NTB Harus Konsisten Tingkatkan Kualitas Posyandu Keluarga

 Berdasarkan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), angka stunting di NTB terus menurun

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, memimpin rapat Persiapan Pendampingan Intervensi Stunting untuk percepatan penurunan stunting di Provinsi NTB, berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja, Selasa (11/04/23).

Ummi Rohmi minta agar NTB konsisten meningkatkan kualitas Posyandu Keluarga. Intervensi dengan tepat sehingga angka stunting benar-benar turun signifikan dan tepat sasaran untuk mencapai target 14 persen tahun 2024.

BACA JUGA: Saat Inflasi Masyarakat Harus Tetap Semangat dan Tak Menyerah

Wagub ajak kabupaten/kota se NTB gotong royong tangani stunting
Wagub Ummi Rohmi

Angka stunting di NTB berdasarkan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) terus mengalami penurunan. 

Tahun 2019 hasilnya 25,5 persen input baru 70,5 persen, kemudian 2020 23,3 persen untuk inputnya 82,7 persen. 

Mulai 2021 setelah 100 persen posyandu keluarga terbentuk di NTB inputnya sudah 98,54 persen, dan hasilnya 19,2 persem. 

Tahun 2022 menjadi 16,8 persen dan 2023 report terakhir pada Februari 2023 dengan input 97,87 persen hasilnya 14,76 persen..

“Kita harus terus pastikan seluruh balita, ibu hamil, remaja agar terintervensi dengan baik dan benar sehingga angka real yang kita laporkan itu memang betul angka stunting. Memang benar kondisi balita kita seperti itu, fokus dengan itu maka insyaallah yang kita inginkan untuk mewujudkan anak-anak sehat,” jelas Ummi Rohmi 

Dengan E-PPGBM bisa dilihat bagaimana begitu complicated nya kasus stunting ini. 

BACA JUGA: RS Mandalika Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Tidak terlepas dari kondisi lingkungan, tidak buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum, makan minum rumah tangganya baik pengolahan sampah rumah tangga, limbah cair rumah tangga, kalau semua sudah baik intervensi spesifik gizi akan sangat efektif menurunkan angka stunting sehingga ini harus menjadi evaluasi bersama. Kepada ibu hamil juga diharapkan agar melakukan USG di puskesmas terdekat yang sudah menyediakan alat untuk USG. Kepada remaja ataupun calon ibu yang anemia juga diharapkan rajin minum vitamin penambah darah.

Wagub NTB mengajak seluruh kabupaten/kota ikut bergotong royong dalam gerakan bakti stunting, dengan menyumbang telur seikhlasnya untuk kemudian disumbangkan kepada anak-anak stunting.

Peran TP PKK

Ketua TP.PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc juga menyampaikan peran yang sudah coba dilakukan oleh TP PKK provinsi untuk ikut membantu program pemerintah dalam pencegahan dan penanganan.

Sebagai contoh yang sudah dilakukan di Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara, sasaran dalam satu desa tersebut terdapat 34 anak stunting. 

Dengan terus intens memberikan protein tambahan berupa telur selama 3 bulan, dari yang semula berjumlah 100 anak, kini turun tinggal 5 orang anak.

TP PKK masih menggodok konsep agar bisa lebihmemberikan signifikasi dari hasil yang diberikan. 

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Tinarbuka KI Pusat

“Dari PPI Provinsi kita saat ini juga sedang merancang pilot project dapur sehat atasi stunting ini mulai di Kota Mataram kita berencana untuk melakukan intervensi di satu kelurahan dengan bentuk dapur yang sama, insyaallah akan dimulai setelah bulan Ramadan nanti. Tentu kami mengharapkan kerjasama dari semua pihak untuk terus sama-sama mensukseskan program-program dalam mengatasi stunting ini,” tutup Bunda Niken. ***

 

 




RS Mandalika Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Sejak beroperasi tahun 2021, RS Mandalika menargetkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan agar masyarakat makin terlayani 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Rumah Sakit Mandalika Provinsi NTB yang terletak di lingkar Destinasi Parisawa Super Prioritas (DPSP) Mandalika terus berikhtiar memberikan pelayanan yang terbaik. 

