MTQ IX Lombok Utara Digelar 11 – 15 Oktober 2021

Penyelenggaraan MTQ IX untuk mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara akan digelar mulai tanggal 11 Oktober hingga -15 Oktober 2021.

Penyerahan piala menandai dimulainya penyelenggaraan MTQ IX di KLU

Hal itu diungkapkan Kabag Kesra, Alwi Agusto, S.Si., M.Pd, bahwa MTQ Pemerintah Kabupaten Lombok Utara secara resmi digelar tanggal 11-15 Oktober 2021.

Penekanan kegiatan kali ini adalah mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat yang lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional.

Sehingga bisa menentukan metode pembinaan secara efektif dan berkesinambungan baik dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.

”Meskipun MTQ IX tahun ini digelar secara sederhana, karena masih pandemi Covid -19, namun kita berharap besar agar seluruh kafilah yang mengikuti nantinya dapat menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama Kabupaten Lombok Utara baik di tingkat Provinsi nantinya,” kata Alwi Agusto.

BACA JUGA: Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong

Alwi Agusto menambahkan, jumlah peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok utara ini sebanyak 193 kafilah yang terbagi sesuai jadwal kegiatan.

Plt. Sekda, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM selaku Ketua Dewan Hakam MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara mengatakan, kegiatan MTQ IX yang mulai digelar akan diselenggarakan secara sederhana dan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan.

Meskipun dilaksanakan sederhana, namun tetap kita mengharapkan kualitas maksimal dengan mengedepankan keadilan dan profesionalitas.

Adapun lokasi perlombaan dibagai dalam 7 (tujuh) arena, yaitu di Masjid Baiturrahim Islamic Center, Masjid Borok Samaguna, Masjid Al Muttaqin Kandang Kaoq, TPQ Nurul Hidayah dan 3 arena lainnya di SMPN 1 Tanjung.

“Semua peserta musabaqah tidak diperkenankan untuk menonton di arena lomba, melainkan di ruangan,” kata Anding.

Selebihnya masyarakat bisa menyaksikan melalui link atau Facebook Diskominfo yang disiapkan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara.

Para wartawan media cetak dan elektronik di Lombok Utara turut mendukung  agar informasi bisa diakses masyarakat luas, ungkapnya.

Di masing masing arena sesuai mata lomba selama 3 (tiga) hari pelaksanaan perlombaan yaitu pada tanggal 12, 13 dan 14 Oktober 2021.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Jumlah masing masing peserta Kecamatan Pemenang sebanyak 46 Kafilah, Kecamatan Tanjung 49 Kafilah, Kecamatan Gangga 25 Kafilah, Kecamatan Kayangan 45 Kafilah, dan Kecamatan Bayan 28 Kafilah.

Pelaksanaan lomba pada tanggal 12 Oktober 2021 adalah kafilah dari Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung.

Sedangkan tanggal 13 Oktober 2021 Kafilah Kecamatan Gangga, Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Bayan.

Untuk penentuan final akan diadakan pada tanggal 14 Oktober 2021.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, mengharapkan dengan pelaksanaan MTQ kali ini dapat menghasilkan para juara juga melahirkan generasi qur’ani yang dalam dirinya mereka bumikan al Qur’an, sehingga Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah yang religious dan sejahtera.

“Sebagaimana VisiI-Misi Lombok Utara, InsyaAllah dan mohon dukungan semua pihak agar kegiatan MTQ IX KLU kali ini berjalan sebagaimana harapan,” katanya.

@ng




Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria KLU Dibuka Bupati

Rapat koordinasi atau rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Lombok Utara merumuskan banyak hal berkaitan tugas pokok gugus tugas reforma agraria

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2021, di aula Kantor Bupati, Senin (11/10/21).

Kegiatan Rakor GTRA Kabupaten Lombok Utara

Hadir pula dalam rakor tersebut, Pj. Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, Kepala BPN KLU, H. Supardi, SH, MH, para Kepala OPD, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, serta para undangan.

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, menyambut baik Rakor GTRA itu, salah satu tugas yang dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga terkait.

BACA JUGA: Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Baya

“Sebagai kepala daerah tentu saya menyambut baik rapat koordinasi yang diagendakan hari ini, dalam rangka merumuskan banyak hal berkaitan dengan tugas pokok gugus tugas reforma agraria” ungkapnya.

Bupati mengingatkan, reforma agraria itu tugas yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui hal yang berkaitan dengan pertanahan.

Maka atas dasar itu, terangnya, telah dibentuk tim di seluruh lini pemerintah yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional.

“Melalui kegiatan ini kita bisa menghindari konflik masalah pertanahan yang sering terjadi,” jelas bupati.

Dijelaskan pula, Gugus Tugas Reforma Agraria tersebut menunjukkan kehadiran negara atas berbagai permasalahan terkait aspek agraria, sosial, ekonomi, politik maupun pertahanan dan keamanan, bertujuan menata aset dan akses

“Saya mengharapkan hasil dari kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pedoman, di samping aturan yang berlaku mengingat masih banyaknya wilayah yang belum tersentuh oleh pensertifikatan lahan di KLU,” pungkasnya.

