Asupan Gizi dengan Mengkonsumsi Makanan yang Sehat 

Asupan gizi seimbang, bila makanan yang kita konsumsi dalam kadar seimbang, antara sumber energi, lauk pauk, sayuran dan buah, serta waktu makan yang sesuai. 

LombokJournal.com ~ Gaya hidup modern yang menuntut serba cepat dan serba praktis, menjadikan banyak orang berpikir simpel. Hal ini langsung atau tidak mempengaruhi pola makan banyak orang.

Tuntutan kehidupan yang serba cepat dan praktis itu tanpa disadari berisiko pada pola makan. Orang yang berpikir simpel dan relatif menjadi abai dengan pola makan yang sehat.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Pola makan tidak sehat kalau mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang asupan gizinya
Makanan siap saji

 Pola makan sehat seimbang kurang dipedulikan, akhirnya banyak orang mengkonsumsi makanan yang amburadul dan menjadi kebiasaan. Sebenarnya pola makan tradisional Indonesia semula merupakan makanan yang sehat, namun kini berubah menjadi miskin serat dan nutrisi lain. 

Apakah yang disebut pola makan yang tidak sehat? Pola makan tidak sehat meliputi yang tinggi lemak dan karbohidrat, makanan dengan kandungan sodium atau garam tinggi, rendahnya konsumsi makanan berserat, serta kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol

Memang globalisasi berpengaruh pada gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya pada pola makan. Sebab globalisasi ini juga merembet ke selera makan, Dan kini, banyak orang yang mengkonsumsi makanan hanya mengutakaman kesenangan dan kepuasan.  

Karena itu dibutuhkan kesadaran tinggi untuk menganut pola makan sehat. Harus dipahami, tubuh perlu asupan gizi, mineral, vitamin, dan serat yang seimbang guna optimalisasi proses metabolisme tubuh.

Pola makan sehat di antaranya menghindari makanan tinggi lemak, tinggi gula dan garam. Sebaliknya pola makan tidak sehat itu yang rendah vitamin dan nutrisi, seperti makanan cepat saji dan jeroan. 

Terlalu banyak mengonsumsi makanan tersebut akan membuat kita berisiko terkena penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan gagal ginjal.

BACA JUGA: Pentingnya Protein Hewani untuk Menmgatasi Stunting

Gizi seimbang bisa kita dapatkan bila mengkonsumsi makanan dalam kadar seimbang yakni antara sumber energi, lauk pauk, sayuran dan buah, serta waktu makan yang sesuai. 

Pada kurun 1950-an, pemahaman itu telah diterapkan dalam slogan ‘4 sehat 5 sempurna’.  Empat sehat lima sempurna menekankan pada konsumsi nasi, lauk pauk, sayur, buah dan memandang susu sebagai bahan pangan yang menyempurnakan.

Namun, susunan makanan yang terdiri atas 4 kelompok tersebut belum tentu sehat. Bergantung kepada porsi dan jenis zat gizinya sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya, kalau sebagian besar porsi makan Anda terdiri atas sumber karbohidrat (nasi), sedikit sumber protein, sedikit sayur dan buah sebagai sumber vitamin, maka pola makan disebut tak sehat.
Sebaliknya, jika pola makan kita terlalu banyak sumber lemak dan protein seperti hidangan yang banyak daging dan minyak atau lemak, tetapi sedikit sayur dan buah, juga dianggap tak sehat.

Lalu, bagaimana cara menerapkan gizi seimbang yang sehat ?

Berikut langkah-langkah yang patut yang perlu menjadi perhatian untuk diri sendiri maupun anggota keluarga.

  • Makanlah aneka ragam makanan setiap hari

Dengan makanan beraneka ragam makanan, kekurangan gizi dari suatu makanan bisa dilengkapi zat gizi dari makanan lain

  • Makan makanan untuk mencukupi kebutuhan energi

Kebutuhan energi bisa dipenuhi dengan memakan makanan kaya karbohidrat, protein, dan lemak. Namun perlu diingat, batasi konsumsi lemak. Meski berguna sebagai sumber energi dan menambah kelezatan masakan, konsumsi lemak berlebihan bisa menimbulkan penyumbatan pembuluh darah.

  • Gunakan garam beryodium

Yodium adalah zat gizi mikro yang diperlukan tubuh untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak melalui fungsi tiroid.

