Lombok Utara Berpotensi untuk Pengembangan Tembakau

Petani tembakau di Lombok Utara perlu dibekali pengetahuan cara mengatasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman tembakau, termasuk memahami anomali iklim

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengembangan tanaman tembakau, saat ini menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lombok Utara.

“Budidaya tembakau memiliki prospek yang menjanjikan di Kabupaten Lombok Utara. sampai saat ini pasokan produksi yang sudah ada masih belum mencukupi kebutuhan yang diminta oleh pasar. Harga komoditas tembakau ini relatif cukup tinggi sehingga dapat dijadikan salah satu komoditas pilihan untuk dibudidayakan,” kata Sugiartadi, SP, Plt. Kabid Perkebunan dan hortikutura mewakili DKPP KLU.

Sugiartadi menyampaikan itu di tengah kegiatan praktik Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), di Dusun Sentul, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Rabu (14/07/21).

Lombok Utara berpotensi Lombok Utara berpotensi

Di kalangan Petani tembakau di Lombok Utara kerap terdengar sebutan untuk tembakau sebagai mutiara hijau. Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu daerah penghasil tembakau, yang mempunyai potensi cukup besar untuk budidaya tanaman ini.

BACA JUGA: Sekolah Lapang di Dusun Sentul, Antisipasi Hama Penyakit Tembakau

Potensi tembakau di kabupaten KLU tersebar di 5 kecamatan, tapi 3 kecamatan yang  potensi tembakaunya lebih besar yakni di Kecamatan Pamenang, Kayangan dan  Kecamatan Bayan.

Namun Sugiartadi mengakui, tanaman tembakau sangat rentan terhadap situasi dan kondisi cuaca yang buruk, misalnya terjadi anomali iklim. Selain itu, juga adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman tembakau.

Dengan adanya OPT tembakau yang lepas dari pantauan petani, akan berdampak terjadinya serangan yang bisa menimbulkan kerugian yang besar.

Pelatihan SLPHT

Sugiartadi, SP yang didamping salah satu stafnya, Moh. Ayusi dan nara sumber, Tukul Sumardiono,SP, menambahkan, adanya permasalahan OPT tersebut maka para petani  tembakau perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan mengantisipasi serangan OPT tersebut.

“Kami melihat kebutuhan petani akan pengetahuan tentang OPT tanaman tembakau,” kata Sugiartadi.

Saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara mengadakan SLPHT melalui Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku, Kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Pekebunan Tembakau Tahun 2021, ,

“Dinas pertanian KLU,saat ini sedang berlangsung pendampingan kegiatan sekolah lapang di Dusun Sentul Desa Pendua Kecamatan Kayangan,” kata Sugiartadi.

Metode pembelajaran pada kegiatan ini menggunakan metoda pembelajaran orang dewasa (andragogi). Dalam metode ini, petani diharapkan aktif dan tidak hanya mendengarkan saja. Petani melihat laagsung dan melakukan praktik teknik-teknik pengendalian OPT pada tanaman tembakau.

Dijelaskan, konsep pembelajaran orang dewasa yaitu mencipatakan suasana belajar yang menyenangkan, terjadinya multi komunikasi, peran serta warga belajar diutamakan.

“Pendapat harus dihormati, dan membangkitkan motivasi yang berasal dari materi yang disampaikan, termasuk keseluruhan proses dari budidaya sampai dengan pasca panen yang tidak terlepas dari cara pengendalian hama terpadu (PHT),” jelas Sugiartadi.

Secara langsung peserta diterjunkan ke lokasi yang terbagi dalam lima kelompok, untuk praktik pembelajaran pengamatan di lapangan dan pembahasan/diskusi di ruangan atau di alam terbuka, tentang permasalahan-permasalahan yang ditemui di lahan kemudian dicari solusinya sesuai kearifan lokal.

BACA JUGA: Telemedicine Sebagai Fast Respon, Saat Penerapan PPKM di NTB

“Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas tembakau,” katanya.

