Bupati Djohan Terima Kunker Dirjen Kebudayaan Hilman Farid

Bupati Djohan berharap, silaturahmi Dirjen dengan Pemda KLU dan masyarakat adat serta budayawan, ke depan akan berkelanjutan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi RI Hilmar Farid PhD, di Pendopo Bupati Lombok Utara Gangga, Senin (18/10/21).

Kunker Dirjen disambut Bupati Lombok Utara
Dirjen Hilmar Farid

Dirjen dapat kehormatan diikatkan sapuq oleh bupati
Bupati mengikatkan sapuq

Hadir dalam pertemuan itu, para Kepala OPD, Tokoh Adat, serta beberapa budayawan Lombok Utara.

Bupati Djohan menyambut baik kunker Dirjen Kebudayaan, Hilman Farid di KLU. Diharapkan silaturahmi Dirjen dengan Pemda KLU dan masyarakat adat serta budayawan, ke depan akan berkelanjutan.

Dengan banyak suku, adat dan budaya yang berkembang di Indonesia termasuk di daerah kita serta mendapatkan pengakuan oleh negara.

“Komitmen kami di daerah terhadap adat-istiadat serta budaya diperkuat dengan Perda no 6 Tahun 2020, hal ini menunjukkan keberadaan adat istiadat tidak bisa dipisahkan dari daerah,” tutur Bupati Djhan.

BACA JUGA: Wabup Danny dan Kadis DKPPP Serap Aspirasi Petani Tegalan

Lombok Utara atau lebih dikenal dengan masyarakat Dayan Gunung memiliki ciri khas budaya tersendiri sedikit berbeda dengan daerah lainnya, dan adat budaya di daerah kita menjadi khasanah kekayaan budaya.

“Kuatnya tradisi adat masyarakat di Lombok Utara yang dipelihara oleh masyarakat adat secara utuh dan turun menurun hingga kini,” ungkapnya.

Dirjen diikatkan sapuq

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mendapatkan kehormatan dengan diikatkan sapuq (ikat kepala) sebagai tanda diterima sebagai warga masyarakat Lombok Utara atau dayan gunung ini.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama antara Pemerintah Daerah bersama masyarakat dalam upaya memajukan kebudayaan di daerah kita ini,” ungkap Hilmar.

Adat dan budaya memiliki peran penting di tengah masyarakat, terlebih di masa krisis yang kita hadapi saat ini, akibat gempa dan pandemi. Namun adat istiadat di masyarakat tetap utuh meskipun dengan banyak tantangan dari masa ke masa.

BACA JUGA: Workshop Kajian Resiko Bencana di Lombok Utara

“Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati dan budaya yang paling tinggi di dunia, jika keduanya digabungkan maka akan menghasilkan suatu matrik yang luar biasa yaitu bio curtural,”jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan presentasi hasil diskusi multipihak, revitalisasi dan transformasi pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah, dan strategi implementasi kemajuan kebudayaan dayan gunung.

@ng




Rakor Sosialisasi Dana Bagi Hasil (DBH)-Cukai Hasil Tembakau (CHT) di KLU

Bea Cukai di Provinsi NusaTenggara Barat, bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara melakukan Rakor Pelaksanaan Sosialisasi DBH-CHT

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kasat Pol PP, Totok Surya Saputra,SH,MH, mengatakan saat mengantar acara Rapat Kordinasi (Rakor), bahwa Koordinasi dan Pelaksanaan Sosialisasi Dana Bagi Hasil-Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) merupakan tugas pokok Bidang Penegakan Hukum, sebagaimana diamanatkan Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kementrian Keuangan RI, No.206/PMK.07/2020.

Rakor DBH-CHT

PEMBUKAAN RAKOR DBH-CHT

Kegiatan ini dilakukan antara lain oleh Bea Cukai di Provinsi NusaTenggara Barat, bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara periode pertengahan Oktober ini.

Kasat Pol PP KLU, Totok Surya Saputra menambahkan, untuk pembentukan kawasan lingkungan KIHT sudah dilakukan kerjasama dengan Unram dalam rangka membuat kajian.

Untuk pendataan rokok ilegal dengan melibatkan linmas Desa di seluruh Desa di setiap Kecamanan di Lombok Utata termasuk pemasangan baliho di 5 kecamatan.

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Ibu Risma

Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi tatap muka yang melibatkan unsur masyarakat dan pihak-pihak terkait termasuk melalui media online dan lainnya.

Sedangkan untuk operasi bersama barang kena cukai ilegal akan dijadwalkan setelah pendataan objek.

Sosialisai dilaksanakan,dalam operasi Gabungan (OPGAP) melibatkan bea cukai dan aparat penegak hukum lainnya.

Sekali lagi di pertegasan oleh Totok, tupoksi pihaknya dalam rangka penegakan hukum hanya ada 3 hal yaitu, Pertama Pembentukan Kawasan/Lingkungan/sentra Industri hasil tembakau, Kedua, sosialisasi perundang-undangan dibidang cukai tembakau dan Ketiga Operasi bersama pemberantasan barang kena cukai ilegal,tegasnya.

“Mari kita mewujudkan hal baik ini pada forum selanjutnya bersama pihak-pihak yang punya kepentingan untuk membahas langkah berikutnya yang dapat diambil,” ujar Kasat Pol PP KLU,Totok Surya Saputra.

Masih di acara yang sama, Penjabat Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM, menyebutkan juga bahwa perolehan dari Bea Cukai tembakau mencapai 9,8 Miliar.

Penjabat Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, yang didampingi Asisten 1, Drs. H Raden Nurjati, mengatakan Cukai rokok menjadi perhatian Pemerintah Pusat hingga ke Daerah.

Kabupaten Lombok Utara kebagian sekitar 9,8 Miliar dalam 2021.

Melalui kesempatan ini juga Anding Cahyadi menyampaikan, kondisi APBD Kabupatrn Lombok Utara anjlok akibat Covid 19.

“Dan itu sama sama kita tau,” ungkapnya.

Menurutnya, proses dalam rangka penanganan Covid 19 ini, pemerintah pusat tidak ingin main-main.

Sedangkan anggaran lebih besar itu peruntukannya di bidang Sosial dan Kesehatan yang kaitan dengan insentif tahun ini 2021 di angka 7,9 miliar Terus lagi tenaga vaksinator,1,2 miliar, artinya hampir 9 miliar lebih yang harus disisir dari anggaran seluruh OPD KLU melalui refocusing.

