Reses Raden Nuna di Lekok, Warga Keluhkan Janji Dewan

Seperti halnya reses anggota dewan lainnya, selalu dipenuhi permintaan dan keluhan

TANJUNG.lombokjounal.com ~ Reses anggota DPRD Provinsi NTB, H. Raden Nuna Abriadi, SIP yang berlangsung di Pantai Sedayu Lekok, Gondang, Lombok Utara, Sabtu (26/06/21), menampung banyak keluhan warga.

Sebelum Nuna Abriadi tiba di lokasi, sejumlah masyarakat dan nelayan sudah menunggu kedatangan anggota DPRD NTB dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDI P) itu.

Reses Raden Nuna

Kadus Lekok Utara, Abdullah yang memfasiitasi pertemuan itu menyampaikan secara singkat maksud tujuan dalam rangka reses kedatangan anggota DPRD NTB dari PDIP itu.

Pada acara diskusi, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desq Gondang Fatihin, menyampaikan kesulitan menjemput program di Desanya. Karena  banyaknya permintaan anggota BPD dari masing masing perwakilan dusun.

Di saat pandemi, banyak anggaran terserap kebutuhan utama untuk penanganan Covid 19 dan di tambah refocusing, sehingga usulan untuk penanganan jalan menuju pantai Sedayu belum bisa dialokasikan.

BACA JUGA:

Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarkat Desa untuk Percepat Pulihkan Ekonomi

Meski demikian, Kadus Lekok Timur, Abdullah menyebut bahwa anggaran untuk perbaikan jalan ke Pantai Sedayu yang rusak akibat grmpa bomi 2018, sudah dianggarkan pada anggaran perubahan Desa Gondang.

Permintaan bantuan dan keluhan mulai muncul dari perwakilan nelayan, Salah satu perwakilan nelayan, Muhidin, berharap bantuan sarana nelayan dalam bentuk perahu dengan alat tangkapnya.

Muhidin juga mengungkapkan permintaan kelengkapan penangkaran Tukik/penyu yang memadai.

Tiga perwakilan tokoh yaitu, Fatihin, Muhidain dan Fahrudin juga tak lupa mengungkapkan krkecewaannya, karena janji janji oknum anggota dewan yang tidak terealisasi.

Kekecewaan serupa juga disampaikan perwakilan kelompok wanita dan banjar.

Mereka mengakui, kalau di setiap pemilihan anggota legeslatif pasti didatangi calon dengan segudang janji yang tidak terbukti. “Kecuali Ibu Galuh Nurdiah,” kata mereka menyebut nama salah seorang angota DPRD Lombok Utara.

Mereka tak lupa menegaskan bahw Raden Nuna Abriadi tidak termasuk seperti oknum yang dimaksud.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Berbasis Dusun Bisa Capai 100 persen

Perwakilan kelompok wanita masing masing dari 4 dusun yang berbeda, mengharapakn bantuan sarana perasmanan dan pelatihan keterampilan.

Menjawab banyak ungkapan warga, Nuna menjelaskan dengan rinci tentan berbagai bantuan yang boleh dan tidak boleh berdasarkan aturan hukum yqng berlaku.

Warga dengan tertib dan serius mendengarkan penyampaian Raden Nuna. Ia juga menyebutkan bahwa dalam Visi Misi Bupati terpilih H Djohan Syamsu,SH, sudah dirancang beberapa program sebagaimana yang diharapkan warga Kabupaten Lombok Utara yang menjadi prioritas.

“Termasuk dengan penyampaian warga Lekok saat ini,” kata Nuna Abriadi.

Ada yang menarik yang diungkapkan warga sebelum diskusi. Beberapa warga tiba-tiba minta Nuna untuk ikut maju dan mencalon dri pada PiLbub KLU mendatang.

Nuna mengatakan, jika warga KLU mendukung dan merestui, ia mengaku sanggup maju

“Saya Sanggup Untuk Maju Pada Pibup Yang Akan Datang,” tegasnya.