Semantata itu, Kepala BPN KLU H. Supriadi, SH, MH mengungkapkan, ada dua kegiatan besar GTRA yaitu legalisasi aset, dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai sekarang

Dan telah menerbitkan sebanyak 28.807 bidang tanah bersertifikat dan ada 23.800 bidang tanah yang belum terdaftar atau bersertifikat sesuai data DHKP KLU tahun 2017.

“Dengan roadmap penyelesaiannya ditargetkan selesai pada tahun 2025, maka rata-rata penerbitan sertipikat per tahun sebanyak 5.950 bidang, sehingga seluruh bidang tanah yang ada di KLU sudah terdaftar seluruhnya,”pungkasnya.

BACA JUGA: Irigasi Tetes, dan Hamzah Emiter

Kegiatan lain, menurut Supriadi, penataan akses, melalui program pemberdayaan masyarakat dilakukan pada tahun 2018 di Desa Genggelang dengan komoditi durian Channe, pengembangan dan labeling bibit durian jenis unggulan lainnya, sehingga dapat dijadikan ikon Argowisata Lombok Utara kedepan.

@ng




LFC Belanja Pemain Anyar, Rekrut Tiga Talenta Terbaik Persebaya

Bergabungnya tiga pemain baru dari Ex Persebaya ke dalam LFC akan menambah kedalaman skuad LFC dalam mengarungi kompetisi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Foottball Club (LFC), klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) kembali mendatangkan pemain anyar.

Tiga pemain direkrut dari Ex Persebaya Surabaya, salah satu klub papan atas di Indonesia.

Juru Bicara LFC, Rannya Agustyra Kristiono menuturkan, komitmen LFC menghimpun talenta-talenta terbaik. Bergabungnya tiga pemain baru kami dari Ex Persebaya ke dalam tim, akan menambah kedalaman skuad LFC dalam mengarungi kompetisi.

“Ini akan membawa LFC kian dekat dengan target-target yang telah ditetapkan,” kata Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono, Minggu (10/10/21).

Ketiga pemain yang direkrut LFC tersebut adalah playmaker Arif Rahman, gelandang serang Ananda Naufal Fahreza dan Vijay Arafik.

Ketiganya telah tiba di Mataram pada hari Sabtu (09/10), dan langsung bergabung dalam pemusatan latihan LFC di markas Yonif 742/SWY.

Belanja pemain LFC terbaru ini adalah rekrutan kedua di awal Oktober ini.

BACA JUGA: Wabup Danny dan Kadis DKPPP Serap Aspirasi Petani Tegalan

Sebelumnya, LFC telah resmi mengikat kontrak tiga pemain dari Persiraja Banda Aceh, salah satu kontestan Liga 1, liga sepakbola kasta tertinggi di Indonesia.

Para pemain ini, akan bahu membahu mencapai target LFC yang akan memulai Liga 3 akhir November ini. LFC memasang target tinggi dengan menjadi juara Liga 3, untuk selanjutnya membuka jalan bagi LFC promosi ke Liga 2 Indonesia tahun depan.

Rannya mengatakan, hari ini LFC secara resmi telah memulai pemusatan latihan. Training Center digelar di Maskas Batalyon Infantri 742/SWY Mataram di kompleks TNI AD di Gebang.

Presiden LFC, H. Bambang Kristiono (HBK) sedang di Paris

Selama 45 hari, para pemain LFC akan digembleng oleh para pelatih untuk penguatan mental,  fisik, dan pemahaman taktik. Selain itu, pemusatan latihan juga diharapkan akan menghasilkan tim work yang kuat dan para pemain memiliki disiplin yang tinggi.

“Selama pemusatan latihan, para pemain LFC akan tinggal di barak. Seluruh pemain akan menjalani sesi latihan setiap pagi dan sore,” imbuh dara yang saat ini masih menempuh study di Brunnel University, London, Inggris ini.

Setiap satu sesi latihan akan berlangsung selama 1,5 – 2 jam. Dan dari hasil training center tersebut kata Rannya, akan terlihat kelemahan dan kelebihan masing-masing pemain sebagai bahan evaluasi dan perbaikan performa tim work.

Era Baru Sepakbola Modern

Presiden  LFC H. Bambang Kristiono bersama Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono, saat ini sedang berada di “Kota Cinta” Paris, Prancis.

HBK tengah mempelajari dari dekat pengelolaan klub sepakbola Paris Saint Germain (PSG), salah satu klub sepakbola ternama negeri pendiri Uni Eropa ini. PSG, saat ini adalah rumah bagi pemain-pemain bertalenta hebat di dunia seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Neymar Jr, dan Angel di Maria.

Sebelum tiba di Paris, HBK dan Rannya telah lebih dulu melihat langsung bagaimana klub profesional seperti Ajax Amsterdam di Belanda mengelola manajemen klub sepakbola modern.

Termasuk membina dan melahirkan pemain-pemain muda berbakat dari akademi sepakbola yang mereka miliki.

Selama di Belanda, HBK mengatakan, dirinya banyak membangun diskusi dengan tokoh-tokoh sepakbola Negeri Kincir Angin terkait arah perkembangan sepakbola modern saat ini.

Hal yang sama juga akan dilakukan pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini selama berada di Prancis.

