Petani Bawang di Santong Dapat Bantuan Bibit dari Bupati
Petani bawang merah unntuk pertama kalinya mendapat bantuan bibit bawang merah dari Bupati Djohan Sjamsu, dan saat panen bupati juga hadir
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Para petani di Kecamatan Kayangan memberikan catatan pembangunan di sektor pertanian pada era Pemerintahan pasangan Djohan Sjamsu-Dany Karter.
Bantuan bibit bawang merah
Bagi petani, di era Pemerintahan Djohan-Danny meski baru berusia sekitar 7 bulan namun dinilai cukup berhasil menangkap apa yang menjadi kebutuhan petani saat ini.
Yang paling dirasakan petani sebagai ujung tombak penyediaan bahan pangan adalah adanya penyaluran berbagai bantuan untuk petani.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang kelompok tani “Beriuk Sadar Satu”, Safrin yang tinggal di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.
Menurut Safrin, tahun ini baru petama kalinya ia bersama petani lainnya di desa Santong mendapatkan bantuan bibit bawang merah dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, yang disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU.
Bantuan bibit bawang merah itu disalurkan pada bulan Juni2021 lalu, dan saat ini sudah memasuki usia panen.
Lebih dari itu, pra petani bersyukur saat panen bawang merah, Bupati datang beserta segenap rombongan baik dari Pemda KLU, unsur Kepolisian, Danramil Kecamatan Kayangan, beserta Kepala Desa Santong dan tokoh tokoh masyarakat untuk menyaksikan panen perdana bawang merah, Selasa (07/09/21).
“Dalam luasan satu (1) hektare, menurut Safrin mendapatkan bantuan sekitar 700 Kg, belum termasuk obat-obatan dan sarana penunjang lainnya.
Syafrin bersyukur, bantuan bibit dari pemerintah cukup baik dan pertumbuhannya bagus. Karena varietas yang diberikan merupakan varietas unggul.
“Dan jenis ini setiap tanam 1 kilo bisa menghasilkan minimal 8 kilo bawang merah,” kata Safrin yang juga Sekretaris Kelompok Tani “Beriuk Sadar Satu”, Desa Santong.
Safrin berterima kasih kepada Bupati H Djohan Syamsu, yang telah memberikan bantuan bibit bawang merah ini secara gratis, apalagi waktu penyalurannya juga dinilai tepat waktu.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Pak Bupati, karena ini sawah setelah panen padi kita tanami bawang merah, dan saya yakin hasilnya bagus jika dipelihara dengan baik, ” ujarnya.
Selama ini untuk mengisi kekosongan lahan sawah pasca panen padi, biasanya petani membeli bibit bawang merah dengan harga yang relatif mahal, dan sulit mendapatkan kualitas baik, tuturnya.
“Semoga ke depan bantuan ini nantinya bisa kembali disalurkan dan jumlahnya semakin meningkat, karena saya lihat antusias petani kita untuk menanam bawang merah cukup tinggi,” kata Safrin.
Hal yang sama dirasakan oleh Ketua kelompok Tani Kampung Baru Desa Pasir Putih Dusun Jennae Kecamatan Sinjai Borong, Muh. Idrus. Ia merasa bersyukur dengan adanya bantuan bibit bawang merah ini.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini karena ada aktivitas disaat musim kemarau dan saat bangsa dilanda Covid 19 ini sehingga kita tidak menganggur lagi, ” kata Idrus.
Dengan adanya bantuan ini para petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dari tanaman bawang merah.
Ia berharap bantuan ini dapat diberikan secara berkelanjutan, namun ia juga mengharapkan agar pemerintah membantu petani dalam memasarkan bawang merah pada saat pasca panen.
“Kendalanya biasa pada saat pasca panen adalah pemasarannya. Apalagi produk ini cepat rusak dan hanya bisa bertahan sampai 3 bulan. Kami harapkan agar kami juga bisa dibantu agar setelah panen langsung bisa terjual semuanya supaya ada modal selanjutnya,” harapnya.
Mereka gratiskan tanaman bawang merah seluas kurang lebih 3 are, dan panen sendiri sebagai wujud Syukur atas keberhasilan petani bawang merah di Desa Santong.
@ng
Zero Waste, Faktor Wujudkan Lingkungan Rendah Karbon
Program unggulan NTB, Zero Waste, merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan lingkungan rendah karbon.
MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah, menjabarkan, salah satu program unggulan yang terus didorong oleh pemerintah provinsi saat ini adalah NTB Zero Waste atau mewujudkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat.