Usai diskusi, Raden Nuna diperkenankan melepas puluhan Tukik/anak penyu sebagai simbol komitmennya memperjuangkan usulan warga Lekok.

Terkait pemintan bantuan itu, tentunya dengan berpedoman pada aturan yang berlaku. Baik aturan pusat maupun daerah, tentang bentuk bentuk bantuan maupun hibah untuk masyarakat KabupatEn Lombok Utara.

@ng




Traveloka Beri Selamat Gubernur NTB Usai Terima Penghargaan

VP of Market Management Accomodation PT. Traveloka, John Safenson memberi selamat pada para penerima Figure Excellence Award 2021, salah satunya adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

DENPASAR.lombokjournal.com ~ John Safenson mengucapkan selamat pada H. Zulkieflimansyah, setelah Gubernur NTB, itu mendapat penghargaan pada kategori “Best Inspiring Tourims Initiative”.

“Selamat, penghargaan ini hanya untuk orang-orang terpilih” ujar John Safenson saat memberikan sambutan, di Harris Hotel, Sunset Road, Jumat (25/6)

Selain Gubernur NTB, sejumlah tokoh yang menerima penghargaan ini antara lain, Walikota Batam, H. Muhammad Rudi, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Hj. Marlin Agustina, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, Walikota Semarang, H. Hendrar Prihadi, Walikota Banjarbaru, H. M. Aditya Mufti Ariffin dan Bupati Maybrat, Dr. Berbard Sagrim.

BACA JUGASeven Media Asia Award 2021 Beri Penghargaan Gubernur NTB

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi mensyukuri penghargaan yang diberikan, dan gubernur selalu berikhtiar agar pariwisata NTB terus membaik.

“Ini tidak lepas dari kebijakan yang diimplementasikan pada kemajuan kepariwisataan secara keseluruhan. Kebijakan pengembangan destinasi, halal tourism, diversifikasi daya tarik obyek wisata telah membangun kepariwisataan NTB dengan baik” kata Yusron.

Selain mendesak pemerintah pusat untuk menambah “Direct Flight” jelang event internasional di NTB, program unggulan Desa Wisata juga terus dikembangkan dan telah disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Pengembangan desa-desa wisata merupakan kebijakan terobosan untuk mengembangkan diversifikasi wisata maupun membangun perekonomian desa berbasis desa. Saat ini kita menghadapi pandemi, tentu semua pihak tidak merasa mudah dengan keadaan ini terobosan penerapan zona hijau wisata adalah alternatif yang baik untuk terus menjaga ritme kepariwisataan NTB tetap eksis.

Kita juga memastikan wisatawan dijamin berkunjung dengan sehat dan aman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yg baik.

“Kegiatan CHSE dan vaksin para pelaku wisata pada destinasi prioritas kita telah mencapai rata-rata 80% persen” jelas Yusron.




Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

Setelah diguncang musibah gempa bumi, Nusa Tenggara Barat (NTB) menginisiasi program 99 Desa Wisata untuk kebngkitan sektor priwisata, sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Desa wisata merupakan upaya mengoptimalkan potensi desa sebagai destinasi wisata.

Tentu saja, di dalam desa tersebut harus mempunyai daya tarik bagi wisata. Dan pemenuhan fasilitas penunjang, dan kemudahan wisatawan mengakses destinasi itu.

Desa Wisata

Kemudian, semua aset wisata itu disajikan menyatu dengan tata cara dan tradisi warga desa.

Memang, tantangan pengembangan desa wisata secara umum menyangkut aspek kesiapan sumber daya dan kesiapan kelembagaan pengelola destinasi wisata itu. Kemudian, pemenuhan fasilitas pendukung, hingga perluasan kemitraan yang mendukung keberadaan desa wisata itu.

