Sejarah Proklamasi Polisi, Bermula dari Tokubetsu Keisatsutai (3)

Penggagas dan pencetus Hari Juang Polri, Komjen Pol. Purnawirawan Arif Wachjunadi, mengungkapkan suatu peristiwa yang kemudian jadi tonggak sejarah Hari Juang Polri

LombokJournal.com ~ 

“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Polisi Istimewa sebagai Polisi Repoeblik Indonesia.”

Soerabaja, 21 Agoestoes 1945                                                                                                                                                                                                                                                                                 

Atas Nama Seloeroeh Warga Polisi                                                                                                                                                                                                                                                              Moehammad Jasin – Inspektoer Polisi Kelas I

“Begitulah bunyi kebulatan tekad Polisi Istimewa yang menyatakan dirinya sebagai Polisi Republik Indonesia, dalam Proklamasi Polisi Republik Indonesia tanggal 21 Agustus 1945,” ungkap Komjen Pol. Purnawirawan Arif Wachjunadi, menyampaikan nukilan sejarah Proklamasi Polisi Republik Indonesia. 

BACA JUGA : Hari Juang Polri, Kapolri Sapa Penggagas Hari Juang Polri (1)

Komjen Pol. (Purn) Arif Wachjunadi merupakan penggagas dan pencetus Hari Juang Polri. 

Proklamasi Polisi ini sejarah yang bermula dari Tokubetsu Keisatsutai, yang merubah nama menjadi Polisi Istimewa
Prof. Aminuddin Kasdi (kiri), dan Arif Wahjunadi

Setelah 79 tahun berlalu, peristiwa perjuangan yang menjadi sejarah penting bagi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, akhirnya diabadikan sebagai Hari Juang Polri. 

Peristiwa sejarah itu adalah Proklamasi Polisi Republik Indonesia, tanggal 21 Agustus 1945 yang dilakukan oleh Polisi Istimewa, di bawah pimpinan Inspektur Polisi Kelas Satoe M. Jasin. Proklamasi Polisi ini sesungguhnya bermula dari Tokubetsu Keisatsutai, yang merubah nama menjadi Polisi Istimewa. 

Lahir pada bulan April tahun 1944 dengan nama Tokubetsu Keisatsutai, Polisi bentukan Jepang di masa penjajahannya di Indonesia ini, lalu mengganti nama menjadi Polisi Istimewa pada tanggal 18 Agustus 1945. 

Pada masa Jepang bernafsu menguasai Asia di penghujung perang dunia ke II, pemuda-pemuda pribumi (baca-Indonesia) dengan kualifikasi terbaik, sengaja direkrut dan dilatih dengan kamampuan tempur militer demi mendukung Jepang memenangkan perang Asia Timur Raya. 

Sebelum masuk ke Indonesia pada Januari 1942, Jepang terlebih dahulu mengobarkan perang setelah meluluhlantakkan Pearl Harbor (Pangkalan Militer Angkatan Laut Amerika Serikat di Hawaii) pada tanggal 7 Desember 1941. 

Jepang melancarkan dua kali aksi penyerangan brutal yang dilakukan secara tiba-tiba di pagi buta. Serangan ke Pearl Harbor ini kemudian menjadi pemicu terbakarnya Perang Dunia ke II yang melibatkan begitu banyak negara di dunia. Hancurnya pangkalan militer ini, tak pelak menjadi pukulan berat bagi Amerika Serikat. 

Ketika Perang Asia Timur Raya atau yang dikenal dalam sejarah sebagai Perang Pasifik berkobar pada tahun 1941-1945, Indonesia masuk dalam pusaran Perang Dunia ke II yang membakar seluruh dunia itu. 

Sukses menghancurkan salah satu kekuatan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Negeri Matahari Terbit percaya diri. Invansi ke Asia pun berjalan mulus, termasuk Indonesia. 

“Di momentum inilah Jepang mulai merekrut anak-anak muda pribumi untuk dijadikan Polisi dengan nama Tokubetsu Keisatsutai, yang akan mendukung Jepang memenangkan perang Asia Timur Raya,” kata Arif.   

Penulis buku berjudul Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Jejak Perjalanan Perjuangan Polri ini mengungkapkan, serangan mendadak dan mengejutkan yang dilakukan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada Amerika Serikat di bawah perintah Laksamana Madya Chuichi Nagumo, terhadap pangkalan Militer Amerika  di Pelabuhan Mutiara ini adalah langkah preventif Jepang untuk mencegah Amerika ikut campur atas ekspansi mereka di Asia Pasifik. 

BACA JUGA : Proklamasi Polisi Republik Indonesia dan Hari Juang (2)

Karena saat itu Jepang sudah merancang penguasaan atas wilayah-wilayah jajahan Inggris, Amerika dan Belanda di Asia Tenggara demi mengamankan sumber daya alam yang dibutuhkan oleh Jepang. 

Berdasarkan laporan surat kabar Berita Oemoem tanggal 3 April 1942 yang mengulas tentang sejarah Perang Pasifik ini menulis bahwa di hari penyerangan Jepang atas armada Amerika di Pasifik itu, sebagian besar Armada Amerika seketika lenyap dari pandangan mata. Satu persatu kapal perang Amerika Serikat hilang dari Pelabuhan Mutiara Hawaii.  

Perang hebat di Pearl Harbor terjadi dengan begitu mengagumkan bagi Jepang yang “berkolaborasi” dengan Jerman dan Italia. Pesawat-pesawat udara dan kapal-kapal selam Jepang menggempur dengan begitu hebatnya di pangkalan militer Amerika itu. 

Jepang menyerang kapal-kapal pemukul dan kruiser-kruiser besar milik Amerika dan tenggelam hanya dalam beberapa menit saja. 

Sejak itu, Jepang tidak berhenti melancarkan serangan-serangan yang “menggoda” kemarahan Amerika, yang membuat dendam perang Amerika Serikat membuncah.

Pertempuran di Asia Pasifik mulai memasuki titik balik pada tahun 1943. Amerika dan Inggris yang merupakan tulang punggung negara-negara Sekutu, mulai menekan Jepang di berbagai medan tempur, akan tetapi Jepang tetap gigih bertahan. 

