Triathlon yang Makin Ngetrend, Olahraga Uji Daya Tahan Tubuh

Triathlon sering disebut juga dengan Trilomba, sudah ada sejak lama. Olahraga yang dipertandingkan dalam Triathlon ini adalah berenang, bersepeda dan juga lari

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tidak lama lagi Lombok menjadi tempat berlangsungnya HK Endurance Challence, merupakan olahraga Triathlon yang akan menempuh jarak kurang lebih 123 km.

Event HK Endurance Challence, tergolong event berskala Asia bahkan direncanakan menuju kelas dunia, seiring dengan ditetapkannya Lombok menjadi ajang MotoGP 2022.

lari merupakan bagian dari triathlon lari merupakan bagian dari triathlon

Triatlon makin menjadi olahraga yang ngetrend dan melejit di Indonesia. Meski sekarang pun banyak orang yang tengah menggalakkannya untuk melakukan pola hidup sehat, tentu saja olahraga ini memerlukan persiapan fisik yang memadai.

BACA JUGA: Event HK EC 123K, Kegiatan Besar di Tengah Pandemi

Bayangkan, event HK Endurance Challence saja akan menempuh jarak 125 km, dan tentu diikuti atlet yang berpengalaman. Daya tahan fisik benar-benar akan diuji, karena peserta selain menempuh jarak panjang juga butuh persiapan utuk berlari, bersepeda dan berenang

Mengenal apa itu Triatlon?

Di Indonesia, Triathon sudah ada cukup lama, olahraga yang satu ini kian melejit dan memiliki banyak peminat.

Triathlon sering disebut juga dengan Trilomba, seperti bisa dikuti di wikipedia. Olahraga ini menggabungkan tiga cabang olahraga menjadi satu kesatuan.

Dalam praktiknya, olahraga yang dipertandingkan dalam Triathlon ini adalah berenang, bersepeda dan juga lari. Ketiga olahraga ini dilakukan secara berkesinambungan atau berkelanjutan dan harus diselesaikan dalam satu waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Triathlon sendiri adalah olahraga yang menggabungkan antara kecepatan dan juga ketangkasan untuk menyelesaikannya. Untuk dapat menyelesaikan olahraga ini, dibutuhkan stamina yang cukup besar.

Hal itu dikarenakan, Triathlon ini merupakan cabang olahraga yang cukup menguras energi apalagi seseorang harus dapat menyelesaikan tiga olahraga sekaligus dalam satu waktu.

Seseorang itu pun juga diwajibkan berpacu dengan waktu agar semua olahraga dapat dituntaskan dengan baik.

Selain sudah mulai dipertandingkan pada ajang Asian Games 2018 yang lalu, Triathlon juga telah dilombakan pada ajang Olimpiade. Hanya saja, untuk di Olimpiade sendiri Triathlon juga masih terbilang baru karena baru saja diperlombakan pada ajang beberapa Olimpiade yang lalu.

Maka tak heran, Triathlon pun kian dikenal oleh masyarakat luas saat ini.

Ketentuan Triathlon

Mengutip dari sini Triathlon sendiri paling umum dilakukan dengan urutan renang – sepeda – lari. Namun, urutan ini dapat divariasi tergantung dari format kompetisi yang akan ditentukan.

Sehingga, Triathlon sendiri juga tergolong menjadi salah satu olahraga yang cukup fleksibel dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

Berbeda dengan olahraga lain khususnya estafet, dalam Triathlon sendiri dilakukan secara berurutan namun tetap ada jeda istirahat selama transisi dari olahraga satu ke yang lainnya.

Pemenang sendiri akan ditentukan berdasarkan orang yang berhasil menyelesaikan seluruh lomba dengan waktu yang paling cepat termasuk juga waktu jeda yang dihitung.

Manfaat Triathlon

Manfaat dari olahraga Triathlon ini sangat besar dan tak bisa Anda anggap remeh. Bersumber dari Planetsports, ada segudang manfaat Triathlon yang wajib Anda ketahui.

Manfaat pertama yang jelas bisa diperoeh dari Triathlon adalah menguatkan tubuh dengan maksimal. Pasalnya, dengan mulai melakukan olahraga Triathlon, secara tak langsung seluruh otot dan saraf Anda pun akan menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya.