Petani Lombok Utara diharapkan semakin mahir dalam pengembangan budidaya tanaman tembakau, termasuk bisa mengantisipasi serangan hama yang menyerang, tambahnya.

@ng




PPKM di NTB, Informasinya harus sampai ke Masyarakat

Semua pihak harus membantu PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama dari sisi penyebarluasan informasi tentang hal-hal yang diatur dalam surat edaran gubernur.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, berharap agar informasi terkait aturan dalam PPKM Mikro harus benar-benar sampai ke masyarakat. Sitti Rohmi menyarankan Dinas Kominfotik NTB terus memantau aktivitas media sosial melalui aplikasi NTB Care.

Sitti Rohmi juga menyarankan Komisi Informasi (KI) NTB, yang memiliki peran sangat signifikan dalam mengawal keterbukaan informasi publik, khususnya dalam penyampaian dan penyebarluasan informasi, agar ikut menyebarluaskan surat edaran dari pemerintah provinsi.

“Kita harus cepat dan tepat dalam upaya menyebarkan edaran ini, dan saya harap kerja sama kemudian koordinasi yang harus dimantapkan,” ujar Sitti Rohmi, dalam kegiatan Webinar bertema PPKM Mikro NTB dan Optimalisasi Keterbukaan Informasi serta Sosialisasi Prokes, yang digelar Komisi Informasi NTB, Selasa (13/7).

PPKM dilakukan sebab adanya penyebaran Covid-19 yang semakin masif terjadi di Indonesia. Oleh karena itu semua pihak, dalam hal ini pemerintah daerah akan senantiasa terus berupaya dengan sekuat tenaga mengerahkan segala kemampuan dan sumberdaya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di NTB.

BACA JUGATelemedicine sebagai Fast Respon saat Penerapan PPKM di NTB

 




Telemedicine sebagai Fast Respon saat Penerapan PPKM di NTB

Telemedicine dapat diterapkan untuk Fast Respon atau kecepatan dalam merespon setiap kasus Covid-19, yang kini menjadi fokus pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) saat penerapan PPKM Mikro.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka acara Kegiatan Dialog Webinar Dengan Tema “PPKM Mikro NTB dan Optimalisasi Keterbukaan Informasi Serta Sosialisasi Prokes”, yang digelar Komisi Informasi (KI) NTB, Selasa, (13/7).

Untuk memberikan fast respon, Sitti Rohmi mengharapkan layanan Telemedicine dapat diterapkan, baik di di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota. Telemedicine adalah sebuah program Kementrian Kesehatan (Kemenkes), yang bekerja sama dengan 11 platform, untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien isolasi mandiri.

“Pemerintah jangan sekali-kali late respon dalam menangani setiap kasus Covid-19. Jangan sampai orang meninggal karena lamban merespon. Kami harapkan fast respon jadi fokus pemerintah saat ini,” tegas Sitti Rohmi.

Ada 11 Platform Telemedicine yang sudah bekerjasama dengan Kemenkes, yaitu; Alodokter, GetWell, Good Doctor dan GrabHealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

“Kita harus mendorong agar Telemedicine ini bisa ada di setiap kabupaten dan kota,” desak Sitti Rohmi.

BACA JUGAAplikasi NTBelib, Perpustakaan Digital di tengah Pandemi

Untuk diketahui, bahwa selama ini Pemprov melalui kerjasama Dinas Kominfotik dan RSUP NTB, telah mengaktifkan layanan TeleKonsultasi yang memberikan layanan serupa melalui pesan whatsapp di nomor 08170001919.

