Mandalika Go Green: Masyarakat Antusias Ikuti Vaksinasi

Warga di sekitar KEK Mandalika menyambut baik Vaksinasi Presisi Merdeka bertajuk Mandalika Go Green yang digelar Polda NTB, Korem 162 dan Pemprov.

LOTENG.lombokjournal.com ~ Antusias warga terlihat disekitar lokasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah memantau langsung proses vaksinasi di desa Kuta, Mandalika, Lombok Tengah, bersama Kapolda NTB, Danrem 162 dan Bupati Lombok Tengah, Sabtu (21/8).

Gubernur juga sempat berbincang dengan seorang warga Amerika, Suzane (65), yang sudah 20 tahun tinggal di Indonesa . Suzana mengapresiasi upaya dan langkah pemerintah pusat hingga pemprov NTB bersama Polda dan Korem 16/WB melakukan perlindungan terhadap warga negaranya.

“Termasuk kepada kami, sudah diberikan high imunity,” ujar Suzane.

Mandalika Go Green

Ia mengajak masyarakat, terutama warga asing yang sedang berada di sekitar kawasan Mandalika, dengan kesadaranya untuk ikut melakukan vaksinasi, dengan tujuan untuk memberikan kekebalan dan imun terhadap Covid-19.

Apalagi, sebentar lagi Mandalika ini akan jadi tuan rumah World Superbike Champion dan MotoGP,”, tutur Suzane.

Warga setempat bernama Suparman (34), mengaku sejak awal ia mencari tempat untuk melakukan vaksin. Dan dengan kehadiran kegiatan seperti ini memudahkan masyarakat untuk ikut vaksinasi secara masif.

“Ini vaksin dosis pertama, karena kesibukan jadi baru sempat ikut. Untuk vaksin kedua kami tunggu,” kata pria yang berprofesi sebagai supir dam truk ini.

Ia berharap kepada masyarakat lain untuk ikut vaksinasi guna menjaga kesehatan dan kekebalan imun tubuh.

BACA JUGAMandalika Go Green, Gelaran Vaksinasi Jelang World Superbike

Vaksinasi yang digelar di KEK Mandalika, ini, tidak hanya diikuti oleh warga sekitar, namun juga terdapat warga dari kabupaten lainnya. Seperti seorang warga dari desa Sukadana kabupaten Lombok Timur yang bernama Mahruf (48). Ia mendengar kabar kalau ada kegiatan vaksinasi hingga akhirnya ia datang untuk melakukan vaksin dosis pertama.

“Saya mau sehat pak. Makanya saya jauh-jauh datang bersama anak saya untuk ikut vaksin,” tutur Mahruf.

BACA JUGASulis LIDA 2021 didukung Gerakan Gotong Royong OPD

edy




Sulis LIDA 2021 didukung Gerakan Gotong Royong OPD

Sulis LIDA 2021 mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan gerakan gotong royong antar organisasi perangkat daerah (OPD).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh  perjuangan Sulis, Duta NTB pada ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021. Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengatakan perlunya gerakan gotong-royong antar OPD untuk sama-sama mendukung Sulis agar dapat point maksimal.

Sulis LIDA“Bagaimana caranya agar semua terus mendorong, seluruh OPD juga bisa gotong royong bersama mendukung perjuangan putri daerah NTB,” kata Sitti Rohmi saat menerima Sulis Management di pendopo wagub, Sabtu, (21/8).

Sitti Rohmi memastikan agar berbagai kebutuhan Sulis di Jakarta dapat terus terpenuhi.

“Pemprov NTB akan terus memastikan berbagai kebutuhan Sulis di Jakarta,” tuturnya.

Sitti Rohmi juga menuturkan bahwa dirinya selalu mendukung Sulis melalui SMS, sehingga diharapkan seluruh masyarakat juga dapat mendukung agar Sulis dapat menjadi juara.

BACA JUGASulis LIDA 2021, Harumkan Nama NTB di Kancah Nasional

Sementara itu, Lina Komala Sari, Manager Sulis, sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah, baik itu berupa sosialisasi maupun langkah konkret.

*Alhamdulillah setelah bu Wagub memasifkan dukungan kepada Sulis, semoga pemprov dan seluruh OPD sudah mulai bergerak untuk sama-sama mendukung Sulis,” ujar Komala.

ser




Mandalika Go Green, Gelaran Vaksinasi Jelang World Superbike

Vaksinasi Presisi Merdeka bertajuk Mandalika Go Green yang digelar di KEK Mandalika, sebagai percepatan capaian vaksinasi menjelang World Superbike November 2021.

