Gelis untuk UMKM, Gubernur NTB Sambut Baik Mahasiswa SKSG UI
Pengabdian Masyarakat mahasiswa SKSG Universitas Indonesia di NTB, antara lain mengembangkan Gerobak Listrik atau Gelis untuk UMKM lokal
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gerobak Listrik (Gelis) akan dikembangkan untuk UMKM lokal yang akan digunakan petani kopi di Desa Sapit, Lombok Timur.
Gelis merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa magister dan doktoral Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia di Nusa Tenggara Barat.
Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa SKSG Universitas Indonesia di Nusa Tenggara Barat.
“Mantap!” ujar Bang Zul menanggapi hal tersebut saat menerima silaturrahim Tim dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), di Ruang kerjanya, Selasa (09/08/22).
SKSG merupakan unit kerja setingkat Fakultas yang menyelenggarakan Pendidikan jenjang Magister (S2) dan Doktoral (S3) yang bersifat multilintas disiplin ilmu
Bang Zul berharap agar pengabdian masyarakat yang diberikan seterusnya dilakukan secara berkesinambungan.
Sementara itu Ketua Prodi Kajian Wilayah Amerika Sekolah Kajian Stratejik dan Global Bayu Kristianto menjelaskan, Gelis dipraksai oleh LSM Tehnologi Inovasi Desa yang kemudian diberikan ke SMK Pringgabaya untuk dikembangkan.
Baru kemudian diberikan kepada petani kopi di Desa Sapit.
SKSG akan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun 2022 di Nusa Tenggara Barat.
Selain Gelis, pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dalam bentuk berbagai pelatihan digital, seperti desain grafis untuk UMKM serta Tehnologi Terbarukan.
“Semoga nanti kami bisa meneruskan kemitraan,” tandas Bayu Kristianto .***
HUT RI, 10 Juta Bendera Merah Putih akan Warnai Nusantara
Sekda NTB mengatakan, akan ada gerakan pengibaran 10 juta bendera merah putih HUT RI ke 77
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gerakan pemasangan 10 juta bendera merah putih diharapkan pada puncak tanggal 17 Agustus nanti dapat mewarnai Nusantara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi menyampaikan itu
saat Rapat Koordinasi Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 dan HUT Kota Mataram ke XXIX di Ruang Kenari, Kantor Walikota Mataram, Selasa (09/08/22)
“Pengibaran 10 juta bendera merah putih, akan kita mulai besok,” jelasnya.
Peringatan Hari Legiun Veteran sekaligus akan di gabungkan dengan penyerahan secara simbolis rangkaian kegiatan pengibaran 10 juta bendera merah putih se-Indonesia.
Dengan menyerahkan bendera kepada beberapa, antara lain Dinas Perikanan NTB untuk mengibarkan merah-putih di dasar laut di Gili Terawangan, Kepala ESDM ke geopark Rinjani dan Tambora.
Dinas Kehutanan mengibarkan di tengah-tengah hutan yang lebat, Dinas pertanian di tengah sawah dan padi, dan Kementerian Agama mengibarkan di pondok-pondok pesantren.
Tidak hanya itu, Pemprov NTB berkolaborasi dengan Pemkot Mataram menyampaikan, akan ada kegiatan olahraga merdeka yakni senam yang akan dilaksanakan hari Jumat tanggal 12 Agustsu 20022.
Tempatnya di perempatan jalan antara Kantor Gubernur dan Kantor Walikota dan akan di ikuti oleh seluruh ASN Pemprov NTB dan Pemkota Mataram serta pelajar SMA.
“Dalam Rangka menyambut HUT RI ke 77 dapat dikerjakan dengan kolaboratif antara Pemprov Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram,” kata Sekda Kota Mataram,
Pemprov melalui Dinas Kesehatan juga akan membuka gray booster untuk memberikan layanan kepada masyarakat seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan kampanye zerowaste.