Apalagi, Anda pun akan langsung mendapatkan manfaat dari tiga olahraga sekaligus.

Selain itu, seluruh bagian tubuh juga akan jauh lebih kuat dengan melakukan olahraga Triathlon ini. Berenang sendiri akan membantu menguatkan tubuh bagian atas dan tulang Anda.

Sementara itu, untuk bersepeda dan lari sendiri akan menguatkan tubuh bagian bawah sekaligus membantu untuk melatih ketangkasan Anda.

Manfaat berikutnya,  membuat energi tubuh menjadi lebih kuat. Triathlon merupakan olahraga yang membutuhkan energi besar.

Maka dari itu, dengan Anda rutin berlatih olahraga ini secara tak langsung juga akan membantu untuk meningkatkan energi tubuh dan ketahanan tubuh Anda dengan baik.

BACA JUGA:

Berlatih Triathlon juga dapat membantu untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan kombinasi olahraga renang, sepeda dan lari ini sangat cocok untuk menjaga organ tubuh agar tetap berfungsi dengan baik.

Sehingga, berbagai penyakit pun tak dapat masuk ke tubuh Anda sekaligus juga dapat meredakan stres.

Bagi yang saat ini mungkin tertarik untuk melakukan olahraga Triathlon ini, maka sangat penting untuk memerhatikan asupan makanan dan vitamin.

ist




Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limbah Berbahaya

Memanfaatkan fasilitas Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat penting, sebab air limbah yang dibuang bebas tanpa pengolahan sangat berbahaya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan bagian penting dalam mengolah limbah cair di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Kabupaten Lombok Utara.

Namun masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui pentingnya fasilitas IPAL termasuk prosedur operisionalnya sebagaimana RSUD Tanjung saat ini.

Masyarakat belum paham fasilitas IPAL
dr Made Suasa

Direktur RSUD Tanjungr. dr.I Made Suasa menuturkan, air limbah yang dibuang secara bebas tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu sangat berbahaya bagi masyarakat yang terpapar.

“Contohnya saja kegiatan rumah sakit yang limbahnya infeksius. Jadi bisa menimbulkan penyakit,” ucapnya pada Kamis, (14/10/21).

Made menuturkan, belum lagi misalnya senyawa organik yang terkandung di dalam air limbah bisa menyebabkan nilai COD (Chemical Oxygen Demand) atau BOD (Biological Oxygen Demand) tinggi.

BACA JUGA: 

Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Sumber Air Irigasi Jauh Lokasinya

Senyawa itu kalau terlepas di lingkungan dapat menyebabkan konsumsi oksigen sangat tinggi.

Adanya IPAL di RSUD ini bukan berati tidak berfungsi atau rusak, namun masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

“Kita tidak bisa memanfaatkan fasilitas tanpa mengikuti prosedur, namun pihak RSUD sudah melengkapi segala kelengkapan yang berkaitan dengan usulan baik di daerah hinggga ke Kementerian LH di Pusat, “ tutur dr. Made.

dr Made juga sedang menata dan membenahi internal karyawan maupun administrasi, karena Ia baru saja ditugaskan di tempat yang baru.

“Saya ingin bekerja untuk masyarakat kita di Lombok Utara sesuai bidang saya, dan saya butuh waktu yang tidak sedikit untuk membenahi internal RSUD ini,” katanya.

Ia berharap, semua pihak saling menjaga dan kalau ada suara sumbang terdengar di luar sana, perlu didiskusikan untuk mencari solusi terbaik.

“Saya juga manusia biasa dan tak lepas dari kekurangan, namaun saya senang kalau kita sama sama saling mengingatkan jika ada hal yang perlu sisampaikan,” imbuhnya.

Khusus berkaitan dengan IPAL ini memang sesuatu yang sangat vital katanya.  Itu pun bukan saja di RSUD, namun juga di Puskesmas, Perhotelan dll.

Belum lagi kegiatan-kegiatan yang menghasilkan limbah berupa nutrien, misalnya fosforus dan nitrogen.

BACA JUGA: Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19

Contohnya rumah makan, itu kan menghasilkan air limbah yang mengandung fosforus dan nitrogen itu kalau lepas ke lingkungan dapat menyebabkan eutrofikasi.

“Tapi saya tidak menyentuh kesana,  dan itu kira kura gambaran lain selain di RSUD ini,” tutur Direktur RSUD yang belum genap satu bulan menjabat ini.