Walaupun angkatan udara Amerika Serikat telah mengebom kota-kota di Jepang, tetapi Jepang tetap tidak menyerah. Puncaknya, pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima diserang dengan bom atom. Berlanjut tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki turut dibombardir dengan bom atom kedua oleh Amerika Serikat. 

Jepang lantas kehilangan kekuatan dan segala upaya perlawanan sudah kehilangan jalan dan arah. Akhirnya Jepang berada pada titik terendah dengan mengibarkan Bendera Putih tanda menyerah. Bom Hiroshima dan Nagasaki disebut-sebut sebagai momentum pembawa perdamaian di Pasifik. 

Menyerahnya Jepang kepada sekutu menandai berakhirnya perang. Momentum ini juga dimanfaatkan oleh Indonesia yang kemudian memproklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. Demikian pula dengan Tokubetsu Keisatsutai yang kemudian merubah nama menjadi Polisi Istimewa pada tanggal 18 Agustus 1945. Proklamasi kemerdekaan bangsa ini, dipergunakan juga dengan sebaik mungkin oleh Polisi Istimewa untuk menyatakan diri sebagai Polisi milik bangsa Indonesia, Polisi yang berjuang bagi Bangsa Indonesia. 

Di masa peralihan kekuasaan ini pasukan Polisi Istimewa dengan bobot tempur militer, menjadi satu-satunya badan perjuangan yang diijinkan memegang senjata demi menjaga keamanan dan ketertiban di masa peralihan kekuasaan di Indonesia. 

Heroisme Pasukan Polisi Istimewa dalam berjuang membela dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia tergambar jelas selama revolusi fisik berlangsung, termasuk pada pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Polisi Istimewa melucuti senjata tentara Jepang. Orang-orang Jepang dan pimpinan markas Kenpetei pun ditahan dan memutus hubungan telepon keluar. Gudang-gudang senjata dibongkar dan mengeluarkan seluruh perbekalan perang dan amunisi termasuk mobil berlapis baja dan truk-truk. 

“Setelah menguasai seluruhnya, kami menjaganya dengan ketat sambil menjalankan tugas pengamanan dan menyiarkan kepada penduduk bahwa negara Indonesia sudah merdeka dan telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, serta bahwa pasukan kami mendukung proklamasi kemerdekaan tersebut dan telah menjadi milik Republik Indonesia,” ujar M. Jasin, dalam buku Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang. 

Tindakan lekas yang diambil M. Jasin ini dinilai sebagai langkah yang cerdas dan cekatan. 

BACA JUGA : Wastra Tenun dan Kriya, Harapan Ekonomi Berkelanjutan

“Bukan main cekatan dan cerdasnya langkah yang diambil M. Jasin saat merebut markas dalam situasi genting seperti itu. Dia tahu benar membaca peluang untuk kemudian mengambil tindakan yang tepat,” ujar Prof. Aminuddin Kasdi Sejarawan dan Guru Besar Unesa Surabaya. 

Sri Lestari (jilbab putih) putri dari Kapten Mukari, anggota Tokubetsu Keisatsutai, saat menerima tumpeng dari Kapolri pada acara syukuran sejarah Hari Juang Polri / Foto : nik
Syukuran sejarah Hari Juang bersama Kapolri

Sejarah masa perebutan markas dan gudang senjata Kenpetei ini adalah masa yang genting bagi Polisi Istimewa karena harus menghadapi perlawanan Jepang. Inilah masa dimana ‘senjata makan tuan’ bagi Jepang berhasil sukses. 

Pasukan Polisi yang bernama Tokubetsu Keisatsutai (Polisi Istimewa) yang nota bene dididik oleh Jepang sebagai pasukan istimewa dengan perbekalan ilmu dan strategi perang untuk memenangkan medan-medan pertempuran ini akhirnya mampu membalik situasi.  

Tokubetsu Keisatsutai (Polisi Istimewa) menang atas ‘tuannya’ sendiri. nik

 

 

 




Atlet PWI NTB Panen Medali Ajang Porwanas 

Pj Gubernur NTB mengucapkan selamat dan mengaku bangga atas prestasi atlet PWI NTB yang berhasil berada di posisi atas di ajang Porwanas di Kalsel 

BANJARMASIN.LombokJournal.com ~ Atlet PWI NTB atau Persatuan Wartawan Indonesia Nusa Tenggara Barat  mendulang medali pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024 yang berlangsung  di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

BACA JUGA : Hari Juang Polri, Kapolri Sapa Penggagas Hari Juang

Para atlet PWI NTB yang berhasil meraih medali
Atlet PWI NTB

Medali teranyar diraih Pecatur dari PWI Kabupaten Bima, H. Natsir. Ia berhasil membawa pulang medali emas pada kategori papan perseorangan setelah mengalahkan atlet dari PWI DKI Jakarta dalam pertandingan yang berlangsung di Aula Dekranasda Provinsi Kalsel, Jum’at  (23/08/24). 

Dengan perolehan itu, atlet PWI NTB secara keseluruhan berhasil mengumpulkan total 3 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Perolehan medali teranyar itu menjadikan NTB berada di posisi kedua klasemen umum, tepat di bawah tuan rumah Kalsel. 

Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur Hassanudin mengucapkan rasa syukur dan rasa bangganya atas prestasi yang berhasil diraih atlet PWI NTB. 

BACA JUGA : MotoGP 2024 Siap Sukses, Pmeprov NTB Gelar Rakor 

“Alhamdulillah, selamat dan sukses terus. Kami semua bahagia atas perestasi yg membanggakan teman-teman PWI NTB di ajang Porwanas,” ungkapnya.

Sebelumnya medali emas berhasil diraih NTB dari Cabor Domino pada kategori berdikari terbuka. Medali emas ini dipersembahkan Darwis, yang berhasil mengalahkan lawannya di partai final. 

Sementara itu, medali emas pertama diraih Zulkarnaen, wartawan asal Pulau Sumbawa, dari Cabor Atletik melalui nomor lari 5.000 meter putra.

Provinsi NTB masih berpeluang untuk menambah perolehan medali. Beberapa Cabor akan dipertandingkan selanjutnya, seperti Bilyar, Catur, dan Karya Jurnalistik.

