Calon Paskibra NTB Diingatkan terkait Perilaku dan Jejak Digital
Dr Najamuddin ingatkan Calon Paskibra NTB, agat tidak ketergantungab dengan perilaku digital yang salah
MATARAM.LombokJournal ~ Literasi digital sangat penting dan dibutuhkan bagi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Nusa Tenggara Barat (Calon Paskibra NTB) yang merupakan siswa SMU dan generasi Z untuk bekal menghadapi tantangan zaman.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dr Najamudin Amy, di hadapan 28 orang calon Paskibra NTB 2024 mengingatkan terkait memperlakukan gawai atau smartphone. Menurutnya, informasi hoax, jebakan judi online, pinjaman online ilegal hingga maraknya penyalahgunaan data pribadi maupun jejak digital yang merugikan, dimulai dari bagaimana memperlakukan gawai sebagai alat.
“Smartphone (gawai) itu hanya alat untuk memudahkan aktifitas dan tidak malah ketergantungan dengan perilaku digital yang salah. Era digital akan menjadi kekuatan sekaligus kelemahan bagi generasi Z yang tidak memiliki kecakapan yang cukup,” ujarnya di hadapan calon Paskibra, di Aula BPSDM Mataram dalam kegiatan Diklat Paskibra 2024, Rabu (07/08/24).
Menyinggung visi Indonesia digital dan indeks literasi NTB dalam upaya transfomasi digital, ia juga memberi penjelasan segaligus peringatan.
Pengguna teknologi gawai dan jaringan internet seharusnya memiliki pilar etika, keamanan dan budaya digital, dari kebiasaan sehari hari berinteraksi dengan internet yang akan menjelma menjadi peradaban yang baik.
“Kelemahannya jika tak memiliki kecakapan maka generasi Z cenderung individualis, egois, bergantung pada gawai, kurang berinteraksi dan mengumbar aktifitas di media sosial sehingga menimbulkan kemalasan sosial,” sebutnya.
Dengan menjaga pilar digital diatas, maka generasi Z justru akan dapat mengatasi tantangan era digital dan memanfaatkannya dengan baik.
Ia berharap, para calon Paskibra NTB yang terpilih dari seluruh SMU di NTB ini selain membanggakan dapat menjalankan tugas mewakili sekolah dan daerah.
Dan sebagai lulusan Paskibra juga memiliki kecakapan digital yang tidak merugikan diri sendiri maupun lingkungan. jm/her
Bengkel Aktor Mataram Pentaskan Lakon KEMARUK
Tidak seperti biasanya, kali ini Bengkel Aktor Mataram menguliti watak kekuasaan dengan ungkapan telanjang
lombokjournal.com ~Bengkel Aktor Mataram atau Teater BAM dalam produksi ke 62 mementaskan lakon ‘Kemaruk’, mengupas cara-cara licik bekerja untuk mempertahankan kekuasaan. Pementasan ini merupakan lakon bertema kritik sosialpolitik yang paling uptodate.
Tidak seperti biasanya, Bengkel Aktor Mataram yang selalu menyuguhkan kritik dengan pengungkapan yang bergaya satir dengan visual yang membuai, kali ini kelompok teater paling tua di Mataram (NTB) itu benar-benar menyampaikan kritik dengan ungkapan telanjang.
“Persoalan yang konteksnya jelas dan hangat, isi kritik harus disampaikan apa adanya, penonton harus segera memahami isi pesan yang disampaikan” kata Kongso Sukoco sutradara senior usai pementasan.
Kemaruk secara bisa diartikan selalu ingin mendapat banyak, loba, rakus pada harta (dalam konteks lakon ini bisa dimaknai rakus pada kekuasaan)
Lakon ‘Kemaruk’ yang dipentaskan tanggal 04 Agustus 2024 di Teater Tertutup Taman Budaya NTB malam, Lakon ini berkisah tentang penguasa yang menghalalkan segala kelicikan, agar bertahan berkuasa atau tetap mencengkeram kekuasaan. Penguasa yang selama ini bertampang (terkesan) bloon, ternyata sangat piawai mengelabui lawan bahkan kawan politiknya.
