Pengurus Karang Taruna Kayangan Dikukuhkan

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan,, Lombok Utara diharapkan jadi mitra pemerintah dalam pembangunan dan menyelesaikan berbagai permasalahan sosial

KAYANGAN,KLU,lombokjournal.com ~  Pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara masa bakti 2021–2026 Resmi di lantik dan dikukuhkan oleh Camat Kayangan, Siti Ruka’iyah di Aula Kantor Kecamatan Kayangan, Jum’at (05/11/21).

Pengukuhan ketua dan pengurus Karang Taruna
Fikhan Gazali (kanan)

Seluruh Pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan hadir dalam pelantikan itu, termasuk Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kecamatan Kayangan, dan undangan lainnya.

Muspika Kecamatan Kayangan tamoak hadir, dan juga hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Faturrahman dan Kabid Dayasosnya, Husni Tamrin dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara, Sinarto.

Mitra Pemerintah

Camat Kayangan, Siti Ruka’iyah usai pelantikan dan penggukuhan pengurus mengatakan, Karang Taruna memiliki tugas  membawa perubahan ke arah positif.

BACA JUGA: Menparekraf Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru 

Ditekankan, Karang Taruna harus ikut berperan membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan

Camat menyampaikan pesan, jadikan sumpah dan janji sebagai pedoman menjalankan    tugas dan kewajiban sesuai tupoksi sebagai organisasi kepemudaan.

“Sehingga menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan dan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial,” tutur Camat, yang baru bertugas dua bulan di Kayangan ini.

Dikatakan, Karang Taruna harus menjadi motor penggerak bagi generasi muda dan masyarakat dalam bidang sosial kemasyarakatan, keagamaan, perekonomian, pertanian.

Terutama di bidang sosial, banyak dimasyarakat persoalan sosial maka Karang Taruna harus hadir ditengah masyarakat.

Karang Taruna juga dimminnta jadi wadah bagi pemuda dalam menuangkan ide dan gagasan kreatif, sehingga menghasilkan inovasi bagi kemajuan Kecamatan Kayangan.

“Saya ucapkan selamat kepada saudara Fikhan Gazali yang memimpin Karang Taruna Kecamatan Kayangan untuk masa bhakti 2021-2026,” kata Camat.

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kayangan, Fikhan Gazali mengucapkan terima kasih kepada Camat Kayangan yang selalu mensuport aspirasi generasi muda untuk disatukan dalam wadah Karang Taruna Kecamatan.

Sampailah puncaknya sekarang, prosesi pelantikan dan pengukuhan. Fikhan juga menyampaikan terima kasih pengurus Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara yang selalu membimbing dan memberikan arahan kaitan Organisasi ini.

”Saya secara pribadi maupun organisasi mengucapkan banyak terimakasih kepada semua unsur yang sudah mendukung dan mensuport,” kata Fikhan.

Menurut Fikhan, ia engaku butuh dorongan dan bantuan dari semua anggota, agar Karang Taruna Kecamatan Kayangan ke depan lebih baik. Apa arti seorang ketua kalau tidak didukung dan di bantu oleh semua anggota dan unsur Muspika Kecamatan Kayangan, kilahnya.

Dikatakan Fikhan, pelantikan dan pengukuhan pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan ini merupakan momen yang positif, generasi muda diajak bekerja keras, kerja ikhlas, kerja yang benar tanpa pamrih.

“Kerja di organisasi ini tidak ada gajinya, sehingga kita harus kerja ikhlas,” tegas Fikhan.

Diungkapkan, di antara sepuluh desa di Kecamatan Kayangan masih ada satu desa yang belum membentuk Karang Taruna yakni Desa Pansor. Karen itu dipesan, pengurus Kecamatan sampai membelakangi Karang Taruna Desa.

BACA JUGA: Pengumpulan Data Kependudukan, NTB Sukses 100 Persen

“Kita bantu dan support mereka, bangun komunikasi dan bangun silaturahmi antar,inter pengurus Karang Taruna sehingga nantinya terbangun sinergitas yang mumpuni,” kata Fikhan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Faturrahman mengatakan, sangat mengapresiasi atas terbentuknya Pengurus Karang Taruna Kecamatan Kayangan.

