Prokes NTB Harus Tetap Kencang, Ini Kata Danrem

Danrem 162 Wira Bhakti menekankan agar Kepala Daerah tetap menetapkan pelaksanaan prokes atau protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari 27 Provinsi PPKM Level 4 di luar Pulau Jawa dan Bali, Provinsi NTB merupakan provinsi terbaik ketiga dengan data paling sedikit kasus aktif Covid–19.

Hal ini disampaikan oleh Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti (Danrem 162/WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani saat mengikuti rapat koordinasi Satgas Oksigen yang berlangsung di Ruang Rapat Umum (RRU) Kantor Gubernur Provinsi NTB, Senin (09/08/21).

“Alhamdulillah, kita termasuk nomor 25 dalam artian yang paling jelek yang nomor paling atas, jadi kita terbaik ketiga. Hal ini membanggakan untuk kita semua. Ini yang disampaikan oleh Pak Luhut semalam,” kata Danrem.

Dalam keterangannya, Rizal mengatakan bahwa Provinsi NTB sedang dikepung oleh dua provinsi tetangga dengan tingkat kenaikan jumlah kasus aktif yang tinggi, yakni Bali dan NTT.

BACA JUGA: JPS Gotong Royong, Serap Produk Lokal Hingga 1 Miliar Rupiah

“Kalau kita tidak segera mengambil langkah-langkah progresif dan strategis maka kita akan segera seperti mereka. Saya himbau kepada kepala daerah intinya adalah protokol kesehatan harus tetap diterapkan,” tegas Danrem.

Selain itu, Komitmen Fokopimda mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat desa harus memiliki komitmen yang sama.

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta Efisiensi Dalam Penggunaan Oksigen

“Kalau selama Forkopimdanya kuat dan kompak maka bisa sama–sama menekan penyebaran Covid – 19,” tuturnya.

Ser




Terbuka dan Tegas, HBK Dipercaya Prabowo Pimpin Kembali BPD Partai Gerindra

Dikenal bersikap terbuka dan tegas, H Bambang Kristiono, SE (HBK), dipercaya Prabowo Pimpin badan yang bertugas menegakkan disiplin kader di Partai Gerindra

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H Bambang Kristiono, SE (HBK), ditetapkan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk memimpin Badan Pegawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra.

Ini adalah periode kedua, HBK kembali dipercaya memimpin badan independen Partai Gerindra tersebut.

HBK ditetapkan sebagai Ketua BPD Partai Gerindra dengan SK No: 08-152/Kpts/DPP-GERINDRA/2021, yang ditandatangani langsung Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra H Prabowo Subianto, tanggal 2 Agustus 2021.

“Ini adalah tugas yang tidak ringan. Tentu menjadi suatu kehormatan bagi kami, dipercaya kembali memimpin BPD Partai Gerindra untuk yang kedua kalinya,” kata HBK, Senin (09/08/21).

BACA JUGA: Online Single Submission, Permuda Ijin UMKM dan Investor

BPD Partai Gerindra sendiri adalah lembaga independen yang dibentuk Prabowo selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Badan ini memiliki tugas dan fungsi monitoring, pencegahan, menerima pengaduan, investigasi, dan penindakan. Dalam mekanisme kerjanya, BPD melaporkan langsung pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Dewan Pembina.

Sementara Dalam melaksanakan wewenang, tugas, dan tanggung-jawabnya, BPD Partai Gerindra akan diawasi dan diarahkan oleh Komite Pengarah yang saat ini dipimpin Hashim S. Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo.

HBK mengatakan, tugas utama badan ini adalah menegakan disiplin partai, serta memelihara soliditas dan kekompakan di internal partai.

“Mohon doa agar kami bisa amanah dan mampu menjalaninya dengan baik, tertib, dan bertanggungjawab,” kata Wakil Ketua Komis I DPR RI yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo Subianto.

BACA JUGA; Gubernur NTB Minta Agar Efisien dalam Penggunaan Oksigen 

Dalam menjalankan tupoksinya, HBK akan dibantu oleh beberapa koleganya di DPR RI. Yakni Mulyadi sebagai Sekretaris dan Mohamad Hekal Bawazir sebagai Bendahara.

