Posyandu Keluarga, Bukti Aparat Desa Melayani Kesehatan

Masyarakat Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat sangat antusias mengikuti pelayanan kesehatan Posyandu Keluarga

LOBAR.lombokjournal.com ~ Pada kegiatan roadshow Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Posyandu Keluarga Mawar, Kamis (17/06/2021), ini, nampak yang hadir bukan hanya bayi, balita, beserta ibunya, melainkan juga para remaja, dewasa, maupun lanjut usia (lansia).

Posyandu keluargaKetua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengatakan bahwa dengan diresmikannya Posyandu Keluarga menjadi bukti kepeduliaan aparat desa untuk memberikan pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, ini sebagai bukti para aparat yang ada di desa, ibu-ibu, masyarakat semuanya mendukung penuh terwujudnya Posyandu Keluarga sebagai titik yang ada di desa dan dusun untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh keluarga,” tutur Hj. Niken.

BACA JUGAPosyandu Keluarga, Hulu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Niken juga memberi bantuan peralatan olahraga, berupa bola voli, serta bibit tanaman sayuran dan obat-obatan yang dapat ditanam dan dikembangkan, sehingga memberi manfaat untuk masyarakat sekitar.

“Kami menitipkan bibit tanaman untuk membuat taman kecil yang isinya adalah sayur sayuran dan obat-obatan yang bermanfaat untuk kita semua,” ujarnya.

Salah satu kader Posyandu Anggrek, mengatakan bahwa antusias warga sangat besar untuk dapat mengikuti pelayanan di Posyandu Keluarga ini. Data penerimaan pelayanan kesehatan menunjukkan ada sebanyak 65 bayi, 136 lansia, 69 remaja, 78 Perempuan Usia Subur (PUS) dan 134 Wanita Usia Subur (WUS).

diskominfotikntb




Posyandu Keluarga, Hulu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Dukungan anggaran Pemda Lombok Barat menjamin posyandu biasa bukan hanya berhasil menjadi Posyandu Keluarga namun bisa menjadi posyandu berkualitas

LOBAR.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengapresiasi PKK Lombok Barat dalam percepatan pembentukan Posyandu Keluarga.

Menurut Hj. Niken, Posyandu Keluarga melayani kesehatan kepada masyarakat, mulai dari memantau tumbuh kembang anak, remaja, serta kesehatan ibu hamil, nifas, dan menyusui.

Posyandu keluarga
Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

Selain berperan meningkatkan status gizi balita serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi, Posyandu Keluarga juga meningkatkan status kesehatan remaja dan status kesehatan para lanjut usia (lansia) agar sehat, mandiri, dan produktif.

“Posyandu Keluarga adalah titik di hulu pelayanan pada masyarakat yang langsung berada di dusun masing-masing, sehingga kesehatan masyarakat dapat kita ciptakan bersama,” ujar Hj. Niken saat membuka Roadshow TP-PKK NTB yang berlangsung di Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (17/06/2021).

BACA JUGAPosyandu Keluarga, Bukti Aparat Desa Melayani Kesehatan

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kab. Lobar, Hj. Chaeratun Fauzan Khalik mengatakan, jumlah posyandu di Lombok barat ditargetkan dapat 100% di tahun 2021, sehingga percepatan penyebaran Posyandu Keluarga dapat segera dirasakan dari berbagai kalangan.

“Saat ini, terdapat 800 posyandu dan 133 Posyandu Keluarga. Bulan Juli kami menargetkan 464 Posyandu Keluarga, sehingga pada Desember 2021 menjadi 100 persen Posyandu Keluarga.” ungkap Hj. Chaeratun.

Roadshow PKK Provinsi NTB dirangkai dengan kunjungan pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) Babussalam serta kunjungan ke Posyandu Keluarga Mawar.

diskominfotikntb




Kompetisi Putri Batik Remaja, Pemprov Dukung Wakil NTB

Pemprov NTB mendukung Kemala Feodara Tirta, siswi SMA Kristen Tunas Daud Mataram yang mewakili NTB dalam ajang Kompetisi Putri Batik Remaja Tingkat Nasional bulan Agustus 2021

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Teggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd menyampaikan dukungannya saat audiensi Yayasan Keluarga Sejahtera Mataram, Kamis (17/06/21) di Pendopo Wagub.

