Gubernur Imbau Ikuti Amnest Pajak

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. TGH.M.Zainul Majdi menggunakan haknya sebagai wajib pajak, dengan mengikuti program tax amnesty.

MATARAM.lommbokjournal.com – Gubernur saat menerima Kepala Bidang Kanwil Pajak, Ketut Suardana, yang berkunjung ke ruang kerjanya, Kamis, (9/2), juga menyampaikan Surat Pernyataan Harta (SPH) serta membayar uang tebusan tambahan langsung melalui

Gubernur menghimbau, seluruh pejabat dan ASN lingkup Pemprov NTB mengikuti program Tax Amnesty (TA), untuk menghindari sanksi pajak di kemudian hari. “Mensukseskan program TA berarti turut mensukseskan program pembangunan ekonomi nasional,” katanya.

Seluruh masyarakat, pengusaha dan pejabat publik yang belum melaporkan harta dan kekayaannya dihimbau untuk segera melapor melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara negara (LHKPN) atau SPT tahunan. “Masih ada batas waktu  beberapa bulan kedepan,” katanya.

Seperti diketahui, tahun ini merupakan periode ketiga pelaksanaan program tax amnesty. Dan periode ini akan berakhir dalam kurun waktu dua bulan kedepan, tepatnya 31 maret 2017 mendatang.

Rr/Biro Humas NTB

 

 




KPID Diminta Fokus Soroti Hoax

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB diminta terus mengawal media lokal, untuk menjamin masyarakat memperoleh informasi dari lembaga yang baik.

MATARAM.lombokkjournal..com — Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH.M.Zainul Majdi Gubernur berpesan, agar di tahun 2017 ini KPID harus lebih fokus menyorot konten siaran, seperti pornografi dan hoax yang akhir-akhir ini semakin marak dan bebas di akses di masyarakat.

“Konten siaran sangat perlu dipantau, karena dapat membentuk sikap dan perilaku manusia,” jelas Gubernur saat menerima Ketua KPID, Sukri Aruman dan komisioner KPID NTB di ruang kerjanya, Kamis, (9/2)

Menurut Gubernur, KPID yang sejatinya merupakan lembaga independen yang diberi kewenangan, ruang dan kesempatan sesuai amanat Undang-Undang, harus benar-benar berikhtiar maksimal. “Agar apa yang menjadi tanggung jawabnya dapat terwujud,” katanya.

Kebebasan mengakses media saat ini sangat rentan menimbulkan dampak yang tidak diharapkan, terutama bagi anak-anak. Padahal, untuk membangun karakter bangsa, harus diikuti dengan penanaman nilai dan budaya yang luhur. KPID diminta harus lebih masif berkampanye melalui media massa.

“KPID merupakan instrument vital yang baik untuk mensuarakan pentingnya pemanfaatan sarana komunikasi dan informasi dengan baik,” kata Gubernur.

Selain itu, Gubernur mengajak KPID -sama mengkampanyekan gerakan satu hari tanpa menonton televisi. Ia menilai, saat ini terpaan media, baik media social maupun siaran televisi telah memberikan efek adiktif bagi audiensnya.

“Anak- anak sekarang kalau tidak mengakses medsos, pasti akan gelisah. Cenderung mencari “layar”, karena sudah kecanduan,” katanya. Adiksi inilah yang menimbulkan kekhawatirannya, sehingga orang tua juga dituntut lebih cerdas membimbing dan memantau putra putrinya dalam mengakses media.

Terkait beralihnya kewenangan pengelolaan sekolah menengah atas/sederajat dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi, melalui Dinas Pendidikan, Gubernur akan mengeluarkan larangan membawa handphone bagi siswa sekolah menengah ke atas. Maksudnya, selama (­+) 8 jam berada di sekolah, siswa dapat sepenuhnya berkonsentrasi menerima pelajaran.

