Milad Muhammadiyah ke 109 di KLU, Kontribusi untuk Republik

Usia yang melebihi satu abad Muhammadiyah, telah berkontribusi nyata berperan dan mewarnai perjalanan hidup bangsa dan Negara

TANJUNG.lombokjournal.comBupati Lombok Utara, H. Djohan Samsu mengatakan, kontibusi Muhammadiyah nyata  di usia yang melebihi satu abad, Muhammadiyah telah berperan dan mewarnai perjalanan hidup bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan Bupati saat membuka dan menyampaikan ucapan selamat atas Milad Muhammadiyah ke-109, Sabtu (20/11/21).

Peringatan Milad ke 109 Muhammadiyah

Menurutnya, ini bukti Muhammadiyah adalah bagian yang melekat dan menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan republik.

“Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan dan sosial yang berkontribusi nyata bagi kemajuan republik. Peran kesejarahan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, “ kata Djohan.

Pernyataan itu disampaikan di tengah ratusan anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/Sederajat dan Mahasiswa serta masyarakat umuum  yang menghadiri acara Milad Muhammadiyah Ke 109, hari Sabtu.

BACA JUGA: Rakor Kades se-Gangga, Cermati Kinerja Pemerintah Desa

Ia berharap, dengan bertambahnya usia, Muhammadiyah akan tetap melanjutkan peran sosial dan keagamaan demi majunya bangsa dan negara.

Muhammadiyah, banyak meluluskan peserta didik dari banyak lembaga pendidikan yang dirintis dan dikelola yang dilandasi oleh komitmen Muhammadiyan mengentaskan berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

“Kita hidup di era kolaborasi yang meniscayakan kerjasama dan saling mengisi antara pemerintah, pasar, dan masyarakat sipil. Ketiganya memiliki peran yang saling terkait dan harus saling menopang,” ungkap Djohan.

Segala ikhtiar yang bersifat rasional ilmiah dan spiritual rohaniah harus terus dilakukan sebagai jalan jihad untuk mengakhiri pandemi ini.

Seberat apapun masalah yang dihadapi bangsa daerah dan bangsa, menurut Djohan, jika pemerintah serta masyarakat berkomitmen kuat, bersatu, dan melangkah bersama secara serius dan terencana, maka akan terdapat jalan keluar.

“Muhammadiyah telah melakukan peran kesejarahannya yang nyata, sesuatu yang harus mendapatkan apresiasi dan atensi yang tinggi ” tegas Djohan.

BACA JUGA: Hak Fasilitator RTG Tunggu Realisasi Pusat

Milad Muhammadiyah ke-109, tetap mematuhi standar Protokol Covid 19 dan di bawah pengawasan pihak Kapolsek Gangga bersama anggotanya, karena akan berlangsung selama dua hari,  yaitu Sabtu – Minggu, dan dirangkaikan berbagai kegiatan.

@ng

 




Rakor Kades se-Gangga, Cermati Kinerja Pemerintah Desa

Rakor Kades se Kecamatan Gangga, Lombok Utara membahas kinerja pembangunan Pemerintah Desa dan koordinas realisasi perencanaan pembangunan Desa 2021

GANGGA,KLU.lombokjornal.com ~ Pemerintah Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bagi Kepala Desa se-Kecamatan Gangga tahun 2021, di aula kantor kecamatan setempat pada Kamis (18/11).

Rakor diikuti oleh Kepala Desa dan Kasi Pemerintahan Desa se-Kecamatan Gangga.

Pelaksanaan rakor untuk mencermati progres target kinerja Pemerintah Desa dan Koordinasi realisasi perencanaan pembangunan Desa 2021.

Agenda kegiatan rakor membahas serapan kinerja pembangunan dan perencanaan di masing-masing desa guna mengukur kinerja Pemerintahan Desa.

Sekretaris Camat (Sekcam) Gangga, Ni Luh Kartini yang memimpin rakor  dibersamai Kasi Pelayanan Umum Adibawa, Kasi Pemerintahan Alfian Zubaer, Kasi PMD M. Fajarudin, dan Kasubbag Program dan Perencanaan Kecamatan Gangga Ahmad Aplanwadi.

