Gubernur Zul Ajak Mahasiswa Aktif Berorganisasi

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. H. Zulkieflimansyah mengajak mahasiswa aktif berorganisasi. Hal ini bertujuan agar melatih komunikasi publik mahasiswa sebagai sarana pembekalan diri berkarier di berbagai bidang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, saat menjadi narasumber pada acara AIESEC In Trisaksi yang bertajuk “Recruitment 101: Walkthrough CV and Interview Hacks from HR Perceptio” secara daring, Minggu (06/06/2021).

“Komunikasi itu harus dilatih, ada orang yang IP nya 4 saja ketika disuruh berbicara ke audiens masih terbata-bata, apabila tidak pernah dilatih, tetapi jika anda berkecimpung pada dunia organisasi sejak selama menjadi mahasiswa anda akan dilatih untuk menyampaikan berbagai ide dan gagasan,” tutur Doktor Zul.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pembangunan Kantor Bupati

Bang Zul menceritakan pengalaman semasa menjadi seorang mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Semasa menjadi mahasiswa, ia pernah menjabat sebagai Ketua Senat UI dan Ketua BEM UI.

Mengikuti berbagai organisasi menyadarkan bahwa sebuah perguruan tinggi adalah entitas replika bangsa Indonesia. Banyak orang dari berbagai daerah maupun negara berkumpul menjadi satu, berbagai fakultas dengan cara pandang yang berbeda.

“Perbedaan cara pandang tersebut dapat memperkaya batin, sehingga harus berhadapan dengan sesuatu yang beda cara pandangnya, bahwa memang pendidikan dan pengalaman merubah cara pandang orang, tugas kita bukan memenangkan suatu hal atau ide kita yang terbaik, tetapi orang punya cara pandang tersendiri ” ungkap Doktor Zul.

Bang Zul menilai bahwa dengan terjun di dunia organisasi menjadikan mahasiswa sebagai orang yang autentik. Yakni menjadi orang yang apa adanya, memiliki empati, kemampuan berkomunikasi dan membaca pikiran.

“Dalami dunia aktifis mahasiswa harus sepenuh jiwa, bukan dalam rangka kemampuan menulis CV atau keahlian dalam interview tetapi menyelami jiwa manusia itu penting, orang autentik selalu mempunyai kesinambungan perjalanan hidup dalam karir jauh lebih panjang,” tutur Gubernur.

BACA JUGATips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

Ser@diskominfotikntb




Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

LOBAR.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajarkan Pondok Pesantren (ponpes) memanfaatkan instrumen keuangan sehingga melek tentang ilmu keuangan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi NTB, DR. Zulkieflimansyah pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021), di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

“Karena pengamatan kami, banyak tuan guru, santri-santri, hafal Al Qur’an, Hadist, melek ilmu agama tapi minim ilmu keuangan,” kata Doktor Zul.

BACA JUGATips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

Sejak masih di DPR RI, Doktor Zul telah meminta OJK untuk mengajak para tenaga pengajar di bidang agama atau pondok untuk melek finansial. Karena menurutnya, jangan sampai banyak hak umat islam tidak dimanfaatkan secara optimal. Seperti wakaf dan bank wakaf.

“Ini yang harus kita pahami dan pelajari,” tutup Gubernur yang datang bersama isteri, Hj. Niken Saptarini Widyati.

BACA JUGA: Gubernur Zul Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

edy@diskominfotik_ntb




Tips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

LOBAR.lombokjournal.com

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diberkati dengan banyaknya pondok pesantren (Ponpes) yang berumur panjang. Sementara di belahan bumi yang lain, apalagi di tengah pandemi Covid-19, usia sebuah organisasi makin lama makin pendek.

Karena itu, Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, memberikan tipsnya.

“Setelah diteliti ada rahasia dan tips organisasi berumur panjang,” ungkap Doktor Zul sapaan akrab Gubernur pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021) di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

Pertama, karakternya sensitif atau adaptif terhadap perubahan lingkungan. Dalam hidupnya tidak monoton. Tidak hanya menjadi kiyai, tuan guru, tapi ada yang menjadi politisi, tentara atau polisi, asn, akademisi dan lain-lain.

