Pasien Covid-19 di NTB, Jum’at, Bertambah 22 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com Dari pemeriksaan Laboratorium pada 329 sampel, telah dikonfirmasi terjadi penambahan pasien positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 22 orang.

Pasien Covid-19Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Gita Aryadi, melalui press releasenya, Jum’at (1/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Lab. PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: NTB Minta Telkom Percepat Penuntasan Area Blank Spot

Hasil pemeriksaan dari 329 sampel dengan 303 sampel negatif, 4 positif ulangan, dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19.

Pada hari Jum’at, pasien yang sembuh juga lebih banyak dari pertambahan pasien yang positif Covid-19.

“Hari Jum’at terdapat 33  penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dijelaskan, pada hari ini Jum’at terdapat penambahan 2 kematian pasien Covid-19, masing-masing, yakni:

  • Pasien nomor 13138, an. MN, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan
    Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.
  • Pasien nomor 13264, an. K, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Dengan tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 33  tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (11/06) sebanyak 13.865 orang.

Pasien Covid-19

Rinciannya, 12.739 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta Dengan tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 33  tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (11/06) sebanyak 13.865 orang.

Rincinya, 12.739 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 509 orang masih positif

Dijelaskan,  petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal itu dilakukan mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

BACA JUGA: NTB Care Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi Publik

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.379 orang dengan perincian 210 orang (1%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.140 orang (98,8%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.341 orang, terdiri dari 2.873 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 86.468 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




NTB Care Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi Publik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia, melalui Ketua Bidang Kelembagaan, Cecep Suryadi, mengapresiasi aplikasi NTB Care yang telah digagas oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Informasi tata cara menggunakan NTB Care (image: https://www.ntbprov.go.id/post/tat-cara-pengaduan-di-aplikasi-ntb-care)

Saat memberi masukan terkait penguatan kapasitas KPI NTB kepada Wakil Gubernur di pendoponya, Jumat (11/06/21), Cecep mengatakan bahwa hadirnya kanal aduan NTB Care telah memudahkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan dan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Demikian juga dari sisi pemerintah, berbagai aduan terkait persoalan-persoalan yang terjadi dan menghambat pertumbuhan pembangunan akan bisa dengan cepat dikelola dan direspon untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dihadirkan Pemerintah Provinsi NTB. Salah satunya NTB Care yang mampu memberikan kesempatan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan secara cepat dan tepat,” kata Cecep

Sementara itu, Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengungkapkan bahwa kehadiran NTB Care merupakan bentuk keterbukaan akses informasi kepada masyarakat.

“Kita ingin agar masyarakat dan pemerintah tidak tersekat. Artinya ketika masyarakat menyampaikan segala sesuatu, baik itu informasi, masukan, keluh kesah, dapat dilakukan dengan mudah. Begitu juga dengan pemerintah terus berupaya untuk dapat hadir di tengah masyarakat dengan cepat dan mudah, sehingga diusung aplikasi NTB Care,” kata Sitti Rohmi.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh sinergitas dengan berbagai stakeholders termasuk masyarakat. Dilain sisi, masyarakat juga harus memahami berbagai program kerja yang dilakukan pemerintah, agar dapat ikut serta dalam membantu pemerintah.

Oleh karena itu, penting bagi setiap badan publik untuk bisa menghadirkan akses informasi yang seluas luasnya bagi masyarakat melalui berbagai macam kanal informasi, termasuk salah satunya melalui media sosial.

“Membuat masyarakat untuk paham terhadap apa yang sedang kita lakukan, dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi secara cepat dan tepat dengan berbagai cara inovatif melalui berbagai sosial media yang tersedia,” tegasnya.

BACA JUGABupati KLU Buka Lokakarya Perspektif Gender Lembaga MKD

diskominfotikntb




Bupati KLU Serahkan Bantuan Rehab Masjid Darul Istiqomah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Usai Pelaksanaan Sholat Jum’at di masjid Darul Istiqomah Lekok, Gondang, Jum,at (11/06/21) Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH, menyerahkan bantuan pribadi untuk rehab Masjid Darul Istiqomah Lekok sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Bupati KLU

Bupati KLU

Selain bupati, pihak Bazarnas KLU juga menyumbang Rp 5.000.0000, (Lima Juta Rupiah), hingga total keseluruhan bantuan berjumlah Rp 15.000.000 (Lima Belas Juta Rupiah), yang diterima langsung oleh Panitia Pembangunan Masjid setempat.

Pada kesempatan itu, H Djohan mengharapkan kebersamaan dan kerja keras semua elemen masyarakat dalam mensukseskan berbagai program pemerintah, berkaitan dengan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara yang masih tertinggal.

Dikatakan, Kabupaten Lombok Utara masih punya pekerjaan rumah (PR), akibat bencana Gempa Bumi 7,0 SR pada tahun 2018.

Hingga kini, puluhan ribu rumah RTG masih belum terselesaikan akibat anggarannya masih di Blokir, tutur Djohan di hadapan Jama’ah.

BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 di NTB Capai 100 Persen

Kemudian disusul bencana Covid-19 yang hingga kini masih melanda.

Karena itu H Djohan minta kepada Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto, R.ST.M.Eng berangkat ke Jakarta berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.

Pekerjaan rumah lainnya adalah jalan lingkar utara yang menelan anggaran sekitar Rp 700 miliar rupiah juga belum bisa dilaksanakan tahun ini.

Seharusnya jalan lingkat utara sudah mulai terbangun sejak dianggarkan oleh Pemerintah Pusat 2017 yang lalu, namun hingga kini belum bisa dilaksanakan.

Sisi lain juga Kantor Bupati, Kantor DPRD dan beberapa OPD juga belum bisa dibangun dan rusak akibat Gempa Bumi 2018 yang lalu.

Dan lagi, sumber Pendapatan Daerah jauh menurun hingga mencapai kurang 50%. Semua PR itu saat ini menjadi konsentrasi Pemerintah Daerah.

“Siapa pun sebagai Kepala Daerah pasti terkendala dengan anggaran” ungkapnya.

Namun Bupati menambahkan, sebagai orang terdepan tetap berihtiar dan berjuang bersama Wakil Bupati dan segenap jajarannya. Dan terus berupaya melaksanakan progeram sebagaimana termaktub dalam Visi Msi Pemerintah Daerah, tegasnya.

“Satu hal yang ingin saya tegaskan yaitu bersatu dan bersama sama membangun daerah Kabupaten Lombok Utara,” kata bupati.

@ng




Bupati KLU Buka Lokakarya Perspektif Gender Lembaga MKD

TANJUNG.lombokjournal. com – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu Membuka Lokakarya Penguatan Perspektif Gender dalam Kelembagaan Majelis Krama Desa (MKD) Kabupaten Lombok Utara di Tanjung (10/06/21).

Bupati KLU
H. Djohan Sjamsu

Bupati Djohan menyampaikan, dengan adanya MKD di Lombok Utara, pemerintah  memperoleh banyak bantuan inisiasi, sehingga persoalan tidak mencuat ke permukaan.

Tiap persoalan yang terjadi pada masing-masing wilayah atau desa, bisa terselesaikan melalui MKD.

Bupati mengatakan, saat ini pernikahan usia dini di Lombok Utara, masih banyak dan tertinggi di NTB.

BACA JUGA: Pemukiman di Teuk Kombal Terendam Air Laut

“Hal ini menjadi tantangan kita bersama terlebih LPA KLU, agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Terlebih saat sekarang dengan perkembangan teknologi, anak-anak kita yang masih kecil sudah mulai menggunakan handphone. HP banyak manfaatnya, tetapi di sisi lain juga ada negatifnya. Maka kita perlu perhatikan,” pungkasnya.

BACA JUGA: Addendum, Momen yang Ditunggu Setelah 25 Tahun

Hadir dalam kegatan tersebut, Ketua LPA NTB H Sahan SH, Ketua Ketua LPA KLU Bagiarti SH, Ketua MKD KLU Muhammad Sai, SPdI, dan peserta lokakarya lainnya.

rar




NTB Minta Telkom Percepat Penuntasan Area Blank Spot

LOTENG.lombokjournal.com ~ Dalam rangka mendukung program transformasi digital yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui surat Gubernur NTB, No. 492/461/I/KOMINFOTIK, mengusulkan kerja sama percepatan penuntasan beberapa area blank spot dan lemah sinyal kepada PT. Telkom Indonesia.

Seperti diketahui, tercatat hingga bulan Mei 2021 masih terdapat 42 titik lokasi blank spot dan 63 titik area yang masih lemah sinyal, yang tersebar di sepuluh kabupaten kota.

BACA JUGA: Addendum, Momen yang Ditunggu-tunggu Setelah 25 Tahun

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy, mengatakan bahwa NTB terdiri dari dua pulau besar, yaitu Lombok dan Sumbawa yang rata-rata topografinya berbukit. Kondisi daerah yang didominasi daerah-daerah pegunungan dan pelosok, ini, sangat rentan terjadinya lemah sinyal dan blank spot.

Selain itu, pemerintah NTB juga meminta dukungan smart village Nusantara untuk mempercepat transformasi digital dalam rangka percepatan pembangunan peningkatan pelayanan sistem digital bagi masyarakat di perdesaan.

Saat ini, jumlah desa di Provinsi NTB mencapai 1005 desa yang tersebar di sepuluh kabupaten kota se-NTB. Sehingga transformasi digital sangat dibutuhkan baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat desa.

BACA JUGAFiber Optik di Mandalika Tuntas September 2021

Sementara itu, dalam kunjungannya ke KEK Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (10/06/2021), Direktur Network & IT Solution PT Telkom Indonesia, Herlan Wijanarko, mengatakan bahwa pihaknya berharap infrastruktur jaringan telekomunikasi di NTB segera terwujud, terutama dalam mengatasi area blank spot dan lemah sinyal untuk mempercepat transformasi digital, sehingga program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

diskominfotikntb




Addendum, Momen yang Ditunggu-tunggu Setelah 25 Tahun

MATARAM.lombokjournal.com ~ PT Gili Trawangan Indah (GTI) menyatakan siap meneruskan investasi di lahan seluas 65 Ha, aset Pemprov NTB di Gili Trawangan, usai menyepakati dan menandatangani pokok-pokok addendum, perjanjian kontrak produksi, di Kantor Kajati NTB, Kamis (10/6/2021).

Perwakilan PT GTI, Winoto menyebut, pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan investasi hingga 2026 dan meminta dukungan serta jaminan keamanan. Pihak PT GTI sendiri tak menyebut masalah yang dialami pihaknya terkait investasi mereka selama 25 tahun ke belakang.

“Ini adalah moment yang ditunggu kami setelah 25 tahun. Kami tetap berkomitmen melanjutkan investasi di NTB, khususnya di Gili Trawangan,” ujar Winoto.

Sementara itu, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mengatakan komitmen PT GTI untuk meneruskan investasinya di Gili Trawangan selain karena kontrak kerja sama kedua belah pihak baru akan berakhir pada 2026, juga sebagai upaya mendapatkan kepastian hukum atas investasi.

Addendum, Momen yang Ditunggu-tunggu Setelah 25 Tahun
H. Zulkieflimansyah

“Salah satu cara menjaga iklim investasi adalah dengan memberikan kepastian hukum. Kita memuliakan kontrak yang sudah dibuat agar iklim investasi tetap terjaga dan PT GTI mendapatkan kesempatan diluar upaya pemutusan kontrak yang berujung ke pengadilan”, jelas Gubernur.

Oleh sebab itu, upaya addendum ditempuh agar kontrak kerjasama dapat diperbaiki dan tidak merugikan pihak manapun. Ia mengapresiasi PT GTI yang telah menandatangani pokok-pokok kesepakatan yang akan dituangkan menjadi addendum sembari mengingatkan komitmen investasi PT GTI yang telah berjalan selama ini dan rencana hingga 2026.

BACA JUGAAddendum Pengelolaan Gili Trawangan Ditandatangani

Sekretaris Daerah, H. Lalu Gita Ariadi, menyebut sembilan pokok kesepakatan tersebut terkait bentuk perjanjian kerjasama, maksud dan tujuan, jangka waktu kerja sama termasuk masa transisi bagi pengusaha yang menempati lahan PT GTI, pendapatan daerah, sanksi terkait peluang wanprestasi dan bagaimana mengakhiri kerja sama nantinya.

“Pemprov akan mengkaji ini dengan tim terkait konten kontrak produksi, masterplan investasi dan dampak dari addendum jika sudah disepakati kedua pihak nantinya”, urai Sekda.

diskominfotikntb




Vaksinasi Covid-19 NTB Capai 100 Persen

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penyerapan Vaksinasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat baik dan tidak ditemui penolakan yang dilakukan oleh masyarakat, bahkan berdasarkan sasaran sudah mencapai angka 100 persen.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, usai rapat kesiapan untuk mengantisipasi eskalasi outbreak dan potensi transmisi Covid-19 saat kunjungan skala Nasional dan International dengan Metode TFG (tactical Floor Game), di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Kamis (10/6/2021).

Vaksinasi Covid-19 NTB Capai 100 Persen
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Menurut Wagub, ketersediaan vaksin masih aman, pemerintah terus mendorong agar vaksin yang disalurkan di kabupaten/kota cepat terserap.

“Malahan kita minta kepada pemerintah pusat, agar jatah vaksin di NTB ditambah,” jelas Sitti Rohmi.

Keberhasilan ini diakui Sitti Rohmi sebab tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, jajaran TNI, Polri, serta kerja sama seluruh masyarakat.

BACA JUGAPasien Covid-19 di NTB, Kamis, Bertambah 21 Orang Positif

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB, Irjen. Pol. M. Iqbal, pada kesempatan tersebut juga menjelaskan bahwa jajaran Polda NTB terus berkoordinasi dengan pemerintah guna mendorong percepatan vaksinasi bagi umum maupun lansia.

“Alhamdulillah langkah kita bahkan over prestasi hingga 100 persen lebih sasaran target tercapai,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, vaksin untuk lansia diakui Kapolda memiliki karakter yang agak unik, tidak boleh dipaksa dalam menghadapinya.

Malahan di lapangan ada lansia yang digendong, diberikan hadiah agar mau divaksin. Dengan kepiawaiannya, Polri dan TNI bersinergi melakukan pendekatan secara humanis dan stimulisasi.

Bahkan akibat terkendalinya vaksinasi, Kemenkes RI mendroping vaksinasi tanpa ragu ke NTB. Polri dan TNI selalu menjadi tulang punggung Pemprov dalam memasifkan vaksinasi.

“Kapolri sudah memerintahkan agar seluruh Polda maksimal dalam melaksanakan suporting sistem untuk menekan transmisi Covid-19,” tegas Iqbal.

diskominfotikntb




Pasien Covid-19 di NTB, Kamis, Bertambah 21 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan di labaratorium pada 311 sampel, telah terkonfirmasi penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 21 oang.

Update Covid-19 di Nusa Tenggara Barat itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganaupdate pasien covid ntbn Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Gita Ariadi, melalui press release yang diterima media, Kamis (10/06/21).

Hasil pemeriksaan itu diperoleh dari Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: POLDA NTB Antisipasi Transmisi Covid-19 dengan Metode TFG

Dari sebanyak 311 sampel dengan 285  sampel negatif, 5 positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19

Lalu Gita menjelaskan, meski terdapat penambahan sebanyak 21 orang namun pasien yang sembuh hari ini jauh leih besar.

update pasien covid ntb

“Hari ini terdapat 35 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” jelas Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dan hari ini juga terdapat 2 penambahan kasus kematian pasien Covid-19, yaitu:

  • Pasien nomor 12904, an. WSWM, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.
  • Pasien nomor 12930, an. D, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid

Dengan adanya tambahan 21  kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 35 tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (10/06) sebanyak 13.843 orang.

Rinciannya, 12.706  orang sudah sembuh, 615 meninggal dunia, serta 522  orang
masih positif.

Menurut Lalu Gita, mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.362 orang dengan perincian 198 orang (1%) masih dalam isolasi, 26 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.138 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.157 orang, terdiri dari 2.762 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 86.395 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Addendum Pengelolaan Gili Trawangan Ditandatangani 

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Arahan Bupati, HUT KLU Sederhana dan Menyentuh Masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH memberikan arahan kepada seluruh panitia HUT KLU ke-13 dan HUT RI ke-76 bertempat di Aula Kantor Bupati (10/06/21).

Hadir pula Ketua Umum Panitia Evi Winarni MSi, Sekretaris Panitia Tresnahadi SPt dan seluruh panitia dari OPD serta stakeholder terkait.

Bupati Djohan menyatakan, usia KLU yang genap berusia 13 tahun, banyak hal yang belum diselesaikan pascagempa dan saat ini Covid-19.

Mengakibatkan keuangan daerah serta kondisi sosial masyarakat di Lombok Utara menurun

Karenanya, semua kegiatan HUT disesuaikan dengan kesederhanaan, khidmat dan kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat Lombok Utara.

Selain itu pula, disamping kegiatan HUT KLU pada 21 Juli, satu hari sebelumnya dilaksanakan Hari Raya Idul Adha. Tentu ada pembagian daging hewan qurban.

“Upacara dilaksanakan secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan. Semoga apa yang dilakukan panitia HUT tahun ini, bisa menggambarkan Lombok Utara. Setelah 13 tahun, apa yang sudah dan belum kita lakukan. Ulang tahun KLU ke 13 ini perlu mengangkat semangat kita kembali membangun daerah,” pungkasnya.

rar




Fiber Optik di Mandalika Tuntas September 2021

LOTENG.lombokjournal.com ~ PT Telekomunikasi (Telkom) Indonesia memastikan infrastruktur telekomunikasi di KEK Mandalika akan diperkuat dengan fiber optik atau Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).

Pemasangan fiber optik yang ditargetkan rampung September tahun ini, untuk menunjang kelancaran akses internet menjelang World Superbike pada November 2021 mendatang dan event MotoGP pada Maret 2022.

Fiber Optik di MandalikaDirektur Network & IT Solution PT Telkom Indonesia, Herlan Wijanarko, menjelaskan, bahwa Telkom juga akan membangun akses fiber optik transport ke arah Mandalika dengan dua kaki yang diambil dari dua Sentral Telepon Otomat (STO).

Yaitu, dari arah Selong Lombok Timur dan Gerung, sehingga kemungkinan black out nya sangat kecil. Langkah ini untuk menjamin kebutuhan jaringan internet di kawasan Mandalika.

“Sekarang kita sudah mulai membangun SKKL dari Mandalika ke Bali. Jadi nanti ke arah Bali ada dua kaki kabel fiber optik. Kemudian kita perbaiki konektiviti Lombok ke arah luar sehingga peluang Lombok untuk black out sangat kecil,” ungkapnya saat mengunjungi sirkuit MotoGP Mandalika, di Lombok Tengah, Kamis (10/06).

Dengan begitu maka akses jaringan internet fiber optik, di dalam kawasan maupun diluar, sangat cepat. Aksesnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar, baik untuk perumahan dan lain-lain.

“Sehingga Telkom memastikan kebutuhan internet dapat terwujud untuk mensukseskan program pembangunan di kawasan Mandalika,” jelas Herlan.

BACA JUGA:

Dalam kunjungan tersebut, PT Telkom Indonesia juga mengunjungi Credit Limit Supervision (CLS) atau kantor layanan monitoring terhadap batasan penggunaan pemakaian pascabayar/Kartu Halo baik di dalam negeri dan di luar negeri.

Termasuk melihat kabel landing station fiber optik dari laut ke darat di sekitar dermaga nelayan di pantai Kuta Mandalika.

diskominfotikntb