LOTENG.lombokjournal.com ~ Vaksinasi Presisi Merdeka bertajuk Mandalika Go Green di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di tiga titik lokasi, juga bersamaan dengan gelaran vaksinasi massal di tiga desa sekitar, yakni desa Mertak, Prabu dan Tumpak di kecamatan Kuta, Lombok Tengah.

MandalikaGubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, berharap kegiatan tersebut meningkatkan capaian vaksinasi di masyarakat sekitar KEK Mandalika, sebelum prakondisi gelaran World Superbike (WSBK) selesai.

“Terimakasih untuk para kepala desa dan warga Kuta, Kapolda dan Danrem yang sudah berikhtiar agar ekonomi dan pariwisata bisa bangkit lagi”, ujar Zulkieflimansyah, di kawasan Mandalika, Sabtu (21/8).

Target lima kecamatan dengan populasi 1.098 ribu baru tervaksinasi 600 ribu orang. Sedangkan Loteng capaian vaksinasinya baru 10,94 persen. Untuk vaksin pertama sebesar 83.990 orang dan vaksin kedua 38.990 ribu orang.

BACA JUGA:

Kepala Dinas Kesehatan, L. Hamzi Fikri mengatakan, jumlah tersebut relatif baik dengan target tiga juta per-hari dari Kemenkes. Ia optimis, percepatan vaksinasi mendukung gelaran WSBK hari ini oleh Polda signifikan menaikkan angka vaksinasi.

“Hari ini vaksinasi dosis pertama, dan nanti dilanjutkan dosis kedua di fasilitas kesehatan yang ada. Apalagi ada droping vaksin dalam jumlah besar nanti di akhir bulan ini,” ujar Hamzi.

jm




RS Mandalika Siap Sukseskan World Superbike November 2021

RS (Rumah Sakit) Mandalika yang pembangunannya sudah mencapai 70 persen, sudah siap mensukseskan ajang balapan seri World Superbike pada 12 November 2021 mendatang.

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, menyatakan bahwa RS Mandalika sudah siap mensukseskan ajang balapan seri World Superbike (WSBK) pada 12 November 2021 mendatang. Bahkan RS internasional Mandalika ditargetkan menjadi etalase kesehatan yang mumpuni untuk mensukseskan event-event internasional yang ada di NTB.

“Alhamdulillah RS Mandalika sudah siap untuk mensukseskan World Superbike yang akan digelar di sirkuit MotoGP Mandalika. Kita ingin menata RS Mandalika menjadi rumah sakit yang aman, indah dan megah,” tutur gubernur saat meninjau RS Mandalika yang berlokasi di desa Sengkol, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah, Jumat (20/8).

Menurut Zulkieflimansyah, dalam tempo yang relatif singkat pihak RS Mandalika yang menyulap tempat ini menjadi area yang berkelas, sehingga sebelum WSBK digelar maka segala sarana dan prasarananya sudah bisa dipastikan siap beroperasi.

“Mudah-mudahan ini menjadi wajah dan etalase kita untuk dunia,” ujar Zulkieflimansyah.

BACA JUGAMandalika Go Green, Gelaran Vaksinasi Jelang World Superbike

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Tjahjono, menjelaskan, target RS Mandalika saat ini adalah finishing pembangunan fisik dan penataan halaman rumah sakit, sedangkan pembangunan fisiknya sudah mencapai 70 persen.

Sementara untuk kegiatan operasional, lanjutnya, harus melewati tahapan-tahapan dengan fasilitas dan sarana yang sudah ada. Untuk layanan operasional yang sudah ada di antaranya adalah, instalasi gawat darurat, rawat jalan, homecare dan penunjang lainnya.

“Untuk SDM yang sudah kami rekrut mencapai 50 orang, baik dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Semua sudah lengkap. Kemudian untuk dokter spesialis kami bermitra dengan RS Praya dan RSUP NTB. Kami juga sudah memiliki dokter spesialis olahraga sebagai dokter spesialis satu-satunya di NTB untuk men-support layanan kesehatan di RS Mandalika,” ungkapnya.

manikp@kominfo




Seminar Adat dan Budaya, Sambut Hari Jadi Desa Sesait

Acara seminar adat dan budaya yang diselenggarakan Karang Taruna merupakan bentuk silaturrahmi para tokoh adat dan budaya Desa Sesait

SESAIT.KAYANGAN.lombokjournal.com ~ Karang Taruna Desa Sesait menggelar acara seminar adat dan budaya Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, dengan tema “Melawan Lupa”.

