Tercatat 38 Pohon Tumbang di Mataram Akibat Angin Kencang

Angin kencang menumbangkan sekitar 38 pohon di Kota Mataram. Ratusan personil gabungan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, BPBD Kota Mataram, dan kepolisian diterjunkan untuk membersihkan pohon tumbang.

MATARAM.lombokjournal — “Data terakhir ada 38 pohon tumbang di 11 titik di Kota Mataram. Tim gabungan sudah langsung bekerja sejak pagi. Agar tumbangan pohon tidak mengganggu lalu lintas,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Kemal Islam, Selasa (7/2) di Mataram.

Menurut Kemal, pohon yang tumbang di Kota Mataram umumnya masih berusia 10 hingga 15 tahun dan masih kokoh. Hanya saja, kondisi tanah yang kekerasannya berkurang akibat intensitas hujan beberapa hari terakhir membuat akar pohon mudah tercerabut.

“Kalau dari segi usia pohon masih layak dan kuat try these out. Tapi karena kondisi tanah yang lembek akibat hujan, jadi tumbang saat diterpa angin kencang,”katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini Dinas Permukiman menerjunkan 68 orang, BPBD Kota Mataram 50 orang, Dinas PU Mataram 60 orang, dibantu petugas kepolisian Mataram untuk menangani masalah pohon tumbang.

Gra




Aliran Listrik PLN Terganggu Akibat Angin Kencang

Hujan disertai angin kencang yang melanda Pulau Lombok sejak minggu lalu menyebabkan pohon tumbang dan beberapa infrastruktur kelistrikan, khususnya jaringan kabel PLN terganggu.

MATARAM.lombokjournal.com — Saat ini PLN Area Mataram terjunkan 18 tim teknisi untuk perbaiki jaringan di sejumlah lokasi terdampak.

Manajer PLN Area Mataram, Chaidar Syaifullah, mengakui dalam seminggu terakhir memang pemadaman listrik sering terjadi. Kondisi ini disebabkan karena cuaca hujan dan angin kencang, yang membuat pohon-pohon bertumbangan dan menimpa jaringan kabel PLN. Salah satu contoh jaringan di Jalan W.R. Supratman, Kota Mataram, putus karena tertimpa pohon rubuh.

“Kami mohon maaf kepada pelanggan atas pemadaman yang terjadi. Kami berusaha semaksimal mungkin memperbaiki jaringan yang terganggu dengan menurunkan tim teknisi yang ada,” kata Chaidar, Selasa (7/2) di Mataram.

Menurutnya, akibat banyaknya jaringan yang terganggu, beban penggunaan listrik di Pulau Lombok juga mengalami penurunan yang signifikan.

Normalnya, beban puncak pada siang hari mencapai 140 megawatt (MW), namun hari ini (7/2) hanya sebesar 70 MW. Sementara daya mampu pembangkit di Pulau Lombok mencapai 224 MW.

“Ada pengurangan penggunaan beban sekitar 50 persen. Jadi pemadaman ini bukan karena PLN kekurangan daya, tapi karena gangguan jaringan, akibat angin kencang,” katanya.

Ia menambahkan, tidak hanya di Pulau Lombok, angin kencang juga membuat jaringan di Bima terganggu. Sekitar 250 pelanggan di tiga wilayah, yaitu Wera, Kwangko, dan Pekat mengalami pemadaman akibat aliran listrik terganggu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga Kamis (9/2). Adanya pusat tekanan rendah di barat laut Benua Australia (994 hPa) yang menarik massa udara di sekitar wilayah NTB dengan kuat sehingga dirasakan sebagai angin kencang.

Untuk meminimalisir gangguan, PLN menghimbau masyarakat untuk secara rutin memangkas pohonnya yang berada di dekat jaringan PLN.

“Jika masyarakat tidak berani memangkas pohonnya yang dekat jaringan, PLN siap untuk membantu, karena kita punya petugas untuk itu, yang penting diizinkan saja oleh pemilik pohon. Demi kepentingan bersama.” pungkas Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah NTB, Fitriah Adriana.