@ng




Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

Kelompok Tani Sokong Sari” bersurat ke BWS Provinsi NTB melalui PUPR KLU, agar bisa memanfaatkan Sumur Bor bantuan BWS NTB di belakang Pasar Tanjung.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sejumlah perwakilan kelompok dan petugas pengatur air desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara mendatangi Kantor Unit Pelayanan Terpadu UPTD Tanjung untuk mengadu nasip “Kelompok Tani Sokong Sari” kesulitan dengan air irigasi yang cukup jauh dari sumbernya.

Kelompok Tani akan memanfaatkan sumur bor yang ada di Tanjung

Tidak jarang mereka tidak bisa mengolah lahan secara bersamaan dalam mengikuti pola tanam di musim kemarau, lantaran kesulitan pembagian air untuk bisa menjangkau lokasi.

Nurtip selaku Ketua P3A Mekar dan Tigarto Ketua “Kelompok Sokong Sari” mengatakan pada wartawan media ini, Kamis (14/10/21).

Menurutnya, sudah bersurat ke BWS Provinsi Nusa Tenggara Barat melaui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lombok Uatara pada tanggal 11 Mei 2021.

BACA JUGA: Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limbah Berbahaya

Namun hingga saat ini belum ada jawaban, padahal petani “Kelompok Sokong Sari” sangat membutuhkan untuk pengairan seluas 25 hektare.

Senada dengan I Wayan Sudanta, Bendahara Kelompok Sokong Sari. Ia prihatin dengan anggotanya terutama di musim kemarai seperti sekarang ini, tuturnya.

I Wayan Sudanta mengaku sudah mencoba juga menyedot air dari kali Sokong.  Namun karena keterbatasan sarana yang menunjang, kekuatan mesin tidak seimbang dengan luasan sawah yang diairi, sehingga usahanya kandas dan tidak maksimal.

Karena itu pula “Kelompok Tani Sokong Sari” bersurat ke BWS Provinsi NTB melalui PUPR KLU untuk diberikan memanfaatkan Sumur Bor bantuan BWS NTB yang berlokasi di belakang Pasar Tanjung.

Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti, S.Pt, sangat mendukung niat baik petani untuk bisa memanfaatkan Sumur Bor yang ada di seputaran persawahan Sokong Tanjung.

Daripada nganggur dan tidak di rawat, lebih baik berikan kepercayaan kepada kelompok tani untuk di manfaatkan di musim kesulitan air seperti ini, kata Aki Suharti.

BACA JUGA: Event HKEC 123k, Kegiatan Besar di Tengah Pandemi

“Saya juga bersyukur dengan cara mereka datang ke kantor untuk berdiskusi mengenai masalah mereka. Sayangnya hingga saat ini belum ada respon dari pihak BWS provinsi NTB, terkait pemanfaatan Sumur Bor ini untuk mengurangi beban petani kita disini,” ungkapnya.

@ng

 




Event HK EC 123k, Kegiatan Besar Di Tengah Pandemi

NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi jelang berlangsungnya world superbike dan MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ini event besar lainnya jelang world superbike atau WSBK, yaitu Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC).

Event ini semula akan dilangsungkan awal bulan Agustus lalu, tapi terkendala pandemi Covid-19 karena itu tertunda. Akhirnya dilakukan reschedule, dan kini akan digelar tanggal 15-17 acara puncak di bulan Oktober tahun 2021.

Melalui Konferensi Pers di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (13/10/21), Ketua Panitia HKEC, Okta menjelaskan terkait ppenundaan itu. Dan ia pun menegaskan, kegiatan HK Endurance Challenge sudah sekelas Asia dan direncanakan sekelas dunia.
Menurutnya, kegiatan ini dinamakan HKEC, karena ini adalah olahraga triathlon.

“Tentunya diselenggarakan dan diikuti oleh atlet atlet yang sudah berpengalaman,” jelas Okta.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovasi

Hk Endurance Challenge direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km. Start dari Gili Air sampai DI Pantai Sire menempuh sekitar 2 km, kemudian lanjut bersepeda sampai dengan masuk kawasan ITDC Mandalika yang panjangnya kurang lebih 100km.

