Lombok Sumbawa Cantik Apa Adanya, Gitu Saja Tak Perlu Ribet

Lombok dan Sumbawa adalah pulau yang cantik dan punya daya tarik wisata alami. Promosi wisata tak perlu banyak dipoles, wisatawan sudah tentu langsung jatuh hati dengan kekayaan alam, adat, dan budayanya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta Dinas Pariwisata dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) mempromosikan wisata dengan cara yang lebih simple, segar, dan lebih milenial.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat mengikuti Rapat Koordinasi Pariwisata, secara daring di pendopo gubernur, Jumat (2/7).

Rencana Rapid Test Gratis lombok sumbawa“Apa kunci promosi wisata kita? Jawaban sederhana dikemas bukan dengan manipulasi karena kita sudah cantik apa adanya,” jelas gubernur.

Zulkieflimansyah menghimbau Dispar dan BPPD bisa lebih dekat dengan pelaku wisata, seperti Hotel Bintang 4 atau 5 ke atas untuk tahu permasalahan real yang tengah dihadapi, sehingga pemprov bisa membantu menuntaskan permasalahan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, memaparkan Kebijakan Program Dinas Pariwisata NTB, di antaranya menetapkan daerah wisata yang merupakan zona hijau bagi Wisatawan.

Dengan diikuti CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) dan Vaksin pada Restoran dan Hotel dengan diperkuat adanya peraturan gubernur terkait hal tersebut. Selain itu juga disediakan hotel untuk isolasi, rumah sakit untuk Rapid Test dan insentif untuk pelaku wisata.

BACA JUGARencana Rapid Test Gratis Bagi Wisatawan ke NTB

“Hal tersebut disusul dengan penataan kawasan wisata, perbaikan dan pembangunan fasum, serta estetika dan kebersihan destinasi wisata,” jelas Yusron.

Sementara itu, mengemas event-event yang ada juga menjadi pertimbangan, seperti, meningkatan kualitas event, ekonomi kreatif (ekraf) masuk hotel dan destinasi wisata, membuat ekraf day dan pembangunan panggung kreasi.

Sedangkan publikasi dan pemasaran pariwisata akan dikembangkan melalui sosial media, famtrip, kerjasama media, publikasi outdoor, dan media gathering.

diskominfotikntb

 




Rencana Rapid Test Gratis Bagi Wisatawan ke NTB

Rencana Rapid Test Gratis Bagi Wisatawan ke NTB adalah salah satu upaya untuk menarik wisatawan datang ke Nusa Tenggara Barat (NTB) di tengah pandemi.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, saat mengikuti Rapat Koordinasi Pariwisata bersama Dinas Pariwisata NTB dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) secara daring, di pendopo gubernur, Jumat (2/7).

Rencana Rapid Test GratisMenurut gubernur, Rapid Test tersebut nantinya dapat dibeli melalui Hepatika Medical Laboratory yang memproduksi Rapid Test asli buatan NTB. Hal tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi industralisasi yang tengah berkembang di NTB dan dampaknya akan kembali ke masyarakat itu sendiri.

“Dari pada menggelontorkan dana untuk program yang belum tentu mendatangkan wisatawan, kenapa tidak memberikan insentif bagi wisatawan dengan strategi menggratiskan Rapid Test misalnya,” jelas Zulkielimansyah.

BACA JUGACatur Sebagai Media Silaturahmi di Masa Pandemi Covid-19

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, memaparkan Kebijakan Program Dinas Pariwisata salah satunya menetapkan sejumlah area yang merupakan zona hijau, yang aman dikunjungi wisatawan selama pandemi.

Zona Hijau bagi wisatawan tersebut diikuti dengan CHSE dan Vaksin pada pelaku pariwisata, restoran dan hotel dengan diperkuat adanya peraturan gubernur. Selain itu, ada disediakan hotel untuk isolasi serta penyediaan lokasi Rapid Test yang mudah.

