Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

Untuk mendukung kesiapan NTB menyambut event MotoGP, Bupati Djohan berharap vaksinasi harus mencapai target maksimal, agar ribuan wisatawan bisa berkunjung ke KLU

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H menghimbau kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam rangka vaksinasi untuk mencapai target atau sasaran vaksinasi 70.000 jiwa di kabupaten Lombok Utara secara umum.

Kegiatan Vaksinasi daerah kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa mencapai target maksimal, demi mendukung kesiapan daerah NTB khususnya kabupaten Lombok Utara dalam menyambut moment SuperBike Moto G.P di NTB.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Djohan Syamsu selaku bupati saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) di desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan menjelaskan, kegiatan vaksinasi sangat diharapkan bisa berjalan lancar demi bangkitnya perekonomian di kabupaten Lombok Utara.

Selain itu dengan adanya event MotoGP di NTB tentu akan menggaet banyak wisatawan asing yang mengunjungi daerah NTB, terlebih juga Kabupaten Lombok Utara.

Sehingga target vaksinasi masyarakat kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa segera mencapai target maksimal ketika wisatawan asing mulai berdatangan ke daerah NTB dan khususnya Kabupaten Lombok Utara.

“Saya sudah rapatkan beberapa hari kemarin bahwa target kita dua minggu ini 70.000 sudah divaksin, sehingga masyarakat KLU ini 130.000 dari 180.000 sasaran, sudah divaksin. Karena kita akan menyambut event MotoGP dan tentu ribuan wisatawan akan datang ke daerah kita dan kita bisa siap menyambut hal tersebut.” kata Bupati Djohan, Kamis (07/10/21).

Kemudian dijelaskan, penurunan anggaran daerah mencapai 300 milyar di tahun 2021 ini, karena dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga penurunan ini mempengaruhi upaya percepatan pembangunan.

Sehingga yang sangat berpotensi menunjang hal tersebut adalah peningkatan sektor pariwisata dan pertanian, sehingga sangat didorong untuk percepatan target vaksinasi di Kabupaten Lombok Utara.

“APBD kita turun hingga 300 milyar pada tahun 2021 ini, ditambah lagi dengan pendapatan asli daerah yang tadinya 250 milyar, sekarang menjadi 100 milyar, sehingga ini menjadi persoalan daerah.” jelas Bupati Djohan.

Djohan Syamsu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait terhambatnya percepatan pembangunan daerah di masa pandemi.

BACA JUGA: Pelatihan Mendogeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kendati begitu H. Djohan Syamsu menyampaikan suka citanya atas predikat zona hijau untuk daerah Kabupaten Lombok Utara.

“Saya minta maaf kepada saudara-saudara sekalian, masyarakat saya khususnya di Kecamatan Kayangan ini. Belum banyak yang bisa saya lakukan dalam rangka percepatan pembangunan daerah. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan cek terkhir saya bahwa hari ini kita sudah zona hijau, tapi kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan tentunya selalu menggunakan masker,” kata Bupati Djohan.

Han




Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Pusat Evakuasi Masyarakat yang pembangunannya didanai Yayasan Sheep Indonesia juga akan menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM), Kamis (07/10/21), dilakukan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara merupakan perkembangan menggembirakan pembangunan di Kecamatan Kayangan.

Pusat Evakuasi Masyarakat bisa jadi alternatif tempat pemberdaayaan
Andrea Subiyono

Petakan batu pertama itu dihadiri Wakil ketua DPRD Lombok Utara, Kepala BPBD Lombok Utara, Direktur Yayasan Sheep Indonesia, dan Camat Kayangan.

Pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini merupakan dukungan Yayasan Sheep Indonesia (YSI) dari pendanaan hingga perancangannya dengan tujuan untuk memberikan bantuan perlindungan kepada masyarakat saat situasi darurat bencana.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Andrea Subiyono, Direktur Yayasan Sheep Indonesia menjelaskan, pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut dirancang secara khusus oleh arsitek senior dengan melakukan pengkajian struktur area dan menyesuaikan dengan kemungkinan bencana yang bisa terjadi.

Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) dijelaskan, juga bisa menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat dalam bidang sosial.

Pembangunan PEM menelan biaya 3,1 Milyar dan diakomodasi sepenuhnya oleh Yayasan Sheep Indonesia (YSI).