Audensi mengantarkan wakil NTB dalam Kompetisi Putri Batik Nasional

Dikatakan Wagub, kepada jajaran pendidikan dan para guru di SMA Tunas Daud, khususnya orangtua dari Kemala Feodara Tirta yang mewakili NTB dalam kompetisi remaja batik nasional.

Saat itu Wagub mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi anak-anak NTB.

“Kebanggan orangtua tentunya ingin melihat anak-anaknya berprestasi dan tidak menyusahkan orangtuanya. Anak-anak yang kita didik menjadi anak-anak yang memiliki karakter sekaligus berprestasi tentu menjadi kebanggaan orangtua,” kata Wagub.

Ummi Rohmi menegaskan, Pemprov NTB sangat konsisten mendukung tiap upaya peningkatan kualitas pendidikan di NTB.

Agar menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai tambah bagi peserta didik itu sendiri.

BACA JUGA: KKI; Prodi Dokter Spesialis Semoga Segera Bisa Dibuka

Kreatifitas, pengembangan potensi diri bagi peserta didik yang mampu melihat peluang sangtlah dibutuhkan. Pemprov selalu memberi support bagi kemajuan pendidikan di NTB.

“Meski di tengah kondisi yang sulit saat ini dengan banyaknya refocusing anggaran, namun kita tetap memberi perhatian pada dunia pendidikan,” kata Ummi Rohmi.

Ditambahkan, Pemprov NTB akan selalu memberikan semangat menghadirkan sekolah-sekolah yang berkualitas.

BACA JUGA: Kader PKK NTB Harus Akrab Dengan Teknologi

Komunikasi intens terus dilakukan oleh sebuah Yayasan yang mengelola pendidikan dengan pihak Dikbud, yang berkolaborasi  menghasilkan prestasi membanggakan bagi pendidikan di NTB.

diskominfotikntb




KKI: Prodi Dokter Spesialis, Semoga Bisa Segera Dibuka

Kedua Prodi Dokter Spesialis yang akan dibuka FK Unram tersebut harus direkomendasi oleh Konsul Kedokteran Indonesia (KKI), guna mendapatkan izin dari Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Visitasi KKI, Prof. Dr. dr. Bachtiar Murtala, Sp.Rad(K), menjelaskan, bahwa sesuai undang-undang, sebagai lembaga yang bertanggungjawab KKI melakukan visitasi kelayakan pendidikan kedokteran dan pembinaan praktek kedokteran,

Selain itu visitasi juga dilakukan terhadap penerapan ilmu kedokteran baru seperti; kurikulum, praktek dan lainnya serta registrasi legalitas profesi dokter. Dan visitasi sendiri merupakan kegiatan mencocokkan verifikasi sesuai standar kolegium yang berlaku secara administrasi dan fasilitas.

KKI“Karena prodi ini betul betul baru di NTB, maka beberapa kekurangan yang tertinggal harus dapat dibenahi. Harapannya sama dengan masyarakat agar prodi bisa segera dibuka karena memang ketat persyaratannya,” ujar,Prof. Bachtiar saat kegiatan visitasi KKI di Aula Rinjani Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, Mataram, Kamis (17/06/2021).

BACA JUGA:

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram), dr. Hamsu Kadriyan mengatakan, proses mempersiapkan prodi Bedah dan Obstetri Ginekologi sudah dilakukan maksimal selama dua tahun.

Dari sarana dan prasarana yang ada, RSUP NTB juga sudah termasuk kategori rumah sakit pendidikan yang siap mendidik tenaga kesehatan terampil.

Hamsu juga mengatakan, kedua Prodi yang akan dibuka tersebut merupakan kebutuhan pengembangan kampus, kebutuhan pelayanan rumah sakit dan kebutuhan masyarakat atas tantangan bidang kesehatan yang makin dinamis dan komplek. Ia berharap hasil visitasi yang rampung Jumat besok membuahkan hasil baik.

“Semua fasilitas, dokumen dan persyaratan sudah disiapkan dengan baik. Semoga membawa keberkahan bagi masyarakat,” ucap dr. Hamsu.

diskominfotikntb




SDM Berkualitas di Bidang Kesehatan Harus Cepat Dinyatakan

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membangun sumber daya manusia (SDM) sebab urusan ini sulit dan butuh waktu lama.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wilayah Indonesia Timur masih tertinggal di sektor SDM, khususnya di bidang kesehatan, maka pekerjaan rumah kita adalah mempercepat dan mengejar ketinggalan dari daerah lain, dengan tetap mengutamakan kontrol kualitas sebagai prioritas.

Begitupula dengan pembukaan Program Studi (Prodi) Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) adalah sebagai upaya percepatan pembangunan SDM di sektor kesehatan yang harus sepenuhnya didukung.

SDM kesehatan
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

“Tidak ada istilah bagi pemerintah dalam membangun SDM itu sendiri-sendiri. Ia harus bersinergi dan bekerjasama dengan seluruh stakeholder di sektor masing masing,” tegas Sitti Rohmi dalam sambutannya pada Visitasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), di Aula Rinjani, Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, Mataram, Kamis (17/06/2021).

BACA JUGAKKI Puji Pemda NTB dan FK Unram Atas Prodi Dokter Spesialis

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUP NTB, Qomarul Islamiyati mengatakan, dalam proses pendidikan dokter spesialis nantinya, selain kualitas dokter secara keilmuan, SDM kesehatan juga harus melayani dengan tulus dan santun, terampil namun juga berahlak mulia.

Salah satu indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah pendidikan dan kesehatan yang keluarannya adalah tenaga kesehatan profesional yang berdampak pada kemajuan bidang pelayanan kesehatan.

“Relevansinya dengan Prodi Dokter Bedah dan Obstetri Ginekologi FK Unram adalah angka kematian ibu dan bayi dan kesehatan masyarakat”, tutur Qomarul.

diskominfotikntb




KKI Puji Pemda NTB dan FK Unram Atas Prodi Dokter Spesialis

Ketua Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) antusias menggelar visitasi dan memberikan rekomendasi sesegera mungkin sebab dukungan Pemprov NTB yang begitu besar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Divisi Pendidikan KKI, Prof. Dr. dr. Bachtiar Murtala, Sp.Rad(K), menilai dukungan Pemerintah Provinsi NTB dalam pembukaan Program Studi (Prodi) Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) sangat besar dan terlibat langsung dalam persiapannya.

“Ini pertanda kerjasama dan dukungan semua pihak sangat baik untuk dibukanya kedua program studi ini segera di FK Unram,” ujar Prof. Bachtiar dalam kegiatan visitasi KKI di Aula Rinjani Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, Kamis (17/06/2021).

KKISebagai ketua tim visitasi, Prof. Bachtiar mengatakan bahwa agenda visitasi itu panjang ke berbagai daerah di Indonesia, namun timnya memprioritaskan NTB mendapatkan kunjungan sebab kedua Prodi Dokter Spesialis ini sangat banyak peminatnya.

Prof. Bachtiar juga mengapresiasi keberanian FK Unram karena prodi ini termasuk besar, seperti yang lainnya yaitu; Pediatri dan Penyakit Dalam. Iapun berharap hasil visitasi akan mendapatkan penilaian yang maksimal.

Sementara itu, Wakil Gubernur, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengatakan, ikhtiar Unram dan Fakultas Kedokteran dalam mewujudkan Program Studi Dokter Spesialis Bedah dan Obstetri Ginekologi mendapatkan apresiasi dan komitmen dukungan penuh pemerintah provinsi.

“Kami memang berbeda namun kompak kalau urusan pembangunan untuk masyarakat,” sebut Sitti Rohmi.

BACA JUGASDM Berkualitas di Bidang Kesehatan Harus Cepat Dinyatakan

Komitmen tersebut dikarenakan kedua sektor pelayanan dasar tersebut benar benar diupayakan serius oleh Unram sebagai lembaga pendidikan dan Fakultas Kedokteran sebagai pendukung sektor kesehatan.

“Meski FK Unram baru berusia 18 tahun, progresnya luarbiasa. Kami pemerintah provinsi berkewajiban terlibat langsung memberikan dukungan”, tegas Wagub.

Wagub menilai kerja keras Unram dan FK Unram meningkatkan mutu dan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah kontribusi besar bagi pembangunan daerah. Selain telah terakreditasi A dan menjadi sepuluh besar fakultas kedokteran se Indonesia, ikhtiar membuka program studi dokter spesialis memang sangat dibutuhkan masyarakat.

diskominfotikntb




Pemuda Harus Lakukan Perubahan, Ini Harapan Gubernur NTB

Saat hadiri pelantikan Pengurus DPD Gemura NTB, Gubernur dorong pemuda lakukan perubahan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) Nusa Tenggara Barat, berlangsung di Same Hotel, Mataram, Rabu (16/06/21).