  • Konsumsi zat besi

Zat besi berguna dalam pembentukan sel darah merah. Zat besi bisa didapat dari hati, kuning telur, daging, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

  • Berikan ASI

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. ASI sebaiknya diberikan hingga bayi berusia 2 tahun dengan jumlah yang disesuaikan. Program ASI ekslklusif selama 6 bulan sudah dicanangkan.

  • Biasakan sarapan

Sarapan sangat bermanfaat memelihatara ketahan fisik dan meningkatkan produktivitas kerja. Terutama bagi anak-anak, sarapan penting untuk meningkatkan konsentrasi mereka saat belajar. Banyak penelitian yang menyimpulkan efek dari sarapan terhadap prestasi sangat signifikan.

  • Minum cukup air

Air dibutuhkan tubuh di antaranya untuk mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral dalam tubuh sehingga melancarkan pencernaan. Minumlah 6-8 gelas air putih setiap hari.

  • Hindari minuman beralkohol

Minum alkohol dapat menghambat proses penyerapan gizi dan menyebabkan kerusakan hati dan syaraf otak.

  • Olahraga teratur

Aktivitas fisik teratur bisa meningkatkan kebugaran, menjaga berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru-paru, dan otot serta  mecegah penuaan dini. Laksanakan olah raga teratur minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi 45 – 60 menit

BACA JUGA: Diet Sehat, Kontrol Kandungan Karbohidrat dan Kalori

Kebutuhan gizi tiap orang berbeda-beda, hal tersebut berhubungan dengan jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan dan juga aktifitas seseorang. Oleh karena itu setiap individu sangat berbeda dalam menerima konsumsi makanan. 

Di samping itu keanekaragaman makanan juga harus diperhatikan. Pada dasarnya tiap jenis makanan tertentu tidak mengandung semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sehingga perlu beberapa makanan lain untuk mendapatkan komposisi makanan sesuai yang dianjurkan. Makanan yang beraneka ragam yang mengandung protein, lemak, karbohidrat serta beberapa mineral lain yang dibutuhkan tubuh dari beragam jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari.  Tidak ada 1 jenis makanan yang komplit dalam semua kandungan gizi, sehingga saling melengkapi satu dengan lainnya.

Gizi seimbang

Asupan gizi seimbang harus ada yang tinggi serat

Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik kualitas (fungsinya), maupun kuantitas (jumlahnya). 

Direktorat Gizi Depkes pada tahun 1995 telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Tujuan PUGS merupakan alat untuk memberikan penyuluhan pangan dan gizi kepada masyarakat luas untuk memasyarakatkan gizi seimbang.

Pedoman disusun memenuhi salah satu rekomendasi Konferensi Gizi Internasional di Roma pada tahun 1992. PUGS merupakan penjabaran lebih lanjut dari pedoman 4 sehat 5 sempurna  yang memuat pesan-pesan yang berkaitan dengan pencegahan, baik masalah kekurangan gizi, maupun masalah gizi lebih yang selama 20 tahun terakhir mulai menampakkan diri di Indonesia.

Pedoman Umum Gizi Seimbang merupakan susunan makanan yang menjamin keseimbangan zat-zat gizi. Hal ini dapat dicapai dengan mengkonsumsi beraneka ragam makanan tiap hari. 

Tiap makanan dapat saling melengkapi dalam zat-zat gizi yang dikandungnya. Pengelompokan bahan makanan disederhanakan, yaitu didasarkan pada tiga fungsi utama zat-zat gizi, yaitu sebagai:

(1) sumber energi/tenaga;

(2) sumber zat pembangun; dan

(3) sumber zat pengatur.

Sumber energi diperlukan tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan kebutuhan zat pembangun dan zat pengatur. 

Sedang kebutuhan zat pengatur diperlukan dalam jumlah yang lebih besar dari pada kebutuhan zat pembangun (diambil dari Almatsier, 2002).

Sumber energi diperoleh dari beras, jagung, sereal/gandum, ubi kayu, kentang dan yang semisal dengannya. 

Zat pengatur diperoleh dari sayur dan buah-buahan, sedang zat pembangun diperoleh dari ikan, telur, ayam, daging, susu, kacang-kacangan dan sebagainya. Ketiga golongan bahan makanan dalam konsep dasar gizi seimbang tersebut digambarkan dalam bentuk kerucut dengan urutan-urutan menurut banyaknya bahan makanan tersebut yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Dasar kerucut menggambarkan sumber energi/tenaga, yaitu golongan bahan pangan yang paling banyak dimakan, bagian tengah menggambarkan sumber zat pegatur, sedangkan bagian atas menggambarkan sumber zat pembangun yang secara relatif paling sedikit dimakan tiap harinya.