BACA JUGALombok Sumbawa Cantik Apa Adanya, Gitu Saja Tak Perlu Ribet

Sementara itu, Kepala BPPD NTB, Ari Garmono, mendukung penuh usulan tersebut. Ia berharap peraturan gubernur terkait zona hijau bagi wisatawan bisa dipercepat agar wisatawan bisa merasa aman datang ke NTB.

“Pergub terkait green zone semoga bisa dipercepat agar wisatawan percaya NTB benar-benar aman dikunjungi,” tandasnya.

diskominfotikntb




Catur Sebagai Media Silaturahmi di Masa Pandemi Covid-19

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah mengatakan bahwa olah raga catur sebagai salah satu media silaturahmi yang bisa diminati oleh berbagai kalangan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB turut berpartisipasi dalam kegiatan Turnamen Catur Antar Kita yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Sosial dan Politik, M16, dengan tema “Silaturahmi Membangun Energi Positif Melawan Pandemi Covid-19”, di Sekretariat Friends of The Earth M16 , Jum’at (02/07).

Catur
H. Zulkieflimansyah

“Ini menjadi tradisi yang bagus, catur ini bisa sampai skala kecil di tengah masyarakat, biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar, namun silaturahminya yang sangat terasa,” ujar, Bang Zul, sapaan akrabnya.

Bang Zul yang sering kali mengikuti turnamen catur berharap agar olah raga ini semakin meningkatkan keakraban dan kekompakan.

Senada dengan dengan hal tersebut, Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi dalam rangka meningkatkan tali persaudaraan di masa pandemik.

“Kegiatan ini untuk menjalin kebersamaan dan memanusiakan, di era pandemi covid. Kita menghadapi situasi yang sulit, dengan kegiatan ini paling tidak kita memiliki semangat optimisme,” tutur Bambang.

Bambang juga begitu antusias dengan kehadiran Gubernur NTB yang telah memberikan spirit bagi seluruh peserta, dan memberi atensi di dunia olah raga, khususnya catur.

“Kehadiran Gubenur NTB Menjadi spirit bagi kita semua, bahwa beliau memiliki kepedulian, atensi terhadap dunia olah raga khususnya olah raga catur, kita hidup perlu berfikir seperti sedang bermain catur,” ungkapnya.

ser@diskominfotik




Baiq Nuraini Cahaya Anwari, Bocah 2,5 Tahun, Tenggelam di Kolam Penampung Air

Karena ditinggal bapaknya ke sawah tanpa penjaga, Baiq Nuraini tenggelam di kolam penampungan air

LOTENG.lombokjournal.com ~ Baiq Nuraini Cahaya Anwari, bocah perempuan berusia 2,5 tahun, tertimpa nasib malang.

Gara-gara bocah itu ditinggal bapaknya pergi ke sawah, Nuraini ditemukan meninggal dunia di kolam penampungan air pinggir sawah di Dusun Tegal Desa Kateng Kecamatan Praya Barat, Kamis (1/7/2021).

(alm) Baiq Nuraini Cahaya Anwari

Dalam keterangan yang disampaikan pada media, Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK melalui Kapolsek Praya Barat AKP Hery Indrayanto,SH menjelaskan, kejadian naas yang menimpa bocah itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.

Saat itu korban ditinggal oleh bapaknya untuk mengecek sawahnya. Sang ayah, Lalu Mustafa (45) meninggalkan Baiq Nuraini yang masih kecil bersama kakaknya M Khairul Luthfi yang berusia 10 tahun.

Tapi menyerahkan tanggung jawab ke bocah tentu banyak resikonya.

“Luthfi meninggalkan adiknya seorang diri,” jelas Kapolsek Praya Barat.

Kapolsek mengungkapkan, Luthfi meninggalkan adiknya bermain sendiri di pinggir kolam untuk melihat orang memanen semangka tidak jauh dari lokasi kejadian.