Dalam brainstorming pendapat sejumlah hal strategis, mengemuka gagasan strategis yang perlu diatensi dan mendapat tindak lanjut ke depan. Termasuk solusi sejumlah kendala dalam penyelenggaraan roda Pemerintah Desa.

BACA JUGA: Bimtek Pengolahan Hasil Sumberdaya Pangan Lokal

Misalnya, masih rendahnya SDM aparatur desa, perlunya regulasi pengelolaan aset desa, manajemen pengelolaan keuangan desa, serta regulasi penataan Dusun. Kloaka akhirnya untuk memaksimalkan pembangunan desa, harus sebangun dengan perencanaan desa yang matang.

Penjabat Kepala Desa Sambik Bangkol, Sarjono, menyoroti urgensi regulasi penataan dusun yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.

Menurutnya, guna menyaring aspirasi yang berkembang, dapat menyesuaikan dengan kondisi desa saat ini, perlu ada pengaturan lebih lanjut di daerah dalam bentuk regulatif.

“Kita lihat di sejumlah desa, animo gelombang aspirasi pembentukan dusun cukup besar. Ini perlu kita atur di desa. Tapi kita belum punya payung hukum di atas kita. Ini menjadi kendala kami di desa mengatur lebih lanjut. Apalagi kita semua tahu kondisi keuangan kita di semua level sedang tidak stabil akibat bencana menghampiri kita sejak tiga tahun terakhir,” tutur Pj Kades Samba ini.

Dikatakannya, dalam membentuk suatu dusun yang harus mengikuti prosedur atau mekanisme sesuai peraturan perundangan-undangan. Pasalnya, pembentukan Dusun secara regulatif ditetapkan dengan Peraturan Desa setelah melalui pelbagai tahapan persyaratan yang mesti terpenuhi.

“Dalam proses penataan dusun, apakah kita bisa tindaklanjuti atau tidak, tentu setelah melewati proses kajian yang matang dan verifikasi persyaratan yang diperintahkan regulasi. Apakah layak atau tidak dibentuk dusun baru,” terangnya.

Diungkapkan pula, aspirasi penataan dusun memang tidak ujuk-ujuk dapat dilakukan mesti itu atas prakarsa masyarakat dusun, adat istiadat, asal usul maupun kondisi sosial budaya masyarakat dusun bersangkutan.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina Akhir Tahun

Namun ada dua hal pokok yang harus benar-benar menjadi pertimbangan serius dalam konteks penataan dusun. Yaitu pada aspek kemampuan keuangan desa dan potensi yang ada pada tiap dusun.

Semua desa, katanya, mengalami kondisi keuangan yang tidak stabil akibat pandemi Covid. Maka, wacana pemekaran Dusun perlu diatur secara regulatif di desa.

“Pemerintah telah mengeluarkan moratorium pemekaran. Ini mesti kita tindaklanjuti. Memang pelayanan publik itu hak yang harus dilindungi. Caranya dengan meningkatkan kelancaran pelaksanaan pembangunan serta memberi kemudahan pelayanan kepada masyarakat,” kata pria yang juga Kasubbag Komunikasi Pimpinan pada Bagian Prokopim Setda KLU itu.

Ahmad Aplanwadi dari Pemerintah Kecamatan Gangga, menjelaskan, ada dua istilah dasar yang penting untuk diketahui dalam ilmu hukum, yaitu Das Sollen dan Das Sein.

Das sollen lebih pada kondisi apa yang seharusnya terjadi, sementara Das Sein melihat kenyataan yang sebenarnya.

Dikatakan lebih lanjut, das sollen dikenal sebagai suatu kaidah hukum yang menerangkan kondisi yang diharapkan. Sedangkan das sein dianggap sebagai keadaan yang nyata.

Das sein tidak selalu sejalan dengan das sollen. Salah satunya karena penafsiran yang berbeda terhadap kaidah hukum.

Jelas dinyatakan, masih kata Aplan, das sollen dan das sein itu berbeda. Das sollen merupakan peraturan hukum sedangkan das sein adalah peristiwa konkret.