BACA JUGA: Kesehatan Anda Terungkap Dari Tanda-tanda di Mata

Asupan pola makan yang memenuhi 4 sehat 5 sempurna

Pedoman Umum Gizi Seimbang memuat 13 pesan dasar yang diharapkan dapat digunakan masyarakat sebagai pedoman untuk mengatur makanan sehari-hari yang seimbang dan aman, guna mencapai dan mempertahankan status gizi dan kesehatan yang optimal. 

Pesan dasar tersebut antara lain :

(1) makanlah aneka ragam makanan;

(2) makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi;

(3) makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi;

(4) batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi;

(5) gunakan garam beryodium;

(6) makanlah makanan sumber zat besi;

(7) berikan ASI saja kepada bayi sampai umur empat bulan;

(8) biasakan makan pagi;

(9) minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya;

(10) lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur;

(11) hindari minum minuman beralkohol dan jauhi kebiasaan merokok;

(12) makanlah makanan yang aman bagi kesehatan;

(13) bacalah label makanan yang dikemas. ***

Sumber : KemenKes




Drama Arena di Ponpes Nurul Haramain Putri

Wagub NTB, Ummi Rohmi menghadiri acara Drama Arena 523, di Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri 2 NWDI Narmada Lombok Barat

LOBAR.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri Acara Drama Arena 523, di Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri 2 NWDI Narmada Lombok Barat, Rabu (08/02/23).

Kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun itu diapresiasi oleh Wakil Gubernur, atas manajemen dalam mengemas suatu acara diberikan tanggung jawab penuh, sehingga bisa dibuktikan bisa dan hebat senang bisa hadir disini. 

BACA JUGA: Wakil Duta Besar Inggris Mencoba Dokar Listrik

Santriwati yang m,enonton drama arena di Pondok Pesantren

“Selamat pentas anak-anakku semua, tampilkan sajian yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan mencerahkan dalam kebaikan dan kalian bisa dan hebat diberikan tanggung jawab luar biasa,” puji Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Selain itu, Umi Rohmi berpesan dan mengajak kepada anak-anak santriwati untuk memanfaatkan waktu belajar dan mengasah skill kemampuan agar survive di masa yang akan datang dan adaptif dimanapun berada.

“Namanya kesempatan tidak ada datang dua kali sehingga manfaatkanlah waktu sebaik mungkin karena kalian beruntung ditempa, digembleng di ponpes yang sungguh-sungguh mengajarkan modal agar survive dimasa yang akan datang,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Ponpes Nurul Haramain TGH. Hairy Habibullah, menyampaikan terimakasih atas kehadiran Wakil Gubernur di tengah-tengah kesibukannya.

“Ini adalah malam yang spesial Uminda bisa hadir pertama kalinya menengok ananda-ananda disini dalam kegiatan rutin Drama Arena 523, dan ini luar biasa yang patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA: Stunting di Lombok Barat Turun Signifikan

Ditambahkan TGH Hairy, persiapannya dilakukan latihan selama satu bulan, dibutuhkan keseriusan sehingga dalam pementasan bisa memberikan pertunjukan yang terbaik.***

 

 




Pentingnya Protein Hewani Dalam Mengatasi Stunting

Wagub NTB menekankan pentingnya gotong royong mengatasi stunting, yang penting ikhtiar bersama menuntaskan masalah stunting 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak stunting di Posyandu Keluarga disarankan menggunakan telur. Telur bisa diolah menjadi berbagai macam makanan, yang baik bagi anak. 

Pentingnya asupan protein hewani untuk mencegah stunting itu ditekankan Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah  saat mengunjungi tiga Posyandu Keluarga di Kota Mataram dan Lombok Barat pada Kamis, Kamis (09/02/23).

BACA JUGA: Stunting di Lombok Barat Turun Signifikan

Protein hewani yang diberikan, sangat gampang ditemui dan harganya relatif terjangkau. Seperti telur ayam dan berbagai jenis ikan yang dijual di pasaran. 

“Kita fokus tangani Stunting dengan protein hewani, tidak harus mahal, cukup telur setiap hari, tidak susah dicari,” tuturnya kepada pengunjung Posyandu Keluarga dan pengurus posyandu keluarga serta aparatur lingkungan.

Ummi Rohmi melanjutkan, 

Selain itu, Wagub menekankan pentingnya gotong royong untuk mengatasi stunting. Terutama kerjasama orangtua yang baik dalam memperhatikan asupan gizi untuk anak.