Saat ini, seluruh belahan dunia mengalami pemanasan global yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu disebabkan oleh efek rumah kaca yang diakibatkan oleh kegiatan industri, pembakaran hutan, polusi udara, limbah rumah tangga maupun pemanfaatan bahan-bahan kimia yang berlebihan.
“Dalam mewujudkan NTB Asri dan Lestari, kami terus mendorong masyarakat dan semua pihak untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat melalui pengelolaan sampah yang baik. Juga diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global yang tinggi,” ujar Sitti Rohmi dalam kegiatan webinar nasional bertema, “Mendorong Inisiatif Lokal Untuk Pembangunan Rendah Karbon dan Ketangguhan Iklim Yang Inklusif”.
Dalam kegiatan yang digelar secara virtual dan diinisiasi oleh Islamic Relief Worldwide Indonesia dan Konsepsi, Selasa (7/9), Wagub menyatakan bahwa penguatan pengelolaan sampah hingga ke desa-desa dinilai dapat meminimalisir terjadi nya pemanasan global akibat dari efek rumah kaca atau pemanasan iklim bumi. Sebab, salah satu faktor penyebab efek rumah kaca adalah limbah rumah tangga dari sampah yang tidak dikelolah dengan baik.
Sementara itu, Kepala Bappenas/Menteri PPN, Suharso Manoarfa, menjelaskan, suhu permukaan global 1,09 derajat celsius lebih tinggi dalam 10 tahun terakhir antara 2011-2020 dibandingkan tahun 1850-1900. Untuk itu, perubahan iklim ini menjadi PR bagi seluruh umat manusia khusus masyarakat di Indonesia.
“Pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim merupakan agenda prioritas nasional yang telah memiliki target yang dituangkan dalam RPJMN,” jelas Suharso.
manikp@kominfo
Vaksinasi di Tegal Maja, Kepolisian Dukung Vaksin untuk 500 orang
Saat memantau vaksinasi serentak di Vihara Giri Ratana Puja, Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Wabup Danny sampaikan dukungan vaksin dari kepolisian
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan dosis vaksin untuk 200 orang. Dan mendapat dukungan pihak kepolisian yang menyediakan vaksin untuk 500 orang.
Wabup Danny Karter
“Ke depan, kita harapkan agar seluruh masyarakat Lombok Utara dapat tervaksin,” kata Wabup Dany.
Hal itu disampaikannya saat memantau Vaksinasi serentak yang berlangsung di Vihara Giri Ratana Puja, Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Selasa (07/09/21).
Wabup Danny dalam memantau vaksinasi itu bersama Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal SIK MH Dan Danrem 162 Wira Bakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani SSos SH MHan.
Sebelumnya, Kapolda NTB menyampaikan laporan kepada Presiden Jokowi bahwa capaian target vaksinasi di wilayah NTB yang masih tergolong rendah disebabkan dosis vaksin di NTB belum mencukupi.
Karena itu, Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal SIK MH meminta Kepada Presiden Jokowi agar dikirImkan vaksin dengan jumlah yang cukup untuk masyarakat. Agar target vaksinasi di NTB meningkat, dan ke depan bisa menekan kasus Covid 19 agar masyarakat bebas dari pandemi.
Permintaan itu disampaikan Kapolda dalam kegiatan pantauan vaksinasi yang kali ini disaksikan secara langsung juga oleh Presiden RI melalui virtual zoom.
Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Lotara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, Dandim 1606 Mataram Kolonel Arm Gunawan SSos , Direktur RSUP NTB Dr H Lalu Herman Mahaputra beserta undangan lainnya.
Vaksinasi serentak hari ini di Desa Tegal Maja berjalan dengan aman dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.
Acara berjalan dengan lancar dan tetap menggunakan protokol kesehatan.
@ng
Edukasi Anti Korupsi Ajak Masyarakat Aktif Cegah Korupsi
Edukasi anti korupsi pada masyarakat bertujuan tingkatkan pengetahuan, pemahaman, dan mengajak turut aktif dalam mencegah perilaku korupsi.
MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalillah, menyatakan hal tersebut saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapabilitas Pemberdayaan Masyarakat Anti Korupsi yang berlangsung di BPSDM NTB, Selasa (7/9).
“Didikan anti korupsi dapat benar-benar kita masukan ke dalam berbagai aspek pendidikan masyarakat kita, menjadi penting bagi kita untuk memasukkan edukasi itu sampai level terendah dalam masyarakat,” kata Sitti Rohmi.
Sitti Rohmi menyebutkan pemanfaatan Posyandu Keluarga sebagai pusat edukasi masyarakat yang dilakukan setiap bulan di seluruh dusun kabupaten/kota, karena kita bisa berbagi edukasi terkait berbagai hal, baik itu kesehatan dan anti korupsi juga bisa disampaikan.