Selain itu, PLN juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan ke contact center PLN 123 atau ke Kantor PLN terdekat apabila menemukan pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik.

Gra

 




Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertimpa Pohon

Seorang pengendara sepeda motor, tewas akibat tertimpa pohon tumbang di jalan Brawijaya tepatnya di depan SD Internasional, Seganteng, Cakranegara.

MATARAM .lombokjournal.com – Pengendara itu tak menduga, tiba-tiba pohon tumbang saat ia melintas dan tak bisa menghindar.  “Korban tertimpa pohon tumbang saat melintas di jalan Brawijaya. Meninggal di tempat kejadian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Muhammad Rum, Selasa (7/2).

Kejadian itu sekitar pukul 10.37 Wita. Korban yang diidentifikasi sebagai Sapi’in (38), pedagang ayam, warga Kembang Kuning, Narmada, Lombok Barat mengendarai sepeda motor honda Kharisma melintas di lokasi kejadian saat pohon tumbang diterpa angin kencang.

“Jenasah korban langsung dibawa pihak kepolisian ke RS Bhayangkara,”katanya.

Angin kencang sejak Selasa pagi (7/2) di Kota Mataram menyebabkan sedikitnya delapan pohon besar di lokasi berbeda tumbang. Beberapa baliho ukuran besar juga tampak roboh di Jalan Pejanggik sekitar Islamic Center

Baliho besar roboh

Masyarakat khususnya di Kota Mataram agar berhati hati bila berada di luar rumah. Terutama jika melintasi jalan yang terdapat pohon besar.

Gra




Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Mataram, Pengendara Motor Tewas

Angin kencang sejak Selasa pagi (7/2) di Kota Mataram menyebabkan sedikitnya delapan pohon besar di lokasi berbeda, tumbang.

MATARAM.lombokjournal.com — Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menyebutkan, hingga Selasa siang tercatat delapan pohon tumbang masing-masing di jalan lingkar selatan depan SMKN 9 Mataram, depan kantor Camat Cakra, depan Islamic Center, depan SDN 23 Mataram Karang Bedil, depan TK Internasional Seganteng, di belakang gedung Al Ikhsan Ampenan, di depan kantor Lurah Karang Pule, dan di depan lapangan sepak bola Babakan.

Pohon tumbang di depan Masjid Raya At Taqwa

Di depan kantor Inspektorat NTB di Jalan Pejanggik tampak petugas patroli BPBD Kota Mataram sedang bembersihan pohon tumbang. Untungnya pohon itu tumbang tidak ke jalan raya. Demikian juga di depan mesjid Raya At Taqwa , pohon tumbang menghalangi jalan.

Baliho tumbang

Tumbangnya pohon-pohon di musim angin ini menyebabkan tewasnya seorang pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Brawijaya Mataram

BACA : Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertimpa Pohon

Selain itu, baliho berukuran besar di sekiitar Islamic Center juga tumbang. “Mestinya di musim angin besar, pemilik baliho itu tahu diri, kontrol  tu balihonya, kalau rubuh ke jalan raya bisa mencelakai orang,” kata seorang pengendara sepeda motor.

“Upaya yang telah dilakukan oleh tim BPBD Kota Mataram sudah melakukan pembersihan lokasi kejadian pohon tumbang sehingga dapat di lalui oleh kendaraan,” kata Kepala BPBD NTB, H Muhammad Rum, saatdihubungi di Mataram, Selasa (7/2) siang.

Rum mengimbau masyarakat, khususnya  warga di Kota Mataram agar berhati hati bila berada di luar rumah. Terutama jika melintasi jalan yang terdapat pohon besar.

Gra

 




Dicky Adrian, Berobat Hipertensi Kronis Seumur Hidup

Dicky Adrian, Human Resources Manager Hotel Aston Inn di Mataram

Tak seorang pun menginginkan menderita penyakit kronis. Tapi tak seorang pun bisa menolak kapan pun penyakit datang.