BACA JUGA: Gubernur Zul Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nrul Hakim

“Selalu mampu membaca tanda-tanda zaman, saya senang Nurul Hakim punya karakter ini,” puji Doktor Zul.

Kemudian ciri ke-dua, memiliki personal identity atau ciri khas personal. Dari cara ceramah, membawa pengajian, ayat-ayat yang dibaca. Harus terus dipelihara.

Yang ke-tiga lanjutnya, tidak mematikan ide-ide yang beda dengan mainstream. Jadi tidak selamanya cara berpikir orang-orang dalam sebuah perkumpulan itu seragam.

“Kalau ada ide-ide yang berbeda sedikit, bisa jadi dapat memperpanjang organisasi, karena menghadirkan satu konstruktif, feedback bagi organisasi,” jelasnya.

BACA JUGABang Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

Dan yang ke-empat, konservatif insiment, tidak boros menghabiskan uang. Organisasi yang tidak pandai memelihara uang, cepat megah dan majunya tapi cepat juga hilang.

“Jadi kita perlu memiliki bendahara yang senang memelihara uangnya, jangan terlampau jor-joran,” pintanya.

Di tengah krisis ini, jelas Bang Zul, orang menghitung usia hidup sebuah organisasi atau perkumpulan sampai usia 1,5 tahun saja. Bahkan dengan era digital rata-rata usia perusahaan industri bertahan 2,5 tahun.

Namun dengan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang, tingkat mortalitas manusia makin panjang. Jarang sekali yang meninggal di usia dini.

“TGH. Muharrar Mahfudz, sekarang umurnya 69 tahun, masih muda, kalau kita bandingkan dengan Mahatir Muhammad misalnya, umur 94 tahun masih bisa jadi Perdana Menteri lagi,” tutur Bang Zul.

edy@diskominfotik_ntb




Gubernur NTB Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. Zulkieflimansyah mengapresiasi peran serta Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim yang turut mewarnai pembangunan daerah.

Ada yang berkiprah menjadi politisi, akademisi, polisi, tentara, pemerintahan, sektor usaha, UMKM dan terus berdakwah dengan membangun ponpes.

“Salah satunya, ada alumni Nurul Hakim yang menjadi anggota DPRD Provinsi NTB,” kata bang Zul sapaannya, saat menghadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021) di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

Bahkan, ada yang digadang-gadang akan menjadi calon Bupati Lombok Barat. Begitupun banyak anggota TNI maupun Polri di NTB merupakan alumni juga.

“Keberadaan Ponpes yang memiliki ribuan alumni di berbagai belahan dunia ini, telah mampu memberikan manfaat untuk kemaslahatan umat manusia,” pungkas Doktor Zul.

BACA JUGA: IKAPPNH Bersinergi Sukseskan Program Unggulan Pemerintah NTB

Sementara itu, Pengasuh Ponses TGH. Muharar Mahfuz mengatakan alumni Ponpes Nurul Hakim di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menekankan untuk ikut serta memberikan peran dan kontribusinya.

“Termasuk mampu menghadirkan ulama dan umarah untuk hadir di acara ini, bukti bahwa sinergi dan kolaborasi yang baik demi membangun daerah,” jelasnya.

BACA JUGA: Tips Gubernur Agar Organisasi Awet

Pendiri Ponpes Nurul Hakim juga mengapresiasi IKAPPNH, yang terus membangun silaturahmi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, TNI/Polri dan berbagai sektor dalam sendi kehidupan.

edy@diskominfotik_ntb




IKAPPNH Bersinergi Sukseskan Program Unggulan Pemerintah NTB

LOBAR.lombokjournal.com

Salah satu misi Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH) adalah terus bersinergi dan berkolaborasi mendukung setiap program unggulan Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut disampaikan Karman BM, ketua panitia acara, usai Halal Bihalal IKAPPNH di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat, Minggu (6/6/2021).