“Pusat Evakuasi Masyarakat ini didesign untuk sistem mitigasi desa, dan kami menganggarkan hingga 3,1 Milyar untuk pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini.” kata Andrea

Dijelaskan, bangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut bisa juga difungsikan untuk kegiatan bidang kebudayaan dan edukasi bagi anak-anak dan masyarakat umum.

Pembangunan pun akan dilakukan selama minimal 10 bulan dan dengan memberdayakan pekerja lokal di Desa Santong Mulia, dengan tujuan untuk memberikan edukasi atau pengalaman baru bagi pekerja konstruksi bangunan dengan sistem yang baru dan lebih modern.

“Pengerjaan pembangunan ini membutuhkan waktu minimal 10 bulan dan kami menggunakan jasa tukang atau pekerja lokal agar kami bisa memberikan transfer ilmu terkait pembangunan dengan struktur-struktur baru.” jelas Andrea

Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Yayasan Sheep Indonesia (YSI) terkait pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM).

Peran pihak YSI dalam pengembangan berbagai bidang di kabupaten Lombok Utara telah terbukti dapat membantu kerja pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat secara umum.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

“Saya sebagai kepala daerah sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada yayasan sheep indonesia, dengan dana 3,1 Milyar terbilang sangat luar biasa dan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” jelas Bupati Djohan.

Han




Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Di tengah acara perayaan Mandi Safar, Kadis Pariwisata NTB minta pelaku pariwisata di Gili mengambil peran dalam event MotoGP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno Desa Gili Indah Rabu (06/09/21)  sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraannya lebih sederhana dan tak semeriah sebelumnya.

Penyelenggara upacara tradisi itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sehingga banyak aturan yang membatasi.

Wabup di tengah-tengah perayaan Rebo Bontong

Masyarakat Dusun Gili Meno antusias dalam perayaan Rebo Bontong

Pembatasan yang ditekankan, penyelenggaraannya harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes), berarti menghindari kerumunan banyak orang, serta aturan prokes lainnya.

Pemerintah KLU berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19, tujuannya agar sektor Pariwisata segera pulih.

BACA JUGA: Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

“Saya menghimbau pada masyarakat tidak mengabaikan Prokes guna menjaga diri, keluarga dari virus pandemi covid 19 dan masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan suntik vaksin,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng yang ikut acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno.

Hadir pula pada acara tersebut, Kadis Pariwisata  NTB Yusron Hadi ST, PLT Kadis Pariwisata KLU DRs. Ainal Yakin, PLT Kadis Perhubungan KLU, Ir. M Wahyu Darmawan serta undangan lainnya.

Upacara Mandi Safar atau lebih dikenal dengan Rebo Bontong menjadi ritual rutin masyarakat setempat yang jatuh setiap bulan Safar.

Ritual Rebo Bontong merupakan perpaduan budaya warga Sasak dan Islam, untuk memohon berkah.

Wabup Danny menyampaikan, Mandi Safar adalah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan itu

“Kegiatan mandi sapar ini menjadi bukti keberadaan pemerintah di tengah masyarakat, dalam situasi dan kondisi apa pun, terlebih di masa sulit sperti sekarang ini,” ungkap Wabup Danny

Dalam kesempata itu, Kadispar NTB Yusron Hadi mengharapkan pelaku wisata di KLU, khususnya di Desa Gili Indah, menyiapkan diri dan mengambil peran pada  event Internasional Moto GP yang dilaksanakan di Mandalika Lombok Tengah.

Pihaknya yakin event tahunan berdampak pada pariwisata yang ada di KLU.

BACA JUGA: BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik untuk Bawang Merah

“Wisatawan yang nantinya datang pasti akan mngunjungi tempat tempat wisata yang ada di NTB termasuk Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno akan menjadi pilihan mereka nantinya,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan “serakalan” (baca barzanji), zikir dan berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Rangkaian prosesi ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan tolak bala, serta dilanjutkan dengan acara mandi bersama di pantai.

@ng

 

 




Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

Kegiatan workshop penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas diperlukan warga Desa Sambi Elen, setelah ada pendampingan dari Paluma dan UNDP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan workshop penyampaian hasil implementasi program Local Economic Development (LED), kolaborasi kelompok dan masyarakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH, di Aula Bupati, Rabu (06/10/21).

