Diduga Ajarkan Aliran Sesat, Rumah Mengenal Alquran Digerebek Aparat

Pimpinan Aliran Bela Allah saat diinterogasi polisi.(foto: hers/lombokjournal.com)

MATARAM – lombokjournal.com Rumah Toko atau Ruko Mengenal Alquran di bilangan Jalan Bung Karno, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat digerebek tim gabungan yang terdiri atas aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP, Senin (30/1). Aparat pun menurunkan seluruh papan nama secara paksa.

Ruko yang menjadi markas Ajaran Bela Allah atau Bela Ahli Kitab Alquran tersebut diduga dipakai sebagai tempat untuk mengajarkan ajaran sesat yang menyimpang dari Islam. Diduga ajarannya itu menganggap bahwa hadist dan sunnah Rasul adalah hoax atau kabar bohong. Tidak hanya itu, ada dugaan juga ajarannya tidak mewajibkan kepada pengikutnya mengerjakan shalat.

Secara hukum formal pun keberadaan Rumah Mengenal Alquran itu juga dinilai salah. Ini lantaran legalitasnya diduga ilegal karena tidak pernah mengurus perizinan atau memberitahukan kepada aparat setempat.

“Sejak dikabarkan berdiri 2 atau 3 bulan lalu, tidak pernah ada laporan ke kelurahan atau kecamatan. Atas dasar itu kita bongkar tempat mereka. Mereka juga telah membuat keresahan,” tandas Amran, Camat Mataram.

Aktivis Islam dari Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) NTB Zakaria yang melakukan investigasi langsung menyebutkan kalau ajaran yang diajarkan Rumah Mengenal Alquran ini berbeda dengan keyakinan dan syariat agama Islam, mulai dari salam dan bagaimana memahami kandungan Alquran

“Kita tanya ibu itu langsung, memang katanya Hadist Buhori Muslim dan segala tata cara Rasulullah yang disebutkan dalam hadist tersebut hoax. Dari salamnya juga berbeda mereka bilang salamun alaikum,” ujar Zakaria.

Untuk mengantisipasi buruk, pimpinan lembaga ini terpaksa diamankan di Polda NTB. Keduanya diinterogasi di Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas). Selain itu, Tim Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB juga melakukan pendalaman tentang ajaran yang sudah meresahkan masyarakat ini. Hasilnya, MUI NTB menetapkan aliran Bela Allah atau Bela Ahli Kitab Alquran yang menyebarkan keyakinannya di Mataram dan NTB sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.

Salah satu poin yang menyebabkan aliran ini diangap sesat oleh MUI karena mengingkari hadist dan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad. Bahkan menganggap hadist hanya berisi berita bohong.

BACA : MUI Nyatakan “Rumah Mengenal Al-Quran” Sesat

BACA : Siti Aisyah Diamankan Tapi Belum tersangka

Aliran ini hanya mempercayai Alquran, namun sejatinya pimpinan aliran ini dalam anggapan MUI tidak paham membaca Alquran dan hanya mengacu pada terjemahan Alquran saja.

“Kita juga bisa memastikan pahamnya sesat karena tidak mengakui hadits Nabi Muhammad. Dia tidak menerima cara-cara kita shalat karena katanya tidak ada di dalam Alquran,” tandas Syaiful Muslim, Ketua MUI NTB.

Untuk menindaklanjuti kasus yang diduga sudah masuk kategori penistaan ajaran agama ini, MUI sepenuhnya menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk memproses secara hukum.

Dir Binmas Polda NTB Kombes Pol Benny Basyir menjelaskan bahwa ajaran ini telah membuat keresahan di masyarakat karena sudah ada dampak. “Atas dasar itu kita akan proses secara hukum. Tadi sudah kita dengarkan pernyataan MUI. Ini masih pengembangan, dan kita masih tanya-tanya mereka,” ujarnya.

