Komitmen Perlindungan Tenaga Kerja di Sektor Domestik

Pemerintah punya komitmen untuk memberikan perlindukan bagi pekerja rumah tangga

LombokJournal.com ~ Presiden Joko Widodo mendukung adanya payung hukum terhadap perlindungan pekerja rumah tangga, yang masih rentan kehilangan hak-haknya sebagai tenaga kerja di sektor domestik. 

Pemerintah berkomitmen untuk mendorong Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) yang masuk dalam RUU Prioritas 2023 untuk dapat segera disahkan.

“Saya dan pemerintah berkomitmen dan berupaya keras untuk memberikan perlindungan terhadap pekerja rumah tangga,” kata Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Pranata Humas Harus Temukan Pesan Utama Pembangunan

Komitmen Pemerintah mendorong pengesahan RUU PPRT yang sudah hampir 19 tahun

Menurutnya, jumlah pekerja rumah tangga di Indonesia diperkirakan mencapai 4 juta jiwa dan rentan kehilangan hak-haknya sebagai pekerja. 

Namun Jokowi menyayangkan, sudah lebih dari 19 tahun Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga belum disahkan. 

Presiden menyampaikan, hukum ketenagakerjaan di Indonesia saat ini tidak secara khusus dan tegas mengatur tentang pekerja rumah tangga.

Karena itu, RUU PPRT yang saat ini masuk dalam daftar RUU Prioritas Tahun 2023 dan akan menjadi inisiatif DPR, diharapkan bisa segera ditetapkan. 

Dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja rumah tangga, pemberi kerja, dan penyalur kerja.

Presiden Joko Widodo memerintahkan pada Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk segera melakukan koordinasi dengan DPR dan seluruh stakeholder yang terlibat.

Perlindungan komprehensif 

Merespon hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan komitmen terhadap perlindungan pekerja rumah tangga yang sebagian besar adalah perempuan.

“Bicara tentang RUU PPRT, yang pertama adalah pengakuan terhadap pekerja rumah tangga, dan kedua adalah perlindungan. Perlindungan ini komprehensif  tidak hanya terkait diskriminasi, kekerasan, tapi juga menyangkut upah dan sebagainya,” katanya. 

Karenanya, menjadi sangat penting rancangan UU PPRT ini. Tidak hanya kita berfokus memberikan perlindungan kepada pekerja rumah tangga saja.

“Bagaimana juga pengaturan terkait pemberi kerja, majikan, demikian juga dengan penyalur kerja,” ungkap Menteri PPPA seperti dikutip dalam laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Menteri PPPA menegaskan, untuk mengawal pengesahan RUU PPRT, pemerintah akan mendorong komitmen bersama dan kerja-kerja politik dengan DPR dan masyarakat sipil.

“Semoga praktik baik yang selama ini sudah kita lakukan bisa mendorong pengesahan RUU PPRT yang sudah hampir 19 tahun. Mudah-mudahan di tahun ini kita bisa memberikan yang terbaik tidak hanya kepada para pekerja rumah tangga, tapi juga mengawal kolaborasi dan kesepakatan antara pemberi kerja dan para penyalur,” ungkap Menteri PPPA,” jelas Menteri PPPA.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyampaikan, saat ini regulasi yang mengatur tentang perlindungan pekerja rumah tangga baru diatur melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2015.

Menurutnya, peraturan hukum yang lebih tinggi sangat dibutuhkan. 

BACA JUGA: Bahas Berbagai Peluang Kerja Sama dengan Jepang

“Kami memandang bahwa peraturan yang lebih tinggi diatas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan itu diperlukan dan sudah saatnya memang Peraturan Menteri ini diangkat lebih tinggi menjadi Undang-undang.” katanya.

Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani menyampaikan pemerintah telah membentuk Gugus Tugas yang diketuai oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Ketenagakerjaan sebagai leading sector

Dalam mendorong pengesahan tersebut konsultasi dan dialog sudah dilaksanakan dengan seluruh stakeholder yang ada, baik itu masyarakat sipil, media, dan DPR.***

 




Pranata Humas Harus Temukan Pesan Utama Pembangunan

Pemerintah Provinsi NTB, melalui Kadis Kominfotik mengingatkan pentingnya Pranata Humas dalam mengemas suatu berita

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pranata Humas harus mampu menemukan  pesan inti dan pesan utama dalam setiap kejadian yang ada di dinasnya masing-masing.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik, Najamuddin Amy saat membuka Bimtek Penyusunan Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK), di Aula Kantor Dinas Kominfotik, Mataram (20/01/23).

BACA JUGA: Bike to Care Loop 370 km di Lombok, Start di Mandalika 

Kadis Kominfotik NTB mengajak pranata humas menemukan pesan utama pembangunan
Najamuddin Amy (tengah)

“Sebanyak apa pun berita itu kalau tidak mampu menemukan pesan tersebut akan menjadi sia-sia,” ujarnya..

Najamuddin mengatakan, banyak cara dalam mengemas suatu berita. Salah satunya melalui tiktok hanya video berdurasi satu menit, masyarakat bisa memahami dan pesannya.

“Dalam membuat video tentunya jangan panjang-panjang durasinya karena tidak ada yang nonton, apalagi dengan beritanya panjang karena yang dibaca hanya judulnya saja,” jelasnya.