Seminar tersebut berlokasi  di Pondok Pesantren Al-ikhwan, di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, hari Jumat (20/08/21), yang dihadiri oleh para tokoh adat Desa Sesait.

Para tokoh adat itu secara historis memiliki peran dalam pembangunan dan pertumbuhan Desa Sesait. Tokoh yang menghadiri seminar tersebut antara lain, Penghulu Desa Sesait, Jintaka, mangku bumi Desa Sesait, dan tokoh-tokoh adat lainnya.

Agenda seminar adat dan budaya ini merupakan bentuk silaturrahmi para tokoh adat, Pemerintah Desa dan tokoh pemuda menyambut hari jadi Desa Sesait ke-126, yang tercatat pada tanggal 21 Agustus merupakan tanggal terbentuknya Desa Sesait.

Kepala Desa Sesait Susianto, M.Pd, memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar adat dan budaya Desa Sesait tersebut.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada Karang Taruna Desa Sesait yang telah menginisiasi seminar adat dan budaya desa Sesait tersebut. Menurut Susianto selaku Kepala Desa Sesait menyampaikan, generasi muda sangat harus mendapatkan pengetahuan lebih terkait adat dan budaya yang ada khususnya di desa Sesait.

“Terima kasih kepada Karang Taruna Desa Sesait yang telah menggelar seminar adat dan budaya desa Sesait ini, acara seperti ini memang sangat diperlukan bagi generasi muda saat ini.” kata Susianto.

BACA JUGA; PPI NTB Lantik Ketua dan Pengurus PPI KLU

Seminar tersebut banyak dibahas perihal keberagaman adat dan budaya di Desa Sesait secara umum, kemudian sejarah berdirinya Desa Sesait juga tidak luput menjadi pembahasan yang pada kesempatan itu dipaparkan oleh H. Djekat selaku narasumber.

Desa Sesait terbentuk sejak masa pendudukan pemerintahan Hindia-Belanda menurut catatan pemerintah Desa Sesait.

Pada sesi diskusi, H. Djekat menyampaikan, sangat dibutuhkan pemahaman yang lebih dalam mengartikan apa itu adat, tradisi, maupun budaya, terutama yang berkaitan dengan desa Sesait.

H.Djekat selaku narasumber menyampaikan, seluruh element masyarakat haruslah bisa menghargai setiap perbedaan dalam aspek adat, tradisi, maupun budaya yang ada di kabupaten Lombok Utara.

Menurut Djekat, menghargai keberagaman adalah hal yang utama yang perlu ditanamkan sebagai penunjang keharmonisan dan kerukunan dalam bermasyarakat.

BACA JUGA: Motivasi Untu Atlet NTB Jelang PON ke 20 di Papua 2021

“Kita tidak bisa menyeragamkan adat bagi setiap orang, justru kita harus menjunjung tinggi keberagaman, karena itu yang tertera dalam undang-undang dasar.” kata Djekat

Han




PPI NTB Lantik Ketua dan Pengurus PPI KLU

Pelantikan pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) Lombok Utara dengan melibatkan OPD terkait, diharapkan nantinya bersinergi dalam menurunkan Stunting di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati, melantik Ketua dan Pengurus PPI KLU masa bakti 2021-2026 di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (20/08/21).

Hadir pula Ketua PPI KLU, Hj Galuh Nurdiyah, Kepala Dinas DP2KBPMD KLU Drs H Kholidi MM, Jajaran Pengurus PPI NTB, PPI KLU, Anggota Forum Genre Lombok Utara beserta tamu undangan lainnya.

Pengurus PPI KLU usai pelantikan

Ketua PPI Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati menyatakan, PPI merupakan bagian dari Global White Alliance atau Aliansi Pita Putih yang terdiri dari 145 negara di dunia yang memiliki kepedulian pada tingginya angka kematian ibu dan bayi lahir.

BACA JUGA: NTB Rancang Pergub, Lindungi Anak Korban Jaringan Terorisme

Hingga saat ini, terdapat 22 perwakilan PPI Provinsi di Indonesia, NTB salah satunya.