Setelah itu dilanjutkan dengan run atau berlari sepanjang 20 km, sehingga di namakan HKEC dalam satu dekade itu 123km atau 123.Hampr dipastikan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini jumlahnya sekitar 100 peserta dari 18 negara internasional yang notabene semuanya sudah tinggal di Indonesia. Asal peserta yang dari 18 negara itu mewakili 5 benua Eropa.

Ketua Panitia HKEC Lombok Series itu juga menjelaskan, ada 100 peserta yang terdiri dari 60 peserta asal Indonesia dan 40 peserta adalah WNA yang menetap di Indonesia.
Partisipan asing yang bergabung berasal dari 18 negara yang mewakili 5 benua.

Diterangkan, usia peserta termuda berusia 19 tahun berasal dari NTB dan yang tertua adalah partisipan WNA berusia 65 tahun.

BACA JUGA: Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19 

Jumpa wartawan dalam kegiatan HC Endurance Challence, menurut Kadis Pariwisata NTB yang hadir saat itu, diharapkan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi.

Harapannya, melalui konferensi pers, seluruh informasi terkait dengan penyelenggaraan HKEC ini bisa paripurna diberitakan.

Ist
.




Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19 

Di saat pandemi Covid-19, warga Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung panen hasil kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). walau dengan skala kecil

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 hingga saat ini, persoalan pangan dan ketahanan pangan menjadi trending isu menarik yang dibicarakan.

Menjawab persoalan pangan di tengah terpaan pandemi Covid-19 saat ini, tentu peran sektor pertanian akan memberikan jawaban.

Warga Dusun Gol merasakan mafaat P2L Hasil dari kegiatan P2l yang dilakukan warga

Berdasarkan Undang–Undang (UU) No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kabupaten Lombok Utara dalam mengimplementasikan UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah”.

BACA JUGA: Vaksinasi Lintas Agama oleh Muhammadiyah KLU

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, pada media ini, Rabu (13/10/21) saat melakukan monitoring ke delapan (8) titik progeram P2L yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Utara Rabu 13/10-2021.

Menurutnya, di Lombok Utara urusan pangan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU.

Sugiartadi mengatakan, setidaknya ada 5 kegiatan yang sedang berjalan pada tahun 2021, yaitu:

  1. Program Pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman
  2. Program Pengembangan Pengawasan, Kerjasama dan Informasi Keamanan Pangan,
  3. Program Pengawasan dan Pengujian Pangan Segar
  4. Program Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, dan
  5. Program Distribusi dan Cadangan Pangan.

Salah satu program yang mendukung ketahanan pangan sebagai sumber pangan keluarga adalah program pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman dengan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kegiatan ini merupakan program kerja yang digagas oleh Kementerian Pertanian yang digerakan sejak tahun 2010 dengan nama Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilaksanakan didaerah oleh oleh Dinas DKPPP kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan dIdukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting.

Atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan.

Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga.

Seain itu, berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan minta kepada seluruh Pemerintah Daerah dari gubernur hingga tingkat desa, agar mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

“Manfaat Pekarangan Pangan Lestari (P2L), antara lain Pemenuhan Pangan dan Gizi keluarga, dan Peningkatan Perekonomian/pendapatan keluarga. Serta Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan rawan pangan dan gizi,” tutur Sugiartadi.

Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) terbukti mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan warga desa di tengah merebaknya wabah covid 19 yang terjadi saat ini, tuturnya.

Senada dengan Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti, S.Pt, yang didampingi PPL, Sofian,S.Pt dan Kepala Seksi Bidang Penyuluhan, I Made Dody  mengatakan, ternyata sangat dirasakan manfaatnya oleh Kelompok Wanita Tani (KArdikaWT) “PadaMara”, Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung.

Dusun itu merupakan salah satu binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan KLU dalam kegiatan P2L.

Ketua KWT Hj. Kartini mengungkapkan, manfaat kegiatan P2L saat pandemi ketika, ada social distancing dan pembatasan kegiatan.

BACA JUGA: Menanam Pohon Waru, Alternatif Cegah Abrasi

“Saat kita tidak boleh keluar, kelompok saya panen terus walau dengan skala kecil, saya kalau membutuhkan cabe, sayur tinggal petik dipekarangan dan untuk ikan lele tinggal ambil saja, bahkan saya bisa menjual bibit sayuran ke warga sekitar “ katanya.