Tidak saja kepada para wisatawan namun juga kepada seluruh masyarakat NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Anugrah Tinarbuka KI Pusat

RS Mandalika meningkatkan layanan kesehatan untuk masyarakat

Untuk itu di tahun kedua sejak beroperasi efektif pada tahun 2021 lalu, RS Mandalika menargetkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan dapat terwujud. Agar masyarakat makin merasakan manfaat dan pelayanan di Rumah Sakit Mandalika.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Rs Mandalika dr. Oxy Tjahjo Wahjuni, Sp. EM, Senin (10/04/23). 

“Insyaallah keberadaan  rumah sakit Mandalika akan semakin terasa kebermanfaatannya. Terlebih tinggal selangkah lagi akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga masyarakat akan semakin Terlayani,” jelas dr Oxy yang juga  dokter spesialis emergency tersebut. 

Menurutnya fasilitas dan kesiapan untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terus digesa. Komunikasi juga terus dilakukan secara intens untuk memastikan kemajuan seluruh syarat yang dibutuhkan BPJS Kesehatan akan tercapai dalam waktu dekat. 

“Syarat ketersediaan tempat tidur serta syarat-syarat lain yang menjadi indikator kerjasama kami targetkan selesai di semester satu  sehingga masyarakat dapat berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan di Rs Mandalika sesegera mungkin,” terang dr. Oxy.

Direktur RS Mandalika juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat di Rs Mandalika. 

Meski saat ini belum bekerjasama dengan BPJS, tarif layanan sebenarnya sudah sangat terjangkau. 

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Lotim, Bang Zul Bertemu Guru Ngaji

“Layanan di Rs Mandalika sudah sangat lengkap, dokter spesialis dasar dan penunjang tersedia. Bahkan layanan konsultasi dokter spesialis sangat terjangkau, hanya di angka 30 ribu rupiah,” jelas dr. Oxy. 

Dikatakan, beroperasinya RS Mandalika jumlah masyarakat yang terlayani makin hari makin bertambah. 

“Tidak hanya layanan gawat darurat tetapi juga poliklinik spesialis dan rawat inap. Bahkan RS Mandalika juga telah melaksanakan kegiatan operasi gratis bagi masyarakat Lombok Tengah.” terang dr. Oxy

Ia optimis Rumah Sakit Mandalika akan memberikan manfaat yang positif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat NTB. 

Sebelumnya beberapa warga menceritakan pengalamannya melakukan pemeriksaan kesehatan Rumah Sakit Mandalika, salah satunya Sri Utami Rahayu.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda Progresif

“Di saat saya melakukan pemeriksaan medical check up di Rumah Sakit Mandalika, pelayanannya nyaman, teman-teman semua yang berada di sini ramah, murah senyum, tepat dan juga cepat dalam melakukan pelayanan,” ungkap warga Teruwai, Pujut, Lombok Tengah tersebut. ***

 




Wagub NTB Terima Tim Visitasi Tinarbuka KI Pusat 

Layanan informasi RSJ Mutiara Sukma diapresiasi Wagub NTB, karena selalu menempati peringkat terbaik organisasi perangkat daerah (OPD)

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, salah satu pelayanan publik dalam akses informasi adalah keterbukaan. 

Hal itu dikatakan Wagub NTB saat menerima Tim Visitasi Anugrah Tinarbuka dalam rangka Hari Keterbukaan Informasi Publik 2023, di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Selagalas, Mataram (06/04/23). 

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Lotim, Bang Zul Bertemu Guru Ngaji

“Dengan perkembangan digital akses informasi harus makin terbuka agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan pemerintah,” ucap Wagub NTB 

Ia mengapresiasi layanan informasi RSJ Mutiara Sukma yang selalu menempati peringkat terbaik organisasi perangkat daerah. 

RSJ Mutiara Sukma didorong masuk dalam lima besar nominasi  Anugerah Tinarbuka. 

BACA JUGA: Dukungan untuk John ‘Kursi Roda’ dan Pekerja Seni di Lombok

Sementara itu,  Ketua Tim Visitasi Anugerah Tinarbuka, Arya Sandi Yuda mengatakan, berkembangnya keterbukaan informasi karena lingkungan yang mendukung. 

“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB yang berkomitmen menciptakan lingkungan yang baik untuk keterbukaan informasi publik,” ujar Arya. 

Ia menambahkan prestasi NTB dalam keterbukaan informasi telah terbukti dengan peringkat NTB dalam indeks keterbukaan infornasi yang naik ke peringkat tiga. 