Karang Taruna disebutnya yang pertama kali terbentuk di Kabupaten Lombok Utara hingga akhir tahun 2021.

“Sehingga pasca pengukuhan ini, Karang Taruna Kecamatan Kayangan dalam menjalankan tugasnya harus fokus menggali dan mengembangkan potensi para pemuda di Kayangan,” harap Fathurrahman.

Kecamatan Kayangan ini merupakan barometer masuknya para pengusaha dan NGO. Jika momen ini bisa dimanfaatkan, tentu bisa berpeluang besar sebagai sumber potensi kesejahteraan sosial.

Sehingga ia berharap, Karang Taruna harus menjadi organisasi pemuda terdepan sekaligus motor penggerak pembangunan di desa. Sebab Karang Taruna satu-satunya organisasi sosial pemuda yang memikiki struktur hingga desa.

“Tujuan dibentuk sampai tingkat desa adalah agar siap menjadi organisasi pemuda terdepan atau pelopor pembangunan di wilayah administratif paling kecil,” katanya.

Karang Taruna diminta terlibat aktif dalam fase pembangunan, mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan.

Bawa Aspirasi pemuda

Hal senada, juga disampaikan Sinarto, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara dalam sambutannya, ia berharap agar Karang Taruna harus mampu menunjukan perannya dan tegas memposisikan dirinya

Karang Taruna harus tampil sebagai mediator dan fasilitator untuk membawa aspirasi pemuda kepada pemerintah sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan, terutama dalam hal pengentasan kesenjangan sosial masyarakat.

“Karang Taruna sebagai organisasi pemuda yang dibentuk pemerintah, bukanlah pesaing pemerintah. Tapi tugas Karang Taruna untuk membantu tugas pemerintah agar apa yang di laksanakan pemerintah itu bisa dijalankan dengan jauh lebih mudah dan lebih ringan,” kata Sinarto.

Sinarto berharap, dengan dikukuhkannya kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Kayangan masa bakti 2021-2026 ini, dapat menjadi pelopor pembangunan di wilayah Kecamatan Kayangan, dengan program-program yang inovatif dan solutif.

“Selain sebagai pelopor pembangunan, Karang Taruna Kecamatan Kayangan harus siap jadi garda terdepan memerangi penyalahgunaan narkoba, agar program pembangunan di Kecamatan Kayangan bisa terwujud,” pesan Sinarto.

eko




Sinyal yang Kuat Kebangkitan Pariwisata NTB

Pengukuhan Kepengurusan DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 diharapkan menjadi sinyal yang kuat bagi kebangkitan pariwisata di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah berharap kepada Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) memberi sinyal baru kebangkitan destinasi pariwisata dan segala potensi yang dimiliki  provinsi NTB.

Sinyal bangkitnya pariwisata NTB

“Mudah-mudahan dengan dikukuhkannya pengurus DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 menjadi sinyal yang kuat bagi kebangkitan pariwisata di NTB,” harap gubernur.

Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan pada acara Pengukuhan Kepengurusan DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 di Grand Legi Hotel Mataram, Jumat (05/11/21).

Bang Zul mengatakan, memajukan pariwisata di NTB perlu kekompakan, sinergi kerja sama yang baik antar pengurus daerah maupun nasional. Sehingga kontribusi ASITA dalam mengembangkan pariwisata benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.

BACA JUGA: PLN Sudah Pastikan Listrik di Ajang WSBK Aman

“Kami atas nama pemerintah merasa bahagia atas pengukuhan pengurus  selamat menikmati waktunya di Lombok,” ujar Bang Zul memberikan selamat kepada pengurus ASITA yang baru.

Ketua Umum DPP ASITA Dr. N Rusmiati mengungkapkan, ASITA memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Terutama potensi pariwisata yang dimiliki NTB yang aka siap dipromosikan oleh ASITA NTB.

BACA JUGA: PLN Diminta Tuntaskan Daerah Belum Teraliri Listrik

“Kami akan selalu siap bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun pariwisata ke depannya,” ungkapnya.

