akan diadakannya kegiatan 6’th ORL-HN Oncology Confederence dan 2’th Global Health And Inovation Conference pada Tanggal 23-25 Juli dan 30-31 Juli mendatang di Mataram.

DR. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

“Tenaga kesehatan, seperti perawat, bidan, dan dokter harus memiliki kualitas dan kompetensi yang sesuai standar kesehatan. Hal ini berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan,” ujar Sitti Rohmi.

Sitti Rohmi menuturkan, NTB terus berupaya dalam menopang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah tidak dapat bergerak sendiri, diperlukan sinergitas bersama dalam memberikan kesejahteraan kesehatan bagi masyarakat.

“Untuk memperjuangkan kesehatan kita tidak bisa setengah-setengah dan dibutuhkan support dari bebagai stakeholder, tentunya peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memberika pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Sementara itu dr. Hamsu Kadriyan, Sp. THT-KL(K)., M.Kes, Dekan FK Unram, menjelaskan bahwa FK Unram memiliki akreditasi A yang merupakan akreditasi tertinggi dalam perguruan tinggi yang diberikan lembaga Akreditasi Mandisi Kesehatan.

“FK Unram menghasilkan SDM yang unggul dan mampu berdaya saing, baik secara nasional maupun internasional, banyak mahasiswa kita yang melanjutkan sekolah di luar negeri, maupun di dalam negeri, bisa membuat perusahan skala internasional.

Kita punya peran yang sangat besar untuk memberikan derajat kesehatan masyarakat sekaligus membuka lapangan usaha,” tutur Hamsu.

ser@diskominfotikntb




SMK Gemilang Karya, Tingkatkan Kualitas Sekolah Kejuruan

MATARAM.lombokjournal.com

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melakukan inovasi, salah satunya adalah mewujudkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gemilang Karya. Sekolah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas SMK di NTB dalam mewujudkan Project Based dan Production Based Learning (PBPBL).

DR. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd, M.Pd di hadapan Wagub NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada pertemuan dengan pejabat struktural Dikbud NTB di Pendopo Wagub NTB, Kamis (3/6/2021).

Pada kesempatan tersebut Aidy Furqan menyampaikan arah kebijakan pendidikan NTB tahun 2018-2023, yakni mewujudkan layanan pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Aidy Furqan juga memaparkan berbagai rencana kerja Dikbud NTB tahun 2021. Di antaranya, bidang Pembinaan SMK yakni; Re-Engineering SMK (Revitalisasi & Refocussing Core SMK), SMK BLUD (LSP, Gerai SMK, AISLAH, SMK Expo) Teaching Factory & STEM (Science Techology Engineering & Mathematics), Kelas Industri (Guru Tamu, Kelas Dunia Kerja, Kelas Wirausaha, Bursa Kerja Khusus (BKK) Online , Edu Wisata STIPARK NTB, SMK Pusat Keunggulan Daerah dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Pada Bidang Pembinaan SMA yaitu, SMA Terbuka Vokasi, SMA SKS SMA Berinovasi, Literasi Digital, Sister School, Jambore Prestasi, Sekolah Penggerak, Edu Wisata SMA dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Di tahun 2021, ini, Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan merencanakan adanya Guru Kunjung, Guru Tamu Guru Penggerak, Guru Lalu Lintas, Peningkatan Kompetensi, Gerakan Ayo Bercita-Cita, Sekolah Zona Integritas – Wilayah Bebas Korupsi (Sekolah ZI-WBK).

Sedangkan untuk rencana kerja Bidang Pembinaan PK-PLK adalah, Vokasi Literasi SLB, Aksi Ceria SLB, Pusat Layanan Autis .

BACA JUGAWagub NTB Minta Pendamping Desa Memutahirkan Data Kemiskinan

Sementara itu, Asisten I Setda Prov NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, kepada Wagub menambahkan bahwa untuk bidang kebudayaan memiliki rencana kerja.