Layanan tersebut sebagai salah satu bentuk fast respon yang dapat dihubungi masyarakat pada pukul 08.00-24.00 wita. Di sini, dokter dan paramedis akan memberikan konsultasi yang tepat terkait isolasi mandiri, obat-obatan, dan berbagai perihal terkait pandemi Covid-19.

diskominfotikntb




Sekolah Lapang di Dusun Sentul, Antisipasi Hama Penyakit Tanaman Tembakau

Penting menyeelenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu, karena Lombok Utara rawan adanya serangan hama penyakit tanaman tembakau.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lombok Utara menyelenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), di Dusun Sentul, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Selasa (12/07/21).

“Kegiatan SLPHT dibayai Rencana Anggaran Kas (RAK) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bidang Perkebunan Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2021,” kata Kasi Pembenihan dan Perlindungan, Moh. Ayusi, saat membuka acara.

Sekolah Lapang di Dusun Sentul

Selain itu, sumber aggaranya pada Program Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian pada kegiatan penanganan Dampak Perkebunan Iklim (DPI) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan. Melalui DPA Rincian Belanja Pengendalian dan Penanggulangan Rencana Pertanian Kabupaten/Kota.

BACA JUGA: Panen Raya Madu Lebah Trigona di Lombok Utara

Pelatihan SLPHT dipilih penyelenggaraannya di Dusun Sentul, mengingat dusun ini berpotensi untuk pengembangan tanaman tembakau.

Karena itu, Plt Kabid Perkebunan, Sugiartadi, SP mengatakan, peserta diharapkan lebih aktif mengikuti Sekolah Lapang. Baik dalam mengikuti penyampaian materi (teori) maupun praktik lapangan.

“Dengan melihat langsung proses dan temuan di lapangan itu, menjadi salah satu bahan diskusi kelompok,” jelas Sugiartadi.

Di Dusun Sentul Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara dinilai cocok untuk pengembangan tanaman tembakau.

Meski dalam luasan lahan tanamnya lebih sedikit dibanding dengan daerah lain, namun dari hasil getahnya saja cukup membantu kontribusi kepada daerah sendiri.

Luasan tanam tembakau di Kecamatan Kayangan melebihi 50 hektar, yang sudah ditanam  rata rata berkisan 60-100 cm. Belum lagi yang ada di Kecamatan Bayan yang mencapai 100 hektar, belum lagi yang ada di Kecamatan Pemenang serta Gangga dan Kecamatan Tanjung.

“Jenis yang paling dikenal adalah varitas Kasturi, Virginia, Paroka dan jenis tembakau bandung/katik sebutan petani,” jelas Sugiartadi.

Sugiartadi yang mewakili Kepala Dinas DKPP Kabupaten Lombok Utara saat ditemui di lokasi menjelaskan, pentingnya diselenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu, karena adanya serangan hama penyakit tanaman tembakau.

“Tanaman tembakau sangat rentan terhadap situasi dan kondisi yang buruk, misalnya terjadi anomali iklim dan adanya serangan organisme penganggu tanaman (OPT) tembakau,” jelasnya.

Lebih lanjut Sugiartadi menuturkan, SLPHT yang diselenggarakan delapan kali pertemuan, agar diikuti peserta secara aktip dan semangat. Mengingat serangan organisme penganggu tanaman (OPT) tembakau tersebut.

Jika dibiarkan bisa berakibat fatal, yakni merugikan petani sendiri, jelasnya.

Menurutnya, adanya permasalahan OPT tersebut, sangat dibutuhkan suatu pembinaan dan pelatihan bagi petani tembakau seperti yang dilakukan saat ini.

“Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyelenggarakan Sekolah Lapang ini  diharapkan mampu mengatasi serangan hama,” ujarnya.

BACA JUGA; Cabang Olahraga E-Sport Diapresiasi KONI Lombok Utara

Selain itu, lanjut Sugiartadi, adanya pelatihan ini para petani mampu meningkatkan produksinya, serta menghasilkan kualitas bahan baku tembakau yang bermutu tinggi, tegasnya.

Dalam mengikuti kegiatan SLPHT, para petani tampak antusias, selain dipandu oleh pemandu lapang juga didukung oleh instruktur dari mantan petugas penyuluh lapangan DKPP KLU.

