Vaksinasi Goes to Campus, Cegah Generasi Muda Terpapar Covid

Vaksinasi massal digelar di kampus itu penting, selain mencegah mahasiswa terpapar Covid-19, juga agar aktivitas dan proses perkuliahan terjaga.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Zulkieflimansyah, mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Vaksinasi Goes to Campus yang digelar oleh Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Selasa (3/8/).

Vaksinasi
H. Zulkieflimansyah

Menurut gubernur, tantangan dalam menghadapi pandemi covid-19 bukan hanya mengutamakan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan, tapi sudah saatnya kini para mahasiswa-mahasiswi juga mendapat prioritas.

“Namun harus tetap menjaga prokes,” pesan Zulkieflimansyah, saat menutup sambutannya.

Sementara itu, Kepala Polda NTB, Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, menuturkan bahwa penting sejak dini mencegah generasi muda terpapar Covid-19, sebab mahasiswa adalah penerus masa depan bangsa.

Dalam menyambut HUT RI ke-76, dengan vaksinasi masal yang bertema “Presisi Merdeka, Sinergitas Polda NTB Bersama Ummat Mataram”, Muhammad Iqbal berharap kota Mataram sebagai wilayah yang padat  beserta aktivitasnya, perlahan-lahan dapat kembali normal dari status PPKM level 4 ini. Prokes dan vaksinasi merupakan cara dan strategi guna memutus transmisi Covid-19.

BACA JUGABEM dan OKP NTB Siap Kolaborasi Tangani Pandemi Covid-19

Sedangkan, Rektor Ummat, Dr. H. Arsyad Abd Gani, menyambut baik ikhtiar Polda dan Pemerintah NTB dalam memutus mata rantai Covid-19 dengan menggelar vaksinasi massal di lingkungan kampus.

“Ada seribu mahasiswa dan civitas akademika yang melakukan vaksinasi hari ini. Terima kasih pak Gubernur dan Kapolda,” ucap Arsyad Gani.

edy




Refocusing Dimungkinkan dengan Perubahan Penjabaran APBD

Dalam situasi seperti masa pandemi saat ini, difokuskan kembali (refocusing)kemungkinan adanya perubahan penjabaran APBD Kabupaten Lombok Utara yang dilakukan melalui Perbup

TANJUNG. lombokjournal.com ~ Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Utara Sahabudin mengatakan, adanya Refocusing Anggaran Pemda Lombok Utara tahap dua memungkinkan adanya perubahan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Utara, Senin (02)/08/21 ).

Dijelaskan, unntuk mengubah APBD ada dua metode. Pertama, perubahan penjabaran dapat dilakukan melalui Peraturan Bupati (Perbup), dan yang kedua, adalah perubahan penjabaran yang dilakukan melalui Peraturan Daerah (Perda).

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Kabupaten Lombok Utara

“Namun perubahan melalui perda hanya satu kali izin saja,” ungkap Sahabudin.

Menurutnya, perubahan melalui Perda bisa dilakukan pada Agustus. Memang, beberapa prosesnya sudah berjalan.

Namun perubahan juga dapat dilakukan melalui Perbup, jika diizinkan ketika ada hal yang mendesak. Dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, maka refocusing yang sedang dilakukan Pemda Lombok Utara saat ini mendesak untuk penanganan Covid-19.

Jadi refocusing ini bisa dimugkinkan adanya perubahan penjabaran APBD, jelasnya.

Lebih lanjut Sahaabudin menambahkan, proses refocusing anggaran Pemda Lombok Utara tahap dua sudah selesai. Jadi saat ini, refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 ini tinggal finalisasi regulasi.

“Tinggal finalisasi perbupnya saja,” ujarnya.

Perbup yang tengah difinalisasi tersebut akan menjadi dasar relokasi kembali belanja di OPD untuk penanganan Covid-19. Sebab pemfokusan ulang (pemfokusan ulang) ini secara otomatis mengubah APBD .

Proses perubahan Perbup ini diakuinya tengah berproses. Setelah perubahan penjabaran dilakukan, Pemda Lombok Utara mulai melakukan perubahan APBD.

”Proses itu tidak berpengaruh atau berdampak terhadap penemuan, jadi ini tetap jalan,” ungkapya.