Ketua KPID NTB, Sukri Aruman mengungkap persaingan media yang semakin ketat membuat lembaga penyiaran terutama TV sering lebih mementingkan aspek bisnis. Karena itu dituntut kesadaran masyarakat untuk turut memantau isi siaran. Partisipasi masyarakat bisa dilakukan dengan melaporkan tayangan tv atau siaran radio yang dinilai melanggar aturan KPI, imbuhnya.

Rr/Biro Humas NTB




PLN Padamkan Listrik di Empang Karena Banjir

Demi keamanan warga, PLN terpaksa melakukan pemadaman aliran listrik di Empang, Sumbawa

MATARAM.lombokjournal.com – – Banjir akibat hujan dan angin kencang menerjang kawasan timur Sumbawa, Rabu (8/2), antara lain Kecamatan Empang dan Kecamatan Tarano.

Banjir menerjang beberapa desa seperti Empang Atas, Bunga Eja, Ongko, Jotang Beru, Labu Bontang dan Jotang.

Menurut Manajer PLN Area Sumbawa, Ahmad Syauki, Kamis (9/2), sejak banjir melanda Empang, langkah preventif yang dilakukan PLN yaitu dengan melalukan pemadaman listrik.

Ia menjelaskan pemadaman listrik terjadi mulai Rabu (8/2), pukul 10 pagi. Sekitar 13.700 pelanggan di wilayah itu mengalami pemadaman.

“Kami mohon maaf kepada pelanggan. Listrik terpaksa kami padamkan demi keselamatan warga dan keamanan instalasi listrik.” terang Syauki.

Dalam menghadapi banjir di Kecamatan Empang ini, PLN menyiagakan 60 personil yang diterjunkan untuk mempercepat pemulihan. Listrik mulai kembali menyala menjelang petang, seiring surutnya air.

“Namun saat ini pemadaman masih terjadi di daerah Labu Bontang, akibat ketinggian air belum memungkinkan untuk dilakukan penyalaan,”katanya.

Total 312 pelanggan di wilayah tersebut masih mengalami pemadaman hingga Kamis pagi (9/2).

Menurutnya, dalam menghadapi banjir, PLN membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk segera memadamkan listrik.

Instalasi listrik perlu diamankan agar tidak menimbulkan akibat yang fatal bagi masyarakat ketika air mulai meninggi (banjir) dan aliran listrik masih menyala.

Syauki memaparkan, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat yang dilanda bencana banjir adalah:

  1. Mematikan instalasi listrik di dalam rumah
  2. Mencabut peralatan listrik di rumah yang masih tersambung dengan stop kontak
  3. Memindahkan alat-alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam banjir
  4. Apabila aliran listrik di lokasi yang banjir belum padam dapat segera menghubungi Contact Center 123
  1. Segera mengungsi ke daerah aman

“Ini demi keamanan masyarakat juga,” tukasnya.

Hms PLN/Gra




Banjir Juga Melanda Sambelia, Lombok Timur

Bencana banjir melanda Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB),  akibat hujan deras disertai angin kencang.

MATARAM.lombokjournal.com — Hingga Rabu (8/2) kemarin, kondisi Dusun Batu Sele saat ini masih terisolir karena dua jalan pengubung ke Dusun Batu Sele terputus,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) NTB, Muhammad Rum di Mataram, Kamis (9/2).

Ia menyebutkan, terputusnya jalan tersebut mengatakan, aktivitas warga dan anak-anak sekolah lumpuh total dan kendaraan baik roda dua, maupun roda empat tidak dapat menuju lokasi.

Dampak banjir membuat 11 rumah di Dusun Penjarum, Desa Sugian, terendam air setinggi sekitar 50 cm, Dusun Sendang, Desa Dara Kunci, setinggi setinggi 50 cm. Sedangkan Dusun Batu Sele, Desa Dara Kunci sebanyak 115 kepala keluarga atau 368 jiwa terdampak.

