Tiga oknum aparat dusun di Dili Trawangan tertangkap tangan karena melakukan pungutan liar pada pengusaha wisata
Mataram-lombokjournal.com- Tim satuan tugas sapu bersih (saber) pungli Porovinsi NTB, melakukan operasi tangkap tangan tiga aparatur Dusun Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (4/02). Tiga oknum aparatur dusun itu melakukan pungutan liar terhadap para pengusaha wisata setempat.
Oknum aparat Dusun Gili Traawangan tertangkap tangan
Ketiga pelaku, masing-masing inisial H dan MS berperan sebagai pengumpul pungutan, serta FM selaku Bendahara Dusun, digelandang ke Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB, untuk menjalani pemeriksaan.
Ketiga pelaku mengaku pada petugas, pungutan liar yang dilakukan pada hampir 526 tempat usaha wisata Gili Trawangan itu atas peritah Kepala Dusun. Tiap bulannya mereka mengumpulkan ratusan juta rupiah.
”Rata-rata uang terkumpul dari pungli ini, sekitar 215 juta per bulan. Penarikan pungutan dialakukan 2 orang, kemudian setornya ke bendahara dusun,” jelas Wakil Ketua Satgas Saber pungli NTB, Ibnu Salim.
Besaran pungutan tanpa dasar terhadap masing-masing tempat usaha di Gili Trawangan ini, berbeda-beda, tergantung dari jenis usahanya. Mulai dari usaha kuliner, tempat hiburan, restoran, penginapan dan hotel berbintan.
“Dasar mereka hanya kebijakan Kepala Dsun, dengan kesepakatan beberapa orang dengan dalih untuk biaya kebersihan, security, dan operasional dusun,” imbuhnya..
Dari tangan ketiga pelaku satgas mengamankan, uang tunai sebesar Rp 63.185.000 yang diduga hasil pungutan liar, dua buah laptop sebagai alat rekap pungutan telpon genggam, dan buku tabungan yang juga diduga sebagai tempat menampung dana pungutan tak bersar itu.
Ketiga pelaku saat ini diamankan di Subdit III Tipikor, Ditreskrimsus Polda NTB, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Lantaran ketangkap basah mencuri celana pendek, Lisa Stahle bule cantik asal swedia, Kamis (2/2), sekitar pukul 09.00 wita diarak keliling Gili Trawangan
KLU.lombokjournal.com — Lisa Stahle warga negara Swedia diarak keliling Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pasalnya, yang bersangkutan mencoba mengambil celana pendek warna bunga bunga dan keluar meninggalkan butik tanpa membayar.
Lisa Stahle bule cantik asal swedia diarak keliling pulau
Sekitar pukul 09.00 wita, Kamis (2/2), pelaku bersama temannya masuk toko yang menjual pakaian pantai milik Edi, Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kec. Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kedua orang itu hanya berbelanja bersama satu baju, namun setelah Lisa melihat-lihat ia langsung membawa sebuah celana pendek.
Setelah tamunya keluar, pemilik mengecek kembali barang yang ada di toko butiknya. Ternyata salah satu barangnya tidak ada. Kontan pemilik toko mengejar tamu tersebut. Setelah memeriksa tas tamunya, ia menemukan satu celana pendek.
Pemilik toko langsung membawa yang bersangkutan ke kantor Satpam setempat. Sebenarnya pollisi yang bertugas di pulau itu menyarankan pemilik toko membuat laporan agar polisi mempunyai dasar untuk melakukan penahan dan penyidikan.
“Namun pelaku harus menjalani hukum adat itu,” kata Kapospol Subsektor Gili Indah, Ipda I Ketut Artana, Kamis pagi. Tindakan dari pihak kepolisian mendatangi TKP, mengambil keterangan dan hanyas mengamankan pelaku.
Dijelaskannya, pemilik toko tak mau melanjutkan ke pidana, mengingat barangnya seharga Rp. 210,000 sudah dikembalikan dan pelaku sudah kena sangsi adat
Diarak berkeliling merupakan cara adat sesuai awig-awiq warga Gili Trawangan sudah berlangsung lama. Hukuman adat itu berlaku bagi wisatawan lokal atau mancanegara bila kedapatan melakukan tindak kriminal.