MATARAM.lombokjournal.com

Dicky Adrian, Human Resources Manager Hotel Aston Inn di Mataram, mengaku sejak tahun 2014 mengidap penyakit hipertensi kronis. Pada awalnya, tekanan darahnya bisa mencapai 180 bahkan sering lebih dari itu. Meski daya tahan tubuhnya masih cukup baik, Dicky mencemaskan kalau sewaktu-waktu tekanan darahnya kebablasan naik.

Atas saran dokter —  itu terjadi tahun 2014 — Dicky akhirnya melakukan pemeriksaan darah lengkap. Setelah pemeriksaan, baru diketahuinya kalau ia mewarisi gen penyakit yang turun dari orang tuanya, hipertensi kronis.

Sejak saat itu, tiap hari Dicky harus mengkonsumsi obat valsatran 80 mg dan amlodipine 5 mg  untuk  menormalkan tekanan darahnya. “Saya harus mengkonsumsi dua macam obat itu pagi sore, seumur hidup,” tutur Dicky pada Lombok Journal, Senin (6/2).

Kalau dihitung jumlah biaya, pengeluaran untuk membeli dua jenis obat itu sekitar Rp500 ribu. Belum lagi pengeluaran kemungkinan pengobatan lainnya. Tentu, jumlah itu tak terlalu membebani kalau hanya dua atau tiga kali dikeluarkan.  Namun kalau harus berlangsung seumur hidup, akan jadi beban berat saat usia tak lagi produktif.

Tapi karena Dicky menjadi peserta BPJS Kesehatan, semua kesulitan biaya berobat teratasi.

“Kalau sudah sakit, kita masih memikirkan biaya berobat, nanti tambah sakit,” tutur Dicky, yang mengaku saat ini tekanan darahnya sudah normal.

Dikatakannya, sebanyak 74 orang karyawan Hotel Aston Inn Mataram, semua telah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. Keikutsertaan karyawan menjadi peserta bukan semata-mata karena perintah Undang-undang yang mewajibkan perusahaan mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Tiap karyawan Aston Inn hanya membayar 1 persen dari 5 persen yang harus dibayar peserta BPJS Kesehatan. “Aturannya bagus. Karyawan disubsidi. Kalau gajinya Rp7 juta hanya membayar iuran Rp70 ribu, sisanya dibayarkan perusahaan. Kalau karyawan sakit, semua biaya ditanggung pihak BPJS,” kata Dicky.

BPJS Center

Dicky bercerita pernah mendapat keluhan karyawannya, yang sempat ditolak rumah sakit karena dianggap belum bayar iuran. Karena itu ia komplin ke pihak BPJS Kesehatan karena semua iuran selalu dibayarnya tepat waktu. Ternyata ada kesalahan sistem, dan akhirnya bisa diselesaikan.

Tapi kesalahan serupa sering menimbulkan kesalahpaham. Tidak sedikit terjadi keluhan pasien BPJS yang masih harus mengeluarkan biaya rumah sakit.

Karena itu, menurut Dicky, antara pihak rumah sakit dan pasien sering tidak terjalin komunikasi yang baik, yang menyebabkan pasien masih harus membayar biaya tambahan.

“Kalau di rumah sakit tidak tersedia obat yang dibutuhkan, dia harus mencari entah bagaimana caranya. Kalau rumah sakit tidak bisa mencarikan obat, tidak usah buka rumah sakit,” tegas Dicky.

Sebab kalau pasien ke rumah sakit sesuai dengan indikasi dokter, atau sesuai prosedur, tidak ada alasan harus membayar.  Prosedur yang harus dimulai, dengan rujukan dari pihak fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun diakuinya, tidak semua pasien bisa berkomunikasi dengan baik dengan pihak rumah sakit.

Karena itu, selain perlunya sosialisasi pihak BPJS ke rumah sakit, disarankannya di tiap rumah sakit mestinya ada  BPJS Center.” Itu sangat membantu menerima komplin pasien, dan memberi penjelasan pihak rumah sakit,” saran Dicky.

Dicky yakin, kalau semua sesuai prosedur dilakukan maka tidak ada biaya lagi yang harus dikeluarkan dari kantong pasien. Bahkan seandainya pasien direkomendasi harus ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta, BPJS Kesehatan akan menanggung semua biaya pengobatan.