“Luar bisa pengaruhnya terhadap kegiatan yang ada di masing-masing OPD,” ujar Anding.

Padaha, untuk Tahun 2022 saja gaji dan TPP ASN masih kurang, ungkapnya.

Belum lagi terjadi pemekaran OPD, yang berbarengan dengan pemekaran Bidang-bidang. Biasanya di Bidang itu ada 2 Kasi menjadi 3 Kasi, sehingga saat mutasi kemarin khusus untuk jabatan eselon 4, dia layak tidak atau dia bisa dan pintar.

BACA JUGA: Workshop Kajian Resiko Bencana di Lombok Utara

“Asal golongan 3B pasti dapat jabatan, itupun masih ada 30 jabatan yang kosong karena karena kita kekurangan orang,” jelas Anding.

Kalau seandainya dipaksakan harus akomodir atau merekrut tenaga-tenaga guru.

“Kalau ini yang kita lakukan maka habis kita punya guru habis kita punya tenaga medis. Terus siapa yang Mengajar dan siapa yang merawat?” katanya.

Sehingga berani diputuskan untuk dikosongkan dan menunggu sampai dengan tanggal 1 Oktober.

“Pada tanggal 1 Oktober ini beberapa orang itu bisa menduduki golongan 3B,” tukas Anding Dwi Cahyadi saat membuka acara Sosialisai DBH-CHT, hari Senin (18/11/21)

.@ng




Antara Marah dan Ramahnya Ibu Risma

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, juga sempat marah di NTB, Tapi bandingkan antara kemarahannya dengan caranya “mentularkan virus positip untuk bekerja baik dalam melayani publik”

kemarahan Risma di antara keramahannya
Oleh: Lalu Gita Aryadi (Sekda NTB)

MATARAM.lombokjournal.com Beberapa hari belakangan ini, berita Ibu Risma – Menteri Sosial Republik Indonesia, marah-marah, viral lagi. Diliput berbagai media cetak, elektronik, media sosial, baik lokal hingga nasional.

Saya tertarik menulisnya. Pertama karena lokus marahnya di NTB. Kedua, kebetulan 2 hari ikut mendampingi kunjungan kerja ibu Menteri ke lokasi tersebut. Apa sih yang sesungguhnya terjadi? Benarkah marah melulu?

Di Desa Tetebatu Lombok Timur, kemarahan Ibu Risma sesungguhnya diprovokasi oleh situasi. Sebut saja, ada oknum aktivis (pendemo) lebih dahulu marah kemudian memancing marahnya Ibu Risma.

Begitu Ibu Risma turun dari mobil, pendemo langsung protes dengan suara keras sambil tunjuk jari kearah Ibu Menteri. Dari orasi singkatnya, pendemo sesungguhnya menyampaikan hal yang sepele. Kenapa Ibu menteri memilih lokasi acara di tempat itu. Lokasi itu milik seorang supleyer. Kenapa tidak di tempat lain yang netral?

BACA JUGA: Selamat Datang Sang Juara

Saya menduga ada permasalahan domestik antara pendemo dengan supleyer. Atau mungkin menurut pendemo, pilihan lokasi itu adalah bentuk tindakan yang berbau kolutif. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Sekdanya, Taufik Juaini, sudah memberikan klarifikasi.

Pilihan lokasi bukan rekomendasi pemda. Tapi pilihan tim advance Kementerian Sosial. Bisa jadi Ibu Risma tidak tahu lokasi itu milik supleyer seperti ditudingkan.

Protes sudah kadung disampaikan dengan nada keras. Ibu Risma langsung muntab. Pendemo di-gass poll-balik. Ibu Risma tidak tinggal diam. Suara keras pendemo dibalas bentakan lebih keras lagi. Hikmah kejadian ini, ke depan tim advance Kementerian harus bijak pertimbangkan usul saran tuan rumah. Agar hal-hal sepele yang tidak perlu terjadi dapat diminimalkan.

Menyaksikan adegan itu, ada rekan wartawan disamping saya tersenyum seakan mendapat angle berita baik. Ibu Risma marah lagi. Publik ter-framing setiap kunjungan kerja Ibu Risma datang untuk marah-marah. Padahal adegan marah-marah berlangsung sesaat saja. Selebihnya sangat positip, produktif dan solutif. Suasana yang sangat humanis.

Ibu Risma di balik marahnya juga ramah. Sangat menjiwai tugasnya. Peduli pada anak yatim piatu, fakir miskin, para lansia, para penyandang disabilitas. Namun moment itu kalah porsi publikasi.

Kalaupun harus ada menu marah-marah, kemarahan Ibu Risma sesungguhnya tertuju ke pimpinan Cabang Bank plat merah yang dinilai tidak terbuka dan tidak empatik dalam menyalurkan dana bantuan sosial keluarga miskin. Ibu Risma datang dengan data. Tahu akar masalah dan siap berikan solusi.

Di Lombok Timur maupun di Sumbawa, Ibu Risma selalu konfirmasi data. Berapa BPNT dan PKH yang sudah disalurkan? Kenapa data salurnya belum banyak? Apa yang saudara lakukan untuk atasi masalah itu? Kenapa ada laporan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang tidak pernah lakukan penarikan namun saldonya nol rupiah ?

Karena pertanyaan tersebut tidak dijawab dengan jelas dan tuntas, maka marahlah Ibu Risma. Sampai disini saya menganggap kemarahan Ibu Risma adalah sesuatu yang wajar. Kinerja perbankan penyalur di luar ekspektasinya.

Ibu Risma ingin kinerja bank penyalur lebih sigap dan solutif dalam menyalurkan bantuan sosial ke masyarakat. Pihak bank keluhkan kendala geografis dan status Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai penyebab lambat salur.

antara kebiasaan marah dan keramahan Rismaharini
Tri Rismaharini

Ibu Risma tidak suka dengan dalih klasik ini. Bank penyalur harusnya pro aktif dan cari solusi. Di Kabupaten Sumbawa, Ibu Risma dengan dibonceng sepeda motor akhirnya terjun langsung ke lapangan. Mencari alamat KPM yang harus dipenuhi haknya dan ketemu. Setelah sempat marah ke pimpinan bank penyalur, satu persatu KPM mendapatkan hak nya baik berupa uang tunai ditambah natura dalam bentuk telur, beras ada juga garam.

