Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi DDOROCARE, sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah di Destinasi Wisata dan Pesisir, Sabtu (24/09/22).
“Ini tanggung jawab dari semua, minta tolong untuk lebih concern terutama daerahnya yang ada destinasi pariwisata,” ujar Wagub di ruang kerjanya.
Hadirnya komunitas DDOROCARE diharapkan membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat agar selalu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB berpesan kepada Komunitas DDOROCARE agar berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan baik di tingkat Provinsi maupun Kab/Kota terkait dengan pengelolaan sampah.
“Silahkan berkoordinasi dengan Dinas LHK, tapi jangan hanya dengan provinsi, karena sangat penting untuk berkoordinasi dengan Dinas LHK Kab/Kota. Mereka yang bertanggung jawab atas sampah dari rumah tangga. Kita harapkan Bank Sampah juga bisa sebanyak mungkin, supaya masyarakat itu dekat dengan Bank Sampah,” tambah Ummi Rohmi. ***
Keagungan Adat Sasak di Pernikahan Putri Sekda NTB
Prosesi pernikahan putri Sekretaris Daerah Nusa (Sekda) Tenggara Barat, HL Gita Ariadi diliputi keagungan adat Sasak
LOTENG.lombokjournal.com ~ Sebagai tokoh dan putra daerah NTB, Miq Gita melaksanakan adat Merariq bagi Lalu Moh Puguh Darmawan dengan Lale Yustika Dilla Gumita yang pada 9 Oktober lalu besejati-selabar dan bait janji, Ahad (18/09/22) kemarin menikahkan putri bungsunya.
Hari Sabtu (24/09/22) diparipurnakan dengan sorong serah aji krame di antara rasa mengharu biru, bahagia dan syukur.
Lalu Gita Ariadi (berdiri) bersama tokoh masyarakat Sasak
“Mohon doa restu. Semoga anak anak kami mampu membina keluarga Sakinah Mawaddah waa Rahmah. Aamiin YRA,” tulis Miq Gita di akun media sosialnya.
Hadir pula dalam prosesi sorong serah aji krama adat di Gedeng Beleq, Puyung, Loteng tokoh dan sesepuh masyarakat adat Sasak, tamu undangan pejabat pemerintah dan kerabat keluarga.
Sorong Serah Aji Krame merupakan salah satu karya puncak para pemimpin Sasak dalam bidang penataan sistem sosial dengan pintu masuk yaitu pernikahan.
Secara harfiah Sorong Serah Aji Krame bermakna persaksian tentang derajat kemartabatan. Sorong-serah beratikan persaksian, Aji bermakna derajat atau nilai dan Krame bermakna kemartabatan.
Sorong Serah Aji Krame adalah tuntunan berperilaku (Code of Behavior) bagi setiap orang Sasak yang baru memasuki jenjang berumah tangga.
Sorong Serah Haji Krame didesain dengan seksama sebagai sebuah acara meletakan pondasi nilai agama secara tidak membosankan. Proses ini merujuk kepada nilai agama dalam konteks Syariat, Tarekat, Hakekat, bahkan sampai tingkat Ma’rifat.
Begitulah dalamnya nilai yang terkandung dalam proses Sorong Serah, dalam proses ini dipersaksikan tentang esensi kejadian manusia, pada apa manusia bertanggung jawab dan kemana manusia itu akan berpulang.
Sorong Serah Aji Krame adalah metode syiar. Tujuan dari proses Sorong Serah Haji Krame adalah mempersaksikan derajat kemartabatan, Aji Krame mempelai, mempersaksikan setiap rangkaian prosesi yang ditempuh sudah berlangsung dengan baik, serta sebagai permakluman kepada masyarakat.
Proses Sorong Serah Aji Krame ini ditentukan berdasarkan proses pernikahan yang dilalui dan memastikan proses itu sudah ditempuh secara benar dan baik.
Proses dari tahapan tersebut adalah:
1)Mbait/jemput
2) Baik Wali atau Permohonan wali nikah
3) Akad nikah
4) Rebaq Pucuk atau Bait Janji (perundingan atau negosiasi) yang merupakan proses penentuan kesepakatan Aji Krame, kemudian disepakati mengenai hari resepsi atau Begawe, yang berlangsung dengan proses Sorong Serah Aji Krame lalu diikuti dengan proses Nyongkolan.