Lakon ‘Kemaruk’ diminati
Pementasan lakon “KEMARUK” produksi ke 62 yang dipentaskan Bengkel Aktor Mataram akhir Juli dan awal bulan Agustus, menarik perhatian penonton. Pada pementasan perdana tanggal 4 Agustus malam, gedung tertutup Taman Budaya sesak dipenuhi penonton, Saya agak telat datang ke gedung pertunjukan, terpaksa hanya kebagian duduk di lantai, depan kursi penonton paling depan.
Rupanya lakon dengan mengangkat tema penguasa yang kemaruk kekuasaan, sangat diminati penonton. Bengkel Aktor Mataram dengan mementaskan lakon ini menghadirkan narasiyang relevan dengan kondisi sosial-politik di tengah kecamuk Pemilihan Presiden. Meski pementasan itu ‘kontekstual’ namun bungkus estetika teaternya masih kental.
Syahdan, seorang raja yang semula dikenal bersahaja, adil dan bijaksana, saat usia menua dan menyiapkan diri untuk ‘lengser keprabon’, perlahan wataknya berubah menjadi semena-mena dan menghalalkan cara agar tetap mencengkeram kekuasaan. Menjelang undur dari kekuasaan ia tiba-tiba gelisah. Ia dihantui ketakutan karena itu akhirnya harus berlaku menghalalkan cara untuk mempertahankan tahta yang semakin goyah.
Sang penguasa, Raja di kerajaan antah berantah, merasa kekuasaannya terancam oleh para bangsawan, rakyat, bahkan dengan sekutunya sendiri. Dalam kegalauannya, ia akhirnya menghalalkan segala cara – menabrak awiq-awiq sosial – agar tetap mencengkeram kekuasaan. Untuk mempertahankan kekuasaannya, ia menggunakan tipu daya, kekerasan hukum pada aparatnya sendiri, hingga pengkhianatan.
“Sekarang semua orang tau bahwa aku bukan plonga plongo, kalianlah yang sebenarnya plonga plongo, karena tiba-tiba merasa jadi bodoh,” kata Raja. Dialog itu disampaikan Asta Bajang, aktor yang menggambarkan watak Raja saat berdialog dengan penasehat yang penjilat.
Sutradara lakon ‘Kemaruk’, Kongso Sukoco, membagi panggung menjadi dua area yang masing-masing wataknya berseberangan. Sebelah kiri panggung (dari sudut pandang penonton) merupakan area permain Raja dan Penasehat Licik-nya. Dengan set panggung yang menyiratkan tahta yang agung.
Sedang sebelah kanan panggung area panggung merupakan area para oposan yang menentang Raja, yang dipimpin Sulastri dan Sadila. Meski penata set Muhammad Zaini hanya memanfaatkan reng dan trap dan sepotong kain, namun tersirat kesan tempat yang keras dan melawan. Secara teknis pembagian panggung menjadi dua area ini menarik, karena menjaga tempo permainan tidak lamban, irama terjaga, pertunjukan jadi padat mengalir..
Cerita dibuka dari dialog Raja yang berhasil menjalankan siasatuntuk mempertahankan kekuasaan. Siasatnya itu membuat para penentangnya terperanjat dan tak menduga, akhirnya membuat lawannya tak berkutik. Ancaman dari penentangnya berhasil dilumpuhkan. Meski sebagian besar pemain masih punya jam terbang terbatas di atas panggung namun sutradara, Kongso Sukoco, berhasil membangun suasana licik penuh muslihat dengan pencahayaan remang dan iringan musik arkodion yang mengiris.
Sejak awal, penonton sudah diajak menyelami psikologi penguasa yang dihantui rasa takut kehilangan kekuasaannya. Drama pun bergerak dengan ungkapan kata-kata yang menusuk namun tetap dengan gaya segar menggelitik.
Di sinilah penonton disuguhi permain menarik para aktor, misalnya Asta Bajang yang memerankan Raja, layak diacungi jempol. Transformasi karakter dari seorang raja yang tenang menjadi sosok yang paranoid terlihat sangat alami dan penuh intensitas. Setiap gerak-geriknya menggambarkan betapa akal bulus sang raja hingga rela melakukan hal-hal licik demi mempertahankan singgasananya.
Di sisi lain, karakter pendukung seperti para warga, yang diperankan oleh Susan Damayanti, Meisyi dan Nurul Maulida Utami, menjadi antitesis dari Raja. Para warga mewakili suara hati nurani yang menyindir sekaligus mengingatkan raja agar tidak tersesat dalam ambisi buta. Namun, perjuangan itu perlahan tenggelam oleh kekerasan hati sang penguasa.
