Dua Agenda Untuk Layani Publik Lebih Baik di Jumat Barokah

Dua agenda penting untuk melayani publik dengan lebih baik jumat sore ini secara bersamaan dilakukan Diskominfotik NTB.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dua agenda penting dimaksud adalah melakukan Submit PPID Utama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menjadi tugas program unggulan pemerintah, tugas Dinas Komunikasi, Infomatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB.

Dan agenda ke-2, menurut Kepala Diskominfotik NTB, Najamuddin Amy, adalah Submit To Program Open Government Patnership (OGP) NTB to publication Internasional bersama empat Kabupaten/Kota se Indonesia yaitu Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Semarang, Kabupaten Banggai, Kabupaten Brebes.Program OGP toor Publication ini merupakan komitmen NTB Care, NTB Satu Data dan SIP Posyandu dari Provinsi NTB.

Najamuddin Amy, selaku Ketua PPID Utama, menyatakan, Pemprov NTB bersama seluruh Tim PPID Utama NTB pada prinsipnya telah melaksanakan salah satu kewajiban dalam Monitoring Evaluasi (Monev) Pemeringkatan Badan Publik Provinsi se-Indonesia yang diselenggarakan Komisi Informasi (KI) Pusat.

Tuntasnya pelaksanaan Monev dan Submit PPID Utama Provinsi NTB, ini sebagai upaya self assessment Pemprov NTB meraih PPID Badan Publik terbaik tingkat nasional.

“Karena itu saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Tim yang telah bekerja keras setiap saat, setiap hari untuk bekerja secara bersama-sama tanpa lelah guna membenahi Website kita dalam pengembangan fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan dan juga kita lengkapi aplikasi-aplikasi terkait dengan inovasi dan pelayanan Badan Publik terutama inovasi yg terkait dengan inovasi pelayanan publik secara massif seperti NTB Satu Data dan NTB Care di saat pandemi Covid-19 di Prov NTB,” kata Najamuddin, di ruang kerjanya, Jumat (6/8).

Dirinya juga mengajak kepada seluruh anggota Tim untuk terus bersama-sama membenahi PPID Utama dan PPID OPD menuju PPID NTB 100 persen informatif dalam rangka menuju provinsi NTB yang informatif dan menjadi provinsi terbaik dalam pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik secara nasional.

BACA JUGAMutasi Pejabat, yang Dilantik Harus Mampu Lakukan Percepatan

her-ikp-kominfotik




PPKM Jangan Diperpanjang Lagi, Pinta Para PKL pada Gubernur

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Lapangan Sangkareang Kota Mataram memohon pada Gubernur NTB untuk tidak memperpanjang kembali masa PPKM.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Peristiwa ini terjadi saat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H.Zulkieflimansyah, menemui para pedagang kaki lima (PKL) dan membagikan paket bantuan usai me-launching program JPS Gotong Royong PPKM NTB, Jumat (6/8).

PPKMSutinah (63), warga Karang Taruna Mataram, mengatakan pada gubernur bahwa sejak pemerintah menerapkan Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dagangannya sepi pembeli.

“Bantuan ini sangat berharga untuk kami, terimakasi pak Gubernur dan ibu Wakil Gubernur. Pak Gub sudah langsung ke sini, spontan kami kaget, kirain pembeli tadi,” ujar Sutinah.

Ia memohon pemerintah tidak memperpanjang kembali PPKM, agar pembeli ramai dan dagangannya kembali cepat laku.

Tak jauh beda dengan pedagang lainnya, yaitu; Nurhayati. Pedagang yang sudah berjualan sejak 2017 di Lapangan Sangkareang, ini menyatakan pendapatnya turun selama pandemi Covid-19. Lebih-lebih lagi saat diberlakukannya PPKM Level 4 di Kota Mataram, pembelinya semakin sepi.

“Alhamdulillah kita bisa terima bantuan dan ini sangat membantu kami,” ucap Nurhayati.

Kemudian, Faisal (36), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang kebetulan sedang mangkal di Lapangan Sangkareang, menyampaikan pada gubernur bahwa di masa PPKM, ini sulit mendapatkan penumpang.

“Sepi penumpang ojol pak, pendapatan kami juga turun. Terimakasih, senang menerima bantuan ini bisa meringankan beban dapur,” kata Faisal.

BACA JUGAPPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

Paket JPS Gotong Royong yang baru saja diluncurkan oleh pemerintah provinsi NTB didistribusikan oleh OPD di beberapa titik lokasi, kepada para pedagang, PKL, pekerja kontrak seperti cleaning service, dan masyarakat lainnya yang membutuhkan.

edy




Pemprov dan KSB Perkuat Rencana Aksi Penyusunan Program OGP

Pemprov NTB melalui Diskominfotik bersama Pemkab Sumbawa Barat terus bersinergi dan kolaborasi untuk perkuat rencana aksi program Open Government Partnership (OGP) internasional.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam program OGP Internasional, pemerintah provinsi (pemprov) mempromosikan tiga program komitmen layanan publik yang digagas Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB yaitu; Program NTBCare, NTB Satu Data dan Sistem Informasi Posyandu Keluarga. Sementara Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempromosikan program komitmen pelayanan publik berbasis gotong royong.

“Terimakasih teman-teman OGI OGP Indonesia, PWYP, CSO, Akademisi, Media dan rekan Kepala Perangkat Daerah terkait atas bantuannya mengawal program komitmen ini akhirnya bisa di submit bersama ke dalam program OGP internasional,” ungkap Kepala Diskominfotik NTB, Najamuddin Amy, saat memberi arahan pada Rencana aksi OGP lokal Kabupaten Sumbawa Barat, secara virtual, Kamis (5/8).

Menurut Najamuddin , NTB menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam program Open Government Patnership (OGP) Internasional bersama empat kabupaten/kota di Indonesia, yaitu; Kota Semarang, Kabupaten Banggai, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Sumbawa Barat.

“Program OGP Indonesia akan menjadikan best practices NTB dan KSB ini sebagai kisah sukses untuk menjadi inspirasi dan role model bagi dunia dan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua OGP Lokal Sumbawa Barat mengatakan bahwa semua persyaratan yang dibutuhkan dalam program OGP itu sudah berjalan, mulai dari penyerahan proposal, penyusunan RAD, Uji Publik RAD dan sudah mulai menginput RAD nya.

Terdapat enam komitmen yang sudah diusung oleh KSB diantaranya; pertama penguatan kebijakan aksi bersama, kolaborasi dan kemitraan dengan pemerintah, masyarakat sipil serta sektor swasta dalam berkolaborasi dalam penuntasan 5 pilar sanitasi total berbasis masyarakat melalui program daerah pemberdayaan Gotong Royong.

Ke-dua, mewujudkan posyandu gotong royong. Ke-tiga, mewujudkan KSB Satu Data. Ke-empat, penguatan forum pelayanan. Ke-lima, penguatan perlindungan dan pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial berbasis gotong royong. Dan yang terakhir, penataan OPD menuju pemerintah yang akuntabel dan melayani.

“Dari enam komitmen ini yang ingin dicapai adalah akses informasi, partisipasi masyarakat, publik akuntabel, inovasi teknologi dan transparansi,” jelasnya.

BACA JUGAPPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

Hingga saat ini instansi pemerintah di 78 Negara bersama dengan ribuan organisasi masyarakat sipil menjadi anggota OGP. OGP Lokal adalah inisiatif OGP yang menghubungkan pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat sipil yang berkolaborasi mengembangkan rencana aksi keterbukaan pemerintah (Open Government) di tingkat lokal.

Adapun tahapan-tahapan yang telah dilakukan dalam penyusunan rencana aksi OGP Lokal sebagai berikut: 1. Orientasi Pembekalan Penyusunan Rencana Aksi; 2. Penyusunan Sekretarian OGP Lokal yang di rencanakan di Kantor Bappeda Provinsi NTB; 3. Penyusunan Tim Kerja Penyusunan Rencana Aksi; 4. Workshop Penyusunan Draf Rencana Aksi; 5. Workshop Penyusunan Rencana Aksi; 6. Uji Publik Dokumen Rencan Aksi; 7. Penetapan Dokumen Rencana Aksi; dan 8. Submit Dokumen Rencana Aksi.

manikp@kominfo




PPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

Pemerintah Provinsi NTB meluncurkan program JPS Gotong Royong PPKM NTB untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, ide yang mendasari pembuatan program JPS Gotong Royong PPKM NTB adalah saat dirinya mengunjungi beberapa pedagang kecil, UMKM dan masyarakat di sejumlah tempat yang mengeluhkan adanya PPKM.