Ditambah pula dengan nominasi Anugerah Tinarbuka  yang menjadi satu satunya provinsi yang masuk dalam dua kategori yakni penyelenggara pemilu  diwakili Bawaslu NTB dan RSJ Mutiara Sukma kategori pimpinan OPD.

BACA JUGA: Bunda Niken Serahkan 400 Paket Sembako di Lombok Timur

Dalam visitasi ke berbagai fasilitas rumah sakit dan pengelola informasi, tim didampingi Kepala Dinas Kominfotik, Dinas Kesehatan dan Asisten III NTB ***

 

 




Safari Ramadhan di Lotim, Bang Zul Bertemu Guru Ngaji 

Dalam Safari Ramadhan di Lombok Timur (Lotim), Bang Zul minta pertemuan khusus guru ngaji dengan OJK

LOTIM.LombokJournal.com ~ Rangkaian Safari Ramadhan di Kabupaten Lombok Timur, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersilaturahmi dengan Guru Ngaji Se – Masbagek, Sabtu (08/04/23). 

BACA JUGA: Dukungan untuk Jhon ‘Kursi Roda’ dan Pekerja Seni di Lombok

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengatakan, pentingnya pondok-pondok dan Para Guru Ngaji mempunyai satu unit usaha untuk dapat menghidupi jalannya berbagai kegiatan dan pendidikan yang dilakukan para guru ngaji. 

Selain itu, Bang Zul akan meminta ada pertemuan khusus para Guru Ngaji dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yang akan memberikan pemahaman literasi keuangan kepada para Guru Ngaji. Selanjutnya bisa mendorong dan melakukan pembinaan usaha kepada para Guru Ngaji.

BACA JUGA: Bunda Niken Bagikan Kursi Roda untuk Difabel di Loteng

“Segera kita kumpul bersama kembali dan saya akan hadir kembali,” pungkas Bang Zul.

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB, Kepala Dinas Sosial NTB,  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB,  Kepala Dinas Kesehatan NTB, Kepala  Bakesbang Poldagri NTB,  Karo Pemerintahan Setda NTB, Karo Adm. Pembangunan setda NTB, Direktur RSUP NTB dan rombongan.***

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda Progresif

 

 




Gubernur NTB Terima Kunjungan Anggota Ombudsman RI

Bang Zul sapaan akrabnya Gubernur NTB mendorong Ombudsman NTB lebih proaktif melakukan sosialisasi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah menerima kunjungan anggota Ombudsman Republik Indonesia, Jemsly Hutabarat di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (11/04/23).

BACA JUGA: NTB Harus Konsisten Tingkatkan Kualitas Posyandu Keluarga

Kunjungan anggota Ombudsman ini untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan fungsi mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Sesuai mandat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.

Bang Zul sapaan akrabnya Gubernur NTB mendorong Ombudsman NTB harus lebih proaktif menyapa masyarakat dan melakukan sosialisasi. 

Sebab, masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana fungsi Ombudsman dalam meningkatkan pelayanan publik.

BACA JUGA: Saat Inflasi Masyarakat Harus Tetap Semangat dan Tak Menyerah

“Padahal kalau ada keluhan, ketidakadilan, persoalan hukum dan masalah lain. Masyarakat bisa melapor ke ombudsman,” ungkapnya bang Zul.

Anggota Ombudsman RI, Jemsly Hutabarat mengatakan, Ombudsman RI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat sosialisasi terkait tugas dan fungsi ombudsman.

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Tinarbuka KI Pusat

“Masalah-masalah yang dilaporkan oleh masyarakat. Ombudsman akan tetap merespon dengan cepat dan menyelesaikannya sesuai prosedur yang berlaku. Karena itu tugas utama kami,” tegasnya. ***

 

 




Dukungan untuk John “Kursi Roda” dan Pekerja Seni di Lombok

Memuliakan kaum difabel, Rachmat Hidayat beri dukungan untuk musisi Sasak John “Kursi Roda” dan penyandang disabilitas Pulau Lombok

MATARAM-LombokJournal.com ~ Politisi PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat memberi perhatian dan dukungan untuk John “Kursi Roda”, salah seorang penyanyi dan pencipta lagu Sasak yang memiliki nama masyhur di Pulau Lombok.