Sitti Rohmi juga berharap agar kegiatan bimbingan ini dapat terus dilakukan secara gotong royong sehingga apa yang diimpikan dapat terealisasikan.
“Semoga pembinaan ini dapat berjalan lancar dan membuka mata kita semua bahwa ini adalah kebutuhan kita bersama untuk diperjuangkan bersama,” ujarnya.
Vaksin Aman bagi Ibu Hamil Juga Lindungi Bayi dari Covid-19
Vaksin aman diberikan kepada ibu hamil dan juga sekaligus melindungi bayi dari serangan virus Covid-19.
LOBAR.lombokjournal.com ~ Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalillah, saat menghadiri vaksinasi yang digelar di RSUD Awet Muda, Narmada, Lobar, Selasa (7/9).
“Jangan khawatir, vaksin tidak membahayakan untuk ibu hamil. Syaratnya, ibu yang bisa divaksin untuk kehamilan di atas 13 minggu,” jelas Sitti Rohmi.
Vaksinasi bagi ibu hamil dimulai dari Lombok Barat di RSUD Awet Muda. Sebanyak 86 ibu hamil mengikuti vaksinasi dari dua kecamatan di Lombok Barat. NTB menargetkan 10 ribu ibu hamil dan setengahnya atau 5 ribu ibu hamil akan mendapatkan vaksinasi dalam dua minggu ini. Dikatakan Sitti Rohmi bahwa ketersediaan vaksinasi yang sangat mencukupi, dan strategi jemput bola memudahkan masyarakat mengakses vaksin.
Bupati Lombok Barat, Fauzan Halid, mengatakan, masyarakat hanya enggan mendatangi layanan kesehatan untuk vaksinasi. Untuk anak sekolah, vaksinasi akan digelar besok Rabu (8/9), yang digelar di SMA Negeri 1 Gunung Sari.
“Sebenarnya bukan tidak mau divaksin. Strateginya vaksinasi akan dilakukan di puskesmas atau kantor desa setempat”, ujar Fauzan.
jm
Reformasi Birokrasi Menjadi Komitmen Pemprov NTB
Reformasi birokrasi merupakan salah satu komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
MATARAM.lombokjournal.com ~ Berbagai ikhtiar dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) agar birokrasinya tetap berjalan kredibel, akuntabilitas dan terintegritas, yang diperkuat melalui misi NTB Bersih dan Melayani.
Wakil Gubernur, Sitti Rohmi Djalilah, menjelaskan, pemerintah NTB terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sebagai wujud kehadiran pemerintah, sehingga peningkatan reformasi birokrasi menjadi komitmen pemerintah saat ini.
“Kami terus mendorong betul seluruh OPD lingkup pemerintah provinsi untuk terus melakukan improvement dan peningkatan kualitas pelayanannya,” tegas Sitti Rohmi, dalam Rapat Evaluasi Reformasi Birokrasi Tahun 2021 bersama Tim Evaluator Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), secara virtual di ruang rapat utama kantor gubernur, Senin (6/9).
Di hadapan Tim Evaluator Kemenpan, Sitti Rohmi bersama Sekda beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menyampaikan berbagai program, inovasi serta upaya yang dilakukan demi terwujudnya pemerintah yang bersih dan melayani. Sitti Rohmi berharap, KementerianPAN RB memberi pendampingan kepada aparat di lingkup pemprov agar reformasi birokrasi bisa terwujud.
“Apa yang menjadi mimpi kami adalah terus meningkatkan reformasi birokrasi, sehingga target kami tentu dengan nilai yang terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan II Kemenpan RB, Mohammad Averrouce, mengakui pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi NTB terus meningkat dan semakin baik.
“Kita juga ingin dorong bahwa pelaksanaan reformasi birokrasi bukan hanya pada aspek administratif. Kami terus memastikan bahwa perubahan yang dilakukan di NTB memiliki dampak kepada masyarakat. Termasuk upaya perubahan yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” tutur Averrouce.
manikp@kominfo
Panen Bawang Merah di Santong, Bupati Beri Semangat Petani
Saat panen bawang di Desa Santong, Bupati Djohan Sjamsu memberi semangat petani agar mengembangkan tanaman bawang lebih luas, karena prospek ke depan sangat menjanjikan
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, melakukan panen perdana bawang merah di Desa Santong Kecamatan Kayangan, Selasa (07/09/21).