Tentang program yang terkait itu, antara lain perjalanan dinas, makan minum, dan ATK.

Memang, beberapa OPD tidak melakukan perubahan semua item itu, tapi yang lainnya tetap mengacu pada yang sudah kita tetapkan.

Program yang belum berjalan akan direfocusing, khususnya yang dinilai program yang tidak begitu penting atau mendesak. Sebab ada batasan jika bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan PAD (Penghasilan Asli Daerah).

Sahabudin mengatakan, saat ini belum diajukan secara resmi untuk refocusing kedua itu ke pusat.

“Tetapi kemarin kita telah menawarkan penawaran dengan insentif untuk tenaga kesehatan ini,” katanya.

Dalam kesempatan yang terpisah, pentingnya ikat pinggang di masa pandemi saat ini telah ditegaskan Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan.

“Dalam situasi pandemi saat ini memang harus menyiapkan ikat pinggang,” kata Danny.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di Lombok Utara Ditempeli Stiker

Ia meminta pihak BPKAD dan Bappeda Lombok Utara untuk melakukan komunikasi dengan legislatif dalam menyusun kembali skala prioritas.

”Apa yang bisa kita sisir, sisir saja. Seperti program yang sekiranya bisa ditunda-tunda,” kata Danny.

ist




BEM dan OKP NTB Siap Kolaborasi Tangani Pandemi Covid-19

BEM dan OKP akan memperkuat sinergitas untuk mengedukasi masyarakat tentang disiplin menggunakan Prokes

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sejumlah BEM dan OKP di NTB menyatakan kesiapannya untuk bersama Pemrov NTB maupun Kabupaten/Kota berkolaborasi tangani pandemi Covid-19.

BEM Siap kolaborasi
Gubernur Zulkielimansyah

Hal tersebut disampaikannya kepada Gubernur Dr.H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., pada saat silahturahmi Ketua BEM dan OKP dalam rangka sinergitas penanganan Covid-19, Senin (02/08/21) di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur.

Mewakili Ketua BEM Unram, Noli Aditia menyambut baik pertemuan dan silaturahmi yang digagas Gubernur NTB. Ia berharap sinergi melawan Covid harus diperkuat dengan peran gerakan mahasiswa hingga tingkat desa.

BACA JUGA:

KoLABORASI Tangani Pandemi Covid-19, Ajakan Bang Zul pada BEM dam OKP

“Kami siap bersama pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat tentang disiplin menggunakan Prokes,” katanya.

Menyoroti pemberlakuan PPKM ia berharap pemerintah mengatur para PKL atau pedagang ruang untuk tetap bedagang hingga lebih pukul 20.00 malam hari.

Karena dari berdagang ini ekonomi mereka tetap hidup. Menurutnya yang menjadi masalah berkerumun itu, bukan penjual akan tetapi pembeli.

“Ini yang harus diatur, agar pembeli selain mengikuti prokes juga menjaga kerumunanan,”tutupnya.

Sedangkan PW Himmah NW Zainul Hadi mengatakan bahwa masyarakat saat ini resah mendengar tentang Covid, apalagi terkait dengan vaksinasi.

“Mereka masih menerima informasi terkait bahwa vaksinasi ini dapat membunuh,” katanya.

Informasi seperti ini harus ditangkal dengan masif. Mempergunakan narasi-narasi dan bahasa lokal, sehingga masyarakat paham.

Pengurus Ikatan Mahasiswa dan BEM Fakultas Hukum Muhammadiyah, Dimas  menyampaikan, pihaknya juga memiliki Satgas Covid. Sejak awal sudah cukup serius ikut membantu melawan wabah ini.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19, Era Baru Yang Mesti Diadaptasi Organisasi

“Namun persoalan ekonomi juga harus diperhatikan, bantuan Pemerintah pusat maupun Pemda sangat membantu,” ungkapnya.

Ia mengajak rekan-rekan Mahasiswanya untuk bersama berkolaborasi membantu mengedukasi dan sosialisasi yang masif tentang Prokes dan vaksinasi.

“Karena hanya ini cara untuk memutus matarantai Covid,”tutupnya didepan beberapa Kepala OPD lingkup Pemrov. NTB.