Ditambahkan Bang Najam, kiprah Iprahumas itu bisa menjadi penting, tapi yang lebih penting adalah kebersamaan dan kekompakan dan memberikan pesan-pesan kunci untuk kebaikan bersama.

“Mari bersama membangun citra baik terlebih NTB saat ini sedang bangkit dan percaya diri, karena tidak ada ketekunan tanpa ada kekompakan dan saling mengingatkan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Iprahumas NTB, Dian Sosianti Handayani menyampaikan terimakasih kepada Kepala Dinas Kominfotik atas fasilitas yang telah diberikan sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar.

Dikatakan, pelaksanaan bimtek kali ini untuk mengakomodir kebutuhan teman-teman Pranata Humas karena banyak PR yang harus dilakukan. 

BACA JUGA: Wagub NTB Tandatangani RIP Kayangan – Poto Tano

“Salah satu PR kita ini masih meraba-raba dalam penyusunan DUPAK, semoga ini menjadi awal yang baik bisa membantu tidak lagi menjadi beban dalam penyusunan Dupak. Sehingga teman-teman tidak lagi kegalauan karena ini adalah hak-hak teman-teman untuk karir dimasa yang akan datang,” tuturnya. ***

 




Bike to Care Loop 370Km di Lombok, Start di Mandalika 

Dengan penyelenggaraan Bike to Care Loop 370Km, diharapkan Lombok menjadi destinasi bersepeda andalan di Indonesia

MATARAM.Lombokjournal.com ~ Lembaga non pemerintah SOS Children’s Villages kembali akan menggelar ajang sepeda Bike to Care Lombok Loop, di Lombok, pada 4-5 Februari 2023 mendatang.

Rencana penyelenggaraan Bike To Care 2023 di Lombok itu itu didukung penuh Pemerintah Provinsi NTB 

Asisten ll Setda NTB, Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH menyampaikan dukungan itu saat Media Gathering di Mataram, Kamis (19/01/23). 

Dengan rute 370KM yang ditempuh dalam dua hari, tentu akan membawa para pesepeda untuk melihat keindahan Lombok. 

BACA JUGA: Wagub NTB Tandatangani RIP Kayangan – Poto Tano

Penyelenggaraan bike to care 2023diadakan secara offline sebagai perhelatan charity ultra-distance cycling yang digagas oleh SOS Children’s Villages

“Mereka memiliki harapan yang sama, agar Lombok bisa menjadi destinasi bersepeda andalan di Indonesia, yang mendatangkan banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

Event balap sepeda itu diharapkan bisa sukses dan lancar sesuai dengan rencana sehingga menjadi nyaman tidak ada yang cidera dari para peserta.

Sementara itu, Public Relations and Communications Manager SOS Children’s Villages, Astridinar V. Elderia mengatakan, perhelatan offline Bike To Care 2023, pada kategori Full Course (370KM), konsepnya amal dan dukungan penuh di akomodasi dan konsumsi bagi para pesepeda, di hari pertama, Sabtu tanggal 4 Februari 2023. 

“Seluruh pesepeda akan memulai perjalan mereka di start gate yang berlokasi di Mandalika Beach Park, Kuta. Para peserta akan mengayuh sejauh 150 km hingga menuju finish Gate di Holiday Resort, Senggigi,” tuturnya.

Keesokan harinya Minggu 5 Februari 2023, seluruh pesepeda akan kembali mengayuh sepeda mereka sejauh 220 km yang dimulai dari Holiday Resort, Senggigi menuju titik start awal di Mandalika Beach Park, Kuta. 

Siapa pun bisa menjadi #PejuangAnak, dengan menunjukkan dukungan melalui: biketocare.com/donasi

Selain itu donasi juga bisa dilakukan melalui platform Ayobantu di ayobantu.com/campaign/biketocare dan melalui platform Kitabisa di kitabisa.com/biketocare

“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi arti besar bagi pemenuhan kebutuhan masa depan mereka. Saatnya kita bergerak #BersamaUntukAnak untuk mewujudkan anak Indonesia yang tangguh,” katanya.

SOS Children’s Villages merupakan lembaga non pemerintah yang fokus memberikan pengasuhan alternatif berbasis keluarga, bagi anak-anak yang telah atau berisiko kehilangan pengasuhan orang tua, tahun ini siap menggelar perhelatan Bike To Care 2023. 

Tahun 2023 merupakan kali ketiga Bike To Care diadakan secara offline sebagai perhelatan charity ultra-distance cycling yang digagas oleh SOS Children’s Villages di Indonesia. Setelah sebelumnya di tahun 2022, SOS Children’s Villages juga mengadakan Bike To Care #BaliLoop 500KM dan #TobaLoop 300KM. 

BACA JUGA: Bahas Berbagai Peluang Kerja Sama dengan Jepang

Tahun ini, acara sepeda amal Bike To Care mengambil jarak sejauh 370KM. 

Para pesepeda tak hanya mengayuh mengelilingi Lombok, tetapi juga berbagi kebaikan dengan melakukan penggalangan dana melalui halaman donasi atas nama masing-masing pesepeda.***

 

 




Maestro dan Sutradara Teater Koma, Nano Riantiarno Telah Pergi

Sutradara Teater Koma, sekaligus salah satu maestro teater modern di Indonesia itu, akan dimakamkan hari Sabtu, 21 Januari 2023 di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor

Lombokjournal.com ~ Nobertus (Nano) Riantiarno, salah satu maestro teater Indonesia dan Sutradara Tetar Koma Jakarta, meninggal dunia pada hari Jum’at (20/01/23) pukul 06.58 WIB.di usia 73 tahun (kelahiran Cirebon, 6 Juni 1949). 

Sempat dioperasi tumor bagian paha, diketahui ada cairan yang menyebar di bagian paru-paru. Setelah hampir 3 pekan dirawat, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk menjalani rawat jalan sejak akhir pekan ini.

BACA JUGA: Wayang Sasak Akan Tampil di Kampus Ternama Malaysia

Maestro teater Indonesia, Nano Riantiarno meninggal dunia
Nano Riantiarno

Nano Riantiarno pernah mengenyam pendidikan di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Jakarta dan bergabung dengan Teguh Karya serta Teater Populer.

Jenazah Nano saat ini masih berada di rumah duka, di Sanggar Teater Koma, Jalan Cempaka Raya 15, Bintaro, Jakarta Selatan. Ia meninggalkan seorang istri, Ratna Riantiarno, dan beberapa putra-putrinya. Salah seorang putranya, Rangga Riantiarno meneruskan bakat ayahnya, dan sudah beberapa kali menyutradarai produksi Teater Koma.

Pemakaman Nano akan dilakukan pada hari Sabtu, 21 Januari 2023 sebelum tengah hari, di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor.

Beberapa kali Riantiarno bersama istrinya mengunjungi Mataram, bertemu dan berdiskusi dengan para seniman, Terakhir, 23 Agustus 2019, ia ke Mataram atas undangan Adi Pranajaya, seperti biasa ia memberi workshop teater pada seniman di Mataram. 

Bahkan ia juga sempat berdiskusi dengan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Taman Budaya NTB.

Teater Koma

Nano Riantiarno dan Ratna istrinya, bersama beberapa seniman yang mempunyai visi sama mendirikan Teater Koma tanggal 1 Maret 1977. 

Selama lebih dari 4 dekade, Teater Koma menjadi tonggak teater modern yang paling produktif (sedikitnya dua pementasan dalam setahun) dan mampu menyedot penonton yang setia membeli tiket pertunjukan.

Pada era Orde Baru, drama-drama Teater Koma yang menghibur tapi sekaligus banyak melontarkan kritikan, sempat dilarang pentas.   

Nano menuturkan seorang anggota Teater Koma haruslah orang yang setia dan punya loyalitas tinggi.

“Saya punya kode etik Teater Koma. Kalau sudah mengerti, baru masuk Teater Koma. Loyalitas dari mereka juga sangat penting. Anggota harus setia juga,” kata Nano.

Di kalangan anggpta Teater Koma, ia dikenal sebagai sutradara yang bekerja sangat detail, tegas tapi terbuka bila diajak diskusi.

BACA JUGA: Bunda Niken Nonton Pertunjukan Teater ‘Putri Mandalika’

“Dulu sebagai sutradara saya sangat tidak sabar, apalagi di 10 tahun pertama. Tapi 24 tahun ke belakang, saya menjadi orang yang paling sabar, mendengarkan apa yang dilakoni aktor, memahami, dan mencoba untuk menikmatinya,” ungkap Nano Riantiarno.

Kesabaran itulah yang jarang dipunya sutradara lain. 

Ratna Riantiarno, istrinya,  turut menimpali perkataan suaminya, bahwa kelompok teater yang bertahan lebih dari 44 tahun tidaklah mudah, khususnya ketika harus mengikuti perkembangan zaman.

Putra sulung Nano, Rangga Riantiarno, menuturkan di akhir hayatnya ayahnya masih berkarya dan menggarap sebuah naskah teater. Skenario pertunjukan itu dikirimkan ke Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun lalu dan berhasil memenangkan Sayembara Naskah Teater DKJ 2022.

BACA JUGA: Wagub NTB Tandatangani RIP Pelabuhan Kayangan Poto Tano

Maestro teater yang telah berpulang itu sempat berdiskusi dengan seniman Mataram
Nano Riantiarno bersama seniman Mataram

“Baru banget menang sayembara naskah teater DKJ yang judulnya ‘Matahari dari Papua’,” ungkap Rangga seperti dikutip dari Detikcom, Jumat (20/01/23).

Rencananya naskah itu bakal dipentaskan November tahun ini. 

Menurutnya, sosok Nano Riantiarno dikenal sebagai ayah yang tegas dan penyayang, juga menjadi tauladan bagi anak-anaknya. ***

 

 




Pengertian Mitigasi sebagai Upaya Mengurangi Risiko

Mitigasi merupakan upaya mengurangi risiko, dari pengertian dampak buruk atau hal lain yang tidak diinginkan, akibat dari suatu peristiwa, yang umumnya adalah bencana.

LombokJournal.com ~  Konsul Jenderal Jepang, Katsumata Harumi pun menyambut baik keinginan dan antusiasme NTB untuk bekerja sama dengan Jepang.

Menanggapi itu, saat melakukan kunjungan ke NTB, Rabu (18/01/23) di ruang kerja Wagub NTB, Katsumata Harum, menawarkan kerjasama khususnya kerja sama untuk mitigasi bencana. Mengingat NTB dan Jepang merupakan daerah yang rawan terhadap bencana.

Apakah yang dimaksud sebagai mitigasi bencana? Berikut akan dijelaskan bebeberapa yang perlu diketahui tentang mitigasi bencana tersebut.

BACA JUGA: Bahas Berbagai Peluang Kerjasama dengan Jepang

Ini contoh pengertian bencana alam meteorologi adalah bencana yang berhubungan dengan iklim, umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2007.diatur mengenai apa yang disebut mitigasi merupakan upaya untuk mengurangi risiko bencana. Undang-Undang tersebut memuat definisi tentang mitigasi.

Mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Mitigasi adalah upaya yang memiliki sejumlah tujuan untuk mengenali risiko, penyadaran akan risiko bencana, perencanaan penanggulangan, dan sebagainya. 

Bisa dikatakan, mitigasi bencana adalah segala upaya mulai dari pencegahan sebelum suatu bencana terjadi sampai dengan penanganan usai suatu bencana terjadi.

Namun, untuk lebih mengetahui lebih dalam lagi mengenai mitigasi, penting untuk mengetahui sejumlah pengertiannya terlebih dahulu, dan sejumlah langkah dan contohnya. Berikut adalah pengertian mitigasi sekaligus contoh penanganan bencana.

Pengertian Mitigasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitigasi adalah kata benda yang memiliki dua makna tergantung konteks penggunaannya. 

Makna pertama, mitigasi adalah upaya menjadikan berkurang kekasaran atau atau kesuburannya (tentang tanah dan sebagainya). Sedangkan makna kedua, mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana.

Mitigasi adalah kata yang memiliki padanan kata dalam bahasa Inggris, mitigation. Definisi mitigation bahasa Inggris, mitigasi adalah tindakan mengurangi keparahan, keseriusan, atau rasa sakit dari sesuatu.

Menurut Cambridge Dictionary, mitigasi adalah tindakan mengurangi seberapa berbahaya, tidak menyenangkan, atau buruknya sesuatu. 

Sedang menurut Merriam-Webster, mitigasi adalah tindakan mengurangi sesuatu atau keadaan yang dikurangi: proses atau hasil membuat sesuatu yang kurang parah, berbahaya, menyakitkan, keras, atau merusak.

Dari sejumlah definisi tersebut ada kesamaan komponen makna, yakni mengurangi sesuatu yang terkait dengan risiko, dampak, buruk, atau hal-hal yang tidak diinginkan.

 Dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa mitigasi adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak buruk atau hal lain yang tidak diinginkan, akibat dari suatu peristiwa, yang umumnya adalah bencana.

Mitigasi adalah upaya yang bertujuan untuk menurunkan risiko dan dampak dari bencana. Bencana sendiri memiliki tiga kelompok kategori, yakni bencana alam, bencana nonalam , dan bencana sosial. Ini dikutip dari laman resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar.

BACA JUGA: Chiki Ngebul Pemicu Kerusakan Organ Tubuh

Bencana alam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa oleh alam. Sedangkan bencana nonalam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa nonalam. Sementara itu, bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa oleh manusia.

Bencana alam sendiri masih bisa dibedakan menjadi dua kategori, yakni bencana alam meteorologi dan bencana geologi. 

Bencana alam meteorologi adalah bencana yang berhubungan dengan iklim, umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus. Sedangkan bencana geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor.

Langkah-Langkah Mitigasi

Mengingat bencana alam merupakan risiko yang tidak terhindarkan, maka mitigasi adalah hal penting yang perlu diketahui untuk setidaknya mengurangi dampak dari bencana. Mitigasi adalah langkah yang memiliki sejumlah prosedur dan tahapan guna mengurangi risiko dan dampak dari bencana.

Berikut tahap-tahap mitigasi seperti yang telah dikutip Liputan6.com dari laman resmi BPBD Kabupaten Purworejo.

Tahap-Tahap Penanganan Bencana :

  1. Mitigasi adalah langkah yang memiliki tahap awal penanggulangan bencana alam untuk mengurangi dan memperkecil dampak bencana. Mitigasi adalah langkah yang juga dilakukan sebelum bencana terjadi. Contoh kegiatannya antara lain membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di  wilayah rawan bencana.
  2. Berikutnya, langkah dari mitigasi adalah perencanaan. Perencanaan dibuat berdasarkan bencana yang pernah terjadi dan bencana lain yang mungkin akan terjadi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan sarana-sarana pelayanan umum yang meliputi upaya mengurangi tingkat risiko, pengelolaan sumber-sumber daya masyarakat, serta pelatihan warga di wilayah rawan bencana.
  3. Langkah ketiga mitigasi adalah respons, yang merupakan upaya meminimalkan bahaya yang diakibatkan bencana. Tahap ini berlangsung sesaat setelah terjadi bencana. Rencana penanggulangan bencana dilaksanakan dengan fokus pada upaya pertolongan korban bencana dan antisipasi kerusakan yang terjadi akibat bencana.
  4. Hal yang tak kalah penting dari upaya mitigasi adalah pemulihan. Langkah ini merupakan langkah yang perlu diambil setelah bencana terjadi guna mengembalikan kondisi masyarakat seperti semula.

Pada tahap ini, fokus diarahkan pada penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban serta membangun kembali saran dan prasarana yang rusak. Selain itu, juga perlu dilakukan evaluasi terhadap langkah penanggulangan bencana yang dilakukan.

Berdasarkan siklus waktunya, kegiatan penanganan bencana dapat dibagi 4 kategori :

  1. Kegiatan sebelum bencana terjadi.
  2. Kegiatan saat bencana terjadi.
  3. Kegiatan tepat setelah bencana terjadi.
  4. Kegiatan pasca bencana yang meliputi pemulihan, penyembuhan, perbaikan, dan rehabilitasi.

Contoh Mitigasi:

Mitigasi Bencana Tsunami

Mitigasi bencana tsunami adalah sistem untuk mendeteksi tsunami dan memberi peringatan untuk mencegah jatuhnya korban. Ada dua jenis sistem peringatan dini tsunami, yaitu sistem peringatan tsunami internasional dan sistem peringatan tsunami regional.

Mitigasi Bencana Gunung Berapi

Upaya mitigasi bencana gunung berapi meliputi pemantauan aktivitas gunung api. Data hasil pemantauan dikirim ke Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung dengan radio komunikasi SSB.

BACA JUGA: Bahaya Nitrogen Cair, Banyak Makan Korban 

Selain pemantauan, mitigasi bencana gunung berapi juga melibatkan pemetaan untuk mengetahui kawasan rawan bencana gunung berapi. Ini juga memungkinkan untuk menjelaskan jenis dan sifat bahaya, daerah rawan bencana, arah penyelamatan diri, pengungsian, dan pos penanggulangan bencana gunung berapi.

Bagian yang tidak kalah penting dari mitigasi bencana gunung berapi adalah sosialisasi. Tujuannya langkah mitigasi adalah untuk menyadarkan masyarakat terkait risiko bencana di lereng gunung berapi.

Mitigasi Bencana Gempa Bumi

Langkah mitigasi gempa bumi pun dibedakan menjadi tiga, yakni langkah sebelum gempa, langkah saat terjadi gempa, dan langkah pasca gempa.

Langkah yang bisa dilakukan sebelum gempa yang dapat mengurangi dampaknya adalah sebagai berikut:

  1. Mendirikan bangunan sesuai aturan baku (tahan gempa)
  2. Kenali lokasi bangunan tempat Anda tinggal
  3. Tempatkan perabotan pada tempat yang proporsional
  4. Siapkan peralatan seperti senter, P3K, makanan instan, dll
  5. Periksa penggunaan listrik dan gas
  6. Catat nomor telepon penting
  7. Kenali jalur evakuasi
  8. Ikuti kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa

 Ketika terjadi gempa, ikuti langkah berikut ini:

  1. Tetap tenang
  2. Hindari sesuatu yang kemungkinan akan roboh, kalau bisa ke tanah lapang
  3. Perhatikan tempat Anda berdiri, kemungkinan ada retakan tanah
  4. Turun dari kendaraan dan jauhi pantai.

Setelah gempa, ikuti langkah berikut ini:

  1. Cepat keluar dari bangunan. Gunakan tangga biasaPeriksa sekitar Anda. Jika ada yang terluka, lakukan pertolongan pertama.
  2. Hindari bangunan yang berpotensi roboh.

Mitigasi Tanah Longsor

Terkait dengan tanah longsor, mitigasi adalah upaya yang perlu dilakukan untuk mengurangi dampak tanah longsor. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan:

  1. Hindari daerah rawan bencana untuk membangun pemukiman
  2. Mengurangi tingkat keterjalan lereng
  3. Terasering dengan sistem drainase yang tepat
  4. Penghijauan dengan tanaman berakar dalam
  5. Mendirikan bangunan berpondasi kuat
  6. Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air cepat masuk
  7. Relokasi (dalam beberapa kasus)

Demikian pemaparan mengenai mitigasi, mulai dari pengertian, langkah-langkah, hingga contoh tindakan yang dapat menurunkan dampak dari timbulnya bencana. ***

Sumber: BNPB

 




Bahaya Nitrogen Cair, Banyak Memakan Korrban

Korban Chiki ngebul makin banyak, ini bahaya penggunaan nitrogen cair untuk makanan yang sudah banyak makan korban  

LombokJournal.com ~ Sebanyak 11 laporan diterima Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait kasus anak yang diduga keracunan makanan berasap dengan nitrogen cair atau Chiki Ngebul’.. 

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI Dr dr Muzal Kadim, SpA(K) mengungkapkan dua minggu lalu ada enam atau tujuh kasus, ada tambahan lagi di Jawa Timur.

BACA JUGA: Chiki Ngebul Pemicu Kerusakan Organ Tubuh

Pemprov NTB akan menertibkan jajanan yang bahaya bagi kesehatan, karena menggunakan nitrogen cair

“Jadi sekitar 11 kalau enggak salah,” ujar Muzal Kadim melalui konferensi pers virtual, Selasa (17/01/23).

Dari 11 kasus keracunan Ciki ngebul itu, di wilayah Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi ada satu kasus fatal hingga membutuhkan operasi. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga mencatat puluhan anak SD di beberapa daerah mengalami keracunan usai menyantap Ciki ngebul warna warni. 

Korban Chiki ngebul antara lain, bulan Juli 2022 terjadi 1 kasus pada anak yang mengkonsumsi ice smoke di desa Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo yang menyebabkan terjadinya luka bakar. 