Kampanye itu mengantisipasi banyaknya sampah yang terbuang begitu saja saat acara berlangsung. Juga untuk mengajarkan budaya bersih kepada masyakarat.
“Kita harapkan kolaborasi antara Pemprov dan Pemkota tetap terjalin baik. Dan laporan proggres positif rencana pembuatan mall pelayanan publik . Semoga ini menjadi kado manis untuk jari ultah kota Mataram 31 Agustus mendatang”, tutup Miq Gita. ***
Posyandu Aktif Angka Stunting Optimis Bisa Turun
Tinjau Posyandu Cempaka 1 Karang Sidemen, Wagub NTB mengapresiasi Posyandu di Desa Karang Sidemen yang bagus pelayanannya
LOTENG.lombokjournal.com ~Posyandu di Desa Karang Sidemen dinilai sudah bagus pelayanannya dan sudah berjalan aktif sebagai upaya mencegah angka stunting.
Penilaian itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengunjungi Posyandu Cempaka 1 Desa Karang Sidemen Batukliang Utara Lombok Tengah, Selasa (09/08/22).
Sebelumnya, Wagub juga melakukan kunjungan kerja di wilayah Selagalas dan Narmada.
“Jangan khawatir, stunting bisa diatasi apalagi dengan anggaran yang disediakan oleh pemerintah desa,” tandas Ummi Rohmi.
Karena fasilitas dan peralatan posyandu tidak mahal-mahal juga. Kalau memang mau, pasti bisa dengan dana desa, tambahnya.
Selain itu diingatkan, tugas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TTPS) berbasis desa yang anggotanya adalah para Kepala Dusun, tugasnya menyakinkan seluruh anak stunting untuk mengkonsumsi protein hewani.
Tiap hari harus terus makan makanan yang sehat, tetap mendapatkan vitamin dan lain sebagainya.
“Kuncinya yang penting terjaring semua balitanya diukur dan penanganannya secara benar sehingga otomatis stunting bisa turun dan semua anak-anak menjadi sehat,” ujarnya.
Umi Rohmi mengingatkan, tolak ukur keberhasilan menjadi Kepala Desa, bukan pada bagusnnya infrastruktur jalan yang mulus, melainkan SDGs.
Ukuran keberhasilannya adalah kesehatan, angka stunting, kematian bayi, kematian ibu hamil, dan perkawinan anak.
Termasuk kondisi pendidikan dan ekonomi serta pengelolaan sampahnya baik tidak dan lain sebagainya.
“Itulah ukuran (keberhasilan Kades, red) sekarang, kalau Posyandunya aktifseperti ini saya optimis sekarang boleh 28, tapi kita lihat 3 bulan, 6 bulan k edepan angka stuntingnnya bisa turun. Harus terus diawasi bersama untuk memastikan pemberian telur setiap hari bagi anak-anak stunting,” katanya.
Anggaran Pemdes
Kepala Desa Karang Sidemen Yuda Praya Cindra Budi menyebutkan, angka stunting di Desa Karang Sidemen 133, dan di wilayah Dusun Karang Sidemen Atas berjumlah 28 dari 43 sasaran balita.
“Saat ini sasaran jumlah balita dari 28 angka stunting tinggal 10 saja yang belum selesai,” jelasnya.
Pemerintah Desa sementara ini hanya bisa menganggarkan untuk 6 bulan dari dana ADD. Sehingga diharapkan tahun depan akan menganggarkan untuk masalah kesehatan.
Selain itu, masalah fasilitas dan peralatan Posyandu cukup memadai di semua tempat posyandu Desa Karang Sidemen.
Untuk timbangan, tidak semua Posyandu menggunakan timbangan digital masih ada beberapa menggunakan timbangan dacin.
“Kami optimis angka stunting tahun depan bisa menurun hingga 70 persen dan akan perioritaskan kelengkapan fasilitas posyandu sesuai arahan buk Wagub,” tandas Yuda Kepala Desa termuda di Lombok Tengah.