“Stunting ini sementara, yang terpenting adalah ikhtiar kita bersama, untuk menuntaskan masalah ini,” ungkapnya.

Selaku ujung tombak dari Posyandu Keluarga, Ummi Rohmi mengingatkan, agar semua kader-kader diperhatikan, jumlah maupun pekerjaan yang dilaksanakan berkaitan dengan posyandu.

Selain itu Ummi Rohmi juga tetap menginginkan agar pemanfaatan Posyandu Keluarga dimaksimalkan sesuai kegunaannya. Yaitu sebagai pusat edukasi kesehatan, seperti sosialisasi kesehatan remaja, pernikahan dini dan masalah sosial lainnya.

BACA JUGA: Kolaborasi Danone Indonesia, Soal Stunting hingga Sampah

Pada kunjungan tersebut, turut mendampingi Asisten 1 Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas P3AP2KB, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.*** 

 




Stunting di Lombok Barat Turun Signifikan

Wakil Gubernur NTB, Ummi Rohmi mengungkapkan rasa bangga, keberhasilan Pemkab Lobar yang menyatakan perang melawan stunting

LOBAR.LombokJournal.com ~ Luar biasa, itu ungkapan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi penurunan angka stunting yang sangat signifikan.

“Saya bangga dan senang melihat kemajuan yang luar biasa yang ditorehkan untuk penurunan angka Stunting di Lobar, tahun ini sudah di bawah angka 19 persen, ini luarbiasa dan mari kita perkuat tekad kita untuk perang melawan stunting,” kata Wagub.

BACA JUGA: Kolaborasi Danone Indonesia, Soal Sampah hingga Stunting  

Wagub bangga angka stunting di Lobar menurun signifikan
Wagub Ummi Rohmi

Hal itu diungkapkannya saat membuka Kegiatan Aksi Gizi Generasi Maju Dalam Rangka Peringatan Hari Gizi Nasional 2023 berlokasi TPA Kebon Kongok  Lombok Barat, Kamis (09/02/223). 

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub menambahkan, keberhasilan ini berkat tekad kuat Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang telah menyatakan perang melawan stunting.

Ia menekankan pentingnya pemberian protein hewani pada anak sebagai upaya pencegahan stunting atau kekerdilan pada anak di wilayah itu.

“Kita harus fokus pada pemberian protein hewani, seperti telur dan ini murah. Intinya anak-anak kita harus tetap sehat,” kata Ummi Rohmi. .

Ia mengatakan, asupan gizi berupa protein hewani harus terus diberikan kepada anak-anak, untuk menjaga kesehatan dan mencegah stunting yang pertumbuhannya tidak normal.

Menurutnya, para orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi sukses untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. dan intinya jangan putus sekolah.

“Untuk melanjutkan pendidikan, anak-anak harus tetap sehat dengan menjaga kesehatan dengan memperhatikan makanan,” ujarnya.

Ummi Rohmi menyampaikan terima kasih atas peran dan sumbangsih Danone yang serius membantu NTB dalam  memerangi stunting.

“Sumbangsih Danone yang serius membantu NTB dalam  memerangi stunting,” pungkasnya.

Ikut meramaikan acara, juga diadakan lomba  hias ketupat, lomba sajian aksi gizi  yang diikuti oleh Ibu-ibu PKK dari 5 desa area TPA Kebon Kongok, yang dimenangkan oleh Kelompok Ibu-ibu dari Desa Perampuan.

BACA JUGA: Wakil Duta Besar Inggris, Mencoba Dokar Liastrik

Sedangkan untuk lomba mewarnai yang juga diikuti oleh seluruh PAUD yang ada di Lombok Barat dimenangkan oleh Dinda Aprilia dari Paud Sekarwangi. 

Kegiatan ini untuk memberi semangat kepada semua  keluarga dengan harapan dapat meningkatkan kreatifitas anak-anak.

Dan yang penting mengerakkan masyarakat agar terbiasa dengan makanan sehat dan bergizi. Aksi Gizi Generasi Maju ini didukung oleh Pemprov NTB, Pemkab Lobar, Germas, Danone, Aqua, Nutricia, Sarihusada, Bersama Cegah Stunting di Hari Gizi Nasional 2023.

Pada kegiatan tersebut Wagub didampingi Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid, para pejabat Pemprov NTB di antaranya Asisten 1, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis ,Kadis Dikbud dan BKKBN serta Pejabat dari  TNI Polri.***

 




Wakil Duta Besar Inggris Puji NTB Perjuangkan Isu Lingkungan

Langkah yang diperjuangkan Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap isu lingkungan dipuji Wakil Dubes Inggris. 