“Rupanya di era sepkabola modern seperti saat ini, fisik yang tinggi dan besar itu sudah tidak penting lagi,” kata HBK.

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, yang terpenting dari pemain-pemain sepakbola saat ini adalah tenaga yang prima, pergerakan yang gesit, dan kesehatan kardio yang bagus.

HBK memberi contoh bagaimana N’golo Kante di Chelsea dan Kevin de Bruyne di Manchester City. Dua pemain dengan postur yang tidak tinggi besar, namun mampu menjelma menjadi pemain kelas dunia yang ditakuti lawan.

BACA JUGA: Irigasi Tetes dan Hamzah Emiter

Bahkan, baik di Chelsea maupun Manchester City, dua klub papan atas Liga Inggris, rata-rata postur pemainnya relatif kecil-kecil, tapi mereka lincah-lincah dengan tenaga atau power yang prima.

Selain itu, HBK menekankan, saat ini para pemain sepakbola juga dituntut kreatif dan terus bergerak mengusai lapangan. HBK mencontohkan bagaimana pemain yang berprofesi sebagai bek, sekarang mereka tidak hanya menunggu dan statis menanti lawan datang. Tetapi mereka juga harus mampu menyerang dan bahkan mencetak gol.

“Filosofi sepakbola modern inilah yang akan diadopsi oleh pelatih dan seluruh pemain LFC. Postur pemain yang kecil, bukan menjadi penghalang untuk mencapai prestasi terbaik,” tandas HBK.

Me

 




Irigasi Tetes, dan Hamzah Emiter

Dengan EMITER, irigasi tetes dan program smart farming, ke depan bertani tidak hanya bisa dilakukan di lahan subur yang kaya air. Di lahan kering dan marginal, sektor pertanian dapat juga tumbuh dan berkembang.

Tulisan irigasi tetes yang sempat kontroversial
Oleh: Lalu Gita Aryadi, Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketika  di medsos ramai pro-kontra, bahkan ada yang turun demo menyoal irigasi tetes,  saya teringat seorang teman kala di Bappeda Provinsi NTB.

Namanya Pak Hamzah. Pria kelahiran Jereweh tahun 1960. Kini sudah pensiun dengan pangkat IV/b. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala BPTP Dinas Perbunan Provinsi NTB.

15 tahun lalu,  ketika menjadi Sekretaris Bappeda Provinsi NTB,  Saya mulai kenal Pak Hamzah ini. Pak Hamzah EMITER, begitu kami sering memanggilnya.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Pak Hamzah dalam kesehariannya hanyalah staff yang tampak biasa-biasa saja. Tapi cobalah ajak bicara EMITER, ia tiba-tiba berubah ‘tidak biasa-biasa saja’.  Mantan penyuluh pertanian, alumni SPMAN Mataram (1980), Alumni APP Malang (1991) dan alumni Universitas Muhammadiyah Mataram (2007) ini menjadi seseorang yang spesial. Ia tia-tiba berubah menjadi Staff yang luar biasa dengan  basis ilmu yang cukup mendukung.

Dia faham ilmu tanah, ilmu kimia juga ilmu pertanian.  Ditambah dengan kepeduliannya pada kondisi alam lingkungan. Ini yang membuat saya terkesan dengannya. Hingga kini.

Pak Hamzah, penemu dan tokoh penting dalam pengembangan EMITER. EMITER  akronim dari Evavorasi (penguapan di permukaan tanah), Material (bahan/media), Infirtrasi (hilang air ke bawah tanah), Transformasi (diteteskan dengan infus ), Evavotranspirasi (hilang air dari tanah  dan Resfirasi (pernapasan tanaman, perbandingan air dan udara dalam tanah).

EMITER merupakan  alat untuk menyalurkan nutrisi, air, hormon, dan protein carrier pada bagian batang tanaman dengan sistem diffusi (facilitated Diffusion). EMITER dipasang pada pipa lateral yang berfungsi mengatur keluarnya tetesan air pada durasi  dan  tekanan tertentu. EMITERnya Pak Hamzah tidak butuh tekanan air yang tinggi. Cukup dengan gravitasi saja. Rahasianya di komposisi bentonit (lumpur tanah liat) dengan bahan lain dan proses pembuatannya.

Bahan EMITER dibuat dari campuran liat serbuk dan tepung yang berasal dari bagian tanaman yang bersel hidup yang mempunyai kandungan asam abisat.

Dengan EMITER, tidak ada ketergantungan pada musim berbuah. Nilai jual hasil tanaman buah dapat meningkat. EMITER telah diuji coba dan dikembangkan diberbagai tempat untuk berbagai komoditi buah-buahan seperti: buah manggis, durian, rambutan, klengkeng, mangga, salak, jeruk, coklat, kelapa, cengkeh  juga mete. Kini melalui Yayasan Santiri sedang kerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB mengembangkan jahe merah menggunakan EMITER.