Sebagai bentuk akhir dari proses ini adalah Bales Ones Nae (kunjungan antar keluarga dekat belah pihak).
Filosofi Aji Krame dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi ukhrawi dan sisi duniawi.
Pada sisi ukhrawi, proses ini mengandung pesan spiritual yang mempertautkan kakekat diri manusia dalam hubungan dengan ‘sang pemiliknya.
Pada sisi duniawi, mengandung pesan tentang bagaimana mempelai harus merealisasikan tanggung jawab kehidupan. Dalam design Sorong Serah Aji Krame, sisi ukhwari disebut sebagai ‘Nampak lemah’ (tanah pijakan) yang berarti pondasi spiritual dimana ia berpijak di dalam kehidupannya. Sisi duniawi disebut sebagai ‘Olen’ yang dimaknai sebagai lakon kehidupan.
Kedua istilah ini (Nampak Lemah & Olen) dipresentasikan melalui piranti berupa sejumlah uang satuan material tertentu, paling baik berbahan logam mulia atau dikonversi dengan sejumlah nilai satuan mata uang.
Terdapat beberapa undakan sosial dalam Proses Aji Krame yaitu:
a) Aji Krame Pituq Olas (Tujuh Belas/17).
Pada tingkatan ini persaksian yang dimunjulkan adalah tentang pengetahuan, kerja-kerja dan tanggung jawab sosial yang paling mendasar dan umum. Rahasia yang terkuak pada tingkatan ‘Aji Krame Pituq Olas 17’ adalah keberadaan ke 17 lubang yang ada pada tubuh manusia, baik itu lubang yang nampak maupun tersembunyi yang mana semua lubang itu harus dijaga, dirawat, dan dipelihara dengan baik oleh kedua mempelai.
b) Aji Krame Telong Dse Telu (Tiga Puluh Tiga/33).
Tingkatan ini dalah tempat dipersaksikannya tema yang bersifat terbuka terkait syariat. Dalam konteks syariat, 33 merupakan penjumlahan bilangan, 20 mewakili 20 sifat Allah ditambah 13 jumlah rukun shalat.
c) Aji Krame Enam DAse Enam (Enam Pluh Enam/66).
Di undakan sosial ini terjadi lompatan besaran angka symbol secara berlipat ganda. Itu merupakan angka bonus bagi seseorang yang mengamalkan ilmunya melalui paramudiata (pengamar) atau kerja-kerja sosial lainnya.
d) Aji Krame Seratus (Seratus/100).
Seseorang pada nilai kemartabatan ini memiliki tanggung jawab mengejar dan mendekati 99 asma’ul husan + 1 jati dirinya.
e) Aji Krame Satak (Dua Ratus/200).
Pada derajat kemartabatan ini, seseorang telah mendekati manusia paripurna (Insan Kamil). Pada orang ini, berpadu secara nyaris sempurna antara sifat kepemimpinan duniawidan tingkat spiritual yang tinggi.
Menyadari bahwa penikahan adalah salah satu tahap dari daur kejadian manusia, para pemimpin Sasak dari wilayah kedaulatan (kerajaan) Selaparang, Bayan, Pejanggik dan Pujut bersepakat menciptakan sebuah penataan sosial yang bernilai sangat dalam dan mendasar bagi kehidupan manusia yaitu Sorong Serah Aji Krame.
Sorong Serah Aji Krame adalah persaksian tentang derajat kemartabatan. Sorong-serah (persaksian), Aji (derajat atau nilai), dan Krame (kemartabatan).
Dalam filosofinya, terlahir, menjadi dewasa (akil baligh), menikah, memasuki usia tua dan meninggal merupakan tahapan dari daur hidup manusia.
Setiap tahap dari daur hidup ini dirayakan oleh setiap suku dimana pun berada dengan cara yang berbeda beda yang dilatarbelakangi oleh sejarah, dinamaika yang alami sebagai komunitas dan agama yang dipeluk.***
Sail To Indonesia-Lombok, Berakhir di Medana By Marina KLU
Event tahunan Sail to Indonesia-Lombok diikuti peserta dari 40 Negara dengan perahu layar
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara ditunjuk sebagai salah satu persinggahan Sail to Indonesia-Lombok 2022, menjadi ajang promosi pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khusunya di Lombok Utara.