Tapi baik das sollen maupun das sein memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menentukan penemuan hukum secara tepat.

“Ketika terjadi ketidaksesuaian antara das sollen dan das sein, maka di situlah akan timbul masalah. Ini mesti dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan masalah di belakang haru,” kata Aplan.

Sar

 




LFC Kembali Lakukan Uji Coba, Ditahan Imbang UNDIKMA

Lombok Football Club (LFC) Kembali Lakukan laga persahabatan sebagai uji coba, kali ini ditahan imbang 2-2 saat melawan UNDIKMA

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Football Club (LFC) kembali menggelar pertandingan uji coba jelang Liga 3 Asprov NTB.

Kali ini lawan LFC adalah tim sepak bola Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram. Pertandingan di lapangan Gebang, Kamis 18 November sore, berakhir dengan skor sama kuat 2-2.

Pertandingan melawan Undikma, LFC memainkan tiga pemain asal Papua. Duet striker Paulus Isak Onna dan Edwin Harold Iboy serta pemain belakang Andresius Kristian Bonsapiah.

BACA JUGA: LFC Datangkan Tiga Pemain Anyar dari Papua

Pemain LFC membuat gol cepat melalui kaki Edwin di menit 4 tercipta dari umpan satu-dua dengan Paulus. Sentuhan Paulus mengecoh pemain bertahan Undikma, Ia kemudian mengirimkan bole ke Edwin dan gol tercipta dengan mudah.

Setelah gol ini, Undikma bermain ngotot berupaya menembus pertahanan LFC. Seperti duet striker, back asal Sorong, Andresius Kristian Bonsapiah bermain tenang. Beberapa kali ia menghalau umpan terobosan dari gelandang serang Undikma.

Hingga turun minum skor 1-0 untuk LFC tak berubah.

Di babak kedua, pemain Undikma mengambil inisiatif serangan. Lini tengah Undikma cukup lihai menguasai bola. Beberapa kali umpan terobosan yang dilakukan pemain-pemain Undikma sanggup menerobos lini bertahan LFC.

Beruntung bagi LFC, karena penyelesaian akhir striker Undikma kurang tenang.

Kreativitas lini tengah LFC tak berjalan maksimal, Paulus dan Edwin beberapa kali mengambil inisiatif menjemput bola.

Petaka terjadi di menit 73, Parlian Agung Dewantara menyamakan kedudukan. Memanfaatian kesalahan komunikasi lini belakang LFC, Dewa dengan tenang menceploskan bola.

Gol ini membuat LFC kembali  berinisiatif menyerang. Memanfaatkan kecepatan sayapnya tim asuhan Hamzah Wardi dan Margono ini menusuk. Tapi banyak bola kandas oleh solidnya lini belakang Undikma.

BACA JUGA: Mengenal Corak Batik Sasambo di NTB

Buntunya serangan membuat pemain LFC, Aldy mencoba menendang bola dari jarak jauh. Hasilnya di menit 76, tendangannya membentur mistar gawang Undikma. Skor nyaris bertambah untuk LFC.

Lewat skema serangan dari sayap kiri, akhirnya LFC benar-benar mencetak gol di menit ke 82. Paulus yang menerima umpan silang dengan tenang menceploskan bola. Skor 2-1 untuk LFC.

Gol ini rupanya tak bertahan lama, sehingga pada menit 82 pemain Undikma Slamet Riyadi menyamakan skor 2-2 setelah memanfaatkan kemelut di muka gawang.

Hingga peluit akhir pertandingan ditiup, skor imbang tetap bertahan.

Presiden LFC H. Bambang Kristiono, SE (HBK) seusai pertandingan memberikan catatan khusus, meski bertajuk laga persahabatan tapi ia menilai komposisi tim masih butuh berbagai pembenahan. Menurutnya, pemain antar lini di LFC belumlah merata.

“Yang kita mainkan ini adalah pemain-pemain yang belum bermain pada laga sebelumnya. Cuma secara kemampuan, memang masih harus ditingkatkan,” katanya.

HBK menilai pertandingan persahabatan yang digelar sekaligus menjadi ajang evaluasi untuk membentuk komposisi pemain yang solid. Pekan depan pemain-pemain LFC akan mulai mengarungi Liga 3 Asprov NTB.