EMITER yang sudah dikembangkan dengan berbagai produk turunannya ini, diawali tahun 1991 di kecamatan Woha Kabupaten Bima. Dilakukan serangkaian uji coba selama 3 tahun. Tahun 1994 diaplikasikan di beberapa tempat, khususnya di lahan kering oleh GTZ. EMITER adalah sebuah inovasi dan solusi bertani di lahan kering. Efisien dalam penggunaan air – Drip Irigation, dapat merangsang pembuahan di luar musim, pengaturan panen (off session), pembibitan tanaman tahunan (media anti stress) serta perbaikan lingkungan dengan mikro organisme yang menguntungkan (bio aktivator).

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Tahun 2002 inovasi EMITER terdaftar dan diakui menjadi anggota Ashoka – sebuah lembaga yang concern pada inovasi untuk masyarakat. Ashoka berkedudukan di Arlington Virginia USA.

Pak Hamzah sebagai penemu tehnologi EMITER telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan dari dalam dan luar negeri. Sosok dan kiprahnya pernah menjadi bahan  liputan berbagai media cetak dan elektronik nasional. Dalam buku Leading social entrepreneurs (Ashoka, 2004, halaman 168-170), mengulas Pak Hamzah EMITER  sebagai sosok “changing the world“.

Pak Hamzah EMITER, kini sudah pensiun dengan tenang. Dari temuannya itu, Pak Hamzah EMITER sudah mendapatkan hak royalty sebagai kompensasi hasil kekayaan intelektualnya.

“Dari royalty itu saya  membangun laboratorium yang kini kemudian  menjadi rumah saya. Juga bisa  membeli lahan untuk tempat riset saya.  Waktu itu, Masih ada sisa uang  sebanyak Rp.48 juta. Saya bagikan ke semua teman-teman staff di Bappeda,” katanya dengan senyum sumringah ketika berkesempatan  bernostalgia dengan Pak Hamzah EMITER beberapa waktu lalu.

Dalam nostalgianya, Pak Hamzah tidak lupa menceritakan andil seorang temannya yang  membantu menghitung dan menyusun formula dalam riset-risetnya. Teman saya itu adalah Pak Ir. Muhammad Riadi MSc, yang kini diberi amanah sebagai Kadis Pertanian dan Perkebunan, katanya bangga.

Karenanya terkait pro kontra berita di medsos dan beberapa kali demo tentang irigasi tetes, saya sudah meminta  Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB  untuk atensi, memberi pencerahan dan memastikan pogram irigasi tetes sudah on the good track.

Seperti dilaporkan Kadis Pertanian dan Perkebunan ke Sekda NTB, secara tehnis irigasi tetes di areal lahan kering Desa Akar-akar Kabupaten Lombok Utara tetap berfungsi dan dimanfaatkan petani. Keberadaan jagung yang segera dipanen merupakan bukti berfungsinya irigasi tetes. Secara administrasi, mesin irigasi tetes telah diserahkan kepada kelompok tani penerima bantuan dengan berita acara serah terima barang yang lengkap.

Dari aspek pengadaan mesin irigasi tetes, sudah melalui mekanisme sesuai dengan peraturan yang ditentukan,  kata Kepala Biro Pengadaan Barang Jasa Setda NTB – Ir. H. Sadimin MM. Bapak Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE. MSc., melalui akun facebook-nya turut  memberikan respon  dengan mempersilahkan masyarakat mengadukan secara hukum bila menemukan ada hal-hal yang dirasakannya janggal.

Irigasi tetes dan inovasi dalam pertanian modern akan terus terjadi. Pada tanggal 30 Mei 2021, ketika  mewakili Gubernur NTB dalam acara penandatangan kerjasama ekonomi  dengan Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil (Kang Emil), saya  berkesempatan menyaksikan Smart Farming di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut Jawa Barat. Sambil meninjau smart greenhouse yang menggunakan tehnologi hidroponik, Kang Emil saat itu sekaligus mencanangkan program petani milenial juara.

Dengan adanya EMITER, irigasi tetes dan program smart farming, ke depan bertani tidak hanya bisa dilakukan dilahan subur yang kaya air. Di lahan kering dan marginal, sektor pertanian dapat juga tumbuh dan berkembang. Bertani di lahan kering dengan menggunakan EMITER dan irigasi tetes, prinsipnya adalah memberi minum tumbuhan pada waktu yang dibutuhkan. Bukan memandikan dan merendam akar tumbuhan dengan grojokan air yang berlimpah yang akhirnya mubazir. Akar tumbuhan bila direndam air berlebihan yang tidak seimbang dengan kebutuhan oksigennya juga tidak baik. Akibatnya pohon bisa menguning lalu mati.

Dengan sentuhan tehnologi pertanian akan mendukung meningkatnya kesejahteraan petani kita. Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. ***

Kail dan jala cukup menghidupimu.

Tiada badai tiada topan kau temui.

Ikan dan udang menghampiri dirimu.

Wassalam

 




Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong

Kegiatan sosialisasi perkawinan di bawah umur memberi contoh generasi muda agar saling mengingatkan akan bahaya pernikahan di bawah umur

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Karang Taruna Desa Santong, berkolaborasi dengan Duta Genre KLU, menggelar agenda sosialisasi pencegahan pernikahan dini atau di bawah umur dengan sasaran siswa sekolah, di aula Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, Minggu (10/10/21).