BACA JUGA: Bunda Niken Bagikan Kursi Roda untuk Difabel di Lombok Tengah

Rachmat Hidayat mengajak piha lain untuk memberi dukungan pada kaum difabel

Anggota DPR RI itu juga memberi perhatian kepada sejumlah penyandang disabilitas lainnya. Mereka mendapat bantuan kursi roda manual untuk memudahkan aktivitas mereka. 

John diembel-embei ‘kursi roda’ karena pekerja seni ini penyandang disabilitas, dan harus selalu duduk di kursi roda.

 Semenjak usia delapan tahun, ayah dua anak dengan nama asli Zainuddin tersebut menderita polio. Semenjak itu, John, tidak bisa berjalan. Kepada John, Rachmat menyerahkan bantuan kursi roda elektrik.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda yang Progresif

Pertengahan pekan lalu, Rachmat janjian bertemu dengan John di rumah Mas Santo, salah seorang pengusaha di Mataram yang dekat dengan sejumlah pekerja seni di Lombok. 

John datang bersama dengan M Zulaipi, rekannya sesama penyandang disabilitas yang tidak memiliki kaki.

Rachmat mengatakan, berbagi dan memperhatikan kaum difabel menjadi prioritasnya, lantaran hal tersebut sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan sosial.

Perhatian itu untuk memberikan dukungan kepada kaum difabel agar dapat hidup dengan nyaman dan bahagia di lingkungan mereka.

“Bantuan kursi roda ini kita harapkan akan membantu John dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki mobilitas yang tidak lagi terbatas,” ucap Rachmat.

Anggota Komisi VIII DPR RI menegaskan, kaum difabel adalah kelompok yang seringkali diabaikan oleh sebagian kita. 

Padahal mereka membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih.

“Dengan memberikan dukungan kepada mereka, kita dapat membantu mereka merasa lebih dihargai dan diterima di lingkungan sekitarnya. Termasuk memperkuat tali persaudaraan dan solidaritas antar sesama kita sebagai umat manusia,” imbuh politisi senior lintas zaman ini.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini pun menggugah pihak lain, untuk juga turut memberi perhatian dan dukungan kepada kaum difabel. 

Mulailah hal tersebut kata Rachmat, dengan kaum difabel yang ada di sekitar terlebih dahulu. 

Dukungan tersebut pun tak melulu harus berupa finansial. Berbagi waktu atau tenaga, juga tentulah akan sangat bermanfaat untuk mereka.

 Atau menghindari perilaku diskriminatif atau merendahkan mereka juga adalah sebuah dukungan yang luar biasa pula.

“Sesungguhnya saudara-saudara kita yang secara fisik memang kekurangan, juga memiliki hak-hak yang setara dengan kita sebagai warga negara,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Bang Zul Bagikan Sembako dan Sayuran di Dusun Semaya, Lotim

Bertemu dengan John dan M Zulaipi, Rachmat pun tak henti mengucapkan kekaguman kepada mereka. Di tengah keterbatasan mereka secara fisik, semangat hidup mereka tak pernah padam. 

Tak sekalipun mereka merasa rendah diri. Tak ada pula keluhan yang terlontar. 

Semangat mereka untuk berkreativitas demi hidup yang lebih baik, juga sangat patut diacungi jempol.

John, adalah pencipta lagu-lagu Sasak yang karyanya meledak dan banyak digandrungi khalayak. John mengaku, dirinya kini masih rutin manggung. 

Mulai dari acara hajatan, hingga perkawinan. Dalam sepekan, dia bisa manggung hingga empat kali.

“Untuk tarif, biasanya saya tidak mematok harga,” kata John.

Sementara Zulaipi, saat ini bekerja sebagai tukang reparasi alat-alat elektronik. Dengan cara itulah kaum difabel asal Peringgarata, Lombok Tengah ini, dapat menghidupi keluarganya.

John dan Zulaipi, adalah dua contoh penyandang disabilitas yang menolak hidup dari belas kasihan orang lain. Mereka bekerja keras untuk dapat memberi penghidupan yang layak bagi anak dan istri mereka. 

Baik John dan Zulaipi, saat ini memang sudah berkeluarga. John telah memiliki dua anak. Sementara Zulaipi memiliki satu buah hati.