Pada kunjungan kali ini, Wagub NTB didampingi oleh Asisten I Setda NTB Ir. Madani Mukarom, BSc.,M.Si, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS, Kadis PMPD Dukcapil, Dr. H. Ashari, SH., MH.***
Wagub NTB: Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi Anak-anak
Wagub NTB ingatkan keluarga memberikan makanan bergizi, dan terus mengunjungi Posyandu Keluarga
LOBAR.lombokjournal.com ~ Seluruh keluarga diingatkan agar memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak-anak, seperti mengurangi makan ‘chiki’ (jajanan kemasan, red) tapi harus makan makanan bergizi.
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan itu saat melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Merpati Kerama Jaya, Narmada, Lombok Barat, Selasa (09/08/22).
“Mengurangi makan ciki, mie instant, kecuali mie yang dibuat sendiri, sekarang konsumsi makanan bergizi seperti perbanyak makan telur, lauk pauk, sayur mayur dan lain sebagainya,” tuturnya.
Menurutnya, makanan yang memenuhi syarat gizi akan membentuk imun yang baik bagi anak, salah satu yang paling penting adalah makanan pokok, terdiri dari karbohidrat misalnya beras, jagung, gandum, ubi kayu, kentang, sagu, dan sebagainya.
Makanan lauk pauk sebagai sumber protein misalnya kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, daging, dan sebagainya.
Masyarakat diingatkan terus mengunjungi Posyandu Keluarga, terutama yang memiliki anak bayi dan balita, agar tetap mengukur Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) sehingga setiap bulan dapat diukur perkembangan pertumbuhannya.
“Sehingga ketika akhir tahun jadi dapat melihat perkembangan pertumbuhan anak kita, Tumbuh kembang anak hingga pemenuhan asupan gizi harus diperhatikan dengan baik,” ungkapnya.
Pada kunjungan kali ini, Wagub NTB didampingi oleh Asisten I Setda NTB dijabat Ir. Madani Mukarom, BSc.,M.Si, Kepala Bappeda, Dr. Ir. H. Iswandi M.Si, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Hamzi Fikri,MM, MARS, Kadis PMPD Dukcapil, Dr. H. Ashari, SH., MH, BKKBN Provinsi NTB, Drs. Samaan M.Si, Kadis Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti., AP., M.Si dan lain sebagaintya. ***
Pakar Menjawab: Mengapa Orang Tua Zaman Sekarang Cenderung Memberi Nama ‘ribet’ untuk Anak?
Para pakar menilai, faktor sosial, budaya, dan wawasan orang tua telah menggeser tren pemberian nama, para orang tua meninggalkan kesan tradisional dalam kosakata bahasa daerah dan cenderung memilih kosakata bahasa asing
Nurul Fitri Ramadani: Editor Politik + Masyarakat, The Conversation Indonesia
lombokjournal.com ~ Sepertinya sudah hampir tidak ada orang tua zaman sekarang – angkatan generasi milenial – yang memberi nama anak mereka Budi, Joko, Adi, Sari, Mawar, dan nama-nama umum lainnya yang cara bacanya cenderung sederhana.
Yang lebih sering terdengar sekarang adalah nama-nama seperti Rafathar, Azzalea, Shaquille, dan lain sebagainya yang dapat dibilang lebih rumit untuk dibaca dan seringkali dianggap memiliki nuansa ‘kebarat-baratan’.
Dalam memberikan nama pada anak, setiap orang tua pastinya punya pedoman, standar, dan pertimbangan masing-masing. Sebagian besar pertimbangannya biasanya adalah terkait makna.
Namun, dari masa ke masa, tren pemberian nama anak semakin beragam. Para pakar budaya dan bahasa menilai bahwa faktor sosial, budaya, dan wawasan orang tua telah menggeser tren pemberian nama. Mereka mulai meninggalkan kesan tradisional dalam kosakata bahasa daerah dan cenderung memilih kosakata bahasa asing.