Er (adv)




Rizal Badila, Promosikan Lombok di Malaysia Lewat Lagu

Beberapa kali kurang sukses merilis lagu-lagu karyanya di negeri sendiri. Siapa nyana Rizal Badila, musisi asal Lombok ini justru berhasil meraih popularitas di negeri tetangga, Malaysia.

MATARAM.lombokjournal.com – – Berhasil merilis single duet bersama diva Malaysia, Azharina Azhar lewat lagu “Seribu Cinta” karya Rizal sendiri, pria asli Kopang, Lombok Tengah itu makin mantap menapakkan karir musiknya di Malaysia.

Rizal Badila

Bagi Rizal, merupakan pengalaman luar biasa bisa duet dengan diva Malaysia sekelas Azharina Azhar. Tapi yang lebih penting lagi, dengan berkiprah di Malaysia, Rizal mengaku ingin mempromosikan Lombok.

“Dan bisa mengharumkan nama Indonesia,” kata Rizal Badila, kepada Lombok Journal di Mataram, Senin (6/2).

Lagu-lagu ciptaannya,  yang dilantunkan pria kelahiran 1989 ini, memang banyak menyedot perhatian pencinta musik di negeri Jiran. sejak pertengahan 2016 lalu.

Konon, lagu Seribu Cinta yang dinyanyikan berduet bersama Azharina Azhar, kini selalu menempati chart unggulan di sejumlah stasiun radio di Malaysia, sekaligus menjadi single dengan request terbanyak di sana.

Bagi dunia pariwisata NTB dan Lombok khususnya, kiprah Rizal Badila di Malaysia, tentu sangat memberi keuntungan.Sebab, beberapa lagu Rizal, juga bertema keindahan pulau Lombok. Lagu yang enak didengar dan juga menjadi perhatian pecinta musik Malaysia adalah “Pulau Lombok”.

Lagu itu memang diciptakannya untuk menggambarkan keindahan dan kenyamanan di pulau Lombok. “Lewat lagu ini saya ingin semua orang tahu bahwa Lombok memang pulau yang sangat indah,” kata Rizal.

Tak tanggung-tanggung, untuk lagu Pulau Lombok ini, Rizal bersama Leegeer Management membuat video klip dengan latar hampir semua objek wisata di pulau Lombok.

“Kita explore keindahan Lombok, termasuk yang belum banyak terekspose. Bisa dilihat di youtube chanel Rizal Badila,” kata Rizal.

Upaya Rizal mempromosikan Lombok dan NTB secara umum melalui kiprahnya di Malaysia, juga didukung tim manajemen Rizal, dari Leegeer Management.

Direktur Leegeer Management, Min Nur’Aini Misrial mengatakan, masyarakat Lombok dan NTB pada umumnya boleh berbangga memiliki dengan talenta potensial seperti Rizal Badila.

“Waktu mengisi acara 17 Agustus di KJRI (Konsulat Jenderal RI) di Kuala Lumpur, pejabat-pejabat di sana memuji, ternyata selain alam yang indah Lombok memiliki anak muda yang sangat berbakat seperti Rizal,” kata wanita cantik yang akrab disapa Iin.

Iin mengatakan, dari sisi promosi potensi pariwisata NTB, sebenarnya sosok Rizal sangat potensial dan sudah terbukti melakukan sesuatu melalui talentanya di bidang musik. Pemerintah Provinsi NTB, menurut Iin, bisa mendukung kiprah Rizal ini dengan support-support yang memungkinkan diberikan oleh pemerintah.

“Sejauh ini kami bersama Rizal masih jalan sendiri, belum banyak dukungan terutama dari Pemerintah Provinsi NTB.Padahal Rizal ini sangat potensial, apalagi untuk mendatangkan wisatawan asal Malaysia ke Lombok ini,” katanya.

Duet bersama Azharina Azhar, menurut Iin, juga merupakan prestasi luar biasa untuk Rizal. Orang Lombok asli, ternyata punya talenta luar biasa hingga berhasil berduet dengan diva Malaysia itu.