Kepala dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara, Drs Ainal Yakin mengatakan itu menanggapi Lombok menjadi persinggahan.
Wabub Danny menemani makan
“Ini merupakan kesempatan yang berharga untuk promosi daerah tujuan wisata. Kami menyambut dengan sukacita para peserta Sail to Indonesia-Lombok,” katanya di Medan By Marina, Minggu (25/09/22).
Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, bersama Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan, S.T,M.Eng mengapresiasi kegiatan Sail To Indonesia-Lombok yang tiap tahun dilaksanakan di Medan By Marina.
Sail ton Indonesia merupakan kegiatan tahunan yang diikuti peserta dari 40 Negara dengan perahu layar.
Dalam perhelatan tahun ini 2022, Sail to Indonesia-Lombok menempuh rute dari Australia, Kepulauan Kei, Banda Naira, Ambon, Pulau Buru, Buton, Wakatobi, serta destinasi lainnya hingga berakhir di Medana By Marina, KecamatanTanjung Kabupaten Lombok Utara.
Selama berada di KLU, sejumlah kegiatan disuguhkan bagi peserta. Penyambutan dengan kesenian daerah berupa tari tarian, Peresean, dan jamuan makan malam di hotel Medana By Marina.
Bupati mengapresiasi kegiatan yang dikoordinir Dispar KLU yang melibatkan Himpunan UMKM Kecamatan Tanjung.
Pengusaha pariwisata yang merupakan pemilik Hotel Medana By Marina, Hj Ace Robin, mengatakan, kegiatan ini berlangsung sejak H Djohan Syamsu sebagai Sekda di Pemda Provinsi NTB, hingga dua kali menjadi Bupati Lombok Utara.
Hj Ace Robin GRN, menyampaikan ucapan Terima kasih atas dukungan Pemda KLU, sehingga Sail To Indonesia-Lombok yang dipusatkan di Medana By Marina berjalan sesuai harapan.
Ke depan diharapkan peserta Sail To Indonesia-Lombok lebih banyak lagi yang datang, harapnya. ***
Festival Balap Sampan Tradisional Ditutup Gubernur NTB
Gubernur NTB menutup Festival Balap Sampan di Desa Pare Mas yang sudah berlangsung sebulan
LOTIM.lombokjournal.com ~Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, yang berlangsung selama bulan, resmi ditutup Gubernur NTB Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., Sabtu (24/09/22).
“Sore ini menutup kejuaraan balap sampan di Jerowaru Lombok Timur,” ujar Bang Zul, sapaan Gubernur NTB, di Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru.
Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok, yang sudah berlangsung sebulan yang lalu, diakui Gubernur NTB kegiatan yang luar biasa.
Bang Zul menyampaikan selamat atas terselenggaranya Festival tersebut, dan menyampaikan selamat kepada peserta yang keluar sebagai pemenang dan seluruh peserta
“Selamat kepada yang juara, yaitu DUCATI,” ucap Bang Zul di depan Forkopimcam, Kepala Desa dan masyarakat Jerowaru.
Kata Doktor Zul, nama DUCATI ini ternyata tidak hanya dominan di MotoGP dan WSBK.
“Namun juga sampai Balap Sampan,”ujar Doktor Ekonomi Industri tersebut.***
“Kami warga Lombok di rantauan ini ingin berkontribusi dalam mentriger aktifitas ekonomi (pariwisata, red) di kampung kami, NTB. Melalui event kampanye ini salah satu caranya,” kata pemuda yang ditunjuk memimpin HIMALO sejak 28 Agustus lalu.
“Melalui event ini, kami bermaksud ikut mengenalkan dan mensosialisasikan kembali potensi wisata di pulau Lombok dan Sumbawa. Seperti pantai, gunung dan sebagainya. Kita punya wisata bawah laut di Gili bagi yang hooby diving, punya gunung Rinjani dan Tambora bagi yang senang hiking, dan ada lomba motor internasional di Mandalika dan lain sebagainya,” tambah Karman.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia, Lalu Suherman menyampaikan kegiatan ini merupakan inisiatif Himalo, namun tetap dapat dukungan dari Pemprov NTB.