MATARAM.LombokJournal.coom ~ Wakil Duta Besar Inggris Mr. Matthew Charles Downing terkesan dan memuji perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap isu lingkungan. 

BACA JUGA: Wakil Duta Besar Inggris Mencoba Dokar Listrik

Wakil Dubes Inggris dan Wagub NTB bertukar kenangan

Terutama dalam memperjuangkan Zero Net Emission atau Nol emisi karbon. 

Hal tersebut disampaikan selepas melakukan audiensi bersama Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu (08/02/23).

“Kami sangat bangga melihat langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia terutama juga di NTB dalam rencananya untuk menurunkan emisinya,” ungkapnya kepada awak media. 

Sebagaimana yang diketahui Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Inggris sedang menjajaki kerjasama di berbagai bidang, terutama dalam isu lingkungan

Wakil Gubernur NTB dalam waktu dekat juga diundang oleh Universitas Nottingham untuk membahas berbagai kemungkinan kerjasama yang dapat terjalin.***

BACA JUGA: Potensi Kerja sama Pemprov NTB dan Pemerintah Inggris

 




Wakil Duta Besar Inggris Mencoba Dokar Listrik

Setelah audensi bersama Gubernur dan Wagub NTB, Wakil Dubes Inggris mencoba Dolis (Dokar Listrik)

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Duta Besar Inggris, Mr. Matthew Charles Downing mencoba Dokar Listrik karya anak SMK Nusa Tenggara Barat dalam kunjungannya ke Kantor Gubernur NTB, Rabu (08/02/23).

BACA JUGA: Potensi Kerrja sama Pemprov NTB dan Pemerintah Inggris

Wakil Dubes Inggris mendengar penjelasan Wagub NTB

“This is interesting,” ungka Downing. 

Sebelumnya, Mr. Matthew Charles Downing  melakukan audiensi bersama  Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dan Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah terkait berbagai kerjasama yang bisa dijalin, terutama di dalam isu lingkungan. 

Duta Besar Inggris juga memuji Provinsi NTB atas konsennya memperjuangkan isu lingkungan. Dan menyambut baik berbagai kemungkinan kerjasama yang akan terjalin ke depannya. 

“Kami sangat bangga melihat langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia terutama juga di NTB dalam rencananya untuk menurunkan emisinya,” ungkapnya.***

BACA JUGA: Gebyar Pilah Sampah Sambut HPSN dan HPN 2023

 

 




Potensi Kerjasama Pemprov NTB dan Pemerintah Inggris  

NTB dan Pemerintah United Kingdom membahas potensi kerja sama khususnya bidang Lingkungan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah United Kingdom membahas berbagai potensi kerjasama, terutama kerjasama di bidang Lingkungan. 

Pembahasan potensi kerja sama itu berlangsung saat Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan audiensi dengan Wakil Duta Besar Inggris Mr. Matthew Charles Downing, di ruang kerja Gubernur, Rabu (08/02/23).

BACA JUGA: Wakil Dubes Inggris Mencoba Dokar Listrik

Potensi menjalin kerjasama di berbagai bidang
Gubernur NTB dan Wakil Dubes Inggris

Wagub NTB Ummi Rohmi optimis atas potensi kerjasama yang akan dibangun. 

Karena NTB, merupakan daerah terdepan di Indonesia yang konsen terhadap isu lingkungan. 

NTB dengan berbagai programnya, fokus dengan misi energi terbarukan terutama nol emisi karbon, NTB Zero Waste, dan NTB Hijau. 

“Kerjasama dengan Inggris ini baru kita mulai. Kita sangat optimis karena NTB Alhamdulillah termasuk terdepan di Indonesia untuk masalah lingkungan ini,” tutur Wagub. 

Menurut wagub, tidak menutup kemungkinan kerjasama yang akan dijalin juga bisa merambat ke berbagai bidang. Seperti bidang pariwisata, kesehatan, atau pendidikan. Seperti kerjasama yang dilakukan dengan University of Nottingham. 

BACA JUGA: Fokus Penurunan Stunting dan Perkuat Kolaborasi 

“Berkembang kerjasama ini step by step,” ujarnya.***

 

 




Kolaborasi Danone Indonesia, Soal Sampah Hingga Stunting

Wagub berharap terjalin kolaborasi dengan Danone Indonesia dalam menangani pengolahan sampah dan stunting di NTB.

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah. sambut baik kolaborasi Danone Indonesia dalam pengolahan sampah hingga penanganan stunting di NTB.

Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Danone Indonesia terkait kegiatan Aksi Gizi Generasi Maju dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional, di ruang kerja Wagub (08/01/23).

BACA JUGA: Fokus Penurunan Stunting dan Perkuat Kolaborasi

Wagub NTB sambut baik kolaborasi Danone Indonesia dalam pengolahan sampah hingga penanganan stunting

“Selain pengolahan sampah dan pemeliharaan lingkungan yang baik, edukasi kepada masyarakat sangat penting dilakukan untuk merubah mindset masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” terang Ummi Rohmi.

Pengolahan sampah di NTB sudah berjalan cukup baik, namun masih banyak hal yang harus di lakukan agar pengolahan sampah dan produksi plastik bisa direcycle. 

Wagub menjelaskan,  pentingnya pengolahan sampah dan lingkungan menjadi PR bersama. 

“PR kita mengumpulkan semua sampah plastik di NTB yang tentunya memerlukan effort besar dan kerja sama semua pihak agar bisa mengumpulkan banyak sampah untuk di recycle ,” tuturnya.

Bersama Danone ia berharap adanya kerja sama yang baik dalam menangani pengolahan sampah dan stunting di NTB.

Rahman Hidayat dari  Danone Indonesia menyampaikan program pembinaan terhadap masyarakat dalam pengolahan sampah, juga menjelaskan program baru nya Aksi Generasi Maju Cegah Stanting. 

 “Program ini sangat penting untuk generasi kita di masa depan,” jelasnya.

BACA JUGA: HBK Dorong NTB Kembangkan Food Estate Sektor Peternakan

Tujuan Danone sendiri memilih NTB sebagai objek dalam programnya adalah mengingat NTB termasuk kedalam 5 provinsi destinasi wisata terbaik di Indonesia. 

“One Help One Planet, pelaku daur ulang adalah manusia sendiri, yang harus dibantu kesehatannya, gizi anaknya, pola asuhan yang benar yang harus sejalan dengan pola pilar strategi pemerintah,” tutur pak Rahman.

Danone berharap dalam programnya menjadi inspirasi bersama. ***

 

 

 




Fokus Penurunan Stunting dan Perkuat Kolaborasi

Fokus penanganan stunting tidak bisa menyasar satu segmen saja, dan harus komperhensif

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, minta fokus dalam menurunkan angka stunting, dan makin memperkuat kolaborasi pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Prov. NTB.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi BKKBN Pusat terkait percepatan penurunan angka stunting di NTB, di ruang kerja Wagub, Selasa (07/02/23).

BACA JUGA: Wagub NTB Ummi Rohmi Ajak Berantas Rokok Ilegal

Wagub NTB menerima audensi BKKN Pusat, dan mengungkapkan upaya fokus penanganan stunting

“Posyandu di NTB tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil namun juga lansia, remaja, keluarga,” kata Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi.

Menurutnya, stunting tidak bisa menyasar satu segmen saja, (penanganan) stunting itu harus komperhensif. Tidak bisa kita bicara tentang stuntingnya saja tapi remajanya juga. 

Sebanyak 7600 lebih Posyandu di NTB ini sudah menjadi Posyandu Keluarga karena adanya di dusun, dekat dengan masyarakat.

Monitornya juga menjadi lebih mudah karena terdiri dari puluhan hingga ratusan rumah saja, dan lebih mudah diintervensi.

“Alhamdulillah dengan aktifnya Posyandu Keluarga kami punya data by name by adress yang pertumbuhannya signifikan, data sampel survei juga di kroscek. Bahkan kalau ada yang tidak datang ke Posyandu kita minta sweeping ke rumah. Sehingga kalau intervensi anak stunting ya anak stunting yang diintervensi. Bukan anak balita secara keseluruhan. Itu yang kita lakukan selama ini,” jelasnya.

Kepada tim percepatan stunting, Ummi Rohmi berharap langsung menukik permasalahan apa yang di hadapi. Sehingga mengidentifikasi permasalahan, kehadiran dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk datang ke Posyandu. 

Mendorong Posyandu semakin aktif dan berkualitas, sehingga dengan data by name by adress akan didapatkan data potensi pernikahan anak, literasi sanitasi, narkoba, edukasi keluarga. 

BACA JUGA: HBK Dorong NTB Kembangkan Food Estate Sektor Peternakan

Jadi data real di lapangan tidak akan didapatkan jika ujung tombak itu sendiri tidak aktif.