“Warga sangat membutuhkan air bersih, air mineral, bahan pokok, obat-obatan dan tenaga medis,” lanjutnya.

Rum melanjutkan, BPBD Lombok Timur, Basarnar, Tagana, PMI dan CMT terus berkoordinasi dan memonitoring kondisi di lapangan. BPBD NTB, ia katakan, telah mengirimkan bantuan logistik berupa 250 dus mie instan dan 250 dus air mineral.

gra




Banjir Landa Sumbawa, 6000 KK Terdampak

Banjir dan angin puting beliung melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB. Lebih dari 6000 keluarga dilaporkan terdampak, meski belum dilaporkan ada korban jiwa.

MATARAM.lomb kjournal.com — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Muhammad Rum, Kamis (9/2) menjelaskan, banjir terjadi di Sumbawa sejak hujan lebat dan angin kencang pada, Selasa (7/2) malam.

“Kabupaten Sumbawa kembali dilanda banjir.Tidak hanya banjir, angin puting beliung dan tanah longsor juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa,” kata Rum.

Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa, namun sebanyak 6.253 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 21.243 jiwa, terdampak  banjir di Sumbawa.

Mereka tersebar di Kelurahan Brangbara, 214 KK atau 584 jiwa, dengan ketinggian air mencapai ±100 cm. Kelurahan Brang Biji , 72 KK atau 288 jiwa, kemudian Kelurahan Pekat 35 KK atau 135 jiwa, Kelurahan Bugis 207 KK atau 966 jiwa dengan ketinggian air mencapai ± 100 cm, merendam rumah warga di sepanjang aliran sungai Brang Bara.

Selain itu, papar Rum, di Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, banir juga terjadi dengan ketinggian air ±50 cm, melanda Dusun Kali Baru dengan 560 KK atau 2.075 jiwa terdampak, kemudian Dusun Pasir 578 KK atau 2.261 jiwa, Dusun Padak 1.552 KK atau 5.715 Jiwa.

Di Kecamatan Empang banjir dirasakan oelh 1.885 KK atau 4.342 jiwa dengan ketinggian air mencapai ± 100 cm, juga di Kecamatan  Tarano 1.471 KK atau 5.884 jiwa dengan ketinggian air mencapai ± 100 cm.

Puting Beliung

Sementara pada hari yang sama, tambah Muhammad Rum, angin puting beliung melanda pemukiman warga di Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Sumbawa.  “Akibatnya sejumlah rumah warga mengalami kerusakan,” katanya.

Sementara sepanjang ruas jalan Setonggo menuju Batu Dulang di Kecamatan Batulanteh terjadi longsor sebanyak 8 titik.

Rum mengatakan, hingga kini tim reaksi cepat Kabupaten Sumbawa, TNI/POLRI masyarakat dan BPBD NTB diturunkan ke titik-titik lokasi bencana, namun masih mengalami kendala karena minimnya sarana dan prasarana, terbatasnya dana dan terbatasnya personil.

“BPBD NTB sendiri telah mengirimkan bantuan logistik berupa 250 dus air mineral dan 300 dus mi instan,” kata Rum.

BACA : Banjir Juga Melanda Sambelia, Lombok Timur

Gra




Cuaca Buruk, Penyeberangan Lembar-Padangbai Masih Aman

Muhammad Yasin, Manajer Operasional PT ASDP Lembar.(foto: gra/lombokjournal.com)

LOMBOK BARAT – lombokjournal.com Cuaca buruk, hujan, dan angin kencang yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari terakhir, belum mengganggu aktivitas penyeberangan Lembar-Padangbai.

“Sampai saat ini penyeberangan masih aman dan lancar. Ada 24 trip sehari, jadi setiap jam kapal jalan,” kata Manajer Operasional PT ASDP Lembar, Muhammad Yasin, kepada lombokjournal.com di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Menurut Yasin, pihak Dirjen Kesyahbandaran dan Operator Pelabuhan (KSOP) dan juga Dinas Perhubungan NTB memang sudah mengeluarkan peringatan pada 7 Februari lalu, terkait angin kencang yang terjadi di wilayah NTB.