KWT “PadaMara” ini adalah salah satu kelompok yang telah mendapatkan bantuan program kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Kementerian Pertanian pada tahun 2021.

Dengan jumlah anggota KWT yang berjumlah 30 orang ini mempunyai lahan demplot yang dikerjakan bersama, tuturnya pada wartawan media ini, hRabu.

@ng




Vaksinasi Lintas Agama Oleh Muhammadiyah KLU

Pemerintah menargetkan vaksinasi masyarakat harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk, karena itu semua instansi bergerak termasuk Muhamadiyah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi Vaksinasi Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Muhamadiyah Lombok Utara, di Kantor PDM Muhamadiyah Dusun Lekok Desa Gondang, Rabu (13/10/21).

Hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah KLU Drs. Parthu MSc, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH,Plt.Kepala Dinas Kesehatan dr.H Abdul Kadir,Plt Kepala DLHPKP H Husnul Hadi SKm, serta undangan lainnya.

Bupati mengapresiasi vaksinasi lintas agama yang dilakukan muhammadiyah
H. Djohan Sjamsu

Muhammadiyah seleggarakan vaksinasi intas agama

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovasi

Bupati Lombok Utara menyampaikan, vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya memotong rantai penularan Covid 19 di Indonesia, khususnya KLU.

“Pemerintah sendiri menargetkan masyarakat yang divaksin harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk yang ada saat ini,”ungkapnya

Ikhtiar kita untuk melakukan vaksinasi harus menyeluruh tidak bisa setengah-setengah dan membutuhkan partisipasi untuk membebaskan masyarakat kita dari Covid 19.

Terlebih target 70 persen sudah banyak upaya dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Stekholder lainnya dengan rata-rata masyarakat harus tervaksin 5000 orang setiap harinya.

“Semua instansi bergerak dalam hal ini termasuk Muhamadiyah yang melakukan vaksinasi lintas agama ini,” ungkapnya

Covid 19 suatu virus yang tidak nampak namun dampak sangat kita lihat di sekitar kita.

“Terimakasih kepada pimpinan muhammadiyah yang bekerja sama dengan pimpinan pusat yang melakukan vaksinasi kepada masyarakat Lombok Utara,” ujarnya

Sementara itu PDM KLU, Drs H Parthu mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan oleh jajaran Muhammadiyah di seluruh Indonesia sebagai bentuk ikhtiar dari muhamadiyah yang secara serius memutus rantai Pandemi.

Covid-19 melanda kita semua sejak 2020 lalu, banyak dampak yang kita rasakan pada kehidupan masyarakat.

BACA JUGA: Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

“Dengan adanya kegiatan vaksinasi ini nantinya terwujud target capaian yang diinginkan pemerintah bisa terpenuhi, gunanya mewujudkan masyarakat bebas beraktivitas sehari-hari,” jelasnya.

@ng




Menanam Pohon Waru, Alternatif Cegah Abrasi

Dengan menanam pohon Waru, Wabup Danny berharap berdampak positif dan signifikan untuk kelestarian lingkungan di sepadan pantai Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wabup Lombok Utara, Danny Karter Fenrianto Ridawan ST MEng Tanam Pohon Waru di Pantai Penyambuan Desa Jenggala, Selasa (12/10/21).

Wabup usai menanam pohon waru

Hadir pada acara tersebut Kalaksa BPBD, M Zaldi Rahadian ST, Kepala Desa Jenggala, Fahruddin SPd, Danramil Tanjung, Kapten Inf zainul Fahri, Barisan Relawan Siaga encana serta undangan lainnya.

Wabup Danny menyampaikan, program pencegahan bencana harus memiliki management yang bagus.

Permasalahan serius terhadap sempadan pantai, dibutuhkan langkah strategis untuk mengantisipasinya salah satunya dengan penanaman pohon waru.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovatif

“Ini akan menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga kelestarian alam di beberapa titik yang ada di KLU. Tidak hanya menanam lalu di tinggalkan begitu saja, tapi bagaimana merawat apa yang kita tanam,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Wabup Danny, populasi manusia semakin meningkat sedangkan sumber mata air mulai berkurang,  yang disebabkan pemanasan global dan banyaknya menebangan pohon secara besar-besaran.