Kemudian tanggal 19 November 2022, UPTD Puskesmas Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya melaporkan terjadi KLB keracunan pangan dengan jumlah kasus 23 orang, 1 kasus di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit. Gejala timbul setelah mengkonsumsi jajanan jenis Chiki ngebul. Yang lain, tanggal 21 Desember 2022, UGD Rumah Sakit Haji Jakarta menerima pasien anak laki-laki berumur 4,2 datang dengan keluhan nyeri perut hebat setelah mengkonsumsi jajanan jenis Ciki ngebul. 

Ini dikatakan Muzal, sebetulnya nitrogen cair jika dikelola dengan baik dan kadar yang cukup itu diperbolehkan dalam makanan. 

Kemenkes juga sudah mengatur soal penggunaan nitrogen cair dalam makanan. 

“Belum (beri rekomendasi), tetapi memang nitrogen cair ini sebenarnya selama dikelola dengan baik dengan syarat tertentu di Kemenkes sudah ada. Cuma mungkin ada yang nakal atau belum mengerti ya,” kata Muzal. 

Adapun chiki ngebul atau ice smoke adalah jajanan yang dicampur dengan nitrogen cair, sehingga memunculkan efek asap dan dingin pada makanan. 

Jajanan chiki ngebul pun belakangan menjadi sorotan karena menyebabkan keracunan pada sejumlah anak di berbagai daerah. 

Kasus keracunan Chiki ngebul seorang anak berinisial A (4) yang tinggal di wilayah Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi keracunan makanan Chiki ngebul. Ayah A, Jamaludin (30), mengungkapkan, anaknya naik meja operasi akibat mengonsumsi Chiki ngebul.

 “Lambung anak saya berlubang dua sentimeter dan perutnya dijahit sekitar 15 sentimeter,” ujar Jamaludin, Senin pekan lalu.

Pihak Kemenkes berpesan, orangtua harus berhati-hati dalam memberikan pangan bagi anaknya. 

Terutama karena anak-anak ini masih dalam pertumbuhan, makanan sehat bergizi harus lebih diutamakan daripada jajanan.

Kemenkes pun akan melakukan pengawasan bahan pangan sebagai langkah mitigasi. 

BACA JUGA: Bahas Berbagai Peluang Kerja Sama dengan Jepang

Sensasi Chiki ngebul

Chiki ngebul adalah jajanan kekinian yang banyak dijual dan dicari karena keunikannya. 

Saat dikonsumsi, Ciki ngebul dapat mengeluarkan asap yang berasal dari nitrogen cair atau liquid nitrogen. 

Nitrogen cair adalah nitrogen yang berada dalam keadaan cair pada suhu yang sangat rendah. 

Cairan nitrogen jernih, tidak berwarna dan tidak berbau sehingga tidak mengubah rasa jika digunakan untuk makanan. 

Sensasi inilah yang membuat Ciki ngebul banyak menarik perhatian sekaligus digemari masyarakat utamanya anak-anak. 

Dalam keterangan resmi, Kemenkes meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya konsumsi jajanan ice smoke atau Chiki ngebul yang banyak dijual. 

Hal ini dilakukan untuk mencegah kasus keracunan pangan yang lebih parah akibat konsumsi nitrogen cair yang berlebihan di jajanan Chiki ngebul. ***

 

 




Wagub NTB Tandatangani RIP Kayangan – Poto Tano 

Pihak ASDP, Dishub dan jajarannya diapresiasi Wagub NTB yang sudah merubah wajah pelabuhan-pelabuhan di NTB

MATARAM.LombokJournal.cim ~ Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Kayangan – Poto Tano resmi ditandatangani Wakil Gubernur NTB,  Hj. Sitti Rohmi Djalilah, ketika silahturahmi di Warung Sambel Kantor Dinas Perhubungan NTB, Rabu (18/01/23).

“Ini menjadi sangat penting, karena apa pun itu kalau kita sudah punya RIP nya punya master plan nya, sangat mudah untuk mengembangkan suatu kawasan,”  tuturnya.

BACA JUGA: Bahas Berbagai Peluang Kerja Sama dengan Jepang

Wagub NTB menandatangani RIP Kayangan - Poto Tano

Ummi Rohmi, sapaan Wagub NTB menyampaikan, NTB adalah daerah yang sangat subur, menjadi banyak tujuan wisata seluruh dunia. 

Sudah bukan jadi keharusan tapi kebutuhan bagi semuanya, untuk betul-betul menjadi customer service yang baik bagi para tamu.

“Bukan semata-mata berbicara infrastruktur, tapi yang terpenting fasilitas yang bagus harus didukung dengan maintanance yang bertanggung jawab supaya menjadi fasilitas yang melayani masyarakat NTB,” ucapnya.

Ummi Rohmi mengaapresiasi ASDP, Dishub dan jajarannya yang merubah wajah Pelabuhan-Pelabuhan di NTB, dan diharapkan sebelum Oktober sudah bisa diresmikan.

Menghubungkan antar kabupaten

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan NTB, H. Lalu M. Faozal mengatakan, ini merupakan ‘pecah telor’ karena RIP sendiri merupakan produk bersama Dinas Perhubungan dan PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).

“Sudah lama sekali kita berkeinginan untuk menghadirkan RIP di Kayangan-Poto Tano yang memang regulasinya berada di Pemprov NTB, untuk menghubungkan antar kabupaten di satu Provinsi,” imbuhnya.

Dengan adanya RIP ini maka PT. ASDP sudah mulai melakukan aktivitas di pelabuhan, dan untuk tahun ini ditargetkan bisa selesai paling tidak untuk ruang tunggu dan space foodcourt nya.