@ng




Aplikasi NTBelib, Perpustakaan Digital di tengah Pandemi

Aplikasi NTBelib adalah layanan membaca, berupa perpustakaan digital, yang disiapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di tengah pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah, menjelaskan, salah satu dampak dari PPKM adalah terhentinya seluruh proses pendidikan, tak terkecuali terhadap kegiatan membaca di perpustakaan.

Sehingga terdapat hambatan dalam peningkatan pengetahuan dan wawasan para pelajar dan mahasiswa di tengah pandemi.

“Kami berusaha hadir secepatnya dalam menjawab kondisi ini. Alhamdulillah, kami telah menyediakan layanan perpustakaan digital yang diberi nama NTBelib,” ujar Julmansyah, saat diwawancarai di kantornya, Selasa (13/7).

Menurut Julmansyah, inovasi dalam bidang perpustakaan, ini, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat di tengah pandemi, serta di era digital saat ini mengharuskan semua layanan instansi pemerintah maupun dunia bisnis, memanfaatkan teknologi informasi.

“NTBelib menyediakan bahan bacaan bagi siswa SD, SMP serta SMA dan SMK. Aplikasi ini bisa didownload di playstore bagi yang memiliki android dan sebentar lagi juga akan rilis di App Store bagi pengguna Apple,” jelasnya.

Dalam aplikasi ini terdapat koleksi bacaan buku pelajaran sekolah yang dapat dipinjam, dengan rincian fiturnya, yaitu; SMP BSE (sekitar 227 koleksi), SD BSE (350 koleksi), dan SMA BSE (111 koleksi). Sementara untuk bacaan umum sudah tersedia 395 koleksi, dengan masing-masing judulnya terdapat 4 copy.

“Ke depan kami akan terus memberi fasilitas layanan koleksi yang sesuai dengan era-nya. Kami hadir menjangkau anak SD dan SMA, dan masyarakat desa terpencil sekalipun, sejauh ada sinyal,” tutur Julmansyah.

BACA JUGA:

Perpustakaan Digital, ini, diharapkan membentuk budaya gemar membaca dan meningkatkan indeks literasi, hingga akhirnya memacu literasi untuk kesejahteraan. Selain itu, NTBelib cukup interaktif, terdapat fitur yang pengguna dapat menulis gagasannya, kemudian dapat disimpan dan bisa dikirim ke berbagai platform media sosial.

“Untuk menjadi anggota NTBelib, sangat mudah, cukup daftar dengan nama dan alamat email ketika registrasi,” tegas Julmansyah.

manikp@kominfotikntb




Sinergi dengan BPK demi Kualitas Pengelolaan Keuangan Publik

Sinergi antara BPK Perwakilan NTB dengan pemerintah provinsi (pemprov) demi kemajuan pembangunan, baik dari segi sistem maupun pelaporan keuangan lembaga.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, saat menerima kunjungan pejabat baru, Kepala Perwakilan (Kalan) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB Ade Iwan Ruswana, di ruang kerja gubernur, Selasa (13/7).

Sinergi dengan BPK
Gubernur dan Kepala BPK Perwakilan NTB

Dalam kunjungan dan silaturahmi yang berlangsung santai, ini, gubernur meminta sinergi dan kerjasama yang berlangsung selama ini tetap dipertahankan.

Sehingga, semua pekerjaan yang sulit dapat teratasi dengan tetap berkolaborasi, tetap saling mengisi dan dilakukan pembinaan terhadap jajaran, baik pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Kami mohon dibantu untuk ikut dilakukan pembinaan dan asistensinya,” ujar Zulkieflimansyah.

BACA JUGAAplikasi NTBelib, Perpustakaan Digital di tengah Pandemi

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK NTB, Ade Iwan Ruswana, berharap, hubungan dan komunikasi dalam memperbaiki kinerja keuangan lembaga pemrintah di NTB harus terus didorong agar pengelolaan keuangan publik lebih berdampak ke masyarakat.