Harus diakui, permainan Dende Dila yang memerankan Sadila, tokoh perlawanan dan Wulan Zein yang memerankan Sulastri, patut diancungi jempol. Keduanya yang kerap bertentangan taktik dan strategi perlawanan, menyuguhkan adegan yang menawan. Permainan dua tokoh oposan itu kekuatan karakter perempuan.
Pesan Moral, Visual dan Tata Panggung
Visualisasi panggung yang berhaja namun memberi impresi mendalam menjasi salah satu kekuatan utama pementasan in. Tata panggung yang megah di awal cerita dengan singgasana sebagai pusat perhatian, perlahan-lahan berubah menjadi gelap dan kusam seiring dengan makin merosotnya moral sang raja.
Penggunaan pengiring musik hidup di panggung belakang yang dimainkan Kholik dan Azmi memberikan efek dramatis, khususnya lagu-lagu yang menggambarkan penguasa yang mengangkangi kekuasaan. Seolah-olah menggambarkan bahwa sang raja tidak hanya memerangi musuh-musuh politiknya, tetapi sekaligus memberangus kawan dan sekutunya.
Pencahayaan dan penggunaan warna-warna gelap semakin menambah suasana muram, terutama pada adegan-adegan ketika Raja mengungkapkan penghianatan pada orang-orang yang semula menjadi sekutunya. Ungkapan raja adalah momen yang sangat emosional, di mana penonton bisa merasakan kehancuran moral yang dialami sang penguasa.
Melalui lakon “Kemaruk”, penonton diajak merenungkan betapa penguasa yang licik, dalam kenyataan tidak selalu berakhir dengan keruntuhan. Raja tetap berkuasa, dan para penentangnya harus mengambil nafas panjang.
“Kelicikan Raja berhasil memenangkan peperangan ini,” kata Penasehat Licik sang Raja.
Dalam lakon ini menyiratkan pesan bahwa kekuasaan yang didasarkan pada rasa takut dan pengkhianatan hanya akan membawa kehancuran moral, baik bagi pemerintahan penguasa maupun bagi rakyatnya. Pementasan ini juga menyentil sisi gelap manusia yang sering kali menghalalkan segala cara demi mempertahankan apa yang dimiliki, tanpa mempertimbangkan akibat jangka panjangnya.
Penonton bisa dengan mudah mengaitkan kisah ini dengan fenomena-fenomena politik kontemporer, di mana kekuasaan sering kali disalahgunakan dan dijaga dengan cara-cara yang tidak etis.
Pendukung Bengkel Aktor Mataram
Tontonan lakon “Kemaruk ” adalah pementasan teater yang tidak hanya memikat dari segi visual dan alur cerita, tetapi juga menawarkan kritik sosial yang tajam. Dengan penyutradaraan yang kuat, tata panggung yang impresif, serta alur yang penuh intrik, lakon ini berhasil menghidupkan cerita tentang ambisi kekuasaan yang tak terkendali dengan sangat baik.
Bengkel Aktor Mataram dengan keterbatasan aktor dan aktrisnya, tetap berhasil menyuguhkan pementasan yang patut diapresiasi dan tentu saja memberikan refleksi mendalam tentang kekuasaan dan tanggung jawab kemanusiaan
“Saya memang masih konvensional, masih menganggap ‘drama’ tetap menjadi pilar yang menegakkan struktur teater. Saya selalu berpijak dari kisah sastra,” itulah pengakuan Kongso Sukoco dalam percakapan dengan penulis. Roman Syair
Hasil Survei ISS Pilgub NTB 2024: GASMAN Melesat
Elektabilitas GASMAN ungguli Iqbal-Dinda, ini hasil survei Indo Survei dan Strategy jelang Pilgub NTB 2024
MATARAM.LombokJournal.com ~ Indo Survey dan Strategi (ISS) merilis hasil survei untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024. ISS memotret peta elektoral-elektabilitas sejumlah figur yang akan berlaga di Pilgub NTB 2024.
ISS memotret popularitas, elektabilitas personal figur, kemudian membuat sejumlah simulasi pasangan calon. Baik skema empat paslon, tiga paslon, hingga dua paslon (head to head).