Hadir perwakilan BEM dan OKP seperti BEM Bumigora, UNU, NW, UIN, HMI, Semmi, Perisai,GMKI, Kammi NTB.

edy




Kolaborasi Tangani Pandemi Covid-19, Ajakan Bang Zul pada BEM dan OKP

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah ajak kolaborasi Ketua BEM dan OKP dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyatakat tentang bahaya Covid

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Dr.H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., mengajak mahasiswa se-NTB turut serta berpartisipasi dan berperan serta bersama pemerintah menangani pandemi Covid-19.

Kolaborasi tangani pandemi Covid-19
Gubernur Zulkielimansyah

“Saat ini kita butuh tindakan nyata dan konkrit dari adik-adik mahasiswa,” kata Gubernur Zulkiflimansyah yang akrab disapa Bang Zul.

Ia menyampaikan itu saat silahturahmi dengan Ketua BEM dan OKP dalam rangka sinergritas penanganan Covid-19, Senin (02/08/21) di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur.

Menurut Doktor Zul, saat ini yang dibutuhkan adalah program  yang dapat mengatasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini. Lebih-lebih berbuat untuk daerah di tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

“Apalagi keberadaan mahasiswa tersebar dimana-mana di wilayah NTB, maka punya sumberdaya untuk bergerak,” tutur mantan anggota DPR RI ini.

BACA JUGA: Bendera Putih Dikibarkan, PKL Bangsal Ampenan Dapat Bantuan

Perdebatan panjang dan kritik boleh saja, namun harus ada forum tertentu. Tapi melihat keadaan dan kondisi masyarakat, ia mengajak agar lebih baik ikut memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyatakat tentang bahaya Covid, penerapan prokes, vaksin dan PPKM.

Hal-hal seperti di atas masih banyak masyarakat yang salah kaprah dan termakan hoaks. Sehingga berkembang pemahaman yang liar di tengah masyarakat.

“Nah saya ajak adik-adik ini apa yang bisa kita perbuat bersama untuk bersinergi, kalau punya gagasan dan ide kita kerjakan,”ajak Gubernur.

Karena saat ini selain persoalan kesehatan dan ekonomi, yang tidak kalah penting tugas pemerintah membangun kesadaran masyarakat.

Mahasiswa yang terdiri dari Ketua BEM dan OKP ini dapat membantu memberikan edukasi dan sosialisasi tentang percepatan vaksin, pemahaman tentang PPKM sehingga Covid cepat berlalu dan ekonomi kembali bergeliat.

“Bukan hanya di Provinsi, mahasiswa juga harus ikut membantu Kabupaten/Kota, untuk bersinergi tangani Covid,” kata gubernur mantan ketua BEM UI ini, di depan perwakilan BEM dan OKP seperti BEM Bumigora, UNRAM, UNU, NW, UIN, HMI, Semmi, Perisai,GMKI, Kammi NTB.

BACA JUGA: BEM dan OKP Siap Kolaborasi Tangani Pademi Covid-19

Turut dampingi Gubernur Asisten I, Kaban Bakesbangpoldagri, Kadis Kesehatan, Dirut RSUP, Kaban BPBD dan Kasat Pol PP Provinsi NTB.

edy




Bendera Putih Dikibarkan, PKL Bangsal Ampenan Dapat Bantuan

Pemprov NTB merespon bendera putih yang dikibarkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) di eks pelabuhan Ampenan dengan memberikan sejumlah bantuan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah, Dinas Koperasi dan Baznas NTB, mendatangi PKL yang ada di Bangsal Ampenan (eks pelabuhan), Senin (02/08/21).

Kedatangan rombongan, ini, guna merespon ratusan PKL yang mengibarkan bendera putih, dengan menggelontorkan sejumlah bantuan berupa sembako, modal usaha dan penundaan pembayaran cicilan bank dari 103 pedagang.

“Mudah mudahan bisa membantu meringankan kesulitan para pedagang tapi juga tetap mematuhi kebijakan pemerintah selama pandemi agar selamat dari ancaman virus covid-19”, jelas Zulkieflimansyah.