Ikp@diskominfotik

 




PLN NTB Diminta Tuntaskan Daerah Belum Teraliri Listrik

Wagub Ummi Rohmi menyebut kondisi kelistrikan PLN makin membaik, terbukti Rasio elektrifikasi (RE) di  NTB telah mencapai angka 99,98 Persen.

LOTENG.lombokjournal.com ~ PLN UIW NTB melalui General Managernya diminta mempercepat dan menuntaskan pembangunan akses aliran listrik, agar masyarakat diseluruh wilayah NTB dapat menikmati  listrik sebagai sumber kehidupan.

Wagub dalam acara bantuan listrik yang dilakukan PLN

Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan permintaan itu saat menghadiri penyalaan sambungan listrik bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dalam program PLN Mobile Virtual Charity Run & Ride 2021, PLN UIW NTB, Jum’at (05/11/21) Dusun Toro Adong Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah.

“Kondisi listrik kita sudah semakin membaik,” kata Wagub Ummi Rohmi.

Kondisi makin membaik ini terbukti bahwa Rasio Elektrifikasi (RE) di NTB telah mencapai angka 99,98 Persen. Artinya tersisa 0,02 persen saja yang menjadi pekerjaan yang segera diselesaikan.

Dikatakan Wagub, lokasi yang titiknya sangat sulit atau tidak mungkin dijangkau oleh jaringan listrik, harus memanfaatkan potensi-potensi lokal yang ada di tempat tersebut.

BACA JUGA:  PLN Sudah Pastikan Listrik di Ajang WSBK Aman

Seperti sumber Energi Terbarukan (Renewable Energy), ada energi matahari, energi angin dan lainnya.

Untuk itu, perlu sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan PLN untuk mengurai potensi dan hambatan yang menjadi persoalan kebutuhan listrik masyarakat ini.

“Saya yakin, PR kita yang 0,02 persen tersebut akan dapat diatasi,”tutup Ummi Rohmi di dampingi Kadis ESDM Provinsi NTB.

Wagub mengapresiasi bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam program PLN Mobile Virtual Charity Run & Ride 2021, PLN UIW NTB.

“Sesuai komitemen PLN, tersisa yang belum dialiri listrik akan tuntas dalam waktu dekat,”punkasnya, di depan Asisten I Setda Lombok Tengah dan Camat Praya Barat.

General Manager (GM) PLN UIW NTB Lasiran mengatakan rasio elektrifikasi (RE) merupakan salah satu indikator kemajuan suatu daerah dengan dihitung dari banyaknya jumlah kepala keluarga (KK) yang telah menjadi pelanggan PLN.

Namun begitu, capaian terhadap RE akan terus berubah seiring dengan adanya penambahan jumlah keluarga yang memiliki KK baru. Pihaknya mengaku sisa RE 0,02 persen ini terus dikebut.

“Sisanya akan terus diusahakan rampung secepat mungkin,”terang Lasiran

Selain itu, dijelaskan Lasiran bahwa di Provinsi NTB, bantuan pasang baru listrik ini diberikan kepada 2.277 keluarga pra sejahtera yang terdata di DTSK.

Bantuan dari peserta runners dan bikers, gelaran PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2021, dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional ke 76 Tahun.

Kades Penujak Lalu Suharto, menyambut baik bantuan pemerintah ini. Diakuinya penduduk Desa PenujaK ada 15.725 jiwa, yang tersebar pada 19 dusun. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan ini.

BACA JUGA: Tiket Nonton WSBK Terjangkau Buat Warga NTB

“Terimakasi Pemrov. NTB, Pemkab Loteng dan PLN yang sudah membantu warga kami,” katanya

Salahsatu warga yang menerima bantuan pemasangan listrik gratis, Mayasih Muriah (70) warga Dusun Toro Adong Desa Penujak meras senang dan gembira.

“Saya hanya pinjam listrik tetangga selama ini, sudah lama ingin memakai listrik, terimkasih Ibu wagub,” kata Ina Qimi, sambal memeluk dan memegang erat tangan Ummi Rohmi.