Bupati membuka woekshop penyampaian hasil pendampingan
Bupati H Djohan Sjamsu

Hadir pula Para Staf Ahli Bupati, Perwakilan PALUMA Yogyakarta, Perwakilan UNDP,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Sambik Elen Muhammad Katur serta undangan lainnya.

Menurut Bupati Djohan, acara workshop penting bagi masyarakat utamanya yang berada di Sambik Elen. Khususnya dalam penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas  di wilayah paling ujung timur KLU, di bawah binaan UNDP dan Paluma.

“Pemda sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PALUMA dan UNDP  dalam rangka pendampingan dan membina UMKM yang ada di Desa Sambik Elen,” tuturnya.

Pemulihan pasca gempa 2018 meluluh lantahkan seluruh sarana perasarana di KLU  yang hingga kini belum seluruhnya terbangun kembali. Terlebih  pada Tahun 2020, terjadi bencana non alam yakni pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Pelatihan Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kondisi ini memberikan dampak cukup signifikan bagi proses pembangunan di daerah.

Pandemi juga berdampak pada UMKM dan perekonomian daerah  mengalami keterpurukan, hanya yang masih bertahan sektor pertanian.

“Harapan saya untuk masyarakat yang ada di Desa Sambik Elen, program  pendampingan yang dilakukan oleh Paluma dan lainnya tidak berhenti, dan bisa berkelanjutan,” harapnya.

Pemda mendukung sepenuhnya program yang bertujuan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali berusaha dan berikhtiar membangun ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarga serta lainya.

Menurut bupati, potensi Desa Wisata di KLU  sangat bagus, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan ke depan produk UMKM bisa dipasarkan.

Kepala Desa Sambik Elen, Muhammad Katur dalam laporannya menyampaikan, kehadiran PALUMA selama dua tahun mampu memperlihatkan dampak positif bagi masyarakat Sambik Elen.

“Berkat pendampingan dari Paluma dan UNDP, banyak hal yang masyarakat kembangkan mulai dari pembinaan UMKM, SDM, sumber daya alam serta lainnya yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami,”ungakpya.

Semua UMKM Desa Sambik Elen mengikuti workshop, dan ke depa kita memerlukan sistem pengelolaan pembangunan  yang baik khususnya di desa.

Peran pemda di dalamnya sangat penting, karena  pendampingan dari PALUMA, di Desa Sambik Elen telah melahirkan setidak ada 6 Perdes yang bertujuan untuk mendukung kegiatan serta pelaksanaan programnya.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

“Terimakasih kepada Paluma dan UNDP serta lainya, yang selama ini melakukan pendampingan pada masyarakat kami,” kata Muhammad Katur.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan peninjauan stand Pameran UMKM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

@ng

 




Pelatihan Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kegiatan pelatihan mendongeng diperlukan agar para kader pembimbing pendidikan anak bisa menstimulasi anak membangun mimpinya, baik orang tua dan anak bisa bercerta dengan cinta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Yayasan Nurani Luhur Masyarakat melalui project JAAM (Join Action Again Malnutrisi) menggelar pelatihan mendongeng bagi 33 peserta. Terdiri dari Kader Champion tumbuh kembang, perwakilan guru PAUD dan staf project JAAM selama dua hari 6-7 Oktober di Villa Bambu Senaru, Kecamatan Senaru Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Pelatihan PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Pelatihan mendongeng ini merupakan rangkaian dari kegiatan divisi tumbuh kembang salah satu program intervensi dari project JAAM.

Pelatihan mendongeng untuk tumbuh kembang anak

Setidaknya ada tiga (3) kegiatan kunci yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk menstimulasi tumbuh kembang 0-3 tahun melalui kegiatan 3B: Bermain, Bercerita dan Bernyanyi.

Ketiga (3) kegiatan ini dapat menstimulasi aspek tumbuh kembang anak di antaranya: motorik halus melalui yang dapat dilakukan melalui kegiatan bertepuk, meme, motorik kasar, bahasa, emosional dan kemandirian.

Dari assessment yang dilakukan oleh Project JAAM terhadap orang tua yang memiliki anak usia 0-3 tahun di 4 Desa Bayan yaitu Anyar, Batu Rakit, Loloan, Sukadana, kegiatan bercerita masih sangat kurang data di tahun 2021.