Direktur Strategi dan Operasional ISS, Karyono Wibowo menerangkan bahwa survei tersebut memiliki 880 responden yang diambil dengan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of erorr) -+ 3,37 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan metode wawancara pada tanggal 20-25 Juli 2024.
Secara umum, Karyono berpandangan Pilgub NTB 2024 masih cukup dinamis. Setiap figur atau paslon, tidak bisa mengeklaim sebagai paslon yang strong (kuat).
“Dari temuan kami, Pilgub NTB masih sangat cair, dinamis. Pergerakan dan migrasi pemilih masih sangat bebas. Maka, para paslon tidak boleh ada yang terlampau jumawa,” kata Karyono saat sesi konferensi pers usai merilis hasil survei di Astoria Hotel Mataram pada Jumat (02/08/24).
Perubahan atau migrasi pilihan itu menurutnya disebabkan banyak hal. Seperti penetrasi politik ke akar rumput, gempuran money politik, serta visi-misi.
“Kalau visi misi ini biasanya pemilih kritis,” bebernya.
Di tempat yang sama, Peneliti Pusas Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDek) UIN Mataram Dr Ihsan Hamid menjelaskan, apa arti dari tingkat persentase ekektabilitas di atas?
Zul dan Rohmi selaku mantan petahana berdasarkan hasil survei belum mencapai ekektabilitas 51 persen, artinya sangat mudah untuk dikalahkan (menurut teori survei dimanapun di dunia ini).
“Lalu siapa yang paling potensial untuk mengalahkannya? Tentu elektabilitas yang terdekat keduanya, yaitu GASMAN dengan 16,3 persen. Bahkan dengan MoE 3.7, sebenarnya Gasman dan Rohmi berada pada posisi +/- sama. Bila 16,3 persen ditambahkan 3,7 persen, maka GASMAN berada pada 20 persen, Iqbal-Dinda 15.9 persen, Zul dikurangi 3,7 menjadi 26 persen, dan Rohmi ditambah 3,7 menjadi 23,6 persen,” paparnya.
Kesimpulan, pertama; Dari hasil survei Indo Survey dan Strategy , dua posisi teratas selaku petahana hampir pasti dapat dikalahkan oleh GASMAN; kedua Iqbal-Dinda terlalu berat untuk bisa bersaing dengan dua paslon teratas maupun dengan GASMAN.
“Lalu apa yg ditakuti dan ditunggu oleh GASMAN untuk tidak maju melaju? Apa maju melaju cukup hanya sampai di sini? Miq Molah yang membuat diksi ini, ayo buktikan kalau maju melaju ini tidak menjadi Malu Melaju,” paparnya. me
KKN Mahasiswa UNU NTB Bersihkan Sungai di Lotim
Program clean up day KKN Mahasiswa UNU NTB melakukan bersih-bersih sungai di kelurahan Rakam, Lombok Timur, nmembersihkan sampah sungai
SELONG.LombokJournal.com ~ Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) menyelenggarakan program Clean Up Day di Lingkungan Batu Belek Barat, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, pada Rabu (31/07/24).
Kegiatan ini menjadi program unggulan dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UNU NTB dalam menjawab keresahan terkait persoalan sampah. Kegiatan clean up day yang melibatkan masyarakat sekitar itu didukung oleh pemerintah kelurahan Rakam dan pihak Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan kelompok mahasiswa UNU NTB yang komandoi oleh Muhammad Zulfikri mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah.
Ide ini muncul dari keresahan mereka saat menyaksikan banyaknya sampah yang menumpuk menutupi laju aliran sungai di lingkungan Betu Belek.
“Pada kesempatan ini saya mecoba mengajak masyarakat di kelurahan Rakam untuk bergandengan tangan, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah. Ajakan ini sebenarnya bermula dari keresahan kami karena adanya tumpukan sampah di berbagai sudut kampung bahkan di sungai,” ucap Zulfikri sapaan akrab Muhammad Zulfikri saat dijumpai klikers (31/07/24)
Sungai yang sebelumnya bisa digunakan sebagai tempat bermain masyarakat tampak diabaikan karena sampah yang menumpuk. Hal itu hanya sedikit gambaran yang dapat dipotret menyoal dampak sampah terhadap lingkungan.