Sedangkan ketersediaan air bersih selalu di butuhkan oleh masyarakat, ke depan dibutuhkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Harapan saya dari kegiatan yang di laksanakan oleh BPBD nantinya dapat memberikan dampak positif dan signifikan untuk kelestarian lingkungan di sepadan pantai Lombok Utara,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kalaksa BPBD KLU Zaldi juga menambahkan, pihaknya akan melaksanakan penanaman bibit pohon waru di sepanjang pantai dari pemenang sampai Bayan.

“Kami sudah melaksanakan kegiatan ini dari hari Minggu kemarin, mulai dari pesisir Pantai wilayah pemenang dan hari ini penyambuan kemudian dilanjutkan ke pantai di wilayah Kayangan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Menakjubkan, Tanah nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

Acara berjalan dengan lancar dan di akhiri dengan penanaman bibit pohon waru serta tetap menggunakan protokol kesehatan secara ketat.

@ng




Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi

71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional, Pemkab Lombok Utara lokus pertama yang melaunching inovasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Sejarah baru terukir di Kabupaten Lombok Utara, dengan dilaunchingnya Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dan Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Inovasi, di Aula Bupati Lombok Utara, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/10/21).

Bupati Lombok Utara menyampaikan sambutan
Bupati H. Djohan Sjamsu

Kegiatan itu merupakan wujud kreativitas dan kerja keras dalam melayani masyarakat.

“Sesuatu yang selama ini dirasa sulit menjadi mudah, dan yang selama ini lambat menjadi cepat,” kata Dr. Tri Widodo W. U., MA, Deputi Kajian dan Inovasi Administrasi Ne

gara, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dalam acara launching itu.

Menurutnya, melalui inovasi kita berupaya menghadirkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan cara-cara baru.

Dicontohkan tentang pelayanan Arsip Keliling, mungkin di suatu tempat pelayanan kearsipan hanya bisa dilakukan di kantor arsip.

BACA JUGA: Menakjubkkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

“Namun yang terlihat dari ide inovasi di Kabupaten Lombok Utara adalah dengan turun di lapangan dan membangun kesadaran serta literasi terhadap kearsipan. Itulah sebuah gagasan yang bisa kita sebut sebagai not bussiness as usual,” terang Tri Widodo.

Lebih lanjut Tri Widodo memberikan contoh lain dari inovasi yang digagas oleh Puskesmas Tanjung yaitu Ketupra TB (Ketuk Pintu Rumah Pasien TB) yang dilatar belakangi oleh masalah penyakit TB.

Kalau dibiarkan akan menjadi berbahaya dengan banyaknya pasien yang tidak terdeteksi sehingga muncul cluster keluarga.

Di Puskemas Tanjung, sudah berkomitmen bahwa tidak boleh satupun pasien yang terlewat untuk diketuk pintunya dan dirawat. Ini merupakan bentuk aktualisasi pelayanan publik, yang menghadirkan Negara bukan hanya sebagai semboyan dan tagar.

Bukan hanya itu, menurut Tri, semangat untuk pemberdayaan saya tangkap dari Dinas PU yaitu inovasi Beriuk Merikek Jalan (Perbaikan Jalan dan Jembatan berbasis Peran Serta Masyarakat). Inilah yang dimaskud dengan mobilisasai dan orkestrasi.

“ Saat ini tugas kita sebagai Pemerintah bukan hanya sebagai juru bayar, namun dituntut untuk mampu melakukan mobilisasi dan orkestrasi. Ketika kita terkendala dengan anggaran, maka solusinya kita harus berkolaborasi dengan yang lain, termasuk masyarakat”, tutupnya.

71 ide inovasi

Bupati Lombok Utara, Bapak H. Djohan Sjamsu, S.H., dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan arahan kepada seluruh OPD untuk dapat melaksanaan 71 ide-ide inovasi tersebut.

Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dalam rangka mengingkatkan daya saing daerah.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial KLU Diskusi Dengan Wabup

“Kabupaten Lombok Utara lahir 13 tahun yang lalu memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi yaitu 43,14%. Dalam 10 tahun terakhir ini telah berubah menjadi 26.9%. Kami meyakini bahwa dengan adanya inovasi-inovasi ini nantinya akan dapat membawa perubahan. Inilah yang menjadi pemicu kami, agar kita secara bersama-sama dapat keluar dari daerah tertinggal”, ungkapnya.