Mengarak bule keliling pulau yang kedapatan mencuri sudah beberapa kali terjadi. Setelah diarak dan mengembalikan barang curiannya, yang bersangkutan tidak dibolehkan lagi mengunjungi Gili Trawangan.
Hers
Hujan Deras Timbulkan Bencana di Beberapa Kabupaten
Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi lama beberapa hari terakhir, menyebabkan banjir terjadi di hampir seluruh Kabupaten dan Kota di NTB, kecuali Lombok Utara dan Dompu.
MATARAM.lombokjournal.com — Berdasarkan catatan BPBD NTB, akibat hujan deras dalam durasi lama telah menyebabkan banjir di Kota Bima dan Kabupaten Bima yang melanda beberapa Kecamatan. Di Kabupaten Sumbawa tiga Kecamatan dilanda banjir.
Di Pulau Lombok, banjir juga terjadi di Lombok Tengah dengan tiga desa yang terdampak. Kemudian di Kota Mataram di daerak Mapak, Sekarbela, dan jalan lingkar selatan.
“Di KLU saya hanya dapat info kena angin puting beliung dan beberapa pohon tumbang akibat angin kencang,” Kepala BPBD NTB, H Muhammad Rum kepada Lombok Journal, Kamis (2/2) di Mataram
Sedang banjir yang terjadi di kabupaten Sumbawa Barat juga dinilainya serius. “Kemarin juga terjadi banjir sampai sekarang di KSB. Kami ada tim masih di KSB, rupanya agak cukup serius karena ada peningkatkan genangan air, kita dengar Sekotong Tengah di Lombok Barat banjir juga lumayan,” katanya.
BPBD sudah menyalurkan bantuan tanggap darurat banjir untuk sejumlah lokasi terdampak banjir di beberapa daerah Kota dan Kabupaten di wilayah NTB.
“Kami telah kirim logistik kepada masing masing Kabupaten Kota lebih awal, berupa mie masing masing 300 dus, 300 dus air mineral, selimut ke Kabupaten dan Kota yang ada pengungsian,” kata Muhammad Rum.
BPBD juga mengirimkan makanan siap saji 20 paket, kidswear, family kit 20 paket untuk mengantisipasi kebutah mendesak banyak warga yang terdampak.
Rum mengatakan, meski sebagian wilayah terlanda banjir namun antisipasi Pemda di masing-masing Kabupaten dan Kota sudah cukup baik dan sigap. Di tiap daerah sudah membentuk posko siaga bencana, bahkan beberapa Pemda sudah membuat SK tanggap darurat.
“Kemarin di Kabupaten Sumbawa mereka sudah menetapkan tanggap darurat selama tujuh hari, untuk antisipasi dan pertolongan pertama,”katanya.
gra
Data Beking ‘Rumah Mengenal Alquran’ Sudah Lengkap
Meski data oknum beking berdirinya “Rumah Mengenal Al-Qur’an” (RMA) di Jalan Bung Karno di Mataram sudah lengkap, namun Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, masih mendalami
MATARAM.lombokjournal.com — Aktivitas RMA pimpinan Siti Aisyah itu sudah ditutup beberapa hari lalu, lantaran diduga mengajarkan ajaran sesat. Saat ini sedang ditelusuri pihak yang terlibat dalam membekingi keberadaan lembaga yang sudah disebut sesat itu.
“Kami masih terus mengumpulkan bukti kuat untuk mengungkap pihak yang terlibat dalam membekingi keberadaan lembaga yang sudah disebut sesat MUI NTB tersebut,” kata Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, HL Syafi’i, Kamis (2/2) di Mataram.
Upaya menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat RMA itu bukan tanpa alasan. Menurutnya Syafi’i, indikasi ada pihak yang menyokong aktivitas Siti Aisyah itu, sudah mulai terendus.
“Dia sewa ruko mahal, memberikan uang saku murid. Kan sangat aneh, di samping ajaran sesat, memberikan uang bagi calon murid. Tentu ada yang membekingi,” tukasnya.
Meski kasus RMA saat ini sudah ditangani Polda NTB, namun Bakesbanglinmas sebagai lembaga di lingkungan Pemprov NTB tetap ikut terlibat mendalami.