Beberapa rekannya sewaktu masih berdinas di Kopassus seperti Mayjen TNI (Purn) Irwansyah, Mayjen TNI (Purn) Zulfardi Junin, dan Mayjen TNI (Purn) Wardiono, juga menjadi bagian dari keanggotaan BPD.

HBK menekankan, dengan telah diterbitkannya SK BPD Partai Gerindra ini, maka para pengurus, kader, dan simpatisan Partai Gerindra kini kian yakin, Partai Gerindra adalah partai yang akan lebih mampu mengejawantahkan dirinya menjadi partai politik yang hidup, yang modern, dan yang disiplin dengan tatakelola yang profesional. Termasuk dalam masalah roadmap dan action plan-nya.

Mulyadi, Sekretaris BPD Partai Gerindra secara terpisah menekankan, HBK adalah tokoh partai yang dikenal memiliki sikap tegas, terbuka, dan apa adanya.

Karena itu, HBK memang sangat layak memimpin badan penegak disiplin partai sekaligus sebagai perekat soliditas dan kekompakan di internal partai.

“Saya sudah mengenal Pak HBK dalam kurun waktu yang sangat lama. Konsistensinya dalam bersikap akan mampu membawa BPD Partai Gerindra sampai di tempat tujuannya dengan baik,” tandas Anggota Komisi V DPR RI ini.

Dia menegaskan, dirinya akan mendukung penuh langkah kegiatan HBK selaku Ketua BPD Partai Gerindra.

Dia juga akan bekerja keras bersama dengan para pengurus yang lain, agar kehadiran BPD Partai Gerindra benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh pengurus, kader, dan simpatisan Partai Gerindra. Me (*)




Online Single Submission, Permudah Izin UMKM dan Investor

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meluncurkan Online Single Submission (OSS) atau Sistem Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Berbasis Resiko

MATARAM.lombokjournal.comWakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri acara peluncuran OSS tersebut secara virtual di pendopo, Senin (9/8).

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa melalui OSS, prosedur berusaha dan berinvestasi terus dipermudah, karena kita ingin iklim berusaha di Indonesia makin kondusif.

“Memudahkan UMKM untuk memulai usaha, meningkatkan kepercayaan investor agar dapat membuka lowongan pekerjaan sebanyak-banyaknya,” ujar Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa aplikasi OSS berbasis resiko dibuat sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Cipta Kerja. Tujuannya yakni mempermudah perizinan Pelaku Usaha, UMKM, serta investor dalam upaya memberikan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan agar semakin kompetitif.

Hal tersebut dikarenakan, mayoritas UMKM yang ada saat ini belum memiliki legalitas perizinan berusaha, sehingga menjadi kendala bagi UMKM untuk mmengaemperoleh pembiayaan dan mengembangkan usahanya. Melalui sistem OSS, ada keistimewaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil alias UMK risiko rendah, karena hanya perlu mengurus Nomor Induk Berusaha sebagai perizinan tunggal.

Dalam laporan Bank Dunia, Indonesia menjadi negara yang termasuk ke dalam kategori “Mudah” dalam mengurus izin usaha. Indonesia berada pada urutan ke 73 dari 190 negara di dunia dalam kemudahan berusaha.

“Tapi itu belum cukup, kita harus mampu tingkatkan dari kategori mudah menjadi sangat mudah. Kuncinya ada di reformasi perizinan terintegrasi cepat dan sederhana seperti OSS ini,” jelas Presiden.

Presiden Jokowi juga menekankan bahwa layanan OSS berbasis resiko ini tidak mengebiri kewenangan di Indonesia, tapi justru memberikan standard layanan bagi semua tingkat pemerintah yang memberikan izin di level pusat hingga daerah.

“Agar tanggungjawabnya semakin jelas dan layanannya semakin sinergis,” tegas Presiden Jokowi.

Launching layanan OSS berbasis resiko tersebut juga dihadiri oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, serta Kepala Daerah di Seluruh Indonesia.