BACA JUGA : Politisi Muda PDIP Resmi Anggota DPRD Lotim

“Doa kami senantiasa mengiringi,” tandas Pj Gubernur Hassanudin. nov/dyd

 




Proklamasi Polisi Republik Indonesia dan Hari Juang (2)

Peristiwa anggota Kesatuan Polisi Istimewa itu, yakni Proklamasi Polisi Republik Indonesia, mendorong Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengesahkan Hari Juang Polri melalui Keputusan Kapolri tentang Hari Juang Polri

LombokJournal.com ~ Mengutip dari buku karya Komjen. Pol. Purnawirawan Arif Wachjunadi, berjudul Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Jejak Perjalanan Perjuangan Polri, ini peristiwa Proklamasi Polisi Republik Indonesia (Polri). 

Peristiwa itu kemudian mendorong Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menandatangi Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, dengan Nomor 95/I/2024, Tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia Tanggal 22 Januari tahun 2024. 

BACA JUGA : Hari Juang Polri, Kapolri Sapa Para Penggagas Hari Juang (1)

Kapten Moekari (kanan, anggota Tokubetsu Keisatsutai), satu-satunya saksi sejarah Proklamasi Polisi Republik Indonesia, usai wawancara dengan pencetus Hari Juang Polri, Arif Wachjunadi tahun 2015
Arif Wachjunadi dan Moekari

Keputusan Kapolri ini menetapkan bahwa hari bersejarah di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 21 Agustus, selanjutnya disebut sebagai Hari Juang Polri.  

Di bawah kibaran bendera merah putih, sekitar 250 orang anggota Kesatuan Polisi Istimewa berkumpul di halaman depan markas mereka untuk mengikuti sebuah peristiwa penting dalam sejarah perjalanan kesatuannya. M. Jasin lalu tampil membacakan teks Proklamasi Polisi yang telah disiapkan. 

“Kami berkumpul untuk mendengarkan pidato Pak Jasin yang memproklamasikan Polisi Istimewa sebagai Polisi Republik Indonesia,” ungkap Kapten Moekari (alm), saksi hidup anggota Tokubetsu Keisatsutai yang hadir pada peristiwa ini, saat diwawancarai pada tahun 2015.

Moekari mengingat bagaimana tegangnya suasana kala itu, namun diliputi semangat dan keberanian yang menyala-nyala. Sehingga jika pun Jepang bereaksi, pasukan Polisi Istimewa telah siap sedia untuk menghadapinya. 

Ia menyaksikan keberanian dan keteguhan hati seorang Polisi bernama M. Jasin untuk menyatakan diri dan kesatuannya adalah milik Negara Republik Indonesia. 

Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Polisi Istimewa sebagai Polisi Repoeblik Indonesia.”

Soerabaja, 21 Agoestoes 1945

Atas Nama Seloeroeh Warga Polisi

Moehammad Jasin – Inspektoer Polisi Kelas I

Inilah kutipan dari naskah Proklamasi Polisi Republik Indonesia yang dibacakankan oleh M. Jasin di depan pasukan Polisi Istimewa di markas Polisi Istimewa (kini menjadi sekolah Saint Louis di Jalan Polisi Istimewa Surabaya Jawa Timur).  

Sejak pagi hari di tanggal 21 Agustus 1945 tersebut, poster tentang Proklamasi tersebut ditempel di tembok-tembok sepanjang Jalan Tunjungan dan diikuti dengan turunnya Pasukan Polisi Istimewa untuk memamerkan diri sebagai Polisi Republik Indonesia.

BACA JUGA : Deklarasi Pilkada Damai 2024, NTB Harus Jadi Role Model Nasional

“Inilah pertama kalinya Polisi di negeri ini bersatu dengan nama Polisi Republik Indonesia. Polisi yang terlepas dari tugas yang diperalat oleh penjajah. Polisi yang mendukung penuh Kemerdekaan Republik ini. Polisi yang merdeka sepenuhnya dalam melindungi bangsa dan rakyat Indonesia,” ungkap Arif. 

Peristiwa tersebut merupakan titik balik dimulainya perjalanan sejarah Kepolisian Republik Indonesia. Kepolisian yang dibangun  dari tekad dan semangat ke-Indonesiaan, setelah sebelumnya terkungkung dalam keterpaksaan mengamankan kepentingan-kepentingan penjajah. 

Momen proklamasi yang menyatukan tekad, semangat dan patriotisme Polisi Indonesia ini menjadi tonggak dimulainya perjalanan sejarah kaum Polisi pribumi. 

Polisi yang bertindak untuk dan atas nama bangsa Indonesia. Polisi yang menjadi tuan di negerinya sendiri. Polisi yang merdeka menentukan arah dan langkahnya bersama bangsa ini. 

Namun, akibat situasi transisi yang masih berjalan, tentu saja tindakan-tindakan yang merupakanbagian dari momen penting dalam sejarah bangsa ini seperti halnya Proklamasi Polisi Republik Indonesia tanggal 21 Agustus 1945, tidak sempat terdokumentasi dengan baik. Apalagi dilegalisasi dengan secarik surat resmi dari pemerintah. 

Masa ini adalah masa sibuk yang seluruh fokus tertuju ke Jakarta dimana para tokoh tengah berfikir dan bekerja keras merumuskan konsep negara untuk membangun perangkat suatu negara. Para tokoh pergerakan dan pejuang berkumpul untuk hal utama kala itu, yakni soal kemerdekaan. 

Dan kesibukan semacam itu (kesibukan yang dapat terdokumentasi dengan baik), hanya momen penting yang terjadi di Jakarta, di pusat penyusunan dan perumusan Negara Republik Indonesia. Peristiwa penting yang juga terjadi pada perjalanan Polisi kala itu, jelas menjadi penting pula bagi perjalanan sejarah bangsa ini, namun luput dari pendokumentasian. Karenanya peristiwa 21 Agustus 1945 itu, ibarat seorang bayi yang telah lahir namun tidak memiliki akte karena situasi yang tidak mendukungnya. 