“Kami akan lakukan acara seperti ini akan kami lakukan lagi beberapa waktu ke depan. Akan sering insya Alloh,” tutup Lalu Herman.
Kampanye Wisata bertajuk “Ayo datang ke Lombok & Sumbawa (NTB),” itu diikuti oleh puluhan masyarakat lombok di Jabodetabek.
Tampak hadir juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB Taufik Hidayat, mantan Bupati Lombok Utara TGH. Najmul Akhyar dan mantan Sekjen PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Sabolah Al Kalamby.
Acara dirangkai dengan jalan santai sepanjang jalan MH Tamrin-Bundaran HI, dan dimeriahkan dengan gong musik Lombok, yaitu Gendang Beleq. (*)
Gubernur NTB Bersama Para Kadis Kunker di Praya Timur
Kunjungi Kerja (Kunker) Gubernur NTB dan para Kadis di Praya Timur menyerap aspirasi dan memberikan solusi permasalahan masyarakat setempat
LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama para Kepala Dinas (Kadis) melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk memenuhi undangan silaturahmi masyarakat di Desa Landah Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, Sabtu (24/09/22).
Kunker tersebut untuk mendengar aspirasi langsung keinginan, harapan, keluh kesah atas permasalahan yang dihadapi warga setempat.
“Kami datang hampir lengkap, guna mendengar langsung keinginan dan inspirasi masyarakat secara langsung, untuk mencari solusi terbaik,” ujar gubernur.
Saat yang sama, Bang Zul sapaan akrab Gubernur mengunjungi Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, juga berdialog dan mendengarkan aspirasi dan keluhan nasyarakat .
Khusnya masalah-masalah mendasar yang masih dirasakan masyarakat.
Antara lain air bersih yang kurang, saluran irigasi yang tidak memadai, masa bercocok tanam yang tidak teratur, masalah pupuk dan banyak lagi yang lainnya.
“Terima Kasih atas sambutannya yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan. Semoga dengan kehadiran kami disini memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Bang Zul.
Sebelumnya di Desa Landah, M. Al-Ghazali mewakili masyarakat Desa Landah menyampaikan terimakasih atas kehadiran Gubernur NTB secara langsung melihat kondisi yang dihadapi masyarakat.
“Kehadirannya tentu sebagai bentuk kepedulian bagi seorang pemimpin untuk lebih memperhatikan masyarakat,” ucapnya.
Selain itu disebutkan, salah satu bentuk dukungan pemerintah dengan memberikan Tungku Oven dan Mesin Perajang Tembakau yang bermanfaat bagi petani tembakau di wilayah Desa Landan dan Desa Semoyan.
Menurutnya banyak sekali manfaat atas bantuan yang diberikan untuk mendukung program industrialisasi yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB. Menjadi salah satu cara mengatasi persoalan keuangan petani tembakau.
Di akhir acara, pemberian bantuan Tungku Open dan Mesin Perajang Tembakau secara simbolis kepada 6 kelompok petani tembakau di Desa Landah, sebagai upaya pemerintah dalam mengakselerasi industrialisasi sampai ke desa-desa terpencil. ***
Masalah Lingkungan Tidak Main-main, Ini Kata Wagub NTB
Cara sederhana mendukung pemerintah menyelesaikan masalah sampah, yakni dengan pilah sampah dari rumah
LOTENG.lombokjournal.com ~Menjaga dan merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan anak cucu di masa mendatang.
Hal itu diungkapkan Wagub NTB Hj. Rohmi Djaliah, M. Sc menyatakan itu saat memberikan sambutan pada acara Festival Lingkungan Hidup 2022 bertajuk “Temu Lingkungan
Gelora Ekofeminisme Berdayakan Perempuan, Bersama Wujudkan Kelestraian Alam di Nusa Tenggara Barat “ di Ballroom Kantor Bupati Lombok tengah, Sabtu (24/09/22).
“Jadi masalah lingkungan ini, merupakan hal yang tidak main-main, butuh kesadaran semua pihak untuk menyelesaikannya,” tegas Ummi Rohmi.