PPKM
H. Zulkieflimansyah

Di masa PPKM, banyak masyarakat yang mengeluh terutama pedagang kecil akibat omzetnya turun, begitupun UMKM yang geliatnya mulai redup. Di sisi lain untuk melindungi masyarakatnya, PPKM ini harus dilakukan, tidak bisa dihindari keadaan dan kondisi saat ini.

Oleh sebab itu, apa yang bisa diperbuat dan berikan kepada masyarakat baik itu pedagang maupun UMKM segera dilakukan, demi membantu dan meringankan beban di masa pandemi dan PPKM.

“Dari pada kita mengutuk kegelapan, lebih baik kita menyalakan sesuatu, untuk meringankan apa yang kita rasakan, ujar Zulkieflimansyah, dalam sambutannya pada acara Launching JPS Gotong Royong PPKM NTB, di kantor gubernur, Jum’at (6/8).

Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa JPS Gotong Royong PPKM NTB, berisi produk lokal NTB yang terdiri dari beras, ikan teri, kopi dan lain-lain.

“Ada oportunity disaat yang bersamaan, untuk menggerakan sektor-sektor UKMK lokal kita,”ucapnya.

BACA JUGAPaket Bantuan JPS Gotong Royong PPKM di NTB Siap Disalurkan

edy




Paket Bantuan JPS Gotong Royong PPKM di NTB Siap Disalurkan

Pemerintan Provinsi NTB telah menyiapkan 20 ribu paket bantuan untuk masyarakat yang kesulitan ekonomi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Paket sejumlah itu dikumpulkan secara bergotong-royong dari Organisasi Pperangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, dan donasi sejumlah perusahaan swasta yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

PaketPaket bantuan yang dinamai “Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gotong Royong PPKM”, itu berupa beras 2,5 kilogram serta variasi tambahan lain seperti; kopi, abon atau ikan kering, senilai Rp. 50 ribu. Paket bantuan ini menyasar pedagang kaki lima, karyawan kontrak seperti cleaning service, nelayan dan masyarakat umum lainnya.

Data penerima paket bantuan ini merujuk data dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) sebanyak 8000 orang, ditambah dengan penerima lainnya dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial dan masyarakat umum.

“Kemungkinan akan bertambah kalau mitra lainnya juga memberikan donasi untuk pengadaan paket bantuan ini” ujar Eva Dewiyani, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi, di Mataram, Kamis (5/8).

Adapun para mitra tersebut adalah PT GNE, PT AMNT, PT Bank NTB, BPR se NTB, PT Jamkrida, Hiswana Migas, Pertamina, BWS dan lainnya, dengan total donasinya senilai Rp. 1 miliar lebih.

“PPKM yang diperpanjang sampai 9 Agustus ini semoga cepat berakhir dengan angka Covid 19 yang mulai turun”, tutur Eva.

BACA JUGAPPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

jm




Rakor PPKM Lombok Utara, Bupati: Perlu Koordinasi Satgas

Pada Rakor PPKM, Bupati Djohan Sjamsu tekankann koordinasi antara Satgas Desa Satgas Kecamatan, dan Satgas Kabupaten agar jelas langkah yang mesti dilakukan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menghadiri Rapat Koordinasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Penerapan Isolasi Terpusat di Kabupaten Lombok Utara (05/08/21).

Hadir membersamai Bupati Lombok Utara, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Penjabat Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Asisten Bidang Pemerintahan Kawit Sasmita SH, Danramil Tanjung Kapten Zaenal, unsur pimpinan OPD, serta para tamu undangan yang mengikuti secara daring.

Bupati pimpin Rakor PPKM
H. Djohan Sjamsu

Pada kegiatan tersebut, disupervisi pula dari unsur Polda NTB. Dihadiri para camat, para Kapolsek, para Danramil, serta para Kades se-KLU.