“Secara historis, tanggal 21 Agustus 1945 Polri telah ada yakni pada saat Proklamasi Polisi Republik Indonesia oleh Pasukan Polisi Istimewa yang dipimpin M. Jasin. Namun dari segi administrasi, institusi ini mulai berdiri sendiri ketika Kepolisian menjadi Djawatan tersendiri, keluar dari Kementrian Dalam Negeri pada tanggal 1 Juli 1946,” ungkap Prof. Aminuddin Kasdi, sejarawan dan guru besar Unesa Surabaya. 

Sayangnya, naskah asli dokumen Proklamasi Polisi Republik Indonesia ini tidak ditemukan hingga kini. Menurut keterangan berbagai sumber di Surabaya, naskah ini (tidak dipastikan keasliannya), terakhir terlihat saat pembangunan monumen Polri di Jalan M. Jasin Surabaya pada tahun 1988. Bahkan dalam dokumen-dokumen milik M. Jasin (alm), juga tidak ditemukan. Setelah itu hingga kini, penelusuran mengenai keberadaan naskah asli proklamasi Polri ini masih terus dilakukan. 

Setelah diproklamirkannya Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia, pada tanggal 21 Agustus 1945 di Surabaya, pihak Pemerintah Indonesia kala itu memberikan dukungan penuh dengan memanfaatkan kemampuan pasukan Polisi bentukan Jepang ini untuk mempertahankan kemerdekaan. 

Pada tahun 2015, Pemerintah Republik Indonesia, melalui Presiden Joko Widodo menganugerahkan M. Jasin sebagai Pahlawan Nasional. Anugerah gelar yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara Jakarta dan diterima oleh Putri sulung M. Jasin, Rubiyanti, pada tanggal 4 November 2015, tentu saja sebagai penghargaan Negara atas perannya dalam memproklamasikan Polisi Nasional dalam momentum Proklamasi Polisi Republik Indonesia, pada tanggal 21 Agustus 1945. 

BACA JUGA : Job Fair oleh Disnakertrans Diapresiasi oleh Sekda Miq Gita

Proklamasi Polisi Indonesia wujud keberanian dan keteguhan hati seorang Polisi bernama M. Jasin
Monumen Sejarah Polri di Surabaya yang menampilkan Proklamasi Polisi Republik Indonesia

Ini membuktikan bahwa Negara mengakui peran M. Jasin beserta momentum penting yang telah dilakukannya bagi Kepolisian Negara ini, yaitu peristiwa Proklamasi Polisi. Moehammad Jasin adalah memimpin Proklamasi Polisi tersebut, menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam menyatukan Kepolisian di negeri ini untuk berjuang bersama-sama membela dan mempertahankan negeri ini dari penjajah yang masih ingin menguasai Indonesia. 

Ikrar yang dipimpin M. Jasin dalam Proklamasi Polisi ini merupakan masa dimana Republik Indonesia pertama kali secara De Facto kemudian memiliki alat negara bernama Polisi. 

Masa dimana Kepolisian yang mapan telah lahir dengan peran dan  tanggung jawab namun belum memiliki “akte kelahiran” secara De Jure. nik

 




Hari Juang Polri, Kapolri Sapa Tokoh Penggagas Hari Juang (1) 

Saat Sarasehan dan Syukuran rangkaian peringatan perdana Hari Juang Polri, Kapolri Jend. Listyo Sigit Prabowo ungkap tokoh penting di balik penggagas Hari Juang Polri.

LombokJoutnal.com ~ Baru-baru ini Kepolisian Negara Republik Indonesia memperingati hari bersejarah barunya. Selama 78 tahun (sejak 1 Juli 1946) Polri hanya memperingati satu-satunya hari penting bagi institusi ini, yakni Hari Bhayangkara yang diperingati setiap tanggal 1 Juli.

Polri melaksanakan upacara peringatan perdana Hari Juang Polri di depan Monumen Perjuangan Polri
Komjen. Pol. (Purn) Arif Wachjunadi

Maka mulai tahun 2024 ini, Polri memperingati hari bersejarah baru yakni Hari Juang Polri, setiap tanggal 21 Agustus. Dan peringatan perdananya dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2024 lalu, setelah keluar Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, dengan Nomor 95/I/2024 tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

BACA JUGA : MotoGP 2024 Siap Sukses, Pemprov NTB Gelar Rakor

Keputusan yang ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada tanggal 22 Januari 2024 ini menetapkan, hari bersejarah di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 21 Agustus, selanjutnya disebut sebagai Hari Juang Polri. 

Pada peringatan perdana Hari Juang Polri yang diselenggarakan di Surabaya Jawa Timur, selain upacara peringatan (21/08), sehari sebelumnya digelar pula sarasehan dan syukuran Hari Juang Polri (20/8). 

Dalam sarasehan dan syukuran tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo didampingi para Pejabat Utama Mabes Polri dan juga para Kapolri pada masanya, menyatakan bahwa peringatan Hari Juang Polri yang jatuh pada 21 Agustus bisa dijadikan semangat bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai macam tantangan zaman. Apa yang sudah ditorehkan oleh para senior dan sepuh (Polri) bisa menjadi semangat bagi generasi muda dengan menggali nilai-nilai (perjuangan) yang ada.

“Harapan kita, apa yang ditorehkan oleh para senior kita bisa menjadi semangat bagi generasi muda untuk menggali nilai-nilai (perjuangan) dan terus menggelorakannya untuk menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin berkembang dan kompleks,” kata sigit, st memberi sambutan pada sarasehan dan syukuran dalam rangka Hari Juang Polri yang digelar di Gedung Graha Bhara Daksa Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/08) malam.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjalanan menuju Hari Juang Polri tidak lepas dari hasil kerja keras dari para senior, sepuh dan pendahulunya, yang menyusun, menggali dan kemudian merangkainya menjadi satu rangkaian dan didiskusikan serta disepakati bersama para senior, sesepuh, pakar, serta fakta sejarah yang ada. 

Penetapan tersebut, sudah melalui sejumlah tahapan dengan menggali fakta hingga melibatkan para pakar, kemudian disepakati untuk bersama-sama dituangkan dalam Keputusan Kapolri, bahwa tanggal 21 Agustus menjadi Hari Juang Polri. 

