Pacuan Kuda Bima “Pacoa Jara”, Magnet Pariwisata Dunia

BIMA.lombokjournal.com ~ Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekaraf), Sandiaga Salahudin Uno, didampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menyaksikan tradisi pacuan kuda masyarakat Bima atau dalam bahasa setempat disebut “Pacoa Jara”.

Lomba kecepatan dan ketangkasan kuda yang digelar di arena pacuan kuda desa Panda, Kecamatan Palibelo, ini, merupakan salah satu tradisi masyarakat Bima yang menjadi daya tarik wisatawan.

Pacuan Kuda Bima Pacoa Jara, Magnet Pariwisata Dunia
Sandiaga Uno ditemani Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah

“Tradisi ini merupakan event daerah yang dapat menjadi magnet pariwisata di Indonesia bahkan dunia,” kata Sandi, Minggu (13/6/2021) saat kunjungan kerjanya untuk me-launching lomba desa wisata Nasional di Desa Maria, Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahkan menurut Sandi, pacuan kuda ini dapat dikembangkan menjadi satu kegiatan pariwisata berskala nasional.

Ia berharap lomba pacuan kuda, yang melibatkan ribuan penonton, dapat menggerakkan dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.

BACA JUGABima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia

Sementara itu, Gubernur Zulkieflimansyah menyatakan, dukungan kebangkitan pariwisata untuk NTB oleh Menparekraf sangat luar biasa.

“Sudah beberapa kali pak Menteri berkunjung ke NTB, untuk support pariwisata kita,” ujarnya.

Kunjungan Menparekraf kali ini mengajak youtuber Atta Halilintar beserta isterinya, Aurel Hermansyah, dan juga Youtuber lokal, Rigen, untuk mendongkrak pariwisata NTB.

diskominfotikntb




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Minggu, Bertambah 42 Orang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 281 sampel, telah dikonfirmasi pasien Covid-18 bertambah 42 orang positif.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi , M.Si. melalui press release pada media, hari Minggu (13/06/21).

Pemeriksan sampe tersebut dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium TCM RSMA Sumbawa dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak 281 sampel dengan 233 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan tekonfirmasi 42 pasien positif Covid-19.

BACA JUGA: Bima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia

Penambahan pasien positif Covid-19 pada hari Minggu cukup besar, mengingat pasien sembuh hari ini hanya 16 orang.

“Hari ini terdapat 16 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalu press releasenya.

Namun hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 16 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (13/06) sebanyak 13.932 orang.

Rinciannya, 12.797 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 518 orang masih positif.

Lalu Gita menjelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Itu dilakukan untuk mencegah deteksi dini penularan Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.430 orang dengan perincian 174 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.227 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.564 orang, terdiri dari 2.755 orang (3,1%) masih dalam
karantina dan 86.809 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Perajin Perak di Kamasan, Mataram, Butuh Perhatian Pemda

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.042 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.414 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Bima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia

BIMA.lombokjournal.com ~ Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia, saat kunjungannya ke Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (13/6/2021).

Di Desa Wisata Maria, ini, Sandiaga Uno mengunjungi situs bersejarah yang hingga kini masih lestari, yakni Uma Lengge.

Uma Lengge merupakan bangunan tradisional suku asli setempat yang disebut suku Mbojo, yang bangunannya berbentuk kerucut di bagian atap. Pada zaman dulu, Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo dan sekaligus juga berfungsi sebagai lumbung padi.

Bima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia
Sandiaga Uno

“Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka. Bernilai sejarah tinggi karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata. Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia,” tegas Sandiaga.

Pendampingan yang dimaksud Sandiaga adalah meliputi seluruh aspek yang diperlukan oleh desa wisata dengan penyusunan rencana pembangunannya serta dilanjutkan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

BACA JUGA: Humas KLU Merajut Hubungan Baik dengan Pewarta

Kegiatannya berupa peningkatan pengetahuan serta keterampilan warga desa wisata, pendampingan institusi desa wisata, dan pembangunan fisik atau infrastruktur dengan melibatkan kementerian dan lembaga-lembaga terkait.