Bupati Djohan menyampaikan hampir dua tahun Pandemi Covid-19 melanda, berbagai upaya telah dilakukan mengendalikan dan memutus mata rantai penularannya, semakin hari peningkatan kasus fluktuatif hingga jumlah yang meninggal.

Lanjut Bupati Djohan, upaya efektif yang dilakukan dengan menggencarkan pelaksanaan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan.

BACA JUGA: Festival Geopark 2021, Teguhkan Komitmen Lestarikan Alam

Selain tetap melakukan 3T, testing, tracing, traetment. Merujuk surat Gubernur NTB Nomor 360/600/Satgas/VII/2021 mengharuskan penerapan isolasi terpusat secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

“Pelaksanaan isolasi dapat berjalan dengan baik, perlu koordinasi yang baik antara Satgas Desa Satgas Kecamatan, dan Satgas Kabupaten agar ada kejelasan langkah apa yang mesti dilakukan. Kendati, keuangan daerah dalam kondisi terpuruk maka kepastian pembiayaan proses di masing-masing jenjang harus jelas sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang ada,” imbuhnya.

Dijelaskan Bupati Djohan, Kebutuhan pada tingkat desa dibebankan pada dana desa dan dapat didukung dari sumber lain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), begitu selanjutnya secara berjenjang.

Bupati Djohan mengajak seluruh stakeholder bermitra bersama mencegah penularan Covid-19 dengan taat pada arahan pemerintah.

Selain itu, perlunya pembangunan posko masing-masing tingkatan, termasuk santunan sosial bagi para pasien isolasi mandiri.

Dalam pada itu, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati menyampaikan tanggal 5 Agustus 2021 tepat tiga tahun sudah gempa bumi melanda Lombok Utara yang menelan korban jiwa harta dan lainnya. Untuk itu pihaknya mengajak mengenang sembari berdo’a.

“Kesempatan yang baik ini, mari kita sama-sama merunduk sejenak, mendo’akan semua korban yang telah mendahului kita, pada peristiwa gempa tiga tahun silam,” tuturnya.

Adapun landasan pelaksanaan PPKM, merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 29 tahun 2021. Ditindaklanjuti dengan Edaran Bupati nomor 188.64/437/BPBD/2021 tentang PPKM.

BACA JUGA: Mahasiswa Pelopor Intelektual Gerakan Vaksinasi dan Prokes

Kini Lombok Utara masuk level 3 yang menetapkan tempat terpusat isolasi pada masing masing tingkatan.

“Untuk tingkat Kabupaten Lombok Utara, merencanakan RSUD sebagai tempat pelayanan terpusat. Bila ruangan tidak mencukupi, kami akan membangun ruangan darurat, begitu pula optimalisasi Puskesmas,” ujarnya.

Lanjut Pj Sekda, banyak hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan penerapan isolasi terpusat, termasuk dengan pendanaan yang cukup besar. Pada sisi lain, perencanaan JPS bagi yang melaksanakan isolasi mandiri.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Kapolres Lombok Utara, Kadis Kesehatan, serta diskusi dari peserta Rakor, dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19.

wld




Festival Geopark 2021 Teguhkan Komitmen Lestarikan Alam

Rinjani dengan potensi mata airnya adalah sumber kehidupan, maka Festival Geopark ini diharapkan meneguhkan komitmen bersama untuk memelihara kelestariannya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka acara hybrid Geotourism Festival and Internasional Confrence 2021 yang digelar Geopark Rinjani, Kamis (5/8).

Sitti Rohmi berharap event ini dapat memperkuat kerjasama antar penggiat geowisata dan geopark di Indonesia maupun yang tersebar di Asia Pasisifik. Selain itu, Festival Geopark 2021 yang didukung oleh Asia Pacific Geoparks Network, ini, diharapkan dapat makin meneguhkan komitmen bersama untuk mencintai dan memelihara alam.

“Besar harapan kami event ini akan makin memperkuat kerja sama, makin meneguhkan komitmen kita bersama untuk mencintai dan memelihara alam ini,” ujarnya.

Sitti Rohmi menjelaskan bahwa event ini merupakan acara lanjutan dari International Geotourism Seminar 2018 dan Geotourism Festival 2020. Diikuti setidaknya 500 peserta baik offline maupun online dari 9 negara penggiat geowisata dan geopark di Asia Pasifik.