Panen perdana ditandai dengan pemetikan untaian buah bawang merah, yang disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Tresna Hadi, SPT, dengan jajarannya, Camat Kayangan, Kepala Desa Santong, Kapolsek, Danramil Kayangan dan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Beriuk Sadar Satu”
Di tengah situasi Covid-19 yang sedang melanda dunia sekarang ini, sektor-sektor lain di luar pertanian pertumbuhan itu negatif.
Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Tresna Hadi, SPT mengatakan, tapi di pertanian, pertumbuhan ekonominya positif.
“Memang dampaknya masih kecil sekitar 1% pertumbuhannya. Tapi masih positif,” kata Tresna Hadi dalam sambutan singkatnya pada acara panen raya bawang merah di Desa Santong Kecamatan Kayangan, Selasa (07/09).
Tresna mengakui, memang pertanian didukung oleh semua elemen yang ada di sektor pertanian, dan punya lahan sawah yang luas, lahan kebun lain yang sangat luas pula.
Dikatakan, komoditas pertanian yang beraneka ragam di KLU tidak kalah dengan daerah laun.
“Dan sekarang, disini kita memulai pengembangan bawang merah,” katanya.
Ia mencontohkan petani bawang Hasanuddin, yang menghasilkan 35 ton basah, dan kalau dikeringkan menjadi sekitar 20 ton, dengan harga rata rata berkisar Rp20.000 per kilo.
“Ini komoditas yang luar biasa, memang patut kita kembangkan,” kata Tresna Hadi.
Diungkapkan, KLU memiliki lahan yang luas dan saat ini baru mulai demplot sekitar lima hektar. Ke depan diharapkan, lahan untuk bawang merah ini bisa lebih luas.
“Insya Allah pihak Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan membantu, tentunya sesuai kemampuan yang ada di dinas,” ungkapnya.
Terkait dengan permintaan petani untuk bangun jalan usaha tani, Tresna minta kepada kelompok dan masyarakat sekitarnya segera selesaikan masalah pembebasan lahan yang bakal dijadikan jalan usaha tani.
Banyak hal yang sedang di programkan pemerintah melalui Dinas DKPP, misalnya pengembangan porang.
“Porang di Kabupaten Lombok Utara sudah terdaftar untuk perlindungan varietas di Kementerian Pertanian di Jakarta, untuk untuk mendapatkan sertifikasi,” kata Tresna Hadi.
Beri semangat
Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH, mendorong petani agar bersemangat membangun daerahnya.
“Alhamdulillah kalau mendengar laporan Kadis DKPP tadi bahwa bawang merah ini prospeknya sangat menjanjikan sangat menjanjikan,” kata bupati.
Bupati berharap, agar petani mengembangkan tanaman bawang lebih luas lagi, karena prospek ke depan sangat menjanjikan. Meski daerah dan bahkan dunia sedang dilanda Covid 19, namun pertanian paling mampu bertahan.
Bupati mengapresiasi para petani Desa Santong dan sekitarnya yang telah mengembangkan tanaman bawang merah dalam rangka melaksanakan program Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui DKPP KLU.
Hal tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengembalikan fungsi lahan menjadi kawasan budidaya pertanian. Dia mengharapkan agar budidaya penanaman bawang merah terus dikembangkan di masa mendatang.
Menurutnya, petani sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau pada jaman dulu petani hanya berpikir sederhana, misalnya menanam brambang (bawang merah) berbuah brambang.
Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah menanam brambang harus berbuah uang. Filosofi itu artinya petani mesti berpikir produktif, dalam bercocok tanam selektif, memilih jenis tanaman pertanian yang prospeknya cerah seperti bawang merah varietas unggul guna menghasilkan uang.
“Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen mudah dijual dan harganya mahal,” kata Bupati Djohan.
Menurutnya, kesalahan yang acap kali dilakukan petani pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Pada saat panen jumlahnya melimpah otomatis harganya murah sehingga merugi, tandasnya.
Masih di tempat yang sama, Kabid Petanian Tanaman Pangan, Abdul Gofur menjelaskan, program Agro Techno Park penanaman bawang merah dikelola secara swadaya oleh kelompok tani “Beriuk Sadar Satu” Desa Santong pada lahan seluas 5 hektar.
Dan merupakan batuan Pusat berupa barang dan saprodi laimmya.
Dua lokasi yang merupakan pengembangan atau demplot, yaitu satu kelompok mendapatkan bantuan sekitar 700 kg benih bawang per hektare.
Untuk demplot secara keseluruhan 15 hektar terbagi dalam dua lokasi yaitu si Desa Santong Kecamatan Kayangan 5 hektare, dan Desa Pamenang Kecamatan Pamenang 10 hektare.