“Sungai itu menurut warga sebelumnya bersih. Biasanya anak-anak pada bermain dan berenang di sungai itu. Tapi beberapa tahun terakhir sudah tidak ada lagi anak-anak yang mau bermain di sana.” Jelas Zulfikri
Kegiatan sederhana yang dilaksanakan dalam waktu yang terbatas itu, diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.
“Kami sadar, kegiatan ini hanya sementara saja. Hanya saja kami berharap dari langkah kecil dan sederhana ini, setidaknya dapat membangkitkan semangat masyarakat khususnya di kelurahan Rakam ini untuk terus menjaga lingkungannya di masa mendatang,” lanjut Zulfikri
Menurut Dewi Puspita Ningsih,M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN mahasiswa UNU NTB ini diselenggarakan untuk memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan nyata. Tujuannya adalah untuk membangun dan meningkatkan empati mahasiswa terhadap lingkungan.
“KKN mahasiswa ini kan tujuannya untuk membangun dan meningkatkan empati mahasiswa terhadap lingkungan nyata salah satunya. Sebagai pendamping mereka di lapangan, saya hanya memberikan stimulant bagi mahasiswa untuk merancang program tersebut,” jelas Dewi saat dijumpai di tempat berbeda, Mataram (02/08/24)
Di dalam perancangan program mahasiswa hanya didorong untuk dapat melihat lebih dekat kondisi lingkungan secara nyata.
Menangkap berbagai persoalan untuk bersama-sama, KKN Mahasiswa UNU NTB merancang program sebagai solusi bagi permasalahan di masyarakat.
“Mereka sendiri yang memiliki ide untuk membuat Clean Up Day ini. Mereka berdiskusi berdasarkan latar belakang keilmuan yang dimiliki masing-masing untuk merancang kegiatan dan mengimplementasikannya sehigga menjadi solusi bagi permasalahan yang ada,” jelas Dewi
Dewi sendiri tidak berekspektasi terlalu tinggi terhadap kegiatan ini. Ia berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat di kelurahan Rakam.
“Sederhana saja untuk kegiatan ini, paling tidak melalui kegiatan sederhana ini mahasiswa dapat menggugah kesadaran masyarakat di kelurahan Raka mini untuk terus menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” ungkap Dewi
Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, Kabupaten Lombok Timur memang memiliki urgensi dalam penanganan sampah. Masalah sampah itu tentu akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di masa mendatang.
Jika hal itu dibiarkan hal itu akan menjadi permasalahan besar di masa mendatang. Tidak hanya persoalan kebersihan lingkungan, melainkan juga dampaknya pada kesehatan masyarakat. Fik
Smelter PT AMNT Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTB
Proyek smelter PT AMNT yang segera diresmikan di Kabupaten Sumbawa Barat diyakini akan mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomi
KSB.LombokJournal.com ~ Smelter tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomidi masyarakat NTB, dan masyarakat pun makin makmur dan sejahtera.
Harapan itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin saat meninjau proyek smelter tembaga didampingi oleh Vice President External Relations PT AMNT, pada Kamis (01/08/24) di Kabupaten Sumbawa Barat.
Pj Gubernur, Hassanudin mengucapkan terimakasih kepada Susanto Lim yang telah mendampingi serta menjelaskan banyak hal terkait pembangunan smelter yang akan segera diresmikan tersebut.
“Terima kasih Pak Susanto Lim, sudah menemani kunjungan kami dan menjelaskan banyak hal tentang PT. Amman Mineral, khususnya terkait pembangunan smelteruntuk mendorong kemajuan industri dan perputaran ekonomi,” katanya.
Diketahui, keberangkatan Pj Gubernur Hassanudin ke Kabupaten Sumbawa Barat pada Kamis pagi menggunakan Seaplane dari Bandara BIZAM dan landing di Pelabuhan Benete.
Selama perjalanan, Hassanudin sempat mengabadikan keindahan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa menggunakan ponsel pintarnya.
Kedatangan Hassanudin ke KSB didampingi oleh Kadis ESDM, Kadis LHK, Kadis Perindustrian, dan Kadis Kominfotik Provinsi NTB.
“Semoga seluruh kerja keras ini memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, daerah bangsa dan negara,” harapnya. novita
10 Fenomena dalam Pilkada Serentak di NTB
Dalam penyelenggaraan Pilkada serentak di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2024, ditandai munculnya 10 femona
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pilkada serentak di NTB akan digelar pada November 2024 mendatang, namun berbagai fenomena baru mulai muncul di tahun politik saat ini yang jauh berbeda dengan Pilkada sebelumnya.
Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 memprediksi ada 10 fenomena yang bakal terjadi di tahun politik saat ini.
Tergantung Penyiapan Sumber Daya Manusia Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto mengatakan fenomena pertama adalah munculnya calon perempuan yang mendominasidi Pilkada provinsi dan kabupaten/kota.
Di tingkat Provinsi NTB ada kakak kandung TGB Zainul Majdi yakni Sitti Rohmi Djalillah. Kemudian ada Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri (Dinda).
Begitu juga di Pilkada Lombok Barat yang memunculkan empat tokoh perempuan seperti Nurhidayah, Sumiatun, Khairatun dan Nurul Ahda.
Fenomena kedua adalah munculnya Cakada dari calon yang gagal terpilih di Pileg 2024 lalu.
“Pilkada serentak NTB 2024 memunculkan fenomena Cakada dari calon yang gagal terpilih dalam Pileg 2024, seperti Ruslan Turmuzi, HM Syamsul Luthfi, Karman BM, SJP, BJS dan lainnya,” kata Didu sapaan akrab Direktur Mi6, Senin (29/07/24).
Fenomena ketiga adalah Pilkada serentak NTB 2024 ditengarai memunculkan ketidakpastiandalam dukungan Parpol kepada Paslon.
Parpol terkesan memainkan ritme/tempo untuk tidak memberikan kepastian dukungan, khususnya de jure kepada Paslon.
Keempat, Pilkada serentak NTB 2024 ditengarai fenomena kurang maraknya relawan bergerak secara masif.
“Kalaupun ada hanya sebatas peran artifisial yang tidak beresonansi pada masifnya gerakan penggalangan,” ujarnya.
Fenomena kelima adalah Pilkada serentak NTB akan berpotensi terjadi pendekatan kepada votters lebih pragmatis dan taktis. Hal ini untuk mengukur kepastian dukungan di kalangan pemilih.
“Belanja politik dan elektoral paslon membengkak dan sulit dikalkulasi/ unlimited,” ujar Didu.
Keenam, Pilkada NTB 2024 diwarnai oleh pertarungan mesin partai.
Itu karena Pileg 2024 memberikan pelajaran berharga, bahwa mesin dan organ partai efektif mendulang simpati dan dukungan pemilih.
Selanjutnya, Pilkada serentak NTB diprediksi akan diwarnai oleh vote getter bukan dari tokoh-tokoh besar, melainkan dari kalangan biasa saja namun memiliki kemampuan meraih support/dukungan dari entitas/komunitas yang lebih kecil, misal kelompok hobi dan lainnya.
Hal itu menjadi fenomena ke tujuh dalam catatan Mi6.
Sedangan untuk fenomena ke delapan, Pilkada serentak NTB 2024 juga akan diwarnai pemakaian teknologi digital yang lebih maju untuk membrading citra Paslon dari sisi yang unik dan menarik.
“Misalnya gambar Paslon dalam bentuk kartun, artificial intelligence (AI) dan teknologi lainnya,” kata Didu.
Sembilan, Pilkada serentak NTB 2024 ditandai atau ditengarai oleh fenomena minimnya donasisosial politik untuk kepentingan kemasyarakatan.
“Hal ini belajar dari Pileg 2024, di mana banyak petahana justru tumbang oleh pendatang baru, meskipun petahana tersebut banyak berbuat untuk kepentingan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Terakhir, Pilkada serentak NTB 2024 ditengarai akan diwarnai oleh pembalikan dan migrasi suara loyalisvotters kepada Paslon yang memiliki inner beauty yang kuat, tidak palsu, tidak serakah, konsisten, tidak plin plan, tidak pelit atau petinju, dan lainnya.
Itulah 10 fenomena dalam Pilkada serentak di NTB dalam kacamata Mi6 yang bakal terjadi dalam gelanggang pertarungan politik di NTB ini. ***
Indonesia Emas 2045 Tergantung Penyiapan Sumberdaya Manusia
Sumber daya manusia dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 tergantung siapa dan bagaimana menyiapkannya
Karena itu, Pj Gubernur NTB, Hassanudin mengapresiasi kiprah LKSA Qhoirul Wasilah, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.