BACA JUGA: Pertemuan Konsultasi Masyarakat Digelar di Sambik Bangkol

Ketika Luthfi sampai di sawah tempat orang memanen semangka itu, seorang warga Hj. Almin kaget karena Luthfi datang seorang diri.

“Hajah Almin seketika itu juga berlarian mencari korban Baiq Nuraini, namun tidak kunjung menemukan korban,” kata Kapolsek..

Selang beberapa saat kemudian, Hj Almin berteriak histeris melihat tubuh korban sudah tenggelam secara telungkup di kolam penampungan air di pinggir sawah..

“Ayahnya saat itu juga menolong anaknya dengan cara memompa bagian dada, namun Baiq Nuraini tidak berhasil diselamatkan dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek menegaskan, pihaknya tidak menemukan adanya unsur tindak pidana kekerasan.

BACA JUGA: Pegawai KLU Diingatkan, Jangan Telat Masuk Kantor

“Keluarga korban menerima kejadian itu secara ikhkas, dan membuat surat pernyataan menolak otopsi yang diketahui oleh Kepala Desa Kateng,” jelas Kapolsek.

@ng




Talenta Digital Ditargetkan Kominfo 100 Ribu di Tahun 2021

Sebagaimana arahan Presiden Jokowi, dalam perencananan transformasi digital, hadirlah program Digital Talent Scholarship (DTS) guna mempersiapkan SDM yang memiliki talenta digital.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini tersampaikan dalam rapat pemantapan DTS 2021 di NTB bersama perwakilan Balitbang SDM Kemenkominfo Surabaya, di RRU Kantor Gubernur, Kamis (1/7).

Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya Eka Handayani, SE, MM mengatakan, target Kementerian Kominfo pada tahun 2021 minimal 100.000 talenta digital di Indonesia dan Kementerian Kominfo sendiri menyiapkan jatah 14 ribu kuota untuk program DTS ini.

PTalenta Digitalada DTS 2021 ada 9 academy yang akan diikuti. Diantaranya Fresh Graduate Academy, Vocational School Graduate Academy, Professional Academy, Thematic Academy, Digital leadership Academy, Digital Entrepreneurship Academy, Talent Sscouting Academy.

Government Transformation Academy sendiri dibagi menjadi 2 yaitu Regional Development Academy dan Leadership Digital Academy. Selain itu, DTS bekerja sama dengan mitra global tech, start up Indonesia, 90 mitra perguruan tinggi negeri (PTN).

Selanjutnya ada BUMN dan asosiasi yang semuanya sudah memiliki skema pelatihan, persyaratan dan waktu pelaksanaan. Dan masing-masing academy yang dilakukan secara gratis daring dan luring.

“Nilai tambah program DTS ini adalah peningkatan sosialisasi dan edukasi terhadap industri dalam pengembangan SDM digital. Industri digital ini ingin mengetahui program pelaksanaan DTS industri memberikan masukan terkait program DTS. Mengetahui pentingnya talenta digital yang bersertifikat, membangun kesadaran industri dalam memaksimalkan kemampuan alumni program DTS. Industri ini merekrut alumni program DTS magang, dan sebagainya dalam pengembangan SDM Digital Indonesia “ jelas Eka.

Salah satu program DTS dari 9 academy, yaitu Digital Entrepreneurship sudah dilaksanakan di NTB bagi 5 Kabupaten-Kota di Lombok dengan memulai usaha secara digital yang diperuntukan untuk siapa saja yang ingin mengikuti pelatihan usaha/UMKM bahkan yang baru memulai usaha.

“Dengan demikian diharapkan Diskominfotik NTB juga ikut bersinergi dalam mensosialisasikan program DTS di Provinsi NTB agar SDM yang ada di NTB semakin jago dalam mengolah bisnis mereka melalui digital marketing. Kemudian setelah kegiatan dilakukan terdapat program pasca pelatihan dalam mempersiapkan dan memfasilitasi peserta alumni DTS yang lolos kompetensi untuk masuk dalam dunia professional dalam bentuk assessment, soft skil dan pengembangan kompetensi bahasa Inggris,” ungkapnya.