Sosiallisasi bahaya pernikahan anak di bawah umur, menyasar siswa sekolah

Sosialisasi itu menggaet peserta dengan antusias tinggi dari dua lembaga pendidikan, antara lain Pondok Pesantren Albaqiyatusshalihat NW Santong, dan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong.

Hadir juga sebagai tamu undangan, Kepala UPT BLUD Puskesmas Santong, Baiq Nirmala Sari S,Sos., yang memberikan apresiasi sosialisasi tersebut.

BACA JUGA: Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Nirmala menjelaskan, agenda sosialisasi tersebut sejalan dengan program dari Puskesmas Santong, tentunya sangat membantu dalam hal menyuarakan bahaya pernikahan di bawah umur.

“Kami sangat mengapresiasi agenda semacam ini, karena sejalan dengan program kami di Puskesmas Santong. Agenda ini juga dapat menjadi contoh untuk generasi muda agar saling mengingatkan bahaya pernikahan di bawah umur.” jelas Nirmala

Agenda yang bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak Dan Pendewasaan Usia Pernikahan”, mengingatkan bahwa kalangan pemuda harus ikut mengkampanyekan bahaya pernikahan di bawah umur.

Pihak Karang Taruna Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara menjelaskan, agenda tersebut merupakan salah satu rangkaian dari beberapa program Karang Taruna Desa Santong dalam bidang sosial dan pendidikan.

Antoni Pratama, Wakil Ketua Karang Taruna Desa Santong menjelaskan, selain untuk memberikan edukasi dan pembinaan, agenda ini didasari fenomena maraknya pernikahan di bawah umur di kabupaten Lombok Utara.

“Berkaca dari banyaknya pernikahan di bawah umur, kami menggelar agenda sosialisasi ini agar adik-adik yang masih dibangku sekolah bisa memahami bahaya atau resiko dari pernikahan di bawah umur,” jelas Anton

Dijelaskan,  Karang Taruna akan terus menggelar agenda pembinaan maupun edukasi terkait masalah kepemudaan.

Harapannya dapat memberikan dampak positif bagi pemuda maupun warga Karang Taruna yang ada di desa Santong.

BACA JUGA: Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

“Kami dari pihak Karang Taruna belum berani memutuskan apakah akan ada agenda lanjutan, karena kami juga harus menyesuaikan dengan anggaran kami pada masa pandemi. Harapannya semoga pihak pemerintah desa dapat memprioritaskan anggaran untuk operasional kami di tahun 2022 nanti, agar banyak hal-hal positif yang dapat kami berikan untuk desa Santong,” kata Anton.

Han




Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Lomba Kebun Gizi diapresiasi Ketua TP-PKK, karena sangat membantu PKK dalam  penangann masalah gizi, khususya masyarakat desa di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu menghadiri lomba Kebun Gizi yang diadakan oleh Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM) di Kecamatan Bayan, Minggu (10/10/21).

Ketua TP-PKK KLU hadir dalam lomba kebun gizi

Hadir pula Koordinator JAAM Project YNLM, Firman Laela, Officer Kebun Gizi YNLM Maselina Sedo, para juri serta lainya.

Kebun gizi merupakan salah satu suatu program alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya.

Selain untuk meyediakan bahan pangan, kebun gizi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga dengan menjual hasil kebun dan ditukarkan.

Ketua TP-PKK KLU, Hj.Galuh Nurdyiah menyampaikan, dengan keberadaan YNLM, sangat membantu PKK terutama dalam pengembangan kebun gizi, khususnya di empat desa di wilayah Kecamatan bayan.

BACA JUGA: Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

“Kami dari PKK mengucapkan terimakasih dan mengapreasiasi, kegiatan ini sangat membantu PKK khususnya di Pokja III yang menangani masalah gizi, kebun gizi ke depa tidak hanya di empat desa tetapi semua desa di KLU,” ungkapnya.

Dikatakan, lomba kebun gizi yang diadakan YNLM merupakan program sangat bagus untuk motivasi para kader dalam pengembangan kebun gizi.

Ke depannya, diharapkan pengembangan kebun gizi berkelanjutan, tentunya tidak lepas dari pendampingan dari YNLM maupun dari para kader.

“Kader-kader Champions kebun gizi sangat luar biasa bekerja maksimal di lapangkan. Masukkan dari para juri bisa menjadi catatan, kemudian disempurnakan ke depa,” tuturnya.

Menurutnya, program pendampingan yang dilakukan YNLM di wilayah Bayan ini sangat luar biasa mulai dari pembinaan dan pendampingan

Hj Galuh mengatakan, apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, sehingga baik kesehatan maupun gizi keluarga tetap terpenuhi.

“Tentu ke depannya, YNLM tidak hanya melakukan pendampingan tentang gizi saja, tapi juga program pendampingan lainya. Dan bisa berlangsung tidak hanya di Bayan, tapi JUGA di kecamatan lain, dan mudah-mudahan dengan program yang lebih banyak,” harap Hj. Galuh.

Mulai 2017

Officer Kebun Gizi YNLM, Maselina menuturkan, YNLM mulai masuk sejak 2017. Pada awalnya melakukan asesmen, dan mulai aktif menjalankan program di Tahun 2018.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Namun karena gempa 2018, program YNLM sempat terhenti dan lebih fokus pemberian bantuan pada masyarakat yang terdampak gempa.

