Di Kabupaten Bima, Pj Gubernur Soroti Potensi Pertanian

Potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Bima disoroti Pj Gubernur, terutama produksi padi, jagung, dan cabai yang meningkat tiap tahunnya

BIMA, LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin didampingi istrinya, Dessy Hassanudin melakukan kunjungan di Kabupaten Bima, dan menyoroti potensi besar pertanian di kabupaten itu, Jum’at (26/07/24).   

BACA JUGA : Deklarasi Anti Kekerasan terhadap Anak di Kabupaten Dompu

Hassanudin menekankan pentingnya pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bima
Pj Gubernur NTB, Hassanudin

Menurutnya, potensi besar sektor pertanian Kabupaten Bima, terutama produksi padi, jagung, dan cabai yang terus meningkat setiap tahunnya, akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat setempat.

 “Potensi pertanian memiliki dampak yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat Bima,” katanya.

Saat kunjungi Kabupaten Bima itu Pj Gubernur didampingi Pimpinan OPD lingkup pemerintah Provinsi NTB. Selain melakukan kunjungan kerja juga untuk silaturahmi dengan jajaran pemerintah Kabupaten Bima di Kantor Bupati Bima.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur NTB Hassanudin mengapresiasi sinergitas dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendukung berbagai program pembangunan di NTB. 

Selain sektor pertanian, Hassanudin juga menekankan pentingnya pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bima dengan inovasi dan improvisasi yang tepat. 

BACA JUGA : Media Diminta Sosialisasikan Berita Positif

Ia berharap semua sektor dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun Bima yang lebih maju. Hassanudin menekankan bahwa program-program yang dijalankan harus tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi kemajuan NTB. 

“Melalui sinergitas dan kolaborasi pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, kita dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah di NTB yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri menyoroti produksi hasil pertanian, terutama jagung, yang menjadi andalan Kabupaten Bima. 

Dalam mengatasi masalah harga jagung yang murah setiap tahunnya, pemerintah Kabupaten Bima telah melakukan MoU dengan pemerintah Kabupaten Blitar guna menjaga stabilitas harga jagung bagi para petani. 

“Kita akan lebih mampu memperhatikan petani jagung di daerah kita sehingga kita pastikan bahwa mereka tidak hanya lelah dan letih menanam. Petani jagung bisa menerima sumber penghasilan yang lebih baik bagi masyarakat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Umi Dinda, sapaan akrab Bupati Bima, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pj Gubernur beserta istri dan rombongan di Tana Mbojo. 

BACA JUGA : Kunker Pj Gubernur NTB Pertama di Kabupaten Dompu dan Bima

“Alhamdulillah, sejak dilantik sebagai Pj Gubernur NTB, hari ini beliau mengawali kunjungannya ke Pulau Sumbawa. Setelah di Kabupaten Dompu, kemudian Kota Bima dan pada malam hari ini, bersama-sama dengan seluruh masyarakat Kabupaten Bima,” pungkasnya.

Acara berlangsung khidmat, disertai dengan rangkaian kegiatan Pameran Pembangunan Kabupaten Bima yang diikuti oleh stand-stand pameran OPD se-Kabupaten Bima, instansi vertikal, dan mitra swasta. mnp/dyd

 




Deklarasi Anti Kekerasan terhadap Anak di Dompu 

Deklarasi anti kekerasan itu diikrarkan oleh siswa-siswi SMAN 2 Dompu dan disaksikan oleh para kepala sekolah SMK/SMA/SLB se-Pulau Sumbawa

DOMPU, LombokJournal.com ~ Kehadiran Penjabat  (Pj) Gubernur NTB, Dr Hassanudin di SMAN 2 Dompu untuk menyaksikan Deklarasi Anti Kekerasan oleh siswa-siswi se-Kabupaten Dompu. Bersamaan dengan itu juga membuka Raker SMA/SMK dan SLB se-Pulau Sumbawa di SMAN 2 Dompu, Jumat (26/07/24)

BACA JUGA : Media Diminta Sosialisasikan Berita Positif

Deklarasi anti kekerasan ini, kita harus bersama-sama menyuarakan pentingnya melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan
Pj Gubernur buka raker

Deklarasi anti kekerasan itu diikrarkan oleh siswa-siswi SMAN 2 Dompu dan disaksikan oleh para kepala sekolah SMK/SMA/SLB se-Pulau Sumbawa.

Kehadiran Pj Gubernur disambut Tari Wura Bongi Monca yang dipersembahkan oleh siswa-siswi SMA Negeri 2 Dompu. Kedatangannya bersama Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT., beserta Pj Ketua TP PKK Provinsi NTB, dan anggota Forkompinda Kabupaten Dompu.

Pj Gubernur NTB Hassanudin menyatakan bahwa momen deklarasi anti kekerasan sangat penting sebagai salah satu kekuatan berharga untuk menghentikan segala bentuk kekerasan pada anak. 