Lebih lanjut Wagub NTB mengatakan, permasalahan lingkungan khususnya sampah tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Seperti
rusaknya ekosistem lingkungan, tercemarnya air, polusi udara, hingga pemanasan global. Untuk itu wagub mengajak agar masyarakat terlebih generasi muda untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Mari syukuri nikmat Tuhan dengan cara merawat lingkungan demi kualitas lingkungan untuk anak cucu dimasa mendatang,” ajak wagub
Di akhir sambutan, tak lupa Ummi Rohmi mengatakan, cara sederhana dalam mendukung pemerintah menyelesaikan masalah sampah yakni dengan pilah sampah dari rumah, karena menurutnya satu kunci solusi masalah sampah (organik/an organik) dengan cara memilah dari sumbernya langsung yakni rumah.
“Buktinya sudah ada kok, sampah organik melalui Black Soldier Fly ( BSF) bisa jadi pelet, maggot dan pupuk organik dan Insyaallah pada tahun ini akan di bangun pabrik RDN untuk mengelolah sampah menjadi bahan bakar,” tutup Ummi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Duta Lingkungan NTB Lalu Amrillah menyebut, 50 persen mata air di NTB sudah rusak bahkan hilang akibat dari terkikisnya ekosistem lingkungan.
Ia pun merasa terpanggil untuk melakukan gerakan gerakan penghijauan guna menyelamatkan ekosistem lingkungan yang tersisa.
“Untuk menjaga mata air, hampir dua sampai tiga kali setiap bulannya. Kami melakukan penghijauan,” ungkap Amrillah
Di sisi lain salah satu pemateri Bambang Supratomo mengajak kaum milienial untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon sebagai gaya hidup baru (life style).
“Saya yakin jika para kaum muda kita tetap kampaye dalam menjaga lingkungan, maka banyak komponen masyarakat yang mengikuti karena pemuda merupakan agent of change,” ungkap Bambang.
Acara tersebut juga dirangkai dengan pemilihan duta lingkungan tahun 2022, yang merupakan inisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Tengah, jumlah pesertanya mencapai 72 orang. ***
Bunda Niken: Enam Literasi Dasar Ini Harus Dimiliki Anak
Enam literasi dasar dipaparkan Bunda Niken waktu buka pameran inovasi di SMANSA Mataram
MATARAM.lomnokjournal.com ~ Enam literasi dasar harus diterapkan untuk anak-anak, yakni Literasi Baca dan Tulis, Literasi Numeraksi, Literasi Sains, Literasi Digital, Literasi Budaya dan Literasi Finansial.
Bunda Literasi, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat membuka Pameran Karya Inovasi 2022 untuk SMANSA-ku bertajuk ”Karya Inovasi Sebagai Sarana Menumbuhkan Jiwa Wirausaha yang Berintegritas ” di Aula Rinjani SMANSA Mataram, Sabtu (24/09/22).
“Enam literasi dasar ini harus dimiliki oleh anak-anak kita,” ungkap Bunda Niken
Literasi Baca dan Tulis, tentu semua anak sebagian sudah mendapatkan literasi ini.
Hanya saja bukan hanya sekedar membaca dan menulis, namun memaham apa yang tersurat dan tersirat dalam teks. Serta menuangkan apa yang ada di pikirannya.
“Dalam Literasi membaca dan menulis siswa siswi Smans tentu sudah baik, tetapi jangan lupa juga untuk menguasai bahasa asing, seperti bahasa Inggris,” jelas Bunda Niken.
Literasi Numeraksi, anak-anak diharapkan mampu memahami angka dan simbol yang dapat menyelesaikan berbagai masalah sehari-sehari.
Literasi Sains merupakan kemampuan ilmiah individu untuk menggunakan pengetahuan yang dimilikinya pada proses identifikasi masalah.
Memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang berhubungan dengan isu ilmiah
“‘Literasi Sains, bentuk perwujudan dari literasi baca dan tulis, serta literasi Numeraksi. Anak-anak harus dapat memahami baca dan tulis, serta memahami angka dan simbol,” ujarnya.
Literasi digital adalah pengetahuan serta kecakapan dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.