BACA JUGADigital Talent Scholarship untuk Tingkatkan Kapasitas SDM

diskominfotik




Pertemuan Konsultasi Masyarakat Digelar Di Sambik Bangkol

Rencana Pelebaran Jalan Nasional ruas Pemenang, Bayan hingga Sembalun Bumbung, digelar pertemuan untuk memperoleh masukan masyarakat

KLU.lombokjournal.com ~ Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Survey DPPT rencana pelebaran jalan nasional ruas Pemenang, Bayan hingga Sembalun Bumbung, di Balai Desa Sambik Bangkol (Samba), Kamis (01/07/21).

Hadir Pejabat BPJN Wilayah NTB, Sekdes dan perangkat kewilayahan Desa Samba, serta masyarakat dari dusun yang kena dampak pelebaran jalan.

Dalam pertemuan itu Sekdes Samba, Hadianto yang newakili Penjabat Kepala Desa,  menyampaian, Pemdes Samba menyambut baik dan mengapresiasi pertemuan konsultasi masyarakat yang diadakan BPJN.

BACA JUGA: Petani Berprestasi di KLU Terima Bantuan Alsintan

Khususnya harapan pihak BPJN untuk memperoleh masukan dari masyarakat.

“Rencana pelebaran jalan ini konsekuensinya pada pengadaan tanah sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan pengukuran ruas jalan yang terkena pelebaran diharapkan tidak menemui kendala. Diharapkan pula, masyarakat memberikan tanggapan positif.

Pelebaran jalan nasional ruas Pemenang-Bayan-Sembalun Bumbung itu untuk memenuhi standar ukuran jalan nasional, diharapkan memberi dampak pada peningkatan konektivitas antarwilayah.

BACA JUGA: Pegawai KLU Diingatkan, Jangan Telat Masuk Kantor

Menurut Sekdes, pelebaran jalan ini akan memberikan dampak positif bagi urat nadi perekonomian masyarakat.

“Mengingat jalan poros ini juga jalur logistik masyarakat. Jalur yang akan menghubungan sejumlah site objek wisata di KLU membutuhkan akses yang baik,” katanya.

Pertemuan konsultasi

Hadianto mempertegas, proyek pelebaran jalan ini akan berdampak pada masyarakat, khsususnya yang tanahnya terkena pelebaran jalan.

Namun ia berharap masyarakat menimbang secara positif terkait prospek kemanfaatan ke depan. Pelebaran jalan akan menunjang pembangunan perekonomian masyarakat Samba.

“Pemdes minta seluruh tahapan harus dilakukan secara terbuka, agar masyarakat dapat berperan serta. Proses pembebasan lahan pun bisa berjalan lancar dengan dukungan masyarakat,” pintanya.

Sebab rencana pembebasan lahan itu, tentu mempunyai dampak positif dan negatif.

Dampak positifnya, antara lain akses transportasi semakin lancar serta kegiatan ekonomi semakin bagus. Mengingat jalan yang akan dilebarkan itu termasuk jalur pariwisata.

Dampak negatifnya, rumah warga dan pertokoan masyarakat akan kena imbas akibat pelebaran jalan tersebut.

Jadi harapan positifnya, pelebaran jalan ini dapat menampilkan wajah baru bagi Samba. Serta membangkitkan gairah ekonomi warga dan akses sektor lainnya.

“Memang jalan berperan untuk urat nadi perekonomian sehingga penataannya mesti kita lakukan secara terpadu, agar berdampak baik di bidang ekonomi, sosial budaya dan lainnya,” kata Sekdes..