“Performa pemain baru dari Papua cukup memuaskan. Tinggal selanjutnya kita asah lagi pemain yang lain,” ujarnya.

“Saya optimis komposisi terbaik akan tampil di kompetisi Liga 3 nanti,” sambungnya.

Sementara itu, Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono mengatakan, skuad inti dari LFC masih terus digodok oleh pelatih. Pertandingan melawan Undikma kian menunjukkan performa individu pemain. Selain skill, daya tahan serta daya juang di lapangan perlu ditingkatkan.

“Determinasi sepak bola itu berjalan 90 menit. Kalau fisik habis sebelum pertandingan selesai, maka kita akan kedodoran. Satu menit di sepak bola itu berarti dan gol bisa tercipta,” katanya.

Untuk itu, sesuai arahan Presiden LFC kepada tim pelatih komposisi pemain inti dan cadangan diharapkan tak berbeda jauh sehingga rotasi dapat berjalan baik.

Kompetisi Liga 3 NTB akan berjalan cukup padat, ada 10 tim yang harus dihadapi oleh LFC di fase pertama.

“Pertandingannya hanya jeda sehari, bahkan ada yang berturut-turut. Kalau cadangan kurang siap, maka skuad inti kesulitan pelapis. Saya yakin skuad inti dan pelapis nanti benar-benar  sepadan disaat kompetisi berjalan,” tambahnya.

Me

 




Perekonomian Masyarakat Sekitar KEK Mandalika Bangkit

Peningkatan ekonomi sangat dirasakan seluruh UMKM di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gelaran Word Superbike (WSBK)  2021 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, memberikan angin segar bagi seluruh UMKM di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Produk lokal dari UMKM sekitar KEK Mandalika

Peningkatan ekonomi sangat dirasakan oleh masyarakat sehingga mampu memberikan semangat baru untuk terus memproduksi berbagai produk produk lokal yang dapat dinikmati oleh para wisatawan.

Seperti yang dikatakan Buhari Rahman, pemilik Galery Lombok OKE yang mengaku bahagia berlangsugnya gelaran International tersebut..

“Kami sangat berbahagia dan bangga untuk menyambut gelaran WSBK ini karena sangat bagus bagi kami untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dikawasan KEK Mandalika,” tutur Buhari saat diwawancarai di Galery Lombok Oke, Jum’at (19/11/21).

BACA JUGA: Remaja NTB Raih Juara Putri Batik Nasional

Buhari berharap agar gelaran – gelaran International dapat terus berlangsung agar masyarakat dapat merasakan dari segi perekonomian.

UMKM sekita KEK Mandalika mulai bangkit

“Semoga acara seperti dapat terus dilaksanakan setiap tahun ataupun setiap bulannya sehingga kami juga dapat menikmatinya,” tutur Buhari.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina Akhir Tahun

Respon yang sama juga dituturkan oleh pengelola Rumah Makan Ayam Taliwang II, Erni Nur Afni mengaku dengan adanya WSBK mendapatkan hasil income yang lebih baik dan semakin meningkat.

“Alhamdulillah, adanya WSBK produk – produk kami mendapatkan hasil yang semakin meningkat, semoga di tahun yang akan datang semakin ramai dan terus meningkatkan perekonomian di NTB,” tutur Erni.

Nn

diskominfotik

 




Gubernur NTB Langsung Kontak Menteri Perdagangan

Menteri Perdagangan RI menginstruksikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan, melakukan langkah-langkah taktis merespon anjloknya harga bawang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Respon cepat dilakukan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah setelah mmperoleh informasi anjloknya harga bawang di sejumlah wilayah di NTB, khususnya Kabupaten Bima.

Gubernur Zul megaku langsung menghubungi Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi.

“Pak Menteri akan Carikan solusi untuk harga bawang di Bima,” ujar Doktor ekonomi industri ini.

BACA JUGA: Bimtek Pengolahan Hasil Sumberdaya Pangan Lokal

Selain itu, Bang Zul memerintahkan  Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, untuk berkoordinasi dengan Kadis Perdagangan Kabupaten Bima.