“Data oknum pembeking ini sudah lengkap, pasti kami umumkan siapa orang tersebut dan tetap koordanasi dengan Polda. Tapi kasih kami waktu bekerja dulu, kami dalami,” katanya.
gra
Reza Artamevia Kembali Mangkir dari Sidang Aa Gatot
MATARAM – lombokjournal.com Artis Reza Artamevia kembali mangkir sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa mantan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti, Kamis (2/2).
Gatot Brajamusti
Reza terancam dihadirkan paksa di persidangan karena telah dua kali dipanggil, namun tak pernah muncul di persidangan.
Karena itulah, sidang kasus kepemilikan dan penyalahgunaan nakotika dan obat-obatan terlarang dengan terdakwa Gatot Brajamusti dan istrinya Dewi Aminah ditunda mejelis hakim.
Jaksa beralasan dua kali surat panggilan yang dikirim ke alamat Reza di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan dikembalikan petugas pos karena pemilik alamat tersebut sudah tidak lagi bertempat tinggal di sana.
Ketua Majelis Hakim Yapi meminta kembali jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi Reza mengingat kesaksiannya memiliki peran penting untuk mengungkap asal usul dan peredaran narkotika di padepokan milik Gatot Brajamusti.
“Kita belum bisa memanggil paksa karena Reza masih belum menerima surat yang dikirim jaksa ke alamat yang tercantum dalam BAP. Dia akan kita panggil paksa kalau sudah menerima resmi surat panggilannya,” kata Yapi, Ketua Majelis Hakim.
Jaksa berjanji akan segara melakukan pemanggilan ulang dengan berkoordinasi dengan penyidik kepolisian Polda Metro Jaya Jakarta yang sebelumnya juga menangani kasus narkoba milik mantan ketua umum Parfi ini.
Sidang akhirnya ditunda dan akan dilanjutkan pada Senin (6/2) pekan depan dengan menghadirkan ahli dan sejumlah saksi lain.(hers)
Ratusan Hektar Tambak Udang di Praya Timur Diterjang Banjir
PRAYA.lombokjournal.com — Banjir masih menggenangi Dusun Pasung, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Sedikitnya 160 Kepala Keluarga, sejak Rabu (1/2), rumahnya digenangi air setelah hujan deras terus menerus.
Selain itu, diperkirakan sekitar 120 hektar tambak udang juga diterjang banjir. Kerugian akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta.
Banjir di Desa Kidang itu disebabkan hujan yang tak kunjung henti sejak hari Selasa (31/1) sekitar pukul 18.00 wita, yang menyebabkan air sungai meluap dan menerjang Desa Kidang. Hingga sekarang rumah warga Dusun Pasung dan hektaran tambak masih digenangi air.
Saat ini pihak aparat kecamatan dan desa , serta aparat terkait sedang bverupaya membantu masyarakat yang ada di lokasi banjir.
hers.
MPII NTB Layangkan Protes Terhadap Ahok
Ketua MPII NTB Musthofa Umar
MATARAM – lombokjournal.com Dugaan merendahkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ro’is ‘Am NU, KH Ma’ruf Amin mulai mengundang reaksi dari berbagai kalangan, termasuk Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) NTB.
Dalam pernyataan sikap yang diterima redaksi lombokjournal.com, organisasi sempalan Majelis Ulama Indonesia ini, meminta kepada Ahok dan tim pengacaranya yang diketuai Sirra Prayuna, mencabut ucapannya yang dianggap telah mengintimidasi dan merendahkan martabat KH Ma’ruf Amin sebagai pimpinan Majelis Ulama Indonesia, dan juga Ro’is ‘Am PBNU.
Ahok dan Tim Pengacaranya untuk ikut menjaga kedamaian, persatuan umat Islam pada khususnya, dan bangsa pada umumnya. Bersikap realistis dengan kasus yang sedang dihadapi, dan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, adalah saksi ahli bukan terdakwa seperti halnya Basuki Cahaya Purnama.