Dalam kunjungan kepala BPK Perwakilan NTB, ini, turut dihadiri pula oleh; Sekda, Kepala  Inspektorat, kepala BPKAD NTB dan sejumlah pejabat teras BPK Perwakilan NTB.

edy




Panen Raya Madu Lebah Trigona di Lombok Utara

Dengan berangsungnya panen raya madu lebah trigona itu, membuka peluang ekonomi masyarakat Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Panen Raya Madu Lebah Trigona berlangsung di Dusun Rangsot, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Selasa (13/07/21).

Kegiatan panen raya itu dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto R ST MEng, bersama Direktur Komunikasi PT PLN Persero NTB, Kukuh Amukti.

Panen raya madu Trigona

Panen raya madu Trigona

Di tegah kegiatan panen itu Wabup Danny mengatakan, budidaya madu trigona dapat menjadi salah satu peluang masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

Wabup mengatakan, Pemda Lombok Utara siap membantu masyarakat proses pembibitan, panen, dan pemasaran Madu Trigona tersebut.

BACA JUGA: Cabang Olahraga E-Sport Diapresiasi KONI Lombok Utara

Dalam kesempatan itu Wabup Danny juga meminta masyarakat pembudidaya Madu Trigona menjaga standar mutu, supaya konsumen merasakan manfaat yang maksimal dari madu.

“Terlebih di masa pandemi ini, madu sudah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjaga ketahanan tubuh. Jangan lupa untuk menjaga kualitas Madu Trigona. Pengiriman pertama dan selanjutnya kualitas harus tetap terjaga,” harapmya.

Manager Komunikasi PT PLN Persero NTB Kukuh Amukti menceritakan awal mula komunitas petani Madu Trigona di Dusun Rangsot.

Pihaknya mengakui, pascagempa banyak menemukan hal-hal yang bisa dikembangkan, salah satunya Madu Trigona. Pihaknya melakukan pembinaan yang bersifat berkelanjutan.

Dijelaskannya, potensi Madu Trigona bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Lombok Utara.

“Progam ini diharapkan bisa membuka pintu rezeki baru bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan berjalan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan panen madu dan foto bersama.

BACA JUGA: PPKM di NTB, Ini Pedoman Kerja OPD Lingkup Pemprov

Hadir pada acara tersebut Sekban Bappeda KLU Yuni Kurniati Maesarah SPt, Kepala Desa Sigar Penjalin Zawil Fadli beserta tamu undangan lainnya.

jfs




Pembinaan P3A Santong untuk Menguatkan Kelembagaan Petani Pemakai Air

Pembinaan yang menguatkan kelembagaan P3A diperlukan, karena menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan

Santong, KLU.lombokjournal.com ~ Masyarakat Sejongga, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, merupakan Daerah Irigasi Santong yang berpartisipasi memelihara jaringan Irigasi dengan mengedepankan budaya gotong royong.

Penyediaan air irigasi bagi tanaman padi dengan mengedepankan budaya gotong royong itu, menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan.

Pembinaan P3A Santong

Terjaminnya penyediaan air irigasi bisa diupayakan melalui peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

“P3A mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier dan mencari solusi secara mandiri, terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani,” kata pengamat pegairan Kecamatan Kayangan, Djohan Asmadi dalam acara tasyukuran sekaligus musyawarah dan diskusi 3A lingkup Santong dan Sejongga, Senin (12/07/21).

BACA JUGA: Cabang Olahraga E-Sport, Diapresiasi KONI Lombok Utara

Menurut Djohan, saat ini penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai menjadi fokus dalam peningkatan produksi pangan.

“Peningatan produksi pangan itu, di antaranya melalui pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan atau pencetakan sawah baru dan penyediaan alat mesin pertanian,” kata Djohan di hadapan petani dalam yang bernaung di P3A se Kecamatan Kayangan.