Provinsi Nusa Tenggara Barat menginisiasi program unggulan 99 yang digagas sebagai  jalan keluar pemulihan ekonomi. Khususnya setelah NTB diguncang musibah gempa dan pandemi Covid-19, yang nyaris melumpuhkan semua sendi ekonomi masyarakat.

“Program unggulan 99 Desa Wisata sangat terasa karena sekarang pemulihan ekonomi itu dilakukan dengan pemberdayaan potensi masyarakat sendiri,” ujar Najamudin Amy di Hotel Astoria, Jumat (25/06).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik itu menyebutkan, dengan program itu itu berlangsung pemberdayaan usaha kecil menengah atau UKM/IKM dengan produk lokalnya.

Desa wisata
Njmuddin Amy

Demikian juga, progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan agenda event internasional.

Seiring pengembangan KEK Mandalika sebagai tujuan wisata dunia, sekaligus mengembangkan Desa Wisata untuk mendukung kebangkitan pariwisata. Ini akan membangkitkan industri pariwisata sebagai sektor andalan NTB, yang mendatangkan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, L Hasbul Wadi menyebut Desa Wisata saat ini dihajatkan tidak lagi menjadi alternatif wisata.

Pengembangan Desa Wisata dengan konsep pentahelix harus dikelola bersama oleh kabupaten/ kota, stakeholder terkait, perguruan tinggi, komunitas lokal dan dunia usaha.

Agar menghadirkan pariwisata berkualitas dari jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

“Sampai tahun kedua (sejak dimulai program Desa Wisata) ada 41 Desa Wisata yang sudah ada dan 16 di tahun ketiga ini yang disiapkan dengan tata kelola yang baik,” ujar Wadi.

I Made Pari Wijaya, perwakilan ITDC, BUMN yang saat ini mengelola KEK Mandalika menambahkan, pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya. Namun pengerjaan proyek bernilai triliunan itu menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, dan secara umum masyarakat NTB.

“Terkait Desa Wisata ada tambahan dua hal selain aksesibilitas, keramahan dan atraksi tapi juga promosi. Dan masyarakat agar benar benar siap menjadi tuan rumah dengan memberikan rasa aman bagi wisatawan,” kata Pari Wijaya.

Sementara itu, General Manager Hotel Lombok Astoria, Saeno Kunto mengatakan, faktor keamanan dalam industri pariwisata sangat penting.

Ia menyebut, Lombok Astoria dapat bertahan di masa pandemi tidak dengan melakukan PHK karena dapat mengurangi keamanan dan kenyamanan.

Selain itu dalam mengemas produk, ia menekankan pada promosi by experience karena dengan pengalaman layanan yang baik, tamu akan mengulang kunjungannya.

“Pekerjaan rumah terbesar kita pelaku industri pariwisata adalah bagaimana menjadi tuan rumah yang baik dengan pengelolaan aksi dan aset yang benar”, ucap Kunto.

jm




Seven Media Asia Award 2021 Beri Penghargaan Gubernur NTB

Seven Media Asia Awards 2021 memberi penghargaan Figur Excellence Award 2021 kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, dalam kategori “Best Inspiring Tourism Initiative”.

DENPASAR.lombokjournal.com ~ – , Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Vice President of Market Management Accomodation Traveloka, John Safenson, di Harris Hotel Sunset Road, Jum’at (25/6).

Selain Gubernur NTB, sejumlah tokoh yang menerima penghargaan, di antaranya adalah; Walikota Batam, H. Muhammad Rudi, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Hj. Marlin Agustina, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, Walikota Semarang, H. Hendrar Prihadi, Walikota Banjarbaru, H. M. Aditya Mufti Ariffin dan Bupati Maybrat, Dr. Berbard Sagrim.

BACA JUGATraveloka Beri Selamat Gubernur NTB Usai Terima Penghargaan

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB yang mewakili gubernur,  Lalu Gita Ariadi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat NTB.