“Kami memang tidak ingin hidup hanya untuk menjadi sampah di bumi,” kata John. Zulaipi, mengangguk. Setuju dengan apa yang dikatakan John.

Rona bahagia terpancar dari raut wajah mereka, saat menerima bantuan kursi roda dari Rachmat Hidayat. 

John, lalu mencoba kursi roda elektrik yang harganya Rp 27 juta satu unit tersebut. Zulaipi juga mengayuh kursi roda manual yang diterimanya. Mereka pun berucap rasa syukur, lantaran telah mendapat perhatian yang disebutnya tak terhingga dari Rachmat Hidayat.

Kepada Rachmat, John pun berjanji akan membuatkannya lagu. Hal yang membuat Rachmat surprise. 

Politisi berambut perak ini pun mengaku sudah tak sabar menantikan lagu gubahan dari John rampung untuknya.

Rencananya, jika tak ada aral melintang, Rachmat juga akan mempertemukan John secara langsung dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

Rachmat ingin agar John, bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi permasalahan para penyandang disabilitas di NTB, sehingga pemerintah dapat memberi atensi terhadap hal tersebut. 

BACA JUGA: Bunda Niken Bagikan 400 Paket Sembako di Lotim

Rachmat juga ingin, agar John juga nanti mendapat bantuan alat-alat bermusik dan fasilitas rekaman dari Kementerian Sosial, sehingga hal tersebut dapat menopang kreativitas John dalam bermusik.

“Pada kreativitas pekerja seni seperti John dan pekerja seni lainnya di Pulau Lombok, lagu-lagu Sasak akan bisa kita harapkan naik kelas dan orisinilitasnya tetap terjaga,” ucap Rachmat.***

 




Bunda Niken Bagikan Kursi Roda kepada Difabel di Loteng

Bulan Ramadhan harus diisi dengan hal-hal yang baik, kata Bunda Niken dan tak boleh mengurangi sesama untuk bermanfaat pada orang lain

LOTENG.LombokJournal.com ~ Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Zulkiefliamansyah menyerahkan kursi roda kepada Difabel di Desa Pringgarata, Lombok Tengah.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda yang Progresif

Bunda Niken mengingatkan, agar buan Ramadhan diisi dengan kebaikan

Saat menyerahkan kursi roda di Ponpes Arrahmah NW, Minggu (09/04/23), Bunda Niken mengingatkan untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan berbagi kebahagiaan dengan siapa pun. 

Terutama kepada difabel, lansia, jompo hingga anak yatim.

“Alhamdulillah, kita harus banyak-banyak bersyukur, kita dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan,” ungkap Bunda Niken.

BACA JUGA: Bang Zul Bagi Sembako dan Sayuran di Dusun Semaya, Lotim

Dikatakan, di bulan Ramadhan tidak boleh mengurangi sesama untuk tetap bermanfaat kepada orang lain. Ramadhan harus diisi dengan hal-hal baik.

Satu kali kebaikan di bulan Ramadhan, sama seperti seribu kebaikan di luar Ramadhan.

“Kepada anak-anakku yang difabel, tetap semangat, kalian semua luar biasa, Bunda sayang sama kalian. Pesan Bunda, keterbatasan tidak boleh menghalangi kalian untuk terus belajar,” kata Bunda Niken.

BACA JUGA: Biaya Haji 1444 H, Besarannya Sudah Diatur dalam Keppres

Kemudian ia menyerahkan kursi roda dan paket sembako kepada masyarakat. ***

 

 




Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda yang Progresif

Menurut Direktur Mi6, Pilgub NTB 2024 merupakan panggung anak muda, bukan milik petahana atau mantan incumbent

MATARAM.LombokJournal.com  ~  Ketidakpuasan atas kinerja petahana ataupun mantan petahana, menjadi pemantik bagi masyarakat mencari alternatif pemimpin yang lebih baik. Tentu saja bisa mengatasi persoalan yang dihadapi daerah.

Menurut Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, Pemilihan Gubernur (Pillgub) NTB tahun 2024, akan menjadi panggung bagi anak-anak muda di NTB.

BACA JUGA; Bang Zul Bagikan Sembako dan Sayuran di Dusun Semaya, Lotim

Dalam Pilgub NTB 2024, petahana akan diganti anak mmmuda yang progresif dan smart

“Tak ada yang bisa menampik, saat ini banyak masyarakat yang merindukan adanya pemimpin yang lebih segar, inovatif, dan memiliki visi jangka panjang. Para pemimpin muda memiliki semua itu,” kata Bambang di Mataram, Ahad (09/04/23).