Untuk masyarakat yang ada di pulau terpencil dan di puncak gunung, Ibu Risma perintah agar pihak bank libatkan TNI dan Polisi mengantarkan uang tunai kepada rakyat miskin.

Ayo kerja lebih amanah. Kita digaji dari uang rakyat. Saya bela-belain blusukan seperti ini untuk memastikan kesepakatan kita di atas kertas terimplementasi di tingkat terbawah. Betapa zolimnya kita bila hak rakyat miskin apalagi untuk anak yatim piatu, fakir miskin, para lansia, para penyandang disabilitas tidak sampai sasaran.

Negara sudah menganggarkan dengan susah payah di tengah keterbatasan fiskal yang ada. Masak macet di bank oleh hal tehnis administratif. Ibu Risma dengan suara teduh dan mata berkaca-kaca, mohon kesadaran pimpinan bank penyalur di daerah untuk bersinergi yang baik dengan para pendamping sosial yang mendampingi masyarakat dalam pencairan bantuan sosial.

Ibu Risma sampaikan wejangan inspiratif itu dengan ekspresi yang sungguh-sungguh. Bisa jadi itu suara bathinnya yang sangat peduli nasib anak yatim piatu. Sejak kecil saya hidup dengan anak yatim piatu. Bapak saya angkat tidak kurang 80 orang anak yatim piatu menjadi saudara saya. Saya paham kehidupan dan kebutuhan mereka. Saya tidak mau masuk neraka gara-gara jadi menteri sosial yang telantarkan nasib anak yatim piatu.

Kemarahan Ibu Risma ke pimpinan bank penyalur, seakan oase yang sangat melegakan hati para petugas pendamping sosial. Kemarahan Ibu Risma adalah representasi dan refleksi kedongkolan kami yang tidak di hargai pihak bank. Terima kasih Ibu Risma. Kami sanggup bekerja lebih baik dan lebih keras lagi mendampingi rakyat miskin bila pihak bank mau bekerjasama yang baik dengan kami. Ungkap para pekerja pendamping sosial kegirangan.

Di sela-sela santap malam di Rumah Makan Me Cenggo Rempung, Lombok Timur maupun dialog di ruang tunggu Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa Besar, saya mendapatkan cerita lebih dalam tentang bagaimana perjuangan Ibu Risma menutup Komplek Lokalisasi Dolly. Bagaimana memperbaiki kualitas layanan publik. Bagaimana membuat Surabaya jadi bersih, indah dan berbunga-bunga. Kini Surabaya jadi rujukan nasional dan mendapat berbagai apresiasi internasional.

Ibu Risma bisa cekakakan cerita diteror preman waktu menutup Komplek Dolly. Kurang ajar, coba pak tiba-tiba mereka kirim gambar orang telanjang semua penuhi tv monitor saya. Saya tidak mundur walaupun pegiat HAM dan lainnya menekan saya. Ngeri pak kalo kita perhatikan dampak sosialnya. Anak-anak dijangkiti sex addicted. Setiap saya turun ke Dolly saya sudah titip pesan dan serahkan semua kunci-kunci ke keluarga saya. Lo Ibu mau kemana? Saya mau pergi mati. Nanti kalo saya mati dengan jalan ini, tidak boleh ada keluarga yang menggugat. Saya ikhlas. Kecuali ada aparat hukum menentukan lain, monggo ucapnya seakan bernostalgia sewaktu mengemban amanah sebagai Walikota Surabaya.

Kepergian Ibu Risma ke Jakarta sebagai Menteri Sosial, goreskan kesan mendalam di sanubari warganya. Ibu Risma-Alumni ITS yang kuasai ilmu tata kota dan tehnik lingkungan ini, sosok yang sangat Energik, Jujur, Polos, Workaholic. Semua lini bidang pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya ingin diketahuinya secara detail. Ibu Risma tipe ibu perfeksionis.

Dalam berkomunikasi Ibu Risma kental gaya suroboyoan-nya yang terbuka, ceplas ceplos dan egaliter. Beliau memang vocal dan vulgar dalam berkomunikasi dengan anak buahnya. Kadang terkesan tempramental. Sebagai masyarakat kami mendoakan agar beliau selalu dalam Lindungan Tuhan. Beliau mengidap beberapa penyakit yang membahayakan.

Kata seorang teman di Surabaya yang konfirmasi Ibu Risma sedang marah di Lombok? Saya jawab ya. Ini saya sedang sama beliau. Saya katakan beliau tidak sedang marah tapi sedang tularkan virus positip untuk bekerja baik dalam melayani publik sebagaimana kebiasaannya di Surabaya.

Ibu Risma memang pekerja keras. Walau tampak tempramental, aku yakin hatinya selembut salju. Beliau bisa langsung sujud syukur tatkala membela anak jalanan yang bisa diterima bekerja pada sebuah Perusahaan. Ibu Risma sosok yang dicintai dan dirindukan Warga Surabaya karena ketegasan, komitmen dan konsistensinya.

Dengan ilmu dan pengalamannya beliau cekatan memperindah kota Surabaya dengan cepat dan tepat. Ibu Risma tidak malu bila ada kebakaran, membantu para pemadam kebakaran kerja di lapangan. Bila ada banjir, malam haripun beliau datangi lokasi banjir dan mencari penyebabnya.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Waktu Jalan Gubeng itu ambles, beliau nungguin sampai malam para pekerja nguruk tanah biar cepat selesai dan segera bisa dilewati. Sampah dan taman di Surabaya jadi percontohan nasional. Saya bangga dan Rindu Ibu Risma, kata teman saya seakan mewakili suara hati warga Surabaya lainnya terhadap Walikotanya.

Ternyata dibalik kemarahan itu tersimpan indah keramahan dan kebaikan yang sudah diperbuat Ibu Risma.

Hidup sekali mesti berarti. Meski mati, memori tidaklah pergi. Abadi dalam sanubari. 2 hari sungguh menginspirasi. Terima kasih Ibu Tri Rismaharini.***




Workshop Kajian Resiko Bencana di Lombok Utara

BPBD Lombok Utara selenggarakan workshop untuk hasilkan Dokumen Kajian Resiko Bencana dan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, SH, didampingi Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng membuka penyelenggaraan workshop Penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRaB) dan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Utara, di Anema Resort Sira Tanjung (18/10/21).