“Sumberdaya manusia dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 tergantung siapa dan bagaimana menyiapkannya. Saya mengapresiasi perhatian para pengurus LKSA dalam membina kondisi masyarakar kita sebagai ujung tombak di lapangan,” kata Gubernur di Desa Kembang Kuning, Minggu (28/07/24).
Pj Gubernur mengatakan, kiprah LKSA ini dalam menangani anak anak tenaga kerja imigran, persoalan keluarga dan hak hak dasar seperti kesehatan dan pendidikan bagi anak sangat luar biasa.
Meskipun kehadiran negara tetap menjadi kewajiban dalam pelayanan masyarakat sesuai undang undang dasar.
Kepala DinaS Sosial, Ahsanul Khalik mengatakan, silaturahmi ini akan mempererat hubungan antara pemerintah dengan lembaga sosial yang ada.
Sebanyak 137 lembaga sosial yang ada di Lotim, kepengurusan anak adalah yang terbaik secara nasional dari akreditasiyang dilakukan Kementerian Sosial.
“Bantuan sosial dari pemerintah provinsi khusus untuk lembaga kesejahteraan anak di Lombok Timur setiap tahun sebesar Rp 1.400.000.000 juta lebih untuk 7.208 anak penerima manfaat”, jelas Ahsanul.
Disamping membina anak miskin dan terlantar, ada pula disabilitas dan lansia dengan lembaga berbeda. Ada pula yang khusus menangani anak korban kekerasan seksual yang belakangan makin tinggi angkanya.
Hadir pula perwakilan 85 lembaga sosial wilayah Lombok Timur dan anak anak binaan serta orangtua angkat LKSA Qhoirul Wasilah.
Turut mendampingi para Asisten 1 Setdaprov NTB, Sahli Sosmas, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Sosial dan pejabat Pemkab Lotim terkait. jm
KONI NTB Gelar Outbond Kontingen PON XXI
Pj Gubernur NTB, Hassanudin mengajak para atlet dan ofisial memanfaatkan kegiatan outbond yang digelar KONI NTB
LOBAR.LombokJournal.com ~ KONI NTB melepas kejenuhan berlatih para atlet di pemusatan latihan daerah (Pelatda). Kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan outbound di Senggigi, Lombok Barat, Minggu (28/07/24).
Penjabat Gubernur, Hassanudin berbaur dalam acara yang digelar KONI NTB itu, dan memberikan motivasi hebat dan juara kepada para atlet.
Pj Gubernur berpesan pula agar seluruh tim yang terlibat mulai dari atlet, pelatih dan ofisial memanfaatkan kegiatan ini dengan baik.
“Manfaatkan kegiatan ini untuk bergembira agar kesehatan mental terpelihara dan membangun kebersamaan”, ujar Hassanudin di Hotel Merumatta, Senggigi.
Ditambahkannya, mental juara harus diikuti dengan kerendah hatian dan berdoa. Kualitas prestasi seluruh atlit dan hasil latihan selama Pelatda akan menjadi optimisme yang tetap membumi.
Karena setiap daerah pasti memiliki strategi dan ingin meraih kepuasan dengan kemenangan. Oleh karena itu ia mengingatkan bahwa seluruh masyarakat NTB mendukung perjuangan kontingen NTB di PON XXI Aceh Sumut September mendatang.
Ketua Kontingen PON NTB, Mori Hanafi mengatakan tidak seluruh atlit mengikuti kegiatan outbound karena masih berlaga di event lain seperti Lalu Zohri (Atletik) yang berada di Olimpiade Paris dan beberapa atlit lain.
“Saat ini adalah titik puncak kejenuhan berlatih sehingga dibutuhkan penyegaran. Waktu yang tersisa kami manfaatkan untuk melepaskan tekanan berlatih”, jelas Mori.
Kegiatan yang digelar KONI NTB ini disponsori Bank NTB dengan 30 orang atlet binaannya ini dimulai dengan senam bersama pimpjnan daerah dan seluruh kontingen serta dilanjutkan dengan rekreasi, hiburan dan permainan berhadiah. Adapula pemberian santunan kematian dari BPJS bagi atlit gulat NTB, Gisca Dewi.