“Apresiasi dan penghargaan luar biasa kami sampaikan kepada panitia Seven Media Awards yang telah memberikan penghargaan kepada Gubernur NTB,” ujar Lalu Gita.

Penghargaan ini merupakan bukti hasil kerja yang sungguh-sungguh dari Gubernur NTB. Di bawah kepemimpinan beliau, Provinsi NTB telah meraih dan menggagas berbagai inovasi di bidang pariwisata.

“Jadi hasil berupa awards yang diberikan ini adalah hasil kerja keras dan inovasi yang telah dilakukan Gubernur NTB dalam berbagai sektor termasuk pariwisata,” ujarnya.

Beberapa terobosan Pemprov NTB antara lain, penerapan CHSE di seluruh destinasi wisata dan hotel di NTB, vaksinasi para pelaku wisata, penataan destinasi wisata, penyiapan kebijakan work from lombok, hingga penataan dan penguatan desa-desa wisata.

Dengan inovasi dan kerja keras tersebut, Sekda optimis NTB akan menjadi daerah yang lebih baik di masa mendatang.

“Mudah-mudahan dengan penghargaan ini, akan mendatangkan motivasi untuk melahirkan karya dan inovasi yang lebih spektakuler. Kami mengundang anda semua untuk datang ke NTB menyaksikan MotoGP pada Maret 2022 mendatang,” pungkas Lalu Gita.

Dalam kesempatan yang sama, VP of Market Management Accomodation Traveloka, John Safenson mengutarakan bahwa penghargaan semacam ini diberikan kepada orang-orang tertentu.

“Seven media awards ini hanya untuk orang-orang terpilih. Selamat kepada bapak ibu yang mendapatkan award,” tuturnya.

John Safenson berharap di masa pandemi ini ekonomi Indonesia tetap tumbuh, pemerintah pun turut membantu sektor usaha yang terdampak pandemi.

aff_edho_diskominfotikntb




Pasien Covid-19 di NTB, Jum’at, Bertambah 48 Positif

Di Nusa Tenggara Barat (NTB) jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan positif cenderung meningkat, melebih jumlah yng dinyatkan sembuh.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 357 sampel, telah dikonfirmasi adanya tambahan pasien Covid-19, sebanyak 48 orang yang dinyatakan positif Covid-19 pada hari Jum’at tanggal 25 Juni 2021.

Pasien Covid-19

Update pasien Covid-9 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release pada media, Jum’at (25/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

Dijelaskan, hasil dari pemeriksaan sebanyak 357 sampel dengan 309 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 48 sampel kasus baru positif Covid-19.

Jumlah pasien yang positif Covid-19 pada hari Jum’at, jauh melebih pasien yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh.

“Hari ini terdapat 17 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Pada hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 48 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 17 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah keseluruhan pasien yng diidentifikasi positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at  (25/06/21) sebanyak 14.348 orang.

Rinciannya, sebanyak 13.133 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 597 orang masih positif, dan menjalani isolasi.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

Hal itu dilakukn guna mencegah penularan dan melakukan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.647 orang dengan perincian 148 orang (0,7%) masih dalam isolasi, 31 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.496 orang (99,2%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.220 orang, terdiri dari 2.674 orang (2,9%) masih dalam karantina dan 88.546 orang (97,1%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 997 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.507 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Posyandu Keluarga Berbasis Dusun Bisa Capai 100 persen

Pemerintah NTB optimis Posyandu Keluarga berbasis dusun dalam tahun 2021 bisa mencapai 100 persen, sebab itu butuh kerjasama dan kerja keras dari seluruh masyarakat terutama kepala desa dan kader posyandu.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dihadapan peserta Lokakarya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) di NTB di Santika Hotel Mataram, Jumat (25/6), Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menjelaskan, dari 7.561 jumlah posyandu se-NTB yang sudah menjadi Posyandu Keluarga sebanyak 4.100 lebih. Jadi sudah lebih dari 50 persen posyandu yang sudah menjadi Posyandu keluarga, dan diharapkan tahun 2021 ini bisa mencapai 100 persen.

