Lombok Tengah dan Dompu Belum Serahkan Data Mutakhir

Hingga kini ada dua kabupaten yang belum sama sekali menyerahkan progres perkembaangan hasil pemutahiran data, yaitu kabupaten Lombok Tengah dan kabupaten Dompu.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Untuk memastikan masyarakat yang berhak menerima bantuan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong kabupaten-kota untuk validasi dan verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang disandingkan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) sampai batas terakhir bulan Juli tahun ini.

Lombok Tengah“Kita berharap agar segera validasi dan verifikasi DTKS yang disandingkan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK),” himbau Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada Rakor Validasi DTKS dan BPJS, di pendopo, Kamis (1/7).

Karena diharapkan bulan Juli 2021 ini, semua data dapat terverifikasi semua 100 persen. Sehingga masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan dalam program memperoleh haknya.

BACA JUGAValidasi DTKS dan BPJS Dipercepat Agar Bantuan Tepat Sasaran

Semua proses ini merupakan tugas mulia, yang harus segera dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Kita sepakat, semangat kebersamaan agar penerima bantuan lebih tepat sasaran dan betul-betul diberikan kepada warga yang berhak,” katanya.

Sehingga pemerintah dapat mempermudah masyarakat yang masuk dalam daftar PBI JKN atau yang belum, termasuk mengeliminasi masyarakat yang tidak memenuhi syarat untuk menerima bantuan ini,

“Mari kita bersama bersinergi dan berbuat demi masyarakat kita di bawah,” himbaunya.




Validasi DTKS dan BPJS Dipercepat Agar Bantuan Tepat Sasaran

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, meminta seluruh data sudah verifikasi dan validasi pada bulan Juli tahun ini.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, meminta Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemdes Dukcapil mempercepat pemadanan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK), agar program ini lebih tepat sasaran.

“Tugas kita adalah memastikan data itu benar-benar valid dan berkualitas agar mereka yang menerima bantuan iuran jaminan kesehatan ini benar-benar berhak,” tegas Sitti Rohmi, saat Rapat Koordinasi Validasi Data DTKS dan BPJS, di pendopo, Kamis (1/7).

Pastikan dalam progres basis data terpadu per Desil 1 – Desil 5 di uraikan, sejauh mana perkembangannya, sehingga lebis jelas sampai di mana data tersebut diverifikasi dan divalidasi.

“Untuk kemudian, data akhirnya kita hubungkan dengan BPJS, pastikan itu dengan baik dan benar,” jelasnya didampingi Asisten I Setda Provinsi NTB.

Sehingga dapat disandingkan data BPJS yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan data penerima BPJS yang dibayar oleh APBD I maupun II.

Selanjutnya buatkan aturan dan regulasi pengelompokan Desil 1-5, agar tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak menerima BPJS.

“Bila ada masyarakat yang belum tercover, provinsi dan kabupaten-kota sediakan anggarannya, itu yang harus dilakukan,” tandasnya.

Begitupun, dari hasil validasi dan verifikasi tersebut, bila hasil temuan lapangan ternyata sudah meninggal atau tidak memenuhi syarat, maka ke depan dapat diganti dengan masyarakat yang memenuhi syarat.

BACA JUGALombok Tengah dan Dompu Belum Serahkan Data Mutakhir

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik, mengakui, pihaknya sedang terus melakukan pemadanan DTKS dengan PBI dan JK.

“Supaya masyarakat kiata yang betul-betul seharusnya menerima PBI JK terbayarkan oleh pemerintah, baik pusat, APBD I dan APBD II, betul-betul masuk semua,” katanya.

Begitupun penerima bantuan lain, nantinya lebih tepat sasaran dan betul-betul diberikan kepada warga yang berhak.

Sedangkan, Kepala DPMPD Dukcapil NTB, H. Ashari, mengatakan akan terus berkoordinasi dengan kabuapten-kota terkait persoalan kevalidan data KTP atau data lain.

edy




TANJUNG.lombokjournal.com ~

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mengucapkan Hari Bhayangkara ke 75

Hal itu disampaikan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, hari Kamis (01/07/21) bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke – 75 yang diperingati secaa nasional di seluruh Indonesia.