Saat ini video klip Seribu Cinta yang menampilkan duet Rizal dengan diva Malaysia, tengah diproses dengan lokasi di beberapa objek wisata dan hotel di Lombok.

“Harapan kami agar apa yang dilakukan Rizal lewat karya-karya nyata itu bisa diapresiasi juga oleh Pemerintah NTB,” tukas Iin.

gra




Ekonomi NTB Tumbuh 5,82 Persen

Ekonomi Provinsi NTB selama tahun 2016 secara kumulatif mengalami pertumbuhan sebesar 5,82 persen dibanding tahun 2015.

MATARAM.lombokjournal.com —  Kalau dihitung dengan sektor pertambangan maka ekonomi NTB 2016 tumbuh sekitar 5,82 persen. “Jika tanpa tambang, tumbuh sekitar 5,71 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih, Senin (6/2) di Mataram.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih

Dipaparkan, sampai dengan triwulan IV 2016 perekonomian provinsi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp Rp116,25 Triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp23,74 Juta.

Sedangkan tanpa sub kategori pertambangan bijih logam PDRB Provinsi NTB atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp94,00 Triliun dan PDRB perkapia tanpa pertambangan bijih logam Rp19,20 juta.

Menurut Endang, lima besar kegiatan ekonomi sebagai penyumbang utama pertumbuhan ekonomi khususnya pada triwulan IV 2016 di NTB adalah Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,73 persen.

Menyusul setelah itu, jasa keuangan sebesar 0,51 poin, transportasi dan pergudangan besar 0,45 poin, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,37 poin, dan konstruksi sebesar 0,32 poin.

gra




Giliran MUI NTB Menyoal Ahok

Minta Pemerintah Bersikap Netral

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta pemerintah RI agar bersikap netral terhadap kasus Penistaan Agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

MATARAMlombokjournal purchase viagra online in usa.com –  Rekomendasi  MUI NTB itu dihasilkan dalam rapat koordinasi bersama organisasi massa Islam se wilayah NTB, Senin (6/2) di Sekretariat MUI NTB di Mataram. Point itu menjadi bagian dari beberapa point Rekomendasi yang dihasilkan dari rakor.

Ketua MUI NTB, Prof Saiful Muslim

“Pemerintah RI agar bersikap netral dan tidak berpihak dalam kasus penistaan agama yang dilakukan saudara Ahok,” kata Ketua MUI NTB, Prof H Saiful Muslim, kepada wartawan usai rapat.

Rekomendasi itu senada dengan pernyataan sikap Pengurus Besar NW baru-baru ini, agar mewasdai ancaman pemecah belah NKRI. Selain itu juga menyoal sikap Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan pembelanya yang dinilai melecehkan Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin dalam persidangan kasus penistaan agama, Selasa (31/1).

Rakor MUIT yang dipimpin Prof H Saiful Muslim, itu dihadiri oleh pengurus wilayah Nahdathul Wathan (PWNW) H Mustaminudin Ibrahim dan H Alidah Nur, PW NU H Muhammad Harfin Zuhdi, PW Muslimat NU Hj Dewi Yani, PW Muhammadiyah H Isfanani, dan PW Pemuda Muhamadiyah Fathur Rijal.

Beberapa point yang disepakati bersama dalam rapat, antara lain mengecam tindakan Ahok yang dinilai melecehkan Ulama, dalam sidang penistaan agama yang melibatkannya sebagai terdakwa dengan saksi Ketua MUI H Ma’ruf Amin.

Selain itu, MUI NNTB merekomendasikan agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditangkap dan ditahan, serta diberhentikan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dan meminta agar semua bentuk kriminalisasi terhadap Ulama di Indonesia dihentikan.

“Rekomendasi dari rapat ini akan kami kirimkan ke MUI Pusat secepatnya,” kata Saiful.