Aliran Bela Allah ini meresahkan setelah video salah satu aktivis Islam yang melakukan klarifikasi ke markas aliran ini menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari ini. Bahkan, secara terang-terangan pimpinan aliran ini menyebarkan paham mereka dengan brosur ke sekolah-sekolah menengah umum di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan langsung menyegel markas aliran ini untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi.(hers)




Rizieq Batal Hadir, Tabligh Akbar Bela Islam Khidmat

<img class="size-medium wp-image-3013" src="http://lombokjournal.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh-300×169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="http://lombokjournal generic viagra in usa.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh-300×169.jpg 300w, http://lombokjournal.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh.jpg 512w” sizes=”(max-width: 300px) 100vw, 300px” />
Tabligh akbar di Lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, Minggu (29/1) berlangsung aman.(foto: hers/lombokjournal.com)

LOMBOK TENGAH – lombokjournal.com Puluhan ribu umat Islam dari berbagai penjuru Pulau Lombok, dan Sumbawa tumpah ruah di Lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, menghadiri tabligh akbar dengan tema safari dakwah 212 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Panitia safari dakwah 212, menghadirkan ulama, dan penceramah kondang, seperti Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, KH Zaitun Rasmin, KH Abdul Rasyid AS, dan Dewan Syuro FPI Habib Muhsin bin Ahmad Alatas, serta Sekjen PB NW TGH Hasanain Juaini. Sedianya pentolan sekaligus Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab hadir dan menjadi penceramah dalam tabligh akbar ini, namun batal hadir, tanpa adanya keterangan jelas dari panitia.

Namun, dari saluran telepon seluler, yang disambungkan dengan pengeras suara, Habib Rizieq menyampaikan permohonan maafnya kepada puluhan ribu jamaah yang hadir, karena tak bisa hadir. Dan berjani akan menyapa langsung umat Islam di Lombok usai Pilkada DKI Jakarta nanti. “Sampaikan salam saya, kita akan menyapa mereka usai Pilkada DKI Jakarta,” jelasnya menutup ceramah.

Habib juga menyerukan umat Islam bersatu, dan tetap dalam bingkai NKRI, serta bahu membahu melawan liberalisme dan neokomunis yang saat ini mulai menyerang sendi-sendi negara di Indonesia.

Penceramah Ust Bachtiar Nasir juga menyampaikan hal yang sama, agar terus menjaga persatuan umat Islam, melawan segala bentuk penistaan, dan upaya mengkerdilkan umat Islam, di segala sendi kehidupan bernegara dan beragama.

“Kuncinya bersatu padu, tanggalkan perbedaan atau khilafah. Satu syahadat itulah saudara kita semuslim. Sepakat boikot produk-produk liberalisme dan kolobialisme,” ujarnya dalam ceramah di hadapan puluhan ribu umat Islam.

Tabligh akbar juga dirangkai dengan penggalangan dana bantuan bagi korban banjir Bima. Sedikitnya sekitar 50 juta lebih terkumpul dalam acara tersebut.(hers)




Tablig Akbar, Buni Yani dan Sumbangan Untuk Bencana Bima

Puluhan ribu ummat Islam yang menghadiri Tablig Akbar dengan tema Safari Dakwah 212 lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, Minggu (29/1), tetap antusias meski tanpa kehadiran Rizieq Syihab. Buni Yani juga ikut memeriahkan tablig.

PRAYA.lombokjournal.com — Tablig akbar yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) tetap berlangsung khidmat. Panitia Safari Dakwah 212, menghadirkan ulama, dan penceramah kondang, seperti Ketua GNPF-MUI, Bachtiar Nasir, KH. Zaitun Rasmin, KH. Abdul Rasyid AS, dan Dewan syuro FPI, Habib Muhsin bin Ahmad Alatas, serta Sekjen PB NW, TGH. Hasanain Juaini.

Selain para ulama kondang, acara tablig itu juga mendatangkan Buni Yani putra asli Lombok Timur yang pertama kali mengunggah video dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang saat ini maju menjadi salah satu calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Di atas panggung, Buni Yani menggugah peserta tablig dengan ajakannya agar umat muslim di Pulau Lombok bersatu membela Islam. Dikatakannya, di Jakarta ia berjuang menegakkan Agama Islam.