Di akhir rilisnya, MPII NTB meminta umat Islam, khusunya kaum Nahdliyyin, tetap menjaga emosi dan waspada demi kemaslahatan yang lebih baik, untuk negara kesatuan Republik Indonesia. Menghindari perpecahan, serta upaya provokasi untuk memecah persatuan.
“Kaum muslimin tetap tenang, dan waspada terhadap segala bentuk provokasi yang menggunakan kasus ini, untuk memecah belah persatuan bangsa,” tutup Ketua MPII NTB Musthofa Umar.(hers)
1,78 Triliun Untuk NTB Dari TKI
Remintansi atau uang gaji yang dikirimkan kembali ke daerah oleh para TKI asal NTB di luar negeri mencapai Rp1,78 Triliun sepanjang tahun 2016
MATARAM.lombokjournal.com — Sumbangan TKI bagi devisa negara yang masuk melalui Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup besar. “Tahun 2016 remitansi TKI yang masuk ke NTB tercatat mencapai Rp1,78 Triliun lebih,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuni, Rabu (1/2) di Mataram.
Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih
Remitansi sepanjang tahun 2016 itu dirangkum BPS berdasarkan laporan Bank Indonesia Perwakilan NTB dan PT Pos.
Dari jumlah Rp1,78 Triliun, sebanyak Rp1,4 Triliun lebih dikirim para TKI melalui fasilitas pengiriman dana luar negeri di Kantor Pos, dan sekitar Rp378 juta dikirim melalui Bank nasional, BRI, BNI, dan Mandiri.
Endang berharap, hal ini menjadi atensi pemerintah Provinsi NTB dan juga pemerintah daerah Kabupaten dan Kota asal TKI di NTB, agar nasib para TKI di luar negeri diperhatikan, terutama yang menyangkut jaminan keselamatan dan keamanan kerja para TKI.
Di sisi lain, upaya pembinaan dalam pengelolaan keuangan juga perlu dilakukan bagi para keluarga TKI yang ada di kampung halamannya, agar uang yang diterima dari jerih payah di luar negeri tidak habis begitu saja untuk kebutuhan konsumtif.
Endang menjelaskan, dari data itu bisa diketahui, jumlah penyumbang remitansi terbanyak di NTB berasal dari para TKI yang bekerja di Arab Saudi, disusul Uni Emirat Arab dan Malaysia, serta sejumlah negara Asia Tenggara.
TKI Wanita atau TKW termasuk masih banyak yang bekerja di Arab Saudi. “Kita bisa dapat gambaran bahwa masih banyak warga NTB yang menjadi TKI wanita di Arab Saudi, selain TKI di Malaysia,” katanya.
gra
Biaya STNK, Penyumbang Inflasi terbesar
Biaya perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesardi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Januari 2017.
MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Rabu (1/2) merilis, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami inflasi sebesar 1,49 persen, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 125,25 pada Desember menjadi 127,17 pada Januari 2017.
“Pada Januari angka inflasi NTB lebih besar dari angka inflasi rata-rata nasional yang hanya 0,97 persen. Sumbangan inflasi terbesar di NTB salah satunya biaya perpanjangan STNK,” kata Kepala BPS Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih, Rabu (1/2) di Mataram.
Selain biaya STNK, komoditas penyumbang inflasi terbesar lainnya berdasarkan rilis BPS adalah tarif listrik, sewa rumah, cabai rawit, rokok kretek, beras, pulsa handphone dan bensin.
Endang mengatakan, laju inflasi NTB tahun kalender Januari 2017 sebesar 1,49 persen lebih tinggi bila dibanding inflasi tahun kalender Januari 2016 yang hanya sebesar 1,16 persen.
Menurutnya, dari 82 kota yang menghitung IHK, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,82 persen diikuti Kota Singaraja sebesar 1,73 persen.
“Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,09 persen diikuti i Kota Tual sebesar 0,1 persen,” katanya.
gra
BPJS Kesehatan Luncurkan Mobile Skrining, Deteksi Dini Resiko Penyakit
Mendorong masyarakat bisa mengelola resiko penyakit kronis, BPJS Kesehatan Cabang Mataram meluncurkan fitur mobile skrining. “Fitur ini menjadi alat bantu, agar masyarakat mengetahui secara dini kecenderungan penyakit kronis,” kata Kepala BPJS kesehatan Kota Mataram, Rabu (1/2) di Aula BPJS Mataram.