Untuk kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua adalah sebagai berikut: Desa Anyar dari 27 anak, terdapat 5 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (18,5 persen), Desa Sukadana dari 22 anak, terdapat 5 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (22 persen).

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU 

Di Desa Batu Rakit dari 24 anak, terdapat 10 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita (41,6 persen) dan Desa Lolan dari 24 anak, terdapat 6 anak yang distimulasi melalui kegiatan bercerita ( 25 persen).

Berdasar data ini, pelatihan mendongeng menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan.

Firman Laia, Koordinator Project JAAM menyampaikan, Proyek JAAM melakukan upaya rehabilitasi serta pencegahan stunting bagi anak usia 6 hingga 35 bulan di 4 Desa yang ada di kecamatan.

Intervensi di area tumbuh kembang adalah hal yang sangat krusial bagi project JAAM.

Perubahan positif di masyarakat khususnya dalam pengentasan malnutrisi akan sangat ditentukan oleh diperkenalkannya pola-pola pengasuhan yang baik di tingkat keluarga, khususnya keluarga sasaran; yakni kelompok orangtua, pengasuh anak dan orang dewasa .

Sedangkan Suratni, mewakili Camat Bayan yang behalangan karena mengikuti kegiatan di kantor Bupati Lombok Utara. Suratni menyampaikan terima kasihnya atas berlangsungnya proses kegiatan dan berharap kepada peserta untuk menekuni tahapan tahapan kegiatan Pelatihan Mendongeng Proyek JAam “BEREMBUG”.

Menurut Ibu Suratni, mendongeng merupakan kebiasaan turun temurun oleh orang tua kita, meski Dongeng itu merupakan cerita atau kebiasaan yang terkadang tidak memiliki referensi (cerita rekaan).

Tapi tiap orang tua harus melakukannya untuk mendekatkan dan memanjakan anak dalam rangka melatih kecerdasan otaknya, terlebih lagi disaat jelang istirahat tidur, kata Suratni seraya buka acara.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Kak Wawan sapaan untuk pria yang memiliki nama lengkap Herman Husdiawan Raja Dongeng dari Lombok ini Pelatihan mendongeng merupakan salah satu kegiatan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak .

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta khususnya kader Champion tumbuh kembang dan Guru PAUD dapat mempraktekan kegiatan mendongeng ini dikegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama orang tua dan anak usia 0-3 tahun dikelas parenting dan kelas Ponia (Pos Nutrisi Ibu dan Anak) dan kegiatan pembelajaran di PAUD.

Melalui kegiatan bercerita, orang tua dapat menstimulasi kemampuan berbicara anak dengan kosakata yang baru.

Mendongeng, Orang tua dan anak bercerita dengan cinta, membangun imajinasi dan mimpi-mimpi anak Bayan untuk Lombok Utara dan Provinsi NTB yang lebih baik ke depan.

Tentunya Lombok Utara yang semakin Tangguh dan bebas dari kasus gizi buruk atau malnutrisi. (*)

@ng




Puisi Keterbatasan: Herdi, Ervin dan Kita

Membaca puisi Herdi seperti membahas permasalahan sosial, semakin dikupas semakin banyak permasalahan yang akan terkuak yang menyisakan keprihatinan

Membaca puisi Herdi
Oleh: Lalu Gita Ariadi, Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~

Malam kian gelap gulita
Rembulan pun berselimut awan
Tiba-tiba hujan turun begitu deras
Merenung, mendengarkan
Dalam fisik tiada kesempurnaan

Keterbatasan ini tidak akan

Membuat semangatku hancur
Dan tidak akan menghalangiku
Dalam menggapai cita-cita

Memang…..
Mereka memandang aku
mahluk rendah
Mahluk yang hanya
Bisa menyusahkan orang lain
Terutama ibu dan keluargaku

Aku yakin, tapi, aku yakin
Tuhan tidak tidur
Tuhan melihatku dengan elok
Dan aku yakin akan rencananya
Karena hati kunci keutamaan

Dibalik segala keterbatasan
Terselip kelebihan
Yang Tuhan berikan
Ketika kaki tak mampu berjalan
Namun hati mampu lahirkan puisi

Untuk dimanapun teman berada
Tetap semangat dan terus berkarya
Untuk meraih masa depan
Demi wujudkan NTB gemilang

***

PUISI di atas adalah puisi yang ditulis Herdi Purwanto. Yang dibacakan sendiri oleh Herdi Purwanto. Seorang disabiltas tuna daksa. Tak mampu berjalan. Hingga usianya kini 20 tahun, berkebutuhan khusus, setia di kursi roda.