Kekerasan fisik, verbal, psikologis, emosional, dan seksual terhadap anak-anak dapat menghancurkan masa depan mereka.

Pj Gubernur juga mengungkapkan kebahagiaannya bahwa di NTB, banyak inovasi yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan. Ia berpesan bahwa anugerah terbesar yang harus dijaga dan dilindungi adalah anak-anak, mengingat mereka adalah investasi masa depan. 

Anak-anak dipersiapkan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan RI dan bonus demografi. Oleh karena itu, sumber daya manusia NTB harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

BACA JUGA : Wartawan Diajak Samakan Perspektif dalam Membangun NTB 

Menyinggung kembali kekerasan terhadap anak, Pj Gubernur menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak boleh ada toleransi dalam bentuk apapun. 

“Melalui deklarasi anti kekerasan ini, kita harus bersama-sama menyuarakan pentingnya melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Dalam hal ini, peran sekolah sangat vital sebagai institusi pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat di mana anak-anak belajar tentang nilai-nilai moral, etika, dan membentuk kepribadian,” ujarnya.

Pj Gubernur menambahkan bahwa program-program pendidikan yang membentuk karakter, membangun kreativitas, dan berdampak positif pada anak harus terus dilaksanakan. 

Kepala sekolah, dewan guru, tata usaha, dan perangkat komite sekolah mempunyai amanah dan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.

“Alhamdulillah, pada tahun 2023 di Kabupaten Dompu, terjadi penurunan kasus kekerasan terhadap anak. Ini adalah hasil baik dari upaya seluruh institusi pendidikan. Diharapkan dengan deklarasi ini, akan terjadi perubahan yang signifikan di masa mendatang,” ungkapnya kepada seluruh siswa-siswi SMA/SMK yang ada di Dompu.

Dijelaskannya bahwa Pemprov NTB terus mendorong upaya memajukan pendidikan, termasuk perlindungan kepada anak yang semakin baik. Raker Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-Pulau Sumbawa ini diharapkan dapat berbagi informasi, bertukar cerita, pengalaman, dan berdiskusi. Pada akhirnya, dapat merumuskan berbagai cara dan strategi terkait kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing wilayah satuan pendidikan.

“Saya sungguh menyadari bahwa pendidikan merupakan investasi untuk generasi masa depan. Kita berharap banyak pada institusi pendidikan bahwa perannya sangat vital dalam proses pembelajaran yang kondusif untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara maksimal,” ujarnya.

Wabup Dompu, Syahrul, menyatakan bahwa berbagai upaya dilakukan Pemkab Dompu untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencegah kekerasan terhadap anak, narkoba, kenakalan remaja, dan lainnya. Pemkab Dompu berkomitmen untuk mencegah kekerasan terhadap anak yang dapat merusak mental mereka.

“Apa pun yang bisa kita lakukan untuk menciptakan generasi berkualitas dan menciptakan ketertiban serta kesejahteraan masyarakat Dompu adalah tugas dan tanggung jawab kita semua untuk generasi masa depan kita,” ujarnya.

BACA JUGA : Syamsul Luthfi Siap Bertarung di Pilbup Lombok Timur 

Sementara itu, Kadis Dikbud NTB, Dr. Aidy Furqan, M.Pd, menjelaskan bahwa berbagai program telah dilakukan untuk memajukan pendidikan di NTB. 

Banyak prestasi nasional yang telah diraih. Pertemuan Kepala Sekolah setingkat SLTA sederajat dan SLB ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi serta sebagai ajang tukar pikiran untuk memajukan pendidikan di NTB. 

Termasuk mencegah kekerasan terhadap anak yang ditunjukkan dengan deklarasi anti kekerasan terhadap siswa-siswi. her/dyd

 




Syamsul Luthfi Siap Bertarung di Pilbup Lombok Timur

Prestasi Syamsul Luthfi selama memimpin eksekutif dan legislatif di wilayah dengan penduduk terbesar di NTB itu, sangat signifikan

LOTIM.LombokJournal.com ~  Anggota DPR RI, HM Syamsul Luthfi, akan kembali bertarung dalam Pemilihan Bupati Lombok Timur. Cucu dari Almagfurulahu Maulanasyaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid ini akan berpasangan dengan H Abdul Wahid sebagai calon wakil bupati, dengan dukungan partai yang sudah cukup.

“Kami ingin menyelesaikan beberapa permasalahan mendasar di Lombok Timur, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ketimpangan sosial ekonomi,” ujar Luthfi, Jumat (26/07/24).

BACA JUGA : Media Diminta Sosialisasikan  Berita Positif

Luthfi, politisi Partai Nasdem kelahiran 1971, telah mengabdi di legislatif dan eksekutif selama lebih dari dua dekade. Sebagai seorang putra daerah Lombok Timur, ia memahami kebutuhan daerahnya.