Sedang masa tanamnya relatif singkat hanya 70 hari, kata Adl. Gafur pada lombokjournal.com.
@ng
Gotong Royong Bantu Pemerintah, PDIP NTB Gelar Vaksinasi Masal
Vaksinasi massal yang dilakukan PDI Perjuangan NTB merupakan bagian gotong royong membantu pemerintah menangani kasus Covid-19
MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam ikhtiar dan wujud komitmen dalam berpartisipasi membantu pemerintah menangani kasus Covid-19, DPD PDI Perjuangan (PDIP) NTB menggelar vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat di kantor DPD di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Senin (06/09/21).
“Vaksinasi kami gelar dalam dua hari dengan sasaran 500 orang,” kata Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat saat memantau jalannya vaksinasi masal tersebut.
Antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi ini sangat tinggi. Mereka bahkan sudah berada di Kantor DPD PDIP NTB sejak pagi, memastikan mendapat pelayanan paling awal.
Umumnya mereka baru menerima vaksin untuk dosis pertama.
Rachmat mengatakan, vaksinasi tersebut gratis untuk masyarakat. PDIP NTB juga memberi buah tangan bagi masyarakat usai vaksinasi. Termasuk juga nasi kotak untuk santap siang.
Vaksinasi digelar PDIP NTB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan NTB dan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB.
Sebelum menjalani vaksinasi, dilakukan pemindaian suhu tubuh dan observasi kondisi kesehatannya untuk memastikan apakah penyuntikan vaksin dapat dilakukan atau tidak.
Sejumlah warga yang diketahui memiliki tekananan darah hingga di atas 180/110 MmHG, diberi kesempatan untuk bersitirahat sejenak di ruang khusus yang disediakan. Saat kondisinya sudah membaik, penyuntikan vaksin kemudian dilakukan.
Rachmat menegaskan, vaksinasi masal gratis ini dilakukan karena bentuk kepedulian PDI Perjuangan terhadap kesehatan masyarakat untuk melawan wabah Covid-19.
Hingga kemarin, warga yang terinfeksi Covid-19 di NTB memang masih terus bertambah.
“Ini adalah upaya nyata kami di PDI Perjuangan dalam rangka percepatan mencapai herd immunity,” kata Anggota DPR RI ini.
Politisi senior NTB ini mengemukakan, PDI Perjuangan ingin imun masyarakat NTB kuat. Bila kekebalan kelompok bisa mewujud di NTB, maka penyebaran Covid-19 bisa dihambat.
“Kalau itu sudah kita capai, masyarakat bisa kembali bekerja seperti sedia kala. Sehingga pemulihan ekonomi daerah akibat krisis pandemi Covid-19 dapat segara kita capai,” katan politisi berambut perak ini.
Secara khusus, Rachmat menyapa langsung masyarakat yang datang mengikuti vaksinasi masal. Warga tak bisa menyembunyikan raut kegembiraan dan mengungkapkan rasa syukur mereka.
Apalagi, ada di antara mereka yang sudah berusaha mendaftar ikut vaksinasi di berbagai tempat, namun baru bisa terlaksana pada vaksinasi yang digelar PDIP NTB.
Beberapa orang bahkan mengaku sempat ikut mendaftar secara online, namun berulangkali pula gagal menyusul di sejumlah tempat sebelumnya kuota vaksinasi memang terbatas.
Kepada mereka, Rachmat menitipkan pesan agar tiada henti terus menjaga imun, menjaga iman.
Rachmat juga berharap, vaksinasi masal yang digelar PDIP NTB, dapat memacu partai-partai lain untuk menggelar aksi yang sama. Saat ini kata Rachmat, adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian akan kesehatan masyarakat di Bumi Gora.
“Kita harus gotong royong membantu pemerintah untuk berperang melawan Covid-19,” imbuhnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini mengungkapkan, capaian vaksinasi di NTB memang masih belum menggembirakan. Hingga kemarin, dari target 3.910.638 orang, vaksinasi dosis pertama baru menyasar 720.898 warga NTB.
Jumlah tersebut setara 18,43 persen dari target. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua, baru menyasar 375.508 orang atau 9,06 persen dari target.
Capaian NTB tersebut masih jauh di bawah capaian rata-rata vaksinasi secara nasional. Sebab, kemarin, secara nasional, vaksinasi sudah mencapai 32,57 persen untuk suntikan dosis pertama dan 18,65 persen untuk suntikan dosis kedua.
“Kegiatan vaksinasi masal ini merupakan gotong royong dalam tindakan yang benar-benar nyata untuk masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata mengatakan, warga yang mengikuti vaksinasi umumnya berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat.