BACA JUGA:

novita@diskominfotikntb




JPS Gotong Royong Serap Produk Lokal hingga 1 Miliar Rupiah

Program JPS Gotong Royong yang diluncurkan Jumat minggu lalu, berhasil menyerap produk lokal dari 98 UMKM dan IKM dengan nilai transaksi Rp 1 miliar lebih.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Biro Perekonomian Setprov NTB, Eva Dewiyani, menjelaskan bahwa dari target 20.000 paket sudah terkumpul 27.000 paket dan sudah terdistribusi sebanyak 14.500 paket ke masyarakat.

“Hari ini juga sedang pengepakan dan langsung distribusi sebanyak 5500 paket dan UKM yang terlibat kemungkinan juga terus bertambah, ujar Eva.

Seperti diketahui, JPS Gotong Royong PPKM NTB didistribusikan untuk membantu pedagang, karyawan kecil dan masyarakat yang kesulitan ekonomi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Anggaran program ini berasal dari lembaga mitra dan organisasi perangkat daerah pemerintah provinsi.

BACA JUGAPPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

jm




Gubernur NTB Minta Efisiensi Dalam Penggunaan Oksigen

Gubernur NTB (Nusa Tenggara Barat), H. Zulkieflimansyah, menegaskan kepada seluruh stakeholder agar terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk mengefisiensikan penggunaan oksigen.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menurut Gubernur Zulkieflimansyah, hal ini dilakukan agar kebutuhan oksigen tetap dapat dikendalikan.

Gubernur NTB
H. Zulkieflimansyah

“Efisiensi oksigen harus segera dikoordinasikan agar optimal pemanfaatannya,” tegas Zulkieflimansyah, saat membuka Rapat Koordinasi Satgas Oksigen yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur, Senin (9/8).

Senada dengan gubernur, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra., menjelaskan pentingnya manajemen efisiensi oksigen.

“Seluruh Rumah Sakit harus dapat memahami bagaimana kebutuhan oksigen yang ada di Rumah Sakitnya masing-masing,” ujarnya.

Manajemen Efisiensi yang dimaksud dr. Herman, antara lain adalah melakukan koordinasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) untuk penyapihan pemberian oksigen pasien, mengoptimalkan penggunaan dan distribusi oksigen kosentrator, memonitor kebutuhan oksigen secara ketat, bila kondisi membaik segera hentikan pemberian dan melakukan skrining ketat di IGD untuk menentukan kriteria pasien butuh perawatan atau isoman.

“Kita Sudah melakukan itu di RSUD Provinsi NTB sebagai salah satu RS rujukan dan begitu banyak pasiennya. Saya pikir rumah sakit lain juga harus bisa,” ungkap dr. Herman.

BACA JUGAOnline Single Submission, Permudah Izin UMKM dan Investor

Kebutuhan oksigen di Provinsi NTB per-bulan terhitung 283.196 Kg atau 35.490 tabung besar, sementara ketersediaan tabung per-bulannya terhitung 220.000 Kg atau 27.500 tabung besar. Hal ini terus diatensi oleh pemerintah dengan menerapkan strategi, yakni efisiensi penggunaan, memastikan distribusi tepat waktu dan mengoptimalkan oksigen konsentrator atau oksigen generator.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan NTB, H. Lalu Hamzi Fikri, bahwa efisiensi penggunaaan oksigen adalah cara terbaik dalam mengoptimalkan penggunaan.

“Seberapa jumlah oksigen yang ada, harus adanya manajemen efisiensi penggunaan oksigen,” tuturnya.

ser




Bupati Djohan Terima KKN Mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah

Mahasiswa 40 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang melaksanakan KKN di Lombok Utara diterima Bupati Djohan Sjamsu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menerima KKN Mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah di Kabupaten Lombok Utara, Senin (09/08/21).

Mahasiswa Muhammadiyah dan Aisyiyah yang diterima Bupati Lombok Utara

Dalam kegiatan itu hadir Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr H Arsyad A Ghani MPd dan unsur perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah.