“Umat Islam mulai bersatu di Jakarta setelah adanya aksi 212. Saya ditetapkan menjadi tersangka dan siap mati untuk membela Agama Islam,’’ tega Buni Yani.

Penceramah Ust. Bachtiar Nasir menyampaikan sewruan yang sama, agar terus menjaga persatuan ummat islam, melawan segala bentuk penistaan, dan upaya mengkerdilkan umat islam, di segala sendi kehidupan bernegara, dan beragama.

“Kuncinya bersatu padu, tanggalkan perbedaan atau khilafah. Satu syahadat itulah saudara kita semuslim. Sepakat boikot produk-produk liberalisme, dan kolobialisme,” ujarnya dalam ceramah dihadapan puluhan ribu ummat islam.

Peserta tabliq tergugah pesan Ustadz Bachtiar Nasir setelah mendengar keinginan umat untuk Revolusi.  Bachtiar berpesan, agar ummat Islam memantapkan aqidah, menguatkan ibadah.
Bukan saàtnya lagi anak muda galau karena cintanya tidak diterima. “Sholat subuh anda harus di masjid jika tidak ingin dikatakan laki-laki sholehah,” katanya yang disambut meriah.

“Bagaimana bisa kita ajak anda berperang, jika anda masih lemah dengan hal-hal yang sepele, bagaimana mungkin kita bisa Revolusi tanpa keimanan yang kuat,” tegas Bachtiar. Ditekankannya, agar ummat Islam menjaga ukhuwah ini, menyelamatan ketauhidan.

Tabligh akbar juga dirangkai dengan penggalangan dana bantuan bagi korban banjir Bima. Sedikitnya sekitar 50 juta lebih terkumpul dalam acara tersebut.

 

hers

 




Riziq Tak Datang, Tablig Tetap Khidmat

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rieziek Syibab batal hadir meski dinanti puluhan ribu ummat Islam dari berbagai Pulau Lombok dan Sumbawa yang memadati menghadiri Tabligh Akbar dengan tema Safari Dakwah 212 lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, Minggu (29/1).

PRAYA. lombokjournal.comBatalnya pentolan FPI, Habib Riziq Syihab hadir dan menjadi penceramah dalam tabligh akbar ini, tanpa alasan jelas. Bahkan hari Minggu pagi panitia belum menjelaskan apakah Riziek jadi datang atau tidak. Malah beberapa orang menginformasikan kalau Riziek masih ada di vila menunggu acara dimulai.

Namun, dari saluran telepon seluler, yang disambungkan dengan pengeras suara, terdengar suara Riziq menyampaikan permohonan maafnya kepada puluhan ribu jama’ah yang hadir. Ia menyatakan tak bisa hadir meski tak menjelaskan alasan yang pasti.

Riziek hanya berjanji akan menyapa langsung ummat Islam di Lombok usai Pilkada DKI Jakarta nanti.

“Mari kita semua sebagai umat muslim untuk tetap bersatu membela Agama Islam. Insya Allah saya akan datang ke Lombok setelah Pilkada DKI Jakarta selesai,’’ kata Rizieq saat menyapa ribuan jamaah yang memadati Alun-Alun Tatura melalui telepon selulernya yang disambungkan dengan pengeras suara.

Riziek menyerukan agar umat Islam bersatu, dan tetap dalam bingkai NKRI, serta bahu membahu melawan liberalisme dan neo komunis, yang saat ini mulai menyerang sendi-sendi negara di Indonesia.

hers




Marhaenisme, Materi Penting Pengkaderan GMNI

MATARAM – lombokjournal.com – Nasionalisme dan Marhaenisme jadi materi penting latihan pengkaderan  Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Komisariat Universitas Nadhlatul Wathan (UNW) Mataram.  Selain mahasiswa UNW, kegiatan pengkaderan pada hari  Sabtu (28/1), juga diikuti perwakilan mahasiswa IKIP Mataram.