Mereka sebelumnya telah didata terlebih dahulu untuk mendapatkan vaksin dosis pertama. Kemudian kembali melakukan registrasi ulang di lokasi vaksinasi.
Vaksinasi yang digelar selama dua hari, merupakan upaya pihaknya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan demi tetap bisa menjalankan vaksinasi dengan menerapkan protokol kesehatan.
Sehingga kuota 500 warga yang akan menjadi sasaran vaksinasi dibagi dalam dua hari.
“Masing-masing tiap hari 250 orang,” katanya.
Politisi asal Sumbawa ini menyebutkan, pihaknya akan kembali menggelar vaksinasi untuk memberi kesempatan pada masyarakat mendapat suntikan dosis kedua.
Mereka yang telah menerima suntikan dosis pertama dijadwalkan mendapat suntikan vaksinasi lengkap pada 4 Oktober.
“Masyarakat telah mendapatkan nomor kontak dokter penanggung jawab yang bisa dihubungi sekiranya ada kelurahan dari masyarakat setelah suntikan dosis pertama ini,” kata Lalu Budi Suryata.
Me
Rapat Paripurna DPRD KLU, Bupati Jelaskan Perubahan APBD 2021
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), dijelaskan penyesuaikan APBD melalui perubahan penjabaran APBD
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara Hadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), tentang penjelasan pemerintah terhadap perubahan kebijakan umum APBD dan perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara Tahun Anggaran 2021 di Ruang Sidang DPRD (06/09/21).
Wabup Danny Karter
Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Ketua DPRD Nasrudin SHi,Wakil Ketua I H Burhan M Nur SH, Wakil Ketua II Mariadi SAg,Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Asisten III Ading Duwi Cahyadi SSTP MM, serta undangan lainnya. Sidang paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Nasrudin SHi.
Wakil Bupati Danny Karter menyampaikan, dinamika perkembangan kebijakan fiskal selama semester pertama tahun 2021 ini tentu bepengaruhnya terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah. Termasuk di Kabupaten Lombok Utara sebagai daerah otonom yang baru berusia 13 tahun.
“Pendapatan daerah terdiri dari dana transfer direalokasi dan direfocusing untuk menangani pandemi Covid-19 pemerintah. Daerah pun harus menyesuaikan APBD melalui perubahan penjabaran APBD yang diatur dalam peraturan Bupati,” tutur Wabup Danny.
Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan nomor 17/PMK 07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid 19 dan dampaknya.
Dana transfer daerah mengalami perubahan alokasi dan penggunaan. Kebijakan ini berimbas negatif terhadap pagu alokasi dana transfer untuk KLU dengan besaran pengurangan sebesar 33,99 milyar rupiah.
Penurunan target penerimaan pendapatan daerah terutama pada komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 5,93%, dari target 117 milyar rupiah menjadi 110,06 milyar rupiah lebih.
Kebijakan perencanaan dan prioritas Belanja Daerah dalam perubahan APBD tahun 2021 disesuaikan dengan prioritas kebutuhan, untuk mendukung penanganan dan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.
Dan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi terutama pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sosial lainnya.
Pada intinya, lanjut Wabup Danny, semoga kerjasama kita dapat lebih baik dan lebih solid lagi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara.
@ng
Kunci Juru Bicara, Perhatikan Tujuh Hal Kepribadianmu
Sejumlah kepribadian yang harus dimiiki sebsgsi kunci juru bicara, sehingga ia tahu saat yang tepat, kapan harus berbicara dan kapan harus menjadi pendengar
Oleh: Sarjono (Mahasiswa Magister KPI Pascasarjana UIN Mataram)
TANJUNG.lombokjournal.com ~ MEREPRESENTASI institusi/lembaga tempatru berkhidmat, seorang juru bicara (jubir) harus memahami secara komprehensif cara-cara menilai suatu informasi yang telah disiapkan supaya bisa memberi dampak positif terhadap institusi.
Misalkan saja, jubir memberitahu kepada pimpinan pada setiap kesempatan harus menyampaikan apa kepada masyarakat atau media massa.
Disamping itu pula, seorang jubir juga mesti menghargai media dalam rangka memaksimalkan penyampaian data dan informasi kepada publik. Jubir pun harus tahu betul tata cara berbicara dengan media.
Ia mesti menjaga etiket pribadi. Pertama, jangan pernah berbohong kepada media. Prihal apapun yang ingin dikatakan harus sesuai dengan data dan fakta. Kedua, jubir tidak boleh memberikan kalimat yang multitafsir.