Maka dari itu, dirinya berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti konferensi dengan baik, sehingga ilmu yang didapat bisa digunakan dengan sebaik-baiknya demi pembangunan yang berkelanjutan di NTB.

BACA JUGAMahasiswa Pelopor Intelektual Gerakan Vaksinasi dan Prokes

Festival
Sandiaga Salahuddin Uno

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berharap banyak pada Provinsi NTB, khususnya Lombok yang memiliki Geopark Rinjani, untuk terus dapat mempertahankan keseimbangan antara pembangunan, adat budaya, serta ekosistem alamnya.

“Bencana beruntun dari Gempa hingga Pandemi yang tengah terjadi semoga dapat menjadikan Lombok lebih kuat lagi. Dan tetap bisa menjaga kelestarian adat budaya, ekosistem alamnya, berdampingan dengan pembangunan yang terus dilakukan,” jelasnya.

Festival ini terdiri dari 3 sub acara yakni konferensi Internasional dengan Keynote Speakers (Internasional Speakers) dan kelas paralel selama 2 hari (5 – 6 Agustus 2021) Festival Geowisata (Geoproduct Fair). Akan ada beberapa kegiatan yaitu geoproduct fair, sharing session (talk show) dari praktisi geopark dan geowisata, pentas seni & budaya, serta Field trip ke Rinjani-Lombok UGGp.

diskominfotikntb




Mahasiswa Pelopor Intelektual Gerakan Vaksinasi dan Prokes

Mahasiswa bisa menjadi pelopor intelektual dalam melakukan gerakan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menegaskan hal itu saat meninjau kegiatan Vaksinasi Presisi Merdeka “Goes To Campus”, Sinergitas TNI-Polri bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan Cipayung Plus, di kampus UIN Mataram, Kamis (5/8).

Wagub menilai mahasiswa merupakan garda terdepan dalam melawan Covid dan meyakinkan masyarakat untuk tetap menjaga disiplin dalam prokes.

“Kami optimis, masa depan daerah dan bangsa ini tergantung apa yang dilakukan dan dicontohkan mahasiswa,” kata Sitti Rohmi.

Sehingga, lanjut Wagub, kehidupan masyarakat berjalan sesuai keinginan bersama. Aktifitas ekononi bergeliat, penyelenggaraan pendidikan berjalan dan suasana kehidupan kembali, dengan era menurut tatanan baru.

“Tidak ada lagi penyekatan, PPKM dan termasuk kuliah online dan lain sebagainya,” tuturnya.

Hal yang serupa disampaikan Kapolda NTB, Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, yang mengatakan bahwa kenapa kampus jadi target vaksin, karena mahasiswa adalah agen of change. Mahasiswa membawa perubahan ke arah lebih baik ke depan, termasuk juga sebagai penjaga moral bangsa ini.

“Kalau adik-adik mahasiswa divaksin maka akan diikuti oleh masyarakat, ini point pentingnya,”ungkap Iqbal.

edy




Liga Dusun E-sport Santong, Fasilitasi Penggemar E-sport

Liga dusun E-sport Santong ini atas inisiatif Karang Taruna guna mengobati kejenuhan pemuda maupun anak-anak di masa pandemi.

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Turnamen E-Sport digelar Karang Taruna Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, mulai hari Kamis (05/08/21).

Turnamen ini untuk memfasilitasi minat pemuda maupun anak-anak dalam bidang olah raga E-sport, khususnya di Desa Santong.

Turnamen ini bertajuk “-sport” yang pada penyelenggaraannya menghadirkan tim dari setiap dusun yang ada di desa Santong, untuk bersaing memperebutkan gelar juara untuk dusun mereka.

Agenda turnamen E-sport tersebut diselenggarakan secara online atau setiap tim bermain dari rumah mereka masing-masing, guna menghindari kerumunan di masa perpanjangan PPKM saat pandemi.

Ketua Panitia Penyelenggara, Anwar Efendi menjelaskan, liga dusun E-sport Santong ini atas inisiatif Karang Taruna guna mengobati kejenuhan pemuda maupun anak-anak dimasa pandemi.