Workshop Kajian Bencana Bencana

Ka Pelaksa (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (BPBD), M. Zaldi Rahadian ST selaku penyelenggara kegiatan hadir bersama Koordinator Wilayah NTB Program Siaga Kemitraan antara Indonesia-Australia untuk Kesiapsiagaan Bencana, Anggreani Pupitasari, Para Kepala OPD serta undangan lainnya.

M. Zaldi Rahadian yang menjadi narasumber dalam workshop tersebut berharap, dengan diselenggarakannya workhhop diharapkan dihasilkan Dokumen Kajian Resiko Bencana dan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah.

BACA JUGA: Rakor Sosialisasi Dana Bagi Hasil-Cukai Hasil Tembakau

“Dokumen ini akan dijadikan pedoman bagi BPBD dan SKPD terkait dalam melaksanakan kegiatan Pengurangan Resiko Bencana sesuai Tupoksi nya masing-masing” kata Zaldi.

Zaldi menyebut beberapa potensi bencana di wilayah Kabupaten Lombok Utara terdapat sejumlah Potensi Bencana, antara lain Gempa bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Letusan Gunung Api, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Cuaca Ekstrim, Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan, Epidemi dan Wabah Penyakit serta Bencana Sosial.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara menambahkan, Dokumen Kajian Risiko Bencana Berfilosofi bagaimana caranya membangun berdasarkan  dokumen kajian risiko bencana.

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, dalam pembukaan menyatakan, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang akan dihasilkan melalui workshop tersebut memiliki peran yang sangat strategis.

“Wilayah Kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah rawan terhadap ancaman Bencana. Dengan adanya dokumen tersebut nantinya dapat dipergunakan sebagai acuan/rujukan terhadap upaya Pengurangan Resiko Bencana disemua sektor,” kata bupati.

Bupati menyambut baik workshop tersebut sebagai acuan awal dalam memahami kajian risiko bencana secara menyeluruh.

“Sebagaimana kita ketahui, Lombok Utara merupakan daerah dengan risiko bencana yang cukup tinggi, karena faktor letak geografis berada dalam garis patahan gempa dan gunung berapi,” ucapnya.

Maka kajian risiko bencana (KRB) merupakan syarat utama dalam penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana (RPB).

Menurut Bupati, Dokumen KRB memiliki peran penting guna mengetahui informasi terkait bahaya, kerentanan, dan kapasitas serta potensi dampak kerugian akibat bencana.

“Dalam menyusun KRB dibutuhkan ketajaman analisis dan kajian mendalam dari pihak-pihak terkait, supaya integrasi penanggulangan bencana dapat terlaksana lebih optimal dan utuh,” kata Djohan.

Bupati berharap kegiatan ini bisa menciptakan komunikasi yang baik antar pihak guna penguatan koordinasi, informasi, komunikasi dan kerjasama dalam mitigasi dan risiko bencana.

Wakil Bupati Lombok Utar,a Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng dalam workshop itu juga menjadi salah satu narasumber yang mengangkat tema “Kebijakan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Lombok Utara”.

Di awal pemaparan Wbup Danny menekankan, bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyebut Undang-undang dan Peraturan Menteri yang menyebutkan, bahwa penanggulangan bencana adalah urusan wajib Pemerintahan Daerah.

Undang-undang yang dimaksud yakni UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kemudian Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, juga Permendagri No. 101 tahun 2018 tentang Standar Teknis pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan Bencana, yang menyebutkan terkait penanggulangan bencana merupakan urusan wajib Pemerintahan Daerah.

BPBD selaku stakeholder utama Penanggulangan Bencana dalam tugas dan fungsinya dapat melibatkan unsur masyarakat, lembaga kemasyarakatan, lembaga usaha dan lembaga internasional.

@ng




RSUD KLU Sudah Memiliki UPL UKL, Termasuk IPAL

Meski sudah IPAL dengan teknologi baru, namun pengoperasinya di RSUD Tanjung masih menunggu Izin Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ RSUD Tanjung, Kabupaten Lombok Utara sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baru. Rumah sakit milik Pemkab Lombok Utara ini menjadi satu-satunya rumah sakit yang sudah memiliki IPAL dengan teknologi baru.

Hanya saja pengoperasian IPAL ini masih menunggu Izin Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

Kelengkapan usulan mulai dari daerah Kabupaten Lombok Utara dan kelengkapan dari Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah dikirim ke pihak berwenang di Pusat.

RSUD tANJUNG SUDAH PUNYA ipal
dr Made Suasa

“Kita masih menunggu izin itu,” tutur Direktur RSUD tanjung, dr I Made Suasa di ruang kerjanya, Jum’at (15/10/21).

Mengenai Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPKL-UPL) adalah Dokumen Lingkungan Hidup (DLH) yang harus disusun oleh pelaku usaha yang kegiatan usahanya tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup

BACA JUGA: 

Pembentukan Panitia Pilkades Samba, Sarjono: Sistem PAW Pertama di KLU

Menurut Made Suasa, RSUD Lombok Utara tidak serta merta mengoperasikan IPAL tanpa seizin yang berwenang.

Karena izin belum keluar dan harus mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), tambah dr. Made Suasa, saat ditrmui wartawan media ini.

Direktur RSUD Tanjung ini saat ditanya soal hasil pengolahan air limbah jika sudah beroperasi dimanfaatkan untuk apa? Dikatakan, hasil pengolahannya akan digunakan untuk menyiram tanaman di beberapa titik yang ada di lingkungan RSUD dan sekitarnya.

“IPAL di RSUD ini akan ditangani oleh orang-orang yang ahli di bidangnya,” terang Made Suasa.

Dijelaskan lebih lanjut, RSUD Tanjung cukup banyak menghasilkan limbah, utamanya limbah cair.

Limbah cair RS adalah semua limbah cair yang berasal dari RS yang mengandung Mikro Organisme, bahkan bahan kimia beracun dan radioaktif.

“Sumber-sumber limbah cair berasal dari ruang rawat inap, ruang rawat jalan, Instalasi IGD, Instalasi Hemodialisa dan penunjang lainnya seperti Laboratorium, Farmasi, Gedung Administrasi, ruang kantor dan lain yang ada di RS saat ini,” paparnya.