Karier politiknya dimulai sebagai Ketua DPRD Lombok Timur pada 2004-2008, kemudian terpilih sebagai Wakil Bupati Lombok Timur mendampingi HM Sukiman Azmi pada periode 2008-2013. Sejak Pemilu 2014, Luthfi telah dua kali terpilih sebagai Anggota DPR RI.

Prestasi Luthfi selama memimpin eksekutif dan legislatif di Lombok Timur, wilayah dengan penduduk terbesar di NTB, sangat signifikan. Infrastruktur di Lombok Timur berkembang pesat, dengan proyek-proyek jalan raya, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang berhasil diselesaikan, membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Salah satu pencapaian terbesar adalah pembangunan Bendungan Pandan Dure, yang berhasil mengatasi masalah kekeringan di bagian selatan Lombok Timur. Bendungan ini kini menyuplai air berkelanjutan untuk irigasi 5.168 hektare lahan pertanian, meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, dan memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat.

Luthfi juga berperan dalam pemekaran desa di Lombok Timur, yang menjadikan daerah ini sebagai kabupaten dengan jumlah desa terbanyak di NTB, serta penerima Dana Desa terbesar di Bumi Gora dengan total Rp 281,23 miliar untuk 239 desa pada 2024.

Sukses lainnya adalah pengalihan pelanggan Koperasi Listrik Pedesaan (KLP) Aikmel menjadi pelanggan PLN pada 2013, yang memungkinkan 7.759 pelanggan menikmati listrik layaknya daerah lain di Indonesia.

BACA JUGA : Rakor Evaluasi Kelembagaan Provinsi NTB

“Saya hanya menunaikan amanah dari masyarakat. Semua ini bukan tentang saya, tapi tentang kita semua dan masa depan Lombok Timur yang sama-sama kita cintai,” kata Luthfi, yang tetap rendah hati meskipun publik mengakui hasil kerja nyatanya.

Dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan ketimpangan sosial ekonomi, Luthfi siap mengatasi permasalahan dasar di Lombok Timur. Ia ingin memastikan akses pendidikan berkualitas, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, perempuan, dan mereka yang tinggal di daerah terpencil. Pendidikan yang baik, menurutnya, akan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam proses pembangunan daerah, serta mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Luthfi juga akan fokus pada peningkatan gizi anak-anak melalui program makan dan minum gratis bagi anak-anak yatim piatu, yang akan disalurkan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Anak (LKSA).

Dalam mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi, HM Syamsul Luthfi menegaskan pentingnya pemerataan distribusi kekayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berkomitmen untuk menjadi jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat dengan tindakan nyata, demi kemajuan dan kesejahteraan Lombok Timur.

BACA JUGA : Wartawan Diajak Samakan Perspektif dalam Membangun NTB

“Terima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat. Izinkan saya menjadi jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat dengan tindakan nyata. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat masyarakat Lombok Timur maju dan sejahtera bersama-sama,” katanya. (***)

 

 




Media Diminta Sosialisasikan Berita Positif

Pj Gubernur NTB mengajak media di NTB agar memberitakab berita yang baik yang tidak ada unsur provokasi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Media diharapkan agar media mensosialisasikan berita-berita positif kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat 

Pj Gubernur mengatakan, media merupakan alat yang tepat untuk menyebarluaskan kabar-kabar baik yang penuh edukasi
Pj Gubernur NTB (kiri)

Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur NTB saat beraudiensi dengan para wartawan Antara NTB di ruang kerja Gubernur NTB. Kamis, (25/07/24)

BACA JUGA : Rakor Evaluasi Kelembagaan Provinsi NTB 

Menurut Pj Gubernur, media merupakan alat yang tepat untuk menyebarluaskan kabar-kabar baik yang penuh edukasi kepada masyarakat. Perubahan cara berpikir dan tingkah lalu masyarakat itu juga itu semua dipengaruhi beria-berita yang menyebar. 

Karenanya, kepada seluruh media di NTB agar menberitakan kabar yang adem dan damai kepada masyarakat 

“Saya berharap dan mengajak kepada teman- teman untuk terus memberitakan informasi yang baik-baik yang tidak ada unsur provokasi,” imbuh Pj Gubernur 

BACA JUGA : Wartawan Diajak Samakan Perspektif dalam Membangun NTB 

Selain itu, mantan Gubernur Sumut tersebut juga mengatakan, sebentar lagi negara akan menghadapi Indonesia emas tentunya bonus demografi. Dengan demikian berita tentang perkembangan informasi negara, masyarakat harus tetap mengetahuinya. 