Peringatan ditujukan pada armada kapal penyeberangan dan nahkoda, juga kepada institusi terkait termasuk ASDP selaku operator pelabuhan penyeberangan, agar mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi.

Kepada pemilik kapal dan nahkoda, lanjut Muhammad Yasin, peringatan itu meminta agar mengutamakan keselamatan penyeberangan dan kembali ke pelabuhan jika di tengah perjalanan ada angin kencang dan gelombang tinggi.

Sementara kepada operator pelabuhan diminta untuk tidak memaksakan aktivitas penyeberangan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Tapi penyeberangan Lembar-Padangbai yang melintasi Selat Lombok ini cenderung aman. Tinggi gelombang masih di bawah 1,5 meter, sehingga kita tetap buka,” kata Yasin.

Ia menjelaskan, tinggi gelombang di Selat Lombok tidak terlalu terpengaruh angin kencang yang terjadi di wilayah NTB karena posisinya yang diapit Gunung Rinjani di Pulau Lombok dan Gunung Agung di Pulau Bali.

Ia mencontohkan, saat angin kencang terjadi pada 7 Februari dan membuat tinggi gelombang di perairan laut utara dan selatan mencapai 3 meter, di Selat Lombok tinggi gelombang hanya mencapai 1,7 meter saja.

“Pada Selasa sore, kita memang sempat tunda penyeberangan selama empat jam. Tapi itu bukan penutupan, hanya penundaan karena ada tekanan angin kencang di sekitar pintu lintasan,” kata Yasin.

Menurut Yasin, pihak ASDP Lembar akan tetap mengutamakan keselamatan penyeberangan, dan juga kebutuhan parapengguna jasa penyeberangan yang menghubungkan Lombok dan Bali itu.

“Ya tentu kita sama-sama berharap agar cuaca tidak buruk lagi sehingga arus transportasi bisa tetap lancar,” katanya.

Berdasarkan data ASDP, Pelabuhan Lembar-Padangbai dengan 24 trip kapal per hari, rata-rata per hari mengangkut 6 bus besar, 143 truk Fuso, 90-120 truk PS standar, 50 mobil minibus, dan 250 sepeda motor.

gra




Bawa Sabu, Pemuda Pengangguran Ditangkap

IS (kiri) saat digiring aparat kepolisian Polres Mataram, Rabu (8/2).(foto: hers/lombokjournal.com)

MATARAM – lombokjournal.com Kedapatan membawa narkoba jenis sabu, seorang pemuda berinisial IS 28 tahun warga Dusun Belencong, Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, diamankan Satuan Narkoba Polres Mataram.

Pelaku yang ditangkap di Jalan Dr Wahidin Soedirohusondo Rembiga, Kota Mataram itu berusaha membuang sabu yang dibawanya.

“Tersangka ini berupaya membuang barang bukti sabu, yang dibawanya, dengan cara diinjak,” jelas Kasubag Humas Polres Mataram AKP Made Arnawa, Rabu (8/2).

Pengakuan tersangka, satu poket sabu seberat 0,64 gram diperolehnya dari seseorang berinisial Az, yang masih diburu polisi.

Sementara ini polisi masih mendalami, sejak kapan tersangka memiliki ketergantungan terhadap sabu, serta dari siapa saja barang haram itu diperolehnya.