Diakuinya, berbagai program unggulan Pemerintah NTB sejalan dengan visi misi IKAPPNH, sehingga bisa didukung penuh proses eksekusinya. Salah satunya adalah program unggulan Beasiswa NTB.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

“Ini merupakan salah satu program untuk mencetak SDM yang berkualitas,” ucapnya pada acara yang dihadiri Gubernur NTB DR. H. Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, Danrem 162, Sekda Lombok Barat, Pengasuh Ponses TGH. Muharar Mahfuz dan alumni se-dunia yang mengikuti secara daring.

Sehingga melalui beasiswa NTB, alumni Ponpes tak hanya paham segi keagamaan, namun juga dapat memahami secara luas tentang ilmu pengetahuan lain.

“Kami berharap adik-adik kami yang telah lulus dari Nurul Hakim dan memiliki kualifikasi diberikan ruang untuk menjadi penerima beasiswa,” kata Karman.

Dijelaskan Karman, rangkaian kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, setelah halal bihalal, ada seminar Internasional di Ponpes Nurul Hakim, secara Hibrid dan live di platform media sosial.

BACA JUGAGubernur NTB Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

Menghadirkan pembicara seperti Muhammad Syaroni Rofii, Ph.D (Dosen SKSG Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Alumni Marmara University Turki, Dr. Mohammad Mohiuddin (Mahi) – Founder Chairman, Global Philanthropic Planet (GPP) Foundation -Advisor, Islamic Economics Association, Kuwait University,  Tokoh Muda Palestina, CEO Palestinian Cultural Organization Malaysia  dan Dr. Ahmad Musaddad, alumni NH, tinggal di Makkah.

edy@diskominfotik_ntb




Pasien Positif Covid-19, Minggu, Bertambah 14 Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Dari pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada  181 sampel, telah dikonfirmasi adanya penambahan 14 pasien positif Covid-19 di NTB, hari Minggu (06/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSD Praya, dan Laboratorium Antigen.

Hasil lengkap pemeriksaan pada 181 sampel dengan 158 sampel negatif, 9 positif ulangan, dan penambahan 14 pasien positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Minggu (0’6/06).

Hari Minggu hanya ada penambahan 3 orang yang selesai isolasi, dan dinyatakan sembuh dari Covid-19.

BACA JUGA:

Pelaksanaan Dana Aspirasi Narsudin di Desa Gumantar Jadi Sorotan

“Hari Minggu terdapat 2 penambahan kasus kematian baru,” Lalu Gita melalui press release pada Hari Minggu.

Dengan adanya tambahan 14  kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 3 tambahan sembuh baru, dan 2 (kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di
Provinsi NTB sampai hari Minggu (06/06) sebanyak 13.715 orang.

Rinciannya, 12.589 orang sudah sembuh, 608 meninggal dunia, serta 518 orang masih positif.

Dijelaskan Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.289 orang dengan perincian 184 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.076 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.750 orang, terdiri dari 2.868 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.882 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.449 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%).

BACA JUGA:

Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kementerian Desa RI

Dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

Lalu Gita berharap, penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu yang masih berjuang melawan Covid-19. Caranya?

“Dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kaanya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
\




Pelaksanaan Dana Aspirasi Narsudin di Gumantar Jadi Sorotan

Wakil Ketua DPRD Lombok Utara beri penjelasan tentang pelaksanaan Dana Aspirasi

KLU.lombokjournal.com

Kisruh dugaan penyelewengan dana aspirasi oleh salah satu anggota dewan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara makin  menjadi sorotan banyak pihak.

Narsudin, salah seorang anggota dewan asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam pelaksanaan dana aspirasi di Desa Gumantar, dinilai tidak benar-benar memenuhi aspirasi masyarakat.

Pasalnya, warga memasalahkan dana aspirasi  tersebut salah sasaran, karena proyek dana aspirasi pembuatan talut atau tanggul pada pinggir jalan umum Desa Gumantar hanya menguntungkan pemilik tanah saja.

BACA JUGA:

Pasien Positif Covid-19, hari Minggu, bertambah 13 Orang

Selain itu juga warga mengkritik terkait tidak tercantumnya detail anggaran pada papan nama atau banner yang dipasang pada lokasi proyek tersebut.