Mantan Eksekutif Daerah WALHI yang karib disapa Didu ini mengambil contoh, kemenangan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.

Hal itu menunjukkan, anak muda mampu menjadi alternatif pemimpin daerah yang kompeten, dan mampu merespon kebutuhan masyarakat dengan baik.

Anak muda dengan kreativitas, keberanian, dan kemampuan untuk berpikir out of the box yang mereka miliki. Mampu menawarkan solusi yang lebih tepat sasaran dan lebih adaptif dengan perkembangan zaman.

“NTB memiliki sejumlah kandidat pemimpin muda yang memiliki kualitas memadai sebagai seorang pemimpin. Mereka jago kemampuan dalam manajemen dan juga unggul dalam hal kepemimpinan dan analisis kebijakan. Selain itu, mereka juga memiliki jaringan yang luas dan aktif terlibat dalam kegiatan masyarakat,” kata Didu.

Didu tak hendak menyebut nama. Namun, jika arus keinginan masyarakat yang merindukan pemimpin yang lebih segar, inovatif, dan memiliki visi jangka panjang ini terus menggema, maka incumbent dan mantan petahana diprediksi akan out dari Pilgub NTB tahun 2024.

BACA JUGA : Bunda Niken Bagikan 400 Paket Sembako di Lombok Timur

“Anak muda memiliki potensi yang besar untuk memimpin dan memberikan inovasi bagi daerah mereka. Anak muda memiliki gagasan yang segar, keberanian untuk berubah, dan keterbukaan dalam menerima masukan dari masyarakat,” tandas Didu.

Selain itu, aktivis senior Bumi Gora ini juga menyebutkan, bahwa anak muda mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial dengan efektif. 

Hal itu menjadikan mereka lebih unggul lantaran dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Menurut Didu, NTB sudah memberi kesempatan kepada pemimpin yang sudah tidak lagi muda pada Pilgub NTB tahun 2018. Namun, lihatlah hasilnya kini. 

Tiga tahun terakhir, tata kelola keuangan daerah sungguh amburadul. Utang Pemprov NTB menumpuk hingga ratusan miliar kepada rekanan/Kontraktor yang telah menuntaskan proyek milik Pemprov NTB. 

Hal yang tidak pernah terjadi dalam sejarah Bumi Gora sebelumnya.

Begitu pun dalam hal posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB, yang hingga kini masih bercokol pada posisi 29 dari 34 provinsi di Indonesia. 

Betapapun telah terjadi peningkatan dalam hal capaian sejumlah indikator terhadap komponen penentu IPM. 

Namun kata Didu, posisi IPM NTB tersebut tak bisa menutup mata betapa sektor pendidikan, sektor kesehatan seperti usia harapan hidup, dan juga pengeluaran riil per kapita masyarakat NTB, berada pada posisi nomor enam dari bawah.

“Akan menjadi sesat pikir dan sangat melawan logika, jika ada yang menyebut, posisi enam dari bawah tersebut adalah sebuah prestasi,” tandas Didu.

Kinerja Tidak Memuaskan

Tentu kata Didu, jika hendak diurai dan dibedah satu persatu, akan banyak sisi yang bisa dikemukakan sebagai telaah kritis atas kepemimpinan di NTB saat ini. 

BACA JUGA: Perhatian untuk Santri Generasi Perama Muallimat NW

Dia mengingatkan, kinerja yang tidak memuaskan dari petahana, menjadi salah satu faktor yang paling penting untuk tidak melanjutkan kepemimpinan di periode berikutnya. 

Jika masyarakat tidak puas pada kinerja tersebut, karena pemimpinnya tidak mampu memenuhi harapan dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh daerahnya, maka masyarakat akan mencari alternatif pemimpin yang lebih baik.

Karena itu, Didu menegaskan, menjadi sangat wajar jika masyarakat NTB kemudian merindukan pemimpin yang muda, segar, dan inovatif untuk memimpin daerah. 

Hal itu kata analis politik yang dikenal humble ini, karena banyak masalah dan tantangan yang dihadapi oleh NTB saat ini.

NTB membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memimpin dengan cara yang berbeda dan inovatif.