Turut mendampingi Sekda NTB, Drs HL Gita Ariadi, Kepala Dinas Kominfotik, Dr Najamudin Amy dan beberapa kepala OPD lainnya. jm
Seminar Nasional Ikatan Notaris Didukung Pemprov NTB
Terselenggaran seminar nasional para notaris diharapkan ada perspektif sama pendampingan hukum kepada para notaris
MATARAM.LombokJournal.com ~ Seminar Nasional Ikatan NotarisIndonesia NTB di Mataram, Sabtu (27/07/24), dihadiri Asisten I Setda NTB Drs. H. Fathurrahman, yang datang mewakili Penjabat (Pj) Gubernur NTB.
Asisten I dalam sambutannya menyatakan Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuhpenyelenggaraan seminar bagi para notaris di NTB Hal itu diungkapkan Asisten I dalam sambutannya.
Seminar tersebut bertajuk ‘Pertanggungjawaban Notaris dalam Pembuatan Akta Autentik dan Optimalisasi Perlindungan serta Pendampingan Hukum terhadap Jabatan Notaris’.
“Pemerintah Provinsi NTB mendukung terselenggaranya seminar ikatan notaris,” ungkapnya.
Dirinya berharap dengan diselenggarakannya seminar nasional ini, ada persektif yang sama dalam perlindungan dan pendampingan hukum kepada para notaris dalam menjalankan tugasnya bisa dilakukan dengan maksimal.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kaprodi MKN Edward Boyosili, Ketua Umum Pengwil INI NTB Lalu Mulyadi, SH., MK.n, unsur FKPD Provinsi NTB, serta para narasumber pusat. nov/dyd
Di Kabupaten Bima, Pj Gubernur Soroti Potensi Pertanian
Potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Bima disoroti Pj Gubernur, terutama produksi padi, jagung, dan cabai yang meningkat tiap tahunnya
BIMA, LombokJournal.com ~Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin didampingi istrinya, Dessy Hassanudin melakukan kunjungan di Kabupaten Bima, dan menyorotipotensi besar pertanian di kabupaten itu, Jum’at (26/07/24).
Menurutnya, potensi besar sektor pertanian Kabupaten Bima, terutama produksi padi, jagung, dan cabai yang terus meningkat setiap tahunnya, akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat setempat.
“Potensi pertanian memiliki dampak yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat Bima,” katanya.
Saat kunjungi Kabupaten Bima itu Pj Gubernur didampingi Pimpinan OPD lingkup pemerintah Provinsi NTB. Selain melakukan kunjungan kerja juga untuk silaturahmi dengan jajaran pemerintah Kabupaten Bima di Kantor Bupati Bima.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur NTB Hassanudin mengapresiasi sinergitas dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendukung berbagai program pembangunan di NTB.
Selain sektor pertanian, Hassanudin juga menekankan pentingnya pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Bima dengan inovasi dan improvisasi yang tepat.
Ia berharap semua sektor dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun Bima yang lebih maju. Hassanudin menekankan bahwa program-program yang dijalankan harus tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi kemajuan NTB.
“Melalui sinergitas dan kolaborasi pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, kita dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah di NTB yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri menyoroti produksi hasil pertanian, terutama jagung, yang menjadi andalan Kabupaten Bima.
Dalam mengatasi masalah harga jagung yang murah setiap tahunnya, pemerintah Kabupaten Bima telah melakukan MoU dengan pemerintah Kabupaten Blitar guna menjaga stabilitas harga jagung bagi para petani.
“Kita akan lebih mampu memperhatikan petani jagung di daerah kita sehingga kita pastikan bahwa mereka tidak hanya lelah dan letih menanam. Petani jagung bisa menerima sumber penghasilan yang lebih baik bagi masyarakat dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Umi Dinda, sapaan akrab Bupati Bima, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pj Gubernur beserta istri dan rombongan di Tana Mbojo.
“Alhamdulillah, sejak dilantik sebagai Pj Gubernur NTB, hari ini beliau mengawali kunjungannya ke Pulau Sumbawa. Setelah di Kabupaten Dompu, kemudian Kota Bima dan pada malam hari ini, bersama-sama dengan seluruh masyarakat Kabupaten Bima,” pungkasnya.
Acara berlangsung khidmat, disertai dengan rangkaian kegiatan Pameran Pembangunan Kabupaten Bima yang diikuti oleh stand-stand pameran OPD se-Kabupaten Bima, instansi vertikal, dan mitra swasta. mnp/dyd