Mengikuti apa yang sedang dihadapi negara dan mengetahui negara butuh apa saat ini 

“Masyarakat NTB tidak luput informasi, kolaborasi pemerintah dengan media dalam menshare tentang perkembangan informasi itu penting dan harus masif,” ungkapnya 

Sementara itu, Kepala Biro Antara NTB, Abdul Hakim juga berharap bahwa Antara NTB akan terus menjalin kerja sama dengan pemerintah Nusa Tenggara Barat dalam memberikan berita positif kepada masyarakat NTB 

BACA JUGA : Kunker Pertama Pj Gubernur NTB ke Dompu dan Bima 

“Kami dari Antara NTB akan terus mendukung dan mensosialisasikan program-program unggulan dari pemerintah Provinsi NTB”, tutupnya. Uba/her 

 

 




Rakor Evaluasi Kelembagaan Provinsi NTB

Pj Gubernur menekankan bahwa rakor evaluasi kelembagaan ini menjadi momentum yang baik untuk mendiskusikan dan membahas kelembagaan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hassanudin, secara resmi membuka 

BACA JUGA : Wartawan Diajak Samakan Perspektif dalam Membangun NTB

Rakor evaluasi kelembagaan dilakukan tiga tahun sekali
Pj Gubernur NTB, Hassanudin

Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kelembagaan Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota di Mataram dibuka Penjabat (Pj) Gubernur NTB,  pada Kamis (25/07/24). Rakor ini mengusung tema “Evaluasi Kelembagaan Menuju Tepat Fungsi, Tepat Proses, dan Tepat Ukuran”. 

Dalam sambutan pembukaan, Pj Gubernur mengajak para peserta untuk berkomitmen bersama dalam menghadirkan kelembagaan perangkat daerah yang sesuai dengan tema rakor evaluasi kelembagaan.

Hassanudin menambahkan bahwa rakor evaluasi kelembagaan ini merupakan bagian penting dan strategis dari reformasi birokrasi. Ia menyebutkan bahwa Provinsi NTB memiliki 36 perangkat daerah dan 91 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

“Dari jumlah tersebut, belum semua kelembagaan kita dievaluasi karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2018 tentang PAN-RB, evaluasi minimal dilakukan satu kali dalam tiga tahun,” jelasnya.

BACA JUGA : Kunker Pertama Pj Gubernur ke Dompu dan Bima

Pj Gubernur Hassanudin juga menekankan bahwa rakor evaluasi kelembagaan ini menjadi momentum yang baik untuk mendiskusikan dan membahas kelembagaan yang sudah dievaluasi. 

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi permasalahan dan struktur kelembagaan yang ideal, dinamis, serta mampu beradaptasi secara responsif maupun antisipatif terhadap perubahan lingkungan strategis, baik internal maupun eksternal.

“Selamat melaksanakan Rakor, semoga ini menjadi semangat untuk melahirkan paradigma tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, adaptif, dan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berintegritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi Setda NTB, H. Nursalim, menyampaikan bahwa rakor ini merupakan amanat dari Menpan-RB Nomor 20 Tahun 2018 tentang pedoman evaluasi kelembagaan perangkat daerah.

“Dalam kurun waktu yang cukup lama, baru kali ini kita melaksanakan Rakor Evaluasi Kelembagaan. Mudah-mudahan kolaborasi dan komitmen dari kabupaten/kota se-NTB untuk melakukan evaluasi minimal satu kali dalam tiga tahun dapat terlaksana,” ungkapnya.

BACA JUGA : Elektabilitas Rohmi-Firin, Pasangan Calon Gubernur NTB, Meningkat

Nursalim menambahkan bahwa salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemetaan permasalahan dalam kelembagaan, sekaligus pemetaan proses, fungsi, dan ukuran organisasi perangkat daerah. san/her

 




Kunker Pertama Pj Gubernur NTB ke Dompu dan Bima

Deklarasi anti kekerasan terhadap anak akan dilakukan Pj Gubernur NTB selama kunker ke Dompu 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin rencananya dijadwalkan melakukan kunjungan kerja (Kunker) selama tiga hari di Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima. 

Kunker tersebut dijadwalkan mulai hari Kamis tanggal 25 hingga Sabtu 27 Juli 2024. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB Dr. Najamuddin Amy saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (24/07/24).

BACA JUGA : Wartawan Diajak Samakan Perspektif Membangun NTB

Doktor Najam sapaan akrabnya, menjelaskan Pj Gubernur NTB rencana melakukan kunjungan selama tiga hari, kunjungan diawali di Kabupaten Dompu, kemudian di Kabupaten Bima dan Kunker diakhiri di Kota Bima. 

“Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat silaturahmi dan memperkuat berbagai program pembangunan di NTB,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan beberapa agenda yang dihadiri Pj Gubernur NTB di Kabupaten Dompu diantaranya, silaturahmi dengan jajaran Pemda Kabupaten Dompu, penandatanganan MoU Pemprov NTB dengan Bupati Dompu terkait optimalisasi pemungutan pajak daerah. 

BACA JUGA : Elektabilitas Rohmi-FIRIN, Pasangan Calon Gubernur NTB, Meningkat

Kemudian meninjau pasar murah di sentral IKM Kemangi Dompu. Selanjutnya deklarasi anti kekerasan terhadap anak sekaligus membuka Rakor Kepala Sekolah se-Pulau Sumbawa di SMAN 2 Dompu.