Posyandu Keluarga
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Revitalisasi Posyandu di NTB hadir sebagai pusat edukasi berbasis dusun yang dihajatkan untuk bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan dan sosial kemasyarakatan.

Dengan penanganan berbasis dusun diyakini penanganannya akan lebih tepat sasaran karena lokus dan data-datanya jelas serta lebih komprehensif, maka permasalahan-permasalahan bisa didata, diatasi dan diedukasi sebaik-baiknya.

“Tanpa kader posyandu, pengelolaan posyandu tidak bisa berfungsi dengan baik, karena itu kita harapkan kader-kader kita untuk lebih bersemangat  dan bersama-sama untuk tetap menggairahkan Posyandu Keluarga bisa menjadi posyandu berbasis dusun,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGAKomunikasi Pemerintah dan Masyarakat Terjalin oleh NTB Care

herikp@diskominfotik




Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Terjalin oleh NTB Care

Pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya dilihat dari seberapa banyak program penguatan ekonomi, tapi komunikasi antara masyarakat dan pemerintah juga sisi penting yang tidak bisa diabaikan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Terjalinnya komunikasi antara gubernur beserta wakilnya dengan masyarakat menjadi atensi serius untuk bisa dilaksanakan secara lugas, tuntas dan berkesinambungan. Dan masalah tersebut terjawab dengan adanya program inovasi “NTB Care”.

Aplikasi NTB Care ini mengemuka saat Wagub NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah, menyampaikannya pada pembukaan Lokakarya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (P2K) dan Pencapaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) di NTB, di Santika Hotel Mataram, Jumat (25/6).

KomunikasiDalam acara yang digagas Bappeda NTB bekerjasama dengan LSM Kompak tersebut Wagub NTB mengungkapkan, NTB Care yang merupakan aplikasi Diskominfotik NTB merupakan media aspirasi dan komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat.

“NTB Care merupakan jawaban atas kerisauan ataupun kebingungan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti. Kita ingin masyarakat mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan lugas ke gubernur dan wagubnya,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGAAngka Kemiskinan Bisa Menurun Bila Pendataan Akurat

Wagub tidak menginginkan seluruh program pembangunan termasuk adanya aplikasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat tidak tersistem dengan baik. Aplikasi yang sudah lahir dan terimplementasi secara baik tentu juga akan mempermudah kerjasama yang baik pula.

Kerjasama ini harus tersistem dengan baik dan tidak bersifat insidental, namun ada sistem yang mengatur dan sudah berjalan.

“Penyempurnaan sistem haruslah terus-menerus dilakukan. Tidak hanya dari canggihnya sistem tapi bagaimana cepatnya respon dari pemprov atau pihak terkait (OPD) atas keluhan masyarakat tersebut,” tegas Sitti Rohmi.

Kerja sama yang baik harus di-back up sejak awal sehingga sistem ini makin bagus, simple, tajam dan akurat, sehingga akses ini betul-betul terbuka lebar. Tidak ada lagi tembok bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan pimpinanya.

herikp@diskominfotik




Wirausaha Mahasiswa di Santong, Mengolah Sampah Plastik

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan para mahasiswa ini selain merupakan aksi bersih desa dari sampah plastik, juga dimaksudkan membuka peluang wirausaha

SANTONG.lombokjournal.com ~ Ikatan Mahasiswa Desa Santong (IMDS) menginisiasi pengolahan sampah plastik, guna mengedukasi masyarakat pentingnya memilah sampah.

Pemilahan sampah organik dan non organik yang dilakukan dengan baik, akan memudahkan sampah tersebut didaur ulang dan bisa dimanfaatkan.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan akan dijadikan sebagai outlet biogas.