BACA JUGA : Deklarasi Pilkada Damai 2024, NTB Harus Jadi Role Model Nasional

Hari Juang Polri yang telah dicanangkan dan putuskan dalam Surat Keputusan tersebut, tentunya merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus menginspirasi terkait nilai-nilai perjalanan senior, para sepuh dalam memberikan kontribusi dan keputusan penting saat itu. Inilah yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa yang menurutnya harus tetap diingat. 

“Terima kasih kepada seluruh senior atas kerja kerasnya. Ini merupakan perjalanan yang sangat penting buat kita khususnya institusi Polri. Bahwa di tahun 1945 Polri (juga) pernah menjadi (bagian) sejarah bangsa ini,” ujar Sigit. 

Sigit kemudian menceritakan bahwa pada saat itu Polisi Istimewa atau yang sebelumnya bernama Tokubetsu Keisatsutai (Polisi bentukan Jepang),  turut serta dalam sejarah perjuangan bangsa serta dalam mempertahankan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. 

Saat itu polisi istimewa melucuti senjata dari tentara Jepang dan kemudian ikut membagikan senjata kepada para pejuang bangsa Indonesia. Ketika itu, hanya Polisi Istimewa menjadi salah satu organisasi yang memiliki senjata lengkap dan berada di garis terdepan khususnya memperjuangkan kemerdekaan.

“Saat itu, Bapak M. Jasin (pimpinan Polisi Istimewa) dengan keputusannya yang sangat luar biasa membacakan proklamasi kepolisian. Dan ini tentunya menjadi sejarah besar bagi kita (Kepolisian), semangat itu harus terus kita kobarkan di masa-masa yang akan datang,”ujar Sigit.

Lebih dari itu, Sigit mengungkapkan bahwa sampai kapan pun Polri harus melanjutkan perjuangan para pahlawan dan bersama-sama dengan seluruh kekuatan Polri untuk terus menjaga soliditas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Acara sarasehan dan syukuran dalam peringatan perdana Hari Juang Polri itu, dihadiri oleh para Kapolri pada masanya, seperti, Jenderal Polisi Purnawirawan Da’I Bachtiar, Jenderal Polisi Purnawirawan Suroyo Bimantoro, Jenderal Polisi Purnawirawan Rusmanhadi dan para sepuh Polri lainnya, seperti Komjen. Pol. Purnawirawan Makbul Padmanegara. Hadir pula Ketua Umum PKBB (Paguyuban Keluarga Besar Brimob), Komjen. Pol. Purnawirawan Imam Sudjarwo, putri dari Komjen. Pol. Purnawirawan M. Jasin(Proklamator Polisi Reublik Indonesia) yakni Rubiyanti dan putri dari Kapten Moekari (anggota Tokubetsu Keisatsutai), yaitu Sri Lestari. 

Yang menarik dalam sambutannya Kapolri mengungkap siapa sesungguhnya penggagas Hari Juang Polri ini. Ketika menyapa para senior dan undangan yang hadir di awal sambutannya, Jenderal sigit juga menyapa Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan Arif Wachjunadi sebagai tokoh penggagas Hari Juang Polri. 

Malam itu Arif Wachjunadi juga menjadi salah satu narasumber penting dalam sarasehan yang turut menghadirkan dua narasumber lainnya yakni, sejarawan Jawa Timur Prof. Aminuddin Kasdi dan Ketua Komunitas Begandring Surabaya Achmad Zaki Yamani. 

“Hadir pula Wakil Ketua Umum 1 PKBB (Paguyuban Keluarga Besar Brimob) Komjen. Pol. Purnawirawan Arif Wachjunadi, penggagas Hari Juang Polri,” sapa Kapolri dengan lugas. 

Usai memberikan sambutan, Kapolri menyerahkan tumpeng pertama kepada Komjen. Pol. Purnawirawan Arif Wachjunadi, kemudian kepada Rubiyanti dan Sri Lestari. Pada kesempatan yang sama, Arif Wachjunadi menyerahkan dua buku karyanya kepada Kapolri. 

Buku berjudul Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Jejak Sejarah Perjuangan Polri dan Hari Juang Polri, merupakan dua dari tiga buku penting hasil kontemplasi dan penelitiannya selama 14 tahun (2010-2024) yang kemudian menjadi pendorong lahirnya Hari Juang Polri. 

BACA JUGA : Lalu Ivan Indaryadi Didaulau Jabat Ketua DPDR Lobar Sementara

Komjen. Pol. Purnawirawan Arif Wachjunadi, saat menyerahkan buku karyanya berjudul, Pearl Harbor Nagasaki Hiroshima Jejak Perjalanan Perjuangan Polri, kepada Kapolri, saat peringatan Hari Juang Polri

Keesokan harinya, Rabu (21/8) Polri melaksanakan upacara peringatan perdana Hari Juang Polri di depan Monumen Perjuangan Polri Jalan Raya Darmo yang bersebelahan dengan Jalan Polisi Istimewa, tempat Proklamasi Polisi Republik Indonesia pada 21 Agustus berlangsung, 79 tahun silam. 

Upacara peringatan perdana ini dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. nik

 




Wastra Tenun dan Kriya Harapan Ekonomi Berkelanjutan

Kekayaan budaya NTB yang tercermin dalam keindahan wastra tenun dan kerajinan kriya menjadi salah satu aset berharga yang dapat mendukung perekonomian daerah

MATARAM.LombokJournal ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin didampingi Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Dessy Hassanudin membuka kegiatan Karya Kreatif NTB dan Lombok Sumbawa Tenun Festival (KK-NTB x LSTF) tahun 2024 di Kawasan Pusat Perbelanjaan di Mataram, Sabtu (24/08/24).

BACA JUGA : Atlet PWI NTB Panen Medali di Ajang Porwanas

Pj Gubernur mengatakan, Pengembangan ekonomi melalui wastra tenun dan kerajinan kriya menjadi potensi ekonomi yang kita butuhkan saat ini,
Pj Gubernur NTB, Hassanusin

Kegiatan KK-NTB x LSTF tahun 2024 merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB dan Dekranasda se-Provinsi NTB. Tujuannya untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif di wilayah NTB.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur NTB Hassanudin mengungkapkan KK-NTB x LSTF sebagai upaya untuk menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.Melalui pengembangan UMKM dalam aspek wastra dan kriya. 