Anjlognya harga bawang merah, Gubernr kontak Menteri Perdagangan

“Kadis Perdagangan Provinsi, Saya minta berkordinasi dengan Kadis Perdagangan di Bima untuk mencari solusi harga minimal yang diinginkan petani,” imbuh Bang Zul.

Menurutnya, situasi saat ini memang sedang tidak mudah. Dan pihaknya akan terus intens membangun komunikasi dengan Menteri Perdagangan RI dan jajarannya.

“Kami dengan Pak Mendag sedang mencari solusinya. Mudah-mudahan Senin tim dari Pusat akan ke lapangan utk mencari solusi terbaik,” tarangnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, merespon komunikasi selular Gubernur NTB, dengan langsung menginstruksikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Oke Nurwan, untuk melakukan langkah-langkah taktis guna merespon terkait anjloknya harga bawang.

“Barusan Pak Gub (Gubernur NTB, red), sudah kontak saya. Pagi ini, saya bahas dulu dengan Kementan, dan kita coba siapkan langkah tindak lanjut untuk jangka pendeknya,” terang Oke.

BACA JUGA: Hak Fasiitator RTG Tunggu Realisasi Pusat

Selain itu, Oke Nurwan juga memberikan tips untuk menjaga kestabilan harga bawang ke depannya.

“Tapi juga harus ada perbaikan di pola dan waktu tanam. Karena kalau waktu tanam yang bersamaan maka setiap panen pasti anjlok (harganya),” tandas Oke.

Nn

 

 




Bimtek Pengolahan Hasil Sumberdaya Pangan Lokal

Penyelenggaraan bimtek yang dilakukan DKP3 KLU guna menambah ketrampilan Kelompok Wanita Tani khususnya mengolah sumber daya lokal

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara KLU laksanakan bimbingan tehnis (bimtek) pengolahan hasil pangan lokal.

Pelaksanaan bimtek dipusatkan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Resilam di Dusun Beraringan, Selasa (18/11/21).

Kepala UPTD Kecamatan Kayangan, Lalu Syaiful Bahri, SPT, mengawali kegiatan ini mengatakan, bimtek ini merupakan kegiatan yang sudah terencana untuk empat desa perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Kayangan, yakni Desa Santong Mulia, Desa Sesait, Desa Gumantar dan Desa Kayangan.

BACA JUGA: Hak Fasilitator RTG Tunggu Realisasi Pusat

Produk hasil bimtek pengolahan hasil pangan lokal
Jajan hasil bimtek

Bimtek bertujuan menambah keterampilan KWT khususnya memanfaatkan sumber daya lokal.

“Sumber daya lokal yang ada di sekitar kita diolah menjadi makanan atau prodak yang bisa dipasarkan untuk menujang ekonomi rumah tangga,” kata Syaiful.

Dalam kesempatan sama, Kasi Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Muhammad Gulillizan,SP menjelaskan, Kecamatan Kayangan memiliki destinasi wisata lokal, yakni Pantai Beraringan yang tersedia lapak.

“Destinasi lokal itu menjadi tempat pemasaran prodak pertanian, sebagaimana tujuan bintek kita hari ini,” tuturnya.

Bimtek peningkatan kapasitas petani itu berlangsung selama dua hari yang berlangsung di dua tempat, yaitu di Desa Senaru dan Dusun Beraringan Desa Kayangan yang masing-masing diikuti 30 orang.

Kabid Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan melaksanakan bimtek untuk menambah pengetahuan peserta.

“Juga meningkatkan kemampuannya dalam melahirkan prodak atau olahan berupa jajan dari bahan lokal seperti ubi jalar dan lain sebagainya,” jelasnya.

Produk hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan dan umbi-umbian merupakan produk yang mudah mengalami kerusakan.

Karena itu penanganannya harus dipikirkan agar tidak sia sia. Caranya, diolah sedemikian rupa menjadi jajan yang siap di pasarkan di sektar lingkungan bahkan menjangkau pasar ke luar.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina Akhir Tahun

Pemerintah daerah melalui DK3P KLU sangat mendukung moril maupun materil guna menyukseskan dan memajukan masyarakat khususnya di dusun Beraringan sebagai destinasi wisata.