Pemuda diddorong lakukan perubahan

Dalam sambutannya, Gubernur sedikit menceritakan kisah seorang petani yang pulang dari Sawahnya kemudian menemukan telur.

Petani itu terkejut campur gembira, karena berfikir mempunyai lauk makan siang. Namun ketika melihat bentuknya ternyata bukan telur biasa melainkan telur se ekor Elang.

Petani itu langsung pulang, setiba di Rumahnya, petani itu berfikir, apakah telur itu akan dirusak lalap makan siang atau di eramkan, kebetulan petani itu juga memelihara ayam eram. Akhirnya petani itu memutuskan untuk eramkan.

Dalam perjalanan waktu, telur tersebut berproses.

BACA JUGA: Pasien Covid-19, Rabu, Bertambah 26 Orang Positif

“Ayam itu tidak pernah berfikir darimana telur itu berasal, yang penting dierami dengan penuh kasih sayang, akhirnya menetas jadilah anak elang, ketika anak elang itu berbagi makanan dengan anak ayam, malah induknya membagi rata,” ungkap Gubernur.

Seiring berjalannya waktu lanjut cerita Gubernur, bentuk tubuh elang juga beda, mulai panjang, sayapnya lebar.

Tapi elang ini berperilaku sama seperti anak ayam lainnya, akhirnya elang tidak sanggup melebarkan sayapnya, padahal kalau mencoba melepaskan sayap mungkin bukan satu gunung dan lembah bisa dilewati.

“Cerita ini memberikan pelajaran bahwa lingkungan itu sangat mempengaruhi cara kita memandang dan berfikir,” kata dia.

Artinya, banyak orang-orang hebat di NTB ini, sebenarnya mereka adalah elang, tapi karena dierami oleh ayam, akhirnya tidak bisa terbang.

“Cerita sederhana ini, sangat bagus maknanya bahwa lingkungan itu sangat mempengaruhi pola pikir seseorang. Oleh karena itu, pemuda harus membuat perubahan, lebarkan sayap,” ujarnya.

Ketua umum DPP Gemura, Yunda Ketum Octasari Sabil menyampaikan, Gemura ini merupakan sayap Partai Hanura. Namun tahun 2017, mengambil sikap keluar dari Partai Hanura dengan alasan tidak sesuai nurani pemuda, pada akhirnya berdiri independen.

“Acara ini pelantikan ini kami sengaja buat tema dari pulau seribu masjid untuk indonesia raya, karena tidak menutup kemungkinan presiden masa depan berasal dari NTB,” ungkapnya.

BACA JUGA: SMA Terbuka di KLU Tampung Pelajar Putus Sekolah

Octasari Sabil mengaku sangat membanggakan Dr Zul, dan Fahri Hamzah karena kedua tokoh ini, kalau mengatakan tidak maka tetap berpegang tidak dan sebaliknya.

Octasari ingin menjadikan pemuda yang bernurani dan ingin memunculkan tokoh muda yang memiliki ilmu akhlak, iman dan keyakinan.

Seusai memberikan sambutan, Yunda Ketum Octasari Sabil melantik Muhammad Syafiqurahman Aminy sebagai Ketua DPD Gemura NTB dan Suparman sebagai Sekjen DPD Gemura NTB.

Ketua DPD Gemura NTB, Muhammad Syafiqurahman Aminy berjanji, satu tahun kepemimpinan, akan membuat acara diskusi ILC NTB supaya para pemuda bisa ngobrol langsung dengan pejabat daerah setiap minggunya.

“Mari teman-teman OKP yang ada di NTB berkolaborasi bangun daerah dengan kekuatan pemuda,” tutupnya

(*)




Pasien Covid-19 di NTB, Rabu, Bertambah 26 Orang

Pasien positif Covid-19 memang bertambah 26 orang, namun dengan 70 orang sembuh, maka di NTB jumlah pasien positif makin berkurang.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan pada 267 sampel, telah dikonfirmasi bertambahnya pasien positif Covid-19 sebanyak 26 orang.

Pasien
Pasien Covi-19, 16 Juni 2021

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release pada media, hari Rabu (16/06/21).

Pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa,  Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak 267 sampel dengan 225 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan diketahui bertambahnya 36 kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA: Pabrik Pengolah Sampah Akan Dibangun di Lombok Barat

Meski ada pertambahan 26 orang positif Covid-19, namun pasien yang dinyatakan sembuh jauh lebih banyak.

“Hari ini (Rabu) terdapat 70  penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Dan pada hari Rabu tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan adanya tambahan 36 (tiga puluh enam) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 18 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien
positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (16/06/21) sebanyak 14.034 orang.

Rinciannya, 12.931 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 486 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19 bertambah per Kabupaten/Kota

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.481 orang, dengan perincian 160 orang (0,8%) masih dalam isolasi, 31 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.290 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 90.012 orang, terdiri dari 2.723 orang (3%) masih dalam karantina dan 87.289 orang (97%) selesai karantina.

BACA JUGA: Jalan Terbaik Adalah Addendum, dan Tak Rugikan Semua Pihak 

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.041 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.415 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pinta Lalu Gia Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Kader PKK NTB Harus Akrab Dengan Teknologi

Kader PKK NTB Diajak Bunda Niken untuk maksimalkan Penggunaan Aplikasi SIP Posyandu

LOTIM.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengajak seluruh kader PKK semakin akrab dengan teknologi.

Dengan mampu mengoperasionalkan berbagai sistem aplikasi yang mempermudah pekerjaan. Salah satunya, Sistem Informasi Posyandu (SIP Posyandu) besutan Dinas Kominfotik NTB.

“Seperti halnya Sistem Informasi Posyandu (SIP Posyandu) mengharuskan kader untuk lincah menggunakan HP Android, karena seluruh informasi akan bisa diakses digital,” harap Bunda Niken.

Ia menyampaikan itu saat melakukan  Road Show dan Kunjungan Kerja TP PKK Provinsi NTB bertempat di Aula Pendopo Bupati Lombok Timur, Rabu (16/06/21).

Sesepuh PKK NTB ini juga menghimbau  kader PKK tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Mengingat pandemi masih terjadi dan meluas di beberapa tempat.

“Kita semua tidak boleh lengah, tetap taati protokol kesehatan untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” kata Bunda Niken.

Selain itu, Bunda Niken menyampaikan beberapa perubahan dari hasil Rakernas sebelumnya, terkait dengan kelembagaan PKK dan program kerja unggulan PKK mulai dari tingkat nasional hingga Desa.

“Insya Allah PKK siap membantu mensukseskan seluruh program Pemerintah Daerah,” ujar Bunda Niken.

diskominfotikntb




Kejati NTB: Apapun Masukan Masyarakat, Jadi Bahan Addendum

Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB), sebagai pengacara negara, dalam hal ini mendampingi Pemerintah Provinsi (pemprov) NTB, harus memperhatikan sejumlah hal, di antaranya adalah Pemprov NTB tidak boleh dirugikan, adanya kepastian investasi dan masyarakat tidak boleh dirugikan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Koordinator Bidang Intelijen Kejati NTB, Agus Chandra mengungkapkan, bahwa apapun yang menjadi masukan dan saran masyarakat akan menjadi bahan dalam menyusun isi dan kebijakan addendum kontrak produksi PT Gili Trawangan Indah (GTI).

Jalan Terbaik gubernur NTB dan Kejati NTB“Apapun yang menjadi masukan dan saran masyarakat tentu akan menjadi bahan bagi kami dalam rangka menyusun isi dari kebijakan addendum itu sendiri,” ujar Agus Chandra dalam acara dialog antara perwakilan masyarakat Gili Trawangan dengan Gubernur NTB, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Rabu (16/06/2021).

Sementara itu, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menegaskan bahwa kebijakan addendum adalah mencari jalan terbaik agar tidak merugikan semua pihak.

BACA JUGAJalan Terbaik adalah Addendum dan Tidak Rugikan Semua Pihak

Gubernur meyakinkan bahwa masyarakat Gili Trawangan tidak akan pernah dirugikan lantaran Pemprov NTB telah menandatangani kesepakatan addendum dengan pihak PT GTI.

“Langkah addendum hanya sebagai pembuka saja. Kalau ada kepentingan masyarakat harus diakomodir melalui addendum maka kita akan prioritaskan,” pungkas Zulkieflimansyah.