Dalam perkembangannya PPI melibatkan berbagai latar belakang pengurus yang memiliki kepedulian keinginan dan kemampuan untuk berkontribusi menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan Stunting.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengikutsertakan PPI sebagai Ormas yang bertugas menuntaskan permasalahan stunting di beberapa daerah di Indonesia. PPI Provinsi NTB diberikan tugas untuk menangani Stunting di KLU. Saya merasa berkepentingan memastikan program kita ini lancar dan baik. Bersinergi dan bekerja sama dengan PPI KLU dalam penanganan stunting,” tuturnya.

Dijelaskannya, melihat tren kematian ibu di NTB sampai tahun 2019, terdapat sejumlah 97 kasus, sedangkan bayi dan balita berkisar 863 kasus, serta Stunting mencapai 7069 kasus yang bersumber dari informasi kesehatan 2019.

“Hal ini tantangan yang besar, semuanya ini kita hadapi secara bersama-sama. Pemerintah tak bisa melakukan sendiri, semua mesti bersinergi ini. Kini bukan saatnya bekerja berdasarkan egosentris lembaga, organisasi dan lainnya. Kita bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang ada,” imbuhnya.

Dalam pada itu, Kadis DP2KBPMD Drs H Kholidi MM mengatakan dengan telah dilantiknya Pengurus PPI KLU menjadi tonggak membangun sinergi secara bersama-sama.

Meneguhkan komitmen dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Lombok Utara,” tandasnya.

“DP2KBPMD membangun sinergi dengan pihak lain. Mengupayakan penanganan stunting di Lombok Utara bisa menurun. Hingga kini angka Stunting relatif banyak pada 20 desa. Tingkat capaiannya berkisar 32,68 persen artinya prosentase balita stunting masih cukup tinggi,” urainya.

Dikatakannya, sinergi antar OPD dan stakeholder lain termasuk Forum Genre diharapkan angka pernikahan di bawah usia menurun.

“Semoga amanah ini, bisa kita laksanakan secara bersama sehingga kesehatan ibu dan anak termasuk remaja, serta penanganan Stunting berhasil di Lombok Utara,” harapnya.

Adapun Ketua PPI KLU Hj Galuh Nurdiyah menyampaikan adanya pelantikan dan terbentuknya Pengurus PPI KLU menjadi langkah awal peran aktif meningkatkan pola hidup sehat, bagi masyarakat Lombok Utara.

“Tugas yang kita emban ini akan menyadarkan kita, betapa pentingnya keikutsertaan kita merubah pola pikir masyarakat bahwa betapa berharganya hidup sehat,” tuturnya.

Diuraikannya, penanganan stunting mesti dimulai sejak 1000 hari. 270 hari berada pada masa kehamilan ibu, sedangkan 730 hari pada masa tumbuh-kembangnya. Bila tidak diperhatikan dengan baik, berakibat stunting. Oleh karennya, kesehatan ibu dan anak menjadi perlu diperhatikan.

Ketua PPI KLU menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya organisasi PPI di Lombok Utara dengan melibatkan OPD terkait yang nantinya bisa bersinergi dalam menurunkan Stunting di Lombok Utara melalui optimalisasi Posyandu Keluarga, Dasa Wisma, dan Forum Genre KLU.

“Wadah-wadah inilah yang kita harapkan dapat menggerakkan Posyandu. Selain kiprah TP PKK pada seluruh jenjang, begitu juga forum genre nantinya menjadi garda terdepan memotivasi masyarakat dengan kesadaran sendiri datang ke Posyandu,” jelasnya.

BACA JUGA: Peran PPI Strategis: Tekan Stunting, Kematian Ibu dan Bayi

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi arahan kepada pengurus terkait percepatan penanganan penurunan Stunting di Lombok Utara.

Acara berlangsung lancar dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19, dilanjutkan dengan foto bersama.

wld




NTB Rancang Pergub, Lindungi Anak Korban Jaringan Terorisme

Pemerintah Provinsi NTB merancang Peraturan Gubernur (Pergub) Perlindungan Anak dari Paham Radikalisme dan Terorisme yang bertujuan untuk mewujudkan pemenuhan hak anak.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Kemen-PPPA RI terus berupaya memberikan perlindungan kepada anak korban jaringan terorisme.

Hal ini dirangkum dalam perancangan pembentukan Peraturan Gubernur (Pergub) Perlindungan Anak dari Paham Radikalisme dan Terorisme yang bertujuan untuk mewujudkan pemenuhan hak anak dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi tumbuh kembang, fisik dan sosialnya.