Ini mesti dicamkan oleh seorang Jubir, lantaran berbahaya dan dapat menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda. Jubir tidak menjawab pernyataan yang belum dijawab. Perlu diingat pula bahwa jubir tidak diperbolehkan menjawab tanpa komentar. Artinya jangan sekali-kali menjawab dengan tanpa komentar.
Ini berarti setiap jubir harus menyampaikan sesuatu berdasarkan data yang diperoleh dari hasil telaahan terlebih dahulu. Prinsip terpenting yang mesti diingat adalah menyelesaikan masalah tanpa masalah (baru).
Jubir harus bisa menjadi mediator bagi para pihak yang bermasalah, sehingga masalah dapat ditangani dengan baik. Ibaratnya, memulai sesuatu itu mudah tapi mempertahankan yang sulit.
Dengan begitu, mencegah simpang siurnya informasi, sebaiknya informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui satu pintu. Meniscayakan eksistensi jubir signifikan menjaga dan meningkatkan reputasi pemerintah.
Untuk dapat menjadi jubir yang baik, berikut tiga faktor kunci yang harus dipenuhi: memiliki kredibilitas, data akurat dan penyampaian jelas.
Ketiganya menjadi faktor kunci yang harus selalu dipedomani jubir. Apabila tiga faktor ini terpenuhi, semakin besar kemungkinan pesan yang disampaikan akan dapat meyakinkan dan dipercaya khalayak.
Seorang jubir menjadi simbol suara institusi yang bertanggung jawab dalam penyajian pesan dan informasi yang akurat dan konsisten. Mengomunikasikan informasi kepada publik serta membangun kepercayaan dan kredibilitas institusi.
Kedudukannya sebagai pihak yang berada di garda terdepan meniscayakan ia harus bisa menjelaskan ataupun menjawab masalah-masalah daerah kepada publik secara kredibel, akurat dan jelas.
Ia menjadi salah, dan keberhasilan program pemerintah pun tidak sampai ke publik. Dapat memunculkan pemberitaan fitnah dan palsu, serta pimpinan menjadi titik sasar kemarahan publik.
Pun sebaliknya, informasi yang akurat, kredibel dan jelas akan membuat publik dapat memahami kebijakan atau keputusan pemerintah, sehingga akan mendukung, mengurangi fitnah terhadap pemerintah serta mengurangi perdebatan di ranah publik.
Suatu keniscayaan membangun sinergi dengan media melalui sejumlah cara elegan: dialog seraya memberi kesempatan interview, doorstop, jumpa pers dan menerbitkan siaran pers, membangun kerjasama pemerintah dan media dalam hal-hal positif, misalnya informasi pembangunan.
Kepribadian Jubir
Dikutip dari https://jdih.karimunkab.go.id, berikut sejumlah kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang jubir.
Pertama, Jujur.
Seorang jubir dituntut untuk selalu berkata jujur. Jujur bukan berarti semua harus dikatakan. Artinya mengatakan apa yang seharusnya dikatakan dan tidak perlu mengatakan apa yang tidak perlu apalagi tidak boleh dikatakan.
Pasalnya belum tentu tersedia waktu yang cukup untuk mengatakan semua yang mau disampaikan. Dalam kondisi yang buruk sekalipun seorang jubir harus tetap berkata jujur. Lalu menyampaikan dengan baik agar publik bisa menerima apa adanya meskipun akan terasa pahit.
Jujur dengan apa adanya jauh lebih baik daripada sibuk berkelit dengan pernyataan bohong. Publik pada umumnya akan lebih mudah menerima dan memaafkan ketika mau bersikap jujur, daripada harus berusaha menutupi kondisi yang sebenarnya.
Jika publik telah merasa dibohongi akan amat sulit untuk mengobatinya. Satu hal yang perlu diatensi bahwa kepercayaan dapat terbangun oleh rasa simpatik. Kejujuran, dalam konteks ini menjadi salah satu cara untuk meraih simpatik.
Kedua, Santun.
Berbicara dan bertutur kata yang baik adalah modal utama dalam berkomunikasi. Pesan baru dianggap penting manakala tersampaikan dengan baik. Cara penyampaian pesan yang arogan akan menumbuhkan resistensi komunikan, sehingga memicu perdebatan yang tidak substansial.
Sikap santun harus ditunjukan oleh seorang jubir dalam proses komunikasi (verbal maupun non verbal). Penataan kalimat dalam suatu ucapan dan tulisan akan berpengaruh besar pada perubahan sikap dan etika. Persepsi lebih cepat terbangun oleh cara pesan itu disampaikan daripada isi pesan itu sendiri.