Diskominfotik

 

 




PLN Sudah Pastikan Listrik di Ajang WSBK Aman

PLN NTB melalui General Manager (GM) PLN UIW NTB, sudah berkomitmen dan memastikan kebutuhan listrik untuk kawasan Mandalika dan Kawasan pendukung seperti hotel dan kebutuhan fasilitas strategis lainnya sudah aman

LOTENG.lombokjournal.com ~ PLN melalui General Manager (GM) PLN UIW NTB berkomitmen dan memastikan kebutuhan listrik untuk kawasan Mandalika dan kawasan pendukung seperti hotel dan kebutuhan fasilitas strategis lainnya sudah aman

Pasokan dan sIstem berlapis untuk kebutuhan listrik pada event bergengsi World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika Street Circuit, sudah aman dan tercukupi.

Wagub bicara dalam acara penyerahan bantuan PLN di Loteng

Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan penegasan itu saat penyerahan bantuan pemasangan listrik gratis secara simbolis.

BACA JUGA: PLN NTB Diminta Tuntaskan Daerah Belum Teraliri Listrik

Penyerahan bantuan itu dalam program PLN Mobile Virtual Charity Run & Ride 2021, PLN UIW NTB, Jum’at (05/11/21) Dusun Toro Adong, Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah.

“Hadapi ajang WSBK maupun MotoGP, kondisi kelistrikan tercukupi,” kata Wagub.

Menurut Ummi Rohmi, PLN NTB melalui General Manager (GM) PLN UIW NTB, sudah berkomitmen dan memastikan kebutuhan listrik untuk kawasan Mandalika dan Kawasan pendukung seperti hotel dan kebutuhan fasilitas strategis lainnya sudah aman.

General Manager (GM) PLN UIW NTB, Lasiran mengatakan pihak PLN sudah siap 100 persen. Pemasangan listrik untuk kebtuhan infrastruktur sudah selesai.

Memang masih ada bangunan yang belum final masih dalam proses pembangunan.

BACA JUGA: Tiket Nonton WSBK Terjangkau untuk Warga NTB

“Tapi setelah 1-2 hari rampung proses pembangunannya langsung dipasangi aliran listrik,” terangnya.

Dijelaskan, sisi kecukupan daya dengan sistem kelistrikan Lombok, dalam kondisi aman. Kebutuhan Daya listrik untuk area tersebut 2.500 KW atau 25,000 Watt.

“Tidak hanya untuk WSBK, namun kami juga siap untuk seluruh infrastruktur pendukungnya,” jelasnya.

Khusus untuk WSBK 2021 dan MotoGP yang akan dihelat tahun 2022, PLN NTB telah mempersiapkan skenario Zero Down Time, yakni sistem suplai listrik berlapis.

“Untuk jaga-jaga dan menghadapi kendala, kita siapkan scenario 3 lapis, kalau PLN 1 padam, masih ada PLN 2 dan 3 dan bila masih padam kita siapkan genset,” jelas Lasiran.

Pelayanan ini merupakan bentuk mendukung kawasan Mandlika dalam ketersediaan listrik yang handal dan berkualitas dan tidak mengalami gangguan.

“Ini merupakan komitmen kami untuk mendukung ketersediaan pasokan listrik. Supaya gelaran WSBK maupun MotoGP dapat berjalan aman dan lancar, demi NTB dan Indonesia.” tutur Lasiran.

Diskominfotik

 




Tiket Nonton WSBK Terjangkau Buat Warga NTB

Mulai hari Senin (08/11/21) masyarakat NTB sudah bisa mmbeli tiket World Superbike di Bandara BIZAM dan Basement Epicentrum Mall, harganya relatif terjangkau

MATARAM.lombokjournal.comTiket untuk menonton  World Superbike (WSBK) yang akan dilaksanakan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika terjangkau bagi masyarakat.

Dan mulai Senin (08/11/21) sudah dapat diperoLeh di Bandara BIZAM dan Basement Epicentrum Mall.

Kepastian itu disampaikan Gubernur H Zulkieflimansyah melalui postingan akun resmi Facebooknya, Kamis (04/11).

BACA JUGA:

“Insya Allah untuk masyarakat NTB tiketnya nggak semua mahal. Akan ada beberapa kelas tiket yang mudah-mudahan masih bisa terjangkau oleh masyarakat kita,” tulis Gubernur Zul.

Melalui akun medsosnya pula, Gubernur Zul menyertakan harga tiketnya. Berikut penjelasan tanggal dan ketersediaannya.