NTB“Kami ingin kita semua bergerak bersama-sama dalam melindungi anak-anak dari aksi radikalisme dan terorisme, start-nya adalah dengan adanya payung hukum,” tutur Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kemen-PPPA RI, Elvi Handrani, pada pertemuan Pendampingan Penyusunan Kebijakan Perlindungan Anak Korban Jaringan Terorisme yang berlangsung di Hotel Golden Place, Jum’at (20/8).

Elvi juga sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan oleh DP3AP2KB dalam mencegah ancaman radikalisme dan terorisme.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai upaya-upaya yang dilakukan Provinsi NTB, seperti melakukan berbagai macam kegiatan dan langkah dalam mencegah ancaman radikalisme dan terorisme, melakukan penyuluhan ke rutan-rutan, pendekatan ke instansi pendidikan mulai guru dan kampus, termasuk penyusunan kebijakan dan lain sebagainya,” ujar Elvi.

BACA JUGAPeran PPI Strategis: Tekan Stunting, Kematian Ibu dan Bayi

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB, Husnanidiaty Nurdin, sangat berterima kasih atas dukungan dan sinergi bersama Kempan-PPPA terhadap perancangan Pergub Perlindungan Anak dari Paham Radikalisme dan Terorisme. Ia sangat berharap, agar anak-anak sedari kecil dapat ditanamkan jiwa patriotisme, penting sekali termasuk dilingkungan sekolah.

“Anak-anak jangan lupa dilatih dan diajarkan untuk selalu menghormati bendera, karena dari berita-berita yang kita dengar kasus terorisme permulaanya adalah tidak mau menghormati bendera hal ini yang menjadi perhatian agar anak-anak dapat terus ditanamkan jiwa patriotisme,” jelasnya.

Husnanidiaty juga menuturkan agar selalu menerapkan rasa syukur dan terima kasih di dalam diri masing-masing. Kedua hal tersebut harus ditanamkan mulai dari sejak dini kepada anak-anak.

“Kalau kita sudah bersyukur dan berterima kasih rasanya sangat ringan dan membuat hati kita menjadi tentram,” tegasnya.

ser




Peran PPI Strategis: Tekan Stunting, Kematian Ibu dan Bayi

Peran PPI di kabupaten/kota sangat strategis sebab dapat terjun langsung ke masyarakat guna menekan angka kematian Ibu, bayi dan angka stunting.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyampaikan hal terebut dalam acara Pelantikan Ketua dan Pengurus PPI Kabupaten Lombok Utara (KLU) masa bakti 2021-2026, di aula kantor bupati, Jum’at (20/8).

Peran“Salahsatu ikhtiar kita adalah dengan membangun kesadaran masyarakat KLU betapa pentingnya menjaga kesehatan dan merubah pola pikir masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu, bayi maupun remaja,” kata Hj. Niken.

Perkuat dan berikan edukasi dan penyuluhan oleh PPI bersama OPD terkait, sehingga tumbuh kesadaran pribadi dan secara umum masyarakat, tentang pola hidup yang sehat. Selain itu, peran PPI KLU untuk menekan angka kematian ibu, bayi, stunting juga tidak terlepas dari pernikahan dini di kalangan remaja atau ibu muda.

“Maka keberadaan Posyandu Keluarga juga harus diperkuat sebagai media pelayanan kesehatan dan pusat edukasi tentang menghindari pernikahan dini,” tutur Hj. Niken.

PPI merupakan anak organisasi Pita Putih Internasional yang mendukung kesehatan ibu dengan berkampanye untuk lebih banyak sumber daya dan kebijakan yang tepat dalam mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir, advokasi pemerintah dan politisi dalam kebijakan.

“PPI NTB dibentuk dengan tujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan anak. Memperhatikan angka stunting yang cukup tinggi di beberapa wilayah di NTB,”
ujarnya.

BACA JUGANTB Rancang Pergub, Lindungi Anak Korban Jaringan Terorisme

Mewakili Bupati KLU, Kepala BP2KBPMD Kabupaten KLU, H. Kholidi, menyambut baik pelantikan pengurus PPI KLU. Sehingga menurutnya ini merupakan awal untuk tetap bersinergi membantu kesehatan ibu dan anak.

“Pelantikan hari ini dalam rangka membangun komitmen untuk sinergi bersama OPD terkait,” kata Kholidi.

Namun ia berharap sinergi ini ke depan berjalan dengan maksimal sebab persoalan ini bukan semata tugas pemerintah, namun kolaborasi PPI, OPD terkait dan semua pihak.