Progres program kegiatan bimtek selama dua hari ini cukup berjalan baik di Desa Senaru Bayan maupun Dusun Beraringan Desa Kayangan inj.

“Ini program gratis, kalau ibu-ibu tidak mengikuti dengan serius dalam penyampaian kami maupun peraktek ini nanti, maka sangat kita sayangkan,” pesannya saat membuka kegiatan bimek.

DKP3 Jalankan Fungsi terkait Pangan

DKP3 KLU dalam tugas membantu Bupati, melaksanakan urusan pemerintahan pada tugas pembantuan di bidang ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, DKP3 KLU menyelenggarakan fungsi perumusan kebijakan daerah di bidang ketersediaan pangan, kerawanan pangan, distribusi pangan, cadangan pangan, penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan.

Perumusan kebijakan di bidang prasarana dan sarana, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, penyuluhan pertanian dan perikanan yang meliputi mengembangan prasarana ketahanan pangan, pertanian dan perikanan,

Ada juga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ketahanan pangan, pertanian dan perikanan; yakni pelaksanaan administrasi dinas ketahanan pangan, pertanian dan perikanan, dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

DKP3 Bidang Ketahanan Pangan mempunyai tugas menyusun kebijakan, pemberian pendampingan serta pemantauan dan evaluasi di bidang ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan.

Dan untuk melakasanakan tugas tersebut, bidang ketahanan pangan menyelenggarakan salah satu fungsi yaitu, melaksanakan bimbingan tehnis pengolahan hasil pangan lokal.

@ng




Waspada, Ancaman Badai La Nina di Akhir Tahun

Peringatan BMKG, agar mewaspadai datangnya badai La Nina yang meski inntensitasnya lemah tetap berpotensi memicu bencana hidrometeorologi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ancaman badai La Nina diprediksi menjelang akhir tahun ini sampai bulan Februari 2022.

Memang diperkirakan berlangsung dengan intensitas lemah, namun badai ini tetap berpotensi menyebabkan bencana alam di tanah air, dari banjir hingga tanah longsor.

Peringatan fenomena La Nina itu disampaikan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bercermin dari kejadian tahun lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan La Nina meningkatkan curah hujan pada November 2019 hingga Januari 2020.

BACA JUGA: Hak Fasilitator RTG Masih Tunggu Realisasi Pemerintah Pusat

Curah hujan ini meningkat sekitar 20% hingga 70% dari kondisi normal di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan.

Masyarakat perlu mewaspadai adanya fenomena cuaca ekstrem pada periode peralihan musim ini, seperti hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang.

Meskipun periodenya singkat tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA: Pemprov NTB Rencanakan Bentuk Holding Layanan Kesehatan

Kewaspadaan lebih ditingkatkan pada periode puncak musim hujan yang diprediksi akan dominan terjadi pada Januari dan Februari 2022.

Nn

 




Hak Fasilitator RTG Tunggu Realisasi Pusat

BPBD Provinsi NTB terus perjuangkan usulan pembayaran fasilitator RTG ke pusat, PPK juga sudah berusaha maksimal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB berupaya memperjuangkan hak seluruh fasilitator Rumah Tahan Gempa (RTG) dan masih menunggu realisasi dari BNPB.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB sudah perjuangkan untuk menyampaikan usulan pembayaran fasilitator RTG ke pusat.

“Hanya saja sekarang kita masih menunggu realisasi dari BNPB,” tegas Kalak BPBD NTB, H. Syahdan saat dihubungi melalui via telpon, Rabu (17/11/21).

BACA JUGA: Remaja NTB Raih Juara Putri Batik Nasional

Fasilitator RTG yang terdampak dari 6 Kabupaten (Kab) dan Kota yang ada di Provinsi NTB, yakni Kab. Lombok Timur, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Kab. Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram.

Kalak BPBD mengatakan, Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) Provinsi dan PPK Kabupaten/Kota terdampak terus secara intens melakukan komunikasi dengan BNPB.

BACA JUGA: Persiapan Ajang WSBK, Dipastikan Profesional dan Optimal

“Seluruh Kabupaten terdampak dan Kota kami sudah perjuangkan, PPK dan kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin” pungkasnya.

Nn

Diskominfotik

 




Mengenal Corak Batik Sasambo di NTB

Kini pola, corak batik sangat banyak, bahkan setiap daerah pasti memiliki corak batik yang khas, salah satunya adalah Batik Sasambo dari Nusa Tenggara Barat

MATARAM.lombokjournalcom ~ Setelah Kamala Feodora Tirta meraih Juara I Nasional dalam ajang Putri Batik Remaja Indonesia 2021, Batik Sasambo asal Nusa Tenggara Barat (NTB) main dikenal.

Sebab, Feo panggilan akrab  Kamala Feodora Tirta, mengaku membawa jenis batik NTB saat proses Lomba yang erlangsung di Jakarta.

Batik Sasambo kreasi baru

Salah satu corak Batik Sasambo

Batik merupakan salah satu karya Indonesia yang membanggakan. Batik adalah kain yang dilukis dengan cairan lilin malam dan untuk melukiskannya menggunakan canting.

Lukisan khas pada kain membentuk pola pola tertentu yang khas dan dinamani sebagai kain batik.

BACA JUGA: Remaja NTB Juara Putri Batik Nasional

Konon, asal mula sebtan Batik berasal dari kata amba dan tik, yang berarti kain dan titik.

Artinya batik adalah titik titik yang Digambar pada kain hingga akhirnya membentuk pola atau corak yang indah.

Cork Batik sudah sangat dikenal di dunia fashion, terbukti dari banyaknya artis popular dan penjabat negara yang bangga menggunakan batik.

Agnez Mo kerap menggunakan kostum kain batik dalam klip musik videonya. Demikian juga, para pejabat public juga menggunakan batik sebagai pakaian resmi di berbagai kesempatan sebagai fashion khas Indonesia.

Kepopuleran kain batik sebagai fashion bukan hanya ditunjukan oleh orang orang dalam negeri, tetapi juga artis dan pejabat negara lainnya.

Seperti Nelson Mandela hingga Bill Gates tertangkap kamera beberapa kali menggunakan batik, selain itu juga ada Paris Hilton dan James Bay.

Batik sudah sangat populer bahkan di tingkat dunia. United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) mengakui batik sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia atau Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009.

Pada tanggal tersebut juga akhirnya diputuskan menjadi hari batik nasional. Sejak diputuskan menjadi hari batik nasional, berbagai cara dilakukan untuk menyemarakkannya, misalnya seperti di sekolah sekolah dan dikantor kantor yang menggunakan batik bebas berwarna warni.

BACA JUGA: Pemprov NTB Rencanakan Bentuk Holding Layanan Kesehatan

Kini batik pun menjadi pakaian yang dapat digunakan dalam setiap kesempatan formal, atau nonformal.

Batik Sasambo

Kini pola, corak batik sangat banyak, bahkan setiap daerah pasti memiliki corak batik yang khas. Salah satuny adalah batik sasambo dari Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Desa Rembitan Kecamatan Pujut kabupaten Lombok.

Nama Sasambo sendiri diambil dari tiga etnis yang mendiami NTB antara lain Sasak, Sumbawa dan Mbojo. Meski diambil dari nama etnis di NTB batik sasambo merupakan akulturasi dari batik Lombok dan juga masih dipengaruhi oleh batik Jawa.

Selain itu motif batiknya juga dipengaruhi faktor ekologi NTB yang terletak di pada pulau pula kecil dengan budaya agraris dan pesisir. Lalu seiring berjalannya waktu, batik Sasambo memiliki ciri khasnya sendiri dan memiliki filosofi yang menarik.

Batik Sasambo, antara lain, memiliki motif rumah tradisonal NTB yang berkaitan dengan tradisi di masyarakat NTB. Batik sasambo tidak hanya diciptakan dengan alasan fashion saja. Banyak makna yang terkandung dalam motif batik Sasambo, makna dan nilai tersebut merepresentasikan nilai nilai dan harapan masyrakat NTB.

