Pasien Covid-19 di NTB, Rabu, Bertambah 15 Orang Positif

Jumlah pasien positif Covid-19 sedikit berkurang, meski ada penambahan namun jumlah yang sembuh lebih banyak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 356 sampel, telah dikonfirmasi tambahan pasien Covid-19 sebanyak 15 orang positif.

Pasien Covid-19

Update pasien Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi M.Si. melalui press release pada media, Rabu (23/06/21).

Pemeriksaan sampel itu dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

Hasil pemeriksaan dari 356 sampel dengan 341 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA:

Dasa Wisma Digalakkan Guna Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi

Meski ada penambahan 15 kasus baru positif Covid-19, namun dengan 21 penambahan orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh dari Covid-19, maka jumlah pasien positif hari Rabu di NTB sedikit berkurang.

Hari ini juga tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 21 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (23/06/21) sebanyak 14.284 orang,

Rinciannya, 13.099 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 567 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi melalui press releasenya.

Hal itu dilakukan guna mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.645 orang dengan perincian 126 orang (0,6%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.489 orang (99,2%) sudah discarded.

BACA JUGA:

Shalat Idhul Adha dan Pelaksanaan Qurban, Ini Isi Edaran Menag

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.099 orang, terdiri dari 2.855 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 88.244 orang (96,9%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.020 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.484 orang (99,1%).

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Shalat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban, Ini Edaran Menag

Di tengah pandemi Covid-19, perlu penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan pelaksanaan qurban 1442 H

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha 1442 H/2021 M dan pelaksanaan qurban di masa pandemi Covid-19, Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran (SE), Rabu (23/06/21).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, SE. 15 Tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Shalat Idul Adha 1442 H/2021 M dan pelaksanaan qurban di masa pandemi Covid-19, untuk memberi rasa aman umat Islam.

“Untuk memberi rasaa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha dan pelaksanaan qurban 1442 H,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas seperti dikutip dalam laman Kemenag.go.id, Rabu (23/6).

BACA JUGA: Museum NTB Harus Indah dan Nyaman, Agar Pengunjung Betah

Menurut Menag, edaran ini dimaksudkan sebagai panduan dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada semua zona risiko penyebaran Covid- 19.

“Ini diterapkan dalam rangka melindungi masyarakat,” jelas Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Edaran ini ditujukan kepada jajaran Ditjen Bimas Islam, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kab/Kota, Kepala KUA Kecamatan, pimpinan Ormas Islam, pengurus masjid dan musala, panitia peringatan hari besar Islam, serta masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

Dikatakan Menag, pejabat Kementerian Agama di tingkat pusat melakukan pemantauan pelaksanaan Surat Edaran ini secara hierarkis melalui instansi vertikal yang ada di bawahnya.

BACA JUGA: Inovasi Pengelolaan Sampah Harus Berkelanjutan

Berikut ketentuan edaran SE. 15 tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M:

1. Malam Takbiran menyambut Hari Raya Iduladha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid/mushala, dengan ketentuan
sebagai berikut:

  • Dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10% dari kapasitas masjid/musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
  • Kegiatan Takbir Keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan.
  • Kegiatan Takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid/ musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid/musala.

2. Salat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka atau di masjid/musala pada daerah Zona Merah dan Oranye ditiadakan;

3. Salat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M dapat diadakan di lapangan terbuka atau di masjid/musala hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 atau di luar zona merah dan oranye, berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat;

4. Dalam hal Salat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, sebagaimana dimaksud pada angka 3, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Salat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun
    salat dan penyampaian Khutbah Idul Adha secara singkat, paling lama 15 menit.
  • Jemaah Salat Hari Raya Idul Adha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah;
  • Panitia Salat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat
    pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;
  • Bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru
    sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Salat Hari Raya Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid/musala;
  • Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Salat Hari Raya IduI Adha sampai selesai;
  • Setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.
  • Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Salat Hari Raya Idul Adha;
  • Seusai pelaksanaan Salat Hari Raya Idul Adha, jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