Adapun agenda yang dihadiri di Kabupaten Bima diantaranya, silaturahmi dengan jajaran Pemda Kabupaten Bima, penandatanganan MoU Pemprov NTB dengan Bupati Bima, terkait optimalisasi pemungutan pajak daerah. 

Sedangkan agenda yang dihadiri di Kota Bima silaturahmi dengan jajaran Pemkot Bima, penandatanganan MoU Pemprov NTB dengan Pj Walikota Bima, terkait optimalisasi pemungutan pajak daerah. 

BACA JUGA : HIPMI NTB Gelar Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi Unram

Agenda kunker lainnya, yakni penyerahan bantuan simbolis sembako dan kunjungan ke UPTD Balai Pengelola Sumber Daya Kelautan Perikanan wilayah Bima-Dompu. Pj Gubernur akan bertemu dengan Kelompok Tambak Garam sekaligus memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi Kelompok Tambak Garam Bima. mnp/her

 

 




Wartawan Diajak Samakan Perspektif dalam Membangun NTB

Pj Gubernur NTB ajak wartawan untuk bekerja sama dalam menyamakan frekuensi dan antena guna mengedukasi masyarakat NTB sebagai tugas bersam

 Mataram, LombokJournal.com ~ Para wartawan melalui Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) diajak menyamakan gagasan dan perspektif dalam membangun provinsi NTB. 

Membangun NTB merupakan kolaborasi wartawan dan Pemda
Pj Gubernur NTB

Ajakan pada wartawan ini disampaikan Pj Gubernur NTB, DR Hassanudin saat pertemuan dengan PWI di Ruang Kerja Gubernur NTB pada Selasa (23/07/24).

BACA JUGA : HIPMI NTB Gelar Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi Unram

Dr. Hassanudin menekankan bahwa kemajuan NTB saat ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan wartawan sebagai awak media yang ada di NTB, baik melalui kontribusi pemikiran maupun tulisan. Media juga berperan penting dalam mengedukasi masyarakat NTB. 

“Silaturahmi ini tidak hanya untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan, tetapi juga untuk menyamakan frekuensi dalam rencana ke depan,” ujarnya.

Ia mengajak media untuk bekerja sama dalam menyamakan frekuensi dan antena guna mengedukasi masyarakat NTB sebagai tugas bersama. 

“Saya mengajak teman-teman wartawan untuk menyamakan frekuensi dan antena, lalu mengedukasi masyarakat NTB, ini menjadi tugas bersama,” tegasnya.

BACA JUGA : Keterbukaan Informasi Publik Ciptakan Pmerintahan Transparan

Lebih lanjut, Dr. Hassanudin berharap agar rekan-rekan wartawan di media selalu memberikan informasi yang bijak, terutama menjelang pemilihan Gubernur NTB yang akan datang. Informasi yang disampaikan harus mampu menciptakan kesadaran bahwa politik adalah kompetisi yang tidak boleh memutus silaturahmi antar masyarakat NTB. 

“Perbedaan adalah anugerah, perbedaan itu asyik, mari kita bersama-sama membangun NTB dari semua perbedaan yang ada,” katanya di hadapan para tokoh PWI NTB.

Selain itu, mantan Penjabat Gubernur Sumatera Utara ini juga memperkenalkan tagline “NTB HEBAT” sebagai motivasi dalam menggerakkan roda pemerintahan bersama berbagai pihak dan masyarakat. 

Tagline ini merupakan singkatan dari NTB Harmonis, NTB Efektif dan Efisien, NTB Bersama, NTB Akuntabel, dan NTB Transparan.

Dr. Hassanudin juga mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba dan judi online yang menurutnya merusak generasi muda.

Ketua PWI NTB, Nasrin, menyatakan kesiapannya mendukung langkah dan ajakan Penjabat Gubernur demi mewujudkan NTB yang lebih aman dan damai. 

BACA JUGA : Sertifikat Halal 100 UMKM, Diharapkan jadi SEntral Produk Halal

“Insha Allah, kami siap mendukung dan membersamai apa yang menjadi harapan Gubernur NTB,” tkata Nari. ***

 

 




HIPMI NTB Gelar Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi Unram

HIPMI NTB gelar kuliah umum ini unuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan inspirasi agar siap menghadapi tantangan global 

MATARAM, LombokJournal.com Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB sukses menggelar kuliah umum bertema “Menghadapi Tantangan Global dengan Sinergi dan Inovasi” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram pada Senin (22/07/24).

BACA JUGA : Keterbukaan Informasi Publik Ciptakan Pemerintahan Transparan 

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum HIPMI NTB, I Putu Dedy Saputra, beserta jajaran HIPMI NTB. Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram turut hadir, diwakili oleh Dekan FEB UNRAM, Dr. Ihsan Ro’is, ST., M.Si. Ratusan mahasiswa, dosen, dan pelaku usaha muda di wilayah NTB juga mengikuti kegiatan ini.

Ketum HIPMI NTB, Dedy Saputra, menekankan pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini

Dalam sambutannya, Ketum HIPMI NTB, Dedy Saputra, menekankan pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini karena menjadi pengusaha adalah pilihan yang realistis.