Bantuan langsung yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai sebesar Rp. 200 ribu dari Baznas dan bantuan pinjaman qordoh hasanah melalui mesjid sebesar Rp 3 juta, untuk tiap pedagang.

Bendera Putih

Bank NTB Syariah melalui program Mawar Emas juga menyalurkan pinjaman syariah sebesar Rp 1 juta per pedagang dan Dinas Koperasi melalui bantuan UMKM memberikan bantuan Rp 1 juta per pedagang.

Sedangkan OJK berjanji akan melakukan mediasi ke bank bank yang memberikan pinjaman para pedagang.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Melayu Bangsal, Sumini mengatakan, bahwa pengibaran bendera putih yang dilakukan oleh para pedagang sebagai tanda menyerah. Pasalnya, selain tak mendapatkan pemasukan memadai selama pandemi juga mengalami tekanan dari pihak bank dan koperasi sebab tak membayar angsuran pinjaman.

Sebagai pejabat lingkungan, ia telah memberikan surat rekomendasi yang menjamin bahwa para pedagang akan membayar angsuran pinjamannya jika situasi sudah normal kembali. Namun tetap saja pihak pemberi pinjaman memaksa para pedagang untuk membayar angsuran.

“Menurut saya sudah sangat berlebihan dan merasa pihak bank dan koperasi tidak mau tahu kondisi kami karena berkurangnya penghasilan”, ujar Sumini.

BACA JUGAPandemi Covid-19, Era Baru yang Mesti diadaptasi Organisasi

Sedangkan Indari, ketua asosiasi pedagang, menjelaskan, sejak PPKM berlaku para pedagang yang berjualan mulai pukul 5 sore, dipaksa harus menutup lapaknya jam 7 malam. Kondisi ini membuat para pedagang menyerah sebab jam bukanya singkat dan sepi pembeli.

Mewakili para pedagang, Indari mengucapkan terima kasih atas kunjungan pemprov NTB dengan memberikan sejumlah bantuan yang dapat meringankan beban hidup di masa pandemi. Ia juga mengingatkan kepada para pedagang agar tidak hanya menuntut haknya tapi juga melaksanakan kewajiban dengan mengembalikan bantuan berupa pinjaman yang baru saja diberikan.

“Saya juga menghimbau para pedagang agar menaati aturan antar pedagang dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan”, tuturnya.

jm




Pandemi Covid-19, Era Baru yang Mesti diadaptasi Organisasi

Setiap organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk era baru pandemi Covid-19, sehingga organisasi terus menjadi learning organization.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menyampaikan harapan tersebut kepada 8 orang peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi (Sespimti), saat menjadi Narasumber Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-30 TA 2021 di wilayah NTB secara virtual, di pendopo, Senin, (2/8).

“Saya teringat satu buku, di awal tahun sembilan puluhan karya Michael Hammer yang berjudul Reengineering the Corporation. Buku tersebut tentang bagaimana organisasi beradaptasi di berbagai era dengan terus direvitalisasi,” jelasnya.

Zulkieflimansyah juga berharap, 8 orang perwakilan NTB yang terdiri dari 7 Polri berpangkat Kombes dan 1 TNI Angkatan Laut, tersebut, tidak hanya bersaing tetapi bisa bekerjasama dan menjadi tim yang kuat di masa yang akan datang.

“Semoga dapat menjadi tim yang kuat dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Pendidikan Sespimti Dikreg ke-30 tahun 2021 mengangkat tema PKB Kejuangan Tahun 2021, Pentingnya Peran TNI Polri Beserta Komponen Bangsa Mempercepat Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi.

Diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari 117 anggota Polri dan 33 peserta didik tamu dari instansi lain seperti TNI, Kemenkumham dan Kejaksaan Agung dari seluruh Indonesia. Sespimen Polri Dikreg ke-61 tahun ini ada sebanyak 270 orang yang terdiri 248 peserta dari Polri dan 22 orang peserta tamu dari TNI.

BACA JUGAAkun Palsu Mengatasnamakan Pejabat Tertentu Kian Meresahkan

diskominfotikntb




Akun Palsu Mengatasnamakan Pejabat Tertentu Kian Meresahkan

Masyarakat NTB harus waspada saat berselancar di media sosial, sebab akhir-akhir ini banyak akun palsu yang mengatasnamakan para pejabat tertentu.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Himbauan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Najamuddin Amy, Selasa (2/8).