Selain itu hadir pua Kepala LPPM berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, unsur pimpinan OPD, juga para camat, beberapa Kades se-KLU serta tamu undangan lainnya.

Bupati Djohan menyampaikan selamat datang di Lombok Utara. Kabupaten yang baru berusia 13 tahun, namun kaya potensi pariwisata dengan aneka wisatanya. Ada wisata pantai, wisata gunung, dan wisata budaya.

Dijelaskan Bupati Djohan, Lombok Utara daerah yang kecil dengan penduduk berkisar 260 ribu, 43 desa dengan 5 kecamatan.

Pada tahun 2018 silam, daerah mengalami musibah gempa bumi hingga kini dampak yang ditimbulkan belum dapat terselesaikan. Misalnya, sekitar 18 ribu rumah. Selanjutnya, tahun 2019 pandemi Covid melanda Lombok Utara.

BACA JUGA: Generasi Muda, Aktor Utama  Adaptasi dan Mitigasi Bencana

Sehingga keberadaan mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat tentang pandemi covid.

“Sebagai orang beragama, kita harus berserah diri kepada Allah yang menentukan segala. Namun kita manusia tetap wajib berikhtiar, berusaha menghindari dan mengatasi apa yang terjadi,” imbuhnya.

Menurut Bupati Djohan, akibat Covid banyak sendi sendi ekonomi usaha kecil dan menengah gulung tikar. Intinya taraf ekonomi masyarakat kurang baik.

“Doa kita semua, mahasiswa dan masyarakat Lombok Utara. Semoga pademi Covid segera berakhir. Tugas yang akan dilaksanakan sekiranya bisa membantu sosialisasi dan penanganan Covid-19 dalam menuntaskan tugas terakhir di perguruan tinggi masing-masing,” tuturnya.

Pada akhir sambutannya, Bupati Djohan berharap agar para mahasiswa melaksanakan KKN dengan sungguh-sungguh.

“Baru kali ini, Pemda KLU menerima peserta KKN yang relatif banyak, 40 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Terima kasih pada keluarga besar Muhammadiyah yang memilih KLU sebagai lokasi KKN pada 20 desa,” imbuhnya.

Rektor UMMAT Dr H Arsyad A Ghani MPd berterima kasih pada bupati dan jajarannya yang telah menerima mahasiswa sebagai lokasi KKNMas. Mengingat pertama kalinya universitas melaksanakan KKN gabungan antara Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Alhamdulillah Lombok Utara dan Lombok Barat menerima mahasiswa kami, walaupun dalam kondisi pandemi. Peserta KKN sekaligus bertindak sebagai relawan Covid-19 membantu masyarakat dalam sosialisasi, terkait masalah pandemi Covid sekaligus melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat di desa,” kata Arsyad Gani.

Dituturkannya, tugas penunjang lain dilaksanakannya KKN adalah belajar memahami budaya dan tata krama yang ada di wilayah Lombok Utara. kknmas berlangsung mulai tanggal 9 Agustus hingga 12 September 2021.

“Harapan kami, mohon bupati dan semua jajarannya membina dan mengawasi keberadaan peserta selama di lokasi KKN, agar ke depan terbangun kolaborasi antara Pemda dan perguruan tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA: Senyum Abadi dari Sang ‘Smiling Politician’

Kegiatan berjalan lancar dan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan foto bersama.

wld




Aplikasi NTBelib, Pemprov NTB Siapkan Perpustakaan Digital

Aplikasi NTBelib cukup interaktif, punya beberapa fitur, termasuk ada fitur yang dapat menulis gagasan kemudian dapat dikirim ke berbagai platform media sosial

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB telah menyediakan aplikasi NTBelib bagi masyarakat.

NTBelib merupakan layanan membaca atau perpustakaan digital yang disiapkan oleh pemerintah di tengah pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di NTB sejak 05 sampai 20 Juli mendatang.

Aplikasi NTBelib merupakan layanan perpustakaan digital
Aplikasi NTBelib

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov NTB, Julmansyah, S.Hut., MAP menjelaskan, salah satu impact dari PPKM adalah terhentinya seluruh proses pendidikan terutama dibatasinya kegiatan membaca di perpustakaan.