Habib Sulton, S.Pt salah satu penanggung jawab pengolahan sampah plastik itu menjelaskan, kegiatan pengolahan sampah plastik ini berguna untuk mengurangi limbah plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan. Teruama dalam penanganan sampah plastik.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan juga menjadi salah satu upaya mahasiswa dari Santong membuka peluang kewirausahaan khususnya bagi anggota IMDS. Dan diharapkan juga menjadi sumber KAS bagi IMDS ke depan.

“Pengolahan sampah ini selain mengatasi persoalan limbah plastik, kami juga memanfaatkan sebagai sumber penghasilan bagi IMDS untuk menunjang program-program ke depannya,” kata Habib saat ditemui lombokjournal.com, Jum’at (25/06/21).

BACA JUGA: Ummi Rohmi Dorong Indutrialisasi Pengolahan Sampah

Limbah plastik kerap menjadi masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dan di Desa Santong secara umum masih banyak ditemukan berbagai jenis sampah dibuang sembarangan di sekitar pemukiman, termasuk di saluran-saluran pengairan pertanian, juga di sungai.

Menyikapi persoalan sampa plastik itu, IMDS bergerak melakukan pembagian karung/kantong sampah ke setiap rumah warga, guna mengumpulkan sampah plastik. Dengan demikian sampah plastik tidak dibuang sembarangan, dan bisa dimanfaatkan.

Habib menjelaskan, mahasiswa yang bergabung dalam IMDS akan mendatangi rumah warga untuk minta khusus sampah plastik. Akan disiapkan di tiap rumah warga persediaan kantong sampah/karung sebagai wadah pengumpulannya.

BACA JUGA: 

Kader Posyandu Insentifnya 100 Ribu Sebulan, Wagub Sindir Kades

“Kami akan membagikan karung ke setiap rumah warga dan meminta sampah plastik mereka agar tidak dibuang sembarang. Harapan kami, agar tidak ada lagi sampah plastik terbuang sembarang di desa Santong ini,” kata Habib.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Desa Santong (IMDS) merupakan turunan dari salah satu program tahunan mereka yang berfokus kepada peningkatan kesadaran masyarakat desa Santong akan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu kegiatan pengolahan sampah plastik ini juga  bisa menjadi bahan pertimbangan pihak Pemerintah Desa Santong sebagai solusi penanganan sampah di Desa Santong.

“Program ini sejalan dengan agenda kami yaitu Santong ACC (Aktif, Creative, dan Clean Up) yang diselenggarakan tiap tahun, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dalam melestarikan lingkungan,” ungkap Habib.

Han




Angka Kemiskinan Bisa Menurun Bila Pendataan Akurat

Masalah data angka kemiskinan menjadi sesuatu yang penting dan krusial sebagai data akurat yang menjadi arah kebijakan dalam mengentaskan kemiskinan di NTB.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pengentasan kemiskinan menjadi salah satu tujuan utama Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan melakukan berbagai upaya dan terobosan guna membangun daerah dengan tujuan akhir agar angka kemiskinan di NTB bisa menurun.

Angka kemiskinan bisa menurun bila ada satu persepsi dan pemahaman bersama terkait persoalan-persoalan dasar terutama pendataan yang benar-benar akurat.

Data ini menjadi penting agar apa yang menjadi tujuan akhir bias menjadi lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaannya.

Angka Kemiskinan“Sebaliknya jika kita tak memegang data akurat maka kita akan membuat program yang tidak jelas. Tidak mengetahui sasaran dari program itu baik secara kuantitatif maupun kualititatif,” kata Wagub NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah, saat membuka Lokakarya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) di NTB, di Santika Hotel Mataram, Jumat (25/6).

Persoalan data kuantitatif dan kualitatif menjadi perhatian serius di NTB, sehingga data yang yang ada di 10 kabupaten/kota dimaksud haruslah benar-benar ter-update dengan baik.