“Saya Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH dan Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto bersama segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, serta mewakili seluruh masyarakat Lombok Utara mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke 75.  Semoga seluruh jajaran POLRI senantiasa sejahtera dan jaya. Dan selamanya menjadi pengayom masyarakat,” kata Bupati Djohan Sjamsu.

Menurut bupati, selama ini polisi berada di garis depan menjaga keamanan dan kertiban masyarakat. Dan selalu mendampingi pemerintah dalam bekerja, sebagai mitra dan bersinergi dalam mengatasi persoalan sosial.

Bahkan, secara langsung dan tidak langsung pihak kepolisian juga berperan penting menjaga kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita Berjuang bersama-sama, demi kejayaan negeri dan daerah yang sama-sama kita cinta,” tegas Bupati Djohan Sjamsu.***




Penanganan Covid-19 Jadi Tema Besar Hari Bhayangkara ke-75

Percepatan penanganan Covid-19 se-Indonesia menjadi tema besar dalam Hari Bhayangkara Kepolisian RI ke-75. Untuk membantu percepatan tersebut, Presiden Joko Widodo mempercayakannya kepada Polri.

MATARAM.lombokjournal.com“Saya tahu betul selain menjalankan tugas utamanya, Polri telah bersinergi dengan baik dengan seluruh stakeholder. Saya meminta Polri terus aktif membantu pemerintah dalam penanganan pandemi”, ucap Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, saat memberi sambutan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-75 yang gelar secara virtual, Kamis (01/07).

Meski demikian, Presiden Jokowi mengingatkan agar Polri tidak lengah menjalankan tugas kamtibmas, perlindungan dan pelayanan. Polri juga diminta berpacu meningkatkan kemampuan agar dapat mengantisipasi ancaman kejahatan di era teknologi.

“Peningkatan SDM Polri harus serius agar kewenangan sesuai undang-undang dapat tegas tapi juga mengayomi dan melindungi”, ujar Presiden Jokowi.

Penanganan Covid-19Di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB), Perayaan Hari Bhayangkara ke-75 secara virtual diikuti oleh Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh agama dan masyarakat.

Sebagai rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-75 yang bertema “Transformasi Polri yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional”, ini, Polda NTB menggelar vaksinasi di 299 titik dengan  target sasaran 20.770 orang, yang digelar di 173 Puskesmas dan 43 rumah sakit.

BACA JUGASLB, lahirkan Lulusan Berdaya dan Berkontribusi pada Dunia

jm




SLB, lahirkan Lulusan Berdaya dan Berkontribusi pada Dunia

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, berharap, SLB (Sekolah Luar Biasa) di NTB mampu melahirkan banyak lulusan seperti “Helen Keller”.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan saat Hj. Niken mewisuda 34 siswa, dari tingkat SD, SMP, dan SMA, di SLB 2 Mataram, Kamis (1/7).

SLB“Semoga anak-anak kita bisa menjadi seperti Hellen Keller yang bisa berkontribusi untuk dirinya, keluarga, bangsa dan negara,” harapnya.

Diceritakan Hj. Niken, Helen Adams Keller adalah seorang penulis Amerika, advokat hak-hak disabilitas, aktivis politik dan dosen. Ia juga merupakan seorang tunanetra dan tunarungu pertama yang memperoleh gelar Bachelor of Arts di dunia.

Meski tak mampu melihat, mendengar, dan berbicara, Helen Keller mampu membuktikan bahwa ia bisa berdaya dan berkontribusi pada dunia. Dia bekerja untuk American Foundation for the Blind (AFB) dari tahun 1924 hingga 1968, dan selama rentang waktu itu dia melakukan tur ke Amerika Serikat serta melakukan perjalanan ke 35 negara di seluruh dunia untuk mengadvokasi mereka yang kehilangan penglihatan.