MATARAM.lombokjourn al.com – Kini skrining riwayat kesehatan warga Mataram tidak lagi dilakukan manual dan butuh waktu lama untuk mengetahuinya. Dengan penambahan fitur Skrining Riwayat Kesehatan di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile, para peserta Jaminan Kesehatan Nasioonal-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dapat melakutan skrining riwayat kesehatannya melalui fitur tersebut.
Kepala BPJS Cabang Mataram, Muhammad Ali
“Aplikasi fitur itu bisa diakses di BPJS Kesehatan Mobile, melalui handphone,” kata Muhammad Ali, dalam peluncuran Fitur Mobile Screening yang dihadiri awak media dan kalangan dunia usaha.
Menurutnya, aplikasi itu untuk memandirikan masyarakat lebih dini mencegah penyakit kronis. Penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner dan beberapa penyakit kronis lainnya, gejalanya sering diabaikan masyarakat. Masyarakat baru menyadarinya kalau penyakit tersebut sudah ke fase lanjut.
“Sebenarnya program ini sudah dirintis sejak BPJS Kesehatan mengelola kesehatan PNS melalui JKN-KIS,” kata Ali.
Peserta BPJS Kesehatan dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Store, kemudian melakukan registrasi mengisi data diri sesuai isian. Setelah terdaftar dan mengetik tombol log in, peserta dapat memilih Skrining Riwayat Kesehatan.
Dalam isian itu ada 47 pertanyaan, terkait kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit keluarga, dan pola makan peserta. Bila semua pertanyaan dijawab dengan sebenarnya, peserta segera memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan saat itu juga.
Muhammad Ali menjelaskan, bila peserta memiliki resiko rendah, disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan disarankan berolahraga rutin. Sebaliknya, bila terdeteksi beresiko sedang atau tinggi diabetes mellitus, akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder.
“Peserta disarankan mngunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial,” jelasnya.
Bilka peserta terdeksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit lainnya (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner) disarakan berkonsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindak lanjut skrininng kesehatannya.
Efek Jangka Panjang
Dari skrining riwayat kesehatan yang dilakukan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2016, hasilnya cukup menghawatirkan. Kategori penyakit diabetes mellitus terdapat 702.944 beresiko rendah, sebanyak 36.255 beresiko sedang dan 651 beresiko tinggi. Untuk kategori hipertensi, 632.750 peserta beresiko rendah, 104.967 peserta beresiko sedang, dan sebanyak 2.093 beresiko tinggi.
Kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 peserta didiagnosa beresiko rendah, 23.307beresiko sedang, selanjutnya sebanyak 831 peserta beresiko tinggi. Sementara kategori jantung koroner, 680.172 beresiko rendah, 57.682 beresiko sedang, sebanyak 1.956 beresiko tinggi.
Menurut Ali, dengan peluncuran fitur skrininng riwayat kesehatan yang praktis digunakan, diharapkan peserta JKN-KIS dapat lebih peduli melakukan skrining riwayat kesehatannya.”Semakin cepat peserta megetahui resiko kesehatannya, semakin cepat pula pengelolaan resiko dilakukan,” jelasnya.
Dengan demikian makin menurun angka penderita penyakit kronis. “Efek jangka panjangnya, menurunnya pembiayaan keempat kronis penyakit tersebut, program JKN-KIS terus berjalan memberikan manfaat pada peserta yang membutuhkan lainnya,” kata Ali.
Program peluncuran mobile skrining itu, fitur aplikasi yang sederhana dan cepat, merupakan bagian dari kebijakan promotif preventif dari BPJS Kesehatan bagi peserta JKN-KIS. Ini mengacu Perpres 19/2016 yang merupakan perubahan dari Perpres 12/2013.
BPJS membantu peserta untuk mengurangi resiko menderita penyakit kronis. Pencegahan merupakan tujuan program promotif preventif.
“Tentu kita tidak berharap saat sakit baru sibuk mengobati. Cara palimmg baik adalah pencegahan.” Kata Muhammad Ali.