“Dalam pengembangan, termasuk mengejar Az penyuplai sabu kepada tersangka,” ujar Made Arnawa.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 dan 127 ayat 1, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun, dan minimal 4 tahun. Hers




Banjir Terjang 6 Dusun di Kecamatan Empang

Dengan menggunakan kapal karet petugas melakukan evakuasi warga yang terkena banjir di Kecamatan Empang, Sumbawa.(foto: dok)

SUMBAWA – lombokjournal.com Akibat hujan yang tak henti sejak Selasa petang (7/2) pukul 18.00 Wita hingga Rabu (8/2) pukul 11.00 Wita menyebabkan enam dusun di Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa terendam banjir. Enam dusun tersebut adalah Dusun Parang A, Dusun Parang B, Dusun Bontong, Dusun Tiu Sangat, Dusun Bonto, dan Dusun Tarano.

Ketinggian air mencapai 1 meter hingga 1,5 meter merata di hampir semua dusun kecuali Dusun Tarano karena letaknya lebih tinggi dari dusun yang lain. Kondisi ini memaksa sejumlah warga mengungsi ke beberapa tempat yang tidak terkena terjangan banjir, seperti lapangan bola Dusun Bonto.

“Yang tidak begitu parah hanya Dusun Tarano karena lebih tinggi. Jadi warga sejak semalam sudah mengungsi ke tempat-tempat yg tidak terkena banjir,” jelas Kepala Desa Labuhan Bontong Abu Bakar, Rabu (8/2) yang dihubungi lombokjournal melalui jaringan telepon genggamnya.

Selain merendam pemukiman, banjir yang diduga berasal dari gunung ini juga merendam lahan pertanian dan tambak siap panen milik penduduk desa yang berpenghuni 789 KK ini.

“Lahan pertanian kemungkinan gagal panen karena terendam 150 hektare dan tambak udang dan ikan bandeng 300 hektare mutlak gagal panen,” ujarnya.

Korban banjir saat ini, sangat membutuhkan makanan pokok, seperti beras, mi instan, dan air minum.

Kerugian akibat banjir ini, termasuk rumah yang rusak dan hanyut masih belum dapat dikalkulasi karena terjangan banjir masih terjadi hingga saat ini.

“Untuk rumah yang roboh dan terbawa air banjir pasti ada tapi kami belum tahu. Kami tidak bisa ke sana karena air masih besar dan deras,” imbuhnya.

Sejauh ini bantuan dari tim tanggap bencana BPBD Sumbawa masih belum tiba di lokasi dan memberikan bantuan. Hanya tim relawan tanggap bencana Muhammadiyah yang memberikan bantun termasuk evakuasi warga yang rumahnya terendam.

Sementara, Ketua Tim Relawan Tanggap Bencana Perserikatan Muhammadiyah, Muslim menyebut sejauh ini, tim relawan telah bergerak ke lokasi untuk memberikan bantuan kebutuhan dasar yang dibutuhkan penduduk.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah Sumbawa, katanya sudah ada tim yang bergerak ke sana,” jelasnya. Hers




Penumpang Kapal Pesiar Belanda, Berwisata ke Lombok

Kapal pesiar MV Volendam

LOMBOK BARAT – lombokjournal.com Sekitar 1.968 penumpang kapal pesiar MV Volendam berbendera Belanda, Selasa (7/2) menghabiskan waktu hampir seharian untuk berwisata ke sejumlah destinasi wisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Volendam singgah di Lembar, Selasa pagi hingga malam. Jadi ribuan penumpang yang merupakan wisatawan dari Eropa sempat mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Lombok,” kata GM PT Pelindo III Lembar Baharuddin kepada lombokjournal.com.

Dijelaskan, kapal pesiar jenis cruise itu mengangkut sekitar 1.372 penumpang dan 596 orang awak kapal yang merupakan wisatawan asal negara-negara eropa didominasi Belanda.

Volendam melepas jangkar pada jarak 2 Mil Laut dari terminal pelabuhan Lembar, kemudian mendistribusikan penumpang menggunakan sekoci ke terminal Pelabuhan Lembar.

GM PT Pelindo III Lembar Baharuddin.(foto-foto: gra/lombokjournal.com)

Menurut Bahar, jajaran Pelindo menyambut kedatangan para wisatawan itu dengan suguhan hiburan musik tradisional Gendang Beleq dan juga tari-tarian lokal.

