Provinsi NTB Siap-siap Hadapi Musim Kemarau  

Sebanyak 9 Kabupaten/Kota se Provinsi NTB, kecuali Kota Mataram, menjadi fokus dampak musim kemarau 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Musim kemarau di Provinsi NTB yang diperkiraan terjadi pada bulan Mei hingga September mendatang, penting dilakukan persiapan menyongsong pergantian musim. 

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghimbau agar stakeholder terkait bersama-sama menjadi garda terdepan menghadapi musim kemarau.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Desak Pemda Siapkan Anggaran Pemulangan Jenasah

Wagub minta dilakukan koordinasi kabupaten/kota se Provinsi NTB

“Harus dilakukannya koordinasi antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota agar kita terus terupdate apa yang terjadi dengan kabupaten kota, dan harus diperhatikan bagaimana kesiapan mereka,” tutur Wagub NTB.

Hal itu disampaikannya pada Rapat Persiapan Musim Kemarau di Ruang Kerja Wagub NTB, Senin (27/03/23).

BACA JUGA: Waspada, NTB Akan Alami Musim Kemarau Lebih Awal

Sebanyak 9 Kabupaten/Kota di NTB, kecuali Kota Mataram, menjadi fokus terdampaknya musim kemarau. 

Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ruslan Abdul Gani, SH, MH mengatakan, Provinsi NTB siap menghadapi kemarau.

BACA JUGA: Pesan Ramadhan: Tak Ada yang Abadi, Semua Pasti Berlalu

“Alhamdulillah Provinsi siap menghadapi musim kemarau dan akan kita tindaklanjuti dengan Rakor lebih luas lagi mengundang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota, Basarnas, TNI/Polri dan seluruh stakeholder, akan kita undang untuk membicarakan lebih ke teknis,” tuturnya.

Ia juga mengatakan beberapa hal yang perlu diantisipasi, salah satunya terkait kebakaran hutan, kemarau yang lebih awal dan lebih lama sehingga kemungkinan tersebut harus segera dikoordinasi.

BACA JUGA: Kapal Pengangkut BBM Terbakar di Lepas Pantai Ampenan

“Wujud perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk segera mempersiapkan dan menindaklanjuti dengan akan melakukan rapat koordinasi,” tutur Kalak BPBD NTB. ***

 




Rachmat Hidayat Desak Pemda Siapkan Anggaran Pemulangan Jenasah

Wujud aksi kemanusiaan dan gotong royong, Rachmat Hidayat instruksikan Legislator PDIP di DPRD NTB, harus ada anggaran biaya pemulangan jenazah dari rumah sakit di APBD

MATARAM.LombokJournal.com ~ Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan diminta menyiapkan anggaran membantu biaya pemulangan jenazah warga NTB yang meninggal di rumah sakit.

Penyiapan anggaran tersebut di APBD dinilai sangat mendesak. Karena biaya ambulans untuk pemulangan jenazah kerap menjadi beban berat bagi keluarga yang sedang ditimpa duka.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat menginstruksikan seluruh anggota DPRD NTB dari Fraksi PDI Perjuangan memperjuangkan anggaran yang dimaksud.

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan untuk Umat di Bulan Ramadhan

Rachmat Hidayat mendesak Gubernur NTB menyiapkan anggaran pemulangan jenasah di APBD NTB

“Anggota Fraksi dari PDI Perjuangan yang duduk di Komisi V DPRD NTB, wajib memperjuangkan ketersediaan anggaran ini. Ini instruksi resmi partai. Bila berlu, jangan beri persetujuan jika anggaran untuk membantu pemulangan jenazah ini belum ada di APBD,” tandas Rachmat, Minggu (26/03/23).

Rachmat mengetahui, ternyata saat ini tidak ada bantuan dari daerah untuk proses pemulangan jenazah dari rumah sakit ke kampung mereka. 

Ia mengetahui setelah sehari sebelumnya, Rachmat mengurus langsung pemulangan jenazah Syahril Bulakea, adik bungsu mantan Hakim Agung Sulaiman Bulakea yang sudah seperti keluarganya sendiri. 

Syahril meninggal saat dirawat di RSUD Provinsi NTB, dan jenazahnya harus dipulangkan ke Dompu, tanah kelahirannya.

Rachmat mengungkapkan, ia bergegas ke RSUD Provinsi NTB selepas Ashar, begitu mendapat kabar Syahril telah berpulang. Seniman yang juga pendidik tersebut, kata Rachmat sudah seperti bapak angkat bagi dirinya. 

Perjumpaannya dengan almarhum dan keluarga besarnya dimulai pada tahun 1971 di Surabaya. Semenjak itu, kedekatan tersebut terjalin begitu erat. Setiap almarhum datang di Mataram, biasanya selalu menghubungi dan selanjutnya berjumpa. 

Begitu pula ketika almarhum sedang berada di Jakarta, dan Rachmat sedang di sana, mereka akan selalu bertemu untuk melepas rindu.

Betapa terkejutnya Rachmat mendapati kabar duka meninggalnya almarhum. Di tengah duka yang mendalam, sebelum menuju rumah sakit, Rachmat menghubungi Direktur RSUD Provinsi NTB dr HL Herman Mahaputra. 

BACA JUGA: Pesan Ramadhan: Tak Ada yang Abadi Semua Pasti Berlalu

Kepada keluarga besar Bulakea, Rachmat memang telah berjanji akan mengurus pemulangan jenazah almarhum ke Dompu. 

Karena itu, ia ingin minta bantuan Direktur RSUD Provinsi NTB agar seluruh yang diperlukan untuk proses pemulangan jenazah ke Dompu dipersiapkan. Segala pembiayaan terkait hal tersebut akan ditanggung Rachmat.

Saat tiba di RSUD Provinsi NTB, dr Herman Mahaputra sudah menunggu kedatangan Rachmat. Ambulans yang akan membawa almarhum pun sudah disiapkan. 

Begitu pun proses penanganan jenazah sesuai syariat Islam juga sudah dilakukan. Rachmat kemudian memimpin pelepasan jenazah tersebut dengan diiringi doa dari seluruh keluarga besar yang sudah berada di rumah sakit. 

Setelah jenazah diberangkatkan, saat Rachmat hendak menuntaskan seluruh pembiayaan, dr Herman Mahaputra memastikan seluruhnya telah diselesaikan.

Kepada Dokter Jack, begitu dr Herman Mahaputra karib disapa, Rachmat menanyakan, apakah rumah sakit memang memiliki anggaran untuk membantu biayai pemulangan jenazah? 

Dokter Jack menjawab, RSUD Provinsi NTB tidak memiliki anggaran dimaksud. Namun, untuk pemulangan jenazah Syahril Bulakea ke Dompu, seluruhnya ditanggung Dokter Jack, atas nama pribadi.

Rachmat yang terkejut mendapat informasi tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Dokter Jack. 

BACA JUGA: Puasa Ramadhan, Perjalanan Menjadi Insan Muttaqin

Penghormatan yang tinggi juga diberikan kepada mantan Direktur RSUD Kota Mataram tersebut, atas kepeduliannya, dan juga atas responsnya yang begitu cepat tanggap.

“Saya sungguh angkat topi untuk Dokter Jack. Saya beri hormat. Dokter Jack sudah langsung turun tangan dan memastikan tidak membebani siapa pun. Beliau sungguh pribadi yang luar biasa. Mewakili seluruh keluarga Bulakea, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tinggi,” tutur Rachmat.

Pengalaman langsung mengurus pemulangan jenazah itulah yang membuat Rachmat tersadar, betapa pentingnya kehadiran Pemerintah Daerah dalam membantu biaya pemulangan jenazah warganya yang meninggal di rumah sakit. 

Sebab, kata Rachmat, biaya pemulangan tersebut menyangkut dana yang tidak sedikit. Apalagi jika pemulangannya dari Mataram ke daerah-daerah di Pulau Sumbawa mulai dari Sumbawa, Dompu, hingga Bima.

“Biaya pemulangan untuk ke kota-kota seperti Dompu dan Bima saja begitu tinggi. Bagaimana jika warga NTB tersebut tinggalnya di Doroncanga di kaki Tambora, atau di Sape, yang ada di ujung paling timur Kabupaten Bima. Pasti sangat besar,” kata Rachmat.

Sudah pasti kata Anggota Komisi VIII DPR RI ini, biaya tersebut akan sangat memberatkan bagi keluarga pasien yang meninggal. 

Padahal, di saat yang sama, mereka sedang ditimpa kemalangan.

Wujud paling nyata kehadiran pemerintah kata Rachmat, adalah menyiapkan pembiayaan untuk membantu pemulangan jenazah tersebut. 

Karena itulah, ia menginstruksikan langsung anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan untuk menggunakan hak budgeting yang dimilikinya. Memperjuangkan anggaran tersebut di APBD NTB saat pembahasan anggaran di Komisi V.

“Anggaran ini harus dan wajib diperjuangkan. Ini semuanya untuk masyarakat. Jangan tambah lagi kemalangan mereka. Biarkan masyarakat menerima jenazah keluarganya di kampung halamannya tanpa harus memikirkan biaya-biaya ambulans,” kata Rachmat.

Ditegaskannya, mestinya, alokasi anggaran seperti inilah yang harus diperjuangkan mati-matian oleh para wakil rakyat. 

Alih-alih memperjuangkan anggaran yang orientasinya proyek fisik belaka.

“Ini demi kemanusiaan. Inilah wujud sesungguhnya keadilan sosial itu. Karena itu, Anggota Fraksi dari PDI Perjuangan harus memperjuangkan ini,” tandas Rachmat.

Pada saat yang sama, Rachmat juga minta agar Gubernur H Zulkieflimansyah juga bisa menjadikan hal ini sebagai perhatian. 

Ditegaskannya, pasti akan menjadi pengalaman yang sangat pahit bagi setiap keluarga dari Bima, Dompu, Sumbawa, mapun Sumbawa Barat, kalau harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memberangkatkan jenazah keluarganya dari Mataram menuju kampung halamannya.

“Anggaran inilah yang harusnya di urus. Harus disiapkan. Jangan yang lain-lain yang diurus. Kita minta ini juga agar menjadi perhatian Pak Gubernur,” imbuh Rachmat.

Ditanya soal status RSUD Provinsi NTB yang kini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah, Rachmat menjawab lugas.

Harusnya status BLUD tersebut tidak menjadi soal bagi penyiapan anggaran di APBD untuk membantu pemulangan jenazah warga yang meninggal.

Rachmat memberi contoh, bagaimana Pemprov NTB menggelontorkan anggaran puluhan miliar untuk membiayai anak-anak muda NTB yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dalam bentuk beasiswa. 

Dana itu antara lain digunakan untuk membiayai transportasi, biaya hidup, dan juga biaya tempat tinggal penerima beasiswa.

Contoh lain, bagaimana Pemprov NTB pernah menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk memberi subsidi penerbangan demi bisa mendatangkan wisatawan asing dalam jumlah yang besar ke NTB. 

Padahal, subsidi tersebut dikerjasamakan dengan maskapai komersial.

Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak bisa mewujudkan alokasi pembiayaan untuk membantu pemulangan jenazah warga NTB yang meninggal di rumah sakit di Mataram ke kampung halaman mereka.

“Kalau ini tidak mampu diwujudkan. Sama saja artinya, kebijakan Pemprov NTB ini hanya mampu melihat semut di seberang pantai, tapi gajah di pelukuk mata tidak terlihat,” tandasnya memberi tamsil.

BACA JUGA: Modus Penipuan WhatsApp Mencatut Nama Pejabat Pemprov NTB

Rachmat pun menegaskan, sudah pasti, setiap yang bernyawa akan meninggal. Tapi tidak ada yang tahu, akan meninggal seperti apa. 

Karena itu, menjadi tugas kita yang masih hidup, termasuk juga tugas Pemerintah Daerah, memperlakukan mereka yang meninggal dengan layak. 

Perlakuan yang layak tersebut, juga harus mewujud dalam kehadiran nyata pemerintah dengan tidak membebani pembiayaan untuk pemulangan jenazah yang akan dimakamkan di kampung halaman mereka.

“Sekali lagi, inilah wujud kemanusiaan yang adil dan beadab. Inilah wujud kita bergotong royong,” tandas politisi lintas zaman ini.***

 

 




Pesan Ramadhan: Tak Ada yang Abadi Semua Pasti Berlalu 

Semua pasti berlalu, ungkapan itu disampaikan Bang Zul sebagai pesan Ramadhan, agar manusia menyadari tak ada yang abadi di dunia

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tak ada kekuasaan, harta dan kesenangan lain yang abadi di dunia.

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menyampaikan pesan Ramadhan, agar jamaah harus memiliki kelenturan jiwa menghadapi kesulitan dan kemudahan hidup. 

BACA JUGA: Puasa Ramadhan, Perjalanan Jadi Insan Muttaqin

Pesan Ramadhan disampaikan Gubernur NTB di Ponpes Darul Falah

“Alquran surah Ali Imran 190 mengatakan pergantian siang dan malam adalah tanda bagi orang yang berpikir,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB.

Ia menyampaikannya saat memberikan tausyiah di hadapan jamaah dan santri Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Ahad (26/03/23) pagi.

Perjalanan hidup manusia selalu mengalami silih berganti, seperti penciptaan alam semesta yang berpasangan.  

Dikatakan Bang  Zul kalimat ungkapan “semua pasti berlalu” akan menumbuhkan kesadaran,  tak ada yang abadi di dunia seperti juga kekuasaan, harta dan kesenangan lain. 

Menegaskan hal tersebut, pimpinan Pondok Pesantrean Darul Falah, TGH Muammar Arafat, SH,MH mengatakan, kalimat ungkapan tersebut adalah bagian dari ajaran tasawuf, apa pun yang terjadi adalah kehendak Alloh SWT.

BACA JUGA: Modus Penipuan Whatsapp Mencatut Pejabat Pemprov NTB

Sehingga setiap kesulitan hidup akan mudah dan kemudahan hidup akan ikhlas dilepaskan jika Alloh berkehendak. 

Membuka pengajian perdana di bulan Ramadhan, jamaah Majelis Ta’lim  Badruttamam yang terdiri dari santri Ponpes Darul Falah, santri thoriqoh Abhariyah dan masyarakat umum, TGH Muammar yang juga mengelola akun medsos Youtube ‘Jalan Tengah Inspiratif’ yang telah memiliki 136 ribu subscriber memperingati ulangtahun ketiga. 

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan untuk Umat di Bulan Ramadhan

Selain zikir dan pengajian, majelis yang diakhiri dengan sholat dhuha berjamaah dihadiri  beberapa Kepala OPD dan lembaga Pemprov maupun Pemkot Mataram serta masyarakat sekitar. ***

 

 




Penerimaan Mahasiswa Baru STIS Darul Falah Mataram

Calon pendaftar STIS Darul Falah bisa login di Google form https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScb9sUiJ5iqoUGCVCOLUjJ8i4pDt-qkORM8Flzy_NOuZTQ9_w/viewform
LombokJournal.com ~ Pendaftaran STIS Darul Falah dilakukan Ujian Tulis tes akademik gelombang I tanggal 1 April 2023 dan gelombang II 01 Mei 2023.
Seleksi ini akan memprediksi calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studinya di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu.
Calon mahasiswa pun bisa memilih lokasi dan waktu tes secara fleksibel.

Beas siswa STIS DARUL FALAH Mataram Berikut ini kebijakan umum penerimaan mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan Mataram:

  1. Penerimaan Mahasiswa STIS Darul Falah Pagutan diselenggarakan dengan prinsip : adil dan tidak diskriminatif yaitu tidak membedakan asal daerah calon mahasiswa, jenis kelamin, suku, agama, ras, antar golongan (SARA), umur, kedudukan sosial, latar belakang politik, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa. Dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi, untuk pertimbangan dari segi ideologi dan politik, bukan menjadi pertimbangan utama karena hak politik seseorang sudah dijamin oleh Undang-Undang, kecuali yang bersangkutan (calon mahasiswa) merupakan anggota atau simpatisan dari organisasi yang dilarang oleh Undang-Undang dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia;
  2. Sebagai wujud kepedulian STIS Darul Falah Pagutan terhadap Calon Mahasiswa Baru yang memiliki potensi akademik dan non akademik namun kurang mampu secara ekonomi maka kepada calon mahasiswa tersebut dapat diberikan bantuan biaya pendidikan/ beasiswa yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kemampuan dan kondisi keuangan sekolah tinggi;
  3. Calon mahasiswa yang menyandang disabilitas atau cacat fisik tetap diperkenankan untuk mengikuti seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru yang diselenggarakan oleh STIS Darul Falah Pagutan selama ada motivasi dan kemauan yang kuat dari calon mahasiswa bersangkutan untuk menyelesaikan studinya;
  4. Seluruh proses penerimaan mahasiswa baru (promosi, pendaftaran, seleksi, dan lain lain) pada semua program studi program sarjana dipusatkan di tingkat sekolah tinggi;
  5. Seluruh kegiatan penerimaan penerimaan mahasiswa baru (promosi, pendaftaran, seleksi, dan lain lain) dilaksanakan oleh Panitia Penerimaan Mahasiwa Baru (PPMB) yang ditunjuk dan diangkat oleh Ketua STIS Darul Falah Pagutan dengan Surat Keputusan (SK) Ketua;
  6. Masa jabatan Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) STIS Darul Falah Pagutan adalah 1 (satu) tahun akademik, dan setelahnya dapat dipilih/diangkat kembali;
  7. Penetapan calon mahasiswa baru yang telah lolos seleksi dan diterima menjadi mahasiswa STIS Darul Falah Pagutan dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Ketua STIS Darul Falah Pagutan. Apabila terdapat penerimaan mahasiswa baru tidak melalui Surat Keputusan (SK) Ketua STIS Darul Falah Pagutan, maka status mahasiswa tersebut dinyatakan tidak sah;
  8. Penyusunan Program Kerja dan Penggunaan Anggaran Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STIS Darul Falah Pagutan mengikuti prosedur pada berikut ini:
    –  Rapat Pimpinan STIS Darul Falah tentang penerimaan MABA;
    –  Pembentukan panitia penerimaan MABA;
    –  Rapat Panitia PMB ke I tentang Rencana Progran Kerja;
    –  Rapat Panitia PMB tentang Rencana Penggunaan Anggaran;
    –  Pengusulan Rencana Program dan Penggunaan Anggaran PMB kepada Pimpinan Sekolah Tinggi;
    –  Evaluasi Rencana Program Kerja dan Anggaran PMB oleh Pimpinan Sekolah Tinggi;
    –  Pengambilan Keputusan atau Persetujuan Pimpinan Sekolah Tinggi tentang program kerja dan penggunaan anggaran PMB yang ditetapkan dengan keputusan ketua.

KRITERIA PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Kriteria Umum Penerimaan Mahasiswa Baru di STIS Darul Falah Pagutan adalah:

  1. Para lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan yang sederajat;
  2. Para lulusan Sarjana Muda, Diploma dapat melanjutkan ke Strata 1;
  3. Mahasiswa transfer dari PT lain diatur sesuai aturan DIKTI.

JALUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Jalur penerimaan mahasiswa baru secara online dengan cara membuka tautan link penerimaan mahasiswa baru https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScb9sUiJ5iqoUGCVCOLUjJ8i4pDt-qkORM8Flzy_NOuZTQ9_w/viewform
Jalur Prestasi
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Prestasi merupakan seleksi masuk STIS Darul Falah yang diselenggarakan secara mandiri oleh STIS Darul Falah untuk program Sarjana (S1). Seleksi ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang memiliki prestasi baik akademik maupun non akademik.
Jalur Umum
Penerima KIP-KULIAH adalah siswa SMA atau sederajat yang lulus atau akan lulus pada tahun berjalan atau telah dinyatakan lulus maksimal 2 tahun sebelumnya, serta memiliki NISN, NPSN dan NIK yang valid;
Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah;
Siswa SMA/ SMK/ MA atau sederajat yang lulus pada tahun berjalan dengan potensi akademik baik dan mempunyai Kartu KIP;
Siswa SMA/ SMK/ MA atau sederajat yang lulus pada tahun berjalan dengan potensi akademik baik dan mempunyai Kartu Keluarga Sejahtera;
Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk Perguruan Tinggi dan diterima di PTN atau PTS pada Program Studi yang telah terakreditasi.

Prosedur Penerimaan Mahasiswa Baru

  1. Penerimaan Mahasiswa Baru (Reguler)
    Penerimaan mahasiswa baru di STIS Darul Falah Pagutan dilaksanakan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut ini :
    Syarat Pendaftaran Mahasiswa Baru
    –  Membayar uang pendaftaran;
    –  Mengisi formulir pendaftaran dengan melampirkan fotocopy Ijazah dan Tranzkip Nilai SLTA dan yang sederajat atau Surat Tanda Kelulusan yang dilegalisir sebanyak 2 lembar serta pas        photo 3 x 4 sebanyak 2 lembar;
    –  Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga;
    –  Mengikuti Ujian Masuk PMB.
  2. Prosedur Penerimaan Mahasiswa Baru
    –  Mengambil formulir pendaftaran;
    –  Mengembalikan formulir pendaftaran yang sudah terisi dengan melampirkan persyaratan pendaftaran;
    –  Membayar uang pendaftaran;
    –  Kuitansi pendaftaran berlaku sebagai nomer pendaftaran dan nomer Ujian Masuk penerimaan mahasiswa baru;
    –  Calon mahasiswa mengikuti Ujian Masuk penerimaan mahasiswa baru sesuai dengan jadwal yang diatur oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa baru;
    –  Calon mahasiswa menerima hasil Ujian Masuk PMB;
    –  Bagi pendaftar (calon mahasiswa) yang tidak mengikuti Ujian Masuk/ tes maka secara otomatis dinyatakan gugur.
  3. Penerimaan Mahasiswa Baru Pindahan/ Transfer
    Penerimaan mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan pindahan/transfer dilaksanakan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut :
    Syarat Pendaftaran
    a.   Membayar uang pendaftaran di bagian pendaftaran;
    b.   Menyerahkan pas photo 3 x 4 terbaru sebanyak 2 lembar;
    c.   Mengisi formulir pendaftaran dan khusus bagi calon mahasiswa yang telah memiliki ijasah Sarjana Muda/ Diploma dari Perguruan Tinggi/ Kedinasan harus melampirkan :
    c.1.  Foto copy ijazah negara dan transkrip kumulatif yang dilegalisir oleh Perguruan Tinggi/ Kedinasan yang bersangkutan serta;
    c.2. Fotocopy Ijazah SLTA dan sederajat yang dilegalisir, masing-masing berkas sebanyak 2 lembar.
    d.  Mengisi formulir pendaftaran dan khusus bagi calon mahasiswa yang telah memiliki ijasah Sarjana Muda/ Diploma dari Perguruan Tinggi Swasta harus melampirkan :
    d.1. Fotocopy ijazah negara dan transkrip ujian negara yang dilegalisir oleh Kopertais asal;
    d.2. Fotocopy transkrip kumulatif yang dilegalisir Perguruan Tinggi Swasta yang bersangkutan serta;
    d.3. Fotocopy STTB SLTA dan yang sederajat yang dilegalisir, masing-masing sebanyak 2 lembar.
    e.  Mengisi formulir pendaftaran dan khusus bagi calon mahasiswa yang belum memiliki ijasah Sarjana Muda / Diploma dari Perguruan Tinggi Negeri/ Kedinasan harus melampirkan :
    e.1. Surat Keterangan Pindah dari Perguruan Tinggi Asal;
    e.2. Fotocopy Transkrip Kumulatif yang dilegalisir Perguruan Tinggi asal;
    e.3. Fotocopy STTB SLTA dan yang sederajat yang dilegalisir, masing-masing sebanyak 2 lembar;
    e.4. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga.
    f.  Mengisi formulir pendaftaran dan khusus bagi calon mahasiswa yang belum memiliki Ijasah Sarjana Muda/ Diploma dari Perguruan Tinggi swasta harus melampirkan :
    f.1. Surat Keterangan Pindah dari Perguruan Tinggi asal;
    f.2. Fotocopy Transkrip Kumulatif yang dilegalisir Perguruan Tinggi asal;
    f.3. Fotocopy STTB SLTA dan yang sederajat yang dilegalisir, masing-masing sebanyak 2 lembar;
    f.4. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga.
  4. Prosedur Penerimaan Mahasiswa Transfer/ Pindahan
    –  Mengambil formulir pendaftaran;
    –  Mengembalikan formulir pendaftaran yang sudah terisi dengan melampirkan persyaratan pendaftaran;
    –  Membayar uang pendaftaran;
    –  Kuitansi Pendaftaran berlaku sebagai nomer pendaftaran;
    –  Seleksi berkas pendaftaran yang didasarkan pada : memiliki transkrip minimal 1 (satu) semester dan maksimal 10 semester dengan masa studi di kampus lain minimal 2 Semester; IPK            minimal 2,00 dan persentase nilai D maksimal 20% dari Mata Kuliah yang ditempuh;
    –  Pihak Program Studi melakukan konversi/Alih Kredit Mata Kuliah;
    –  Calon mahasiswa menerima hasil konversi/Alih Kredit Mata Kuliah.

INSTRUMEN PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Instrumen penerimaan mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan berupa Formulir Isian, Tes Tertulis dan Tes Wawancara.

  1. Formulir Isian
    Formulir isian dipergunakan untuk mencatat dan merekam informasi tentang biodata calon mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan yang mendaftarkan diri. Formulir isian dapat berwujud cetak maupun online.
  2. Tes Tertulis
    Tes Tertulis dapat berupa Tes Potensial Akademik (TPA), Tes Pengetahuan Dasar Umum, Tes Bahasa Inggris, serta tes tertulis lain yang dianggap perlu dan relevan.
  3. Tes Wawancara
    Tes wawancara dilaksanakan kepada setiap calon mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan yang telah lolos dari tes tertulis. Rambu-rambu pertanyaan tes wawancara kepada calon mahasiswa baru adalah sebagai berikut :
    –  motivasi studi calon mahasiswa;
    –  kesesuaian asal SMU (jurusan) calon mahasiswa dengan program studi yang akan ditempuh;
    –  prestasi calon mahasiswa selama di sekolah asal;
    –  perkiraan kemampuan calon mahasiswa menyelesaikan studi;
    –  bakat calon mahasiswa disesuaikan dengan program studi yang akan ditempuh;
    –  dukungan biaya calon mahasiswa selama studi;
    –  dukungan keluarga;
    –  keterkaitan calon mahasiswa dengan organisasi-organisasi sejalan/ mendukung eksistensi STIS Darul Falah;
    –  kerkaitan calon mahasiswa dengan organisasi-organisasi yang menghambat eksistensi STIS Darul Falah;
    –  kondisi kesehatan;
    –  hobi/bakat/ kegemaran calon mahasiswa;
    –  ketergantungan calon mahasiswa terhadap Narkoba;
    –  serta pertanyaan lain yang dianggap perlu dan relevan.

KETENTUAN PELAKSANAAN TES/UJIAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU

 

  1. Tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru dikoordinasikan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) STIS Darul Falah Pagutan;
  2. Dalam melaksanakan tes seleksi penerimaan mahasiswa baru, ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru dapat menunjuk koordinator pelaksana tes;
  3. Koordinator pelaksana tes seleksi penerimaan mahasiswa baru dapat menunjuk dosen, staff akademik/karyawan STIS Darul Falah Pagutan untuk menjadi pengawas tes tertulis dan petugas wawancara kepada calon mahasiswa;
  4. Pengawas tes tertulis wajib mengisi berita acara dan mengawasi peserta agar tidak terjadi kecurangan;
  5. Pengawas tes tertulis menyerahkan hasil tes tertulis peserta kepada koordinator pelaksana tes seleksi mahasiswa baru untuk dikoreksi dan dinilai;
  6. Calon mahasiswa yang telah melaksanakan tes tertulis dapat melanjutkan untuk mengikuti tes wawancara;
  7. Hasil tes wawancara diserahkan oleh petugas kepada koordinator pelaksana tes seleksi penerimaan mahasiswa baru;
  8. Koordinator pelaksana tes seleksi penerimaan mahasiswa baru menilai hasil tes tertulis dan wawancara calon mahasiswa secara keseluruhan;
  9. Koordinator pelaksana tes menyampaikan hasil tes seleksi penerimaan mahasiswa baru kepada calon mahasiswa;
  10. Koordinator pelaksana tes seleksi penerimaan mahasiswa baru melaporkan hasil tes seleksi penerimaan mahasiswa baru kepada Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STIS Darul Falah Pagutan;
  11. Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru melaporkan hasil tes seleksi penerimaan mahasiswa baru kepada Ketua STIS Darul Falah Pagutan;
  12. Ketentuan bagi peserta tes seleksi penerimaan mahasiswa baru adalah sebagai berikut :                                                                                                                                                                                             –  peserta yang boleh mengikuti tes seleksi penerimaan mahasiswa baru adalah calon mahasiswa yang telah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditentukan;                                                     –  peserta memasuki ruangan yang telah ditentukan panitia serta harus menempati tempat duduk sesuai nomer pendaftaran;                                                                                                                 –  –   peserta mengerjakan soal-soal tes yang telah dipersiapkan oleh panitia sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan;                                                                                                                        –   selama mengikuti tes, peserta dilarang meninggalkan ruangan kecuali seijin pengawas tes;                                                                                                                                                                           – —   apabila terdapat kecurangan pada saat tes berlangsung, pengawas harus mencatat peserta yang melakukan kecurangan dalam berita acara pelaksanaan tes seleksi;
    –   peserta tes yang melakukan kecurangan dinyatakan gugur;                                                                                                                                                                                                                                     — —   apabila waktu yang disediakan sudah habis, pengawas mengambil lembar jawaban beserta soalnya satu per satu dari meja peserta sedangkan peserta tetap duduk di tempatnya masing-           masing;                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             ——-   pengawas menghitung jumlah lembar jawaban dan menyusun sesuai dengan nomor urut pendaftaran;                                                                                                                                                             –  setelah jumlah lembar jawaban sesuai dengan jumlah peserta, pengawas mempersilakan peserta keluar ruangan tes;
    –   peserta yang selesai tes tertulis dapat melanjutkan untuk mengikuti tes wawancara.

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

  1. Pengumuman hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
  2. Dalam menentukan apakah calon mahasiswa diterima atau ditolak menjadi Mahasiswa STIS Darul Falah Pagutan, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STIS Darul Falah Pagutan akan mengambil keputusan berdasarkan hasil tes seleksi penerimaan mahasiswa baru (seleksi administrasi, tes tertulis dan wawancara);
  3. Hasil seleksi diumumkan pada 2 hari setelah calon mahasiswa mengikuti ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan;
  4. Pengumuman hasil seleksi bersifat mutlak, dan panitia penerimaan mahasiswa baru tidak melayani gugatan dalam bentuk apapun oleh calon mahasiswa baru;
  5. Panitia tidak melaksanakan surat menyurat dengan calon mahasiswa terkait dengan pengumuman hasil seleksi ini.

REGISTRASI MAHASISWA BARU

Beas siswa STIS DARUL FALAH Mataram

  1. Bagi calon mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan, maka calon mahasiswa yang bersangkutan diwajibkan melakukan registrasi atau daftar ulang sebagai mahasiswa baru STIS Darul Falah Pagutan, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan;
  2. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan calon mahasiswa tidak melakukan registrasi, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur;
  3. Biaya yang harus dibayarkan pada saat registrasi sesuai dengan ketentuan pembiayaan bagi mahasiswa baru.

PENGUNDURAN DIRI SEBAGAI CALON/MAHASISWA BARU                                                                                                                                                                                                                      

Mahasiswa baru yang telah melakukan registrasi dapat mengundurkan diri sebagai mahasiswa karena:

  1. Batas akhir pengunduran diri adalah pada tanggal 29 Juli 2023;
  2. Pengunduran diri setelah batas waktu yang telah ditentukan karena alasan lain, maka biaya yang telah dibayarkan tidak dapat dikembalikan.

JADWAL PENDAFTARAN MAHASISWA BARU                                                                                                                                                                                                                                                    STIS DARUL FALAH PAGUTAN MATARAM NTB 

GELOMBANG                              I                                            II                                             III

Pendaftaran             01 April – 30 April  2023     01 Mei – 30 Mei 2023       01 Juni-30 Juni 2023

Test                                           01 Mei                                    01 Juni                                     01 Juli

Pengumuman                      03 Mei                                   01 Juni                                      02 Juli

Daftar Ulang                   03 Juni 2023                        29 Juni 2023                            29 Juli 2023

CATATAN:
Pendaftaran    : 13.30 – 17.30 WITA.
Test Jam          : 13.30 – 16.00 WITA.
Tempat            : Kampus STIS Darul Falah Pagutan Mataram NTB.
Materi Test     : Test Potensi Akademik, tes Wawancara

Contact Person Pantia Maba STIS Darul Falah:
087864727778 / 087834631964

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Kapal Pengangkut BBM Terbakar di Lepas Pantai Ampenan

Kapal tanker MT. Kristin Surabaya  yang tengah antri mendistribusikan BBM ke Depo Pertamina Ampenan terbakar di lepas pantai

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kapal tanker pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar di lepas Pantai Ampenan, Kota Mataram–Lombok, Minggu (26/03/23).

Kapal pengangkut BBM yang diidentifikasi sebagai MT. Kristin Surabaya milik PT. Andin Jaya Mandiri terbakar sekitar pukul 15.00 Wita itu  hendak mengantar BBM ke Depo Pertamina Ampenan.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Desak Pemda Siapkan Anggaran Pemulangan Jenasah  

Kebakaran yang sempat menjadi tontonan masyarakat dari Pantai Ampenan itu, menurut informasi pihak kepolisian memang tengah antrian mendistribusikan BBM ke Depo Pertamina Ampenan

Saat itulah tiba-tiba terdengar ledakan dan dalam keadaan bersamaan bagian depan Kapal terbakar menurut saksi warga setempat.

“Kami masih menghimpun data dan informasi,” ujar salah satu anggota polisi yang berjaga di Pantai Ampenan.

Berdasarkan informasi sementara, Anak Bua Kapal (ABK) MT Kristin Surabaya yang berjumlah 17 orang, hingga saat ini 14 orang diantaranya berhasil dievakuasi. 

“Tiga diantaranya sampai saat ini belum bisa dievakuasi dan kami masih sedang mencari bersama-sama Tim,“ terang pihak polisi.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh selanjutnya, tiga awak kapal itu dinyatakan tewas.

BACA JUGA: Modus Penipuan WhatsApp Mencatut Pejabat Pemprov NTB

ABK yang berhasil dievakuasi mengalami luka ringan dan langsung mendapat perawatan dari Biddokes Polda NTB yang telah berada di Depo Pertamina Ampenan.

Untuk membantu Evakuasi Dit Polairud Polda NTB menurunkan 3 Kapal Baladewa 8002 Mabes Polri dan 2 unit Kapal tipe C milik Dit Polairud Polda NTB untuk mengamankan serta pengawasan kapal MT. Kristin Surabaya.

Belum bisa diperoleh informasi penyebab kebakaran tersebut. Petugas masih mengumpulkan keterangan para saksi serta masih membantu dalam evakuasi.

Dalam kegiatan evakuasi tersebut Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK didampingi Kasat Intelkam Kompol Refindo Pradikta Rulando SIK, Kapolsek Ampenan AKP Faisal Afrihadi SH beserta Tim Basarnas dan Dit Pol Airud Polda NTB.

BACA JUGA: Pesan Ramadhan: Tak Ada yang Abadi, Semua Pasti Berlalu

Pantauan wartawan di Pantai Ampenan, dari badan kapal masih tampak kepulan api. Sementara sejumlah perahu nelayan terlihat hilir mudik membawa awak kapal.***

 




Modus Penipuan WhatsApp Mencatut Pejabat Pemprov NTB

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi minta masyarakat waspada modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Oknum mengatasnamakan sebagai pejabat Pemerintah Provinsi NTB, yakni sebagai Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi, melakukan penipuan melalui penipuan melalui WhatsApp.

BACA JUGA: Puasa Ramdhan, Perjalanan Menjadi Insan Muttaqin

Penipuan itu dilakukan dengan pesan singkat itu ditujukan pada pengurus masjid. Pesannya, berisi program penyaluran bantuan dana hibah bagi Masjid/Musholla yang sudah tidak layak. Dijanjikan akan mendapat bantuan, terlebih dulu diminta melengkapi data-data atau persyaratan. 

Modus penipuan ini sebenarnya tidak hanya terjadi kali ini. Sebelumnya kasus dengan modus yang sama mengatasnamakan pejabat Pemprov sempat terjadi pada tahun 2020 hingga 2022. 

BACA JUGA: Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Miq Gite sapaan akrab Sekda NTB menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan modus Penipuan tersebut. 

“Waspada…ndak kenal bulan suci Ramadhan…. ada juga yang mau nipu-nipu seakan nomor Sekda.,” tulis Miq Gite di laman Facebook nya, Sabtu (25/03/23).

Bukan itu saja, bulan Maret 2022 lalu terjadi penipuan online yang mengatasnamakan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah. 

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan untuk Umat di Bulan Ramadhan

Pelaku yang mengaku sebagai Wagub NTB itu meminta sejumlah dana donasi kepada korban. ***

 

 




Puasa Ramadhan, Perjalanan Jadi Insan Muttaqin

Gubernur NTB Bang Zul mengingatkan, buah terakhir menjalani puasa Ramadhan agar jadi insan muttaqin atau bertaqwa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengingatkan, sesungguhnya output atau buah terakhir dari puasa Ramadhan adalah agar menjadi orang atau insan yang Muttaqin.

BACA JUGA: Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Kata Bang Zul, buah akhir puasa Ramadhan jadi insan muttaqin

 

Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan gubernur saat menjadi Imam dan Khatib Sholat Jum’at, di Masjid Al Falah, Taman Sari Ampenan, Mataram, Jumat (24/03/23).

Ia mengajak para jamaah Shalat Jum’at untuk bertaqwa kepada Allah SWT.

“Ini adalah spirit yang dibawakan Allah dalam Al-Qur’an, sesungguhnya output atau buah terakhir dari puasa Ramadhan adalah agar menjadi orang atau insan yang Muttaqin atau bertaqwa,” ungkapnya.

Bang Zul mengatakan, tiba-tiba di bulan Ramadhan aura kehidupan berubah sama sekali. Menahan rasa lapar dan haus, mengatur pola makan dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Bulan Puasa

“Bulan Ramadhan ini memiliki dampak luar biasa pada diri kita dengan mengatur pola makan dengan mengekspresikan kehidupan tidak berlebihan kita merasa lebih dekat dengan Allah SWT,” tuturnya.

Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan melakukan peletakan batu pertama renovasi atau pembangunan ulang Masjid Al Falah Taman Sari Ampenan yang ditargetkan selesai dalam jangka tiga tahun. 

BACA JUGA: Puasa Ramadhan: Syarat, Rukun dan Ketentuannya

Hadir pada kesempatan tersebut, Karo Kesra, Ketua Ta’mir Masjid, Camat, Polsek, tokoh agama dan masyarakat, pemuda Kelurahan Taman Sari. ***

 

 




Aksi Kemanusiaan untuk Umat di Bulan Ramadhan

Terus Gelar Aksi Kemanusiaan untuk umat, Guru Besar Unram nilai kiprah Rachmat Hidayat melebihi kader Partai Religius

MATARAM.LombokJournal.com ~ Politisi PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat  menyalurkan bantuan kursi roda elektrik untuk pensiunan abdi negara yang tinggal di Kota Mataram.

Sehari sebelum menjalankan ibadah puasa, Rachmat menyambangi Gang Kecubung III di Kelurahan Gomong, Kecamatan Mataram. 

Disana, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu menyambut kedatangan bulan suci Ramadan dengan menggelar aksi kemanusiaan. 

BACA JUGA: Puasa Ramadhan, Perjalanan Menjadi Insan Muttaqin

Rachmat Hidayat mengawali Ramadhan dengan aksi kemanusiaan, membantu pensiunan kursi roda elektrik

Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut membesuk H Sukartadji Anwar, pensiunan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, yang kini tidak lagi leluasa bisa berjalan akibat kondisi kesehatannya. 

Rachmat membawa bantuan kursi roda elektrik untuk mantan Sekretaris KONI NTB tersebut. Menyerahkan langsung kepada pensiunan abdi negara yang bulan depan akan genap berusia 72 tahun itu, Kamis (23/03/23).

“Kegiatan aksi kemanusiaan ini adalah wujud dari rasa syukur kita bersama. Tak ada kaitannya sama sekali dengan politik. Allah itu menciptakan kita bukan untuk saling menyakiti, tapi untuk kita saling berbagi,” katanya..

Rachmat segera menghubungi Kementerian Sosial dan meminta dikirimkan kursi roda elektrik sebagai bagian dari program aspirasinya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI. 

Hal itu dilakukan manakala mendapat informasi tentang kondisi Sukartadji. Rachmat bersyukur, tidak butuh waktu lama, kursi roda elektrik ini disiapkan dan dikirim Kemensos ke Mataram.

“Mudah-mudahan dengan keberadaan kursi roda elektrik ini, saudara saya, Pak Sukartadji Anwar, bisa lebih mandiri dalam beraktivitas dan beribadah. Apalagi kita semua saat ini diperjumpakan kembali oleh Allah dengan bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah,” ujar Rachmat.

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas 

Dia menegaskan, jika kini dirinya begitu responsif membantu kursi roda elektrik saat menerima kabar kondisi Sukartadji, hal itu kata Rachmat adalah wujud penghormatan atas seluruh dedikasi, jasa, dan pengabdian yang diberikan Sukartadji untuk pembangunan daerah.

“Bantuan ini tak akan pernah sebanding dengan dedikasi dan pengabdian yang sudah beliau berikan untuk NTB,” ucap Rachmat.

Kerabat Sukartadji Anwar menyongsong kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan ini dengan suka cita. 

Di antara keluarga yang menyambut antara lain ada Prof H Zainal Asikin, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram. Ada pula Dr Widodo Dwi Putro, pengajar di FH Unram yang rumahnya memang bersebelahan dengan Sukartadji.

Semenjak istrinya dipanggil Yang Mahakuasa, Sukartadji kini tinggal sendiri di rumahnya. Pada malam hari, baru anaknya-anaknya yang telah memiliki keluarga masing-masing, datang secara bergiliran untuk berjaga dan menemaninya. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, seluruhnya telah lebih dahulu dipenuhi.

Rona kebahagiaan terpancar sangat jelas dari raut wajah alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran tersebut, manakala mendapati Rachmat telah berada di pintu rumahnya. Rachmat kemudian menghampiri Sukartadji yang duduk di sofa ruang tamu. 

Keduanya lalu berbagi pelukan hangat. Melepas kerinduan bersama.

“Ini oleh-oleh kita jadinya ini,” kata Sukartadji pada Rachmat, begitu politisi berambut perak itu menyilakan tim dari Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial di NTB, membawa masuk kursi roda elektrik untuk Sukartadji.

BACA JUGA: Kado Istimewa Rachmat Hidayat untuk Loteng dan KLU

Rachmat dan Sukartadji adalah sahabat karib. Keduanya hanya terpaut usia satu tahun. Mereka sama-sama menempuh pendidikan di sekolah yang sama di Lombok Timur. Menempuh masa remaja dengan penuh lika-liku, suka dan duka. Rachmat bahkan acap menginap di rumah Sukartadji dan sudah dianggap seperti anak sendiri oleh kedua orang tua Sukartadji.

Lama malang melintang menjadi Syahbandar dengan mengepalai sejumlah pelabuhan yang menjadi unit kerja milik Kementerian Perhubungan, Sukartadji kemudian mendapat promosi menjadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB. 

Saat Sukartadji memangku jabatan eselon II tersebut, Rachmat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD NTB.

Maka jadilah, pertemuan sore itu tak ubahnya seperti pertemuan keluarga. Kecuali kondisi kakinya yang tidak memungkinkan berjalan dengan leluasa lagi, selebihnya Sukartajdji masih sangat sehat. 

Suara mantan pejabat yang dikenal sebagai karateka ini pun masih sangat lantang.

Banyak cerita-cerita masa lalu yang menggelitik, terutama bagaimana dirinya dengan Rachmat menjalani masa muda. 

Keduanya pun menuturkannya dengan begitu rinci, sehingga menjadi pertemuan suka cita itu pun penuh dengan gelak tawa.

Sukartadji menuturkan, meski rajin berolahraga dan tidak merokok, situasi kesehatannya memang mulai menurun. Tahun 2015, dirinya menjalani operasi jantung untuk pasang ring. Dokter juga mendiagnosa dirinya menderita diabetes. 

BACA JUGA: Perempuan UMKM Dibekali agar Naik Kelas

Faktor makanan yang dominan asupan karbohidrat berasal dari nasi menjadi penyebab utama. Tahun 2016, Sukartadji juga didiagnosa menderita hernia.

“Kalau duduk, sakit di pangkal paha,” tuturnya.

Dengan didampingi sang istri, segala ikhtiar sudah dijalani Sukartadji untuk berobat. Terutama ketika kondisinya mulai susah untuk berdiri dan berjalan. Bahkan, tidak hanya di NTB. Namun, juga berobat ke dokter-dokter terbaik di luar NTB. 

Salah seorang dokter di NTB kemudian mendiagnosa ada masalah pada lututnya. Direkomendasikan operasi untuk mengganti bantalan lutut. Namun, di tengah menunggu jadwal operasi, Sukartaji malah tidak bisa bangun sama sekali dari tempat tidur. Hanya tergeletak.

Akhirnya, pemeriksaan dilakukan menyeluruh dengan CT Scan. Sampai kemudian diketahui, bahwa masalahnya bukan di lutut, melainkan di tulang lumbar. 

Sukartadji kemudian menjalani operasi selama lebih dari tujuh jam. Sebanyak delapan pen dipasang di tulang punggung bagian bawah. Setelah operasi, kondisinya terus membaik. Namun begitu, aktivitas berjalannya tidak lagi leluasa.

Karena itu, mendapat bantuan kursi roda elektrik dari Rachmat, membuatnya begitu bersyukur. 

Sukartajdi bahkan sudah menyusun rencana. Kursi roda elektrik itu akan mengantarnya untuk menunaikan ibadah salat berjamaah lima waktu di musala yang berjarak 250 meter dari rumahnya.

Sukartadji pun sudah mendapatkan penjelasan secara seksama dari Kustadi, Tim Sentra Paramita Mataram, bagaimana kursi roda elektrik tersebut dioperasikan. 

Sukartadji kemudian langsung mempraktikkan pengoperasian kursi roda yang harganya mencapai Rp 27 juta tiap unitnya tersebut karena dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna mengoperasikannya secara mandiri.

Sementara itu, mewakili keluarga, Prof Zainal Asikin menyampaikan ucapan terima kasih dan memberi apresiasi atas perhatian yang sudah diberikan Rachmat kepada kakaknya Sukartadji Anwar.

“Terima kasih banyak untuk bantuan kursi roda ini. Alat ini sungguh dibutuhkan kakak kami,” ujar mantan Wakil Rektor IV Universitas Mataram ini.

Prof Asikin mengungkapkan, Rachmat Hidayat adalah figur yang harusnya menjadi contoh bagi siapa saja. 

Dia mengungkapkan, bagaimana Rachmat begitu hormat kepada orang tua dan kepada guru. Juga memberikan perhatian yang begitu besar kepada sahabat-sahabatnya.

“Hubungannya dengan sahabat-sahabat beliau, sungguh tidak pernah pupus. Wujudnya seperti yang kita saksikan hari ini,” ucap Prof Asikin.

Diakui Prof Asikin, sebagai tokoh NTB yang kini berkhidmat di tingkat nasional, Rachmat memang disebutnya sebagai figur yang jarang bicara di hadapan publik. Misalnya dengan muncul di televisi. 

BACA JUGA: Prabowo Subianto Menggema di Arena Musra XXIV NTB

Tapi dalam mewujudkan hal-hal nyata yang dibutuhkan oleh masyarakat NTB, Rachmat nyaris tidak pernah alpa.

“Itu menunjukkan betapa beliau benar-benar memahami persoalan NTB dan persoalan daerah,” imbuhnya.

Prof Asikin mengaku, dirinya mengetahui dan mengikuti dari pemberitaan media, bagaimana Rachmat hadir di tengah-tengah persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat. 

Mulai dari membantu memugar rumah tidak layak huni milik warga tidak mampu. Membantu penyandang disabilitas. 

Membantu pondok pesantren, sekolah, dan juga tempat ibadah. Hadir pula secara langsung untuk membantu kepentingan seluruh umat.

Prof Asikin bahkan sempat bertanya pada diri sendiri. Sebab, Rachmat berasal dari PDI Perjuangan yang merupakan partai nasionalis. 

Namun, dalam aksi nyata untuk membantu masyarakat NTB, apa yang dilakukan politisi lintas zaman tersebut, sudah melebihi dari apa yang dilakukan kader partai yang berbasis religius.

“Kami begitu bangga, memiliki sosok pemimpin seperti Pak Rachmat,” ujar Prof Asikin. (*)

 

 




Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Kerukunan untuk Indonesia hebat, itu tajuk doa kerukunan tokoh agama di Banten untuk sambut Ramadhan

LombokJournal.com ~  Memasuki bulan puasa menciptakan kedamaian, itu yang dupayakan tokoh dari berbagai agama dengan memanjatkan doa kerukunan. 

Gelar doa kerukunan itu berlangsung di Kota Cilegon,  Senin 20/03/23 lalu, bersamaan dengan Rapat Kerja Wilayah Kanwil Kemenag Banten.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Ramafhan 

Doa dipimpin Ketua MUI Provinsi Banten, KH. TB. Hamdi Ma’ani didampingi tokoh agama lainnya, dari Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. 

Salah satu komitmen para tokoh dari berbagai agama itu, yakni tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kegiatan politik praktis.

Doa Kerukunan dengan tajuk ‘Banten Rukun untuk Indonesia Hebat’  dihadiri, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, M. Agus Setiawan, Wakil Ketua MPR, Yandri Susanto, dan Staff Khusus Menag RI, Abdul Rochman.

Doa itu merupakan komitmen para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Banten untuk terus menjaga kerukunan. 

BACA JUGA: Kerukunan Nasional, Unsur Utama Kerukunan Umat Beragama

Saat itu dilakukan juga deklarasi dan pernyataan sikap tokoh agama yang dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, AM. Romli. 

“Kami berkomitmen untuk menjaga dan tidak menggunakan rumah ibadah untuk kegiatan politik praktis,” kata AM. Romli saat membacakan salah satu poin deklarasi.

Saat itu, Kepala Kanwil Kemenag Banten, Nanang Fatcurrochman mengatakan, sebagai bangsa yang besar, keberagaman dan keberlangsungan hidup bangsa Indonesia harus terus dijaga.

“Berdirinya Vihara Avalokitesvara di samping Masjid Agung Banten adalah saksi sejarah kerukunan yang telah dijalin oleh nenek-moyang kita, keharmonisan Masjid Agung At-Tsauroh Serang dengan Gereja Kristus Raja juga menjadi saksi bahwa Banten adalah wilayah yang rukun dan harmonis sejak dahulu kala,” kata Nanang.

Doa kerukunan dan deklarasi bersama para tokoh lintas agama dan pengurus rumah ibadah  se-Provinsi Banten sebagai wujud komitmen Banten untuk tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat politik peraktis menjelang Pemilu 2024.

“Inilah komitmen kami, segenap elemen masyarakat Banten, untuk selalu hidup berdampingan dengan rukun dan harmonis,” jelas Nanang.

Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto mengatakan, pesan yang bisa diambil dari deklarasi tersebut adalah jelas, Banten tidak akan terpisah dari NKRI. 

Bahkan, menurut Yandri, segala sesuatu yang terjadi di Banten, merupakan tanggung jawab semua umat beragama.

“Para ulama yang hadir di sini, bersatu, memastikan bahwa Indonesia sudah begini, lahir begini, jangan sampai berfikiran yang lain, apalagi ingin merubah dasar negara kita,” kata Yandri.

Yandri berharap, dengan adanya doa kerukunan dan deklarasi tersebut, Banten bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain di Indonesia.

“Perbedaan sudah pasti. Yang sudah berbeda, jangan dipaksa sama, karena sejatinya perbedaan itu kebanggaan kita. Perbedaan itu harus kita syukuri dan kita rawat. Karena perbedaan, ada Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berpesan, berbeda warna itu boleh namun yang lebih penting adalah benderanya tetap merah putih. 

“Merah putih adalah kebanggaan kita, tidak boleh kita robek, tidak boleh kita korbankan demi kepentingan politik,” tegasnya.

Stafsus Menag RI, Abdul Rochman menambahkan, sesama anak bangsa, sudah menjadi kewajiban untuk mensyukuri kondisi bangsa yang majemuk. Menurut Gus Adung, sapaan akrabnya, banyak negara yang berdiri karena satu kepentingan, namun pada akhirnya timbul konflik dan perang saudara.

“Tapi Indonesia, dengan keragaman yang luar biasa, tetap bisa bersatu dan harmonis. Program moderasi beragama, hakikatnya kewajiban kita untuk merawat warisan bangsa Indonesia yang majemuk ini,” kata Gus Adung.

Tahun 2023-2024 merupakan tahun politik. masyarakat diharapkan menjaga dan tidak berkonflik karena kepentingan politik, apalagi adanya politisasi agama di rumah ibadah.

“Kita pastikan rumah ibadah kita steril dari kampanye poiltik,” tegasnya. 

BACA JUGA: Seminar Kebangsaan, Hari Jadi ke 70 Nahdlatul Wathan

Belajar dari Pangkalpinang

Sambut Ramadhan, Menag Yaqut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Vihara
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

Di Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meletakkan batu pertama pembangunan Vihara. 

Penganut 6 agama, Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Khonghucu, dan Hindu, semuanya ada di Kelurahan Bacang. Meski demikian, tetap terjaga harmoninya. Ini keren.

Pangkalpinang merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Di Kelurahan Bacang ini, sudah berdiri lima masjid, dua gereja Kristen, satu gereja Katolik, satu Vihara, satu Pura, dan lima Klenteng. Ini Indonesia banget

Warganya paham betul bagaimana memberi penghormatan pada darah yang tertumpah, air mata yang mengering, dan harta rakyat yang telah diserahkan untuk merebut kemerdekaan. Mereka bernegara dengan sungguh-sungguh. ***

Sumber: Kemenag RI




Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1444 Hijriah

Menteri Agama mengumumkan hasil sidang Isbat Yaqut Cholil Qoumas melalui Konferensi Pers terkait penetapan Awal Ramadhan 1444 H

LombokJournal.com ~ Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1444 Hijriah pada Rabu (22/03/23). 

Seperti biasa, Sidang Isbat Awal Ramadan dilaksanakan setiap 29 Syakban, yang tahun ini bertepatan dengan hari Rabu.

BACA JUGA: Jemaah Haji Khusus Bisa Mulai Melunasi Bipih

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam Konferensi Pers, hari Rabu, menyampaikan penetapan Awal Ramadhan 1444 H pada hari Kamis, 23 Maret 2023.

Menurut Menag, berdasarkan hisab posisi hilal seluruh Indonesia, sudah di atas ufuk telah memenuhi kriteria Mabims dan laporan rukyatul hilal. 

“Kita bersepakat secara mufakat 1 Ramadhan 1444 H hari Kamis 23 Maret 2023 masehi,” kata Yaqut.

Ketinggian hilal seluruh Indonesia pada posisi antara 6 derajat 46,2 menit sampai 8 derajat,43,2 menit sudut elongasi 7,93 derajat sampai 9,54 derajat.

Menag menyinggung, awal puasa yang dilakukan tahun ini tanpa ada perbedaan. Diharapkan ini bisa jadi simbol kebersamaan bagi umat Islam dalam negeri.

“Kita berharap dengan hasil sidang isbat seluruh umat islam Indonesia menjalankan puasa Ramadhan secara bersama-sama. Semoga jadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia. Kebersamaan ini jadi wujud kita semua sebagai anak bangsa untuk menatap masa depan bangsa lebih baik,” jelasnya.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Puasa

Sidang Isbat Awal Ramadan tahun ini digelar secara hybrid, atau gabungan antara daring dan luring. 

Selain melibatkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, pelaksanaan rangkaian sidang isbat juga mengundang Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, dan lainnya.

Pelaksanaan Sidang Isbat

Adib menjelaskan mekanisme sidang isbat
Adib, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib menjelaskan, rangkaian pelaksanaan sidang isbat akan dibagi dalam tiga tahap. 

Pertama, seminar pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1444 H berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomi. Pemaparan dilakukan Tim Hisab Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB dan terbuka untuk umum.  

“Sesi seminar yang terbuka untuk umum inilah yang digelar secara hybrid karena kapasitas ruangan yang terbatas,” jelasnya.

Rangkaian kedua, Adib melanjutkan, yaitu pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1444 H. 

“Sesi ini akan dilaksanakan secara luring setelah Salat Magrib dan tertutup untuk umum,” ujarnya. 

Selain data hisab, sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal yang akan dilaksanakan di 124 lokasi di seluruh provinsi Indonesia. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas

Hasil sidang isbat yang merujuk hasil rukyatul hilal kemudian dilangsungkan telekonferensi pers yang dilakukan Meneteri Agama. Dan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan media lainnya. ***