“Program yang kami berikan pada masyarakat berkaitan dengan kebutuhan nutrisi, untuk peningkatan status gizi pada anak usia 0 sampai 3 tahun. Dalam projek peningkatan gizi anak ada tiga program yaitu kebun gizi, tumbuh kembang anak dan nutrisi sendiri,” tutur Maselina.

Kebun gizi sendiri sasarannya semua dusun yang ada di empat desa di Kecamatan Bayan yaitu Loloan, Anyar, Sukadana dan Baturakit.

“Keterlibatan PKK dalam hal ini untuk peningkatan gizi pada anak, jadi setiap pengolahan pangan lokal PKK dilibatkan selain juga di PAUD HI,”ungkapnya

Lomba Kebun gizi tingkat kecamatan merupakan apresiasi pada kader Champions kebun gizi YNLM dan orang tua sasaran, yang memiliki status anak BGM dan GK dengan 3 Indikator Penilaian Kelembagaan, Input dan Output.

Kegiatan Penilaian selama dua hari di empat desa dengan tim juri dari PKK, Dikes, DP2KBPMD, DKPPP dan Bagin Kesra.

Hasil dari penilaian para juri menetapkan Juara 1 Desa Sukadana, Juara 2 Desa Batu Rakit, Juara Tiga Desa Loloan serta Empatnya Desa Anyar.

@ng




Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

PSSI Kabupaten Lombok Utara (KLU) merancang penyelenggaraan Kompetisi reguler usia 23 tahun Bupati Cup, setelah beberapa tahun persepakbolaan KLU mati suri

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kompetisi reguler usia 23 tahun Bupati Cup akan diselenggarakan PSSI Kabupaten Lombok Utara.

Ketua PSSI Kabupaten Lombok Utara, H. Raden Nuna Abriadi, S.IP mengungkapkan itu saat rapat internal bersama Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, Jum’at (08/10/21).

Rapat internal yang membahas rencana kompetisi reguler usia 23

Dalam rapat internal itu, Nuna Abriadi menyayangkan keberadaan PSSI yang memprihatinkan, lantaran tidak ada sama sekali kegiatannya belakangan ini.

Nuna membandingkan ketika awal merintis kegiatan event turnamen Bupati Cup, saat itu Bupati Lombok Utara terpiih pertama adalah H Djohan Syamsu, ungkapnya.

“Komunikasi kami sangat inten dengan Bupati saat itu, sehingga kegiatan berbagai evet pun barjalan baik dan berprestasi,” ungkapnya.

BACA JUGA; Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

Ia mengakui, pada tahun sebelumnya komunikasi PSSI KLU dengan Pemda dalam pembinaan persepakbolaan kurang lancar.

Menurutnya, mungkin hal ini disebabkan masalah persepakbolaan kurang dipahami dengan baik sehingga kurang mendapat perhatian.

Padahal permainan oahraga sepakbola ini sudah menjadi bagian kehidupan dari masyarakat, bukan saja di Kabupaten Lombok Utara, namun juga Dunia.

“Untuk menggapai prestasi sepakbola, tidak bisa berdiri sendiri. Harus seluruh kekuatan, seluruh stakeholder pemangku kebijakan termasuk masyarakat harus berperan aktif membangun persepakbolaan,” kata Nuna.

Awal pelaksanaan event turnamen, di era kepemimpinan Bupati Djohan yang pertama, persepakbolaan mampu berprestasi berturut-turut, baik di tingkat Kabupaten, dan menjadi runner-up di kompetisi Kabupaten lain.

Nuna menuturkan di depan Bupati dan pengurus dan anggota PSII lainnya, waktu itu persepakbolaan KLU sangat maju.

Dulu Askab PSSI sampai bisa mengikuti Kompetisi Reguler di luar pulau Lombok, karena sinerginas antara Askab dan Pemda KLU berjalan dengan baik

“Kami ini dan siapapun sangat mencintai sepak bola dan ini menjadi bagian dari keseharian kami. Kecintaan itulah mengikat emosional kami,” katanya.

Namun dituturkannya, dalam masa sulit pun tidak pernah ada kompetisi yang tidak diikuti. Nuna mengaku mengirim tim sepak bola KLU ke pulau Sumbawa.

Walaupun dalam 2 tahun ini tidak mendapatkan dana hibah tapi Askab PSSI KLU tetap mengikuti kompetisi reguler yang diadakan Asprov PSSI NTB baik U. 23 . Maupun U. 17 th

Termasuk mengikuti kompetisi ke Kabupaten lain, meski tidak ada pembiayaan sama sekali.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

“Kami sengaja memberikan gambaran ini kepada bapak Bupati, agar masyarakat maupun Pemerintah Daerah punya perspektif atau cara pandang yang sama terhadap sepakbola kita,” kata Nuna.

Ia menekankan, untuk saat ini keberadaan klub yang ada di Kabupaten Lombok Utara harus diketahui pihak PSSI KLU.

Nuna bertekad membangun manajemen persepakbolaan yang semi-profesional yang berbasis ITEE dalam bulan ini.

Dan satu bulan ke depan PSSI Nusa Tenggara Barat menggelar kompetisi reguler usia 23 dan 17 tahun, yang diselenggarakan oleh Asprov Provinsi NTB dan diikuti oleh seluruh Kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat.