“Mereka yang turun ada yang langsung ikut paket wisata yang dikelola travel agent ada juga yang langsung mengunjungi destinasi dan pusat belanja secara sendiri-sendiri menggunakan taksi dan mobil travel,” kata Baharuddin.

Sedikitnya 15 armada Bus dari agen Lombok Paradise dan 25 kendaraan travel dari Kopaja, mengantarkan para wisatawan dengan tujuan rute wisata Sekotong, Kuta Lombok Tengah, Mataram Mall, Senggigi, kerajinan tenun Sukarara, kerajinan gerabah Banyumulek, Taman Narmada. Beberapa di antaranya juga berwisata ke Gili Nangu, Gili Kedis, dan Gili Sudak dengan menggunakan waterboat.

“Kedatangan kapal pesiar ke daerah NTB khususnya Pulau Lombok ini tentu sangat menunjang pendapatan devisa daerah serta negara dan juga bisa memperkenalkan daerah-daerah  pariwisata yang ada di wilayah Lombok ini,” katanya.

gra




Suryani Beri Semangat Anak Penderita Kanker Tulang

Hj Suryani Ahyar Abduh, Selasa (7/2) mengunjungi rumah Adrian Prawira (13), penderita kanker tulang, di Lingkungan Perigi, Kelurahan Dasan Agung, Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com  –  Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram, Hj Suryani AhyarAbduh juga memberikan semangat secara langsung pada Adrian. Dalam kunjungannya Suryani  juga memberi bantuan biaya pengobatan.

Bertemu langsung dengan Adrian, Hj Suryani tampak terharu melihat langsung kondisi Adrian.  Namun kunjungan istri orang nomor satu di Kota Mataram itu memberi semangat. Anak semula hanya mampu berbaring, berusaha bangkit dan menyalami tamunya.

“Tetap semangat ya Adrian, harus cepat sembuh supaya bisa sekolah lagi,” kata Hj Suryani pada Adrian.

Adrian Prawira, siswa SMPN 13 Kota Mataram ini mengalami pembengkakan serius pada tulang lutut kaki kanannya, yang didiagnosa sebagai kanker tulang. Menurut pihak keluarga, Adrian mulai menderita sakit itu sejak terjatuh dari bermain sepakbola pada November 2016 lalu.

Usai kejadian itu Adrian sempat dibawa ke pengobatan alternatif, dan juga ke salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Mataram. Namun cidera yang dideritanya tak kunjung sembuh, hingga akhirnya divonis mengidap kanker tulang.

Sejak itu, pembengkakan di lutut Adrian makin membesar dan membuatnya tak bisa berjalan. Sebelumnya, Walikota H Ahyar Abduh sudah memerintahkan jajaran Dinas Kesehatan Kota Mataram melihat kondisi Adrian dan membawanya menjalani perawatan.

Hanya saja, trauma akibat perawatan medis sebelumnya masih membuat Adrian selalu menolak dan menangis setiap kali hendak dibawa kerumah sakit. Sejauh ini, pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram juga masih berupaya melakukan hipnoterapi oleh hipnoterapis profesional agar trauma yang dialami Adrian hilang.

Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Suryani mengatakan, dukungan moril dan suport semangat padaAdrian harus terus dilakukan agar tidak trauma lagi dan Adrian mau dibawake Rumah Sakit untuk mendapat perawatan semestinya.

Meski sakit yang diderita Adrian cukup berat, bahkan mungkin harus mendapat rujukan ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar, namun ia yakin Pemerintah Kota Mataram akan membantu maksimal.

“Semoga ananda Adrian bisa segera hilang traumanya, segera mendapat pelayanan kesehatan seperti seharusnya. Yang penting jangan sampai kehilangan harapan,” katanya.

hms/gra