Publik akan lebih dulu tertarik oleh sikap dan etika yang ditunjukkan oleh pembicara sebelum tertarik untuk memahami isi pesan yang disampaikan.
Ketiga, Berintegritas. Integritas adalah sikap personal yang teguh dalam memegang prinsip sebagai nilai-nilai moral dan keyakinan.
ertaruhan yang paling besar bagi seorang jubir adalah pertaruhan pada diri sendiri. Seorang jubir niscaya memiliki integritas dan riwayat yang tidak tercela. Publik akan mengukur apa yang pernah dilakukan dengan apa yang saat ini diucapkan.
Jubir, dengan demikian, adalah cermin dari sebuah institusi, apapun jenisnya. Publik akan mengomparasikan apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Jadi konsistensi adalah kunci utamanya. Dalam proses komunikasi publik, faktor pribadi seorang jubir amat sangat menentukan, pasalnya secara umum publik lebih memperhitungkan siapa yang berbicara daripada apa yang dibicarakan, sehingga integritas menjadi syarat mutlak dimiliki oleh seorang jubir.
Keempat, Objektif
Jka objektif adalah penilaian yang didasarkan pada data dan fakta dan bukan berdasarkan penilaian pribadi dan asumsi. Seorang jubir tidak boleh terjebak pada posisi subjektif atas diri sendiri karena akan menimbulkan informasi yang disampaikan menjadi bias.
Artinya seberapa banyak data yang dimilikinya, itulah yang menjadi dasar penyampaian informasi. Seorang jubir diharapkan senantiasa sadar bahwa dia berbicara bukan atas nama pribadi, tapi atas nama lembaga yang menunjuknya, sehingga harus menghindari munculnya opini pribadi dalam menyampaikan pesan kepada publik.
Seorang jubir pemerintah daerah harus mampu membedakan diri dalam kedudukannya sebagai seorang pejabat protokol dan sebagai jubir, kendatipun selalu ada irisan etika yang tetap tidak boleh dilanggar dalam menjalankan fungsinya sebagai jubir.
Kelima, Lugas dan Tegas.
Kita tidak bisa memaksa publik berpikir tentang apa yang kita sampaikan. Maksud pesan harus bisa dipahami dan dimengerti oleh publik seketika itu juga. Pesan penting tidak boleh terlewatkan begitu saja hanya lantaran jubir terlalu bertele-tele.
Sesungguhnya penyampaian pesan ditujukan untuk beberapa tahapan maksud, antara lain pesan untuk mendapatkan perhatian dari khalayak target komunikasi, pesan untuk menarik minat khalayak kepada isi pesan, pesan untuk menggerakkan khalayak agar bertindak sesuai dengan isi pesan, dan pesan untuk mengarahkan sikap dan tindakan khalayak agar tetap sesuai dengan kehendak si komunikator.
Keenam, Tenang.
Kontrol diri yang baik akan membuat seorang jubir mampu mengambil sikap yang tepat pada segala situasi dan kondisi. Ketenangan adalah kunci dalam proses komunikasi dikala krisis.
Ujian pertama bagi seorang jubir adalah kemampuan menguasai dirinya sendiri, baru setelah itu ia harus mampu menguasai audiensnya. Sikap gugup akan menurunkan diksi dan artikulasi dalam berbicara.
Penguasaan diri bisa dimulai dari saat mengambil nafas sebelum berbicara. Lalu fokus pada apa yang akan disampaikan. Informasi harus disampaikan mulai dari yang terpenting agar pesan utama tidak terlewatkan atau tidak kehilangan momen untuk menyampaikannya.
Situasi tidak selalu bisa diatur sesuai kehendak kita, namun situasi menjadi niscaya kita tundukkan dengan ketenangan diri.
Ketujuh, Sabar.
Sifat sabar adalah kunci pengendalian diri dalam setiap keadaan. Banyak hal yang pasti akan memicu timbulnya emosi ketika berhadapan dengan audiens dari berbagai kalangan.
Seorang jubir yang handal tidak boleh terpengaruh oleh situasi yang dihadapi. Ia harus tetap sabar dan bersikap normal, jangan sekali-kali terpancing oleh prilaku audiens. Pusatkan pikiran pada apa yang harus disampaikan, walaupun banyak rintangan yang menghadang.
Di tengah situasi yang chaos, seorang jubir meski mampu menentukan saat yang tepat, kapan ia harus berbicara dan kapan harus menjadi pendengar.
Saat menjadi pendengar tidak cukup bagi kita sekadar menyediakan telinga, namun harus memberikan respons yang menyejukan agar emosi khalayak menjadi reda.