“Kita ingin desa wisata hadir membuka peluang ekonomi dan membuka lapangan kerja serta lapangan usaha seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi rakyat yang sangat membutuhkan pertolongan. Dalam program pembangunan nasional banyak hal yang belum tersentuh dan bagi kami inilah program yang berkeadilan dan tepat sasaran,” katanya.

BACA JUGAPacuan Kuda Bima “Pacoa Jara”, Magnet Pariwisata Dunia

Sandiaga menjelaskan dampak langsung dari kunjungan ke desa wisata yang dilakukan Kementerian Parekraf telah memacu kenaikan ekonomi desa yang sangat siginfikan. Sebagai contoh berdasarkan laporan, Desa Wisata Pujon Kidul kabupaten Malang kunjungannya meningkat setelah Kemenparekraf menggelar program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 di lokasi tersebut.

“Saya juga berharap Desa Wisata Maria dengan Uma Lengge ini naik kunjungannya, sehingga akan membuka lapangan usaha bagi warga desa di sini,” ujar Sandiaga.

diskominfotikntb




Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin Tinjau Mata Air di Mumbul Sari

BAYAN.lombokjournal.com ~ DR. Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin, S.H., M.H melakukan peninjauan sumber mata air di Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (13/06/21).

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Utara, Dany Karter Ridawan, S.T., M. Eng. dan Kades Mumbul Sari, Mujtahidin.

Kunjungan Hj. Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin itu merupakan langkah lanjutan yang ditempuh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa setempat, dalam meningkatkan kesiapan daerah Lombok Utara dalam menghadapi datangnya musim kemarau.

Terdapat dua mata air yang menjadi lokasi kunjungan, yaitu Dusun Mekar Sari dan Dusun Munder.

Mata air yang berlokasi di Dusun Mekar Sari merupakan sumber air minum bagi masyarakat Desa Mumbul Sari. Sedangkan mata air yang berlokasi di Dusun Munder merupakan mata air yang digunakan untuk pengairan lahan pertanian.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara; Jangan Beri Informasi Bersifat Fitnah 

Pada kesempatan tersebut, Wabup Lombok Utara menyampaikan kepada lombokjournal.com, bahwa penting dilakukan banyak kajian mengenai potensi sumber mata air ,yang perlu dilakukan peningkatan dalam pemeliharaannya.

Selaku Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Wabup Danny sangat berharap adanya kajian-kajian khususnya dari dinas-dinas atau instansi terkait, untuk meninjau kembali potensi sumber mata air yang ada.

“Selebihnya harapan kami nanti bisa tewujud beberapa rekayasa infrastruktur semacam sumur bor, dan lain sebagainya, karena setiap tahun kita harus memiliki sumber air yang cukup untuk menanggulangi kekeringan yang terjadi di KLU.” kata Wabup Lombok Utara.

Ia juga berharap adanya support dari Pemerintah Pusat untuk menanggulangi banyaknya permintaan kebutuhan air bersih yang ada di Lombok Utara, khususnya saat musim kemarau.

“Kembali lagi kami sampaikan, dalam mengatasi masalah ini kami dari pemerintah pemerintah kabupaten Lombok Utara tentu tidak bisa berjalan sendiri, kami tetap membutuhkan suport dari pemerintah pusat.” jelas Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Kades Mumbul Sari menyampaikan, kunjungan semacam ini dapat menjadi motivasi bagi pemerintah setempat, untuk makin memperhatikan tiap sumber mata air yang ada di Lombo Utara secara umum.

Kades Mumbul Sari menjelaskan pada lombokjournal.com terkait beberapa hal yang akan dilakukan pada dua sumber mata air di desa Mumbul Sari.

Mata air yang berlokasi di dusun Mekar Sari sebagai sumber air minum di desa Mumbul Sari direncanakan akan dilakukan pemasangan pembangkit bertenaga surya.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga, Target 100 Persen di Tahun 2021

Sedangkan sumber mata air di dusun Munder akan dibangung bendungan guna meningkatkan fungsinya sebagai pengairan lahan pertanian bagi masyarakat Desa Mumbul Sari.

“Harapan kami dari Pemerintah Desa, dengan kunjungan ini semoga nanti bisa dibangun pembangkit tenaga surya agar mata air yang menjadi sumber air minum ini bisa disalurkan ke semua dusun yang ada di desa Mumbul Sari,” ungkap Mujtahidin.

Han




Perajin Perak di Kamasan, Mataram, Butuh Perhatian Pemda

Pandemi Covid-19 sempat membuat Ahmad Baihaqi, perajin perak di Kamasan, Karang Baru, Kota Mataram beralih profesi menjadi buruh bangunan 

MATARAM.lombokjournal.com — Tidak salah kalau pandemi Covid-19 disebut tak hanya mengancam kesehatan, tapi juga melumpuhkan sendi kehidupan ekonomi masyarakat.

Ahmad Baihaqi, 43, perajin perak asal Kamasan, Kota Mataram, saat ini harus bertahan hidup dengan prihatin, karena penghasilannya sebagai perajin perak hanya pas-pasan. Meski pun ia masih bersyukur, karena istrinya bisa membantu kebutuhan sehari-hari, dengan berjualan es, kopi dan makanan kecil seadanya di kampungnya di Kamasan.

Lebih dari setahun lalu, sebelum terjadinya pandemi Covid-19, nafasnya masih longgar.

Saat itu, dalam sehari rata-rata ia mendapat pesanan membuat perhiasan perak sebanyak 7 – 8 pesanan. Bagi Baihaqi, dengan pesanan sebanyak itu, ia bisa hidup bersama istri dan 4 orang anaknya dengan layak.

Dengan jumlah pesanan itu, kalau dihitung penghasilannya tiap perhiasan ia bisa mengantongi hasil bersih sekitar Rp 250 ribu, maka hasil total yang masuk tiap hari bisa lebih dari cukup untuk membiayai hidup di kampung yang sederhana.

Saat itu, Baihaqi tak pernah mengkhawatirkan beban hidup keluarganya termasuk biaya sekolah 4 orang anak-anaknya. Lebih dari itu, ia masih bisa mempekerjakan remaja di kampungnya untuk membantu pekerjaannya. Remaja di kampungnya bisa diberi job sebagai tukang ampelas, mentata perak, atau pekerjaan kecil lainnya.

“Saya tinggal fokus mengerjakan yang utama. Mereka selain dapat penghasilan, juga sekaligus melihat proses pembuatan perhiasan, mereka belajar agar nanti bisa jadi pengrajin perak,” cerita Baihaqi.

Apa boleh buat, masa ‘yang menyenangkan’ itu (mudahan hanya sementara) sudah berlalu. Baihaqi saat ini tidak bisa lagi mempekerjakan orang lain. Ia harus mengerjakan pesanan perhiasan itu seorang diri.

Sekarang paling banyak ia mendapat 2 pesanan, dan itu pun tidak rutin. Kadang-kadang ada pesanan, dan lebih sering harus lebih sabar menanti.

“Itu pun kalau ada pesanan. Sebab pada awal pandemi, bukan hanya pesanan sepi tapi sama sekali tidak ada pesanan. Semua pengrajin di Kamasan benar-benar jadi penganggur,” tutur Baihaqi.

Padahal hidup terus berlanjut, dan biaya kebutuhan sehari-hari terus menuntut. Seperti halnya Baihaqi, karena nganggur tak ada pesanan, banyak perajin mencari pekerjaan lain, salah satunya menjadi buruh bangunan.

Ternyata menjadi buruh bangunan pun juga tak lancar, karena banyak proyek-proyek bangunan yang ditunda. Banyak para kontraktor yang harus ‘merumahkan’ para buruh bangunannya.

“Saat nganggur saya juga mau jadi buruh bangunan. Untungnya, pada saat seperti itu ada teman yang pesan perhiasan, akhirnya saya membatalkan niat. Saya tetap mengerjakan kerajinan perak, ada atau tidak pesanan,” kata Baihaqi, ternyata ia masih bisa tersenyum.

Kampung cikal bakal perajin emas

Kampung Kamasan, Karang Baru, Kota Mataram, Lombok, diceritakan sebagai kampung yang merupakan cikal bakal para perajin emas. Kampung Sekarbela, Ampenan, yang saat ini dikenal sebagai pusat kerajinan emas terbesar di Lombok, dulu para perajinnya belajar menjadi pande emas dari perajin di Kampung Kamasan.

Tapi akhirnya para perajin Sekarbela lebih berjaya. Tahu sebabnya? Ya, orang-orang di Sekarbela dikenal sangat ulet dan lebih gigih berwirausaha. Sehingga di Sekarbela tumbuh puluhan toko yang menjual perhiasan emas, dan terus berkembang. Di Kamasan saat ini hanya ada satu toko yang menjadi showroom yang menjual erajinan perak.

Nama Kamasan sebenarnya semula bernama Keemasan, yang menandai bermukimnya para perajin emas.

“Dulu saya juga mengerjakan perhiasan emas, akhirnya sekarang fokus mengerjakan perak,” cerita Baihaqi. Ia memilih menjadi perajin perak, karena mengerjakan emas banyak resikonya.

Terutama soal kesehatan, sebab untuk melebur emas harus menggunakan bahan kimia. Karena pengaruh zat kimia itu, umumnya para perajin emas saat usia tua merasakan dampak penggunaan bahan kimia itu.

Selain itu, kalau tidak teliti benar, mengerjakan kerajinan emas banyak ruginya sebab emas lebih cepat susut.

Di Kampung Kamasan memang sangat dikenal sebagai tempat para perajin perhiasan dan keris. Soal kerajinan keris, di Kamasan sangat dikenal dalam penyamplengan keris. Sampleng keris merupakan penambahan logam, baik emas, perak, tembaga, dan lainnya pada gagang dan sarung keris.

Tapi kejayaan para perajin perhiasan dan keris di Kamasan hanyalah masa lalu. Saat ini sebagian besar perajin di Kamasan benar-benar kehilangan mata pencahariannya.

Setelah pandemi  Covid-19 berlalu, apakah para perajin perak di Kamasan bisa kembali bangkit?

“Kami berharap uluran tangan dan dukungan pemerintah, agar perajin yang cukup lama terpuruk ini bisa kembali bekerja,” harap Baihaqi.

Rr    

 

 

 




Bupati Lombok Utara: Jangan Beri Informasi Bersifat Fitnah

MALAKA-KLU.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH mengatakan, media merupakan bagian penting yang mempublikasikan program pembangunan yang dilaksanakan Pemda Kabupaten Lombok Barat.

Bupati KLU

Dikatakan, pentingnya sinergitas antara pemerintah dan pihak media baik itu media online, cetak, maupun media elektronik.

Sinergitas yang baik antara pihak media dan pemerintah diharapkan berperan dan ikut mendorong kemajuan daerah KLU untuk segera bangkit menjadi daerah yang lebih baik.

Bupati KLU,
H. Djohan Sjamsu

Menurut Bupati Djohan, media melaksanakan hak tahu dan hak memberitahukan.