Latihan Pengkaderan Tingkat Dasar GMNI yang bertema ‘Rekonstruksi Gerakan Melalui Kajian Ideologi Pancasila Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang’ itu diselenggarakan di Madrasah Aliyah Darul Ihlas Jantuk, Kecamatan Batukeliang, Lombok Tengah.  Kegiatan ini merupakan kelanjutan program penerimaan anggota baru.

Rahman, S.sos, salah seorang alumni GMNI yang menyampaikan materi nilai dasar Nasionalisme berharap, mahasiswa bangga menjadi  warga Negara Indonesia. “Penting kita menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri setiap warga Indonesia,” katanya.

Sedang Sudirman Haryanto, S.Pd, selain menyampaikan Marhaenisme,  juga materi  Manajemen Aksi dan Teknik Persidangan.

Beberapa materi lainnya yang diajarkan dalam latihan pengkaderan ini yakni Manajemen Organisasi, Analisis Sosial, Advokasi dan Pengorganisasian, Pengantar Filsafat dan Metode Berpikir Marhaenisme, Empat Kutub Ideologi, Sarinah, Pengantar Ilmu Politik Indonesia, ditambah materi Muatan Lokal.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars GMNI itu, dilanjutkan sambutan Ketua GMNI Komisariat UNW, Sofian Hasbullah, Ketua DPC GMNI Kota Matara, Anshory dan salah seorang alumnis GMNI, Satriawangse.

“Kegiatan pengkaderan ini dipadatkan, berlangsung sehari semalam,” kata Ketua Panitia, Alwan Jayadi pada Lombok Journal.

Shi

 




Jangan Simpan Kemarahan

Tiap orang pernah marah. Kemarahan benar-benar normal,  dan merupakan emosi manusia sehat.   Tapi seringkali kita berusaha menyembunyikannya.

Kemarahan muncul bisa disebabkan pengaruh eksternal, misalnya mengingat pengalaman buruk dengan orang lain, hubungan personal yang tidak lancar, kecewa pada seseorang, merasa dipermalukan, atau kita dikhianati seseorang.

Selain itu, kemarahan bisa disebabkan gangguan internal. Kemarahan itu kadang-kadang timbul dari tuntutan tidak masuk akal pada keadaan. Misalnya, hidup harus adil. Padahal ketidakadilan di hadapan kita. Keyakinan bahwa kita harus memperoleh perlakuan pantas, sebab kita merasa sebagai pribadi istimewa. Ketika tak terpenuhi bisa menimbulkan emosi kemarahan.

Perlu Ventilasi

Tahu cara mengelola kemarahan diperlukan agar emosi itu tidak menjadi penyakit.  Kemarahan yang tidak mendapatkan ventilasi bisa merusak kesehatan. Tanpa kita sadari bisa menciptakan masalah bagi hubungan dalam keluarga, bisa jadi menyebabkan seseorang berperilaku merusak (destruktif).

Adakah  alasan masuk akal yang membuat kita harus menyimpan kemarahan?.

Bisa jadi kita punya pengalaman masa anak-anak,  diajarkan menahan kemarahan, terutama bagi perempuan.  Saat kita mengekspresikan kemarahan dianggap bersalah atau tidak elok, bahkan ketika diperlakukan semena-mena.

Ada nasehat dari psykolog, memendam kemarahan bisa membuat masalah lain.  Ada penyakit jiwa yang timbul  karena kita menahan kemarahan. Misalnya perilaku pasif-agresif,  seperti  mengungkapkan emosi secara tidak langsung tanpa memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.  Atau bisa jadi menjelma kepribadian yang terus-menerus sinis dan bermusuhan.