Sarana IPAL masih bagus dan belum pernah dipakai sama sekali, sementara ini pihaknya sedang membenahi administrasi termasuk karyawannya.

“Saya tidak mungkin bisa bekerja sendiri kalau tidak didukung oleh petugas RSUD dan pihak pihak lain yang berkepentingan,” ungkapnya.

Terlebih ia baru saja diberi kepercayaan sebagai Direktur RSUD Tanjung oleh Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH. Karena baru bertugas, maka banyak hal yang harus dipelajarinya.

Ditambahkan, IPAL sebagai sistem membrane semua limbah yang ada akan terkondisi dengan baik. Dan dapat menurunkan zat organik dalam air limbah (BOD,COD) ammonia, padatan tersuspensi serta phosphate dan lainnya bisa turun secara signifikan.

Sehingga  output hasil dari proses IPAL dapat memenuhi peraturan yang disyaratkan pemerintah.

Tahap-tahap proses penyaluran air limbah menggunakan pipa. Penampungan air limbah masuk ke bak kontrol dan bak sampit.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Air limbah dalam bak kontrol dan bak sampit dipompa ke bak Equalisasi/bak penampung, selanjutnya masuk ke bagian proses pengolahan dengan mesin dengan sistem Aerob dan Anaerob, setelah itu hasil outputnya masuk ke kolam yang ada.

Kembali dijelaskan oleh dr I Made Suasa, oprasional IPAL masih menunggu izin dari Kementerian LH Jakarta, pungkasnya.

@ng




Pembentukan Panitia Pilkades Samba, Sarjono: Sistem PAW Pertama di KLU

Kepala Desa Sambik BangkoL (Samba) terpilih meninggal dunia, dan untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kades dilakukan Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) tahun 2021

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Badan Permusyawaratan Desa Sambik Bangkol (BPD Samba), Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara menggelar rapat Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) tahun 2021.

PAW semestinya dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya. Namun karena regulasi di tingkat kabupaten yang belum ada, sehingga baru bisa diselenggarakan tahun ini.

Rapat pembentukan panitia kepala desa PAW

Ketua BPD Samba, Madhan, S.Pd.I mengatakan itu saat rapat pembentukan Panitia Pilkades PAW di Balai Desa setempat, Sabtu (16/10/21).

Rapat dihadiri Penjabat Kades Samba, Sarjono, para anggota BPD, Sekdes Samba Hadianto, Kasi Pemerintahan Samba, Hamzah.

Hadir juga sejumlah Perangkat Desa Samba, Ketua MKD, Ketua LPM, unsur PKK, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Samba.

BACA JUGA: RSUD KLU Sudah Memiiki UPKL dan UKL, Termasuk IPAL

Dalam kesempatan itu, Madhan menerangkan dua sistem Pilkades yaitu sistem reguler dan sistem Pergantian Antar Waktu (PAW).

Pilkades reguler dilaksanakan periodik enam tahunan, seperti di 13 desa saat ini. Sementara Pilkades PAW itu melanjutkan sisa masa jabatan kepala Desa yang diganti.

PAW diselenggarakan karena (i) Kepala Desa berhenti dan/atau diberhentikan dengan sisa masa jabatan lebih dari 1 (satu) tahun; atau (ii) Kepala Desa terpilih meninggal dunia/berhalangan tetap sebelum dilantik.

Dalam konteks Desa Samba, lanjut Madhan, dilakukannya PAW karena Kepala Desa meninggal dunia.

“PAW diadakan untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kades yang diganti. Masa jabatan kades yang terpilih lewat PAW ini nanti nyaris kurang lebih 1,5 tahun,” kata Madhan.

Menurutnya, rujukan hukum Pilkades PAW itu adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 13 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu.

BACA JUGA: Selamat Datang Sang Juara 

“Komposisi panitia yang dibentuk terdiri dari unsur perangkat desa dan unsur tokoh masyarakat,” tutupnya.

Penjabat Kades Samba, Sarjono, mengungkapkan pentingnya nakhoda desa guna terselenggaranya fungsi Pemerintahan Desa dan pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya, ruang pemerintahan dalam sistem NKRI ada empat yaitu di Pusat dipimpin Presiden, di Provinsi dipimpin Gubernur, di Kabupaten/Kota dipimpin Bupati dan Walikota, serta di tingkat desa (otonomi murni) dinakhodai Kepala Desa.

Ia meminta semua pihak mengawal seluruh tahapan Pilkades PAW hingga dilantiknya Kepala Desa terpilih.

“Saya harap Pilkades sistem PAW ini harus berlangsung aman, tertib, dan demokratis. Desa kita yang pertama menerapkan sistem Pergantian Antar Waktu ini. Menjadi Pilot Project di KLU, maka harus sukses dan meninggalkan kesan baik. Ini tugas kita bersama,” harap Pj. Kades Samba itu.

Oleh karena itu, demi kelancaran suksesi pimpinan desa setempat, kata Sarjono, panitia yang terbentuk nantinya harus cerdas dan memahami utuh regulasi PAW agar dikemudian hari tidak menimbulkan riak-riak demokrasi. Meskipun riak-riak dalam demokrasi itu, diakuinya, sebagai dinamika menuju masturitas dalam berdemokrasi.

“Kesuksesan Pilkades PAW ini nantinya dilihat dari dua indikator, yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses hasil (terpilihnya Kades) yang sesuai dengan harapan masyarakat dan mampu memimpin desa ini lebih baik ke depan,” terang Pj Kades yang juga Mantan Ketua IPMLU Yogyakarta itu.

Pj Kades Samba itu lantas berpesan panitia yang terpilih nanti bisa melaksanakan segala aturan perundang-undangan pemilihan, berlaku adil, bekerja secara profesional, netral dan kredibel.

“Ini semua agar kita bisa menciptakan suasana damai dan tentram sehingga siapapun yang terpilih jadi kades Samba bisa diterima masyarakat dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kasubbag Kompim pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda KLU ini mengajak multipihak untuk bersinergi dan bekerja sama satu dengan lainnya. Sebab, tegasnya, tanpa sinergi akan berat sesuatu bisa dilakukan.