Itulah pangkal persoalannya, sehingga masyarakat menyoroti pelaksanaan terkait dana aspirasi oleh Narsudin.

Terkait sorotan dana aspirasi itu, lombokjournal.com menelusuri mekanisme pelaksanaannya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara, H. Burhan M Nur, S.H memberi mengklarifikasi. Saat dihubungi lombokjournal.com, politisi Partai Demokrat itu memberikan informasi terkait dana aspirasi untuk masyarakat.

Burhan M Nur menghimbau, agar masyarakat tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan terkait permasalahan dugaan penyelewengan dana aspirasi di Desa Gumantar tersebut.

“Dana aspirasi tidak serta merta dieksekusi tanpa adanya permintaan dari masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:

Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

Menurutnya, dana aspirasi dilaksanakan sesuai dengan permintaan atau pengajuan dari masyarakat.

Ditemui di kediamannya, H.Burhan M Nur, S.H menjelaskan, sebaiknya masyarakat perlu memahami dulu terkait mekanisme pelaksanaan atau perencanaan dana aspirasi sebelum dieksekusi oleh anggota dewan.

Setiap perencanaan dari dana aspirasi sesuai dengan apa yang diinginkan atau yang diajukan oleh masyarakat kepada anggota dewan.

Burhan meyakini, pelaksanaan atau eksekusi dana aspirasi di Desa Gumantar sudah pasti atas dasar permintaan dari masyarakat.

“Kami juga memiliki media untuk mengontrol kinerja dari teman-teman anggota dewan,” tegasnya.

Dijelaskan Burhan, perlu diketahui bahwa dana aspirasi diturunkan sesuai permintaan masyarakat. Dan permintaan masyarakat itu tidak harus melalui acara formal.

Bisa saja permintaan itu melalui obrolan santai atau pada kondisi ketika warga sedang kumpul-kumpul, bertemu dijalan dan lain sebagainya.

“Jadi tidak mungkin dana aspirasi itu diturunkan tanpa adanya pengajuan atau permintaan dari masyarakat,” jelas Burhan.

Lebih lanjut dijelaskan Burhan, tiap anggota dewan memiliki konsultan pengawas maupun konsultan perencana untuk dana aspirasi.

Dan anggota dewan tidak serta merta bisa melakukan eksekusi dana aspirasi tanpa adanya konsultan yang mengawasi setiap dana aspirasi yang diturunkan pada anggota dewan. Perencanaan dana aspirasi bukan atas pertimbangan pribadi setiap anggota dewan.

Tapi sesuai dengan keputusan bersama dengan konsultan perencana dan konsultan pengawas.

“Setiap proyek melalui dana aspirasi, ada juga konsultan perencananya dan konsultan pengawasnya yang dibayar langsung oleh negara, bukan DPR yang jadi pengawas tapi ada yang memang mengawasi dana aspirasi tersebut.” kata Burhan.

Namun Burhan juga menjelaskan, permasalahan dana aspirasi di Desa Gumantar itu menjadi bahan evaluasi bagi anggota dewan khususnya pimpinan DPRD Kabupaten Lombok utara.

Burhan berharap permasalahan tersebut tidak berlarut-larut dan menjadi konflik berkelanjutan antara masyarakat dengan anggota dewan.

“Jadi sah-sah saja masyarakat menyampaikan kritik maupun protes, tapi jangan dulu cepat mengambil kesimpulan. Sebaiknya perlu komunikasi dengan anggota dewan yang ada agar bisa dibicarakan dengan baik. Jika ada permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.” kata Burhan

Han




Jalan Wisata Utama di Bangsal Tanpa Trotoar

PEMENANG.lombokjournal.com

Jalur wisata utama Perempatan Pamenang – Bangsal sebagai sentral untuk ke tiga Gili (Gili Air, Dili Meno dan G.Terawangan) terkesan tidak tertata, lantaran tidak memiliki trotoar untuk pejalan kaki.