Musikalisasi puisi yang menghanyutkan. Ekspresi pembacaan yang sepenuh hati, menyergap batin pendengarnya. Dengan nafas terengah dan terbata-bata, tangan dan kaki Herdi meronta seakan mengungkapkan dorongan bathin yang menggelegak. Melawan keterbatasan fisiknya. Tak terasa bulir air menetes hangat dari tiap mata yang menyaksikannya.

Jumat, 1 Oktober 2021, Herdi yang pernah juara 2 cipta dan baca puisi FLS2N tingkat Nasional tahun 2019, tampil memeriahkan acara Bincang Gemilang (BG) yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Sosial Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Sejatinya, BG bukanlah panggung kesenian. BG adalah panggung dialog yang digagas Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) untuk sosialisasi program pembangunan di NTB. Forum ini polanya two way traffic communication, sekaligus menyerap aspirasi rakyat tentang kualitas layanan publik yang diberikan oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTB.

Hadir sebagai guest star biasanya adalah Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE, MSc., dan Ummi Rohmi sapaan akrab Wakil Gubernur NTB – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah MPd. Nara sumber bergilir kadang Sekda atau pejabat yang kompeten, Kepala OPD dan juga mitra strategis OPD terkait.

Topik BG edisi awal oktober 2021 itu adalah Penanganan Masalah Sosial di NTB. Karenanya relevan Kadis Sosial, Bung Akhsanul Khalik (AKA) menampilkan Herdi, juga Ervin seorang tuna netra sebagai penyanyi pembuka acara yang mengaduk-aduk emosi peserta yang menghadiri BG secara offline maupun online.

Herdi, Ervin dan lebih dari 28.650 penyandang disabilitas tersebar di seluruh NTB. Terbesar di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 7.500 an orang. Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara masing-masing sekitar 3.500 an orang. Yang lainnya dalam jumlah yang lebih kecil.

Ada berbagai jenis penyandang disabilitas yang dialami baik yang bersifat fisik, mental, fisik dan mental, tuna grahita, tuna rungu, tuna netra, autis, tuna daksa dan lain sebagainya.

Dinas sosial melalui panti maupun non panti memberikan perhatian melakukan rehabilitasi sosial dengan dana bersumber dari APBN, APBD, bantuan CSR, Baznas dan sumber pembiayaan lain yang sah. BG menjadi menarik karena berbagai aduan masyarakat mengemuka dan mendapatkan respon yang memadai.

Masalah sosial yang terjadi di NTB berkembang sedemikian kompleks. Terlebih di era pandemi Covid-19 yang memukul sendi-sendi perekonomian masyarakat. Muaranya, terjadi PHK, angka pengangguran bertambah, angka kemiskinan bertambah, permasalahan sosialpun meningkat.

Pemerintah melalui program keluarga harapan (PKH) antara lain senantiasa berupaya mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan tarap hidup masyarakatnya melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial yang lebih baik. Berupaya mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan. Berupaya menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat.

Berdasarkan catatan BPS, pada Maret 2021 jumlah penduduk miskin di NTB sebanyak 14,14% menurun 0,09% dari kondisi bulan September 2020 sebesar 14,23%. Sebelumnya pada bulan Maret 2020, jumlah penduduk miskin di NTB sebesar 13,97%. Year on Year (YoY) periode Maret 2020 dengan periode Maret 2021 terjadi peningkatan angka kemiskinan 0,17%.

Pandemi Covid-19 membuat jumlah penduduk miskin di Indonesia naik signifikan. Meski terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin, jika dibandingkan dengan 34 propinsi di Indonesia, NTB berada di urutan 9 dari 10 besar propinsi yang mampu menahan laju pertambahan kemiskinan dengan baik.