“Pada berbagai kesempatan saya kerap sampaikan secerdas apapun orang tidak mungkin bisa melakukan sendiri apa yang diinginkannya tanpa kerjasama dengan orang lain. Kuncinya sinergi dan gotong royong,” pungkasnya.

Rapat pembentukan Panitia PAW itu berlangsung lancar, berkat koordinasi dan komunikasi yang baik, mulai dari acara pembukaan hingga pengambilan sumpah/janji panitia yang terpilih.

@ng




Selamat Datang Sang Juara

Ucapan selamat patut disampaikan pada para Kesatria Oahraga yang meraup medali 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua

ucapan selamat untuk atlet PON
Oleh: Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tidak ada pesta yang tiada berakhir. Sang Kesatria (Olahraga) telah berjuang keras mempertaruhkan jiwa raga bertempur di arena PON Papua, kehormatan dan kebanggaan telah dipertaruhkan.

Besok saatnya Sang Juara pulang dengan kepala tegak. Rakyat dan Pemprov NTB bangga (atas prestasi yang diukir) dan menyampaikan terima kasih. Para Kestria NTB pulang memboyong medali, meraup 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu.

Perolehan medali itu merupakan hasil yang istimewa dan membanggakan. Peringkat Sembilan adalah capaian yang paripurna. Jauh melebihi hasil pada PON-PON sebelumnya.

Sabtu (16/10) pagi, dari Jayapura, Ketua Kontingen, Bpk Mori Hanafi melaporkan dan koordinasi dengan Sekda tentang rencana kepulangan kontingen.

Pak Mori Hanafi bersama 122 orang atlet dan official hari ini akan meninggalkan tanah Papua. Dari Jayapura transit semalam di surabaya. Keesokan harinya, Minggu (17/10) rombongan tiba di BIZAM sekitar pukul 09.15.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Sambil menunggu rombongan yang berangkat dari Timika tiba di bandara BIZAM, rombongan akan menjalani protokol kesehatan berupa sweb antigen. Bila hasilnya negatif dapat pulang karantina mandiri. Bila hasilnya positif, akan di karantina di tempat yang sdh disiapkan. 5 hari ke depan dilakukan RT-PCR.

Ucapan selamat untuk atet PON NTB
Sprinter Muhammad Zohri meraih dua emas di PON XX Papua 2021 / Foto: Laman PON XX Papua 2021

Rombongan lain yang berangkat dari Timika, sebanyak 35 orang dipimpin Bpk H. MNS Kasdiono dan Bapak Suhaimi. Kloter ini akan melewati rute kepulangan dari Timika ke Makasssar dan transit bermalam di Makassar. Dari Makassar terbang ke Bandara Ngurah Rai Denpasar selanjutnya akan tiba di BIZAM hari Minggu pukul 12.00.

Rombongan kloter pertama yg tiba pukul 09.15, menunggu kedatangan rombongan kloter kedua krn di kloter Timika banyak juga peraih medalinya.

Kepulangan atlet yang berlaga di PON Papua ini memang tidak sekaligus. Bergantung jadwal bertandingnya. Atlet futsal misalnya sudah tiba beberapa hari yang lalu. Disusul beberapa cabor lainnya yg sdh lebih awal selesaikan pertandingan.

Ada juga atlet yang tidak pulang ke lombok tapi langsung terbang ke jakarta. Menyelesaikan Pemusatan latihan karena akan mengikuti event2 internasional.

Setelah 2 kloter ditambah atlet2 yang sudah pulang lebih dulu terkumpul,
panitia menyiapkan defile/arak-arakan atlet PON.

Rute konvoi/arak-arakan, dari BIZAM, putar masuk Kota Praya, menuju Puyung, Ubung, Kediri, Sweta, Cakra, Mataram dan finish di lapangan Sangkareang Kota Mataram.

Mobil konvoi antara lain mobil calling diskominfotik, vooreijder polisi, bus city tour berisi atlet peraih emas, mobil terbuka offroad, jeep, komunitas sepeda motor, mobil pimpinan OPD da lain-lain. Konvoi dipersiapkan dan tanggung jawab Kadispora dan Kadis Perhubungan.

BACA JUGA: Sumur Bor Mangkrak di Desa Santong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

Dari lapangan Sangkareang disambut dan diiringi dengan aneka tetabuhan: Gendang Beleq, drum band dan lain-lain untuk menciptakan kemeriahan dan tanda suka cita.

Komunitas masyarakat Papua di Kota Mataram direncanakan ikut menyambut
Pahlawan yang sudah mengharumkan nama daerah. Khusus peraih medali emas direncanakan akan diusung dengan jaran kamput.

Prosesi arak-arakan dari lapangan sangkareang menuju Kantor Gubernur dipersiapkan dan menjadi tanggung jawab Kadis Dikbud. Karo Kesra melakukan pengaturan penyiapan musik-musik penyambutan dari sekolah-sekolah terpilih di Kota Mataram.

Penyambutan, ramah tamah, santap siang dan pembubaran kontingen di Kantor Gubernur. Gubernur, Wakil Gubernur bersama Forkopimda, Bupati/Walikota dan tamu undangan lainnya menunggu arak-arakan dan diundang ke Kantor Gubernur pukul 15.00. Acara ini disiapkan dan menjadi tanggung jawab Karo Umum, Karo Ekonomi dan Karo Adpim.

Acara syukuran dan pemberian bonus direncanakan pada saat syukuran/peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober seminggu setelah kedatangan.

Selesai acara para Bupati/Walikota membawa pulang atletnya dengan kendaraan dari daerah masing-masing. Untuk antisipasi agar atlet tidak pulang dengan angkutan umum open cup apalagi ojek seperti yang viral terjadi di daerah lain, Dinas Perhubungan ProVinsi sudah menyiapkan bus-bus Damri yang memang disiapkan untuk mengantar pulang atlet sampai kantor Bupati/Walikota.

Dari kantor Bupati/Walikota setempat diantar ke rumah masing-masin atlet oleh kendaraan dinas Pemda masing-masing.