“Pewarta wajib memberitakan pembangunan semua bidang di KLU, baik telah, sedang sedang dilaksanakan, dan akan dilaksanakan,” kata bupati saat siaturahmi dalam acara Forum Pewarta yang diselenggarakan Bagian Humas dan Protokol Setda KLU bertajuk ‘Merajut Relationship Pewarta – Kehumasan,’ di Hotel Pesona Bulan Baru, Malaka, Pemenang KLU, Jum’at (11/06/21) malam.

Namun Bupati Djohan mengingatkan, liputan media seyogyanya informatif, inspiratif, motivatif dan konstruktif bagi pemerintah dan masyarakat.

Dan pesannya, yang ditujukan tiap jurnalis yang hadir pada malam itu, untuk lebih profesional dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat KLU secara umum.

“Dan jangan memberi informasi yang bersifat fitnah,” kata bupati.

Agenda Forum Pewarta merupakan kegiatan reguler Bagian Humas dan Protokol Setda KLU yang sudah memasuki tahun ke empat.

BACA JUGA: Wartawan Bersih-bersih Pantai LG Desa Malaka

Peran kehumasan

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB, Boi Marsudi, yang menajdi narasumbe dalam dialog Forum Pewarta malam itu,  media cetak, online, dan elektronik sangat berperan penting membangkitkan kondisi daerah di saat terpuruk akibat pandemi saat ini.

“Jika ingin membangkitkan lagi sektor pariwisata, maka perlu mengedepankan media informasi sebagai unit pendorong bagi sektor pariwisata,” kata mantan wartawan Lombok Pos itu.

Ia mencontohkan, salah satu contoh di daerah Spanyol, tepatnya di Sevila, yang sektor pariwisatanya sempat terpuruk.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Inovasi “Simpel Saja”

“Tapi cepat pulih karena kesadaran masyarakat akan pentingnya media informasi yang sifatnya positif dalam menginformasikan kondisi pariwisatanya. Tiap elemen masyarakat, dilatih menjalankan peran humas, yang menginformasikan hal-hal yang positif dan menarik tentang daerahnya,” kata Boy Mashudi

Malam itu Boi Mashudi juga menekankan, untuk mewujudkan perkembangan media informasi, perlu juga perhatian lebih dari pihak Humas maupun Diskominfo sebagai mitra para awak media.

Secara lugas disebut pentingnya memberi harga yang layak karya jurnalistik yang disajikan pewarta melalui medianya.

Pada bagian lain, Boi sempat menyinggung pentingnya marketing bagi perusahaan media dalam membesarkan media yang dibangun.

Pada kesempatan yang sama, Boy Mashudi memaparkan juga langkah-langkah yang telah ditempuhnya untuk mengembangkan perusahaan media.

Ditegaskannya, saat ini media online memainkan peran yang memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah. Sebab, media online pelan-pelan mulai menggeser peran media cetak yang sudah mengalami kemerosotan.

Di samping itu, media online perlu lebih kuat lagi agar bisa menggeser oknum-oknum yang menyebarkan berita-berita hoaks, yang tersebar sangat cepat di media sosial pada umumnya.

“Menyadari akan hal ini tentunya diperlukan langkah dalam wujud kolaborasi nyata antara pemerintah dan kalangan media, khususnya para pewarta di media online yang tak hanya dalam tanggung jawab untuk meluruskan kekeliruan informasi, namun juga dalam memberikan edukasi ke masyarakat tentang bagaimana memahami cara yang benar dalam memperoleh informasi,” ungkap Boy Mashudi

Han




Pasien Covid-19 di NTB, Sabtu, Bertambah 25 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 432 sampel, telah dikonfirmasi bertambahnya pasien positif Covid-19 sebanyak 25 orang.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release pada media, hari Sabtu (12/06/21).

Lalu Gita menjelaskan, pemeriksaan sampel tersebut dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium Antigen.

Hasil pemeriksaan sebanyak 432 sampel dengan 401 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan diketahui 25 kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga, Target 100 persen di Tahun 2021

Dijelaskannya, pasien yang sudah sembuh pada hari Sabtu jauh lebih banyak dari jumlah bertambahnya pasien positif Covid-19.