5. Pelaksanaan qurban agar memerhatikan ketentuan sebagai berikut:

  • Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari,
    tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan qurban.
  • Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R pemotongan
    hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat.
  • Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging qurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima, wajib memerhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.
  • Kegiatan pemotongan hewan qurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan qurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.
  • Pendistribusian daging qurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di ternpat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

6. Panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Hari Raya Idul Adha sebelum menggelar Salat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali;

7. Dalam hal terjadi perkembangan ekstrim Covid-19, seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19, adanya mutasi varian baru Covid-19 di suatu daerah, pelaksanaan Surat Edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat. Rr/Kemenag.go.id




Inovasi Pengelolaan Sampah Harus Berkelanjutan

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menegaskan bahwa inovasi pengelolaan sampah harus memastikan sirkulasi dan pemanfaatannya berjalan terus.

LOBAR.lombokjournal.com ~ “Jangan hanya dikenalkan inovasinya kemudian tidak dibumikan dan digunakan oleh masyarakat terus dipelihara dan dijaga keberlanjutannya”, ujar Sitti Rohmo saat kunjungannya ke Laboratorium Sampah Paman Sam (Pemanfaatan dan Pengelolaan Sampah) Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Rabu (23/06).

Wagub menginginkan titik percontohan atau fasilitas yang sudah dibangun itu dapat dimasukkan ke dalam aplikasi Lestari agar memudahkan pemantauan sampai memetakan daerah mana yang cocok dengan inovasi yang akan diterapkan.

inovasiSirkulasi sampah untuk inovasi penanganan dan pengurangan keluarannya menjadi pupuk, pakan, energi dan lain lain yang sudah tersedia fasilitasnya di masyarakat dapat dipantau kebutuhan pemanfaatan hasil inovasinya sekaligus ketersediaan bahan bakunya dengan direktori bank sampah.

BACA JUGALombok Barat Target Posyandu Keluarga 100 Persen Tahun Ini

Umi Ningsih, founder Laboratorium Sampah Paman Sam menjelaskan, biogas yang dihasilkannya disebut bio slurry yang berbahan baku limbah ternak atau sampah organik rumah tangga.

Pemanfaatannya saat ini sudah digunakan oleh 15 rumah tangga di Desa Lembuak sebagai pupuk cair dan bahan bakar pengganti gas.

“Kelebihannya, limbahnya nol persen dan kita kembangkan juga dari bahan baku sampah organik rumah tangga dari yang umumnya menggunakan limbah ternak”, ujar Umi.

Selain itu, instalasi biogas untuk kebutuhan penerangan dan dapur, ini, kelebihannya adalah tidak membahayakan karena tekanan gas rendah, tapi efisien.




Lombok Barat Target Posyandu Keluarga 100 Persen Tahun Ini

Di Lombok Barat terdapat 133 posyandu yang sudah berstatus Posyandu Keluarga dari keseluruhan posyandu yang berjumlah 935 unit. Akhir tahun ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat menargetkan sisanya, yang 802 unit itu menjadi Posyandu Keluarga.

LOBAR.lombokjournal.com ~ Menanggapi keinginan tersebut, Wakil Gubernur NusaTenggara Barat (NTB), Hj Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi Pemda Lombok Barat yang konsen mempercepat program revitalisasi posyandu yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi dan menargetkan semua posyandu sudah menjadi posyandu keluarga pada tahun ini.

“Alhamdulillah, semoga kekompakan semua pihak dapat mempercepat revitalisasi posyandu. Sehingga Posyandu Keluarga menjadi layanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa,” ujar Sitti Rohmi saat meresmikan 63 Posyandu Keluarga se-kecamatan Kuripan, Rabu (23/06).

Lombok BaratSitti Rohmi juga mengingatkan bahwa posyandu yang sudah melaksanakan pelayanan dasar kesehatan seperti kesehatan ibu dan anak, remaja dan lansia, serta Pos Pelayanan Terpadu tinggal ditambahkan literasi serta konseling remaja, pernikahan dini, narkoba sampai buruh migran. Ditambah pula sedapat mungkin terintegrasi dengan PAUD dan bank sampah.

Mulai 2021, basis penggunaan Dana Desa adalah SDGs atau Sustainable Development Goals Desa dengan 18 indikator, salah satunya adalah pendidikan dan kesehatan.