Najamuddin menjelaskan bahwa kebanyakan hacker-hacker tersebut memanfaatkan nama pejabat seperti gubernur dan wakil gubernur untuk mengelabui para korban sebagai modus untuk meminta uang, pulsa dan berbagai kejahatan lainnya. Mengatasnamakan pejabat tertentu merupakan salah satu startegi jitu bagi pelaku kejahatan untuk mendapatkan perhatian lebih dari para korbannya.

“Untuk itu, diminta kepada seluruh masyarakat NTB untuk tetap waspada jika mendapatkan pesan-pesan yang mencurigakan saat berselancar di media sosial. Apalagi pesannya mengatasnamakan gubernur, wakil gubenur dan pejabat tinggi lainnya,” himbaunya.

Najamuddin mengingatkan, dibalik perkembangan teknologi informasi saat ini tentu dibarengi dengan berbagai jenis kejahatan yang dilakukan oleh para hacker. Modus-modus tindak kriminalnya pun juga sangat beragam.

Mulai dari percakapan menanyakan kabar hingga meminta bantuan isiin pulsa serta meminta transfer uang dengan berbagai macam alasan yang membuat para korban lengah dan merasa empati. Sehingga tidak sedikit para korban yang merasa tertipu dengan beragam modus-modus yang dimainkan oleh para peretas tersebut.

“Jika kita berpikir secara akal sehat, tidak mungkin seorang pejabat apalagi gubernur meminta uang dengan cara seperti itu. Anehnya lagi, mengatasnamakan gubernur tapi dengan nama akun lembaga instansi pemerintah tertentu,” tegasnya.

Misalnya seperti kejadian baru-baru ini yang membuat akun palsu mengatasnamakan instansi pemerintah. Dalam hal ini, hacker membuat akun palsu atas nama Biro Organisasi NTB kemudian melalui inbox nya mereka mengaku sebagai gubernur NTB lalu menanyakan kabar dan meminta nomor WhatsApp korban.

“Nah, hal-hal seperti itu yang harus kita tingkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kita lengah dan tetap waspada saat bermedia sosial,” tutur Najamuddin.

Oleh sebab itu, Najamuddin meminta kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak lagi bermedia sosial. Utamakan sikat cross check sebelum menanggapi hal-hal yang semacam itu, supaya masyarakat tidak terjebak dalam hasutan dan modus para hacker.

BACA JUGAPandemi Covid-19, Pengendaliannya Juga Butuh Aspek Spiritual

manikp@kominfo




Pandemi Covid-19, Pengendaliannya Juga Butuh Aspek Spiritual

Di masa pandemi, upaya pemerintah mengendalikan Covid-19 tidak hanya memperhatikan aspek kesehatan tetapi juga aspek spiritual.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mengatakan hal tersebut saat membuka acara Istigosah dan Doa Tolak Bala’ Untuk Keselamatan Bangsa, yang diselenggarakan via online oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, Minggu (1/8).

“Dalam pandemi covid-19, kita tidak hanya memperhatikan kesehatan teknis saja tetapi persoalan spiritual juga harus kita perhatikan, untuk itu kami sangat menyambut baik apa yang kita lakukan pada malam hari ini” ujar Zulkieflimansyah.

Pandemi Covid-19Sementara itu, Ketua PWNU NTB, TGH Masnun Tahir, mengatakan, kegiatan ini merupakan ikhtiar ilahi agar seluruh masyarakat dapat keluar dari pandemi covid-19 dan semoga dengan adanya kegiatan ini bisa cepat keluar dari bala.

“Dalam rangka menghindari atau pun selamat kita harus melakukan tahsin individual dan tahsin sosial,” katanya.

TGH. Masnun juga menuturkan bahwa masyarakat dalam menghadapi pandemi bukan hanya merespon secara intelektual, emosional, dan spiritual.