Djohan menjelaskan, penyediaan sarana dan prasarana, secara kuantitas mengalami peningkatan. Termasuk dengan pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah dilaksanakan, mampu memberikan kontribusi perluasan coverage area tanaman yang terairi.

Namun, menurut Djohan, saat ini yang masih perlu ditingkatkan dalam penyediaan dan pengelolaan air irigasi adalah bagaimana pengelolaan, pemanfaatan serta pemeliharaan jaringan irigasi berjalan secara berkelanjutan.

“Sehingga bisa terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi tanaman pangan,” ujarnya.

Peran P3A

Djohan Asmadi dalam kegiatan pembinaan petani itu menjelaskan, P3A merupakan salah satu lembaga atau kelompok petani di pedesaan yang handal dan berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi.

Lembaga ini secara khusus mewadahi para petani yang terkait dengan tata kelola air irigasi di tingkat usaha tani. Sekaligus pengelolaan sumber daya air lainnya dengan tetap mengedepankan budaya gotong royong.

BACA JUGA: Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air

“Jadi wajar jika kemudian kita merasakan betapa perlunya melakukan upaya penguatan atau pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air tersebut. Karena menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan,” kata Johan.

@ng




Cabang Olahraga E-Sport Diapresiasi KONI Lombok Utara

KONI Lombok Utara berharap, Cabang Olahraga E-Sport bisa memprsiapkan atlet-atlet yang dipersiapkan untuk PORPROV NTB tahun 2022

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Salah satu cabang olah raga (Cabor) baru yang menjadi pilihan para dan digandrungi generasi milenial untuk mempersiapkan diri sebagai atlet, Ialah E-Sport.

Di Lombok Utara, cabor ini banyak menarik minat para remaja maupun anak-anak.

H. Burhan M. Nur, S.H, Ketua KONI Kabupaten Lombok Utara mengapresiasi minat setiap generasi milenial yang ingin menekuni cabor E-Sport.

Harapannya, cabor E-Sport memberikan angin segar bagi keberlangsungan regenerasi atlet muda di kabupaten Lombok Utara.

“Sebagai Ketua KONI Kabupaten Lombok Utara, saya sangat mendukung dan mengapresiasi E-Sport ini,” katanya.

BACA JUGA: Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air

Ia menuturkan, tanggal 1 sampai 3 juli 2021 sudah di laksanakan pertandinan E-Sport tingkat Kabupaten Lombok Utara, yang dimotori oleh pengurus E-Sort Kabupaten Lombok Utara, yang dilaksanakan di Kantor KONI kabupaten Lombok Utara.

“Semoga kita semua bisa melahirkan Atlet-atlet yang dipersiapkan untuk PORPROV NTB tahun 2022 nanti,” ungkap Burhan.

Namun seiring berkembangnya peminat cabor E-Sport, tidak dipungkiri banyak keluhan dari masyarakat. Keluhannya, anak-anak yang bermain terlalu lama hingga mengganggu aktivitas belajar mereka.

Terkait keluhan itu, Burhan menghimbau kepada pengurus E-Sport untuk terus mensosialisasikan, dan melakukan edukasi terkait E-Sport.

Maksudnya, agar masyarakat bisa memahami dengan baik, termasuk anak-anak yang menggeluti cabang E-Sport memahami aturan mainnya.

Burhan mengatakan, cabor ini baru saja bergabung sebagai Cabor di KONI Kabupaten Lombok Utara.

“Mengenai aturan dan tata cara pertandingan, dan berapa lama sebaiknya anak-anak bermain di E-Sport ini, tentu menjadi tanggung jawab para pengurus E sport ini. Pengurus cabor ini harus mensosialisasikannya kepada semua kalangan masyarakat termasuk para orang tua atlet atau calon atlet,” kata Burhan

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan oleh semua pihak terkait cabor E-Sport tersebut.