“Pemimpin muda cenderung lebih adaptif,  responsif dan Smart  terhadap perubahan zaman dan dinamika sosial yang terus berubah. Selain itu, pemimpin muda juga memiliki kreativitas dan gagasan yang bisa mendekatkan daerah pada solusi dari setiap permasalahan yang dihadapinya,” tandas Didu.

Ditanya terkait pandangan bahwa pemimpin muda identik dengan pemimpin yang minim pengalaman, Didu menegaskan, hal tersebut tidak lagi relevan. 

Dia memberi contoh, bagaimana kepemimpinan anak muda di Kota Solo di Jawa Tengah, telah mampu membuat lompatan bagi daerah dengan inovasinya di sektor pariwisata, pendidikan, dan perekonomian.

“Itu sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bukti betapa pemimpin muda bisa fokus pada kebutuhan masyarakat dengan memberikan respons cepat dan tepat. Pemimpin muda mampu menggalang partisipasi masyarakat, memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman yang cepat, dan tentu saja memiliki integritas dan moralitas,” tandas Didu.

Didu tidak menampik, jika tetap ada tantangan bagi para pemimpin muda. Terutama dalam hal pendanaan kampanye. 

Namun begitu, hal tersebut bukanlah hal yang tidak bisa diatasi. Anak-anak muda yang bertarung di Pilkada dapat menyiasati minimnya dana kampanye dengan membangun relasi yang kredibel dengan masyarakat dan media semenjak jauh-jauh hari sebelum pilkada. Selain itu, mengoptimalkan penggunaan media sosial juga bisa menjadi salah satu alternatif. Pemimpin muda juga dapat menggalang dan menghimpun relawan.

“Yang tidak kalah pentingnya, tentu pemimpin muda harus berkolaborasi dengan partai politik yang juga menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pembiayaan dalam kampanye,” tandas Didu.

Lebih dari itu semua, pemimpin muda juga penting untuk mendesain kampanye yang matang dan efektif. Antara lain dengan fokus menjangkau segmen masyarakat yang menjadi basis dukungan. 

Sehingga dengan cara ini, waktu dan sumber daya yang dimiliki, benar-benar akan dapat dimanfaatkan dengan optimal.(*)

 

 




Bang Zul Bagi Sembako dan Sayuran di  Dusun Semaya, Lotim 

Usai rangkaian Safari Ramadhan di Pulau Sumbawa, Gubernur NTB, Bang Zul menyasar Dusun Semaya Barat, Lotim  

LOTIM.LombokJournal.com ~ Rangkaian Safari Ramadhan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah di Pulau Sumbawa sudah usai.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu melanjutkan Safari Ramadhan ke Lombok Timur.

Lokasi perdana yang menjadi sasaran kunjungan Safari Ramadhan Bang Zul di Lombok Timur, yakni di Masjid Najamudin Dusun Semaya Barat,  Kecamatan Sikur, Sabtu (08/04/23).

BACA JUGA: Bunda Niken Serahkan 400 Paket Sembako di Lombok Timur 

Bang Zul mengatakan, buka bersama pejabat diganti dengan bansos dan pasar murah
Bang Zul didampingi Bupati Lotim

Kehadiran Bang Zul disambut Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmi bersama beberapa pejabat Pemda Lotim lainnya.

Penyambutan ini sangat meriah, karena antusias ratusan warga Dusun Semaya yang ingin  jumpa langsung denagn Gubernur NTB walau dalam keadaan hujan lebat.

Gubernur NTB saat itu menyampaikan arahan Pemerintah Pusat bahwa Pejabat Daerah tidak boleh melakukan buka bersama. 

Kegiatan buka bersaama bisa dialihkan dengan kegiatan Ramadhan berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu, orang jompo dan anak yatim.

Ini adalah rangkaian Safari Ramadhan yang dilakukan Pemerintah Provinsi yang merupakan salah satu program Pemerintah Pusat dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, yakni menggelar pasar murah dan sejenisnya.

Bang Zul menyampaikan upaya Pemerintah ini merupakan hal yang bijaksana. Sebab ekonomi negara sedang melemah, jadi caranya dengan banyak banyak berbagi untuk membantu masyarakat.

BACA JUGA: Biaya Haji 1444 H, Besarannya Sudah Diatur dalam Keppres

“Kondisi perekonomian kita sedang melemah jadi caranya dengan banyak-banyak berbagi untuk membantu masyarakat kita supaya bisa mencukupi kehidupan sehari hari,” ajak Bang Zul.