Gra




Makanan Olahan IKM Sesaot Sudah Rambah Perhotelan

Produk industri kecil dan menengah (IKM) yang diproduksi masyarajak Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, sudah mulai diterima pasar perhotelan dan minimarket di Mataram dan Lombok Barat.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – – Produk-produk IKM itu seperti produk makanan olahan dari bahan buah-buahan lokal Sesaot, dan juga produk buah segar Sesaot.  Hal itu diun

Kepala Desa Sesaot, Yuni Hariseni saat menerima bantuan simbolik dari Ketua Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj Erica Zainul Majdi (foto: gra/Lombok Journal)

gkappkan Kepala Desa Sesaot, Yuni Hariseni.

Selain dijual di outlet masing-masing dan dijajakan di objek wisata pemandian Sesaot, produk produk juga sudah mulai masuk ke perhotelan dan minimarket.

Saat ini empat industri rumah tangga di Desa Sesaot sudah masuk perhotelan. “Dan produk-produknya sudah mulai diterima perhotelan dan minimarket,” kata Yuni, kepada Lombok Journal, Senin (6/2) di Lombok Barat.

Empat IKM itu antara lain, Marini, Ale-Ale, Maju Bersama, dan Cempaka. Produk berupa makanan dan jajanan seperti kripik, manisan buah, selai buah dan lainnya sudah masuk di pasar minimarket di Kota Mataram dan Lombok Barat.

“Untuk perhotelan juga sudah masuk di Hotel Santika Mataram dan beberapa hotel lain,” kata Yuni.

Yuni menjelaskan, semua produk IKM di Sesaot memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang menjadi potensi unggulan di desa seperti buah-buahan lokal Rambutan, Durian, Manggis, Pepaya, dan Pisang.

Namun, Yuni berharap agar kualitas produk IKM di Sesaot bisa ditingkatkan lagi.

Apalagi setelah pencanangan Kampung Kreatif Sekawan Sejati oleh Dinas Pariwisata dan BRI cabang Mataram yang melingkupi Desa Sesaot, Buwun Sejati, dan Pakuan.

“Kami harap dengan program ini masyarakat terutama IKM bisa diberdayakan baik dari sisi kualitas produk, kemasan, dan juga sistem pemasaran,” tukasnya.

gra




Erica Majdi : Kebersihan dan Keamanan Nomor Satu

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com

Kebersihan dan keamanan paling utama yang harus diperhatikan pada sebuah destinasi wisata. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj Erica Zainul Majdi, menegaskan itu dalam sambutannya pada acara pencanangan Kampung Kreatif Sekawan Sejati, Minggu (5/2) di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Kalau sebuah destinasi wisata tidak bersih dan juga tidak aman, maka jangan berharap akan dikunjungi wisatawan.  “Dua hal ini yang paling penting dan utama, karena ini menyangkut kenyamanan bagi wisatawan,”kata Erica yang juga istri Gubernur NTB ini.

Erica mengatakan, kawasan Sesaot yang sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Lombok, NTB, juga perlu terus meningkatkan kebersihan dan keamanan. Cara yang paling sederhana, paparErica, adalah dengan cara saling mengingatkan. Antara masyarakat, pengelola, dan juga pengunjung yang datang.

Menurutnya, bila perlu pengelola dan pokdarwis yang ada menggunakan kaos atau pin bertuliskan “Ingatkan saya kalau belum bersih”.

Jadi saling ingatkan. Soal kebersihan ini memang upaya yang harus terus menerus, ibaratnya rumah, sekarang disapu besok kotor lagi, disapu lagi.  “Jadi upaya yang melibatkan semua dan dilakukan terus menerus,” katanya.

Dengan upaya terus menerus dan saling mengingatkan itu, menurut Erica, secara perlahan akan terbangun sikap terbiasa bersih ke depan.

Dalam seremoni pencanangan tersebut, Erica secara simbolik menyerahkan bantuan Tim Penggerak PKK NTB kepada masyarakat pelaku UMKM di Sesaot dan sekitarnya, berupa peralatan kebersihan, peralatan masak, dan juga bibit pohon buah-buahan untuk mendukung penghijauan kawasan.

Ia berharap bantuan-bantuan itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat penerima.

“Saya harap bantuan ini bisa bermanfaat dan digunakan dengan amanah, karena kami dari PKK akan terus mencari masyarakat yang amanah dan terus memberikan bantuan dan juga pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan,” katanya.

gra