BACA JUGA: NTB Peringkat Pertama Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021

Agenda tersebut juga sebagai ajang untuk menggali potensi pemuda maupun anak-anak pada cabang olah raga E-sport yang nantinya akan dibina oleh karang taruna untuk berlaga pada tingkat yang lebih tinggi.

“Kami dari karang taruna ingin menggali potensi dari anak-anak maupun pemuda di desa Santong ini pada cabang olah raga E-sport, yang mendapatkan juara tentunya akan kita bina untuk bisa bertanding pada turnamen yang profesional.” kata efendy

Liga dusun E-sport Santong digelar mulai tanggal 5 Agustus hingga 16 agustus, sebagai puncak acara atau pembagian hadiah dan juga sekaligus memeriahkan hari kemerdekaan.

Antusiasme pemuda maupun anak-anak terbilang sangat tinggi dalam berpartisipasi pada agenda liga E-sport tersebut, terhitung masing-masing dusun di desa Santong mengirimkan sedikitnya dua tim untuk mewakili dusun mereka.

Turnamen E-sport saat ini sangat menjamur di kalangan dewasa maupun anak-anak, akan tetapi perlu adanya edukasi dalam bermain agar tidak mengganggu proses belajar bagi anak-anak. Karang taruna desa Santong memberikan himbauan sesuai aturan pada cabang olah raga E-sport dengan ketentuan bermain atau latihan maksimal tiga jam perhari.

“Edukasi tetap kami berikan agar para peminat cabang olah raga E-sport ini tetap memahami ketentuan dalam bermain, ketentuannya yaitu tiga jam perhari baik latihan maupun bermain.” kata Efendy

BACA JUGA:

Bupati Lombok Utara Tanam Pohon dan Lepas Bibit Ikan di Desa Samaguna

Liga dusun E-sport Santong yang diadakan oleh karang taruna diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berkualitas khusus pada cabang olah raga E-sport agar nantinya dapat bertanding pada tingkat yang lebih profesional.

“Semoga nanti banyak atlet-atlet muda yang lahir dari desa Santong untuk mewakili kabupaten Lombok Utara pada pertandingan yang lebih profesional.” jelas Efendy.
Han




NTB Peringkat Pertama Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021

NTB kini peringkat pertama dalam pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Najamuddin Amy, yang mewakili Sekda NTB usai webinar, Best Practice Inovasi Daerah Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021, yang digagas Kemendagri, di ruang rapat sekda, Rabu (4/8/).

NTB
Najammudin Amy

“Hingga saat ini, data sementara yang dipaparkan Kepala Badan Litbang Kemendagri, bahwa Provinsi NTB menempati urutan pertama kategori Provinsi,” kata Najamuddin.

Oleh sebab itu, untuk terus menjaga posisi peringkat pertama, hingga batas waktu penginputan inovasi, harus segera dilakukan input data-data inovasi yang belum masuk ke kementerian.

“Pelaporan sebelumnya, ada 35 inovasi milik Pemrov. NTB yang telah masuk ke Litbang Kemendagri dengan data dan dokumen pendukung yang komprehesif dan divalidasi”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni, menjelaskan, ada lima besar provinsi dengan kategori inovatif. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih posisi pertama, kemudian di susul oleh Jawa Tengah, Papua, Sumatera Selatan dan NTT.

“Data ini laporan per-tanggal 4 agustus 2021. Namun data ini bersifat sementara, akan terus bergerak,” jelasnya.

Agus Fathoni meminta daerah untuk melaporkan dan menyampaikan semua data inovasi daerah untuk dilakukan pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah.

BACA JUGAVaksinasi Mahasiswa Menyiapkan Calon Pemimpin yang Sehat

Sedangkan, Kepala Bidang Litbang NTB, Lalu Suryadi, menjelaskan bahwa input data dengan syarat yang komprehensif bagi OPD, diberikan waktu oleh Kemendagri hingga 17 September 2021. Selain itu, penginputan ini agar memperhatikan syarat umum dan kelengkapan pelaporan hasil inovasi yang merupakan terobosan baru.

“Hingga saat ini ada 50 inovasi yang telah di input oleh OPD. Target kita sampai akhir Agustus sudah selesai dan awal September waktu untuk penyempurnaan dan perbaikan hingga sempurna,” tutur Suryadi.

edy