Senada dengan Tri Widodo, Djohan Sjamju menekankan, inovasi bukanlah hal yang tabu, namun suatu keharusan yang mesti dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemajuan daerah.

“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada LAN yang telah mendampingi segenap OPD kami. Semoga segala ikhtiar yang kita lakukan dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Lombok Utara”, tutupnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara (PIAN) LAN RI, Dra. Isti Heriani, MBA,.

Ia menyampaikan laporan penyelenggaraan Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dengan tema “Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah”.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kepala Daerah Kabupaten Lombok Utara beserta jajarannya, terutama kepada Bappeda yang telah bersemangat dan berkomitmen tinggi mengawal tahapan demi tahapan. Harapannya kegiatan ini dapat segera diimplementasikan dan dikawal sehingga dapat meningkatkan indeks inovasi daerah,” katanya.

Laboratorium inovasi yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara ini merupakan Program Prioritas Nasional 2021 yang dibiayai oleh APBN bersama 3 Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Sorong.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menjadi lokus pertama yang melakukan kegiatan launching inovasi.

Total sebanyak 71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional ini.

Dalam perjalanannya, LAN melalui PIAN telah melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara baik secara virtual dan klasikal sejak awal bulan April 2021.

@ng

 




Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

Semula jadi ejekan, tapi kerja keras dan keuletan Taufik dan kelompok taninya menakjubkan, yaitu mengubah tanah nonproduktif jadi kebun sayur yang meningkatkan pendapatan petani

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Lahan pertanian seluas sekitar 1.17 hektar yang semula dianggap nonproduktif, disulap jadi kebun sayuran segar.

Keberhasilan mengolah lahan di Dusun Batu Ampar, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara itu, tak lepas dari tekad dan kerja keras Taufik Hidayat dan kawan-kawannya di KelompoK Tani “Berkah Bersama”, di bawah binaan Kepala Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Tanjung, Aki Suharti, S.Pt dan PPL Desa Sokong Yody Cahyanto.

Hasil Cabe dari upaya Taufik yang menakjubka Tnaman sayuran lainnya yang menakjubkan dari lahan yang semula nonproduktif

Melihat lahan nonproduktif, Taufik dan kelompoknya menggagas untuk menanam sayur-sayuran, termasuk menanam cabe.

Alasannya, sayur-sayuran menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari dan bernilai ekonomi tinggi. Dan para petani pun punya perhatian menanam sayuran pada areal persawahan maupun perkebunan, karena bisa meningkatkan pendapatan.

Menggagas menanam sayur-sayuran akhirnya juga menyasar kebun kurang produktif di Dusun Sokong, yang merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh UPTD Tanjung.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi

Semula Taufik menanam sayuran seluas kurang lebih 25 are sejak peristiwa gempa bumi 7,0 skr menimpa Lombok Utara.

Kemudian menanam sayuran dikembangkan lagi hingga 1,17 Ha, kerja sama dengan pemilik kebun warga setempat yang terletak di Dusun Batu Ampar, Tanjung yang jadi salah satu contoh gagasan Taufik Hidayat selaku Ketua Kelompok Tani “Berkah Bersama”.

Taufik sendiri bersama keluarga pernah ikut progeram transimigrasi ke Kalimantan Utara dan kembali ke tempat asalnya karena peristiwa Perang Sampit.

Tanah yang semula non produkrtif jadi kebun sayur yang menakjubkan

Ia termasuk petani ulet yang tidak gampang menyerah meski dalam kegiatannya pernah jadi gunjingan orang-orang di dusunnya.

Semula upaya menanam sayuran itu tak berjaan mulus, karena Taufik sering diejek dan diragukan keberhasilan. Namun Taufik dan kawan-kawanya tak putus asa, dan keuletan dan kerja keras itu merubah lahan yang tidak produktif menjadi produktif.

“Alhamduillah, akhirnya tanah yang tak produktif itu bisa bernilai ekonomi,” kata Taufik kepada lombokjournal.com yang sempat mewawancarinya, Selasa (12/10/21).

Modal 60 juta

Taufik menuturkan, modal sebanyak 60 juta rupiah disiapkan untuk memulai menanam sayur-sayuran. Mulai biaya pengembangan tanah nonproduktif itu. Dimulai dari pembersihan lokasi, pengolahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan untuk tanaman sayuran.