Pemda Kabupaten Lombok Utara harusnya bisa meniru daerah lain seperti Bali dan sejumlah kota lain dala menata jalan wisata yang jadi lalu lintas wisatawan.

BACA JUGA:

Bupati KLU Silaturahmi Dengan Pemdes dan Tomas di Bayan

Sebagai destinasi wisata yang jadi primadona, Lombok Utara satu satunya jalur wisata yang tidak memiliki trotoar.

Padahal, sebagaimana yang diklaim Pemda KLU setiap gelar acara promosi daerah terungkap jumlah kunjungan Wisnu (wisatawan nusantara) wisman wisatawan mancanegara) dan sumber PAD terbesar dari pariwisata.

Anehnya kemudian OPD pariwisata sendiri belum mampu memperhatikan kondisi jalan terkesan kumuh dan semrawut.

Data jumlah kunjungan wisnu dan wisman pada tahun 2017 – 2021 ke masing masing Gili yaitu, Gili Air, wisnu, 59.940, wisma, 449.753 orang. Sedangkan Gili Meno, wisnu, 30.038, wisma, 237.358 orang. G. Terawangan wisnu,153.128 orang dan wisman, 1.198.625 orang (sumber data Dinas Pariwisata KLU).

Harusnya Pemda KLU mulalui OPD terkait memikirkan untuk segera membangun areal pejalan kaki yang representatif untuk standar kota.

Faktanya, kesemrawutan tercermin saat ramai kunjungan wisatawan, antara pengendara roda empat, roda dua, cidomo dan pejalan kaki menjadi pemandangan kumuh.

Belum lagi melihat terminal dengan sederet bangunan Kantor kantor, konter dan perumahan pribadi yang tidak tertata rapi.

Jalan Pamenang – Bangsal adalah salah satu titik yang paling padat di KLU saat situasi normal. Karena padat dikunjungi tamu asing dan lokal yang hendak berkunjung ke tiga gili di Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA:

Pasien Covid-19 di NTB, Sabtu, Bertambah 23 Orang

Namun hampir tak ada kenyamanan bagi pejalan kaki di saat kondisi normal. Belum lagi parkir kendaraan yang merenggut jatah pejalan kaki berlangsung terus menerus.

Andai saja kawasan ini ditata lebih baik dan nyaman, wisatawan dapat lebih lama menghabiskan waktu di sini ketimbang hanya singgah sebentar untuk makan.

Dengan demikian, restouran dan pedagang di sepanjang jalan itu bisa terus beroperasi untuk menawarkan sesuatu yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan ke negeri mereka.

Pemerintah tak perlu mengkhayal untuk membangun trotoar seperti di Jakarta dan cukup dengan sekelas kota Mataram. KLU akan menjadi lebih nyaman untuk para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

@ng




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Sabtu, Bertambah 23 Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Dari pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 403 sampel, hasilnya telah dikonfirmasi hari Sabtu (05/06/21), pasien Covid-19 di NTB bertambah 23 orang.

Hasil lengkapnya, pemeriksaan yang dilakukan pada 403  sampel dengan 368 sampel negatif, 12 positif ulangan, dan bertambah 23 pasien positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, DRS H Lalu Gita Ariadi, M.Si, Sabtu (05/06/21) melalui press release untuk media.

Pemeriksaan itu telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan Laboratorium Antigen.

“Hari ini terdapat 13 (tiga belas) penambahan orang yang selesai isolasi, dan sembuh dari Covid-19” kata Lalu Gita Ariadi melalu press releasenya.

BACA JUGA:

Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kemendes RI

Lalu Gita juga menyampaikan, hari Sabtu juga terdapat 1 penambahan kasus kematian pasien.

Dengan adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 13 tambahan sembuh baru, dan 1 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (05/06) sebanyak 13.701 orang.

Rinciannya, 12.586 orang sudah sembuh, 606 meninggal dunia, serta 509 orang masih positif.