@ng




Pasien Covid-19 di NTB Melonjak, Bertambah 75 Orang Positif

Dari pemeriksaan sebanyak 363 sampel, diketahui bahwa pada hari Kamis ada penambahan pasien positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat, hari Kamis (01/06/21), sebanyak 75 orang.

Jumlah penambahan pasien positif Covid-19 itu jauh melebihi jumlah pasien yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh.

“Hari ini terdapat 45 (empat puluh lima) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, melalui press release pada media, hari Kamis (01/06).

BACA JUGA: SLB, Lahirkan Lulusan Berdaya dan Berkontribusi Pada Dunia

Namun hari ini tidak terdapat penambahan kasusL kematian baru.

Penambahan pasien positif Covid-19 itu dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, dan Laboratorium Antigen.

Dari pemeriksaan sebanyak 363 sampel dengan 288 (dua ratus delapan puluh delapan) sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan diketahui adanya penambahan 75 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dengan tambahan 75 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 45 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (01/07/21) sebanyak 14.669 (empat belas ribu enam ratus enam puluh sembilan) orang.

BACA JUGA: Penanganan Covid-19 Jadi Tema Besar Hari Bhayangkara ke 75

Rinciannya, sebanyak 13.443 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 608 orang masih positif.

Pasien Covid-19

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” ungkap Lalu Gita.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.815 orang dengan perincian 215 orang (1%) masih dalam isolasi, 37 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.564 orang (98,8%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif 10 Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.959 orang, terdiri dari 2.430 orang (2,6%) masih dalam  karantina dan 89.529 orang (97,4%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.541 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 957 orang (0,8%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.584 orang (99,2%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) agar membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor
Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




Digital Talent Scholarship untuk Tingkatkan Kapasitas SDM

Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo dalam waktu dekat akan memastikan terselenggaranya Program Digital Talent Scholarship (DTS) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemprov NTB tengah bersiap agar pelatihan dengan kuota hingga 14 ribu peserta bisa terlaksana dalam waktu dekat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kominfotik, Najamuddin Amy, pada rapat pemantapan DTS 2021 di NTB bersama perwakilan dari Balitbang SDM Kemenkominfo Surabaya, di RRU Kantor Gubernur, Kamis (1/7).

Najamudin Amy berharap kepada kepala OPD lingkup Pemprov NTB bisa mengikuti sosialisasi ini sehingga betul-betul memanfaatkan digital talent scholership yang bersentuhan dengan tugas pokok masing-masing OPD.

Terkait dengan program baik yang dilaksanakan secara online maupun secara ofline dari digital talent scolership ini, paling tidak ada sembilan akademi atau program yang ditawarkan nanti pada sosialisasi kali ini.

“Karena itu melalui kesempatan ini Pemprov NTB mellaui OPD-OPD , komunitas , masyarakat, institusi pendidikan tinggi, dunia usaha dan media bisa berpartisipasi untuk mengikuti pelatihan DTS ini,” kata Najamuddin.

BACA JUGA: Lombok Tengah dan Dompu Belum Serahkan Data Mutakhir

DTS ini bukan hanya untuk anak milenial tetapi juga wanita wirausaha, sehingga seluruh program unggulan tidak ada satupun yang tidak tersentuh dengan DTS. Moment ini menjadi salah satu kesempatan untuk upgrading capacitiy SDM mulai dari generasi milenial, bahkan eselon 3 dan 2.

Ada beberapa kampus yang bekerjasama dengan DTS, yaitu; Universitas Mataram, Universitas Islam Mataram dan juga Universitas Hamzanwadi Selong. Sedangkan kegiatannya ada sembilan, yakni; Fresh Graduate Academy (FGA), Thematic Academy (TA), Profesional Academy (PROA), Digital Entrepreneurship Academy (DEA), Goverment Transformation Academy (GTA) dan juga Talent Sscouting Academy (TSA).

diskominfotik




Lombok Tengah dan Dompu Belum Serahkan Data Mutakhir

Hingga kini ada dua kabupaten yang belum sama sekali menyerahkan progres perkembaangan hasil pemutahiran data, yaitu kabupaten Lombok Tengah dan kabupaten Dompu.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Untuk memastikan masyarakat yang berhak menerima bantuan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong kabupaten-kota untuk validasi dan verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang disandingkan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) sampai batas terakhir bulan Juli tahun ini.