BACA JUGADPRD NTB, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2020 Jadi Perda

Wagub tidak menginginkan setiap kali ada program pemerintah termasuk upaya pengentasan kemiskinan justru yang menjadi masalah persoalan data yang masih belum pasti.

“Namun Alhamdulillah sejak 2021 ini masalah data sudah berjalan dengan baik, dengan demikian apapun program-program kita ini bisa tercover dengan baik. Itulah kemudian pemerintah Provinsi NTB juga menggagas program program tersebut datanya berbasis desa atau dusun,” ujar Sitti Rohmi.

Wagub juga menginginkan agar data ini bisa ngelink dengan berbagai program pemerintah lainnya seperti di bidang kesehatan, BPJS, Bansos termasuk bantuan untuk masyarakat miskin terdampak Covid-19 saat ini.

“Karenanya kita ingin data yang kita peroleh ini betul-betul valid sehingga mempermudah dalam pelaksanaan setiap program,” ingat Wagub.

herikp@diskominfotik




DPRD NTB, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2020 Jadi Perda

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut baik dan mengapresiasi keputusan DPRD NTB menetapkan Raperda Tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2020 menjadi Peraturan Daerah (perda).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat menyampaikan Pendapat Akhir Gubernur NTB, pada Rapat Paripurna Ke-4, DPRD NTB Masa Persidangan II Tahun 2021, di Ruang Rapat Paripurna, Jum’at (25/6)

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerjasama yang baik ini, antara legislatif dan eksekutif, terlebih kepada ketua dan anggota banggar,” tutur Sitti Rohmi.

DPRD NTB
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Hal ini menunjukan semangat kemajuan yang kuat dari legislatif untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang diharapkan bermuara terhadap meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Adapun terhadap berbagai rekomendasi yang disampaikan legislatif sebagai bahan evaluasi untuk eksekutif, pemprov NTB dengan sungguh dapat memahami dan menerimanya.

“Kesemuanya tentu sangat berarti dan akan menjadi perhatian sungguh-sungguh kami dan seluruh jajaran eksekutif untuk ditindaklanjuti, demi meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik lagi ke depannya,” ucap Sitti Rohmi.

BACA JUGAWirausaha Muda Langkah Awal Wujudkan Industrialisasi NTB

Sementara itu, dalam Laporan Badan Anggaran atas Hasil Pembahasannya Terhadap Raperda Tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2020 yang di bacakan Naufar Furqony Farinduan, menunjukkan beberapa catatan-catatan penting untuk diperbaiki di masa yang akan datang.

“Sehingga lembaga eksekutif dapat lebih serius menindaklanjuti dan memperbaiki catatan-catatan ini ke depan,” ujarnya.

Misalnya pada bidang pemerintahan, hukum, dan hak asasi manusia, pemprov diminta menuntaskah kasus-kasus untuk mendukung upaya peningkatan penerimaan PAD.

Menindaklanjuti temuan BPK yang berada di seluruh OPD, agar dilakukan pembinaan sehingga ke depan temuan-temuan dapat berkurang hahkan diharapkan menjadi zero temuan.

Begitupun bidang lain seperti bidang perekonomian , bidang keuangan dan perbankan, bidang infrastruktur dan lingkungan hidup dan bidang kesejahteraan rakyat dan pemberdayaan perempuan.

Secara khusus juga Badan anggaran memberi apresiasi terhadap OPD mitra kerja komisi V yang meliputi Ketenagakerjaan & Transmigrasi, Pendidikan Ilmu Pengetahuan & Teknologi, Kepemudaan & Olah Raga, Agama, Kebudayaan, Museum & Cagar Budaya, Sosial, Kesehatan dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan karena realisasi anggaran pada masing-masing OPD baik itu realisasi keuangan dan fisik, rata-rata mencapai diatas 99-100%.

edy