Sehingga terhenti juga upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan sisiwa/mahasiswa di tengah pandemi. Meski begitu, bukan berarti kesempatan meminjam, menambah wawasan dan membaca buku terhenti.

BACA JUGA: Senyum Abadi dari Sang ‘Smiling Politician’

“Kami berusaha hadir secepatnya dalam menjawab kondisi saat ini. Alhamdulillah Kami telah menyediakan layanan perpustakaan Digital yang diberi nama “NTBelib,” ungkapnya di Mataram, Selasa (13/07/21).

Lebih Lanjut Julmansyah mengatakan, inovasi ini salah satu ikhtiar NTB Gemilang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat di tengah Pandemi yang mengancam.

Karena mengingat era digital mengharuskan semua layanan instansi pemerintah maupun dunia bisnis untuk memanfaatkan teknologi informasi.

Dan ikhtiar ini baru terwujud di era pemerintahan Dr. Zulkiefliamansyah dan Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

“Layanan aplikasi ini menyediakan bahan bacaan bagi siswa SD, SMP serta SMA/SMK. Aplikasi ini bisa didownload di playstore bagi yang memiliki android dan sebentar lagi juga akan rilis di App store bagi pengguna Apple,” jelasnya.

Dijelaskannya, pada aplikasi ini terdapat koleksi bacaan pada fitur SMP BSE sekitar 227 koleksi yang dapat dipinjam, SD BSE ada 350 koleksi, SMA BSE 111 Koleksi yang terkait buku pelajaran sekolah, disediakan oleh perpustakaan digital ini.

Sementara untuk koleksi umum tersedia 395 koleksi yang masing-masing judul ada 4 copiannya.

“Ke depan kami akan terus memberi fasilitas layanan koleksi yang sesuai dengan era-nya. Kami hadir menjangkau anak SD dan SMA dan masyarakat desa terpencil sekalipun sejauh ada signal,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB menyediakan akses dan layanan bahan bacaan berbasis digital tersebut. Diharapkan terbentuk budaya gemar membaca dan indeks literasi NTB meningkat dan akhirnya dapat memacu literasi untuk kesejahteraan.

Selain itu, aplikasi ini cukup interaktif, punya beberapa fitur, termasuk ada fitur yang dapat menulis gagasan kemudian dapat disimpan bahkan di kirim ke berbagai platform media sosial.

“Tentu ini belum sempurna, sebagai langkah awal kami harus mulai melayani warga NTB dimana saja tanpa harus beranjak meninggalkan tempat,” tegasnya.

Sedangkan untuk menjadi anggota NTBelib, lanjutnya, ini sangat mudah, mereka yang ingin menjadi anggota NTBelib cukup daftar dengan nama dan alamat email ketika registrasi.

BACA JUGA: Mutasi Pejabat, yang Dilantik Harus Mampu Lakukan Percepatan

Bahkan menurutnya beberapa pengguna aplikasi telah memberikan testimoni bahwa aplikasi youtube pada handphone anak-anaknya siswa SD sudah diganti dengan aplikasi NTBelib.

Menurutnya, salah satu atensi gubernur NTB terkait aplikasi ini adalah agar aplikasi perpustakaan digital ini dapat menyediakan ebook tentang sains ilmu pengetahuan terkait anak atau siswa SD dan SMP. Sehingga semangat mereka dapat menumbuhkan kecintaan akan sains pengetahuan sejak dini.

Aplikasi ini baru rilis dua hari lalu dan Insya Allah dalam waktu dekat akan di launching oleh Gubernur, Wakil Gubernur bersama Kepala Perpustakan Nasional.

Manikp

@kominfo




Generasi Muda, Aktor Utama Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

Keterlibatan generasi muda diperlukan untuk dapat beradaptasi dan melakukan mitigasi kebencanaan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Isu lingkungan hidup khususnya perubahan iklim menjadi tantangan umat manusia saat ini.

Lebih dari 90% dari kejadian bencana adalah bencana hodrometeorologi yang didominasi oleh cuaca ekstrem karena perubahan iklim. Peran generasi muda sangat diperlukan untuk dapat beradaptasi dan melakukan mitigasi kebencanaan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd saat mengisi Webinar bertajuk Preparing for the Age Electromobility to Achieve a Sustainable Future yang diselenggarakan Yayasan Youth ECCO Indonesia, Sabtu (07/08/21).

“Keterlibatan generasi muda menjadi keniscayaan, mengingat merekalah yang akan paling merasakan dampak perubahan iklim di masa depan,” jelas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Senyum Abadi dari Sang ‘Smiling Politician’

Ummi Rohmi mengapresiasi Webinar ini, sebab webinar ini mendorong semangat generasi muda untuk meningkatkan dan memperkuat perannya terhadap pengendalian perubahan iklim dan isu-isu lingkungan hidup bagi masa depan bumi.

“Anak muda merupakan insan kritis, pembuat perubahan, inovator, komunikator, dan berjiwa pemimpin,” tutur Wagub.

Di akhir sambutannya, Ummi Rohmi bergarap melalui forum ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh informasi dan pengalaman sebagai referensi.

BACA JUGA: Dua Agenda untuk Layani Publik Lebih Baik di Jum’at Barokah

“Senoga nanti ilmunya dapat dimanfaatkan untuk pengendalian perubahan iklim dan isu-isu lingkungan hidup lainnya,” tandasnya.

diskominfotikntb




Senyum Abadi dari Sang ‘Smiling Politician’

Sang Politisi yang memiliki Senyum Abadi itu saat sudah tak lagi menjadi Wakil Gubernur tetap pandai mendengar dan selalu tersungging senyumnya yang khas

Senyum Abadi dalam kenangan Lalu Gita Ariadi
Lalu Gita Ariadi*)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tanggal 12 Juni 2021 lalu, hari terakhir saya berjumpa Bapak H. MUHAMMAD AMIN SH MSi – Wakil Gubernur ke 5 NTB.

Seakan sama-sama ingin melepas rindu, Pak Amin demikian kami biasa menyapanya, mengundang kami rombongan pejabat Pemprov NTB mampir ke kediamannya untuk santap siang.

Waktu itu kami ramai-ramai ke Sumbawa Besar hadiri acara pemakaman Almarhumah Hj. Siti Fatimah Ungang Dea Mas – ibunda Bapak Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah .

Dalam 3 jam reuni dadakan dan dialog, kami menangkap kesan kuat, tak ada yang berubah pada sosok Pak Amin. Masih sehat dan energik. Stylenya kala menjadi wakil gubernur tetap tak berubah. Pimpinan yang hangat, terbuka, bersahaja, tak berjarak, pandai mendengar dan selalu tersungging senyumnya yang khas. Sang Politisi yang murah senyum.

BACA JUGA: Mutasi Pejabat, yang Dilantik Harus Mampu Lakukan Percepatan

Kalo bertemu, lebih sering terdengar gelak tawa dibanding hening kernyitan dahi. Suasana diskusi di ruang kerja wagub, rapat di Pendopo Panji Tilar seakan berulang tiada beda dengan suasana sillaturrahmi terakhir di kediaman (villa) beliau di Raberas Sumbawa Besar itu.

Saya mengenal pak Amin diawal tahun 1990 an. Waktu itu, Pak Amin adalah pengacara Sumbawa yang hebat. Kami sering ngopi di kantornya di Brang Biji dekat Bandara Sultan Kaharudin Brang Biji. Kami sering ngobrol bersama.

Kami sama-sama aktif di KNPI Sumbawa era Bung AM Jihad (Ketua), juga bersama Bung Syamsun Asir, Bung Burhanudin Salengke, Bung Majid Abdullah, Bung Jeff, Abah Mang, Oni Pasirlaut, Towe dan lain2.

Meski sama2 aktivis, tapi sering kali kami berada pada sisi yang bersimpangan.
Perbedaan perspektif bisa jadi karena perbedaan posisi. Saya berada di lingkar kekuasaan (inner circle) sebagai staf juru bicara (humas) Pemkab Sumbawa di era Bupati Kolonel Jakob Koswara (almarhum).