Penanganan kemiskinan dengan basis data yang lebih berkualitas, efektifitas pemberian bantuan sosial dengan DTKS yang lebih baik, adanya program JPS Gemilang dengan pemberdayaan UMKM menjadi hal yang boleh jadi sebagai penetrasi pertambahan laju kemiskinan.

Berbagai jenis bantuan sosial telah diberikan pemerintah kepada masyarakat seperti : Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Rehabilitasi Sosial Lansia, BST Lansia, BST Dana Desa, JPS Gemilang, JPS Kabupaten/Kota, JPS Gotong Royong Pemprop NTB dan sebagainya.

Dalam penyaluran berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat, masih menghadapi berbagai tantangan. Tidak semua penerima bansos memiliki NIK Elektronik sehingga saat pemadanan NIK tidak terekam. Masih adanya penerimaan bansos ganda. Belum adanya kesadaran dari keluarga miskin untuk melaporkan perbaikan KTP Elektronik serta adanya oknum yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari program bansos.

Oleh karenanya terhadap masyarakat yang merasa dirugikan hak nya untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah atau mengetahui modus operandi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mempermainkan bantuan sosial dengan tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu, tidak tepat jumlah dan sebagainya dapat menyampaikan aduan dan laporan melalui media sosial facebook, instagram maupun email kedinasan baik melalui aplikasi NTB Care yang dapat diunduh melalui play store dan berbagai laman lainnya yang tersedia.

Membahas permasalahan sosial, semakin di kupas semakin banyak permasalahan yang akan terkuak yang menyisakan keprihatinan.

Ibarat mengupas bawang merah, semakin dikupas kulitnya tanpa sadar akan menimbulkan percikan air yang bisa memerihkan mata. Keperihan karena keterbatasan kemampuan untuk segera mengatasi berbagai masalah yang ada. Seperti perihnya Herdi yang memberontak atas keterbatasannya melalui sebuah puisi.***




Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Penyelenggaraan Bimtek PAUD Holistik Integratif diapresiasi Bupati Djohan, yang tujuannya mendukung perkembangan peserta didik secara optimal

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi bimbingan teknis peningkatan kapasitas penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Kabupaten Lombok Utara, di Sunset Spring Beach Desa Segara Katon, Selasa (05/10/21).

Bupati saat membuka resmi bimtek PAUD HI
Bupati H. Djohan Sjamsu

Hadir dalam kegiatan itu Plt. Kadis Dikbudpora Adnan MPd , Plt.Kepala Bappeda Parihin SSos, Bunda PAUD KLU, Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu serta undangan lainnya.

Bupati Djohan menyampaikan Apresiasi terhadap Bimtek PAUD HI di Lombok Utara yang tujuannya mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU Tahun 2021

Selain itu juga mencetak generasi milenial  yang produktif kreatif dan inovatif serta mampu berkontrbusi pada pembangunan  bangsa dan daerah.

“Saya atas nama Kepala Daerah mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayan Pemuda dan Olahraga yang menginisiasi terselenggaranya kegiatan ini,” tuturnya.

PAUD HI merupakan program nasional, dilaksanakan secara stimulan, sistematis serta menyeluruh dan terintegrasi, berkesinambungan untuk mendukung tumbuh kembang optimal demi mewujudkan anak sehat, cerdas dan berkarakter sebagai generasi masa depan berkualitas.

“Saya mengharapkan peran aktif seluruh kita semua untuk menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak dalam hal Pendidikan, Kesehatan, Pengasuhan serta Pelindungan dan Kesejahteraan,” harapnya.

Dengan kekompakan seluruh elemen dalam  membangunan daerah, tentu melalui bimtek kita bisa melakukan terobosan peningkatan kualitas SDM guna terwujudnya generasi emas yang berkelanjutan di masa mendatang.

Dalam pada Plt. Kadis Dikbudpora KLU Adnan MPd melaporkan tujuan dari kegiatan bimtek adalah untuk meningkatkan kapasitas dan terlaksananya penanganan anak usia dini secara menyeluruh.

“Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan PAUD HI disatuan pendidikan usia dini di KLU,” imbuhnya.

Dengan adanya Bimtek nantinya terlaksananya penanganan anak usia dini secara utuh dan menyeluruh, yang mencakup layanan gizi dan kesehatan.