Di antaranya, Wisata Belajar, GEMAR GATRA (Olahraga Tradisional, Permainan Rakyat), Desa Pemajuan Kebudayaan, Gelar Budaya NTB Gemilang – Kompetisi Pojok Ekspresi, Sahabat Museum, Budaya Literasi, Sekolah Filologika (Museum NTB), Aplikasi MUSELOG (Museum LOG), Taman Budaya Menyapa, Sekolah Olah Seni (Taman Budaya), Politik Edukasi, Seragam Sekolah Bernuansa Lokal.

BACA JUGA: Gubernur NTB Siap Berikan Beasiswa Atlet Berprestasi

Sedangkan untuk rencana kerja Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BPTP) Provinsi NTB di antaranya, PPDB Online, Optimalisasi Portal Web Dikbud, E-Office, Pelatihan Media untuk siswa, Penguatan SDM bidang PPID, Publikasi Kegiatan Unggulan Sekolah, Literasi Digital, Portal Informasi Sekolah, Diseminasi akun domain belajar.id, Pemanfaatan Sistem Tata Naskah Dinas dan Bahan Ajar Digital.

diskominfotikntb




Wagub NTB Minta Pendamping Desa Memutahirkan Data Kemiskinan

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur , Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, meminta tenaga pendamping desa di Nusa Tenggara Barat (NTB) bersinergi melakukan pemutahiran data status sosial ekonomi dan demografi masyarakat, dalam upaya membantu pemerintah mengentas kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan pada kegiatan koordinasi program unggulan Pemrov NTB sekaligus diskusi dengan Kepala Dinas PMPD Kabupaten/Kota Se-NTB secara Online melalui zoom meeting, di pendopo Wagub, Kamis (3/6/2021).

“Pendamping desa harus ikut membantu pemerintah desa untuk memvalidasi data kemiskinan di pedesaan”, pesan Sitti Rohmi.

Dijelaskan Wagub, pembenahan dan pemutahiran data di desa untuk memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan pemerintah.

Sehingga masyarakat berkategori ekonomi cukup yang terdaftar dalam penerima manfaat program kemiskinan, bisa segera dialihkan kepada masyarakat yang lebih berhak dan sangat membutuhkan.

“Jangan sampai masyarakat yang mampu secara ekonomi memperoleh bantuan raskin, program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan lain-lain. Ini kan sangat disayangkan,” tegasnya.

Selain itu, sinergi dan kolaborasi serta komitmen pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam validasi data harus kuat. Apalagi verifikasi dan validasi ini harus dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Selanjutnya Wagub NTB menjelaskan bahwa tidak kalah pentingnya Dinas PMPD Provinsi,  Kabupaten/Kota dan Dinas Sosial juga harus duduk bersama untuk mencocokkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dulunya disebut Basis Data Terpadu (BDT).

“Ayo saya tantang Dinas PMPD dan Dinas Sosial untuk mem-final-kan dan meng-update data ini,” tutup Sitti Rohmi.

BACA JUGA: Dinas Lingkungan Hidup KLU Bersih-bersih Pantai Sira Indah

Sementara itu, Kepala Dinas PMPD DUKCAPIL NTB Dr. H. Ashari, SH., MH mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran tenaga ahli dan pendamping desa serta Dinas PMPD DUKCAPIL kabupaten/kota untuk memvalidasi data kemiskinan di NTB.

“Termasuk koordinasi dengan Dinas Sosial, untuk menyatukan pemahaman dan data tentang masyarakat berkategori miskin ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemprov NTB Teempuh Addendum Terkait Kontrak PT. GTI

Berdasarkan informasi dari Kabupaten/Kota, pendataan dan validasi di 10 Kabupaten/Kota terus dilakukan untuk memfinalisasi dan memutahirkan data-data tersebut.

Sehingga bantuan untuk masyarakat miskin di NTB merata, tepat sasaran dan tepat waktu kepada masyarakat.

edy@diskominfotik_ntb




Dinas Lingkungan Hidup KLU Bersih-bersih Pantai Sira Indah

TANJUNG.lombokjournal.com

Dinas Lingkungan Hidup kembali gelar aksi bersih-bersih pantai. Kini giliran seputar Pantai Sira Indah, Desa Sigarpenjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara jadi sasaran bersih-bersih, Jum’at (04/06/21).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU, M. Zaldy Rwhadian,ST, mengatakan, aksi bersih pantai itu selain melibatkan Babinkantibmas, pihak Kecamatan, Desa, Kadus dan masyarakat sekitar, juga diikuti Organisasi peduli lingkungan.

Kegiatan ini sebagai kelanjutan kegiatan sebelumnya yang di pusatkan di Pantai Sorong Jukung Tanjung, Rabu (02/06) lalu.

BACA JUGA:

Bupati Lombok Utara Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Zaldy berharap kepada masyarakat setempat, bersihnya pantai sangat penting menjaga keasrian, terlebih lagi di pantai Sira Indah ini yang cukup dikenal dunia sebagai tempat wisata dan berolah raga Golf.

Gotong royong massal dimulai dari jalan raya menuju Lapangan Golf dan sepanjang bibir pantai sekitar Sira Indah.

Target pihak Lingkungan Hidup untuk mengembalikan kebersihan dan keasrian sepadan pantai dan perkampungan warga setempat, sehingga ke depan menjadi daya tarik  wisatawan.

“Kita ingin mengembalikan kebersihan dan keasrian Seputar perkampungan dan khusus area pantai yang menjadi tujuqn wisata, ” kata Zaldy yang didampingi Plt. Sekdisnya, Sony.

Dalam kesempatan itu, Zaldy mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan raya dan pinggir pantai untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Imbauan tersebut juga disampaikan bagi masyarakat pengguna jalan, agar ketika melewati jalan menuju lapangan Gof tidak membuang sampah.

BACA JUGA:

Bumi Solah Adakan Diskusi Pengolahan Limbah

“Kita harap masyarakat ikut menjaga kebersihan Kota dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembaranga dan harus kita menjaga kebersihan sebagai upaya kita dalam melestarikan alam sekitar demi lingkungan yang nyaman, bersih, asri dan indah,” katanya.

Selanjutnya, Zaldy dan Sony akan melakukan penanaman pohon langka, dan pohon Kurma di seputaran halaman Kantor Lingkungan Hidup yang cukup luas, hari Jum’at.

@ng




Bumi Solah Adakan Diskusi Pengolahan Limbah

LOTENG.lombokjournal.com

Bumi Solah yang bergerak di usaha sosial bidang konsultasi lingkungan, menggandeng pegiat dan komunitas yang aktif di bidang lingkungan, pada ‘Diskusi Grup Terarah’ bertajuk Sistem Pengolahan Limbah di Desa Kuta dan Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Rabu, (02/06/21).

Presentasi peserta

Selain elemen pemerintah terkait, hadir beberapa komunitas masyarakat dan kelompok pengelola limbah seperti Komunitas Lombok Plastik Free, Yayasan Keep Kuta Clean, Bank Sampah Bintang Sejahtera, Usaha Sosial Plastik Kembali, Nasrudin El Manik Foundation, Bank Sampah Torok, dan Bank Sampah The Gade Clean & Gold.

Kegiatan itu merupakan rangkaian program peningkatan kapasitas ‘Waste Business and Management System’ yang berlangsung sepanjang bulan Juni 2021.

BACA juga:

Bupati Lombok Utara Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Acara di Anda Restaurant itu bertujuan memetakan potensi dan kebutuhan institusi pengelola limbah di wilayah Kuta dan Sengkol. Untuk mencapai titik temu, agar masing-masing pegiat lingkungan mampu bersinergi dan berkolaborasi dalam penanganan sampah.

Dengan semangat ‘segregation, collection, transportation and processing’.

Dan terakhi,  menjadi agen yang akan mensosialisasikan program peningkatan kapasitas waste business and management system, guna menjaring lebih banyak peserta dan pemangku kepentingan lain.

Tiga hal pokok jadi perhatian peserta diskusi, pertama, kesadaran masyarakat terhadap pola memilah sampah organik dan tidak organik, kedua, minimnya alat transportasi pengangkut sampah yang menyulitkan mereka memobilisasi sampah, dan ketiga anggaran operasional yang belum jadi perhatian pemerintah.

Terkait kesadaran masyarakat, peserta diskusi sepakat bahwa edukasi ke masyarakat jadi akar masalah.