Sedangkan pak Amin adalah outsider yang rajin mengkritisi pemerintah. Era ini saya juga kenal dengan Bung Nurdin Ranggabarani, M. Jabir dan lain lain yang sedang nakal-nakalnya jadi orator jalanan.

Perbedaan posisi dan perspektif, hasilkan dialektika yang cerdas dan dinamis. Berbeda tapi selalu merindu untuk bertemu. Perbedaan serius tidak membeku jadi batu sandungan yang mengganggu. Perbedaan selalu mencair karena kepintaran dan gaya humanis Pak Amin yang tetap senyum dalam membangun narasi.

Dalam sebuah momentum pilkada, saya menulis sebuah artikel berjudul: ‘Antara Bang dan Bung Amin’. Bang Amin kala itu adalah sebutan populer tokoh reformasi-personifikasi dari Prof Amin Rais. Politisi ulung yg memimpin gerakan reformasi, popularitas politiknya sedang hebat, tokoh sentral poros tengah tapi tidak maju jadi Presiden, dan justru memberikan kesempatan itu kepada Gus Dur dengan berbagai pertimbangan dan dinamika yang mengiringinya.

Sedangkan Bung Amin tak lain dan tak bukan adalah politisi lokal sumbawa yang juga hebat yang kelak jadi suksesor Pak De Jari Djaelani memimpin DPD II Golkar Sumbawa dan pimpinan di Gedung Dewan Sumbawa jalan RA Kartini.

Saya tulis artikel itu agar Bung Amin yang politisi muda itu jangan maju ikut pilkada. Tetap saja dulu di jalur politik. Biarkan senior Bapak Drs. H. Latief Madjid yang maju jadi Bupati. Waktu itu pemilihan kepala daerah masih dilakukan oleh DPRD. Prediksi banyak pihak, kalo Bung Amin serius maju dan sukses melakukan konsolidasi penggalangan fraksi internal dewan, maka kans Bung Amin menjadi Bupati sangat besar.

Seperti biasa, gara-gara artikel itu kami pun terlibat perdebatan. Tapi saya bersyukur Bung Amin tdk marah, tidak juga benci. Bung Amin justru tertawa. Saya senang Bung Amin akhirnya tidak maju. Sayapun senang Pak Latief Madjid terpilih jadi Bupati Sumbawa.

BACA JUGA: PPKM Jangan Diperpanjang Lagi, Pinta Para PKL Pada Gubernur

Tahun 1997, saya menulis artikel berjudul : Ketika Sumbawa Dibagi Dua. Lagi lagi kami terjebak dalam perdebatan panjang. Saya yakinkan basis analitik saya adalah ilmu pemerintahan dan administrasi negara, untuk percepatan dan memperpendek rentang kendali pelayanan publik. Bukan tafsir politik atau polarisasi budaya. Sepat tetap sepat, singang tetap singang, tak ada laksana tembok berlin sebagai pembatas. Yang ada, pemerintah hadir lebih dekat layani rakyat.

Tahun 2008, ketika Pak Amin duduk di Udayana sebagai wakil rakyat, kami bertemu kembali setelah lama tak jumpa. Dihadapan banyak kolega sambil ngobrol beliau sampaikan, Bung Gite ini musuh tapi dia saudara saya. Musuh karena sering menjadi lawan diskusi yang sering beda sudut pandang tapi kami tetap bersahabat katanya kala itu. Tak lupa Pak Amin juga cerita tentang polemik artikel cikal baksl terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat.

Tak diduga, 6 tahun setelah polemik, saya harus tanda tangan rekomendasi pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat. Waktu itu saya Ketua DPRD Sumbawa. Sesuai aturan pemekaran/pembentukan daerah otonomi baru, harus ada rekomendasi bupati dan ketua DPRD Kabupaten induk. Pada waktu saya akan tanda tangan rekomendasi, saya terbayang wajah Lalu Gite, katanya.