Hari pertama tanggal 19 November;

Harga Rp 150 ribu tersedia 10 ribu lembar tiket,
Harga Rp 250 ribu tersedia 3 ribu lembar tiket,
Harga Rp 300 ribu tersedia 3 ribu lembar tiket.

Hari kedua tanggal 20 November;

Harga Rp 300 ribu tersedia 3500 lembar tiket,
Harga Rp 400 ribu tersedia 3400 lembar tiket,
Harga Rp 550 ribu tersedia 2600 lembar tiket,
Harga Rp 650 ribu tersedia 1500 lembar tiket,
Harga Rp 800 ribu tersedia 4400 lembar tiket.

Hari ketiga tanggal 21 November;

Harga Rp 500 ribu tersedia 1000 lembar tiket,
Harga Rp 650 ribu tersedia 2500 lembar tiket,
Harga Rp 900 ribu tersedia 3400 lembar tiket,
Harga Rp 950 ribu tersedia 2600 lembar tiket,
Harga Rp 1.200 ribu tersedia 3000 lembar tiket,
Harga Rp 1.500 ribu tersedia 2800 lembar tiket.

Pihak Mandalika Grand Prix sendiri segera akan merilis tiket WSBK secara resmi.

Diskominfotik




Sebutan ‘Inaq-Amaq’ Masyarakat Sasak, Punya Akar Tasawuf

Salah satu keturunan Alawiyyin, Dr. H. S. Ali Jadid al-Idrus, M. Pd mengatakan, sebutan Amaq, sebutan Inaq itu merupakan simbol-simbol tradisi tasawuf

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Meski tidak banyak, ada juga sebagian masyarakat Sasak Lombok di era sekarang, ada yang gengsi memanggil orang tuanya dengan panggilan Inaq-Amaq (bhs Ind. Ibu-Bapak).

Anak-anak Sasak (suku asli di Lombok) di masa kini lebih banyak memanggil orang tuanya dengan panggilan ibu-bapak, ayah-bunda, mama-papa, dan mami-papi.

Padahal panggilan Inaq-Amaq memiliki makna yang mendalam jika dikaji melalui ilmu tasawuf.

Munculnya berbagai tradisi di Lombok tidak terlepas dari pengaruh penyebaran Islam di pulau ini. Salah satu tradisi tersebut adalah sebutan Inaq-Amaq untuk panggilan pada Ibu-Bapak.

BACA JUGA;

Menparekraf Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Desa Senaru

“Sebutan Amaq, sebutan Inaq itu sebuah bentuk simbol-simbol tradisi tasawuf yang sangat dalam,” kata salah satu keturunan Alawiyyin, Dr. H. S. Ali Jadid al-Idrus, M. Pd, (Kamis, 29 Juni 2017) yang lalu.

Jadi ucapan Ali Jadi Al Idrus itu tentu sudah berlangsung lama.

Kata “Inaq” berakar dari kata Bahasa Arab “Inaun” yang berarti wadah. Sederhananya kata inaq-amaq memiliki makna orang yang mewadahi.

Inilah salah satu tradisi yang mempertemukan tradisi muslim dari Timur Tengah dengan masyarakat lokal.

“Inaq, amaq itu kalau dalam ilmu tasawuf itu orang yang mewadahi. Di situlah titik temunya tradisi kami dengan Lombok ini khususnya,” jelas dosen di UIN Mataram ini.

Seperti diketahui penyebaran Islam ke Nusantara, khususnya Lombok salah satunya melalui strategi pendekatan tasawuf.

Di samping itu, selain tradisi panggilan inaq-amaq, masih banyak lagi tradisi di Pulau Lombok yang mengandung nilai tasawuf.

“Tinggal nanti bisa diukur tradisi Lombok itu banyak mengandung tasawuf. Orang-orang Lombok itu sangat cinta dengan tasawuf. Di situlah titik temu mereka itu,” jelasnya.

Sehingga Jadid menegaskan, orang memanggil orang tuanya dengan panggilan inaq-amaq bukanlah orang kampungan atau jadul.

BACA JUGA: Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

“Jadi jangan berpikir orang sebut inaq, orang sebut amaq itu orang second line. Tidak. Tidak ada strata seperti itu,” tegasnya.