Kekayaan budaya NTB yang tercermin dalam keindahan wastra tenun dan kerajinan kriya menjadi salah satu aset berharga yang dapat mendukung perekonomian daerah.

“Pengembangan ekonomi melalui wastra tenun dan kerajinan kriya menjadi potensi ekonomi yang kita butuhkan saat ini,” ungkapnya. 

Selain itu, Pj Gubernur NTB menjelaskan Karya Kreatif NTB dan Lombok Sumbawa Tenun Festival merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian seni budaya yang diwariskan secara turun temurun oleh orang tua terdahulu. 

Pengenalan seni dan budaya lokal di era globalisasi menjadi hal penting untuk mereduksi budaya-budaya global yang tidak memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

BACA JUGA : Deklarasi Pilkada Damao 2024, NTB Harus Jadi Role Model Nasional

“Alhamdulillah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa memiliki wastra tenun dan kriya yang melimpah, sebagai potensi ekonomi yang harus kita kembangkan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB Barry Arifsyah Harahap menjelaskan Provinsi NTB memiliki potensi besar khususnya wastra tenun. 

Menenun adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat NTB. Begitu pula dengan kerajinan lainnya yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan sehingga berdampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah.

“Untuk itu, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus mendukung peningkatan wastra tenun di NTB. Demi peningkatan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya. 

Event ini dirancang untuk menampilkan kekayaan wastra dan kriya NTB dalam berbagai bentuk, serta membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk-produk kepada khalayak luas. 

Adapun kegiatan utama dalam puncak KK-NTB x LSTF tahun 2024 antara lain Fashion Show dari Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTB, Dekranasda Award, Bazaar Kriya dan Fashion Wastra, Jalan Sehat dan Lombok Food Market, Panggung Edukasi, Talkshow, dan Bincang UMKM serta Penampilan Band Pop-Rock Indonesia, RAN.

BACA JUGA : Job Fair oleh Disnakertrans Diapresiasi Sekda Miq Gita

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, beberapa Kepala OPD Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, unsur pimpinan daerah se-NTB serta Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-NTB, para pelaku UMKM tenun dan kriya serta beberapa stakeholders terkait. mnp/dyd

 

 




Lalu Ivan Indaryadi Didaulat Jabat Ketua DPRD Lobar Sementara 

Politisi muda Partai Golkar, Lalu Ivan Indaryadi, yang meraup suara signifikan remi duduk sebagai anggota DPRD Lombok Barat 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Lalu Ivan Indaryadi, Politisi muda Partai Golkar,  didaulat sebagai Ketua DPRD Lombok Barat sementara. Putra mantan Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun dan Lalu Daryadi, merupakan salah satu politisi termuda dengan usia 28 tahun. 

BACA JUGA : MotoGP Siap Sukses, Pemprov NTB Gelar Rakor

[Politisi muda Partai Golkar itu didaulat menjadi Ketua DPRD Lobar sementara
Lalu Ivan Indaryadi
Sepak terjang Lalu Ivan di dunia politik memang patut menjadi contoh generasi muda ke depan. Ini merupakan jabatan ke dua kali bagi Lalu Ivan menduduki kursi legislatif. Dia meraih 20.799 suara pada pemilu legislatif 2024 lalu. 

“Ini merupakan amanat rakyat sekaligus amanat Partai Golkar untuk mengawal proses pemerintahan di Kabupaten Lombok Barat ini,” Ujar Lalu Ivan Indaryadi kepada wartawan di Lombok Barat (21/08/24). 

Lalu Ivan dilantik bersama 44 anggota DPRD Lombok Barat periode 2024 – 2029. Pelantikan berlangsung di Gedung DPRD Lombok Barat. 

Sebagai mitra eksekutif, wakil rakyat dituntut lebih peka terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. 

BACA JUGA : Deklarasi Pilkada Damai 2024, NTB Harus Jadi Role Model Nasional 

Artinya, sinergisitas antara legislatif dan eksekutif harus semakin masif yang bermuara pada kesejahteraan rakyat.

 “Sebagai anggota legislatif tentu kami harus menjalankan tanggung jawab sesuai  fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan sebaik-baiknya,” tegas Ivan. 

Sebagai orang yang pernah menjabat anggota legislatif, Ivan sangat paham dengan tugas dan tanggung jawabnya. 

Ikut serta mengawasi peningkatan kualitas layanan publik, perluasan akses pendidikan dan kesehatan, penciptaan layanan pekerjaan yang layak dan penanggulangan kemiskinan. Semua itu akan dikawal semaksimal mungkin menuju kemajuan yang lebih baik.

Namun, saat ini tugas yang paling dekat yang harus segera dituntaskan, menurut Lalu Ivan Indaryadi adalah mempersiapkan alat kelengkapan dewan dan lainnya.

BACA JUGA : Politisi Muda PDIP, Ahmad Amrullah, Resmi Jadi Anggota DPRD Lotim

 “Paling lama sepekan ke depan akan kami siapkan alat kelengkapan dewan terlebih dulu, ” tegasnya. me

 




MotoGP 2024 Siap Sukses, Pemprov NTB Gelar Rakor

Rakor yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk mendukung gelaran MotoGP 2024 agar bergjalan labcar dan sukses 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Untuk mensukseskan event ini bersama, Provinsi NTB selaku tuan rumah telah melakukan rapat koordinasi (Rakor) persiapan dukungan MotoGP 2024, pada Senin (19/08/24) bertempat di Ruang Sekretariat Daerah Provinsi NTB.

Sirkuit Internasional Mandalika kembali terpilih untuk menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan kompetisi balap motor internasional MotoGP 2024, pada 27 – 29 September mendatang.

BACA JUGA : Deklarasi Pilkada Damai 2024, NTB Harus Jadi Role Model Nasional

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB H. Fathul Gani memimpin langsung rakor tersebut dan menyampaikan beberapa poin penting yang harus dipersiapkan. Mulai urusan akomodasi, transportasi, penataan dan kebersihan kawasan, hingga publikasi serta kesiapan personil pendukung kegiatan.

“Walaupun pelaksanaan tahun ini maju satu bulan dibandingan dengan tahun sebelumnya, kita optimis pelaksanaan tahun ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Malady melaporkan kesiapan dukungan dalam opening ceremony yang akan melibatkan ratusan pelaku seni. 