Orang yang belum belajar bagaimana secara konstruktif mengekspresikan kemarahannya, bisa menjadi pribadi yang merendahkan orang lain, mengkritik segala sesuatu, dan membuat komentar sinis. Tidak mengherankan, mereka jarang bisa menjalin hubungan sosial yang sukses

Kemarahan yang tidak diekspresikan,  bisa keluar dengan cara lain seperti depresi, mengisolasi diri, makan berlebihan atau sebaliknya tidak makan.  Mungkin menyebabkan kita susah tidur,  dan anda mungkin segera membutuhkan psykolog yang membantu menangani kemarahan berakar dan terpendam

Mengekspresikan Kemarahan

Ketika seseorang dalam situasi menjengkelkan, kemarahan merupakan respon yang dibenarkan. Kemarahan tidak buruk bagi siapa pun.  Ketakutan mengekspresikan kemarahan memicu respon yang berbeda dari berbagai belahan otak. Karena itu, nyatakan kemarahan dan kemudian  beradaptasi  ari kemungkinan yang timbul dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

Memang sering orang takut atas konsekuensi kemarahan.  Misalnya, setiap kali Anda mengekspresikan perasaan Anda khawatir berbuntut perkelahian? Bagaimana Anda tahu dengan pasti bahwa hal itu akan menyebabkan perkelahian?

Kalau kita memendam kemarahan, apakah bisa  dipastikan tidak ada hal buruk terjadi?

Kita bisa merasa berdaya saat bisa mengekspresikan kemarahan, dan belajar tidak menjadi korban lagi. Selanjutnya  emosi kemarahan bisa keluar lebih alami, tanpa rasa malu atau jijik.

Memaafkan

Tentu, memaafkan memang juga perlu. Cobalah mengatur nafas dan menghitung menghitung sampai 10. Melakukan hal ini akan memperlambat tekanan darah, dan menjaga Anda dari membuat kesalahan besar.

Mungkin kita mempunyai pengalaman buruk di jalan raya. Ketika  mengendarai kendaraan, tiba-tiba pengendara lain memotong jalan.  Hampir terjadi kecelakaan fatal.  Kalau orang itu mengaku salah dan tersenyum, kita bisa memaafkan  dan membiarkan kejengkelan kecil berlalu.

Jangan simpan kejengkelan sebab itu bisa mengganggu sistem pencernaan dan sistem jantung, bisa memicu gatal-gatal, migrain, nyeri keseluruhan, dan kecemasan.

Roman Emsyair

(sumber: Health Service)




Marhaenisme, Materi Penting Pengkaderan GMNI

MATARAM – lombokjournal.com – Nasionalisme dan Marhaenisme jadi materi penting latihan pengkaderan  Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Komisariat Universitas Nadhlatul Wathan (UNW) Mataram.  Selain mahasiswa UNW, kegiatan pengkaderan pada hari  Sabtu (28/1), juga diikuti perwakilan mahasiswa IKIP Mataram.

Latihan Pengkaderan Tingkat Dasar GMNI yang bertema ‘Rekonstruksi Gerakan Melalui Kajian Ideologi Pancasila Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang’ itu diselenggarakan di Madrasah Aliyah Darul Ihlas Jantuk, Kecamatan Batukeliang, Lombok Tengah.  Kegiatan ini merupakan kelanjutan program penerimaan anggota baru.

Rahman, S.sos, salah seorang alumni GMNI yang menyampaikan materi nilai dasar Nasionalisme berharap, mahasiswa bangga menjadi  warga Negara Indonesia. “Penting kita menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri setiap warga Indonesia,” katanya.

Sedang Sudirman Haryanto, S.Pd, selain menyampaikan Marhaenisme,  juga materi  Manajemen Aksi dan Teknik Persidangan.

Beberapa materi lainnya yang diajarkan dalam latihan pengkaderan ini yakni Manajemen Organisasi, Analisis Sosial, Advokasi dan Pengorganisasian, Pengantar Filsafat dan Metode Berpikir Marhaenisme, Empat Kutub Ideologi, Sarinah, Pengantar Ilmu Politik Indonesia, ditambah materi Muatan Lokal.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars GMNI itu, dilanjutkan sambutan Ketua GMNI Komisariat UNW, Sofian Hasbullah, Ketua DPC GMNI Kota Matara, Anshory dan salah seorang alumnis GMNI, Satriawangse.

“Kegiatan pengkaderan ini dipadatkan, berlangsung sehari semalam,” kata Ketua Panitia, Alwan Jayadi pada Lombok Journal.