“Zonasinya yang penting, jadi foodcourt tidak lagi ada aktivitas-aktivitas masyarakat berada di kawasan pelabuhan bagian dalam tapi ada space nya sendiri,” jelasnya.

Saat ini tidak boleh lagi ada yang buang sampah ke laut, sudah diproses Pergub dengan yustisi ringan bagi masyarakat dan kru kapal yang buang sampah di laut.

“Bagi yang tidak mengindahkan anjurannya akan ada punishmentnya, saat ini telah berproses untuk masyarakat teredukasi agar tidak membuang sampah di laut,” katanya.

Dikatakan Faozal, kapal baru yang diresmikan di Lembar-Padang Bai yang merupakan buatan Indonesia dengan kapasitas penumpang 540 orang dan mobil logistik sekitar 28 kendaraan.

GM PT. ASDO Kayangan, Masagus Hamdani rencana pengembangan Pelabuhan Kayangan-Poto Tano, mengacu pada RIP yang selama ini belum ada. 

BACA JUGA: Camilan ‘Chiki Ngebul’ Mengancam Kesehatan

Sehingga untuk dikembangkannya pun agak kesulitan, karena dikhawatirkan berbenturan dengan Pemda setempat khususnya Kabupaten Lotim dan Sumbawa Barat”

“Setelah terpenuhinya rekomendasi dari Bupati Sumbawa Barat dan Lotim serta Lingkungan Hidup maka terpenuhi lah penyusunan RIP yang nantinya akan menjadi landasan menetapkan SK Gubernur,” tutup Masagus. ***

 




Bahas Berbagai Peluang Kerja Sama dengan Jepang

Saat terima Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar, Wagub NTB bahas berbagai peluang kerja sama dengan Jepang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Banyak peluang kerja sama yang bisa dilakukan antara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Jepang, seperti bidang pendidikan, industri, mitigasi bencana, bahkan pengiriman tenaga kerja

“Kami akan sangat senang jika bisa bekerja sama dengan Jepang. Banyak sekali peluangnya, seperti kerja sama dalam bidang pendidikan, industri, mitigasi bencana, bahkan pengiriman tenaga kerja dan lainnya,” ujar Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah 

BACA JUGA: Bahaya, Camilan ‘Chiki Ngebul’ Mengancam Kesehatan

Wagub NTB bahas peluang kerja sama bersama Konjen Jepang

Ia menawarkan kerjasama itu saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang Katsumata Harumi, di Denpasar, Bali, Rabu (18/01/23) di ruang kerja Wagub. 

Selain itu, di hadapan Konjen Jepang, Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB juga membagikan pengalaman NTB terkait upaya pemulihan pasca Gempa 2018. Serta berbagai upaya untuk tetap bertahan dan bangkit di masa pandemi Covid-19. 

“Disini sangat lengkap, kita punya segalanya, mulai dari gunung, air terjun, ragam budaya dan lainnya. Namun, kami tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata, melainkan juga pertanian, perikanan dan lainnya. Oleh karena itu, pada saat gempa 2018, kami masih bisa survive. Ketika pandemi, kami juga bisa bangkit melalui program Bela dan Beli Produk Lokal untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

Terkait sektor ketenagakerjaan, Wagub juga mengutarakan keinginannya untuk mengirim lebih banyak lagi tenaga magang dari NTB ke Jepang. 

Hal itu diharapkan dapat melahirkan lebih banyak tenaga terampil yang dimiliki NTB.

Menanggapi hal itu, Konsul Jenderal Jepang, Katsumata Harumi pun menyambut baik keinginan dan antusiasme NTB bekerja sama dengan Jepang. 

Pihaknya berharap secepatnya akan terjalin banyak kerja sama dengan NTB dalam berbagai bidang, terutama kerja sama untuk mitigasi bencana, mengingat NTB dan Jepang merupakan daerah yang rawan terhadap bencana.

“Kita juga punya kesamaan, di Jepang rawan sekali bencana, seperti gunung meletus dan gempa bumi. Sehingga saya sangat mengapresiasi peluang-peluang tersebut. Semoga ke depan kita bisa bekerja sama dalam banyak hal,” tutur H.E Katsumata Harumi.

BACA JUGA: ‘Chiki Ngebul’ Pemicu Kerusakan Organ Tubuh

Hadir mendampingi Wagub, yaitu Asisten I Setda NTB dan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB. ***

 




Bahaya, Camilan ‘Chiki Ngebul’ Mengancam Kesehatan

Bahaya bagi orang dewasa apalagi anak-anak yang menelan nitrogen cair dapat mengalami sakit perut hebat, rasa begah, dan terkadang muntah

LombokJournal.com ~ Pemprov NTB akan menertibkan bahkan akan menyetop penjualan ‘Chiki Ngebul’, dan akan melakukan penyitaan bila ditemukan penjualan jajanan siap saji itu, sebelum korban berjatuhan.

Penertiban itu setelah Sekda NTB, H Lalu Gita Aryadi melakukan Rakor dengan pihak terkait. Menyusul larangan penjualan ‘Chiki Ngebul’ yang sudah dilakukan di beberapa daerah.

Korban “Chiki Ngebul” yang sudah terjadi di beberapa daerah adalah anak-anak, karena jajanan ini memberikan sensasi yang menarik bagi mereka.