“Jadi orientasi pemerintah desa bukan lagi infrastruktur fisik tapi kepada membangun sumber daya manusia”, tegasnya.

BACA JUGADasa Wisma Digalakkan Guna Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Halid, mengatakan bahwa pemda menargetkan akhir tahun ini seluruh posyandu menjadi Posyandu Keluarga.

“Kami menganggarkan 5 juta rupiah per-posyandu pada tahun ini agar seluruhnya bisa menyelenggarakan Posyandu Keluarga,” kata Fauzan.

Bupati Lombok Barat mengapresiasi atensi pemerintah provinsi terhadap gerakan masyarakat sehat lahir dan bathin ini.

Sebagai bentuk komitmennya, Pemda akan memastikan Posyandu Keluarga mendapatkan perhatian sebagai keberlanjutan program yang sangat strategis.

diskominfotikntb




Dasa Wisma Digalakkan Guna Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi

Di masa pandemi Covid-19,Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggalakkan salah satu programnya yaitu; Dasa Wisma, yang bertujuan untuk mencapai ketahanan keluarga.

DOMPU.lombokjournal.com ~ Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan hal tersebut saat acara silaturrahminya di PKK kabupaten Dompu, Rabu (23/6).

Dasa WismaMenurut Hj Niken, Dasa Wisma yang terdiri dari kelompok ibu dari 10 Kepala Keluarga (KK) yang melakukan aktivitas bermanfaat bagi keluarga diharapkan mampu memberdayakan kelompok PKK hingga ke kelompok terkecil, dengan harapan mampu melahirkan generasi yang tangguh.

Salah satu hal yang menjadi tantangannya adalah bagaimana membudayakan PKK sesuai dengan eksistensinya, sehingga program PKK itu akan sampai kepada kelompok yang terkecil yaitu, Dasa Wisma.

“Diharapkan semua program pokok tersebut bisa menimbulkan ketahanan keluarga yang akan melahirkan keluarga atau anak-anak, generasi muda yang tangguh untuk NTB Gemilang dan Indonesia Maju,” jelas Hj. Niken.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan kesejahteraan dan ketangguhan masyarakat pada masa pandemi dibutuhkan kerja sama semua pihak agar terjadi sinergitas dalam menjalankan program tersebut.

BACA JUGAMuseum NTB Harus Nyaman dan Indah Agar Pengunjung Betah

diskominfotikntb




Museum NTB Harus Nyaman dan Indah Agar Pengunjung Betah

Selain sebagai tempat edukasi sejarah, jadikan museum itu nyaman dan indah, sehingga masyarakat senang datang dan betah berlama-lama di museum.

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menuturkan hal tersebut saat membuka Pameran Keliling Museum Negeri NTB Tahun 2021, di Aula Birrul Walidain YPH PPD NWDI, Pancor, Lombok Timur, Selasa (22/6/).

MuseumNegeri NTBDalam pameran yang bertema, “Sejarah dan Kepurbakalaan NTB”, Sitti Rohmi meminta Museum Negeri NTB terus berbenah dan berinovasi lebih banyak agar ke depannya semakin menarik dan banyak dikunjungi oleh masyarakat.

Selain itu, di era digital, ini, museum juga mesti mengikuti perkembangan teknologi dan informatika, dengan cara memanfaatkan media sosial guna mempublikasi hal menarik di museum.

“Pameran seperti ini tidak hanya untuk memenuhi kewajiban saja, tetapi dapat diperkenalkan kepada seluruh masyarakat, sehingga tolak ukur keberhasilannya adalah respon dan antusias masyarakat,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGALomba Bertutur, Sarana Pembentuk Karakter Anak

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, mengatakan bahwa Lombok Timur memiliki banyak benda purbakala, namun sayangnya tidak terarsip dengan baik dan rapi.

“Kedepan kami ingin membangun museum untuk Lombok Timur, sinergi dan kebersamaan dengan pemerintah provinsi agar dapat membantu merealisasikannya,” tutur Sukiman.

diskominfotikntb




Pasien Covid-19 di NTB, Selasa, Bertambah 37 Orang Positif

Penambahan pasien yang positif Covid-19, lebih besar dari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 411 sampel, telah dikonfirmasi terdapat penambahan pasien Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), sebanyak 37 pasien positif.