Di Jawa, kosakata bahasa Inggris dan Arab makin diminati
Riset yang dilakukan oleh Teguh Setiawan, Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri Yogyakarta, terhadap nama anak-anak yang lahir dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2020 di Jawa Tengah menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun, semakin banyak masyarakat Jawa yang lebih banyak menggunakan pemilihan nama dari kosakata bahasa Inggris dan bahasa Arab. Data dalam riset ini dikumpulkan dari Kartu Keluarga (KK).
Sudah hampir tidak pernah lagi ditemui nama anak di Jawa yang berasal dari kosakata bahasa Jawa, seperti Tukiman, Sutinah, Paini, Endang, dan Bambang. Yang lebih sering ditemukan adalah nama-nama bahasa Inggris, seperti Amanda, Farel, Felisha, Valery, dan Quincy, serta bahasa Arab, seperti Athar, Shezan, Syaqilla, Qiandra, dan Zabdan.
Teguh menyatakan bahwa penamaan anak dengan bahasa asing didominasi oleh keluarga muda – periode kelahiran orang tua tahun 1970-1990. Mereka memilih kosakata yang cenderung rumit dan jarang digunakan oleh orang lain agar nama anak mereka terlihat unik dan modern. Pemilihan tersebut juga dipengaruhi oleh wawasan dan pengetahuan para orang tua itu.
Jumlah kata dalam setiap nama pun, menurut Teguh, mengalami perubahan tren. Banyak anak yang lahir pada era 1960-an hingga 1980-an yang namanya hanya terdiri dari satu kata, seperti Poniyem, Rusdi, dan Parlan. Sementara itu, anak yang lahir tahun 2000-an rata-rata namanya terdiri dari tiga kata atau lebih, contohnya Zalfaa Salsabil Nayya dan Stanislaus Arva Urian Dante.
“Tren penggunaan bahasa asing untuk nama diri akan semakin meningkat dan akan menjadi tradisi baru yang akan mengubah sistem penamaan masyarakat di Jawa,” ujar Teguh.
Dosen Ilmu Linguistik dari Universitas Diponegoro, Nurhayati, menyebutkan adanya fenomena negosiasi identitas dalam tren pemberian nama masa kini. Tujuannya adalah untuk menyembunyikan identitas kedaerahan dan menonjolkan identitas baru.
Menurutnya, bagi sebagian masyarakat, pemberian nama yang bercorak ‘global’ akan menunjukkan identitas yang berbeda – yaitu bukan lagi bagian dari masyarakat lokal pada umumnya. Ini bisa menjadi sarana bagi mereka untuk menaikkan status sosial.
Mereka sadar bahwa ke depannya, anak-anak mereka adalah bagian dari masyarakat dunia. Oleh karena itu, anak-anak tersebut harus dipersiapkan sedini mungkin dan dinaikkan status sosialnya melalui pemberian nama yang bercorak global. Dengan menggunakan nama-nama yang diambil dari kosakata bahasa asing, anak-anak mereka diharapkan memiliki identitas sebagai bagian dari kelas sosial yang lebih tinggi.
Responden dari penelitian yang pernah dilakukan Nurhayati pada tahun 2013 memaparkan bahwa nama merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menaikkan status sosial, selain pekerjaan, pendidikan, dan penghasilan. Alasan-alasan inilah yang banyak diyakini oleh masyarakat yang hidup di era perubahan. Perkembangan dari masyarakat yang masih mengakui adanya strata sosial menuju masyarakat yang egaliter berpengaruh terhadap perubahan cara pandang mereka.
Nurhayati mengatakan bahwa mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah tidak mau lagi terkungkung oleh nama-nama lokal, tetapi ingin keluar dari kelas sosial mereka dan menyetarakan status sosial anak-anak mereka melalui pemberian nama.
Tren pergeseran pemberian nama sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia.