Ketua PPI Indonesia Kabupaten Lombok Utara, Hj. Galuh Nurdiyan Djohan Sjamsu dalam sambutannya menyampaikan bahwa apresiasi atas pelantikan pengurus PPI oleh ketua PPI Provinsi NTB.

“Kedepan peran dan kontribusi PPI dapat meningkatkan pola hidup sehat di KLU,” kata ketua TP. PKK KLU.

Menurutnya, komitmen PPI KLU untuk memberikan edukasi dan mengubah pola pikir masyarakat di KLU, pentingnya kesehatan ibu dan anak serta remaja akan terus diperkuat.

“Termasuk keterlibatan adik-adik forum gender dan mahasiswa di KLU,” ajaknya.

Ia juga berharapa agar PPI Provinsi NTB dapat mendukung dan ikut berkolaborasi untuk menurunkan stunting di KLU.

edy




Motivasi untuk Para Atlet NTB Jelang PON ke-20 di Papua 2021

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan motivasi kepada para atlet NTB yang nanti akan berlaga di Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke-20 yang diselenggarakan di Papua.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini dilakukan Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat memantau para atlet NTB yang sedang mengikuti pelatihan di GOR Turide dan Gelanggang Olahraga, Kamis (19/8).

Motivasi

“Kita harus optimis dan mental juaranya harus tetap tumbuh. Selama satu bulan ini, latihan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga target bisa dicapai,” ujar Sitti Rohmi.

Sitti Rohmi juga yakin bahwa atlet-atlet NTB mampu meraih medali emas yang sudah ditargetkan. Yang terpenting para atlet harus tetap berlatih dan menjaga kondisi fisik dengan baik. Tentu semua harapan itu harus didukung oleh doa-doa masyarakat agar mereka bisa mengharumkan nama daerah.

“InsyaAllah atlet-atlet kita akan memberikan hasil yang terbaik pada PON ke-20 di Papua mendatang,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wagub melihat sejumlah atlet dan para pelatih sedang memantapkan persiapannya seperti, atletik, futsal, tarung derajat, panjat tebing, karate, voli pasir, muaythai, dan sejumlah cabang olah raga lainnya. Turut mendapingi Wagub adalah Kepala Dikpora NTB, Ketua KONI NTB, Asisten I dan stakeholder terkait.

BACA JUGAVaksin untuk Generasi Sehat dan Upaya Kembali Hidup Normal

manikp@kominfo




Vaksin untuk Generasi Sehat dan Upaya Kembali Hidup Normal

Vaksin dilakukan untuk menjaga generasi sehat dan kuat  di masa depan dan merupakan upaya agar hidup kembali normal.

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Hal itu dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, dalam kegiatan Vaksinasi Presisi Merdeka Goes to Campus di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), kabupaten Sumbawa, Kamis (19/8).

Vaksin“Mahasiswa adalah calon pemimpin, pemuda pemudi harapan bangsa. Menjaga kesinambungan generasi dan masa depan pembangunan adalah dengan vaksinasi”, ujar Zulkieflimansyah.

Senada dengan gubernur, Kapolda NTB, Irjen. Pol Mohammad Iqbal, berharap mahasiswa ikut mendorong masyarakat melakukan vaksinasi, sebab kekebalan komunal atau herd immunity baru tercapai setelah 70 persen populasi divaksinasi. Hal ini bertujuan untuk memutus penularan Covid-19.

“NTB juga akan mendapatkan distribusi vaksin dalam jumlah besar untuk mendukung hal itu selain bersiap dalam menyambut beberapa gelaran event internasional. Oleh karena itu percepatan vaksinasi dilakukan bagi masyarakat umum dan mahasiswa di Sumbawa,” jelas Iqbal.

BACA JUGAMotivasi untuk Para Atlet NTB Jelang PON ke-20 di Papua 2021

Sementara itu, Danrem 162 WB, Brigjen. TNI, Achmad Rizal Ramdhani, mengatakan, TNI mendukung sepenuhnya pelaksanaan program vaksinasi massal agar selamat dari situasi pandemi.

“Vaksinasi untuk keselamatan bersama. Mahasiswa juga harus dapat menjadi contoh dan teladan mematuhi protokol kesehatan”, ujar Rizal.

Vaksinasi Presisi Merdeka Goes to Campus yang digelar di UTS ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa. Vaksinasi terselenggara atas kerjasama TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama UTS, Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea, Akademi Komunitas Olat Maras, Institut Agama Islam Sumbawa dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus.