Nilai Kebangsaan Dalam Program 1000 Cendekia

Hadiri acara Lemhanas pemantapan nilai kebangsaan, Gubernur NTB jelaskan tentang mahasiswa yang studi ke luar negeri

MATARAM.LombokJourbal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memaparkan nilai kebangsaan yang terkandung dalam program 1000 cendekia atau beasiswa NTB. Mengirimkan anak-anak muda kuliah di luar negeri bukan karena kualitas pendidikan di NTB dan Indonesia tidak bagus, tetapi ketika anak NTB dan Indonesia study ke luar negeri maka kecintaan mereka kepada tanah air akan semakin besar. 

“Pengalaman kami di Jakarta, ketika anak Indonesia timur kuliah ke Jawa maka akan muncul kedaerahan. Maka nilai kebangsaan lebih kecil dibanding nilai kedaerahan,” ungkap Bang Zul  saat menghadiri Pembukaan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan bagi Birokrat, Akademisi, Tokoh Masyarakat, Organisasi Profesi, TNI dan Polri di Provinsi Nusa Tenggara Barat di hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (14/03/23). 

BACA JUGA: Edukasi dan Advokasi Hukum Harus Kian Masif

Bang Zul menegaskan, ketika anak-anak NTB dikirim study ke luar negeri maka nilai kebangsaan dan rasa cinta kepada tanah air semakin besar. 

Mahasiswa NTB dan Indonesia yang kuliah di luar negeri tidak ada perhimpunan mahasiswa yang membawa kedaerahan. Mereka berada di bawah satu kesatuan yang membawa nama Indonesia. 

“Saat kami kuliah di luar negeri, tidak perhimpunan mahasiswa Jawa, Madura, NTB dan lain sebagainya. Tapi ketika Indonesia raya diteriakkan, bergemuruh kebangsaan kita,” tegas Doktor Ekonomi itu di hadapan ratusan peserta pelatihan pemantapan nilai kebangsaan.

Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Andi Widjajanto, mengatakan, kegiatan yang digelar pihaknya itu bertujuan untuk memberikan penguatan nilai kebangsaan pada setiap jejaring instansi di Provinsi NTB baik akademi, TNI Polri, birokrasi, tokoh masyarakat dan instansi lainnya. 

“Penguatan nilai kebangsaan ini merupakan cara untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman kedepannya. Sekaligus sebagai penguatan nilai kebangsaan bagi calon para pemimpin Indonesia ke depan,” ungkapnya sekaligus membuka kegiatan pelatihan penguatan nilai kebangsaan.

Kegiatan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan akan digelar dari tanggal 14-21  21 Maret 2023 yang diinisiasi oleh Lemhanas RI. 

BACA JUGA: Wagub Temui Menkes, Bicarakan Kualitas Kesehatan

Untuk diketahui, Lembaga Ketahanan Nasional, disingkat Lemhannas, adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan. ***

 

 




Wagub NTB Temui Menkes, Bicarakan Kualitas Kesehatan 

Dengan para pimpinan rumah sakit di NTB. Wagub NTB sampaikan banyak permohonan ke Menkes

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (14/02/2023).

Saat audensi Wagub Ummi Rohmi menyampaikan beberapa permohonan kepada Menkes dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit dan layanan rujukan di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Ini 5 Kunci Agar Hidup Lebih Lama 

Wagub NTB temui Menkes biucarakan layanan kesehatan

Permohonan tersebut di antaranya, hibah asset Poltekkes Mataram, untuk percepatan pengembangan dan peningkatan kualitas layanan pada RSUP NTB sebagai rujukan layanan KJSU, KIA Terpadu, Rehabilitasi Medik dan Medical Tourism di Provinsi NTB. 

Percepatan pengembangan RS Mandalika menjadi kelas C yang menopang Kawasan DPSP Mandalika dan pengembangan layanan utamanya layanan Kanker, Jantung, Stroke khususnya bagi wilayah Lombok bagian selatan. 

Peningkatan kelas RS Manambai menjadi kelas B yang menjadi jejaring layanan KJSU khususnya di kawasan pulau Sumbawa serta mendukung pelaksanaan event internasional MXGP di Samota Sumbawa. 

Peningkatan dan pengembangan layanan di RS Mata NTB dalam rangka menurunkan angka kebutaan di NTB yang masih tinggi (4 persen. tertinggi ke dua di Indonesia), melalui penyediaan dan peningkatan sarana, prasarana dan SDM. 

BACA JUGA: PKK Diajak Perbanyak Gerakan Tangani Stunting

Peningkatan dan pengembangan layanan unggulan di RSJ Mutiara Sukma dalam upaya mendukung peningkatan kesehatan jiwa bagi masyarakat di Provinsi NTB melalui penyediaan dan peningkatan sarana, prasarana dan SDM. 

Selain itu, Ummi Rohmi juga menyampaikan berbagai upaya percepatan intervensi stunting melalui pemanfaatan dan publikasi data  rutin dan survey, serta data rutin by name by address.. 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dr. Ir. Iswandi, MSi, (Ka. Bappeda NTB), dr. Nurahandini Eka Dewi, S.pA (Asisten II Setda NTB), dr. Hamzi Fikri, MM. MARS (Ka. Dinkes NTB), dr. H. Lalu Heman Mahaputra, M.Kes, MH (Dir. RSUP NTB), dr. Oxy Tjahyo W, Sp.EM (Dir. RS Mandalika), dr. Sriana Wulansari, Sp.M (Dir. RS Mata Mataram), dr. Hj. Wiwin Nurhasida (Dir. RSJ Mutiara Sukma NTB), dan dr. Made Sopan P.N M.Biomed, Sp.B (Dir. RS Manambai. ***

 

 




Ziarah ke Makam Pendiri NU dan Gus Dur di Jombang 

Ziarah kader PDIP berlanjut di Tebu Ireng, Rachmat Hidayat: KH Hasyim Asy’ari Keturunan Sunan Giri, Bung Karno Keturunan Sunan Kalijaga

JATIM.LombokJournal.com ~ Ratusan kader dan fungsionaris PDI Perjuangan NTB berziarah ke makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid, di Kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (13/03/23).

Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat memboyong kader PDI Perjuangan NTB ke kompleks Ponpes Tebu Ireng selepas ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar. 

Rachmat dan rombongan yang terdiri dari tiga bus tiba di Ponpes Tebu Ireng sebelum tengah hari. Begitu tiba, Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut bersama fungsionaris PDIP NTB dipersilakan langsung masuk ke area utama makam.

BACA JUGA: Spirit Perjuangan Pahlawan Bangsa Harus Digelorakan

Selain pendiri Nahdlatul Ulama KH Haysim Asy’ari dan cucunya yang merupakan presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di area pemakaman tersebut terdapat pula makam KH Wahid Hasyim, ayah dari Gus Dur, lalu KH Sholahudin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah, adik dari Gus Dur, dan sejumlah makam anggota keluarga seperti KH Yusuf Hasyim.

Melepas alas kaki, Rachmat bersama seluruh rombongan kemudian mengambil tempat duduk di area utama makam. 

Tak lama berselang, Rachmat dan seluruh rombongan kemudian larut dan khusyuk dalam lantunan dzikir dan doa.

Selepas dzikir dan doa tersebut, Rachmat diperkenankan Juru Kunci Makam untuk melakukan tabur bunga di pusara Presiden ke-4 RI, Gus Dur. 

Rachmat didampingi fungsionaris PDIP Hakam Ali Niazi dan Abdul Rafiq, yang merupakan Ketua DPRD Sumbawa.

BACA JUGA: Edukasi dan Advokasi Hukum Harus Kian Masif 

Ratusan kader PDIpERJUANGAN ntb ziarah ke Ponpes Tebu Ireng

“Ziarah ini penting agar kader-kader PDI Perjuangan mampu menjadi pribadi yang menjiwai dan meneladani nilai-nilai juang para tokoh dan pahlawan bangsa,” kata Rachmat kepada Lombok Post melalui sambungan telepon.

KH Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri NU, menjadi Rais Akbar organisasi Islam terbesar di Tanah Air itu hingga akhir hayatnya. 

Berkat jasanya yang begitu besar dalam pendidikan khususnya melalui NU, dan juga perannya dalam melawan penjajah Belanda, KH Hasyim ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1964. 

Sementara putranya, KH Wahid Hasyim, yang merupakan ayahanda Gus Dur, adalah anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan juga anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. 

KH Wahid yang juga menjabat sebagai Menteri Agama pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1960.

Rachmat menegaskan, ia membawa ratusan kader dan fungsionaris PDI Perjuangan berziarah ke makam Bung Karno kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim dan Gus Dur, untuk terus mengingatkan kader, bahwa tanpa jasa tokoh-tokoh dan pahlawan bangsa tersebut, Republik Indonesia mungkin tidak akan pernah berdiri. 

Karena itu, kader PDIP ditekankan untuk terus memiliki spirit kepahlawanan mereka, sehingga menjadi pribadi-pribadi yang tiada henti berkontribusi membangun negeri.

Kemarin, pada saat yang sama, kepada seluruh kader, Rachmat juga menceritakan bagaimana Bung Karno memiliki hubungan yang sungguh teramat dekat dengan KH Hasyim Asy’ari dan juga KH Wahid Hasyim.

Beberapa hari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, Bung Karno secara khusus sowan ke KH Hasyim. 

Ulama yang sangat dihormati di Tanah Air itu memberikan masukan kepada Bung Karno, sebaiknya proklamasi dilakukan pada hari Jumat pada bulan Ramadan. Hari Jumat adalah sayyidul ayyam, penghulunya hari, sedangkan Ramadan adalah sayyidus syuhur, penghulunya bulan. 

Sejarah kemudian mencatat, bersama Bung Karno yang didampingi Bung Hatta, atas nama Bangsa Indonesia, memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia pada Jumat, 9 Ramadan 1364 H, bertepatan dengan 17 Agustus 1945. 

Literatur-literatur utama pun mengungkapkan, Bung Karno dan ribuan mereka yang hadir pada proklamasi kemerdekaan itu, dalam keadaan berpuasa, mereka berdoa dengan menengadahkan tangan ke langit untuk keberkahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, Bung Karno juga selalu berkorespondensi secara rutin dengan KH Hasyim. 

BACA JUGA: Sukseskan Shell Eco-Marathon 2023 di Mandalika

Bung Karno misalnya pernah bertanya dalam surat korespondensinya tentang apa hukumnya bagi kita semua untuk membela negara. KH Hasyim menuliskan jawabannya, bahwa hukumnya adalah fardu ain

Artinya, wajib bagi kita semua membela negara kita, wajib bagi kita merajut kemerdekaan, kebersamaan, dan kebangsaan kita.

Demikian halnya dengan KH Abdul Wahid Hasyim. Bung Karno dan ayahanda Gus Dur tersebut bahu membahu menyiapkan kemerdekaan Indonesia. 

Bung Karno adalah Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia di mana KH Wahid Hasyim adalah anggotanya. 

Pun setelah Indonesia merdeka, kedekatan Bung Karno dan KH Wahid pun tak pernah terputus. KH Wahid Hasyim merupakan Menteri Negara Urusan Agama pertama Republik Indonesia di masa Pemerintahan Presiden Soekarno.

Keturunan Rasulullah

Pada kesempatan yang sama, Rachmat juga menceritakan kepada kader PDI Perjuangan, hal yang mungkin belum banyak diketahui khalayak secara luas. 

KH Hasyim dan Bung Karno dan seluruh keturunannya memiliki ketersambungan nasab hingga Nabi Muhammad SAW. 

KH Hasyim kata Rachmat adalah keturunan Sunan Giri. Sementara Bung Karno adalah keturunan Sunan Kalijaga.Sunan Giri dan Sunan Kaligaja, adalah dua ulama utama penyebar Agama Islam di Bumi Nusantara. 

Bersama tujuh ulama utama lainnya, Sunan Giri dan Sunan Kalijaga masyhur dikenal umat Islam sebagai Wali Songo, sembilan wali penyebar ajaran Islam di Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Kalijaga sendiri memiliki silsilah yang tersambung ke Nabi Muhammad SAW. Kedua Wali ini merupakan keturunan ke-23 dari Rasulullah.

Rachmat menjelaskan, KH Hasyim, terhitung keturunan ke-6 Ki Ageng Muhammad Besari, yang merupakan keturunan kelima Sunan Giri. 

Sementara Bung Karno memiliki garis keturunan Sunan Kalijaga dari eyang putrinya, Raden Ayu Nganten Hardjodikromo, yang merupakan putri Tumenggung Haryokusumo bin Pangeran Serang. 

Ibu Raden Ayu Nganten Hardjodikromo adalah Nyai Ageng Serang, yang merupakan keturunan langsung Pangeran Wijil, yang merupakan putra Sunan Kalijaga.

Sementara dari jalur kakek, Bung Karno kata Rachmat adalah keturunan Sultan Hamengkubuwono II, Raja Kesultanan Jogjakarta yang memerintah selama tiga periode. Ayahanda Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, merupakan putra dari Raden Hardjodikromo, yang merupakan putra Raden Danoewikromo. 

Ayah Raden Danoewikromo adalah Pangeran Haryo Mangkudinigrat, yang merupakan Putra Sultan Hamengkubuwono II.

“Berdasarkan nasab dan silsilah keluarga tersebut, hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan juga Bung Karno, beliau-beliau ini adalah keturunan langsung dari Baginda Nabi Muhammad SAW,” ucap Rachmat.

Ziarah yang dilakukan kader PDI Perjuangan ke Makam Bung Karno kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari, kata Rachmat, bukan sekadar ziarah ke makam pahlawan dan pendiri bangsa. 

Namun lebih dari itu, juga ziarah ke makam keturunan langsung Rasulullah SAW.

Lazimnya ziarah makam, Rachmat pun berharap, agar kader PDIP tidak melulu menyiapkan diri untuk kehidupan dunia. Namun juga menyiapkan bekal untuk menjalani kehidupan setelah dunia.

“Kita semua pada akhirnya akan tiba pada kematian. Kita berdoa agar seluruh amal kebaikan kita diterima Allah SWT, agar kubur kita dilapangkan oleh Allah, dan termasuk dalam hamba yang mendapatkan kenikmatan kubur. Hamba yang kubur-kuburnya dijadikan seperti taman-taman surga oleh Allah,” imbuh Rachmat.

Dirinya dan seluruh kader dan fungsionaris PDIP NTB pun bersyukur, bisa menjadi bagian dari umat yang masih mendapat kesempatan untuk berziarah ke makam-makam para tokoh-tokoh pendiri bangsa. 

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

Rachmat menjelaskan, di Makam Bung Karno, setidaknya 5.000 orang datang berziarah setiap hari. Jumlah yang hampir sama juga di Makam Gus Dur dan KH Hasyim. Dan pada akhir pekan, jumlah tersebut bahkan bisa jauh lebih banyak.

“Ziarah ini penting, agar kita tahu diri kita. Agar kita tahu sejarah dan spirit perjuangan pahlawanpahlawan bangsa kita,” imbuh tokoh kharismatik Bumi Gora ini.***

 

 




Edukasi dan Advokasi Hukum Harus Kian Masif

Gubernur Bang Zul menekankan, edukasi hukum maupun penyelesaian perkara hukum di luar pengadilan (restorative justice) dapat membantu masyarakat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, berharap edukasi dan advokasi hukum kepada masyarakat makin meningkat seiring majunya organisasi advokat. 

Bang Zul menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi hukum untuk masyarakat

“Peran advokat di negara maju agak berbeda karena pendampingan pada masyarakat yang buta hukum sangat dibutuhkan,” ujar Gubernur NTB di Lombok Raya Hotel, Mataram, Senin (13/03/23). 

Gubernur Zul mengatakan itu saat menyampaikan sambutan pelantikan pengurus Ikatan Advokat Indonesia Dewan Pengurus Cabang Kota Mataram. 

Dikatakannya, perkara hukum yang menimpa warga masyarakat tidak harus berakhir di pengadilan. Upaya sosialisasi dan edukasi hukum maupun penyelesaian perkara hukum di luar pengadilan (restorative justice) dapat membantu masyarakat. 

DIharapkan anggota Ikadin NTB pada  umumnya dapat mengembangkan diri melalui profesinya di level nasional sebagai kebanggaan daerah. 

Pemerintah provinsi melalui program beasiswa juga membuka  beasiswa dalam negeri jurusan hukum bagi masyarakat. 

Senada dengan hal tersebut, Sekjen Ikadin pusat, Rosyid Rido mengatakan, dinamika organisasi dengan berkegiatan semacam sosialisasi hukum menghidupkan kepatuhan terhadap hukum. 

Begitu pula dengan upaya restorative justice yakni keadilan hukum bagi semua pihak menjadi konsen Ikadin. 

Ia pun berpesan agar anggota Ikadin meningkatkan kapasitas dan berorientasi masyarakat. 

“Banyak yang berhasrat menjadi ketua organisasi karena ingin berkuasa. Tapi konsepnya, kepemimpinan adalah amanah”, jelasnya. 

Hadir pula dalam pelantikan DPC Ikadin kota Mataram periode 2023 – 2026, Kapolda NTB, Kejati, pimpinan lembaga negara dan ketua DPC se NTB. ***

 




Sukseskan Shell Eco-Marathon 2023 di Mandalika 

Untuk sukseskan Shell Eco-Marathon 2023, Bang Zul minta memaksimalkan persiapan team pelajar dan mahasiswa NTB yang ikut kompetisi Shell Eco-Marathon 2023

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dinas Pariwisata (Dispar) NTB berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menyelenggarakan Road To Shell Eco-Marathon NTB.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat  Menerima audiensi Perusahaan SHELL terkait kompetisi regional Shell Eco-Marathon Asia-Pasifik The Middle Fast 2023, di Pendopo Gubernur NTB, Senin (13/03/23).

BACA JUGA: Event WSBK Mandalika 2023 Ditonton 59 Ribu Orang

Dalam audiensi itu juga hadir para Rektor dan Kepala Sekolah dari ke 7 team yg mendaftar acara kompetisi Shell Eco-marathon 2023 

Permintaan Bang Zul pada Dispar dan Dikbud NTB itu, untuk sukseskan ajang balapan mobil hemat energi, Shell Eco-Marathon 2023 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika pada 4-9 Juli 2023 mendatang. 

“Sebagai persiapan team pelajar dan mahasiswa kita di NTB, saya minta Kepala Dispar dan Dikbud NTB untuk menggelar acara road to Shell Eco-Marathon pada bulan Mei,” harap Bang Zul sapaan akrab gubernur..

Bang Zul menjelaskan, Shell Eco-Marathon 2023 merupakan ajang internasional yang melibatkan beberapa mahasiswa dari berbagai negara. Untuk itu, persiapan team pelajar dan mahasiswa NTB harus maksimal. 

Sementara itu, VP Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea menjelaskan, ajang internasional Shell Eco-Marathon 2023 akan diikuti oleh 128 team dari berbagai negara. 

26 team dari Indonesia dan tujuh team dari NTB (tiga team dari pelajar SMK dan empat team dari mahasiswa).

Seperti diketahui, program global itu dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa dalam mengembangkan ide dan teknologi, pengetahuan dan keterampilan di arena kompetisi. 

Dengan menciptakan kendaraan dengan capaian perjalanan terjauh menggunakan bahan bakar paling sedikit.

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Ratusan tim mahasiswa dan pelajar internasional merupakan perwakilan dari berbagai negara seperti Indonesia, India, Singapura, Vietnam, Filipina, Nepal, Kazakhstan, Malaysia dan Korea Selatan dan negara Asia lainnya.***

 




Ziarah Rombongan PDI Perjuangan NTB ke Makam Bung Karno

Ada beberapa peristiwa aneh di luar logika selama ziarah makam Proklamator, Rachmat Hidayat mengatakan, itu menunjukkan kekaromahan Bung Karno

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ziarah ratusan kader dan fungsionaris PDI Perjuangan  NTB ke makam Proklamator RI Ir Soekarno dipimpin di Kota Blitar, Jawa Timur dipimpin anggota DPR RI dapil Lombok, H. Rachmat Hidayat, Sabtu (11/03/23)

Rombongan itu mendapat sambutan hangat dari Walikota Blitar, Santoso dan Ketua DPRD Blitar, Syahrul Alim yang juga Ketua DPC PDIP Kota Blitar. 

Hadir juga Sekretaris  DPC PDIP Kota Blitar, Bayu Setio Kuncoro dan Bendahara, Said Novandi. 

BACA JUGA: Spirit Perjuangan Pahlawan Bangsa Harus Digelorakan

Ratusan kader PDI Perjuangan ziarah ke makam Bung Karno

Dua anggota DPRD Jatim dapil Blitar yakni Irma Susanti dan Guntur Wahono juga ikut menyambut. 

Bahkan infonya, semenjak jam 11.00 wib, Walikota dan Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim beserta  Fungsionaris PDIP Kota Blitar sudah menunggu kedatangan Rombongan Penziarah di Komplek Pemakaman Bung Karno. 

Namun Rachmat Hidayat dan Rombongan baru tiba di komplek Pemakaman Bung Karno sekitar Jam 12.30 Wib. 

Tampak Ekspresi Penuh kebahagiaan dan kehangatan terpancar dari Walikota Blitar Santoso ketika Rachmat Hidayat memberikan salam takzim dan berpelukan penuh keakraban. 

Sembari menunggu kedatangan Rombongan Tiga Bus Penziarah PDIP NTB memasuki Areal VVIP Komplek Pemakanan Bung Karno, Rachmat Hidayat melakukan pembicaraan informal dengan Walikota Blitar, Santoso dan Ketua DPRD kota Blitar, Syahrul Alim. Sesekali nampak iringan derai tawa khas obrolan Politisi. 

Sekitar 30 menit beramah tamah dengan Rachmat Hidayat, Walikota Blitar, Santoso mengajak memasuki komplek pemakaman Bapak Proklamator Indonesia, Bung Karno. 

Di kompleks makam Bung Karno, Rachmat langsung masuk ke pusaran sang proklamator dengan lebih dahulu meminta ratusan kader PDIP NTB untuk melepaskan alas kaki dan selanjutnya duduk dengan tertib. 

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak 

Ia meminta pada Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dompu, Ustad Taha untuk memimpin doa dan zikir di pusaran makam Bung Karno. 

Dengan khusuk, lantunan doa dan zikir dipanjatkan sekitar 20 menit lamanya oleh para kader PDIP NTB yang duduk di kiri dan kanan pusaran makam Bung Karno.

Rachmat menegaskan, kegiatan zikir dan doa di makam Bung Karno, tak ubahnya mengandung makna, kader PDIP di NTB wajib menempatkan spirit ketuhanan sebagai hal yang utama. 

Apalagi, Bung Karno adalah sosok yang telah memberikan keteladanan dan api perjuangannya, yang hingga kini masih selalu hidup di hati sanubari rakyat Indonesia. 

“Jadi gerakan kader itu, harus menjadikan ketuhanan itu yang utama. Dan kenapa di makam Bung Karno. Ini adalah agar kita semuanya selaku murid beliau (Bung Karno) tak melupakan sosok founding fathers bangsa Indonesia yang sudah berjuang mempertaruhkan diri pada bangsanya adalah panggilan jiwa sebagai gerak spiritualitas yang menempatkan prinsip ketuhanan sebagai hal yang hidup,” jelas Rachmat. 

Ia memanjatkan doa dan harapan agar kondisi bangsa Indonesia tetap stabil dan baik. Apalagi, kata Rachmat, saat ini sudah tahun politik menjelang Pemilu 2024.

“Jadi kita bersama-sama nyekar ke makam Bung Karno, karena sebentar lagi, tahun depan sudah memasuki tahun politik. Tentunya, kita berharap politik yang terjadi di negeri ini sesuai dengan harapan Bung Karno dan para pendiri bangsa, yakni adem dan aman, serta rivalitas yang terjadi berujung pada politik yang dapat menyejahterakan rakyat,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan itu, Rachmat menambahkan bahwa dirinya juga tak lupa memanjatkan doa secara khusus pada Ketua Umum PDIP, Hj. Megawati, agar tetap diberikan kesehatan bersama keluarganya. 

“Hal ini, agar beliau (Megawati) dapat terus membimbing dan mendampinginya anak-anaknya, agar target hattrick di Pemilu 2024 dapat terwujud,” ucap Rachmat. 

Berikan Bingkisan Mandalika  

Usai doa bersama dan nyekar, Rachmat yang akan langsung mengunjungi perpustakaan Bung Karno. Ia memberikan bingkisan pada Wali Kota Blitar, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim berserta anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Erma Susanti.

BACA JUGA: Bang Zul Berharap PW NWDI Jadi “River Organization”

Rachmat berkelakar, kepemimpinan di Pemkot Blitar pasca Wali Kota Santoso yang layak menggantikan menjadi Wali Kota adalah sosok Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim. 

“Pak Wali Ini ada bingkisan berupa topi, kaos bertuliskan Sirkuit Mandalika yang memang sengaja saya bawa dari Lombok. Harapannya, semoga proyek megah dari Presiden Joko Widodo pada warga NTB dan Indonesia, bisa juga dapat dikunjungi oleh warga Blitar,” papar Rachmat Hidayat. 

Ucapan Terima Kasih Masyarakat Blitar

Sementara itu, Wali Kota Blitar, Santoso mengaku berterima kasih atas kunjungan rombongan kader PDIP NTB yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat. 

“Begitu saya di info oleh mbak Erma bahwa Pak Rahmat akan datang ke Blitar, saya langsung bersama pak Ketua DPRD stand by sejak pagi hari menunggu di komplek makam Bung Karno,” katanya.

Menurut Santoso, mewakili warga Blitar, dirinya menghaturkan ucapan terima kasih atas kunjungan kader PDIP NTB kali ini.

“Kunjungan ini sangat berharga dalam rangka merekatkan hubungan antara warga NTB dan Blitar untuk terus mengenang perjuangan Bung Karno, selalu Bapak Bangsa dan Presiden Pertama Indonesia,” tegasnya. 

“Kaget juga saya dikasih bingkisan topi dan kaos Mandalika. Insya Allah, kunjungan Pak Rachmat akan saya balas untuk datang ke Lombok dalam waktu dekat ini. Tolong Pak Ketua DPRD Blitar dan Mbak Erna agar diatur waktunya untuk bisa kita balas kunjungan Pak Rachmat yang jujur termasuk salah satu tokoh politik yang saya kagumi keistiqomahannya dalam berpartai dan berjuang bersama rakyatnya,” sambung Wali Kota Santosa.

Mengunjungi Museun Perpustakaan Bung Karno, 

Istana Gebang dan Peristiwa aneh 

Saat mengunjungi Perpustakaan Bung Karno yang dipandu oleh Pustakawan Henri, Rachmat Hidayat yang didampingi sejumlah Fungsionaris PDIP NTB, Ruslan Turmuzi, Suhaimi, Nyanyu Ernawati, dan lain lain, dengan serius mencermati benda-benda peninggalan Bung Karno seperti peci, baju putih, Kemeja Sukarno Look, mesin ketik, koper, dan lain lain. 

Rachmat Hidayat ziarah ke makam Bung Karno disambut Walikota Blitar

Bahkan ada tulisan Soekarno Asli, tertanggal 16 Januari 1967 yang ditorehkan diatas kain sprei yang dirobek yang ditulis dengan tinta yang konon bercampur dengan bercak darahnya. 

BACA JUGA: Pariwisata NTB ke Depan Makin Dikenal Dunia

Adapun bunyi tulisannya sebagai berikut: Pertahankan Revolusi diatas Relnya yang Asli. 

Sementara itu ada kejadian aneh saat Rachmat Hidayat melihat Foto Lukisan Soekarno yang telunjuk tangan, mengarah kesemua sudut arah mata angin dilihat dari segala sisi. Ketika dilihat dari sisi kanan, maka tangan telunjuk tangan Soekarno terlihat jelas ke sisi kanan. 

Pun sebaliknya jika dilihat dari sisi kiri maupun depan, akan mengarah pada sisi tersebut. 

“Hanya Lukisan Soekarno itu saja yang memiliki aura mistis dan aneh dari semua koleksi lukisan yang dimiliki Museum Perpustakaan Bung Karno,” tutur Pustakawan Museum Bung Karno, Henri.

Kejadian Aneh lainnya yang sulit diterima akal sehat  adalah saat Ketua DPD PDIP NTB , Rachmat Hidayat swa foto di batu nisan Bung Karno nampak jelas terekam kamera bayangan siluet kepala Harimau 

“Kejadian ini membuktikan kekaromahan Bung Karno,” kata Rachmat

Usai mengunjungi Museum Perpustakaan Bung Karno, Rachmat Hidayat dan rombongan diajak mengunjungi Istana Gebang di Kota Blitar yakni tempat tinggal Bung Karno sewaktu masih kecil. 

Di istana Gebang tampak koleksi perabotan rumah tangga keluarga Soekarno, lukisan kedua orang tua Soekarno dan lukisan Soekarno sendiri. Ada juga sumur tua yang dipakai orang tua Soekarno. 

Sementara di garasi tampak mobil tua peninggalan Soekarno. 

Sesaat sebelum meninggalkan Istana Gebang, Anggota DPRD Jatim dapil Blitar, Irma Susanti memberikan Rachmat Hidayat 5 liter Air yang diambil dari Sumur Tua di Istana Gebang yang dipercayai memiliki berbagai khasiat..***

 

 




Bang Zul berharap PW NWDI Jadi “River Organization”

Gubernur Bang Zul berharap PW Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NTB organisasi seperti sungai

MATARAM.LombokJournal ~ Gubernur Zulkifliemansyah menghadiri dan memberikan sambutan pada Acara Pelantikan Pengurus PW Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram (11/03/23).

Bang Zul sapaan Gubernur berharap NWDI dapat menjadi "River Organization"

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul, sapaan Gubernur berharap NWDI dapat menjadi “River Organization” atau organisasi yang mengalir seperti sungai. 

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Apresiasi Besiru Creative Hub

Eksistensi dari sebuah sungai dapat terus mengalir melewati berbagai musim. 

“River organization atau organisasi seperti sungai ini yang harus diadopsi pemuda NWDI ke depan,” pesan Gubernur. 

Bang Zul melanjutkan, NWDI hendaknya tidak menjadi “Puddle Organization” atau organisasi kubangan air, hanya berisi air saat ada hujan ada. 

Sementara ketika terik datang, airnya menguap. 

Di akhir sambutannya, Gubernur berharap NWDI dapat terus menjadi organisasi yang besar. Yang dapat terus bersinergi dengan berbagai bidang untuk kemaslahatan umat. 

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

“Semoga bisa terus bersinergi di masa yang akan datang,” tandasnya. ***

 

 




Majelis Dzikir Nurani Basmalah Karang Bayan, Harlah Ke-4 

Hadiri harlah ke 4 Majelis Dzikir di Karang Bayan, Gubernur Bang Zul menekankan pentingnya pemimpin mengunjungi masyarakat 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menghadiri acara Harlah Majelis Dzikir Nurani Basmalah Lombok.

Acara itu dirangkaikan dengan Haul ke-11 KHR. Ach. Fawaif As’ad dan 40 Hari Almagfurlahu TGH. Fathullah Arsyad Getap, di Dusun Karang Bayan Barat, Desa Karang Bayan, Kec. Lingsar Lombok Barat, (12/03/23).

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Apresiasi Creatif Hub 

Gubernur NTB menuturkan, setelah dilantik menjadi Gubernur hampir tidak pernah berhenti mengunjungi seluruh Dusun dan Desa di NTB yang jumlahnya sangat banyak.

“Dalam kunjungan tersebut, baik masyarakat biasa maupun tokoh masyarakat, bahkan tokoh agama di pondok pesantren. Mereka menyambutnya dengan hangat dan baik,” tuturnya.

Karena itu Bang Zul sapaan akrab Gubernur, mengajak kepada calon pemimpin Bupati/Walikota untuk sering-sering berkunjung dan menyapa masyarakat, karena mereka senang didatangi oleh para pemimpin-pemimpinnya. 

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Hubaidi menyampaikan terimakasih atas kedatangan pak Gubernur telah memenuhi undangan panitia di tengah-tengah kesibukannya dengan berbagai macam kegiatan.

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

“Ini adalah hal yang luar biasa bisa dihadiri langsung oleh pak Gubernur orang nomor satu di NTB di Majelis Dzikir Nurani Basmalah,” jelasnya. ***

 

 




Ini 5 Kunci Agar Hidup Lebih Lama

Ada lima kebiasaan hidup sehat yang membuat seseorang bisa menikmati hidup lebih lama secara signifikan, ini hasil penelitian yang melibatkan banyak orang dan jangka waktu yang lama

LombokJournal.com ~ Ini contoh tentang Amerika Serikat yang menghabiskan uang untuk mengembangkan obat-obatan mewah dan perawatan kesehatan, namun harapan hidup warganya masih salah satu yang terendah dari semua negara maju. 

Masalah besarnya, karena sebagian besar warganya kurang melakukan pencegahan misalnya melalui kebiasaan hidup sehat. 

BACA JUGA: Menuju Gaya Hidup Sehat, Ini 4 langkah yang Perlu Diketahui

Gaya hidup sehat dan umur panjang

Berdasarkan penelitian dari Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, yang melakukan studi besar-besaran tentang dampak kebiasaan hidup sehat terhadap harapan hidup, menggunakan data dari Studi Kesehatan Perawat (NHS) yang terkenal dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan (HPFS). 

Ini berarti, studi tersebut memiliki data tentang sejumlah besar orang dalam jangka waktu yang sangat lama. NHS menyertakan lebih dari 78.000 wanita dan mengikuti mereka dari tahun 1980 hingga 2014. 

HPFS menyertakan lebih dari 40.000 pria dan mengikuti mereka dari tahun 1986 hingga 2014. Ini lebih dari 120.000 peserta, data 34 tahun untuk wanita, dan 28 tahun data untuk pria.

Para peneliti melihat data NHS dan HPFS tentang diet, aktivitas fisik, berat badan, merokok, dan konsumsi alkohol yang telah dikumpulkan dari kuesioner tervalidasi yang diberikan secara teratur.

BACA JUGA: Kesehatanmu Saat Memasuki Usia  di Atas 50 Tahun

Apa sebenarnya gaya hidup sehat itu?

Ini kebiasaan hidup sehat, yang bisa membuat orang menikmati hidup lebih lama

Kelima area kebiasaan sehat ini dipilih, karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan dampak besar pada risiko kematian dini. 

Berikut adalah bagaimana kebiasaan sehat ini didefinisikan dan diukur:

  1. Pola makan sehat, yang dihitung dan dinilai berdasarkan asupan makanan sehat yang dilaporkan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, lemak sehat, dan asam lemak omega-3, serta makanan tidak sehat seperti daging merah dan daging olahan, yang dimaniskan dengan gula minuman, lemak trans, dan natrium.
  2. Tingkat aktivitas fisik yang sehat, yang diukur setidaknya 30 menit per hari dengan aktivitas sedang hingga berat setiap hari.
  3. Berat badan sehat, didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) normal, yaitu antara 18,5 dan 24,9.
  4. Dalam jumlah berapa pun, usahakan untuk tidak merokok, “Sehat” berarti tidak pernah merokok.
  5. Memang ada ukuran asupan alkohol yang masih ditolelir, misalnya antara 5 dan 15 gram per hari untuk wanita, dan 5 sampai 30 gram per hari untuk pria. Tapi sebaiknya jangan sentuh alkohol bila ingin hidup sehat.

Para peneliti juga melihat data tentang usia, etnis, dan penggunaan obat-obatan, serta data perbandingan dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional dan Data Daring untuk Penelitian Epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Apakah gaya hidup sehat membuat perbedaan?

Ternyata, kebiasaan sehat membuat dampak besar bagi kesehatan seseorang. 

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Menurut analisis ini, orang-orang yang memenuhi kriteria kebiasaan sehat itu, menikmati hidup lebih lama secara signifikan, dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan sehat: 14 tahun untuk wanita dan 12 tahun untuk pria (jika mereka memiliki kebiasaan ini pada usia 50 tahun). 

Orang yang tidak memiliki kebiasaan ini jauh lebih mungkin meninggal sebelum waktunya, akibat kanker atau penyakit kardiovaskular.

Peneliti studi juga menghitung berapa banyak dari lima kebiasaan sehat yang dimiliki orang-orang ini. 

Hanya satu kebiasaan sehat (dan tidak masalah yang mana)… hanya satu… memperpanjang harapan hidup hingga dua tahun pada pria dan wanita. Tidak mengherankan, semakin banyak kebiasaan sehat yang dimiliki orang, semakin panjang umur mereka. 

Kondisi ini diharapkan berlaku untuk Anda, jika anda juga mempunyai kebiasaan hidup sehat. 

Penelitian itu juga menguatkan menegaskan penelitian serupa sebelumnya. 

Sebuah studi tahun 2017 yang menggunakan data dari Health and Retirement Study menemukan, orang berusia 50 tahun ke atas yang memiliki berat badan normal, tidak pernah merokok dan minum alkohol, nisa hidup rata-rata tujuh tahun lebih lama. 

Sebuah mega-analisis 2012 dari 15 studi internasional yang mencakup lebih dari 500.000 peserta menemukan, lebih dari setengah kematian dini disebabkan oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat. Seperti pola makan yang buruk, tidak aktif, obesitas, asupan alkohol yang berlebihan, dan merokok. 

Jadi apa masalah (besar) kita?

Seperti disebutkan pada awal, di Amerika Serikat cenderung menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan obat-obatan mewah dan perawatan lain untuk penyakit. Dan sedikit sekali melakukan tindakan pencegahan. Ini adalah masalah besar.

Para ahli telah menyarankan, cara terbaik untuk membantu orang melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup yang sehat, yaitu melalui upaya kesehatan masyarakat dan perubahan kebijakan. (Seperti helm sepeda motor dan undang-undang sabuk pengaman). 

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Beberapa negara membuat sedikit kemajuan dengan undang-undang tentang tembakau dan lemak trans.

Tentu saja banyak penolakan dari industri besar tentang itu. Jika kita memiliki pedoman dan undang-undang yang membantu kita hidup lebih sehat, perusahaan besar tidak akan menjual makanan cepat saji, keripik, dan soda sebanyak sebanyak yang dijual selama ini. 

Bagi perusahaan yang sangat ingin menghasilkan uang dengan mengorbankan nyawa manusia, (undang-undang) itu membuat mereka sangat marah. ***

 




Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak 

Dalam pelaksanaan DRPPA, KemenPPPA membangun sinergi dan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga lainnya

LombokJournal.com ~ Sejak dicanangkan pada akhir 2020 lalu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah menginisiasi 138 desa menjadi model pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). 

Saat ini, KemenPPPA tengah melakukan proses pemantauan dan evaluasi untuk mengukur praktik baik memulai dan capaian awal pelaksanaan DRPPA.

Dalam pelaksanaan desa ramah perempuan dan peduli anak, KemenPPPA bekerjasama dengan kementerian/lembaga lainnya
Titi Eko Rahayu

KemenPPPA bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan program DRPPA pada akhir 2020 lalu. 

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Beberapa desa yang menjadi lokasi model pengembangan DRPPA dan sebelumnya sudah pernah mendapatkan sentuhan program pembangunan berbasis desa, seperti Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), desa inklusif, desa layak anak, dan sebagainya.

“Hal ini pun semakin menguatkan program-program yang dilakukan oleh masing-masing desa dalam upaya memenuhi indikator DRPPA,” tutur Titi Eko Rahayu, Staf Ahli Menteri Bidang Penanggulangan Kemiskinan, dalam ‘Media Talk: Praktik Baik DRPPA’ secara virtual, Jumat (10/03/23).

Terdapat 10 indikator yang harus dicapai dalam pelaksanaan DRPPA. Lima indikator terkait dengan kesiapan kelembagaan desa, dan lima indikator lainnya merupakan indikator substansi prioritas KemenPPPA.

Indikator substansi perioritas yang dimaksud yakni:

  • pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan; 
  • peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak; 
  • penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak; 
  • penurunan pekerja anak; dan 
  • pencegahan perkawinan anak.

Menurut Titi Eko Rahayu, dalam mengembangkan DRPPA, penting melakukan sinergi dan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga (K/L) yang memiliki program berbasis desa.

Contohnya Desa Bersinar (bebas dari narkoba) yang ramah perempuan dan peduli anak, Desa Wisata Ramah Perempuan dan Peduli Anak, dan lain sebagainya. 

“Ke depannya kami akan terus membangun sinergi dan kerja sama ini dengan K/L lainnya. Dari data yang di-input melalui Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) kemajuan capaian indikator kelembagaan DRPPA sudah sangat menggembirakan, sudah lebih dari 70 persen desa lokasi model telah memenuhi, bahkan beberapa variabel sudah diatas 85 persen,” lanjut Titi.

BACA JUGA: Wagub NTB Jadi Pembicara Side Event CSW67 di New York

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Watukebo, Kabupaten Banyuwangi, Sri Bunik Eka Diana mengatakan, pelaksanaan DRPPA di Desa Watukebo diawali dengan kegiatan pemetaan untuk menemukan permasalahan perempuan dan anak. 

Menurutnya, hal ini penting dilakukan mengingat pihaknya belum memiliki data, peraturan, maupun anggaran khusus terkait perempuan dan anak.

“Melalui DRPPA, desa kami diperkenalkan dengan Namanya Rembug Perempuan, dan dalam melakukan rembug perempuan mengundang pula laki-laki khususnya kepada dusun laki-laki, karena dibutuhkan keterlibatan laki-laki untuk menyelesaikan persoalan perempuan dan anak,” tutur Sri.

Tidak hanya itu, menurut Sri, pelaksanaan DRPPA juga mampu meningkatkan keterlibatan perempuan dan anak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

“Melalui Rembug Perempuan, yang dihadiri perempuan desa dan juga mengundang Kepala Dusun laki-laki, para perempuan sudah mulai berani menyuarakan aspirasi serta menyampaikan berbagai permasalahan perempuan dan anak, termasuk solusinya,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Sewangi, Kabupaten Barito Kuala, Syarifah Saufiah yang merupakan kepala desa perempuan pertama di pulau Sewangi menyebutkan, pelaksanaan DRPPA mampu meningkatkan keterwakilan perempuan di pemerintah desa, Badan Permusyawarahan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan, dan lembaga adat desa.

“Dari 12 Ketua Rukun Tetangga atau RT, terdapat 2 RT yang saat ini dipimpin oleh perempuan. Begitu pula dengan BPD, 2 dari 7 anggota BPD adalah perempuan. Ini menunjukkan, adanya perubahan di mana perempuan sudah berani mencalonkan diri menjadi pemimpin. Hal ini didorong oleh adanya DRPPA,” ujar Syarifah. 

Upaya yang menarik dan menantang yang dilakukan Syarifah dalam mencegah kekerasan melalui pengasuhan bersama.

Ada kepedulian tetangga atau masyarakat sekitar pada semua anak. 

BACA JUGA: Stunting Punya Keterkaitan dengan Berdayanya Perempuan

Dan kewenangan yang dimiliki Kepala Desa mencegah perkawinan anak dengan tidak memberikan surat rekomendasi.***