Lombok Tengah“Kita berharap agar segera validasi dan verifikasi DTKS yang disandingkan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK),” himbau Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada Rakor Validasi DTKS dan BPJS, di pendopo, Kamis (1/7).

Karena diharapkan bulan Juli 2021 ini, semua data dapat terverifikasi semua 100 persen. Sehingga masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan dalam program memperoleh haknya.

BACA JUGAValidasi DTKS dan BPJS Dipercepat Agar Bantuan Tepat Sasaran

Semua proses ini merupakan tugas mulia, yang harus segera dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Kita sepakat, semangat kebersamaan agar penerima bantuan lebih tepat sasaran dan betul-betul diberikan kepada warga yang berhak,” katanya.

Sehingga pemerintah dapat mempermudah masyarakat yang masuk dalam daftar PBI JKN atau yang belum, termasuk mengeliminasi masyarakat yang tidak memenuhi syarat untuk menerima bantuan ini,

“Mari kita bersama bersinergi dan berbuat demi masyarakat kita di bawah,” himbaunya.




Validasi DTKS dan BPJS Dipercepat Agar Bantuan Tepat Sasaran

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, meminta seluruh data sudah verifikasi dan validasi pada bulan Juli tahun ini.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, meminta Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemdes Dukcapil mempercepat pemadanan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK), agar program ini lebih tepat sasaran.

“Tugas kita adalah memastikan data itu benar-benar valid dan berkualitas agar mereka yang menerima bantuan iuran jaminan kesehatan ini benar-benar berhak,” tegas Sitti Rohmi, saat Rapat Koordinasi Validasi Data DTKS dan BPJS, di pendopo, Kamis (1/7).

Pastikan dalam progres basis data terpadu per Desil 1 – Desil 5 di uraikan, sejauh mana perkembangannya, sehingga lebis jelas sampai di mana data tersebut diverifikasi dan divalidasi.

“Untuk kemudian, data akhirnya kita hubungkan dengan BPJS, pastikan itu dengan baik dan benar,” jelasnya didampingi Asisten I Setda Provinsi NTB.

Sehingga dapat disandingkan data BPJS yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan data penerima BPJS yang dibayar oleh APBD I maupun II.

Selanjutnya buatkan aturan dan regulasi pengelompokan Desil 1-5, agar tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak menerima BPJS.

“Bila ada masyarakat yang belum tercover, provinsi dan kabupaten-kota sediakan anggarannya, itu yang harus dilakukan,” tandasnya.

Begitupun, dari hasil validasi dan verifikasi tersebut, bila hasil temuan lapangan ternyata sudah meninggal atau tidak memenuhi syarat, maka ke depan dapat diganti dengan masyarakat yang memenuhi syarat.

BACA JUGALombok Tengah dan Dompu Belum Serahkan Data Mutakhir

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik, mengakui, pihaknya sedang terus melakukan pemadanan DTKS dengan PBI dan JK.

“Supaya masyarakat kiata yang betul-betul seharusnya menerima PBI JK terbayarkan oleh pemerintah, baik pusat, APBD I dan APBD II, betul-betul masuk semua,” katanya.

Begitupun penerima bantuan lain, nantinya lebih tepat sasaran dan betul-betul diberikan kepada warga yang berhak.

Sedangkan, Kepala DPMPD Dukcapil NTB, H. Ashari, mengatakan akan terus berkoordinasi dengan kabuapten-kota terkait persoalan kevalidan data KTP atau data lain.

edy