Pasien

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat,Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release pada media, hari Selasa (22/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: Tiket non Tunai, Upaya Putus Mata Rantai Covid-19

Hasil dari pemeriksaan 411 sampel dengan 374 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 37 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dengan penambahan 37 orang positif Covid-19, berarti jumlahnya lebih besar dari pasien yang sembuh.

“Hari ini (Selasa) terdapat 28  penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Dan pada hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Pasien

Dengan tambahan 37 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 28 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (22/06/21) sebanyak 14.269 orang.

Rinciannya, sebanyak 13.078 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 573 orang masih positif

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Hal itu dilakukan, menurutnya, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.637 orang dengan perincian 136 orang (0,7%) masih dalam isolasi, 34 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.466 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.037 orang, terdiri dari 2.809 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 88.228 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Isu Strategis NTB Diungkap di hadapan Peserta Lemhanas

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.022 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.482 orang (99,1%).

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pina Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Lomba Bertutur, Sarana Pembentuk Karakter Anak

Kegitan Lomba bertutur yang melatih istimatika berpikir anak-anak ini,  merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh perwakilan kabupaten kota se-Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut M.A.P, mengatakan, lomba bertutur merupakan salah sarana yang tepat dalam membangun dan membentuk karakter anak.

Apalagi bertutur dengan baik di hadapan publik, seorang anak membutuhkan keberanian, kemampuan mengkoordinasikan seluruh panca indra. Sehingga dinilai dapat melatih mental, sistimatisasi berfikir mereka sejak kecil.

“Proses menjadi seorang yang mampu bertutur dengan baik tidak mudah. Tetapi jika anak2 sejak sekarang dilatih memiliki kemampuan berbicara depan publik, maka ketika mereka dewasa akan memiliki kemampuan retorika dan public speaking yang baik, kelak menjadi life skill mereka,” ungkapnya saat membuka Lomba Bertutur di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Selasa (22/06/21).

BACA JUGA: Sistem Informasi Posyandu, Perkuat Pemetaan Kesehatan

Namun tradisi bertutur, kata Julmansyah, perlahan mulai luntur dan jarang ditemui di tengah-tengah masyarakat. Terutama tradisi bertutur melalui dongeng yang disampaikan pada anak dan cucu menjelang tidur.

“Untuk itu, saya berharap kepada seluruh dinas perpustakaan di NTB untuk dapat memfasilitasi dan mensupport tradisi bertutur bagi anak melalui dongenng maupun lomba lainnya,” harapnya.

Lomba bertutur ini merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh perwakilan kabupaten kota se-Provinsi NTB.

Lomba bertutur juga rangkaian dari berbagai lomba, mulai lomba perpustakaan desa, lomba perpustakaan SMA/SMK serta lomba bertutur.

Kegiatan telah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI.

Usai perlombaan, dilakukan pembacaan pengumuman pemenang yang disampaikan oleh Dr. Kadri perwakilan Dewan Juri.

BACA JUGA: Tiket nn Tunai, Upaya Memutus Mata Rantai Covid-19

Adapun pemenang lomba bertutur tingkat provinsi ini antara lain;

  • Juara 1 Lalu Nizzar Rayyan dari SDN 22 Praya Lombok Tengah;
  • Juara 2 Putri Zulfairah SDN 2 Labuan Sumbawa,;
  • Juara 3 Ronaldo Sopha SD Alethea Mataram;
  • Juara Harapan I Zafeera AfkarMughni SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima;
  • Juara Harapan II Putri Rabiatul Adawiah SDN Sondosia Kab. Bima;
  • Juara Harapan III Aqila Zahayu Mahfuz SDN 1 Gerung Utara Lombok Barat.    Selanjutnya pemenang pertama akan mewakili Provinsi NTB ke tingkat Nasional. (*)



Tiket Non Tunai, Upaya Putus Mata Rantai Covid-19

Sistem layanan tiket non tunai merupakan salah satu cara untuk menghindari kontak fisik dalam pembayaran dan transaksi tiket transportasi di era pandemi Covid-19.