Provinsi NTB kini semakin serius memperhatikan hak-hak disabilitas. Berbagai program pendidikan juga kini telah banyak yang inklusi, agar para anak berkebutuhan khusus bisa terus mendapatkan hak pendidikannya.

BACA JUGAPenanganan Covid-19 Jadi Tema Besar Hari Bhayangkara ke-75

diskominfotikntb




Pegawai KLU Diingatkan, Jangan Telat Masuk Kantor

Di tengah pandemi Covid-19 dan banyak persoalan belum terselesaikan akibat gempa bumi  2018, para pegawai diingatkan agar memahami kondisi Lombok Utara saat ini

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Para pegawai di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar jangan telat masuk kantor.

Peringatakn itu disampaikan Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH, saat menyerahkan bantuan alsintan kepada 10 Kelompok Tani berprestasi di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara,  Kamis (01/07/21).

Sebelum penyerahan bantuan itu, Bupati mengingatkan bahwa Lombok Utara masih mempunyai banyak ‘pekerjaan rumah’ yang belum terselesaikan. Karena itu, semua warga diingatkan bersatu padu dalam menyelesaikan berbagai program Pemerintah Daerah.

BACA JUGA: Petani Berprestasi di KLU Terima Bantuan Alsintan

“Daerah kita ini selain masih merasakan dampak gempa bumi 2018, saat ini kita juga sedang dilanda pandemi Covid 19,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, persoalan rumah tahan gempa (RTG) di Lombok Utara saat ini belum tuntas. Terlebih menghadapi badai pandemi Covid bukan pekerjaan ringan.

“Siapa pun menjadi Kepala Daerah tidak mungkin mampu menyelesaikan (persoalan ini) dengan cepat,” ungkapnya.

Karena itu, segenap warga kita harus bergandengan tangan dan saling memberi dukungan.

“Jangan malah berkomentar yang tidak tidak di media sosial. Coba bayangkan, baru dua bulan terpilih pada pilbub tahun lalu sudah mulai ada yang berkomentar yang tidak-tidak di medsos, padahal (saat itu) saya belum dilantik,” kata bupati.

Karena itu, pegawai yang bekerja di lingkup Pemda Lombok Utara diingatkan, jangan telat masuk kantor dengan berbagai alasan. Mereka harus memahami kondisi Lombok Utara yang punya banyak persoalan.

“Saya tegaskan kembali untuk tidak bermalas malasan,” tegas bupati.

Demikian juga kepada seluruh para pegawai honorer yang bertugas di setiap OPD.

BACA JUGA: Investasi Bisa Lancar Bila Ada Sinergi antar Stakeholder

Terkait penyerahan bantuan alsintan, Bupati berpesan kepada kelompok tani berprestasi agar memanfaatkan bantuan alsintan dengan sebaik baiknya untuk semua anggota.

“Merawat dan memelihara dengan baik agar bisa bertahan lama, ” pesan Bupati H Djohan Syamsu yang saat itu didampingi Pj DKPP KLU, Evy Winarni.

@ng




Petani Berprestasi di KLU Terima Bantuan Alsintan

Kelompok Petani berprestasi yang telah menyelesaikan dengan cepat dan optimal pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Mengawali kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Ke 13, Pemda Lombok Utara membagikan sejumlah alsintan kepada kelompok tani berprestasi di Lombok Utara.

Petani Berprestasi
Evy Winarni

Pembagian alsintan itu juga menandai 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, di mana memang dan kegiatan ini merupakan salah satu dari tindak lanjut visi dan misi Bupati dan Wakil bupati Lombok Utara periode 2021 2026.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KLU, Evy Winarni,SP. MSI,  saat penyerahan bantuan alsintan kepada kelompok tani berprestasi.