“Indonesia menargetkan rasio 1 juta pengusaha baru pada tahun 2024, dan menuju Indonesia Emas 2045, target rasio kewirausahaan menjadi 12 persen, syarat utama sebagai negara maju, sementara saat ini rasio kewirausahaan Indonesia hanya 3,47 persen,” ujar Dedy.

Sementara itu, Dekan FEB UNRAM, Ihsan Ro’is, menyampaikan bahwa kunci sukses di era globalisasi saat ini adalah sinergi dan kolaborasi. Ia juga menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan yang perlu diasah sejak muda. 

BACA JUGA : Sertifikat Halal 1000 UKM, DiHarapkan NTB Jadi Sentral Produk Halal

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci pengusaha sukses di era global saat ini. Mindset kewirausahaan perlu ditanamkan sejak awal,” kata Ihsan.

Ia juga mengimbau pengusaha muda untuk terus mengasah kredibilitas, integritas, dan mentalitas sebagai modal awal dalam membangun jaringan sinergi dengan cara-cara inovatif atau mengikuti tren perkembangan zaman. 

“Pengusaha muda harus mempersiapkan diri dari sisi mentalitas, kredibilitas, dan integritas sebagai modal awal,” tambah Ihsan.

Ihsan Ro’is juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif HIPMI NTB dalam menyelenggarakan kuliah umum ini. 

“Kami sangat mendukung kegiatan yang dapat membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya sinergi dan inovasi dalam dunia bisnis. Harapannya, acara ini dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadi pengusaha muda yang tangguh dan kreatif,” ujarnya.

Kuliah umum ini juga menghadirkan narasumber Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Dr. L. Edy Herman M., MM., serta calon Ketua Umum HIPMI NTB 2024-2027, Azizah Awaliah Hadi dan Ismed Fathurrahman Maulana. 

Dalam presentasinya, mereka menekankan pentingnya sinergi antara berbagai sektor dan inovasi sebagai kunci menghadapi tantangan global.

 “Di era globalisasi ini, kolaborasi antar sektor dan inovasi tiada henti adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang,” kata Ismed. 

“Inovasi adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan ekonomi global saat ini,” tambah Azizah.

Sesi tanya jawab menjadi bagian yang sangat dinanti oleh para peserta. Mahasiswa Universitas Mataram tampak antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan narasumber. Pertanyaan mencakup berbagai aspek, mulai dari strategi inovasi hingga kolaborasi antar sektor.

Ketua HIPMI NTB, I Putu Dedy Saputra, mengungkapkan bahwa tujuan dari kuliah umum ini adalah membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan inspirasi agar siap menghadapi tantangan global. 

BACA JUGA : Perkembangan Ekspor dan Impor NTB Tahun 2024

“Kami ingin membangun generasi pengusaha muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu bersinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan inovasi yang berdampak besar,” katanya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan kuliah umum ini, diharapkan akan lahir lebih banyak pengusaha muda dari Universitas Mataram yang mampu bersaing di kancah global melalui sinergi dan inovasi.

Selain kuliah umum, juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara HIPMI NTB dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram tentang Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

 Hal ini sebagai bentuk konkret kolaborasi HIPMI NTB dan FEB UNRAM dalam meningkatkan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi untuk menciptakan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Sebagai informasi, HIPMI merupakan organisasi yang bertujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan kewirausahaan di Indonesia. 

Melalui berbagai program dan kegiatan, HIPMI mendukung pengusaha muda untuk tumbuh dan berdaya saing di pasar global, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan usaha dan inovasi. (***)

 




Elektabilitas Rohmi-Firin, Pasangan Calon Gubernur NTB, Meningkat 

Berdasarkan survei, elektabilitas Rohmi-Firin semakin melesat naik, di Lombok Timur yang mencapai lebih dari 60 persen

MATARAM.LombokJournal.com ~ Elektabilitas Rohmi-Firin, bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah dan Musafirin, yang dikenal dengan sebutan Rohmi-Firin, dilaporkan mengalami peningkatan signifikan

BACA JUGA : ROadshow Episode Digelar Mi6 di Pulau Sumbawa 

Berdasarkan bocoran survei dari salah satu lembaga kredibel, pasangan ini mencatat kenaikan elektabilitas sebesar satu digit di wilayah Lombok Barat (Lobar), Mataram, dan Lombok Utara (KLU). Serta mencapai lebih dari 60 persem di Lombok Timur. 

Demikian juga di Pulau Sumbawa, tren kenaikan elektabilitas positif juga terlihat.

Juru bicara pasangan Rohmi-Firin, Samsul Qomar, mengungkapkan rasa syukurnya, dan optimisme terhadap perkembangan ini.

“Alhamdulillah, berdasarkan survei, Rohmi-Firin semakin melesat naik di berbagai wilayah, khususnya di Lombok Timur yang mencapai lebih dari 60 persen. Detail hasil survei nanti akan dirilis secara resmi,” ujar Qomar, Senin (22/07/24).