Jane Pilcher, Associate Professor bidang Sosiologi dari Nottingham Trent University, Inggris, menjelaskan betapa masyarakat zaman sekarang hidup dalam komunitas yang sangat beragam. Inilah yang membuat banyak orang tua memberikan nama yang ‘lintas budaya’. Kebanyakan pemberian nama merupakan preferensi pribadi orang tua, sama halnya dengan preferensi dan selera dalam musik dan gaya rambut.
Di Eropa, menurut Jane, orang tua seringkali terinspirasi oleh budaya populer ketika menamai anak-anak mereka. Di Denmark, misalnya, nama Liam mulai populer sejak tahun 2000-an, tepatnya karena dipengaruhi oleh ketenaran Liam O’Connor, pembawa acara TV dan rapper terkenal asal Denmark.
Pada tahun 1991, tercatat ada 14.087 anak baru lahir yang dinamakan Kevin di Perancis, setelah meledaknya popularitas film Home Alone yang pemeran utamanya bernama Kevin McCallister.
Pada akhirnya, menurut Jane, perihal pemberian nama adalah tentang selera pribadi masing-masing individu. Dalam memberikan nama, setiap orang tua pastinya punya tujuan tertentu, entah karena makna nama itu atau tujuan lain. Sadar atau tidak, melalui pemberian nama, orang tua sebenarnya sedang mewariskan budaya kepada anak-anaknya. ***
Wagub NTB optimis,melalui Posyandu Keluarga angka stunting harus mampu ditekan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Posyandu Keluarga di NTB didorong untuk tetap aktif memantau tumbuh kembang anak, ibu hamil, hingga masalah stunting.
Wakil Gubernur (Wagub) NTB,.Hj.Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu saat mengunjungi Posyandu Keluarga Selagalas Lama, Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (09/08/22).
Menurutnya, melalui Posyandu Keluarga angka stunting harus mampu ditekan dengan baik. Wagub optimis aktifnya Posyandu Keluarga di setiap dusun, maka angka prevalansi stunting di NTB mampu ditekan menjadi 17,98 persen.
“Ikhtiar menurunkan angka stunting harus tetap kita lakukan bersama. Stunting ini harus kita perangi agar generasi mendatang lebih sehat dan baik,” katanya.
Meski masih ditemukan tiga kasus stunting di Posyandu ini, Wagub lega, progress penanganannya makin membaik.
Anak stunting harus tetap diperhatikan tumbuh kembangnya. Terutama pemenuhan asupan gizi yang cukup selama masa pertumbuhannya.
“Semua anak stunting, harus diberi makan telur setiap hari, minimal satu butir,” ungkap Wagub.
Diingakan, kader posyandu agar tetap menginput data Posyandu pada aplikasi Pemerintah Provinsi NTB yaitu Sistem Informasi Desa.
Roadshow posyandu keluarga ke tiga kabupaten/kota tersebut didampingi langsng oleh, Asisten 1, Kepala Bappeda,Kadis Kesehatan,Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Kominfotik dan BKKBN Provinsi NTB, Biro Adpim NTB. ***
HUT Polwan ke-74, Diharapkan Banyak Perempuan Jadi Polwan
Menyambut HUT Polwan ke-74 Wagub NTB berharap lebih banyak perempuan yang masuk polisi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi keberadaan para Polisi Wanita (Polwan) dan berharap agar ke depan, perempuan-perempuan di NTB lebih tertarik untuk menjadi Polwan.
Hal itu dikatakan Wagub saat menerima audiensi dari Bhayangkari dan Polwan dari Polda NTB, yang menyambut Hari Jadi Polwan ke-74 yang jatuh pada tanggal 1 September 2022 mendatang.
“Polwan ini luar biasa, bahkan banyak yang menonjol. Tentunya saya berharap akan lebih banyak lagi perempuan yang masuk polisi, jadi Polwan,” kata Ummi Rohmi di Aula Pendopo Wagub, Senin (08/08/22)
Ia berharap makin banyak yang berminat, utamanya yang wanita, maka akan semakin banyak Polwan yang berkualitas.