BACA JUGA: 100 Hari Kerja, Upaya KLU Atasi Dampak Gempa dan Pandemi

“Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar memfasilitasi, dan berkoordinasi terkait penganggaran baik yang bersumber dari dana APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, maupun APBN. Seperti yang telah kami laksanakan pada hari ini,” kata Evy Winarni di depan Bupati Djohan Sjamsu, Kepala Bapenda dan 10 kelompok tani yang hadir di halaman Kantor DKPP KLU, Kamis (01/07/21) .

Di antara 10 kelompok yang hadir, tiga di antaranya merupakan kelompok yang telah menyelesaikan dengan cepat dan optimal pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi.

“Dan ini adalah kelompok tercepat dan insya Allah hasilnya pun di lapangan tidak mengecewakan. Sedangkan kelompok yang lain juga akan mendapatkan alat dan mesin pertanian,” ujar Evy.

Dikatakan, di dinas yang dipimpinnya sudah menggunakan sistem manual, dan hari ini ada kelompok yang beruntung mendapatkan power thresher atau alat perontok padi.

Diharapkan, dengan menggunakan alat ini nantinya diharapkan gabah kering hasil panen kualitasnya semakin baik dan meningkat.

“Dengan demikian maka produksi di sektor pertanian bisa lebih tinggi lagi,” kata Evy.

Ditegaskannya, penilaian kepada lelompok yang berprestasi yang mendapatkan bantuan alsintan ini tidak direkayasa pada proses penilaian maupun krIteria. Selain itu ada 7 kelompok yang lain juga mendapatkan bantuan alsintan.

BACA JUGA: Trend adalah Kata Kunci Berkembangnya Industri Kreatif

Berikut nama nama kelompok penerima bantuan alsintan, yaitu Kelompok Tani Karang Tal (Kec. Kayangan), Kelompok Tani Labuan 1, (Kec. Bayan), Kelompok Tani Mekar Sari (Kec.Bayan), Kelompok Tani Patuh Pacu (Kec. Bayan), Kelompok Tani Tereng Ilut (Kec.Bayan), Kelompok Tani Beriuk Maju (Kec.Bayan), Kelompok Tani Dompo Indah (Kec.Kayangan), Kelompok Tani Pintu Air (Kec.Gangga) dan Kelompok Tani Bungas Lekong (Kec.Gangga).

@ng




Bunda Niken Wisuda 34 Anak Berkebutuhan Khusus

Bunda Niken mengapresiasi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya, diharapkan dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi

“Trus maju trus semangat. Perjalanan masih panjang. Tidak ada yang bisa membatasi kemampuan kalian,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Bunda Niken memberi semangat saat mewisuda 34 murid dan siswa, SD, SMP, dan SMA, di Sekolah Luar Biasa (SLB) 2 Mataram, Kamis (01/07/21).

Acara wisuda yang dirangkaikan dengan Ajang Pentas Seni tersebut, Bunda Niken mengapresiasi para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya.

BACA JUGA: Investasi Bisa Lancar Jika Ada Sinergi Antar Stakeholder

Bunda Niken juga mengapresiasi para pengajar SLB 2 Mataram dan orangtua, yang telah berdedikasi mendidik siswa siswi disabilitas hingga mampu menyelesaikan pendidikannya.

Karena dengan dedikasi guru dan orangtua, siswa siswi penyandang disabilitas bisa berkontribusi baik bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, daerah, dan negara.

Acara wisuda tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian cindera mata kepada Bunda Niken berupa lukisan oleh salah seorang murid berprestasi SLB 2 Mataram. Jessica, pemenang pertama Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di bidang melukis untuk penyandang disabilitas.

Kepala Sekolah, H. Winarna menjelaskan, SLB 2 Mataram hingga tahun ajaran 2020-2021 ini memiliki murid dan siswa sebanyak 160 ABK. Yang tersebar dari Taman Kanak-Kanak hingga jenjang SMA. 34 ABK yang lulus merupakan murid dan siswa dari SD, SMP, dan SMA.

“Kami berharap mereka bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Kepsek.

BACA JUGA: 100 Hari Kerja, Upaya KLU Atasi Dampak Gempabumi dan Panemi

Selain dihadiri oleh Ketua TP PKK NTB, acara tersebut juga dihadiri oleh Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, serta Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK Dinas Dikbud NTB.