Hal ini kami bahas dan cerita ulang kembali ketika 5 hari mendampingi Wakil Gubernur H. Muhammad Amin SH MSi, tahun 2018 awal kunjungan kerja ke Ning Xia Tiongkok, sebuah provinsi yang penduduk muslimnya paling banyak di China. Selama di Ning Xia, banyak hal dibahas termasuk sikap dan persiapannya hadapi pilkada Gubernur tahun 2018.

Satu hal yang justru tak dibahas adalah dengan siapa akan berpasangan. Saya akan setia hingga akhir menunggu petunjuk Pak Gubernur TGB, katanya. Tapi apa pun nanti saya juga adalah pimpinan parpol yang pasti harus menentukan sendiri langkah politik yang akan saya tempuh, katanya.

Awal bulan Agustus ini kesehatan Pak Amin baru kami ketahui dalam kondisi yang kurang baik. Dirawat di RS Manambai Sumbawa Besar. Kami kaget, ketika viral di medsos, flayer urgen dari Sultan Kertapati bahwa Pak Amin butuh donor plasma konvalesen untuk golongan darah B.

Kamis 5 Agustus 2021 pukul 20.35, dr Eka Nurhandini Assisten 3 Setda ProVinsi NTB melaporkan kondisi kesehatan Pak Amin yang malam ini menurun. Jumat dinihari, 6 Agustus 2021, Pukul 04.18 Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah, share di WAG Forum OPD yang berisi pejabat utama Pemprov NTB, berita duka telah berpulangnya ke rakhmatullah Bapak H. Muhammad Amin SH MSi. Innalillahi waa innailaihirojiun.

Sewaktu menjadi wakil gubernur, saya bersaksi Pak Amin sangat loyal dan setia ke TGB. Pak Amin pemimpin baik yang kini pergi meninggalkan kita semua dengan segala kebaikannya.

Saya teringat senyumnya yang sangat bersahabat. Saya ingin membalas senyum itu untuk menghantar perjalanannya yang panjang. Saya janji tidak ingin menghantarnya dengan kesedihan, walau itu ternyata sulit. Tetap terselip rasa sedih dan haru.
Selamat jalan sahabat, selamat jalan sang pemimpin, selamat jalan smiling politician.

Semoga Allah SWT mengampuni salah khilafmu, menerima segala amal ibadahmu, menjadi ahli surga dan semua sanak keluarga tabah dan ihlas melepaskan kepulanganmu. Alfatehah. Aamiin. ***

*Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si adalah Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi NTB




Mutasi Pejabat, yang Dilantik Harus Mampu Lakukan Percepatan

Para pejabat yang baru dilantik dalam Mutasi Pejabat, harus mampu melakukan percepatan kerja pemerintah dan respon cepat dalam menuntaskan masalah.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Gita Ariadi, di hadapan para pejabat yang baru saja dilantik, di Ruang Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Jumat (6/8).

Mutasi
Lalu Gita Ariadi

“Karena ini masa yang tidak biasa. Pimpinan bekerja juga tak kenal waktu. Oleh karena itu manfaatkan teknologi yang ada merespon pada kesempatan pertama”, ujar Lalu Gita.

Kepada 281 pejabat yang terdiri dari pimpinan tinggi pratama, administrasi dan para kepala sekolah se-NTB tersebut, Lalu Gita mengingatkan situasi pandemi yang mengharuskan kinerja birokrasi ekstra dalam pelayanan masyarakat.

Mereka adalah, Muslim, sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Nursalim, sebagai Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTB, serta HA. Aziz, H. Wirawan, H Sahnan, sebagai staf ahli Gubernur dan sejumlah pejabat administrasi.

Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik secara virtual, Sekda berpesan agar melaksanakan proses pembelajaran sesuai situasi kondisi kerawanan di wilayah masing masing.

“Tetap melaksanakan tugas mulia menggerakaan kegiatan belajar mengajar sesuai panduan pemerintah pusat dan daerah selama masa pandemi”, tutur Lalu Gita.

BACA JUGADua Agenda Untuk Layani Publik Lebih Baik di Jumat Barokah

jm