Tidak hanya itu, di areal sirkuit Mandalika juga akan diramaikan dengan Lombok Sumbawa Nusantara Fair yang akan diikuti oleh seluruh Provinsi se-Indonesia.

“Ini merupakan salah satu side event yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung gelaran MotoGP Mandalika 2024,” jelas Kadispar NTB.

BACA JUGA : Job Fair oleh Depnakertrans Diapresiasi Sekda Miq Gita

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh. Faozal turut hadir pada rapat tersebut melaporkan kesiapan dukungan dari sisi konektivitas

Akan ada tambahan penerbangan sebanyak delapan kali per hari, di luar penerbangan reguler mulai dari h-7 hingga h+7 event MotoGP 2024.

“Shuttle bus dari Bangsal di wilayah Kabupaten Lombok Utara dan sebaliknya juga akan kami siapkan untuk mengatisipasi pergerakan penonton MotoGP 2024 yang masuk melalui jalur kapal cepat dari Bali,” ungkapnya.

Di akhir rapat koordinasi tersebut, H. Fathul Gani mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk mematangkan persiapan-persiapannya.

BACA JUGA : Hari Anak Nasional 2024, Pj Gubernur NTB Layani Anak-anak

 “Mulai akhir minggu ini mari kita kerahkan personil untuk lakukan pembersihan mulai dari kawasan BIZAM hingga Sirkuit Mandalika” tandasnya. panda/her

 




Deklarasi Pilkada Damai 2024, NTB Harus jadi Role Model Nasional

Pj Gubernur NTB berharap deklarasi Pilkada damai 2024 agar diwujudkan dalam Pilkada yang lancar, aman bahkan tingkat kualitas partisipasi politik NTB semakin baik

MATARAM.LombokJournal.com ~ Deklarasi Pilkada Damai serentak tahun 2024, dengan tema “Mewujudkan Pilkada Serentak yang Aman, Damai, dan Berintegritas di Provinsi NTB”, berlangsung di Mataram, Rabu (21/08/24). 

BACA JUGA : Job Fair oleh Disnakertrans Diapresiasi Sekda NTB

Pj Gubernur NTB dalam pembacaan ikrar deklarasi Pilkada Damai berharap NTB menjadi role model yang baik secara nasional
Pj Gubernur NTB, Hassanudin

Acara yang dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hassanudin, Forkopimda NTB, Ketua KPU dan Bawaslu NTB, Kakanwil Kemenkumham NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, Organisasi kepemudaan, BEM se-Kota Mataram, dan lembaga swadaya masyarakat itu, berjalan lancar. 

Pj Gubernur Hassanudin saat menyampaikan sambutan, mengaku sangat percaya dengan harmoni dalam keberagamaan yang tercipta di NTB. Karena itu, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), NTB tahun 2024, akan dapat dilaksanakan dengan baik, aman, dan damai, dan bisa menjadi barometer dan rolemodel secara Nasional.

“Pelaksanaan pilkada, kita harus menjadi barometer dan role model yang baik secara nasional di Indonesia, saya sangat yakin bahwa kita bisa melaksanakan ini dengan baik,” ujar Pj Gubernur NTB, di Mataram.

Pj Gubernur Hassanudin juga mengingatkan kepada seluruh tamu undangan yang hadir mengatensi point-point yang disampaikan Kapolda NTB. Dan merealisasikan deklarasi Pilkada damai 2024 agar berjalan lancar, aman bahkan tingkat kualitas partisipasi politik NTB setiap tahunnya semakin baik.

BACA JUGA : Malam Apresiasi Gerak Jalan Merdeka

“Apa yang disampaikan oleh Kapolda tadi merupakan atensi kita semua untuk mewujudkan bahwa pilkada ini bisa berjalan lancar, aman bahkan tingkat kualitas partisipasi politik kita dari waktu ke waktu melihat kemajuan dan menjadi lebih baik,” tambahnya. 

Pj Gubernur juga meminta kepada semua yang hadir dalam acara tersebut  dari pimpinan, perwakilan dari kelompok organisasi, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, menjadi jembatan komunikasi pemerintah dengan masyarakat untuk terwujudnya pilkada damai 2024. 

“Kami meminta kepada semua yang hadir  untuk menjadi jembatan komunikasi kita,” tekannya.

Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Raden Umar Faroq S.H., M.Hum menjelaskan, tahapan pemilihan Kepada Daerah sudah ada komitmen dari seluruh lapisan masyarakat untuk penyelenggaraan Pilkada dapat dilaksanakan secara damai dan sejahtera. 

Pj Gubernur juga berkomitmen bersama aparat Keamanan bersama TNI mengawal pilkada 2024 agar berjalan jujur, adil dan aman. 

“Setiap tahapan pemilihan kepala daerah, ada sesuatu komitmen seluruh lapisan masyarakat untuk penyelenggaran Pilkada secara serentak harus di laksanakan secara damai dan sejahtera secara khususnya. Kami selaku aparat kemanan bersama tni mengawal untuk bisa berjalan jujur aman dan adil,” ucapnya.

BACA JUGA : Siswa SMA/SMK Meriahkan Hari Kemerdekaan ke 79

Pada kesempatan tersebut dilakukan pembacakan Ikrar Deklarasi Pilkada Damai Serentak Tahun 2024. Ikrar ini dibacakan untuk mewujudkan Pilkada NTB yang akan berlangsung beberapa bulan lagi dapat berjalan aman, adil dan damai. pnd/her

 

 




Job Fair oleh Disnakertrans Diapresiasi Sekda Miq Gita

Gelar Job Fair yang diselenggarakan Disnakertrans diikuti 53 penyedia lapangan pekerjaan se-NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) NTB,  H. Lalu Gita Ariadi menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara gelar Job Fair Disnakertrans NTB di Ballroom Islamic Center Mataram, pada Rabu (21/08/24).

BACA JUGA : Hari Anak Nasional 2023, Pj Gubernur NTB Layani Anak-anak

Sekda NTB mengapresiasi gelar Job Fair yang diselenggarakan Disnakertrans NTB
Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi

Dalam gelar job fair yang diikuti oleh 53 penyedia lapangan pekerjaan se-NTB ini, Miq Gite sapaannya, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Disnakertrans NTB yang sukses menggelar acara tersebut. 