Bang Zul berharap dengan kesadaran kita semua bisa tetap kompak dan  saling membantu. Mulai  tingkat dusun sampai ke kota.

“Insyaa Allah masyarakat kita tidak ada yang merasakan kesulitan yang berat,” katanya.

Ia menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, kain sarung dan bibit pohon kelapa, yang diserahkan langsung didampingi Bupati Lotim dan Kadistanbun NTB secara simbolis.

Selain itu ditambah beberapa paket sayuran segar yang disiapkan Distanbun NTB untuk masyarakat yang hadir di lokasi tersebut.

Sebelumnya Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas perhatian Pemerintah Provinsi terutama Gubernur NTB yang selalu menyambangi masyarakat di Kabupaten Lombok Timur.

“Alhamdulillah, di Lombok Timur harga-harga kebutuhan sudah mulai normal walau ada beberapa jenis kebutuhan yang masih mengalami inflasi,” tutur Sukiman Azmi.

Sukiman berharap,  adanya pasar murah sangat membantu kebutuhan masyarakat terutama di bulan Ramadhan sampai Idul Fitri.

BACA JUGA: Idul Fitri 14444 H, Bansos untuk 21 Juta Warga Tak Mampu 

“Semoga dengan kegiatan seperti ini masyarakat kita akan terbantukan, bertampak juga untuk berputarnya perekonomian di tingkat desa,” kata Bang Zul.

Usai di Dusun Semaya Barat, Bang Zul menyempatkan mengunjungi Bazar UMKM di Paok Motong walau hujan deras menerpa. ***

 

 




Bunda Niken Serahkan 400 Paket Sembako di Lombok Timur 

Bertepatan dengan bulan Ramadhan penuh berkah, Bunda Niken menyerahkan santuan paket sembako untuk yatim, lansia dan kaum duafa

LOTIM.LombokJournal.com ~ Anak yatim piatu, lansia dan kaum duafa mendapat santuan 400 paket sembako, yang penyerahan secara simbolis dilakukan di Pondok Yayasan Arrahmah Masbagik, Lotim, Sabtu (08/04/23) siang.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Sumbawa Lahirkan Qori-Qoriah Berkualitas

Bunda Niken mengingatkan agar anak yakin dapat meneruskan pendidikannya

Penyerahan santunan paket sembako secara simbolik itu disampaikan Istri Gubernur NTB, Ibu Hj. Niken Saptarini  Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bunda Niken. 

Ia bertindak selaku Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kepedulian Sosial (LKKS) Provinsi NTB, hadir memberikan santunan secara simbolis di Masbagik Lotim.

Bunda Niken mengajak semua yang hadir tetap bersyukur dan meningkatkan amal ibadah kepada Allah Subhanahuwata’ala, Tuhan YME

“Mari kita tetap bersyukur kepada Allah Subhanahuwata’ala, jalani semua amanah dengan baik, mari saling membantu dan tentunya tetap saling peduli untuk membesarkan anak-anak kita juga untuk melanjutkan pendidikan,” pesan Bunda Niken di hadapan para anak-anak yatim, lansia dan kaum duafa.

BACA JUGA: Perhatian untuk Santri Gnerasi Pertama Muallimat NW

Santunan ini berisi sembako seperti beras, minyak, gula juga mie instan. Semua itu diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial dari LKKS NTB  juga bertepatan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Di akhir acara Bunda Niken berharap agar para anak-anak yatim, lansia dan kaum duafa yang ini diberikan kesehatan, keberkahan di bulan Ramadhan dan  bantuan sembako  ini bisa sedikit membantu dan dapat bermanfaat tentunya.

Hadir mendampingi Bunda Niken, Kadis Sosial Provinsi NTB, Ketua LKKS NTB,Hj.Lale Prayatni Gita Ariyadi Istri Sekda NTB, Kadis Sosial Lombok Timur dan Camat Masbagik serta pejabat lainnya yang hadir mewakili.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Trining Camp Dua Pekan di Barcelona

Santunan ini berasal dari kerjasama  Baznas NTB, Dinas Sosial, Lombok Post, Amman, Bank NTB, Mandiri dan  60 LKKS se-Lombok Timur. ***