Ia juga menyatakan, peran Polwan sangatlah dibutuhkan di Kepolisian, terutama untuk keadaan-keadaan tertentu yang membutuhkan pendekatan persuasif.
“Kalau ada demo dan hal-hal yang membutuhkan pendekatan persuasif, Polwan justru lebih aktif dan dibutuhkan disitu. Jadi, semoga anak-anak perempuan di NTB ini banyak yang mau masuk Polwan,” kata Wagub.
Untuk memaksimalkan hal tersebut, Henny salah satu Polwan menjelaskan, Kepolisian Daerah NTB bekerjasama dengan Polres Kabupaten/Kota telah melakukan berbagai sosialisasi cara masuk kepolisian, termasuk untuk menjadi Polwan.
“Alhamdulillah, selama ini sudah dilaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah baik dari Polda sendiri, kemudian Polres-polres juga melaksanakan bagaimana teknis daftar dan masuknya,” ujar Henny.
Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut, yaitu Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB. ***
APKLI dan Karman BM Bagi Tiket Gratis Nonton Liga 3 NTB
Karman BM bersama APKLI NTB membagikan tiket gratis untuk penonton setiap hari sebanyak 50 tiket setiap pertandingan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Memeriahkan Liga 3 Bank NTB Syariah PSSI NTB, Karman BM bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Nusa Tenggara Barat (APKLI NTB), membagikan tiket gratis untuk para penonton Liga 3.
Untuk mendapatkan tiket tersebut, aktivis pemuda itu menjelaskan bisa menghubungi APKLI di sekretariatnya di Perumahan Lingkar Permai Jalan Lingkar Selatan, Loang Baloq Kota Mataram.
“Bersama APKLI NTB, saya akan membagikan tiket gratis untuk penonton setiap hari sebanyak 50 tiket setiap pertandingan,” kata Karman, Senin (08/08/22) di Mataram.
Menurutnya, ini bentuk dukungan kita terhadap pesta bola rakyat ini.
Ketua APKLI NTB, Abdul Majid dikonfirmasi menegakkan, akan memberikan dukungan terhadap liga 3 ini, dengan memberikan tiket gratis.
Ini khusus untuk penonton yang tidak mampu membeli tiket di loket tiket yang tersedia di GOR 17 Desember Turida Kota Mataram.
“APKLI NTB ikut mensukseskan dan memeriahkan liga 3 ini dengan membagikan tiket gratis kepada penonton yang tidak mampu membeli tiket,” tegas aktivis pemuda NTB ini.
Untuk diketahui, liga 3 Bank NTB Syariah telah dilakukan kick off pada, Sabtu 6 Agustus 2022 Minggu kemarin. Liga 3 ini akan diikuti oleh 26 klub di NTB dibagi beberapa zona, yaitu zona Pulau Lombok, Zona Sumbawa dan Zona Bima. (*)
Pemprov NTB Siap Kerjasama Pendidikan dengan ITS
Dies Natalis ke 62 Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya diisi kegiatan gowes di Mandalika, selain itu ITS juga akan melakukan kerjasama pendidikan dengan Pemprov NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berencana akan menyelenggarakan acara Gowes from Mandalika pada tanggal 15 Oktober mendatang.
Rencana acara menyambut Dies Natalis ke-62 ITS itu disambut baik Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah.
Ia menyatakan, prinsipnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendukung dan senang karena telah memilih Mandalika sebagai tempat pelaksanaan Gowes.
“Intinya kami sambut baik ide untuk gowes di Mandalika. Nanti rute gowesnya usahakan bisa melewati sentra-sentra UKM, desa wisata, dan lainnya. Tentu kita juga sangat senang karena telah memilih Mandalika. Mudah-mudahan lancar,” kata Wagub.
Ia mengatakan itu saat menerima audiensi dari Panitia Dies Natalis ITS di Aula Pendopo Wagub, Senin (08/08/22).