Job Fair, menurut Miq Gite, dapat memberikan sumbangsih dalam menggerakkan geliat ekonomi masyarakat yang ada di Provinsi NTB. 

Dengan diselenggarakannya job fair ini, dapat mempertemukan para penyedia kerja dengan para pencari kerja. 

Para penyedia kerja dapat menyebarluaskan kualifikasi SDM yang dibutuhkan, sementara para pencari kerja dapat menyiapkan diri untuk memenuhi kualifikasi tersebut. 

“Ini bisa menguntungkan kedua belah pihak. Pencari kerja mengetahui kualifikasi yang ditentukan penyedia kerja, sementara penyedia mendapatkan kualifikasi yang dibutuhkan,” jelas Sekda. 

Selain itu, Miq Gite memaparkan berbagai ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Salah satunya dengan menyelenggarakan berbagai event bersekala nasional maupun internasional di NTB. 

Dengan adanya beraneka event Job Fair, berbagai lapangan pekerjaan terbuka, termasuk ekonomi kreatif yang bisa diinisiatif oleh masyarakat. Sekda NTB meminta dukungan kepada masyarakat dalam setiap event yang digelar. 

BACA JUGA : Politisi Muda PDIP, Ahmad Amrullah, Resmi Anggota DPRD Lotim

Di akhir sambutannya, Miq Gite juga berharap agar Job Fair ini dapat terus ditingkatkan kualitas dan kualitasnya dari waktu ke waktu. 

Sehingga semakin banyak para penyedia kerja dan pencari kerja dapat dipertemukan dan membuat kesejahteraan ekonomi masyarakat NTB semakin meningkat.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengungkaplan Job Fair yang diadakan ini sebagai salah satu upaya dalam menekan angka pengangguran di Provinsi NTB. 

Aryadi menjelaskan bahwa selain job fair, Pemprov NTB melalui Disnakertrans juga terus melaksanakan edukasi, mendatangkan instruktur dan para ahli untuk memberikan informasi tentang kesempatan kerja di perusahaan baik di dalam maupun luar negeri.

Disnakertrans, akan terus mengembangkan dan membina bursa kerja khusus (BKK) di SMK dan perguruan tinggi seperti UNRAM, UIN Mataram, dan Stikes Yarsi.

“Tujuannya adalah agar kita bisa berkolaborasi dalam melahirkan angkatan kerja yang memiliki kompetensi dan memberikan informasi agar pencari kerja bisa memiliki kesempatan dan akses ke dunia kerja,” jelas Aryadi.

Dalam kesempatan tersebut, Disnakertrans NTB juga melakukan penandatanganan MoU dengan Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling dan Pembinaan Universitas Mataram terkait Pembangunan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. 

BACA JUGA : Rakornas Srikandi, Pemprov NTB Dukung Penuh

Kegiatan gelar Job Fair tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat NTB dan diikuti oleh 53 perusahaaan baik swasta maupun BUMN yang ada di Lombok dan Swasta.novita/her

 

 

 




Politisi Muda PDIP, Ahmad Amrullah Resmi Anggota DPRD Lotim 

Usai dilantik duduk di DPRD Lombok Timur, politisi muda Ahmad Amrullah tak bisa sembunyikan rasa harunya 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Politisi muda Ahmad Amrullah bersama dengan 49 anggota DPRD Lombok Timur dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2024-2029, di Kantor DPRD Lombok Timur pada Rabu (21/08/24). 

BACA JUGA : Malam Apresiasi Gerak Jalan Merdeka

Pelantikan politisi muda Ahmad Amrullah bersama 49 lainnya sebagai anggota DPRD Lotim

Momen sakral pengucapan sumpah dan janji tersebut berlangsung khidmat. 

Ahmad Amrullah mengaku tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Politisi PDI-Perjuangan itu mengaku amat bersyukur atas telah digelarnya pelantikan tersebut. Ia secara pribadi mengucapkan syukur alhamdulillah sudah bisa sampai di titik ini. 

“Ini berkah dari Allah SWT kepada saya, kepada keluarga. InsyaAllah amanah ini akan saya jalani dengan sebaik-baiknya,” kata Amrullah kepada media. 

Politisi muda itu kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dirinya dalam proses pemilihan legislatif pada Februari 2024 silam. 

Amrullah mengaku akan mengingat orang-orang yang telah berjasa mengantarkan dirinya menjadi anggota DPRD, terutama masyarakat di daerah pemilihan (dapil) II Kabupaten Lombok Timur.

BACA JUGA : Hari Anak Nasional 2024, Pj Gubernur NTB Layani Anak-anak

“Kedua tentu ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga, sahabat, tim-tim pemenangan, relawan, serta keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur yang telah membantu saya dalam proses pileg kemarin,” kata Amrullah.

Pria yang dikenal mudah bergaul itu mengaku, momen pelantikan dirinya menjadi anggota DPRD Lombok Timur merupakan awal dari pengabdian kepada masyarakat. Dan ia siap menjalankan amanah yang diberikan masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, dalam menjalankan peran sebagai legislator, Amrullah akan berupaya menjadi mitra sekaligus pengontrol untuk lembaga eksekutif. Ia juga berkomitmen untuk dapat terus hadir dan menjembatani kebutuhan masyarakat.

“Ini periode pertama saya jadi anggota DPRD. Tentu saya sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Mendengar masukan dari para senior. Bismillah saya siap menghibahkan diri saya untuk masyarakat,” tegas Amrullah.

Ahmad Amrullah  mengungkapkan beberapa sektor strategis yang akan menjadi perhatiannya seperti infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga sektor-sektor sosial lainnya.

BACA JUGA : Rakornas Srikandi, Pemprov NTB Mendukung Penuh

Sebagai informasi, Ahmad Amrullah terpilih menjadi anggota DPRD Lombok Timur dari dapil II fraksi PDI-Perjuangan. 

Sebagai politisi muda pendatang baru, Amrullah memperoleh suara signifikan yakni 5.977 suara. Raihan tersebut mengantarkan Amrullah duduk di kursi DPRD Lombok Timur mengalahkan petahana. me