Ketentuan tersebut sebagai penyeimbang antara waktu belajar dan bermain bagi anak-anak yang masih ditingkat sekolah. Ketentuan yang berlaku merupakan aturan baku bagi cabor E-Sport di kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Premium 169, Beras NTB yang diolah Cara Modern dan Industri

“Seperti yang pernah sampaikan oleh Plt Ketua E sport Lombok Utara beberapa waktu lalu, ada ketentuan bagi anak-anak atau para atlet, batasan waktu efektif bermain dan berlatih adalah 3 jam per-hari. Sehingga tidak mengganggu aktivitas yang lain termasuk belajar mengajar, jadi orang tua perlu tahu mana saja Game yang termasuk dalamm permainan E-Sport ini,” kata Burhan

Han




PPKM di NTB: Ini Pedoman Kerja bagi OPD Lingkup Pemprov

Selama PPKM diberlakukan, OPD lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk diperhatikan sejumlah hal penting.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi memastikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, 5 hingga 20 Juli, aktivitas perkantoran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemprov NTB berjalan sesuai pedoman yang ditetapkan.

PPKM di NTB

Lalu Gita menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Edaran Gubernur, no: 180/07/Kum/Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi NTB, ada beberapa atensi yang harus diperhatikan oleh masing-masing kepala OPD lingkup pemprov, antara lain:

Pertama, seluruh kepala OPD agar memperhatikan pedoman tentang Work From Home (WFH) maupun Work From Office (WFO) dengan tetap memperhatikan tugas-tugas wajib yg harus segera diselesaikan, seperti; persiapan APBD-P, APBD 2O22, penyerapan DAU-DAK, Percepatan lelang PBJ, SAKIP, Inovasi Daerah dan hal penting lainnya.

“Komunikasikan dengan baik dan cermat dengan memperhatikan kondisi kesehatan karyawan dan kondisi keluarganya dengan tetap menerapkan protokol covid yg ketat. Membuat forum sillaturrahmi virtual internal secara rutin atau berkala untuk saling memonitor kondisi baik yg WFH maupun yg WFO,” tegas Sekda, saat meninjau aktivitas perkantoran di beberapa OPD, Senin (12/07).

Ke-2, kepala OPD agar selalu menginformasikan kondisi kesehatan diri, keluarga dan karyawannya sebagai laporan ke gubernur dan wakil gubernur, agar dapat dilakukan langkah penanganan selanjutnya.

Ke-3, kepala OPD yang harus berhadapan dan berada pada garda terdepan, agar lebih waspada, jangan lalai untuk melengkapi diri dengan alat pelindung diri yg memadai seperti, masker, sarung tangan, hand sanitizer, minyak angin dan pelindung lainnya. Perhatikan asupan gizi dengan tambahan vitamin, jangan diforsir, lakukan pergantian waktu tugas dengan baik.

Ke-4, Kepala OPD agar rutin melaporkan situasi tempat kerja kepada pihak BPBD, untuk dilakukan disinfektasi bila ada karyawan yg positif covid.

Ke-5, selama WFH dihimbau kepada karyawan untuk tetap di rumah dengan memperbanyak membaca Kitab Suci Al Qur’an (muslim) atau Kitab Suci lainnya (non muslim).

Ke-6, jika mengalami kondisi darurat segera menginformasikan dengan hot line hubungi Sekda, Asisten 1,2,3, Kadis Kesehatan, Ka BPBD dan Kasat Pol PP, supaya kondisinya lebih cepat ditangani oleh pihak terkait.

“Semoga kita semua tetap sehat, tetap semangat dan selalu bahagia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberi perlindungan dan pertolongan kepada kita semua sehingga kita tetap dalam kondisi aman dan selamat dari musibah wabah ini,” tutur Sekda.

BACA JUGAPremium 169, Beras NTB yang Diolah Cara Modern dan Industri

manikp@kominfotikntb