Hal tersebut ditambah kenyataan tidak seragamnya cara pemerintah dan pelaku pengelola sampah mentranformasi pengetahuan tentang pengelolaan sampah ke masyarakat.

Untuk penerapan regulasi, salah seorang peserta diskusi Syawal, menyebut pemerintah setengah hati menjalankan program penanganan sampah sesuai amanat Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Belum tersedianya ‘infrastruktur sosial’ penanganan sampah semakin menambah ‘kegagalan’ pemerintah. Sebab pemerintah selama ini hanya fokus penyediaan infrastruktur fisik. Padahal, infrastukrur fisik pun justru akan kembali jadi sampah.

“Kalau kita bicara tentang perintah undang-undang 18 (tahun 2008) saya yakin, saya katakan di tempat ini, seluruh elemen pemerintahan kita dengan sadar masih melanggar Undang-undang kalau masih melaksanakan kumpul, angkut, buang,” ujar Syawal.

Dikatakan, penerapan regulasi terkait pengelolaan sampah masih lemah.

Akibatnya, justru perusahaan-perusahaan penyumbang sampah plastik terbesar, tidak menunaikan tanggung jawab pasca produksi.

BACA JUGA:

Blue Economy Akan Kembangkan Mangrove di Mandalika

Jika mengikuti regulasi, seharusya perusahaan-perusahaan itu bertanggung jawab mengelola sampah hasil produksi perusahaannya. Jika tidak ada, sangsi yang dikenakan pemerintah.

“Produsen itu punya tanggung jawab dan pemerintah wajib menagihnya,” tegasnya.

Diuraikan, produsen seperti Danone, Unilever menghisap keuntungan di tengah-tengah masyarakat tapi mengabaikan sampah yang dihasilkan, mereka tidak perduli. P

“Padahal dalam undang-undang 18 (ada) kewajiban pasca produksi. Dan ini juga penting,” ungkapnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata seperti hotel dan lain sebagainya.

“Kalau kita bicara tentang ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan pola penanganan ITDC. Jelas itu dalam undang-undang baik undang-undang 18 dan Perda (Peraturan Daerah) mengatakan, mngelola sampah adalah tanggung jawab pengelola kawasan ITDC.

Menurutnya,sederhana cara mengevaluasinya itu. KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) yang menangani tempat ini, cukup meminta data dan progres pengelolaan sampah.

“Kalau tidak ada (kenakan) sangsi, tentu itu sesuai dalam undang-undang,” terangnya.

Untuk diketahui, terselenggaranya program diskusi tersebut menindaklanjuti proyek kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Jerman.

Tujuannya promosi peluang kerja yang diimplementasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) bersama pemangku kepentingan terkait.

AST




Pasien Covid-19 di NTB, Kamis, Bertambah 30 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Pemeriksaan laboratorium pada 384 sampel, diketahui hasilnya pasien Covid-19 yang positif Covid-19, Kamis (03/06/21) bertambah 30 Orang.

Hasil itu dikonfirmasi dari Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan LaboratoriumAntigen.

Dari pemeriksaan sebanyak 384 sampel dengan 348 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan 30  sampel kasus baru positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan dalam press release oleh Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita  Ariadi, M.Si, hari Kamis (03/06).

Meski terjadi penambahan, namun hari ini juga terdapat 39 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

BACA JUGA:

Blue Economy Akan Kembangkan Mangrove di Mandalika

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita Ariadi melalui press release pada media, hari Kamis.

Dengan adanya tambahan 30  kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 39 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif
Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (03/06) sebanyak 13.658 rang.

Rinciannya, 12.551 orang sudah sembuh, 604  meninggal dunia, serta 503 orang masih
positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.214 orang dengan perincian 222 orang (1,1%) masih dalam isolasi, 39 orang (0,2%) masih berstatus probable, 19.953 orang (98,7%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.186 orang, terdiri dari 2.632 orang (3%) masih dalam karantina dan 85.554 orang (97%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.440 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.077 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.363 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Pemprov NTB Akan Tempuh Addendum Terkait Kontrak PT GTI

Lalu Gita mengharapkan, penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19. Caranya?

“Dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan  Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

.