Bimtek ini berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta 100 Lembaga PAUD dari lima kecamatan di KLU, dengan Narasumber dari Direktorat PAUD Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Ristek RI melalui  Virtual.

BACA JUGA:

BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah di KLU

Acara dilanjutkan dengan Penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bunda PAUD Lombok Utara Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu, pada perwakilan peserta bintek  dari masing-masing kecamatan di KLU.

@ng




BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah

Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Penanaman Bawang Merah di Kabupaten Lombok Utara didukung BI NTB, untuk optimalisasi produksi

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bank Indonesia Kantor Perwakilan, mendukung program demplot dengan pemanfaatan bahan organik untuk penanaman bawang merah yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari optimalisasi produksi.

Bupati bersama Kepala BI NTB di demplot klaster Bawang merah
Bupati H Djohan Sjamsu

“Demplot ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian petani akan perlunya penyehatan lahan agar kejadian penurunan kesuburan tanah dapat dicegah, bahkan dapat diperbaiki di masa mendatang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Heru Saptaji, Selasa (05/10/21).

Ia menambahkan, program ini sekaligus memberikan gambaran dan contoh kepada petani bawang merah yang dipusatkan di “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU Tahun 2021

Pemanfaatan penggunaan bahan organik bagi petani penanaman bawang merah melalui demplot skala usaha pada lahan kelompok tani maju, yang membandingkan teknik pengelolaan lahan secara konvensional.

Menggunakan bahan organik terdekompisisi, lanjut dia, dilengkapi dengan Kalsium (Ca) serta bahan pembenah tanah hasil pabrikasi.

Dengan itu, dapat diperoleh gambaran secara jelas pola pengelolaan lahan yang mana yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen bawang merah yang menguntungkan.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB dengan “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, pada luasan Demplot sekitar 0,70 Are.

“Dari hasil pengamatan dan uji coba di lapangan terlihat perlakuan pembenahan tanah untuk meningkatkan status bahan organik, mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi pemakaian pestisida. Karena tanaman yang lebih vigor mampu bertahan dari serangan penyakit dan pengayaan mikro-organisme tanah telah dapat menekan keberadaan mikro-organisme penyakit, serta meningkatkan hasil panen hingga 28 -29 ton per hektare,” ujarnya.

Bantuan yang di berikan pihak BI berupa bibit, pupuk organik, pestisida hayati, hand traktor, kultivator, masing masing satu (1( unit.

BACA JUGA: Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, sambutannya mengharapkan kepada para petani Muda(milenial) untuk mau dan bersemangat menjadi petani yg handal, tangguh dan mandiri.

Djohan juga mengharapkan agar para Poktan / para petani agar mau menanam bawang merah secara Organik (Tampa menggunakan Kimia( sehingga memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat itu sendiri disamping mengatasi keterbatasan penyediaan pupuk kimia bersubsidi,ungkapnya.

“Belajar dari demplot organik ini, petani diharapkan sebagai sarana belajar baik untuk petani maupun masyarakat kita umumnya,” kata Bupati.

@ng




English Competition Festival, Event Perdana di KLU

Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara yang menyelenggarakan English Competition Festival berharap, Pemda KLU menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan

TANJUNG. lombokjournal.com ~   Mewakili Bupati Lombok Utara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (Dikbudpora KLU) Adenan, S.Pd, M.Pd., membuka acara English Competition Festival bertempat di Yayasan Mamba ‘ul Bayan NW Nusantara, Senin (10/4/2021).

Adenan saat membuka acara English Competition Festival
Adenan, S.Pd, M.Pd

Dalam kesempatan itu, atas nama Pemerintah Daerah, Plt. Kadis Dikbudpora KLU menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan English Competition Festival, salah satu event perdana dan terbesar di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2021.

“Atas nama pribadi, atas nama pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas keikutsertaan lembaga ini (Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara _red ) dalam mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya.

BACA JUGA:

BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah di KLU

Menyinggung terkait gawe besar yang digelar oleh pondoknya bersama dengan lembaga Pade Betulung itu, Pimpinan Yayasan Mamba’ul Bayan NW Nusantara, Kamah Yudiarto QH., S.Sy, S.Sos., berharap agar kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali oleh Pemerintah Daerah, khususnya Dikbudpora KLU di tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan ini menjadi agenda tahunan. Bukan saja sains yang biasa dilaksanakan atau pekan olahraga, tetapi perlu juga di bidang Bahasa Inggris,” harap Kamah.