BACA JUGA: Chiki Ngebul Pemicu Kerusakan Organ Tubuh

Rakor Pemprov NTB, memberitahu bahaya makanan yang menggunakan nitrogen cair
Rakor Pemprov NTB mengantisipasi beredarnya jajanan Chiki Ngebul

Apa sih yang dinamakan Chiki Ngebul?

Jajanan ‘Ciki Ngebul’ atau makanan dengan uap yang dihasilkan melalui proses penggunaan nitrogen cair dalam penyajiannya, memang tengah jadi perhatian. 

Nitrogen cair dapat menguap secara cepat sehingga dapat membentuk gas seakan efek mengebul. Makanan-makanan tertentu yang disajikan dengan zat ini seolah-olah mempunyai sensasi mengeluarkan asap.

Kementerian Kesehatan pada 12 Januari 2023 menerima total 10 kasus dengan gejala keracunan pangan akibat makan chiki ngebul.

Muzal Kadim, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkap dampak yang bisa terjadi pada tubuh bila nitrogen dalam bentuk cair tertelan, salah satunya perut kembung.

“Kalau 1 mililiter menjadi 700 ml, kalau secara cepat masuk ke lambung, menguap menjadi 700 mililiter. Kapasitas lambung kan kecil, paling-paling enggak sampai 100 mililiter. Kalau langsung mengembang secara cepat, perut jadi kembung,” jelas Muzal.

Tak hanya perut kembung, orang yang menelan nitrogen cair juga dapat mengalami sakit perut hebat, rasa begah, dan terkadang muntah. Pada kondisi yang lebih berat, dia bisa mengalami kebocoran atau perforasi lambung. 

Menurut Healthline, penderita perforasi lambung biasanya merasa nyeri yang memburuk saat menyentuh atau meraba area lambung atau saat bergerak.

Pasien juga bisa mengalami gejala peritonitis seperti kelelahan, buang air kecil atau besar atau gas lebih sedikit, sesak napas, detak jantung yang cepat, dan pusing. Ini dikatakan termasuk kondisi darurat medis yang membutuhkan perawatan medis segera karena dapat mengancam jiwa.

Pemakaian yang sesuai

Sebenarnya, nitrogen merupakan zat yang tidak berbahaya, tidak berbau, berasa dan berwarna. Zat ini bisa dipadatkan sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk cair dengan suhu minus 196 derajat untuk digunakan dalam pengolahan dan penyajian makanan. 

“Selama pemakaiannya sesuai, tidak menimbulkan masalah. Hanya sebagai bahan untuk pendingin. Tapi kalau bahan cairnya tertelan, itu akan menimbulkan masalah,” jelas Muzal.

BACA JUGA: Rumah Tangga Miskin di Indonesia Hidup dari Sektor Pertanian

Karena itu, perlu pengelolaan yang baik terkait nitrogen cair. Termasuk,bagi yang mengelola zat, karena dia berisiko terkena luka dingin apabila melakukan kontak terlalu lama tanpa menggunakan pelindung.

“Cara penyimpanan tidak boleh di ruang tertutup yang tidak kuat, nitrogen bisa mengembang dengan cepat, bahkan meledak,” katanya.***

 




Chiki Ngebul Pemicu Kerusakan Organ Tubuh

Sekda NTB pimpin Rakor untuk pengawasan dan menertibkan penjualan chiki ngebul,  pangan siap saji yang gunakan nitrogen cair  

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB akan menindak tegas penggunaan nitrogen cair pada pangan siap saji, atau yang kini ngetrend disebut chiki ngebul atau chiki berasap.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi menekankan itu saat memimpin Rapat Koordinasi pengawasan penggunaan nitrogen cair pada pangan siap saji. di Ruang Anggrek Kantor Gubernur, Selasa (17/01/23).

BACA JUGA: Pengangguran yang terdampak Naik Turunnya Perekonomian

Sekda NTB mengatakan, Pemprov NTB akan stop penjualan chiki ngebul
Sekda NTB (kiri)

Kasus keracunan  chiki ngebul terjadi di beberapa daerah. Seperti di Jakarta, Ponorogo, Tasikmalaya dan daerah lainnya. Rakor digelar untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa di NTB.

Chiki ngebul dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama pada jaringan kulit. Memicu kesulitan bernafas yang parah, dan memicu kerusakan internal organ tubuh. 

Rakor juga dilakukan sebagai antisipasi dan melindungi masyarakat dari dampak konsumsi chiki ngebul. 

Meski belum terdapat kasus di NTB tetapi ditemukan penjual chiki ngebul di tempat keramaian saat Car Free Day Jalan Udayana. 

“Karenanya, hulu hilir penjualan chiki ngebul harus diawasi ketat,” ungkap Sekda. 

Dalam rakor tersebut mengasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya, PT. Samabayu Samator Lombok memperketat penjualan Liquid Nitrogen, hanya untuk kepentingan yang sudah pasti dan dalam pengawasan Dinas Perdagangan.

Sat Pol PP NTB juga akan melakukan penertiban atau penyitaan bila ditemukan penjualan Chiki Ngebul sebelum korban berjatuhan.

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas 20 Awardee S1 ke Malaysia

Ndak bae beng anak bain te chiki ngebul niki. Salak kejarian laun (Jangan kasih anak cucu kita chiki ngebul, fatal akibatnya nanti) ” tandasnya.