Lalu Gita menegaskan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.275 orang dengan perincian 194 orang (1%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.051 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.675 orang, terdiri dari 2.795 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.880 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.449 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

BACA JUGA:

Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) diharapkan untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Bupati KLU Silaturahmi Bersama Pemdes dan Tomas Bayan

KLU.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu, SH silaturahmi dengan Pemdes dan Tokoh Masyarakat Desa Bayan, Jumat (4/6/2021). Hadir pula Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda KLU H. Rusdi ST, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan H Simparudin SH, Dirut Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung Firmansyah ST, Plt Camat Bayan Adnan MPd, Kades Bayan Satradi SP, dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan diawali safari Jum’at dirangkaikan dengan Program Memaraq berlangsung di Masjid Nurul Mujtahidin Dusun Teres Genit.

Bupati Djohan dalam sambutannya menyampaikan potensi yang dimiliki Desa Bayan luar biasa.

“Kita melihat sepanjang jalan kiri dan kanan penuh dengan lahan pertanian masyarakat yang subur, seharusnya dengan potensi yang ada desa ini maju seperti desa lain,” tutur Bupati Djohan.

H. Djohan Sjamsu

Dikatakannya, terlebih masa periodisasi pemerintahan Presiden Jokowi, desa diberikan anggaran besar baik ADD maupun DD untuk dikelola oleh pemerintah desa secara mandiri. Dengan anggaran besar yang dikelola desa tinggal bagaimana desa merencanakan program yang ingin dibangun untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pembangunan masyarakat.

Menurut bupati, Desa Bayan selain memiliki lahan pertanian yang luas juga memiliki banyak sumber mata air. Oleh karena itu, desa setempat harusnya jauh dari kata kekurangan jika sumber air dapat dikelola dengan baik.

“Maka tidak hanya Desa Bayan saja yang menikmati bahkan desa sekitarnya, tetapi tentu ini perlu kerjasama. Dengan maju suatu desa maka suatu daerah pun otomatis maju, apalagi potensi yang dimiliki desa ini luar biasa. Di sini ada wisata adat budaya dan wisata alam hutan adat yang terkenal,” pungkasnya.

Dituturkan pula, dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada Pasal 33 menyebutkan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

BACA JUGA:

Sementara itu, Kepala Desa Bayan Satradi mengatakan, Pemdes dan masyarakat Desa Bayan menyampaikan terima kasih yang tulus atas kunjungan bupati beserta rombongan di dusun setempat.

Dipaparkan Satradi, Desa Bayan boleh dikatakan ikon Kabupaten Lombok Utara dengan keberadaan masjid kuno yang memiliki nilai adat dan budaya, masih tertata rapi serta masih pula dilaksanakan oleh masyarakat. Tidak hanya itu, di desa setempat juga ada hutan adat dengan mata airnya yang terkenal dan melimpah.

“Sawah irigasi di Desa Bayan ini sungguh luar biasa, sebetulnya ini anugerah yang diberikan maha kuasa kepada masyarakat di desa ini. Namun dari saya lahir hingga sekarang Desa Bayan masih menjadi desa berkembang di KLU,” imbuhnya.

Diceritakan pula masa awal pemerintahannya sebagai Kepala Desa Bayan, pihaknya akan fokus melaksanakan mandat yang diamanahkan oleh masyarakat. Bahkan dirinya telah berkomitmen dengan satu periode menjabat status Desa Bayan harus meningkat menjadi desa yang maju seperti desa lain di KLU.

“Salah satu cara kita untuk maju itu adalah harus mampu mengelola potensi yang kita miliki saat ini, tapi potensi pertanian bagus namun belum didukung dengan infrastruktur seperti jalan yang masih rusak parah,” tandas Satradi.

BACA JUGA:

Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

Demi masyarakat, tuturnya, pihaknya berupaya maksimal agar jalan yang rusak tersebut bisa dilalui kendaraan roda empat mengajak masyarakat gotong royong. Diharapkan ke depan pemda menjadikan jalan tersebut prioritas pembangunan.

“Terlebih kami memiliki rencana untuk membuka akses lintas Desa Bayan dan Desa Loloan,” tutupnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog dengan masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

rar