“Dan kami juga berharap kolaborasi dengan BKKBN semakin baik, sama-sama menggotong royongkan PR besar kita,” tutupnya.

Multiplayer efek

Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN RI, dr Irma Ardiana, MAPS mengapresiasi bagaimana Pemprov NTB menggerakkan sistem yang sebenarnya sudah ada.

Kemudian melengkapi dan menyempurnakan sehingga memiliki multiplayer efek yang luar biasa ke program lainnya. 

“Walaupun sasarannya stunting tapi sebenarnya dengan sistem tersebut tentu banyak permasalahan yang ada di Provinsi NTB bisa diatasi. Misalnya tentang stunting, dengan sistem Posyandu keluarga bisa mengatasi juga angka kematian ibu, bayi, PTM, gizi dan seterusnya,” ungkap dr Irma.

Salah satu yang sangat di apresiasinya adalah bisa memutus siklus, termasuk kemiskinan, memastikan remaja putri tidak putus sekolah, sehingga bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik. 

Selain itu juga bagaimana Pemprov langsung ke lapangan, dan langsung mengecek untuk melakukan konfirmasi.

BACA JUGA: Diet Gula Darah, Kontrol Karbohidrat dan Kalori

“Jadi ternyata seluruh elemen itu jika digerakkan itu bisa, dengan sumber daya, pengetahuan dan kemauan yang ada ini tinggal konsistensi. Dan di tahun 2023 ini harus gaspol, menyatukan seluruh kekuatan yang ada, ketika ada data byname by adress saya rasa ini bisa menurunkan angka stunting di seluruh NTB,” katanya. ***

 




HBK Dorong NTB Kembangkan Food Estate Sektor Peternakan

HBK mengatakan, dengan mengembangkan Food Estate sektor peternakan, NTB akan menjadi pemasok kebutuhan daging nasional

MATARAM.LombokJournal.com ~ Para pemangku kepentingan di NTB diingatkan untuk mulai mengintegrasikan Food Estate sektor pertanian dengan sektor peternakan. 

Integrasi tersebut akan memberikan nilai tambah yang besar bagi peningkatan kesejahteraan para petani dan peternak.

HBK bERHARAP AGAR ntb SEGERA MENGINTEGRASIKAN FOOD ESTATE PERTANIAN DAN PETERNAKAN
H. Bambang Kristiono (HBK)

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE atau yang akrab disapa HBK.

“Sedari awal, konsep dasar Food Estate itu adalah pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi. Karena itu, Food Estate yang dikembangkan harus mampu mengintegrasikan pertanian dengan sektor pendukung lainnya seperti peternakan, perikanan,” kata HBK, Rabu (08/02/23). 

BACA JUGA: Aksi HBK untuk ‘Pasukan Jalanan’, Bagi-bagi Sembako di Mataram

Politisi Partai Gerindra ini dikenal sebagai tokoh NTB yang sangat concern memperhatikan pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Bumi Gora. 

Ia membuat terobosan setelah dilantik menjadi anggota DPR RI dari Dapil P. Lombok untuk membantu para petani, nelayan, dan peternak di Pulau Seribu Masjid.

HBK secara intens mengirimkan paket bantuan untuk para peternak di lima Kabupaten/Kota di P. Lombok. Ia juga menginisiasi pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Peternakan dengan membantu menyiapkan bibit ternak sebagai modal awal untuk dipelihara dan dikembangkan KUBE tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengungkapkan, NTB memiliki modal yang sangat besar untuk mengembangkan Food Estate sektor peternakan. NTB saat ini tercatat sebagai salah satu provinsi yang merupakan gudang ternak di Indonesia.

Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB mencatat, populasi ternak sapi di NTB mencapai 1.320.551 ekor. 

Di P. Lombok, populasi ternak sapi terbanyak ada di Kab. Lombok Timur dengan 183.656 ekor. Sementara di P. Sumbawa, populasi terbanyak ada di Kab. Sumbawa dengan 276.031 ekor.

Selain sapi, populasi ternak kerbau di NTB juga mencapai 41.715 ekor. Domba tercatat 22.161 ekor. Dan Kambing tercatat 711.450 ekor dengan populasi terbanyak di seluruh NTB ada di Kab. Lombok Timur yaitu dengan populasi 114.324 ekor.

Untuk ternak unggas, potensi yang dimiliki NTB juga tak kalah melimpah. Populasi ayam buras mencapai 9.210.252 ekor. Ayam pedaging 13.499.453 ekor. Sementara itik mencapai 778.858 ekor.