Kesulitan Mendapatkan Partai Pengusung

Menanggapi isu yang menyebut Rohmi-Firin kesulitan mendapatkan partai pengusung, Qomar menjawab dengan penuh keyakinan.

“Isu tersebut hanya menunjukkan kepanikan pihak lain atas kemajuan signifikan pasangan kami. Tim kami sangat memahami dinamika politik dan dukungan partai, dan saat ini hampir 30 persen dari ambang batas partai pengusung sudah kami pegang,” tegasnya.

BACA JUGA : Keterbukaan Informasi Publik Ciptakan Pemerintahan Transparan

Qomar juga menegaskan bahwa segala sesuatunya dapat berubah hingga hari H pendaftaran pada tanggal 27 Agustus nanti. Ia juga mengungkapkan partai-partai yang telah memberikan dukungan kepada Rohmi-Firin.

“Kami sudah mendapatkan dukungan dari Partai Bulan Bintang, PKB, PDIP, Perindo, dan PPP. Selain itu, kami masih menjalin komunikasi intensif dengan partai lain seperti Golkar, Nasdem, bahkan Gerindra, dan Demokrat,” imbuh Qomar.

“Jika ada yang menyatakan PPP mendukung calon lain, ya silakan saja. Jika ada yang mengklaim Gerindra dan Golkar telah dikunci oleh pasangan lain, ya tidak apa-apa. Pasangan kami sudah sering ikut pilkada, punya pengalaman, jadi terbiasa dengan isu-isu seperti itu,” tambahnya.

Selain itu, Qomar menyebut bahwa tim mereka juga terus berkomunikasi dengan Gerindra dan Demokrat.

“Kami meyakini partai-partai akan mengusung calon berdasarkan data survei mereka, basis data, basis massa, serta basis logistik, bukan berdasarkan klaim,” ujarnya.

Qomar menutup pernyataannya dengan menunjukkan kesiapan pasangan Rohmi-Firin untuk bertarung di Pilgub NTB 2024.

“Insya Allah, kami akan mengumumkan secara resmi dukungan partai pengusung kami nanti. Kami meyakini partai-partai tersebut ingin menang dan mengusung yang berpotensi menang, bukan sekadar klaim. Intinya, Rohmi-Firin sangat siap bertarung,” pungkasnya.

BACA JUGA : Rokok Ilegal di Nusa Tenggara Barat, Masih Tinggi Peredarannya

Dengan semakin tingginya elektabilitas Rohmi-Firin dan dukungan partai pengusung yang kuat, mereka menunjukkan kesiapan penuh untuk bersaing dalam Pilgub NTB 2024. Masyarakat NTB kini menantikan pengumuman resmi serta perkembangan kampanye lebih lanjut dari pasangan ini. (***)

 

 




Roadshow Episode III Digelar Mi6 di Pulau Sumbawa

Dalam acara oadshow episode III yang berlangsung di Alas Sumbawa Besar diserahkan santunan kepada 15 anak yatim dan janda kurang mampu

SUMBAWA, LombokJournal.com ~ Roadshow Episode III yang digelar oleh Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 di Pulau Sumbawa berlangsung dengan sukses. Acara yang diadakan di Kecamatan Alas, yang dikenal sebagai barometer politik Kabupaten Sumbawa, telah menjadi “Rumah Aspirasi” bagi masyarakat Sumbawa untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah dan HW Musyafirin.

BACA JUGA : Roadshow Ketiga Mi6 Mulai Digelar di Sumbawa Barat

Kegiatan Roadshow Episode III sukses di Kabupaten Sumbawa Barat
acara Roadshow Episode III di KSB

Acara ini berlangsung pada Sabtu (20/06/24) malam, di rumah Advokad Neki Hendrata, SH, yang berlokasi di Lenang Datu, Desa Dalam, Kecamatan Alas – Sumbawa Besar. 

Roadshow Episode III tersebut dihadiri oleh para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan kalangan pondok pesantren. Sebanyak 80 warga hadir untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

Dipandu oleh Agus Adrianto, salah satu tokoh muda yang merupakan penggagas dan deklarator pemekaran Kabupaten Sumbawa Barat, acara dimulai dengan pemberian santunan kepada 15 anak yatim dan janda kurang mampu. 

Santunan tersebut diserahkan oleh M Yakub, yang dikenal sebagai Pariwa (Sesepuh) Adat Sumbawa, dengan didampingi oleh Direktur MI6, Bambang Mei Finarwanto.

Wajah-wajah anak yatim dan janda penerima bantuan tampak berseri-seri penuh kebahagiaan. Mereka mengucapkan syukur dan terima kasih atas santunan yang diberikan.

 Setelah penyerahan santunan, acara dilanjutkan dengan sesi dialog yang merupakan inti dari Roadshow Mi6 untuk menyerap aspirasi masyarakat menjelang Pemilihan Gubernur NTB tahun 2024.