Kamah yang juga anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara ini menegaskan, penjurian Festival Kompetisi Bahasa Inggris tersebut sepenuhnya dari pihak luar yayasan. Artinya semua peserta memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara.

“Semua juri kami datangkan dari Mataram,” ujarnya.

Berdasarkan Laporan Ketua Panitia Penyelenggara, M. Fitra Rizki, jumlah peserta yang mengikuti Festival Kompetisi Bahasa Inggris tersebut 190 siswa. 73 dari Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan 117 dari Sekolah Lanjutan Menengah Atas (SMA).

Mata lomba yang diikuti peserta antara lain, untuk tingkat SLTP sebanyak 23 peserta mengikuti lomba Story telling (bercerita), 13 peserta mengikuti lomba Poem (puisi) dan 14 peserta mengikuti lomba Singing (bernyanyi).

BACA JUGA: Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Untuk review Kemudian Tingkat SMA, 27 Peserta mengikuti lomba Speech (Pidato), 23 Peserta mengikuti lomba Bercerita (Bercerita), 24 Peserta mengikuti lomba Poem (puisi), 21 Peserta mengikuti lomba menyanyi ( Bernyanyi ), Serta Terdapat 12 tim Yang mengikuti lomba Debating (perdebatan).

@ng




Dinas Sosial KLU Tempel Stiker di Rumah Penerima PKH

Setelah melakukan penempelan stiker di rumah warga penerima PKH, pihak Dinas Sosial juga melakukan kunjungan di rumah penderita tumor ganas

KAYANGAN.lombokjournal.com ~ Penempelan stiker secara simbolis pada rumah warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Senin (04/10/20).

Dinas Sosial bantu penderita tumor
Kujungan ke psien tumor

Kepala Dinas Sosial KLU, Fathurrahman S.T saat melakukan penempelan stiker itu didampingi Kepala Kecamatan Kayangan, Siti Rukaiyah, Nisanim, S,IP, Kepala bidang Rehabilitasi sosial, Korkap PKH, Raden zulkarnaen, S.Pdi.

Penempelan stiker di rumah warga penerima PKH itu kemudian akan dilanjutkan oleh pendamping di setiap desa.

BACA JUGA; Kampanye Negatif Tentang Rokok, Rugikan Petani Tembakau

“Penempelan stiker secara simbolis kita lakukan hari ini dengan ibu Camat kayangan, kemudian nanti akan dilanjutkan oleh teman-teman pendamping ke desa yang lain, karena masing-masing desa ada pendampingnya,” kata Fathurrahman.

Agenda Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara selanjutya mengunjungi rumah pasien penderita tumor ganas yang ada di desa Santong.

Pasien tersebut telah menjalankan operasi dengan lancar dan saat ini dalam proses pemulihan. Pasca operasi pasien, kontroling tetap dilakukan oleh pihak kesehatan guna membantu pemulihan pasien yang saat ini sudah kembali di kediamannya.

Pihak Dinas Sosial melalukan kunjungannya yang kedua guna memberikan bantuan sembako, makanan siap saji dan perlengkapan tempat tidur untuk pasien.

“Pada kunjungan pertama, kami membujuk pasien untuk mau mengikuti prosedur kesehatan guna mengobati penyakitnya, dan alhamdulillah pada kunjungan kedua ini kami bisa mengantarkan beberapa kebutuhan untuk membantu masa pemulihan pasien.” jelas Fathurrahman.

Pasien penderita tumor ganas merupakan salah satu warga yang berdomisili di Desa Santong. Pasien tersebut telah mendapatkan penanganan dari RSUD Tanjung, dengan bantuan pendanaan dari Dinas Sosial dan santunan dari berbagai pihak yang telah melakukan penggalangan dana, yang langsung didonasikan sebagai biaya pengobatan pasien.

BACA JUGA: Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OHT

Saat menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan tempat tidur, Fathurrahman menghimbau, agar pihak keluarga bisa konsisten melakukan kontroling pasien ke tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat.

“Kontrol pada masa pemulihan sangat perlu diperhatikan agar pasien dapat segera sehat seperti biasa,” ujar Fathurrahan.

Ha