Nilai nilai dan harapan tersebut merujuk pada persatuan, kerukunan, kemakmuran, kemanan dari bencana, sumber rejeki, perdamaian dan perlindungan.

Misalnya motif Bale Lumbung yang motifnya berupa gambar biji ijian, motif ini bermakna kemakmuran karena biji bijian adalah bahan konsumsu makanan yang dapat ditanam kembali.

Nn

Sumber: Genpi Nasional

 




Remaja NTB Raih Juara Putri Batik Nasional

Remaja Putri NTB asal Kota Mataram, Kamala Feodora Tirta, meraih prestasi Putri Batik Nasional, dan Wagub Hj Sitti Rohmi berharap Kamala mengkampayekan pemakaian batik Sasambo

MATARAM.lombokjournal.com  ~ Kamala Feodora Tirta, siswi SMA Tunas Daud Kota Mataram berhasil meraih Juara I Nasional dalam ajang Putri Batik Remaja Indonesia 2021.

Pujian dan apresiasi pun disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd.

Audensi wagub dengan remaja peraih Putri Batik Nasional
Audensi Wagub dengan Feo dan pendampingnya

Prestasi Kamala dinilai akan memotivasi remaja dan generasi muda NTB untuk mencintai batik dan tenun produk daerah sendiri.

Ummi Rohmi sapaan Wagub menyampaikan itu saat menerima audiensi Kamala Feodora Tirta, siswi SMA Tunas Daud Kota Mataram, Rabu (17/11/2021) di Ruang Kerja Wagub.

BACA JUGA: Mengenal Corak Batik Sasambo di NTB

Menurut wagub, remaja dan generasi muda bahkan masyarakat NTB banyak yang belum mengetahui keberadaan batik Sasambo, maupun tenun ikat yang dihasilkan penenun NTB.

Motif maupun pilihan warna batik dan tenun ikat milik masyarakat Sasak, Sumbawa maupun Bima cantik dan indah, puya ragam motif dan warna yang alami.

Serta memiliki filososi sesuai dengan kultur dan budaya pada ukiran batik maupun tenun ikat.

Wagub berharap agar Feo sapaan Kamala Feodora Tirta, memotivasi dan terus mengkampayekan pemakian batik kepada remaja, generasi muda. hingga masyarakat NTB mencintai batik Sasambo.

“Selamat atas prestasinya, semoga terus menginpirasi remaja dan generasi muda di NTB,” ucap wagub.

Kadis Dikbud Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqon mengakui, anak-anak dan remaja NTB dari berbagai even ataupun kompetisi baik akademik maupun non akadenik kerap meraih prestasi di tingkat nasional.

“Salah satunya Kamala Feodora Tirta yang meraih Juara Ajang Putri Batik Remaja Indonesia 2021,” terangnya.

Ke depan, prestasi siswa Sekolah Kristen Tunas Daud Mataram ini akan terus dioptimalkan. Untuk memotivasi siswa SMA dan SMK pada berbagai kegiatan sekolah.

BACA JUGA: Persiapan Ajang WSBK, Dipastikan Profesinal dan Optimal

Sehingga siswa-siswi di NTB percaya diri untuk berlaga pada kompetisi tingkat regional maupun nasional. Karena potensi yang dimiliki anak-anak cukup banyak untuk ditonjolkan.

Mengagumi batik Sasambo

Ditemani Direktur Sekolah Kristen Tunas Daud Mataram (SKTDM) Dr. Kristyanto S. Boko, Kamala Feodora Tirta, siswi SMA Tunas Daud Kota Mataram menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemrov. NTB dan jajarannya.

“Sehingga saya dapat termotivasi meraih juara nasional,” kata Feo.

Dikatakannya, saat masa karantina banyak teman-temannya bahkan masyarakat di Ibu kota Jakarta yang mengagumi batik Sasambo milik NTB.

“Banyak yang bertanya harga dan cara mendapatkannya,” terang gadis yang bercita-cita ingin jadi dokter ini.

Ia juga mengaku, saat mengikuti proses lomba, membawa semua jenis batik yang dimiliki NTB, selain Sasambo, ada batik yang dari Lombok, Sumbawa dan Bima.

Nn

Diskominfotik