@ng




Olahraga Menjanjikan Insentif Elektoral yang Besar

Patut diapresiasi politisi yang berkecimpung memina olahraga secara profesional, dan mereka akan memperoeh insentif elektoral

MATARAM.lombokjournal.com ~ Fenomena politisi NTB yang marak terjun langsung membina pengembangan olahraga secara profesional di Bumi Gora patut diapresiasi.

Langkah tersebut dipastikan akan menjadikan industri olahraga NTB kian pesat. Sementara bagi politisi, olahraga juga menjanjikan insentif elektoral yang besar.

“Olahraga itu bisa menyempurnakan karir politik seseorang,” kata Bambang Mei Finarwanto, SH, Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 di Mataram, Kamis (4/11/2021).

Didu, begitu Bambang Mei karib disapa mengemukakan, sudah banyak bukti bagaimana karir politik seseorang bisa melejit setelah terjun langsung membina pengembangan olahraga.

Didu tak hendak menyebut satu persatu. Namun contoh nyata tak hanya di Indonesia. Tapi juga di luar negeri. Di Italia misalnya. Bagaimana Silvio Berlusconi, Presiden klub sepakbola ternama Negeri Pizza, AC Milan, bisa menapaki karir politik cemerlang hingga menduduki kursi Perdana Menteri Italia.

Sementara di tanah air bagaimana sejumlah politisi mampu meraih kursi Kepala Daerah, atau duduk di lembaga legislatif di daerah hingga pusat, berkat keterlibatannya yang all out membina pengembangan olahraga.

Didu menegaskan, dirinya tak hendak mendorong politisasi olahraga. Justru sebaliknya, ia hendak mendorong agar pengembangan olahraga di NTB kian bergairah, kian profesional, sehingga bisa menjadi industri yang akan memberi nilai tambah tinggi bagi daerah.

Para politisi mapan NTB yang notabene memiliki sumberdaya finansial, adalah salah satu pihak yang bisa memberi daya ungkit untuk mewujudkan hal tersebut.

Sama seperti kalangan swasta dan para pengusaha yang juga memiliki daya ungkit serupa.

“Soal insentif elektoral, jangan dikhawatirkan. Hal itu pasti akan datang dengan sendirinya seiring dengan prestasi olahraga yang datang,” kata Didu.

Dicontohkan, bagaimana seorang Nazaruddin Dek Gam, tokoh muda di Aceh, minim pengalaman politik, bisa membalikkan posisi dari semula tokoh yang tak diperhitungkan, kini malah terpilih menjadi Anggota DPR RI dengan perolehan suara yang signifikan.

Padahal nomor urut yang diperoleh dalam Pemilu 2019 lalu bukanlah nomor urut yang diidamkan para politisi. Semua bermula dari pilihan Nazarudin yang terjun mengelola klub sepakbola Persiraja Banda Aceh.

Tangan dingin Nazaruddin menjadikan Persiraja promosi ke Liga 1, liga sepakbola kasta tertinggi di Indonesia. Persiraja pun kini tercatat sebagai klub sepakbola tanah air yang disegani.

Padahal sebelumnya sudah berbilang tahun selalu berkutat di liga kasta terbawah. Persiraja pun menjadi buah bibir dan menghadirkan kebanggaan kolektif bagi warga Aceh.

Didu menerangkan, Nazaruddin tak ngoyo berkampanye saat Pileg 2019, juga tak mempolitisasi Persiraja. Misalnya memanfaatkan klub dan para pemainnya yang diidolai publik di Tanah Rencong untuk berkampanye.

Sebaliknya justru Nazarudin fokus dan menyibukkan diri meningkatkan prestasi klub.

Hasilnya, para penggemar Persiraja memberi apresiasi dengan memilihnya saat Pileg berlangsung. Nazaruddin pun melenggang ke Senayan.

“Olahraga dan politik memiliki perbedaan habitat. Namun, pencapaian Nazaruddin membuktikan betapa olahraga seksi secara politis karena menjadi media perekat yang bisa mewujudkan kebersamaan,” tandas Didu.

Mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini menekankan, ibarat kendaraan, olahraga yang dikelola secara profesional dan mampu menghadirkan kebanggaan dan prestasi bagi daerah, adalah kendaraan yang bisa mengantar seseorang mencapai harapan dan cita-citanya.

“Dan ingat. Sebagai kendaraan, olahraga itu kendaraan yang istimewa. Sebab ia adalah kendaraan indah dengan kapasitas yang sangat besar,” tandas Didu.

Karena itu, dia menekankan memang di tahap awal, butuh pengorbanan besar. Termasuk dari sisi finansial. Namun, Didu memastikan investasi tersebut tak akan pernah sia-sia.

“Sudah pasti akan mendatangkan kebaikan bagi daerah. Kebaikan bagi masyarakat, dan kebaikan sang owner itu sendiri ,” kata Didu.

Itu sebabnya, ia pun mendorong para politisi mapan NTB untuk mengambil peran dalam memajukan olahraga lain di NTB, yang juga menanti sentuhan-sentuhan tangan dingin sehingga bisa berprestasi di tingkat regional, nasional, dan bahkan internasional.

Didu menekankan, olahraga memiliki nilai-nilai universal. Olahraga itu mempersatukan.

Di sisi lain, daya akomodasi olahraga sangat strategis dalam menggeliatkan akselerasi sektor lain dalam proses pembangunan daerah. Pendek kata, olahraga bisa menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saatnya sekarang olahraga menjadi sentral magnetik oleh para “ilmuwan dan seniman” politik NTB,” tandas Didu.

Me




Menparekraf RI Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru

Pengnugerahan Desa Wisata Indonesia 2021 dilakukan langsung Menparekraf Sandiaga Salahudinn Uno di Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Tahun ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan kegiatan “Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021″ dengan tema Indonesia Bangkit.

Pengaugerahan ini bertujuan mendorong dan mengembangkan Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Bupati Djohan bersama Menparekraf Sandiaga

Bupati dan Wakil Bupati berbincang dengan Menparekraf

Dari total 1.831 Desa Wisata ADWI tahun 2021, setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri sejak April lalu, hasilnya Desa Senaru, Kecamatan Bayan masuk 50 Besar ADWI.

Penganugerahan langsung dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, yang disaksikan oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, di Desa Senaru pada Kamis (04/11/21).

BACA JUGA: Desa Senaru Sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik 2021

Tampak hadir pula Kasrem 162 WB, Kadispar NTB, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansah SH, Ketua PKK KLU Hj. Galuh Nurdyiah SH,Kepala OPD KLU,serta undangan lainnya.

Menparekraf RI Sandiaga Uno menyampaikan, Kegiatan Penganugerahan Desa wisata sebagai awal dari kebangkitan Parawisata Indonesia di masa Pandemi.

“Saya mendapatkan momen luar biasa di Senaru ini dimana ada women guide dan ini bagian dari promosi yang luar biasa di miliki Desa Senaru,” tuturnya Sandiaga.

Dengan keindahan luar biasa Wisata Senaru, akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Terlebih dengan ada event Internasional WSBK dan Moto Gp di Mandalika, dengan keindahan yang dimiliki Desa Senaru nantinya akan dipromosikan di Internasional Simposium yang akan diikuti oleh 23 Negara.

Sementara itu, Bupati Djohan menyampaikan ucapan selamat datang di Desa Senaru pada Menparekraf.

Seperti diketahui, Desa Senaru menjadi salah satu dari 6 Desa Wisata di Kabupaten Lombok Utara.

“Harapan kita, pandemi Covid 19 berakhir dan Pariwisata kita bangkit kembali seperti dulu,” harapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Danny mengutarakan, dengan masuk Senaru 50 Besar ADWI akan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan daerah ke depan.

Dengan masuknya Desa Senaru 50 besar ADWI Sinergitas antara Pemda dengan Pemerintah Pusat dalam pengembangan desa wisata terus ditingkatkan ,mengingat di KLU memiliki 6 desa wisata.