“Selain menggunakan teknologi digital, anak-anak juga harus menerapkan etika yang baik dalam memanfaatkan teknologi digital,” jelas Bunda Niken.
Literasi Budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan pengetahuan dalam bersikap dalam keragaman budaya Indonesiasebagai sebuah indentitas bangsa.
“Ini diperlukan untuk bisa memberikan wawasan budaya kepada anak – anak dan memahami situasi lingkungannya maisng-masing,” kata Bunda Niken.
Terakhir, Literasi Finansial adalah tentang pengetahuan bagaimana cara mengelola keuangan untuk memahami perbankan, manajemen keuangan pribadi dan investasi serta cara untuk menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. ***
Siswa SMANSA Mataram Didorong Kembangkan Minat dan Bakat
Wagub NTB menyebut kreativitas siswa SMANSA sangat luar biasa
MATARAM.lombokjournal.com ~ Siswa-siswi SMAN 1 Mataram (SMANSA) didorong terus meningkatkan minat bakat dalam berbagai bidang.
Tiap siswa punya potensi untuk mengembangkan sebuah inovasi dengan kreativitas yang dimiliki.
Dorongan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menghadiri Pameran karya inovasi 2022 untuk SMANSA-ku bertajuk “Karya Inovasi Sebagai Sarana Menumbuhkan Jiwa Wirausaha yang Berintegritas ” yang berlangsung di Aula Rinjani Smansa Mataram, Sabtu (24/09/22).
“Inovasi dan kreativitas dari kalian itu sangat luar biasa dan kalian harus percaya bahwa kalian melakukan yang terbaik tergantung dari passion kalian,” ungkap Ummi Rohmi.
Sebagai alumni SMANSA, Ummi Rohmi berpesan agar momentum bersekolah di SMANSA selama tiga tahun harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Selama 3 tahun disini adalaH masa-masa terbahagia dalam hidup kita, nikmati kegiatan-kegiatan yang ada disini,” tuturnya.
Ummi Rohmi mengajak kepada seluruh siswa dapat memilah sampah dengan baik, menjaga lingkungan.
Karena SMANSA bukan hanya dikenal akan prestasinya, namun lingkungan yang asri dan lestari.
“Pesan Ummi jaga lingkungan, sangat luar biasa disini karena bersih, rapi, indah, dan ini semua seharusnya dibawa sampai ke rumah,” pesan Ummi Rohmi.***
Bang Zul Kunjungi Perajin Tenun di Dusun Rentang
Mengunjungi para perajin tenun di Dusun Rentang, Loteng, Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB menyoroti kebersihan lingkungan
LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama rombongan para Kepala Dinas di lingkup Provinsi NTB mengunjungi penenun-penenun tradisional di Dusun Rentang Desa Ganti, Lombok Tengah, (25/09/22).
Ini kunjungan terakhir Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Wilayah Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah.
Tiba di lokasi Gubernur diberikan sapuk khas suku Sasak, Gubernur meminta para rombongan untuk membeli agar kehadirannya dapat dirasakan masyarakat.
“Lumayan buat oleh-oleh yang tak terlupakan diberikan oleh masyarakat penenun,” ungkap Gubernur penuh senyuman saat disambut cukup sederhana dan menyenangkan.
Selain itu Gubernur juga menyitir, kondisi lingkungan yang memperihatinkan butuh perhatian pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih menjadi kebiasaan. Sehingga membuat pemandangan sungai yang dijadikan tempat buang sampah menjadi tidak bagus dan kotor.
“Saya minta langsung Dinas LHK dan stakeholder terkait untuk segera mengatasi permasalahan tersebut untuk segera ditindaklanjuti,” kata Bang Zul sapaan akrab Gubernur.
Selain itu, diharapkan agar para perajin dan pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi mayarakat.
Terlebih menggunakan pemasaran pada era digital mudah diketahui. Oleh karena harus betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Sebelumnya, Gubernur Zul bersama rombongan meninjau Embung Batu Galang di Praya Timur Lombok Tengah. Menurutnya yang sangat penting dan diperhatikan oleh pemerintah.
“Walaupun sederhana dan kecil, embung tersebut menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” tutupnya.