BACA JUGA : Keterbukaan Informasi Publik Menciptakan Pemerintahan yang Transparan

Mengawali sesi dialog, Daeng Ako, panggilan akrab M Yakub, menceritakan kedekatannya dengan Hj Sitti Rohmi Djalilah dan Musyafirin. Daeng Ako yang lama mengabdi di Kabupaten Sumbawa Barat mengakui kepemimpinan Musyafirin yang telah membawa perubahan signifikan di KSB. 

Musyafirin dikenal pro terhadap isu-isu rakyat kecil, salah satunya adalah program jambanisasi untuk meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan masyarakat.

Selain itu, di bidang infrastruktur, pembangunan di KSB sangat terlihat jelas dan mendapatkan apresiasi nasional. Selama dua periode kepemimpinannya, Musyafirin telah menunjukkan berbagai inovasi dan gebrakan yang membuatnya mendapat banyak penghargaan.

“Saya berani mempertanggungjawabkan bahwa Musyafirin benar-benar menunjukkan komitmennya untuk rakyat,” ujar adik Sultan Sumbawa tersebut.

Bambang Mei Finarwanto, Direktur Mi6, menjelaskan alasan Mi6 melakukan pemetaan isu strategis dari masyarakat di Alas. Menurut Bambang, pemetaan isu ini penting untuk mendukung kepemimpinan Rohmi-Firin dalam menyusun kebijakan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

Pasangan Rohmi-Firin dianggap memiliki rekam jejak kepemimpinan yang teruji dan menunjukkan keseimbangan representasi kewilayahan dan gender.

“Dengan menyerap aspirasi masyarakat, calon kepala daerah dapat memahami kebutuhan dan masalah yang ada sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif dan tepat sasaran,” ucap Bambang.

Berbagai aspirasi muncul dalam Roadshow episode III ini. Mashur, salah seorang tokoh masyarakat Alas, sangat bersemangat dengan digelarnya Roadshow ini. Dia menyatakan bahwa Alas adalah pusat politik Sumbawa dan penting untuk segera membentuk tim berjenjang bagi pasangan Rohmi-Firin hingga tingkat dusun, mengingat waktu konsolidasi hanya tinggal 4 bulan.

Mashur yakin dengan potensi kemenangan Rohmi-Firin karena pasangan ini lebih dikenal masyarakat dibandingkan calon lainnya, terutama karena popularitas Musyafirin yang berhasil memimpin Kabupaten Sumbawa Barat.

Mahrim, perwakilan masyarakat lainnya, menyatakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan sebelumnya yang tidak membawa dampak positif di Alas. Karenanya, dia mendukung kepemimpinan baru Rohmi-Firin. 

Isu infrastruktur juga menjadi sorotan dalam pertemuan ini. Warga berharap adanya peningkatan pembangunan jalan, irigasi, penyediaan air bersih, dan penerangan jalan.

Dayat mengaku iri dengan pembangunan infrastruktur di Sumbawa Barat selama dua periode kepemimpinan Musyafirin. Sementara itu, Alwi, warga lainnya, mengeluhkan kualitas jalan di pedesaan yang belum memadai serta kurangnya penerangan jalan.

Ibu Aweng, seorang janda kepala keluarga, menyambut gembira calon pemimpin perempuan seperti Rohmi. Dia berharap pemimpin perempuan akan lebih peka terhadap masalah yang dihadapi perempuan seperti dirinya. 

Ibu Aweng mengharapkan adanya program pemberdayaan perempuan, terutama bagi perempuan kepala keluarga.

Herman Muis, seorang pelatih tinju dan wasit, mengungkapkan bahwa Sumbawa memiliki potensi petinju yang luar biasa namun kurangnya pembinaan dan sarana latihan menghambat bakat-bakat muda tersebut. Herman berharap perhatian lebih pada pengembangan olahraga tinju di NTB.

BACA JUGA : Rokok Ilegal di Nusa Tenggara Barat, Masih Tinggi Peredarannya

Dialog warga di Kecamatan Alas ini berlangsung lebih dari dua jam. Bambang Mei Finarwanto sebagai inisiator dialog ini menyatakan bahwa aspirasi yang muncul akan menjadi sumber informasi berharga bagi pasangan Rohmi-Firin terkait isu-isu dan prioritas warga di Kabupaten Sumbawa. 

Bambang juga menyampaikan bahwa Mi6 akan mempublikasikan hasil pemetaan isu strategis ini agar diketahui publik di Bumi Gora secara luas.

“Pemetaan isu strategis ini adalah langkah penting untuk memastikan aspirasi dan harapan masyarakat Sumbawa tercermin dalam rencana dan kebijakan pemerintahan Rohmi-Firin. Ini bukan hanya tentang mengidentifikasi masalah, tetapi juga menemukan peluang untuk perbaikan dan pengembangan di tengah masyarakat,” tutup Bambang. (***)