“Untuk kerjasama, kami sangat menyambut baik juga. Nanti Pemda bisa kerjasama dengan ITS untuk anak-anak kita dapat diterima di ITS untuk penjurusan yang memang kita butuhkan. Kemudian untuk kerjasama lainnya kita sangat flexibel, silahkan saja dieksekusi,” tutur Wagub.
Jauhari, salah satu Panitia Dies Natalis ITS menyatakan, tidak hanya Gowes kedatangan ITS ke NTB juga untuk menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan, khususnya bagi masyarakat NTB yang ingin melanjutkan studinya ke ITS, baik untuk jenjang S1 maupun S2.
“Barangkali setelah acara ini kita bisa bekerjasama. Karena acara kita itu tidak hanya gowes, tapi kita juga ingin meng-ITS kan Lombok, dan me-Lombok kan ITS. Mepromosikan ITS agar banyak yang ke ITS, karena mahasiswa ITS yang dari Lombok itu masih jarang,” jelas Jauhari.
Sebagai informasi, Dies Natalis ITS ke-62 di Mandalika akan dilaksanakan secara hybrid, yaitu Offline dan Virtual Race.
Offline race di Mandalika akan diikuti sekitar 400 goweser, dan goweser lainnya akan mengikuti secara virtual.
“Ada sekitar 400-an peserta secara offline. Total ribuan peserta offline dan online. Offline race untuk pembukaan saja, secara bersamaan juga ada virtual, peserta dari daerah lain bisa memulai bersamaan dengan kita disini,” tutup Jauhari.
Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut yaitu, Kadis Pariwisata Provinsi NTB, Kadis Dikbud Provinsi NTB, Kadis LHK Provinsi NTB, Kadis Pora Provinsi NTB, Kadis Koperasi dan UKM Provinsi NTB dan Kadis Kominfotik Provinsi NTB ***
Wagub NTB Tinjau Dua Posyandu di Lotim
Dalam kunjungan kerja ke Lotim, Wagub NTB tinjau Posyandu Segire Sikur Selatan dan Posyandu Ngelok Montong Baan Selatan, dan menekankan pentingnya intehrasi posyandu dan bank sampah
LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, penting adanya integrasi antara posyandu dan bank sampah sesuai dengan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, yaitu Revitalisasi Posyandu.
“Perlu adanya integrasi Posyandu dengan bank sampah. Kedua hal tersebut termasuk dalam Posyandu Keluarga, sesuai dengan program Pemerintah Provinsi NTB yaitu Revitalisasi Posyandu,” tutur Wagub.
Ia menyampaikan itu dalam kunjungan kerja (kunker) ke Posyandu Segire Sikur Selatan dan Posyandu Ngelok Montong Baan Selatan, Kabupaten lombok timur, Senin (08/08/22).
Ia juga mengingatkan, agar proses input data posyandu pada Sistem Informasi Desa dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Ini akan memudahkan proses pengelolaan data oleh stakeholder terkait.
Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB mengingatkan, untuk segera Input data Posyandu pada aplikasi buatan Pemerintah Provinsi NTB yaitu Sistem Informasi Desa.
“Input data itu membantu memudahkan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota mengakses data secara cepat dan tepat sehingga dapat mengeluarkan keputusan-keputusan yang cepat dan tepat pula,” ujarnya.
Posyandu Keluarga mencakup 5 program utama (KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan Diare), dan ditambah integrasi program dari lintas sektor, seperti Kelas Remaja, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (PUP), program Keluarga Sakinah, Ketahanan Pangan, Pertanian serta peran aktif Tokoh Agama (Dai Kesehatan).
Pada kunjungan kali ini, Wagub NTB didampingi oleh Asisten I Setda NTB dijabat Ir. Madani Mukarom, BSc.,M.Si, Kepala Bappeda, Dr. Ir. H. Iswandi M.Si, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Hamzi Fikri,MM, MARS, Kadis PMPD Dukcapil, Dr. H. Ashari, SH., MH, BKKBN Provinsi NTB, Drs. Samaan M.Si dan lain sebagaintya. ***