Saat ini telah ada tim yang sedang bekerja melakukan seleksi para pemain sepak bola dari Kecamatan Bayan sampai Pamenang.

Diharapkan, kegiatan yang dimaksud bisa didukung Pemda dalam pembiayaan operasional. Sebab kegiatan yang dimaksud merupakan upaya penataan organisasi dan rekrutmen pemain.

Persiapan tim yang membawa panji-panji Kabupaten Lombok Utara pada kompetisi pada bulan November mendatang ittu sangat penting.

Dalam rapat internal itu Nuna mendesak pada Pemda KLU memberi dukungan pada agenda penyelenggaraan Bupati Cup kompetisi reguler usia 23 tahun.

Penyelenggaraan yang dimaksud dalam bentuk kompetisi reguler PSSI Kabupaten Lombok Utara. Kompetisi reguler ini membantu membentuk insan sepak bola, agar mereka memahami bahwa sepakbola Kabupaten Lombok Utara tidak sekedar menjadi hobi harian.

“Tapi benar-benar sepak bola menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” kata Nuna.

Pemda terjun langsung

Bupati Djohan Sjamsu dalam pertemuan interna itu mengakui, persepakbolaan  memang memerlukan pembiayaan cukup besar dalam rangka pembinaan.

“Saya salut tadi ada menyebutkan ada pembinaan di usia 17 tahun juga grup 23 tahun. Mudah-mudahan pemerintah daerah ikut terjun langsung di dalamnya,” sambut bupati.

Bupati juga menyinggung soal lapangan Gondang yang segera akan ditertibkan, karena masih berdiri bangunan hunian sementara (Huntara).

Selain itu, Bupati Djohan merencanakan lokasi baru untuk lapangan umum, karena tidak menutup kemungkinan lapangan Supersemar Tanjung akan dibangun pusat perkantoran, ungkapnya.

Di akhir rapat internal, PSSI menyerahkan dokumen/proposal rencana kegiatan dan pembiayaan.

@ng

 




Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

Setelah Pengurus PAPPRI KLU dikukuhkan, diharapkan bisa menjadi mewadahi dan mendorong perkembangan musisi lokal

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepengurusan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Cabang Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang dipimpin Sully Rahayu Nirmala, S.Pd, dikukuhkan Asisten 1 KLU, Drs HR Nurjati di Tanjung, Jum’at (08/10/21).

Asisten 1 mengukuhkan pengurus PAPPRI Lombok Utara
Drs HR Nurjati

Raden Nurjati mengatakan, sedianya Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu hadir dalam pelantikan, namun karena padatnya kegiatan Kepala Daerah tiap Hari Jum’at, pengukuhan dimandatkan kepada Asisten 1, Drs HR Nurjati.

Nurjati berharap, agar DPC PAPPRI Lombok Utara yang pertama kali terbentuk secara definitif, dapat melaksanakan kegiatan sebagaimana diharapkan.

“PAPRI harus bisa bersaing dengan daerah lain hingga ke tingkat Nasional,” harap Nurjati.

Diakuinya, keberadaan seniman musik di daerah KLU masih jauh tertinggal dibandingkan daerah-daerah lainnya, khususnya di NTB.

BACA JUGA:

Pusat Evakuasi Masyaakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Berkaitan dengan dukungan Pemda, Raden Nurjati menyebutkan, belakangan ini kondisi daerah masih berkosentrasi dalam penanganan paskagempa dan pandemmi Covid 19 yang butuh penanganan serius.

Wadah seniman musik

Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) didirikan dengan tujuan menjadi wadah yang menampung aspirasi para seniman musik, pencipta lagu, penyanyi, penata musik, pemusik.

Keberadaan wadah “PAPPRI” sebagai tempat kegiatan baik dalam pembinaan maupun tempat berkreasi sesama pecinta seni musik, serta sebagai sarana komunikasi dan melindungi kepentingan mereka.

Keberadaan PAPPRI diharapkan menjadi motivator yang melindungi industri musik lokal, nasional maupun global, agar berkembang menjadi profesional dan unggul dalam industri musik.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jengggala, Wadah Konsultasi Petani

Menurut Uly, (panggilan akrab) PAPPRI secara resmi terbentuk pada Bulan April 2021, meski secara individual PAPPRI KLU sudah terlebih dulu ada, namun secara kelembagaan belum didefinitifkan.

PAPPRI juga memiliki fungsi sebagai wadah bersama dalam memberikan perlindungan kepada anggotanya atas hak-hak ekonomi dan hak moral karya ciptanya.

Acara pengukuhan pengurus PAPPRI KLU di bawah kepemimpinan Sully Rahayu Nirmala, S.Pd, dihadiri pewakilan OPD Dikbudpora, OPD Pariwisata dan segenap perwakilan seniman se Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Sully, saat ini keberadaan para seniman dan musisi yang semakin berkembang di Kabupaten Lombok Utara.

“Karena itu pembentuk wadah PAPPRI sangat dibutuhkan, khususnya bagi seniman musik,” jelasnya.