“Hari ini terdapat 42 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press release.

Dan pada Hari Sabtu tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 42 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (12/06/21) sebanyak 13.890 orang.

Rinciannya, 12.781 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 492 orang masih positif.

Menurut Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.423 orang dengan perincian 179 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 28 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.216 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.416 orang, terdiri dari 2.586 orang (2,9%) masih dalam karantina dan 86.830 orang (97,1%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Inovasi ‘Simpel Saja’

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Posyandu Keluarga, Target 100 Persen di Tahun 2021

Wagub mengapresiasi Kades dan Kader Posyandu yang merespon cepat

MATARAM.lombokjournal.com — Pemernitah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menargetkan Posyandu Keluarga berbasis Dusun dalam tahun 2021 mencapai 100 persen.

Karena itu diperlukan kerjasama dan kerja keras bagi seluruh masyarakat NTB, terutama para Kepala Desa dan para Kader Posyandu di NTB untuk bisa mencapai target tersebut.

Wagub NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengungkapkan, 7.561 jumlah Posyandu se-NTB yang sudah menjadi Posyandu Keluarga itu sebanyak 4.100 lebih.

“Jadi sudah lebih dari 50 persen Posyandu di NTB sudah menjadi Posyandu keluarga. Dan Insya Alloh dalam tahun 2021 ini kita targetkan bisa mencapai 100 persen,” katanya, Jumat (11/06/21) dalam acara Bincang Gemilang di halaman Kantor Dinas Kominfotik Provinsi NTB.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Inovasi ‘Simpel Saja’

Dikatakan Wagub, Revitalisasi Posyandu di NTB hadir sebagai pusat edukasi berbasis dusun, yang dihajatkan mengatasi berbagai masalah kesehatan dan sosial.

Dengan penanganan berbasis dusun, Wagub meyakini penanganannya akan lebih tepat tepat sasaran, karena lokus dan data-datanya jelas serta lebih komprehensif.

Dengan begitu permasalahan-permasalahan itu bisa didata, diatasi dan diedukasi sebaik-baiknya.

Wagub mengapresiasi para Kades dan Kader Posyandu se NTB yang memiliki respon yang luar biasa cepat, sehingga sampai saat ini pelaksanaan kegiatan Posyandu berjalan dengan baik.

Baginya tanpa Kader Posyandu, kerja-kerja Keposyanduan tidak bisa berfungsi dengan baik.

BACA JUGA: NTB Care Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi Publik

“Karena itu kita harapkan kader-kader kita di NTB untuk lebih bersemangat untuk bersama-sama untuk bagaimana tetap menggairahkan Posyandu Keluarga ini bisa menjadi Posyandu Berbasis Dusun,” kata Ummi Rohmi.

Diskominfotikntb




Bupati Lombok Utara Launching Inovasi “Simpel Saja”

TANJUNG.lombokjournal.com — Menyukseskan 100 Hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara menuju pelayanan prima, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Lombok Utara melaunching program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja), di Aula Kantor Dikpora, Jumat (11/06/21).

Bupati KLU
Bupati H johan Sjamsu

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH dalam sambutannya menyampaikan, ucapan rasa syukur yang mendalam.

Lantaran bisa bertemu serta bersilaturrahim untuk melaunching program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja) untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga menyampaikan permasalahan di Lombok Utara akibat gempa di tahun 2018.

Kemudian Covid 19 yang sampai hari ini belum berakhir, termasuk persoalan pembangunan rumah tahan gempa(RTG) yang masih tersisa, karena adanya beberapa kendala.

“Untuk menghadapi situasi seperti sekarang ini, memang sangat diperlukan inovasi masing-masing pimpinan organisasi perangkat daerah dalam rangka percepatan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Lombok Utara ini,” tutur Bupati.