BACA JUGA: Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity Melalui Vaksin OTR

“Selamat saya ucapkan kepada Kepala Desa dan masyarakat Desa Senaru yang masuk dalam 50 ADWI Tahun 2021, dan kita jadikan momen ini sebagai pendorong semangat dalam peningkatan pariwisata di daerah khususnya di Senaru,” kata Wabup Danny,

Kegiatan ADWI di Desa Senaru berlangung meriah, dengan pertunjukan kesenian khas Bayan dan pameran stan UMKM dan lainnya.

@ng




Pengumpulan Data Kependudukan, NTB Sukses 100 Persen

Suksesnya Provinsi NTB dalam pengumpulan data kependudukan bermanfaat dalam perencanaan pembangunan mewujudkan NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.comPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dinobatkan sebagai provinsi yang sukses 100 persen pengumpulan data menggunakan smartphone, dalam Launching Pendataan Keluarga 2021 (PK21) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB.

“Kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua tim pendataan keluarga. Kader, Supervisor, dan Manajer provinsi sampai dengan lini lapangan seluruh kabupaten/kota se-NTB,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd saat menerima penghargaan itu secara daring di ruang kerjanya, Kamis (04/11/21).

PK21 merupakan kegiatan pengumpulan data primer tentang data kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

BACA JUGA: Lansia di NTB Diharap Tetap Produktif di Masa Tua

Data-data yang telah dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk menentukan dan memetakan keluarga mana yang berisiko melahirkan anak stunting.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, SpOG (K).

“Data PK21 memetakan keluarga sasaran berpotensi risiko stunting dengan penapisan keluarga pra sejahtera, sanitasi, akses air bersih, rumah tidak layak huni, dan pendidikan ibu rendah,” katanya.

Ummi Rohmi berharap, ke depan hasil pendataan keluarga di NTB dapat berguna dan bermanfaat dalam perencanaan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kami berharap selanjutnya hasil pendataan keluarga ini dapat bermanfaat dalam perencanaan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat demi mewujudkan Indonesia Maju menuju NTB Gemilang,” jelas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity Melalau Vaksin OTR

Dengan diluncurkannya Pendataan Keluarga tahun 2021, para stakeholders dapat memetakan resiko stunting anak di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di NTB.

Nn

diskominfotikntb




Lansia di NTB Diharap Tetap Produktif di Masa Tua

Para lansia dan pralansia di NTB dapat terus diberdayakan dan diperhatikan sehingga bisa tetap produktif dan mandiri di masa tuanya

MATARAM.lombokjournalcom ~ Kelumpok lanjut usia (lansia) di Prov NTB diharapkan dapat tetap produktif di masa tua mereka.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati saat menerima kedatangan Kelompok Kebugaran Lansia dan Pralansia Indonesia (KLPI) di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (04/11/21).

Ketua Kelompok Kebugaran Lansia bertemu Hj Niken

“Semoga dengan adanya komunitas ini, para lansia dan pralansia di NTB dapat terus diberdayakan dan diperhatikan sehingga bisa tetap produktif dan mandiri di masa tuanya,” ucap Bunda Niken.

Ibu Lale G. Ariadi, Ketua KLPI menyampaikan rasa terimakasihnya atas dukungan yang diberikan pemerintah terhadap komunitasnya.

“Tentunya kami sangat berterimakasih kepada Bunda Niken dan pihak terkait karena telah membantu komunitas kami berkembang. Dengan adanya KLPI, kami akan terus berusaha untuk menaungi para lansia di NTB agar menjadi lebih sehat, produktif dan tidak menjadi tua yang tidak berguna di masa tua,” jelasnya.

BACA JUGA: Pengumpulan Data Kependudukan, NTB Sukses 100 Persen

Selain itu, Bunda Niken menambahkan, ia akan terus mendukung pembentukan KLPI sehingga nantinya para lansia dan pralansia mempunyai tempat pulang untuk menghabiskan waktu bersama.

“Kita siap mendukung komunitas ini agar semakin berkembang ke depan, sehingga KLPI dapat menjadi rumah bagi para lansia dan pralansia di NTB untuk saling bertemu, beraktifitas, mengisi waktu dan juga bersosialisasi bersama,” tambahnya.

BACA JUGA: Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Bunda Niken juga mengingatkan Kelompok KLPI agar ke depan terus bersinergi dengan pemerintah secara umum, dan masyarakat luas secara khusunya.

Nn

diskominfotikntb