Rr

diskominfotikntb




Trend adalah Kata Kunci Berkembangnya Industri Kreatif

Trend menjadi salah satu kata kunci berkembangnya industri kreatif. Diperlukan kemampuan agar dapat mengikuti trend pasar hingga industri kreatif bisa tetap bertahan di segala situasi.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Oleh sebab itu, para pelaku industri kreatif khususnya bidang kriya, diminta untuk mampu selalu memperbarui pengetahuan terkait trend pasar yang tengah berkembang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat membuka acara Workshop Inkubasi Subsektor Kriya yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) di Mataram, Rabu (30/06/21).

Trend adalah Kata Kunci“Memang agar bisa bangkit lagi kita butuh ilmu baru dan selalu update trend di dunia. Karena trend akan selalu berganti walau pandemi tengah berlangsung. Manusia selalu ingin yang baru untuk melakukan perjalanan dan pembelian,” jelasnya.

Selain potensi alam, NTB juga diperkaya dengan tiga suku besar, yaitu; Sasak, Samawa, dan Mbojo, yang memiliki tipikal adat istiadat, bahasa, makanan, hingga kerajinan kriya yang berbeda, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Tidak hanya ada tenun tapi juga tas ketak, mutiara, kerang, ada juga gerabah,” ujar Hj. Niken.

Namun, berbagai cobaan yang melanda, khususnya pada sektor kriya, di mulai dari tragedi Bom Bali, Gempa, hingga pandemi Covid-19, mengharuskan para pengrajin untuk lebih siap bersaing lagi.

“Segala cobaan ini harus menambah ilmu dan meningkatkan jejaring kita. Kita harus menjadi pengrajin yg lebih siap bersaing lagi,” tandasnya.

BACA JUGAPengrajin Kriya NTB Ikuti Workshop Inkubasi Subsektor Kriya

diskominfotikntb




Pengrajin Kriya NTB Ikuti Workshop Inkubasi Subsektor Kriya

Puluhan Pengrajin Kriya di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok, mengikuti Workshop Inkubasi Subsektor Kriya yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rabu, (30/6).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, serta Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Riwud Mujirahayu.

Hj. Niken mengapresiasi perhatian besar yang diberikan Kemenparekraf terhadap NTB, khususnya dalam rangka membangkitkan sosial ekonomi pariwisata dan industri kreatif dengan berbagai pelatihan.

Pengrajin Kriya NTB
Hj. Niken

“Kami sangat mengapresiasi Kemenparekraf RI atas diselenggarakannya kegiatan ini. Semoga dengan kegiatan ini dapat membantu para pengrajin kriya keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi,” tutur Hj. Niken.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Riwud Mujirahayu, menjelaskan, pihaknya dengan berbagai program berupaya meningkatkan pemulihan perekonomian nasional, khususnya di daerah destinasi pariwisata, seperti NTB.

“Dampak beruntun dari gempa dan pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi sektor pariwisata dan ekonomoli kreatif. Sebab itu, program ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi kreatif agar tumbuh kembali,” jelas Riwud.

BACA JUGAInvestasi Bisa Lancar Jika Ada Sinergi Antar Stakeholder

Pada kesempatan yang sama, Zainudin, salah seorang pengusaha gerabah asal Desa Banyumulek menyampaikan harapan besarnya mengikuti pelatihan ini. Ia berharap usaha yang telah digelutinya selama 30 tahun yang tengah mengalami berbagai cobaan dapat kembali berkembang.

“Kerajinan selalu menuntun kreatifitas. Kami mau dibimbing terkait warna, tehnik produksi, tehnik pencetakan sketsa serta kelembagaan. Agar kami bisa terus berkembang,” tuturnya.

Acara workshop digelar hingga tanggal 3 Juli mendatang, dengan didampingi narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti Anita Armas dan Endang Lestari, pengrajin kondang dan designer kriya ternama.

diskominfotikntb