Di Lombok Utara, kegiatan bermusik tidak asing lagi bagi masyarakat berbagai kalangan, dan sekarang ini ada berbagai macam jenis musik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Kenikmatan Estetis Musik berfungsi memberikan ketenangan jiwa kepada pendengarnya dengan keindahan yang ada di dalam musik. Seseorang akan merasa senang apabila mendengarkan musik kesukaannya.

“Fungsi musik merupakan media penyampaian nilai-nilai kebaikan melalui melodi maupun lirik lagu, dari pencipta musik kepada para pendengarnya,” jelas Sully

 Struktur Pengurus DPC PAPRI KLU

Ketua, Sully Rahayu Nirmala, S.Pd.

  • Wakil Ketua I; Lukman As’ari,
  • Wakil Ketua II; Fahrurrozi, S.Pd,
  • Sekretaris; Lita Nirmalasari
  • Bendahara: Aricca Kurnia kartini.

@ng

 

 

 




Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Workshop dilaksanakan untuk mengidentifikasi penduduk miskin di KLU, permasalahan yang dihadapi, dan cara mengatasinya dengan program-program di Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Workshop Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dan Diimplementasikan dalam RKA 2022 untuk mengidentifikasi sasaran penerima program kemiskinan.

Selain itu untuk menentukan intervensi apa yang akan dilakukan sesuai permasalahan kemiskinan, serta menentukan target intervensi yang akan dimasukkan ke dalam RKA 2022.

Peserta workshop sebanyak 64 orang

Plt. Sekertaris Bappeda Kabupaten Lombok Utara, Parihin,S. Sos, mengatakan itu saat menyampaikan sambutan kegiatan Workshop Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dan Diimplementasikan dalam RKA 2022 Kamis (07/10/21).

Menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 sebesar 26,99%, masih berada di atas rata-rata kabupaten/kota lainnya di NTB.

BACA JUGA: Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani 

Sehingga harus dilakukan percepatan penurunan angka kemiskinan yang komprehensif, efektif dan efisien. Serta mengidentifikasi penduduk miskin di Kabupaten Lombok utara, permasalahan yang mereka hadapi, dan bagaimana cara mengatasinya dengan program-program yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Ketepatan sasaran program sangat penting untuk percepatan penurunan angka kemiskinan. Jika yang disasar bukan orang miskin, maka penurunan angka kemiskinan tidak tercapai,” kata Parihin.

Kegiatan worshop ini diikuti peserta sebanyak 64 orang, terdiri atas Asisten 1 dan 2, Narasumber penanggap dari akademisi dan praktisi, Kepala Perangkat Daerah beserta Kasubag Program terkait, Kabid terkait serta Bidang Perencana Bappeda.

BACA JUGA: Klinik Pertanian di Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Peserta yang melaksanakan presentasi pada hari pertama hadir seacara langsung, sedangkan peserta pada hari kedua hadir secara daring melalui zoom.

“Kami apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan narasumber atas dukungan dan partisipasinya dalam mensukseskan Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan ini,” kata Parihin.

@ng

 

 

 




Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Klinik pertanian di Desa Jenggala satu-satunya di Lombok Utara, berdirinya dilandasi besarnya potensi pertanian serta kompleksnya masalah yang dihadapi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaunching klinik pertanian sekaligus mengukuhkan kelompok Taruna Tani melenial Desa Jenggala di Halaman Kantor Desa setempat, Kamis (07/10/21).

Hadir pula Camat Tanjung, Reselim SSos, Kepala Desa Jenggala Fakhruddin SPd, serta undangan lainnya.

Kata bupati, klinik pertanian di Jenggala ini satu-satunya di KLU
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati launching klinik pertanian di Desa Jenggala

Bupati Djohan menyampaikan, klinik pertanian ini merupakan satu-satunya di KLU. Diharapkan, ke depan klinik pertanian itut dikelola dengan baik, dan harus berkelanjutan untuk mendukung.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Karena itu, perlu kerjasama dengan Bumdes serta lainya demi kepentingan masyarakat, mengingat Desa Jenggala punya potensi luar biasa.

“Saya mengapresiasi dilaunchingnya klinik pertanian, serta selamat atas di kukuhkannya kelompok tani milenial Desa Jenggala,” ungkap bupati.

Dengan dikukuhkannya petani melenial, mereka anak-anak muda  bersemangat dan enerjik yang memiliki ilmu pertanian, akan berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian.

“Harapan saya  kalian anak-anak mudalah yang mengambil peran sebagai petani  biarkan yang tua istirihat,” kata bupati.

Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin menyampaikan, hampir 80 persen potensi pertanian yang dimiliki Desa Jenggala. Besarnya  potensi yang dimiliki serta permasalahan kompleks di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga panen, hal itu yang mendasari berdirinya klinik Pertanian.

Ke depan, klini pertanian akan menunjang kebutuhan para petani, sebagai salah satu wadah para petani berkonsultasi masalah pertanian.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

“Harapan kami pada pengurus Bumdes nantinya bisa kerjasama dalam membangun sinergi serta menjalin komunikasi dengan baik dengan Pemda,  khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” harap Fakhruddin.

Ditambahkan, terbentuknya kelompok Taruna Tani milenial,  bertujuan membantu mewujudkan program Pemda KLU  yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

@ng