“Ternyata dengan modal 60 jutaan dan hasilnya cukup bagus. Kami sudah jalani sejak September 2018,” tutur Taufik.

Manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh warga setempat dan laku di pasar Tanjung. Karena banyak permintaan hingga ke luar daerah KLU, maka kami mencoba kerja sama dengan pemilik kebun sistim bagi hasil dan kerja kelompok, tuturnya.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial KLU Diskusi dengan Wabup

“Sayurnya bagus, segar, tidak mengandung bahan kimia, serta harganya terjangkau bahkan lebih murah dibanding beli di pasar. Keuntungannya bisa metik sendiri, pilih sayur yang disukai sendiri dan juga bisa foto-foto sama keluarga,” ungkap Taufik Hidayat.

Taufik pun mengaku hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah atas usaha bertani yang dilakukan bersama anggotanya. Ia berharap mendapatkan bantuan hand traktor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan (DKPPP – KLU).

Rencananya, pada panen perdana yang diperkirakan di awal bulan Januari 2022 akan mengundang Bupati dan OPD terkait, untuk bersama sama menyaksikan langsung usaha yang di lakukannya, tutur Taufik.

@ng

 




Duta Petani Milenial KLU Diskusi dengan Wabup

Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter mengunjungi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan, untuk mita saran dan masukan dari kelompok tani

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter Febrianto Ridawan, S.T., M. Eng.  melakukan kunjungan dalam rangka berdiskusi dengan tim Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM – DPA) KLU, di Dusun Lokoq Tujan Desa Sesait, Senin (11/10/21).

Duta Petani memberi masukan pada wabup

Kunjungan sekaligus diskusi berlokasi di kediaman Ismu Ningrat, Koordinator Daerah DPM-DPA KLU yang telah dikukuhkan dan mendapatkan S.K langsung dari Kementerian Pertanian pada 6 Agustus 2021 lalu.

Ismu Ningrat menjelaskan bahwa agenda tersebut digelar dengan tujuan untuk memperkenalkan tentang Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara.

“Agenda kami hari ini dalam rangka memperkenalkan diri kepada pihak pemerintah kabupaten Lombok Utara dan juga kami sangat berharap bisa bersinergi dengan pihak Dinas Pertanian di kabupaten Lombok Utara ini.” jelas Ningrat.

BACA JUGA: Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria KLU Dibuka Bupati

Pihak DPM-DPA KLU menjelaskan juga, telah membentuk kelompok-kelompok binaan dari beberapa desa dengan pendanaan pembinaan masih swadaya atau hasil dari iuran masing-masing tim dari Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM-DPA) KLU.

“Tim kami yang masih berjumlah 7 orang ini rata-rata telah memiliki kelompok-kelompok binaan di wilayah masing-masing dan karena kami ini statusnya relawan jadi pendanaannya swadaya atau iuran,” kata Ningrat

Kemudian pada sesi diskusi, Wabup Dani Karter menjelaskan, pihak pemerintah telah mengupayakan agar pengembangan sektor pertanian di daerah Lombok Utara bisa mendapatkan perhatian dari dinas-dinas terkait maupun pihak lain di luar pemerintahan.

Namun Dani mengungkapkan bahwa pihak pemerintah juga sangat membutuhkan saran atau masukan dari masyarakat maupun kelompok-kelompok tani guna meningkatkan pengembangan pertanian di daerah Kabupaten Lombok Utara pada umumnya.

“Kami juga butuh masukan-masukan dari semua pihak, terkait bagaimana mengembangkan sektor pertanian kita di KLU ini,” kata Dany

Peningkatan dalam bidang pertanian, dijelaskan bahwa perlu juga adanya pendataan setiap aspek yang ada di sektor pertanian tersebut.

Pendataan dari tingkat desa haruslah benar-benar sesuai dengan keadaan dilapangan agar pihak pemerintah dapat melakukan pembenahan secara tepat sesuai data yang didapatkan.

BACA JUGA: Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Santong

“Sebagai langkah pembenahan, kami juga sangat menghimbau agar pihak-pihak pemerintahan yang bekerja pada lingkup desa untuk memberikan data – data yang valid agar nanti ketika membuat SOP terkait peningkatan pengembangan setiap sektor termasuk juga sektor pertanian bisa tepat sasaran,” tutup Dani.

Han