BACA JUGA: Wartawan Bersih-bersih Pantai LG Desa Malaka

Lanjutnya, dengan lahirnya berbagai inovasi di Lombok Utara ini akan mampu mendongkrak percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Megakhiri sambutan, bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA), karena pada kesempatan itu bisa melaunching program inovasi Sistem pelayanan satu jam (Simpel Saja), untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

“Mudahan dengan adanya inovasi yang di lakukan oleh kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) akan mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam dunia pendidikan,” harap Bupati di akhir sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Dikpora Lombok Utara Dr. Fauzan, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Kepala Sekolah dan guru yang ada di daerah kita, salah satu caranya adalah dengan menciptakan inovasi.

Lanjutnya, yang biasanya pekerjaan yang di lakukan ber hari-hari sekarang dengan adanya program inovasi Sistem Pelayanan Satu Jam (Simpel Saja), para guru bisa menyelesaikan dengan waktu 1 jam saja.

“Dengan adanya inovasi ini jadi guru tidak perlu meninggalkan siswanya selama berhari-hari karena mereka sering bolak-balik akibat pekerjaan yang tidak selesai hari itu, dan kembali lagi mengerjakan di hari lain,” pungkasnya.

BACA JUGA: Bupati KLU Serahkan Bantuan Rehab Masjib Darul Istiqomah

Kadis Dikpora juga menuturkan, selain dari melayani para guru, pihaknya juga melayani siswa dan orang tua siswa yang membawa berbagai macam permasalahan yang membutuhkan solusi, dan itu harus dilayani secepat mungkin.

“Bagi anak-anak yang tidak mampu baik di SD, SMP maupun yang akan masuk SMA. Jadi yang tidak bisa masuk SMA atau SMK untuk tahun pertama karena biaya pendaftaran tempatnya juga menyediakan beasiswa, ada juga bantuan operasional pendidikan untuk PAUD dan TK” ucapnya.

@ng




Wartawan KLU Bersih-Bersih Pantai LG Desa Malaka

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Puluhan wartawan yang tergabung dalam Pewarta Humas Protokol di lingkup Pemerintah Daerah (pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU), membersihkan sampah dan plastik di sepanjang pantai Live is Good (LG) Dusun Lendang Luar, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Sabtu (12/6/2021).

Kegiatan ini merupakan salah satu progam kerja Humas Protokol, bekerja sama dengan para wartawan yang bertugas di Pemda KLU, dalam rangka membersihkan lingkungan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.

Wartawan KLU Berih Bersih Pantai LGKabag Humas KLU, Mujadid Muhas, mengatakan harapannya setelah kegiatan ini dilaksanakan, masyarakat menjadi lebih sadar akan bahaya membuang sampah sembarangan serta menjadi lebih peduli kepada lingkungan sekitar.

“Terima kasih atas kerja sama selama ini dengan para awak media, peduli dengan lingkungan yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan, terutama sampah plastik yang tercecer di sepanjang pantai”, ujar Mujadid.

Selanjutnya Kabag humas memaparkan bahwa pencemaran pantai tak dapat dibiarkan begitu saja, dan harus segera diatasi dengan melakukan pembersihan secara kontinyu. Tak kalah pentingnya masyarakat sekitar yang bermukim dekat dengan pantai, harus ada yang menggerakkan.

“Kita memberikan contoh kepada masyarakat sekitar untuk tidak diam melihat konsidi pencemaran. Kebersihan lingkungan memberikan kenyamanan bagi diri sendiri maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah kita”, katanya.

Usai melakukan aksi bersih bersih pantai LG, beberapa perwakilan dari partisipan kegiatan ini menyerahkan peralatan kebersihan kepada penjaga pantai, berupa; sapu lidi, kantong sampah, sekop untuk digunakan setiap hari.

BACA JUGAPasien Covid-19 di NTB, Jum’at, Bertambah 22 Orang Positif

@ng