Populasi yang melimpah ini, kata HBK, telah menjadikan NTB mampu memenuhi kebutuhan daging untuk kebutuhan dalam daerah. Tidak seperti daerah lain yang masih harus bergantung pada pasokan daging impor dalam bentuk daging beku. 

Selain itu juga, berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan daging secara nasional. Dan tak hanya daging, NTB juga menjadi salah satu pemasok pedet, yakni bibit sapi lokal yang telah diakui memiliki kualitas terbaik.

BACA JUGA: Wagub NTB, Ummi Rohmi Ajak Berantas Rokok Ilegal

Namun begitu, HBK menegaskan, NTB tak boleh berpuas diri. Para petani dan peternak di NTB berhak mendapatkan hasil yang lebih baik dari apa yang didapat saat ini. 

Karena itu, untuk memberikan nilai tambah yang besar untuk kesejahteraan para petani dan peternak, Food Estate sektor peternakan menjadi cara terbaik.

“Jangan lupa, NTB juga memiliki modal lain yang tak kalah pentingnya untuk mewujudkan Food Estate sektor peternakan ini. Seluruh masyarakat NTB sesungguhnya memiliki kultur beternak yang sangat kuat,” imbuh HBK.

HBK mencontohkan, bagaimana para petani di NTB selain menggarap lahan pertanian, mereka juga memiliki dan memelihara ternak di rumahnya. Memelihara ternak adalah cara para petani di NTB menabung. 

Saat mereka memiliki kebutuhan mendesak, mereka akan menjual ternak mereka untuk memenuhi kebutuhan mendesak tersebut.

Tokoh kharismatik NTB ini lalu mencontohkan tentang nilai tambah besar yang dimaksudkannya. Dia mengungkapkan, dengan potensi ternak sapi yang dimiliki saat ini, NTB mampu menjadi pemasok kebutuhan daging nasional hingga 4,6 persen per tahun. Namun, dengan keberadaan Food Estate sektor peternakan, studi menyebutkan, NTB akan mampu menjadi pemasok kebutuhan daging nasional hingga 20 persen per tahun. 

Hal tersebut akan mampu menghasilkan kenaikan pendapatan bagi para peternak sapi di NTB hingga empat kali lipat dari apa yang didapat saat ini.

Di sisi lain, NTB juga memiliki potensi pakan yang cukup besar. Baik untuk hijauan makanan ternak ataupun sumber-sumber pakan lainnya. 

Pun untuk pakan unggas. NTB adalah salah satu provinsi penghasil jagung yang besar di Indonesia. Jagung produksi Bumi Gora bahkan sampai diekspor ke Jepang dan Filipina.

HBK pun mengapresiasi jika kini, Pemprov NTB sudah memulai menginisiasi Food Estate berbasis peternakan di Kecamatan Labangka, Kab. Sumbawa. 

Pemprov di sana menyiapkan lahan hingga seluas 10 ribu hektare untuk pengembangan Food Estate berbasis peternakan ini. Kelak, kawasan itu ditargetkan akan menjadi kawasan mandiri pangan yang terintegrasi.

“Tentu tak cukup hanya di Labangka. Pemerintah daerah juga harus menginisiasi hal serupa secara merata di P. Lombok dan P. Sumbawa,” kata HBK menekankan.

Dikatakannya, Food Estate tidak hanya bisa dibuat dalam skala besar. Namun, bisa pula dibuat dalam skala yang lebih kecil di desa-desa. Sebab, kata HBK, perwujudan swasembada pangan tidak perlu lagi membangun satu lahan luas. 

Karena, dimana ada permukiman, sawah, ternak, orang (petani dan peternak), maka di situ Food Estate bisa terlaksana.

BACA JUGA: Gebyar Pilah Sampah Sambuit HPSN dan HPN 2023

Nantinya, jika hal tersebut sudah mewujud di NTB, maka dengan sendirinya, Bumi Gora akan menjadi daerah yang memiliki ekosistem Food Estate yang tangguh. 

Food Estate skala kecil di desa-desa, akan menjadi semacam rantai pasok yang berkelanjutan untuk Food Estate sektor peternakan yang berskala besar. Sementara pada saat yang sama, lapangan kerja pun akan banyak tersedia.

“Inilah swasembada pangan yang sesungguhnya, mengembangkan keunggulan kompetitif daerah yang dimiliki untuk mengembangkan diri,” pungkas HBK. (*)