Shi

 




Kecelakaan Bus Pariwisata Asal Cirebon di Malimbu, 2 Tewas 21 Terluka

MATARAM – lombokjournal.com – Bus berpenumpang 28 wisatawan asal Cirebon, Jawa Barat masuk kedalam jurang sedalam 7 meter, di tanjakan Malimbu, Desa Malaka Kecamatan pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Kecelakaan itu akibat rem blong, dan bus tidak bisa mencapai tanjakan.

Evakuasi korman oleh masyarakat (foto: Hers)

Dua penumpang tewas, dan 21 terluka akibat kecelakaan tersebut. Ditemui di tempat kejadian, Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas, Polres Lombok Utara, AKP Agus Pujianto, mengatakan, bus pariwisata Bramasta Trans dengan nomor polisi L 7018 LL diduga jatuh ke jurang setelah tidak mampu naik tanjakan.

“Dugaan sementara bus tersebut tidak kuat naik tanjakan sehingga mundur ke bawah, remnnya blong,  lalu jatuh ke dalam jurang sedalam sekitar tujuh meter,” katanya.

Rombongan wisatawan dari seluruh Samsat se Jawa Barat ini sedianya akan menghabiskan liburan akhir mereka di Gili Trawangan. Namun naas, bus milik Bramasta Transport Yang dikemudikan Supriyanto itu tak terkendali saat mencoba naik tanjakan Malimbu dua.

BACA : Kecelakaan Bus Wisatawan, Hati-hati Tanjakan Bukit Malimbu

Rem tiba-tiba tidak berfungsi, kemudian mundur ke belakan, dan terjatuh ke jurang sedalam 7 meter, menyebabkan tewasnya 2 penumpang atas nama Wawan Hermawan (56) dan Jajat Jatnika (48), 21 lainnya luka-luka termasuk luka parah dan ringan.

Sebagian penumpang yang luka parah saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Pola Nusa Tenggara Barat. Di antara mereka terdapat penumpang patah kaki dan tangan karena terhimpit kursi penumpang. Termasuk penumpang yang tewas disemayamkan di rumah sakit tersebut. Sebagian pennumpang lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB

Salah seorang penumpang menuturkan, gelagat terjadinya kecelakaan sudah dirasakan sebagian penumpang, mengingat kondisi bus tidak prima.  Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dengan minta keterangan pihak perusahaan transport dan saksi mata.

hers




Kecelakaan Bus Wisatawan, Hati-hati Lewat Tanjakan Bukit Malimbu

MATARAM – lombokjournal.com – Bukit Malimbu yang masuk wilayah Lombok Utara, lokasinya sekitar 10 Kilometer sebelah utara Pantai Senggigi, ideal untuk menikmati keindahan panorama laut, terutama saat sunset. Tapi jalan pinggir pantai Malimbu itu ada tanjakan curam.

Panorama pantai dari Bukit Malimbu

Kecelakaan bus berpenumpang 28 wisatawa dari Cirebon, hari Sabtu (28/1) sekitar pukul 10.00 Wita, yang terperosok ke jurang sedalam tujuh meter, bukan yang pertama terjadi. “Pernah ada kendaraan minibus juga tak bisa naik ke tanjakan dan terulling, tapi supirnya bisa mengendalikan, hanya mundur menabrak dinding bukit,” cerita Krisna, yang pernah bekerja sebagai guide..

Bagi bus wisatawan dari luar daerah, perlu diingatkan perlu hati-hati bila melintasi Malimbu, yang biasanya menuju Bangsal untuk menyeberang ke Gili Air, Gili Meno atau Gili Terawangan

“Kalau kondisi kendaraan kurang prima, dan supirnya belum pernah melwati jalan Malimbu, harus hati-hati,” kata Krisna meningatkan.

Bukit Malimbu termasuk salah satu kebanggaan Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Berjarak kira-kira 24 km dari kota Mataram, kurang lebih perjalanan satu jam dengan menggunakan mobil.