Diantisipasi juga dari Pemprov yang akan mengantar pulang hingga ke titik akhir rumah atlet. Persiapan dan tehnis kepulangan di bawah koordinasi dan tanggung jawab Inspektur Provinsi.***

catatan; Lalu Gita Ariadi adalah Sekretaris Daerah (Sekda) NTB




MTQ Kabupaten Lombok Utara Ditutup Hari Ini

Penyelenggaraan MTQ IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara sudah berakhir, dan Bupati Djohan mengungkapkan senangnya karena banyak para santri dari Pomdok Pesantren di KLU yang berpartisipasi dalam MTQ kali ini

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH sangat mengapreasi prestasi yang dicapai peserta lomba Musabaqah Tilawatil Wur’an (MTQ) IX Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021 M/1443 H, yang berakhir hari Jum’at (15/10/12).

Penyelenggaraan MTQ IX tingkat Kabupaten Lombok Utara berlangsung mulai tanggal 11 sampai dengan 15 Oktober 2021 di Kecamatan Tanjung.

Bupati serahkan hadia pada salah satu pemenang dalam MTQ IX Penyerakan hadiah pada MTQ IX di Tanjung

Dalam acara penutupan itu, Bupati Djohan Sjamsu berharap agar prestasi yang dicapai di tingkat kabupaten, diteruskan sampai ke tingkat provinsi.

BACA JUGA:

Penyaluran Batuan Pedagag Kaki Lima dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

“Para juara di tingkat provinsi akan mendapatkan hadiah khusus dari Pemda Lombok Utara, agar menjadi semangat untuk terus berprestasi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional,” kata Bupati Djohan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Djohan juga langsung menyerahkan piala dan piagam penghargaan, serta hadiah kepada para pemenang lomba MTQ ke IX itu.

Bupati Djohan mengungkapkan rasa senangnya dengan banyaknya Pondok Pesantren yang tersebar di Lombok Utara, yang ikut berpartisipasi dalam lomba MTQ IX kali ini.

“Dengan adanya MTQ ini, makin terbumikan alquran sebagai pedoman dalam bermasyarakat,” ujar Bupati Djohan Sjamsu

Dewan Hakam MTQ IX telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Nomor: 02/DH/MTQ-KLU/IX/2021, tentang Peserta Terbaik dan Juara Umum MTQ IX KLU.

BACA JUGA: Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limba Berbahaya

Dalam SK penetapan pemenang itu juga disebutkan, peserta yang ditetapkan menjadi Juara I MTQ IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021, tidak otomatis diutus mewakili Kabupaten Lombok Utara pada MTQ Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2022 yang recananya berlngsung di Kabupaten Lombok Timur.

Kecamatan Pamenang keluar sebai Juara UMUM MTQ IX Kabupaten Lombok Utara.

Berikut nama-nama Peserta Terbaik pada MTQ Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021.

CABANG TILAWAH

Golongan Tartil Putra:                            

Juara I      L. Alil Assabil     (Kec. Bayan)
Juara II     Adam Abri Yuda (Kec Tanjung)
Juara III    Qianu Alfaris     (Kec Pemenang)

 Golongan Tartil Putri:

Juara I Naisa Afika                  (Kec Pemenang)                                                                Juara II Adika Rahmatul Aula   (Kec Kayangan)                                                                Juara III Baitka Anna Ahari      (Kec Tanjung)

Golongan Tartil Anak-Anak Putra:

Juara I  Ziyad Malik Alhakim       (Kec Kayangan)
Juara II Halimi                          (Kec Gangga)
Juara III M. Nabil Umami           (Kec Pemenang)

Golongan Tartil Anak-anak Putri:

Juara I Lina Safitri                         (Kec Pemenang)
Juara II Iswatun Hasanah              (Kec Tanjung)
Juara III Annur Handayani             (Kec Bayan)

Golongan Tartil Remaja Putra:

Juara I Irawan Hadi                        (Kec Pemenang)
Juara II Aditya Zulfi F                     (Kec Gangga)
Juara III Raden Joy Jaya P               (Kec Tanjung)

Golongan Tartil Remaja Putri:

Juara I Lia Wardani                          (Kec Pemenang)
Juara II Nila Rahmatin                      (Kec Gangga)
Juara III Laeli Cahyati                       (Kec Kayangan)

Golongan Tartil Dewasa Putra

Juara I Anamudin                              (Kec Kayangan)
Juara II Husna Hadi Yusron                (Kec Bayan)
Juara III Datu Yartijati                       (Kec Tanjung

Golngan Tartil Dewasa Putri:

Juara I Rahmawati                             (Kec Pemenang)
Juara II Denda Niaturrahmi                 (Kec Tanjung)
Juara III Hayati                                  (Kec Bayan)

II. CABANG QIRA’AT AL QUR’AN

Golongan Murottal Remaja Putra:

Juara I Toni Adrian                              (Kec Pemenang)
Juara II Nabil Abdul Majid                    (Kec Tanjung)
Juara III Suhaemi                               (Kec Kayangan)

Golongan Murottal Remaja Putri :

Juara I Novita Sari                                (Kec Pemenang)
Juara II Yunda Dewi                              (Kec Tanjung)                                              Juara III Baiq Siti Nurbayani                  (Kec Kayangan)

Golongan Murottal Dewasa Putra:

Juara I Ahul Hijar                                   (Kec Pemenang)
Juara II Ahmad Ridwan                           (Kec Kayangan)
Juara III Rifaldi                                      (Kec Gangga)

Golongan Murottal Dewasa Putri:

Juara I Baiq Esti Arin                               (Kec Kayangan)
Juara II Kudusiah                                    (Kec Pemenang)
Juara III Fitri Hidayah                              (Kec Tanjung)

Gol. Mujawwad Remaja Putra:

Juara I Adi Pratama                                 (Kec Tanjung)
Juara II Furkon Hatami                            (Kec Pemenang)
Juara III

Gol. Mujawwad Remaja Putri:

Juara I Dina                                             (Kec Pemenang)
Juaea II Mariani                                        (Kec Tanjung)
Juara III

Gol. Mujawwad Dewasa Putra:

Juara I Edi Pranata                                    (Kec Pemenang)
Juara II Sadam Faksindra                          (Kec Tanjung)
Juara III

Gol. Mujawwad Dewasa Putri

Juara I Yunika Sari                                     (Kec Pemenang)
Juara II Baiq Dewi Marina                           (Kec Kayangan)
Juara III Zurriyatun Insani                          (Kec Tanjung)

III. CABANG HIFDZIL QUR’AN

Golongan. 1 Juz dan Tilawah Putra:

Juara I Walfaizin                                        (Kec.Tanjung))
Juara II Haikal Aiman                                 (Kec Pemenang)
Juara III Wizarul Izarul Argi                        (Kec Kayangan)

Gol. 1 Juz dan Tilawah Putri

Juara I Yuina Safitri                                    (Kec Tanjung)
Juara II Adinda Aprilia P                              (Kec.Pemenang)
Juara III Satla Arrofifah                              (Kec Bayan)

Dewan Hakam MTQ IX tingkqt Kabupaten Lombok Utara                                           Ketua, TGH. DR. L. Muksin Efendi, MA

Ditetapkan di Tanjung
Pada tanggal,15 Oktober 2021

CATATAN: Masih banyak Cabang mata lomba dalam MTQ IX KLU yang tidak dicantumkan disini.red

@ng

 




Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Dalam kujungannya di Kota Mtaram, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi pemberian BTPKLW di NTB, sebagai salah satu provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pujian menyenangkan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU, yang menilai Provinsi Nusa Tenggara Barat salah satu terbaik dalam penyaluran bantuan untuk pedagang kaki lima dan warung.

Menteri Hartarto menyampaikan itu saat meninjau dan memberikan langsung Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) kepada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang, Kamis (14/10/21).

Menteri Nilai NTB baik dalam penyaluran bantuan pedagang K5
Menko Airlngga dan Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam kunjungan itu, Menteri Hartarto didampingi oleh Menteri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si.  dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah

Seperti diketahui,  Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 9 Oktober 2021 lalu.

“Saya sangat mengapresiasi pemberian BTPKLW di Provinsi NTB, hal ini menjadikan NTB sebagai provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan,” ungkap Airlangga.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovatif

Sebanyak  8.482 paket bantuan yang direalisasikan melalui Kodim 1606 Mataram sebanyak 1.300 paket bantuan paket  dan Kapolres Mataram sebanyak 7.182 paket bantuan. Setiap paket bantuan senilai Rp. 1.200.000 per paket bantuan.

Airlangga juga menuturkan bahwa program BTPKLW sebagai bentuk bantuan dari pemerintah kepada pedagang kaki lima dan warung yang pada saat PPKM tidak bisa berjualan.

Menurutya, program ini untuk membantu para PKL dan Warung yang saat PPKM dilarang berjualan. BPTKLW tersebut diharapkan mampu membantu usaha para pedagang kaki lima dan pengusaha warung di sekitaran kota Mataram, tambah menteri.

Salah satu pedagang kaki lima, Sahnan yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang mengaku berterima kasih kepada pemerintah karena telah berupaya membantu masyarakat untuk bertahan dan bisa berjualan kembali.

Sahnan menuturkan, selama pandemi pendapatannya hany sekitar 15.000. Padahal biasanya  pendapatannnya mencapai 300.000.

BACA JUGA: Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, ini bisa jadi modal kami,” kata Sahnan Penjual Jus dan minuman ringan.

Nn

 




Triathlon Mulai Dikenalkan 101 Tahun Lalu di Prancis

Lombok jadi ajang penyelenggaraan Triathlon dalam event Hutama Kaya Endurance Challence (HK Endurance Challence) yang direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km, ini pertama kali dikenalkan Triathlon

MATARAM.lombokjournal.com ~  Event HK Endurance Challence semula akan dberlangsung awal bulan Agustus lalu, tapi karena pandemi Covid-19 dilakukan reschedule, dan kini digelar tanggal 15-17 Oktober tahun 2021.

Triathlon atau yang disebut juga dengan Trilomba merupakan kompetisi dari serangkaian cabang olahraga seara berkesinambungan, yaitu renang, balap sepeda, dalam satu kesatuan waktu.

triathlon yang makin populer

Pemenan lomba Trilomba ini ditentukan ini juga merupakan kompetisi kecepatan waktu di mana peserta harus dapat membagi tenaga dalam setiap tahapnya.

Mungkin kita perlu megetahui sedikit sejarah Triathlon, mulai kapan jenis lomba ini diselenggarakan, siapakah pencetusnya?

BACA JUGA: Event HK EC 123K, Kegiatan Besar di Tengah Pandemi

Lomba dalam tiga cabang sekaigus ini pertama kali dikenalkan oleh Scott Tinley. Pertama kali dikenalkan di Prancis sekitar pada 1920-an. Awalnya Trilomba ini diadakan merupakan bagian dari latihan bagi para atlet lari. Trilomba pertama kali diadakan di Pelabuhan Mission San Diego pada 1974.

Urutan perlombaan triathlon ini dilakukan secara berkesinambungan dengan transisi di antara renang ke sepeda dan sepeda ke Lari. Pemenang perlombaan ini dihitung berdasarkan penamat lomba tercepat termasuk waktu transisi.

Di ajang olimpiade Trilomba ini memiliki jarak yang bervariasi. Pertama ada Sprint Distance di mana jarak 750m untuk renang, 20km untuk sepeda dan 5km untuk lari. Kemudian ada Standard atau Olympic Distance dengan jarak 1500m untuk renang, 40km untuk sepeda dan 10km untuk lari.

Umumnya Trilomba ini pada digelar dekat perairan terbuka seperti laut, danau, sungai, dan kolam buatan outdoor. Kemudian rute sepeda bisa mengambil lokasi di jalan raya ataupun offroad untuk cross triathlon. Untuk rute lari sendiri bisa dilakukan di jalan raya, pedestrian, pantai, tanah dan di pegunungan.

Hingga kini Trilomba ini sangat populer di Indonesia. Meski harus diakui, karena dalam lomba olahraga ini membutuhkan stamina tinggi dan tentu pengalaman, biasanya para pemenang adalah para atlet yang sudah terlatih baik.

BACA JUGA: Triathlon Makin Ngetrend, Ollahraga Uji Daya Tahan Tubuh

Lombok juga menjadi tempat yang diminati dalam peyelenggaraan lomba olahraga ini. Tempat lain yang sudah kerap dilaksanakan antara lain di Jakarta, Bogor, Surabaya, Bali, Bintan, Palembang, Pariaman, Sungailiat, Belitung, Jepara, Sibolga, Tapanuli tengah, dan Pangandaran.

Tapi Lombok memang jadi tempat favorit bagi atlet-atlet berpengalaman, tentu saja bagi yang sekaligus ingin menikmati keindahan panorama.

Ist