“Malam ini melalui istigosah dan doa bersama adalah bagian dari respon spiritual kita, kami juga mengapresiasi kepada seluruh komponen telah memfasilitasi kegiatan ini,” tutupnya

Acara, ini, turut dihadiri oleh TGH. Turmudzi Badruddin (Mustasyar PBNU atau Rais Syuriah PWNU NTB), H. Helmy Faishal Zaini (Sekjend PBNU), KH. Zaidi Abdad (Kakanwil Kemenag NTB dan Irjen. Pol. Muhammad Iqbal (Kapolda NTB).

BACA JUGAAkun Palsu Mengatasnamakan Pejabat Tertentu Kian Meresahkan

ser




Lalu Muhammad Zohri Peringkat Kelima Olimpiade Tokyo 2020

Meski Lalu Muhammad Zohri pupus harapan melaju ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020, namun prestasi sprinter asal Lombok Utara yang lolos ke ajang Olimpiade sangat membanggakan

TOKYO.lombokjournal.com ~ Sprinter asal Lombok Utara, Lalu Muhammad Zohri yang turun di heat 4 olimpiade Tokyo 2020, menempatkan diri di peringkat kelima pada nomor 100 meter putra di Olympic Stadium, Sabtu (31/7/2021).

Masyarakat Lombok yang menyaksikan sprinter kesayangannya melalui tayangan langsung dari TV stasiun swasta Indosiar itu benar-benar menahan nafas, menyaksikan Zohri melaju di lintasan kelima.

Zohri mencatatkan waktu 10.26 detik,  lebih lambat dari yang ditorehkan Zohri pada seri Golden Grand Prix Osaka 2019, yakni 10,03 detik.

BACA JUGA: Bantuan Sembako Meringankan Hidup Lansia di Masa PPKM

Zohri harus mengakui kecepatan laju pelari asal Afrika Selatan, Gift Leotlela, yang berada di urutan pertama dengan catatan waktu 10.04 detik.

Pelari yang behak melaju ke babak semifinal adalah tiga pelari dengan catatan terbaik. Sedangkan peringkat kempat masih berpeluang melaju ke semifinal dengan menunggu hasil heat lainnya.

Harapan Zohri melaju ke semifinal cabor  atletik nomor 100 meter putra Olimpiade Tokyo 2020 harus pupus. Karena, hanya tiga pelari teratas yang berhak lolos ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

BACA JUGA: Bupati Djohan Safari Jum’at di Masjid Al Ikhlas Tanjung

Meski demikian, prestasi Zohri untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 merupakan capaian luar biasa. Ini sekaligus catatan sejarah bagi atlet cabor atletik dari Lombok, yang bisa lolos di ajang Olimpiade.

NN




Bantuan Sembako Meringankan Beban Hidup Lansia di Masa PPKM

Bantuan sembako dari TP PKK Provinsi NTB dapat meringankan beban ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini menurut sejumlah pedagang dan warga lansia.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ridwan, seorang pedagang gerabah di pasar Banyumulek, Lombok Barat, mengatakan bahwa paket sembako yang berikan TP PKK NTB sangat membatu di saat sekarang ini yang turun pendapatannya.

“Akhir-akhir ini pembeli sepi pak, dibanding sebelum Covid-19,” ujar pria paruh baya ini.

Inaq Nurmah, pedagang sayur di Pasar Sesaot berterima kasih atas pembagian paket Sembako. Diakuinya sejak Covid, daya beli masyarakat mengalami penurunan.

“Setiap hari kadang sepi, kadang ramai yang membeli sayur,”ungkapnya.

Bantuan SembakoBegitulah pendapat sejumlah warga dan pedagang yang mendapatkan bantuan paket sembako dari TP PKK NTB. Mereka bersyukur sebab bantuan tersebut bisa meringankan kebutuhan sehari-hari dan berharap kegiatan seperti ini dilakukan terus selama PPKM.

Bantuan paket Sembako sembako ini menyasar 100 penerima manfaat, dengan prioritas kepada pedagang dan warga yang lanjut usia (lansia), di wilayah kota Mataram dan kabupaten Lombok Barat.

Paket sembako yang dibagikan secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini,  berupa beras, minyak kelapa, gula, telur, abon dan mie instan.

BACA JUGAPPKM, Pedagang Lansia Dapat Bantuan Sembako Dari TP PKK NTB

edy