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyampaikan hal tersebut kepada awak media saat kunjungan kerjanya di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Selasa (22/6).

Saat memasuki area pelabuhan, Sitti Rohmi mempraktekkan penggunaan kartu elektronik sebelum masuk ke dalam kapal feri.

Selama di dalam kapal feri, Sitti Rohmi memeriksa kondisi dalam kapal guna memastikan adanya penerapan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) di layanan angkutan laut.

Tiket Non Tunai
Hj. Sitti Rohmi

“Tiket non tunai dengan kartu elektronik ini memudahkan pembayaran bagi penumpang, dan upaya kita agar tidak ada kontak demi memutus mata rantai Covid-19,” ujar Sitti Rohmi.

Sitti Rohmi juga berpesan kepada pemilik kapal feri agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan kapal.

BACA JUGAInovasi Kerekeh, Bakal Jadi Desa Rujukan Industrialisasi

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Moh. Faozal, lebih lanjut menjelaskan bahwa sistem non tunai ini juga memberikan rasa aman, dengan standar pengisian data diri yang lengkap untuk jaminan asuransi diri.

Selain itu, penggunaan kartu elektronik juga menghindari antrian dan kemacetan saat  kendaraan dan penumpang memasuki pelabuhan.

“Pembayaran jadi mudah dan praktis serta terhindar dari uang palsu,” tutur Faozal.

diskominfotikntb




Pantai Impos Sasaran Berlibur Anak Sekolah

Penataan bangunan pondok, warung dan fasilitas lainnya di pantai Impos cukup rapi, dan yang lebih menyenangkan pantainya terjaga keberihannya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Berwisata ke pantai Impos, Dusun Jambianom, Desa Medana, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara memberi kenyamanan tersendiri bagi tiap pengunjung.

Pantai Impos

Pantai Impos

Pantai Impos nyaman untuk dikunjungi karena bersih dan aman, disamping itu di pantai ini tersedia tempat bermain bagi anak-anak cukup luas Bangunan pondok sementara untuk para pedangang kaki lima berjejer rapi, dan mereka selalu bersikap sopan melayani para pembeli atau pengunjung pantai Impos.

Salah seorang anak berasal dari SD No.8 Sokong, Tanjung, I Komang Adilana Waisia yang sedang berlibur usai mengikuti ulangan semester genap mengaku senang di Pantai Impos karena panainya bersih.

BACA JUGA: Puncak Mantar, Destinasi Sumbawa Barat yang Indah

“Kami senang berlibur di pantai Impos karena sepanjang pantainya bersih, dan disediakan alat berenang berupa ban dalam, Perahu Kano serta dijaga oleh anggota Pokdarwis, “kata Komang, Selasa (22/06/21).

Penataan yang cukup rapi, meski dengan bangunan sementara dalam pondok disediakan bangku meja dan tempat duduk lainnya serta wifi gratis.

“Tempat lain tidak senyaman tempat ini,” kata Komang.

Senada denganI Komang Adilana Waisia, Kepala Sekolah SDN 8 Medana, Adnan Miktamar ,S.pd, M.Pd mengungkapkan, pilihan liburan akhir pelajaran ini merupakan pilihan para siswa sekolah sendiri.

“Mereka yang memilih untuk liburan ke pantai Impos” tutur Adnan.

Pihak guru berkewajian mendampingi siswanya dan tetap mengikuti standar protokol kesehatan Covid-19.

Soal kenyamanan, Adnan membenarkan pernyataan muridnya bahwa pantai Impos cukup bersih dan menyenangkan untuk bermain.

Dan Adnan berharap, di setiap pantai di Lombok Utara ini sepatutnya ditata seperti pantai Impos, sehingga wisatawan akan betah berkunjung ke pantai di Lombok Utara.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 di NTB, Senin, Bertambah 46 Positif

Adnan kemudian menunjuk ke arah fasilitas di pantai Impos, mulai dari pondok, warung, sarana olah raga renang, dan tempat ganti pakaian di sebelah kanan.

“Itu kan semua bangunan sementara (bukan bangunan permanen, pen). Namun karena ditata rapi, jadi kelihatan bagus,” kata Adnan.

@ng