Bukit Malimbu yang menghadap pantai itu bisa menjadi pilihan utama untuk menikmati pemandangan sunset di Pulau Lombok.  Panorama sunset lebih sempurna bila langit dalam keadaan cerah. Beberapa guide menuturkan, tempat ini menyuguhkan panorama spesial, yang tidak ditemukan di tempat lain.

Dari tempat ini bisa dilihat dua gili (pulau kecil) yang paling terkenal, yaitu Gili Trawangan dan Gili Meno dari kejauhan, dengan latar belakang sunset. Apalagi samar-samat tampak Gunung Agung di Bali, perpanduan itu merupakan lukisan alam yang indah.

Bukit Malimbu sering dipakai tempat berkumpul berbagai komunitas, misalnya komunitas sepeda, motor gede atau vespa.

Rr




Kementerian BUMN Dorong Percepatan KEK Mandalika

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan landmark “Kuta Mandalika” di Pantai Tanjung Aan, Mandalika Lombok, Jumat (27/1).(foto: hers/lombokjournal.com)

LOMBOK TENGAH – lombokjournal.com Kementerian BUMN mendorong percepatan pengembangan pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Menteri BUMN RI Rini Soemarno menyatakan optimismenya KEK Mandalika siap menjadi destinasi wisata unggulan kelas dunia di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Rini Soemarno usai peresmian landmark “Kuta Mandalika” di Pantai Tanjung Aan, Mandalika Lombok, Jumat (27/1) check my reference.

Menteri BUMN RI Soemarno bersama-sama dengan direksi BUMN yang terlibat dalam kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika, menyaksikan peresmian landmark “Kuta Mandalika” yang juga menandai komitmen dan partisipasi aktif sinergi BUMN tersebut dalam mendukung program percepatan pengembangan pariwisata dan kawasan ekonomi khusus di Mandalika.

“Melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilakukan lebih berbagai BUMN nasional di kawasan Mandalika tersebut, kami mengupayakan kesiapan infrastruktur Mandalika dapat terealisasikan dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, program BUMN Hadir Untuk Negeri ini, kiranya dapat memberikan impact yang jauh lebih besar bagi masyarakat dan juga daerah sekitar melalui pengembangan Mandalika sebagai KEK berbasis pariwisata. Kementerian mendorong BUMN untuk terus aktif bersinergi melakukan percepatan pembangunan destinasi pariwisata di kawasan Mandalika dan Lombok.

Pelaksanaan program “BUMN Hadir untuk Negeri” di Mandalika tersebut berlangsung di lima lokasi, yakni di Tanjung Aan, Bukit Meresek dan Pantai Kuta (ketiganya di KEK Mandalika), Desa Ende (desa wisata binaan ITDC) dan Desa Sembalun, Rinjani, di mana program tersebut dirangkai dengan berbagai kegiatan, antara lain kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR – Corporate Social Responsibility) di bidang pariwisata, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur yang dilaksanakan dari tanggal 26 – 28 Januari 2017.

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo mengungkapkan apresiasinya terhadap Kementerian BUMN yang telah menunjuk Garuda Indonesia sebagai koordinator rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika.

“Kami merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari inisiasi Kementerian BUMN dalam menjalankan visi sebagai pilar pembangunan bangsa melalui berbagai program yang memberi impact yang sustainable bagi masyarakat luas,” ungkap Arif.

Sementara itu, Direktur ITDC Jatmiko Santosa menyampaikan bahwa pendekatan CSR BUMN yang dilakukan pada program BUMN Hadir Untuk Negeri kali ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian progam BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika, Lombok Tengah merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan HUT BUMN Nasional di setiap bulannya.

Melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilaksanakan di kawasan Mandalika tersebut, lebih dari 123 BUMN berkolaborasi dalam membangun berbagai infrastruktur dari berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, peningkatkan mutu sanitasi, penyediaan infrastruktur berbasis mata pencaharian masyarakat setempat, serta peningkatan akses transportasi di wilayah Mandalika.(hers)